Anda di halaman 1dari 5

BAB III

PENYEDIAAN BAHAN MENTAH

3.1. Sumber Bahan Mentah


Bahan mentah yang akan diolah oleh CV. Frinsa Agrolestari didapat
dari dua sumber, yaitu:
Kebun milik CV. Frinsa Agrolestari
Kebun milik sendiri yang sejak proses penanaman tanaman kopi
dilakukan oleh CV. Frinsa Agrolestari. Terdiri atas Kebun Weninggalih,
Kebun Riunggunung dan Kebun Mekarwangi
Mitra
Selain kebun milik sendiri, CV. Frinsa Agrolestari juga mendapatkan
bahan mentah dari mitra-mitranya di sekitar Jawa Barat, seperti Garut,
Ciwidey, Malabar, Pangalengan, dan beberapa daerah lainnya.

3.2. Jumlah dan Cara Penyediannya


3.2.1. Jumlah Bahan Mentah
Jumlah bahan mentah yang tersedia dari kebun sendiri lebih
sedikit jumlahnya karena CV. Frinsa Agrolestari lebih
mengutamakan segi kualitas untuk produk yang bersumber dari
kebun sendiri sehingga proses seleksi bahan mentah sangat ketat.
Walaupun mengutamakan segi kualitas, namun CV. Frinsa
Agrolestari tidak meninggalkan sisi kuantitas dari bahan mentah
yang tersedia dari kebun sendiri.
Jumlah bahan mentah yang tersedia dari kebun sendiri
maupun mitra sangat bervariasi tergantung keadaan di kebun dan
mitra. Waktu juga berpengaruh terhadap penyediaan bahan mentah,
pada saat musim panen atau tengah tahun jumlah bahan mentah
bisa di atas dari rata-rata dan pada awal serta akhir tahun jumlah
bahan mentah bisa di bawah rata-rata. Rata-rata bahan mentah yang
tersedia dari kebun sendiri berkisar antara 46-967 kg. Sedangkan
bahan mentah yang tersedia dari mitra berkisar antara 69.6-1.500
kg.
Berikut merupakan tabel dari jumlah bahan mentah yang
diperoleh dari kebun sendiri maupun dari mitra pada sepuluh
pengiriman terakhir:
Sumber bahan mentah Tanggal Jumlah (kg)
17 Juli 2017* 1042.45
18 Juli 2017** 210
19 Juli 2017* 969.2
Mitra 19 Juli 2017* 69.8
Ket: 20 Juli 2017* 296.2
21 Juli 2017** 190
* = Mitra 1, ** = Mitra 2 21 Juli 2017* 138.5
21 Juli 2017* 556.65
23 Juli 2017* 651.3
24 Juli 2017** 173
5 Juli 2017 90
7 Juli 2017 967
8 Juli 2017 234
10 Juli 2017 483
Kebun sendiri 12 Juli 2017 189
14 Juli 2017 307
19 Juli 2017 46
21 Juli 2017 158
23 Juli 2017 193
24 Juli 2017 177

Tabel 1 Jumlah Bahan Mentah pada 10 Pengiriman Terakhir

3.2.2. Penyediaan Bahan Mentah


Cara penyediaan bahan mentah oleh CV. Frinsa Agrolestari
yaitu dengan proses pemetikan coffee cherry dari kebun milik
sendiri dan setelah dilakukan beberapa proses di kebun kemudian
diantarkan ke pabrik dengan menggunakan truk. Bahan mentah
yang diperoleh dari mitra cara penyediaannya dengan membeli
parchment coffee atau green coffee dan selanjutnya mitra
mengirimkan bahan mentah tersebut ke pabrik dengan
menggunakan truk.
3.3. Spesifikasi Bahan Mentah
Indikator dari spesifikasi dari bahan mentah yang diproses oleh CV.
Frinsa Agrolestari dapat diamati secara kualitatif dan kuantitatif. Namun
karena keterbatasan alat, CV. Frinsa Agrolestari masih mengandalkan
pengamatan secara kualitatif pada sebagian besar indikator.
Berikut merupakan tabel dari spesifikasi bahan mentah yang diproses
oleh CV. Frinsa Agrolestari:

