Anda di halaman 1dari 3

Ringkasan Mata Kuliah SIA Bab 3

Etika, Penipuan dan Pengendalian Internal

A. Etika
1. Etika Bisnis
Etika berkaitan dengan berbagai standar yang digunakan seseorang dalam membuat
pilihan dan dalam mengarahkan perilakunya di berbagi situasi yang melibatkan konsep
mengenai benar atau salah.
Isu etika dalam bisnis dibagi empar area: kesetaraan, hak, kejujuran dan penggunaan
kekuasaan perusahaan. Perilaku beretika adalah hal yang penting, tapi bukan merupakan
kondisi yang memadai untuk keberhasilan bisnis.

2. Etika Komputer
Etika komputer adalah analisis mengenai sifat dan dampak sosial teknologi komputer
serta berbagai formulasi dan justifikasi kebijakan yang terkait untuk penggunakan teknologi
semacam itu secara beretik, meliputi perhatian mengenai pergantian perangkat lunak serta
peranti kertas dan berkaitan dengan jaringan yang menghubungkan berbagai komputer dan
komputer itu sendiri.

B. Penipuan
1. Penipuan dalam Organisasi
Penipuan merujuk pada penyajian yang salah atas suatu fakta yang akan dilakukan oleh
suatu pihak lain dengan tujuan membohongi dan membuat pihak lain tersebut meyakini fakta
tersebut walaupun merugikannya.

Lima kondisi terjadinya tindakan penipuan:


1. Penyajian yang salah.
2. Fakta yang material.
3. Niat.
4. Keyakinan yang dapat dijustifikasi.
5. Kerusakan atau kerugian.
Auditor berhadapan dengan dua tingkat penipuan yaitu: penipuan oleh karyawan dan penipuan
oleh pihak manajemen.
a. Penipuan oleh karyawan
Biasanya didesain untuk secara langsung mengkonversi kas atau aktiva lainnya demi
keuntuangan karyawan.
Penipuan oleh karyawan melibatkan 3 tahap yaitu:
1. Mencuri sesuatu yang berharga (sebuah aktiva)
2. Mengkonversi aktiva tersebut ke dalam bentuk yang dapat digunakan (uang tunai)
3. Menyembunyikan kejahatan tersebut agar tidak terdeteksi

b. Penipuan oleh pihak manajemen


Lebih sulit dilacak daripada penipuan oleh karyawan karena sering kali terdeteksi
hingga kerusakan atau kerugian yang sangat besar diderita oleh perusahaan.

Ada 3 karakteristik khusus penipuan oleh pihak manajemen:


Penipuan tersebut dilakukan pada tingkat manajemen di atas tingkat dimana struktur
pengendalian internal biasanya berhubungan.
Penipuan tersebut sering kali melibatkan pengguna laparon keuangan untuk membuat
ilustrasi bahwa suatu entitas lebih sehat dan sejahtera daripada sesungguhnya.
Penipuan tersebut menyalagunakan aktiva , penipuan seringkali disebarkan dalam
berbagai transaksi bisnis yang rumit dan seringkali melibatkan pihak ketiga.

c. Penipuan Program
1) Membuat program ilegal yang dapat mengakses file data untuk mengubah, menghapus,
atau menyelipkan nilai ke dalam record akuntansi.
2) Menghancurkan atau merusak logika program menggunakan virus komputer.
3) Mengubah logika program hingga menyebabkan aplikasi memproses data dalam cara
yang salah.

d. Penipuan komputer
1. Pencurian, penyalahgunaan, atau penggelapan aktiva dengan mengubah record atau file
yang dapat dibaca oleh komputer.
2. Pencurian, penyalahgunaan atau penggelapan aktiva dengan mengubah logika perantik
lunak komputer.
3. Pencurian atau penggunaan secara tidak sah informasi yang dapat dibaca oleh
komputer.
4. Pencurian, korupsi, penyalinan secara ilegal atau penghancuran yang disengaja atas
perantik lunak komputer.
5. Pencurian, penyalahgunaan, atau penggelapan perantik keras komputer.

C. Pengendalian Internal
Pengendalian internal dalah rencana organisasi atau entitas untuk menjaga aset,
memberikan informasi yang andal, mendorong dan memperbaiki kinerja organisasi
serta mendorong terlaksananya kebijakan sesuai dengan peraturan perundang-
undangan.

Komponen dari pengendalian internal yaitu:


1. Control Environment (lingkungan pengendalian): komponen ini bersifat pervasive,
maksudnya komponen ini berdampak luas meskipun tidak secara lamgsung mencegah,
mendeteksi dan memperbaiki salah saji material tetapi komponen ini merupakan dasar
bagi komponen pengendalian internal lainnya.
2. Risk Assessment (penilaian risiko): menilai risiko yang mungkin mengancam ataupun
menghambat pencapaian entitas diantaranya menghasilkan laporan keuangan yang
bebas dari salah saji material.
3. Information System (sistem informasi): manajemen membutukan informasi yang andal,
sistem informasi yang memanfaatkan kemajuan IT akan mambantu dalam pencapaian
tujuan entitas.
4. Control Activities (kegiatan pengendalian): kegiatan-kegiatan pengendalian
memastikan petunjuk dan arahan manajemen telah dilaksanakan.
5. Monitoring (pemantauan): komponen pemantauan menilai efektivitas dari
pengendalian internal seiring berjalannya waktu. Tujuannya adalah untuk mengetahui
apakah pengendalian internal yang berjalan telah relevan, jika tidak maka diperlukan
tindakan perbaikan.