Anda di halaman 1dari 4

PEMERINTAH KABUPATEN SUMBA TIMUR

DINAS KESEHATAN
PUSKESMAS KOMBAPARI
KECAMATAN KATALA HAMU LINGU

KEPUTUSAN KEPALA PUSKESMAS KOMBAPARI


Nomor : Pusk.Komb.445 / Adm.II.SK / 023 / I / 2017

TENTANG

KEBIJAKAN MUTU DI PUSKESMAS KOMBAPARI

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

KEPALA PUSKESMAS KOMBAPARI,

Menimbang : a. bahwa dalam rangka melaksanakan program dan kegiatan


Puskesmas memerlukan perbaikan mutu dan kinerja Puskesmas
yang konsisten dengan tata nilai, visi misi serta tujuan Puskesmas
yang dipahami dan dilaksanakan oleh Pimpinan Puskesmas,
Penanggungjawab Program dan Pelaksana ;
b. bahwa untuk menjamin pelaksanaan kegiatan perbaikan mutu dan
kinerja serta membudayakan perbaikan mutu dan kinerja secara
berkesinambungan maka perlu disusun kebijakan mutu ;
c. bahwa untuk melaksanakan maksud tersebut point a dan b, perlu
ditetapkan Keputusan Kepala Pusat Kesehatan Masyarakat
Kombapari;

Mengingat : 1. Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan


Daerah sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan
Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 (Lembaran Negara );
2. Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan
(Lembaran Negara );
3. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 75 Tahun 2014 tentang Pusat
Kesehatan Masyarakat;
4. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 43 Tahun 2016 tentang
Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan;
5. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 44 Tahun 2016 tentang
Pedoman Manajemen Puskesmas;
6. Keputusan Gubernur NTT Nomor 65 Tahun 2002 Tentang
Pedoman Tata Kearsipan Propinsi NTT;
7. Peraturan Bupati Sumba Timur Nomor 16 A Tahun 2013 Tentang
Tata Naskah Dinas Lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumba
Timur; dan
8. Peraturan Bupati Sumba Timur Nomor 31 Tahun 2016 tentang
Penjabaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten
Sumba Timur Tahun Anggaran 2017 ( Berita Daerah Kabupaten
Sumba Timur Tahun 2016 Nomor 41, Tambahan Berita Daerah
Kabupaten Sumba Timur Nomor 629).
MEMUTUSKAN :

Menetapkan :

KESATU : Keputusan Kepala Puskesmas Kombapri tentang Kebijakan Mutu di


Puskesmas Kombapari;
KEDUA : Kebijakan mutu di Puskesmas Kombapari merupakan komitmen dari
seluruh pegawai untuk:
1. Mengutamakan kepuasan pelanggan dengan melakukan
peningkatan secara terus menerus
2. Nemberikan pelayanan ramah, cepat, akurat dan kemudahan
3. Mempersiapkan karyawan yang berkompeten di bidangnya
4. Mengupayakan pemberantasan penyakit menular maupun tidak
menular hingga tuntas
5. Menerapkan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001 : 2008 secara
efektif dan efisien;
KETIGA : Segala biaya yang timbul sebagai akibat ditetapkannya keputusan ini
dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah
Kabupaten Sumba Timur Tahun Anggaran 2017;
KEEMPAT : Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan dengan ketentuan
akan ditinjau kembali apabila dikemudian hari terdapat kekeliruan
dalam penetapannya.

Ditetapkan di Kombapari
pada tanggal, 10 Januari 2017

KEPALA PUSKESMAS KOMBAPARI,

Mateos Ngati

TEMBUSAN

1. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Timur di Waingapu;


2. Arsip

LAMPIRAN : KEPUTUSAN KEPALA PUSKESMAS KOMBAPARI


NOMOR : Pusk.Komb.445 / Adm.II.SK / 023 / I / 2017
TANGGAL : 10 Januari 2017
KEBIJAKAN MUTU PUSKESMAS KOMBAPARI

1. Kepala Puskesmas dan seluruh penanggung jawab UKP dan penanggung jawab UKM
wajib berpartisipasi dalam program mutu/kinerja Puskesmas mulai dari perencanaan,
pelaksanaan, monitoring dan evaluasi.

2. Para pimpinan wajib melakukan kolaborasi dalam pelaksanaan Program mutu yang
diselenggarakan di seluruh jajaran puskesmas.

3. Tata nilai dalam menyediakan pelayanan baik UKM maupun UKM disepakati bersama
dan menjadi acuan dalam pemberian pelayanan kepada masyarakat

4. Tata nilai tersebut adalah: Kerja Sama, Adil,Handal,Amanah,Loyalitas,Integritas.

5. Kebijakan mutu dan tata nilai puskesmas dalam memberikan pelayanan disusun
secara bersama dan dituangkan dalam pedoman mutu dan kinerja

6. Pedoman mutu dan perencanaan mutu/kinerja disusun berdasarkan visi, misi, dan
tujuan Puskesmas

7. Perencanaan mutu disusun oleh seluruh jajaran Puskesmas Kombapari dengan


pendekatan multidisiplin, dan dikoordinasikan oleh Penanggung jawab Manajemen
Mutu.