Jenis bahan mentah Indikator Keterangan


Merah muda hingga
Warna merah tua dan warnanya
harus merata
Coffee cherry (kebun)
Tidak mengapung saat
Densitas
sortasi basah
Kotoran Tidak ada
Warna Kuning keputih-putihan
Aroma Tidak apek
Parchment coffee (mitra)
Serangga Tidak ada
Kotoran Tidak ada
Hijau muda hingga hijau
Warna
tua
Aroma Tidak apek
Green bean (mitra) Trase 15 %
Kadar air Maksimal 15 %
Serangga Tidak ada
Kotoran Tidak ada

Tabel 2 Spesifikasi Bahan Mentah

3.4. Peralatan dan Cara Penanganan Bahan Mentah


Peralatan yang digunakan untuk menangani bahan mentah ada dua
yaitu karung dan terpal. Karung digunakan untuk menyimpan bahan mentah
pada saat perpindahan bahan dari satu tempat ke tempat lainnya. Bahan
mentah dari kebun dimasukkan ke dalam karung ketika selesai dipetik dan
selanjutnya akan dibawa ke tempat sortasi basah dan proses awal yang
lokasinya tidak jauh dari kebun. Bahan yang sudah selesai diproses di kebun
selanjutnya juga dimasukkan ke dalam karung yang kemudian akan dikirim
ke pabrik. Karung yang digunakan berbeda antara setelah pemetikkan dan
setelah proses awal di kebun. Bahan mentah dari mitra sudah berada di
dalam karung ketika datang ke pabrik.
Terpal digunakan untuk meletakkan sementara bahan mentah
parchment coffee sebelum diproses lebih lanjut. Cara penggunaannya yaitu
parchment coffee yang sebelumnya disimpan dalam karung dikeluarkan dan
diletakkan di atas terpal kemudian diratakan dengan ketebalan disesuaikan
dengan banyaknya kopi dan luas terpal yang tersedia. Ketebalan kopi yang
diletakkan di atas terpal rata-rata 1-3 cm.

3.5. Pengendalian Mutu Bahan Mentah


Ada beberapa perlakuan untuk mengendalikan mutu bahan mentah,
yaitu:
- Penggunaan karung yang dilapisi dengan plastik tebal di dalamnya
berukuran 95 x 55 cm agar bahan mentah yang disimpan suhu dan
kelembaban udaranya stabil sehingga kadar air juga stabil. Selain agar
kadar airnya stabil, plastik tebal juga berfungsi untuk melindungi bahan
mentah jika ada kerusakan di karung sehingga bahan mentah tidak
langsung jatuh keluar dari karung.
- Terpal yang digunakan saat meletakkan sementara bahan mentah berupa
parchment coffee berfungsi untuk menjaga agar tidak terjadi fermentasi
lebih lanjut pada parchment coffee karena dengan penggunaan terpal
suhu dari parchment coffee menjadi turun sehingga tidak akan terjadi
fermentasi lanjutan. Terpal yang digunakan juga melindungi bahan
mentah dari kontak langsung dengan lantai pabrik agar tidak terjadi
kontaminasi dengan kotoran yang ada di lantai pabrik.
- Pada tempat peletakkan bahan mentah berupa parchment coffee dengan
menggunakan terpal, digunakan juga kipas angin agar bahan mentah
yang sedang diletakkan di terpal tetap dingin agar tidak terjadi fermentasi
lanjutan pada bahan mentah.

3.6. Penyimpanan dan Pengangkutan


Bahan mentah berupa parchment coffee yang diperoleh setelah
diproses di kebun langsung diangkut dengan menggunakan mobil pick up
pada hari yang sama dengan proses pemetikkan. Setelah bahan mentah
sampai di pabrik kemudian disimpan di sisi sebelah utara dari gudang.
Penyimpanan bahan mentah di gudang hanya dilakukan semalam dan
diletakkan di atas terpal.
Untuk bahan mentah dari mitra yang berupa parchment coffee
dilakukan penyimpanan sama halnya dengan parchment coffee dari kebun
yaitu dengan menggunakan terpal dan diletakkan di atasnya. Green bean
dari mitra proses penyimpanannya tetap disimpan di dalam karung selama
semalam dan tidak diberi perlakuan apa-apa. Kedua jenis bahan mentah dari
mitra proses pengangkutannya dilakukan dengan menggunakan pick up.