8. Perencanaan mutu/kinerja meliputi perencanaan mutu/kinerja manajemen,


perencanaan mutu/kinerja UKM, dan perencanaan mutu pelayanan klinis

9. Perencanaan mutu/kinerja manajemen meliputi paling tidak;


a. Penilaian kinerja manajemen
b. Pelaksanaan audit internal
c. Pelaksanaan pertemuan tinjauan manajemen
d. Kajibanding kinerja dengan puskesmas lain
e. Penilaian perjanjian kerja sama dengan pihak ketiga

10. Perencanaan mutu/kinerja UKM meliputi paling tidak:


a. Penilaian kinerja UKM dan tindak lanjutnya

11. Perencanaan mutu/kinerja pelayanan klinis berisi paling tidak:


a. Area prioritas berdasarkan data dan informasi, baik dari hasil monitoring dan
evaluasi indikator, maupun keluhan pasien/keluarga/staf dengan
mempertimbangan kekritisan, risiko tinggi dan kecenderungan terjadinya
masalah.
b. Kegiatan-kegiatan pengukuran dan pengendalian mutu yang terkoordinasi dari
semua unit kerja dan unit pelayanan.
c. Pengukuran mutu dilakukan dengan pemilihan indikator, pengumpulan data,
untuk kemudian dianalisis dan ditindak lanjuti dalam upaya peningkatan mutu.
d. Indikator meliputi indikator manajerial, indikator kinerja UKM, dan indikator
klinis, yang meliputi indikator struktur, proses, dan outcome.
e. Upaya-upaya perbaikan mutu melalui standarisasi, perancangan sistem,
rancang ulang sistem untuk peningkatan mutu .
f. Penerapan manajemen risiko pada semua lini pelayanan baik pelayanan klinis
maupun penyelenggaraan UKM.
g. Manajemen risiko klinis untuk mencegah terjadinya kejadian sentinel, kejadian
tidak diharapkan, kejadian nyaris cedera, dan keadaan potensial cedera.
h. Program dan Kegiatan-kegiatan peningkatan mutu pelayanan klinis , termasuk
di dalamnya program peningkatan mutu laboratorium dan program peningkatan
mutu pelayanan obat.
i. Program pelatihan yang terkait dengan peningkatan mutu
j. Rencana pertemuan sosialisasi dan koordinasi untuk menyampaikan
permasalahan, tindak lanjut, dan kemajuan tindak lanjut yang dilakukan.
k. Rencana monitoring dan evaluasi program mutu

12. Dalam upaya perbaikan mutu/kinerja puskesmas melibatkan/memberdayakan lintas


sektor, lintas program, dan masyarakat sebagai pengguna pelayanan untuk berperan
mulai dari perencanaan, pelaksanaan, monitoring, evaluasi, dan tindak lanjut
program-program kegiatan mutu/kinerja puskesmas .

13. Perancangan sistem/proses pelayanan memperhatikan butir-butir di bawah ini:


a. Konsisten dengan visi, misi, tujuan dan tata nilai Puskesmas, dan perencanaan
Puskesmas,
b. Memenuhi kebutuhan pasien, keluarga, masyarakat, dan staf,
c. Menggunakan pedoman penyelenggaraan UKM, pedoman praktik klinis,
standar pelayanan klinis, kepustakaan ilmiah dan berbagai panduan dari profesi
maupun panduan dari Kementerian Kesehatan,
d. Sesuai dengan praktik bisnis yang sehat,
e. Mempertimbangkan informasi dari manajemen risiko,
f. Dibangun sesuai dengan pengetahuan dan keterampilan yang ada di
Puskesmas,
g. Dibangun berbasis praktik klinis yang baik,
h. Menggunakan informasi dari kegiatan peningkatan yang terkait,
i. Mengintegrasikan serta menggabungkan berbagai proses dan sistem
pelayanan.

14. Seluruh kegiatan mutu/kinerja puskesmas harus didokumentasikan.

15. Penanggung jawab Manajemen Mutu wajib melaporkan kegiatan peningkatan mutu
kepada Kepala Puskesmas tiap tribulan.

16. Berdasarkan pertimbangan hasil keluhan pasien/keluarga dan staf, serta


mempertimbangkan kekritisan, risiko tinggi, dan potensial bermasalah, maka area
prioritas yang perlu mendapat perhatian dalam peningkatan mutu/kinerja pelayanan
klinis adalah:
a. Pelayanan Farmasi
b. Pelayanan Gawat Darurat

KEPALA PUSKESMAS KOMBAPARI,

Mateos Ngati