Anda di halaman 1dari 15

TUGAS REVIEW RISET AKUNTANSI

KOMPETENSI 3

Dosen Pengampu Mata Kuliah:


DR. Payamta, SE, M.Si, Akt, CA. CPA, CPI

Oleh:
Shirlye Natanegara (F1316095)
Akuntansi Transfer B

PROGRAM STUDI S1 TRANSFER AKUNTANSI


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2017
KOMPETENSI 3
REVIEW RISET AKUNTANSI

Soal 1 : Studi Peristiwa dan Riset Pasar Modal


a) Apa yang dimaksud dengan studi peristiwa ? Berikan contoh berbagai macam peristiwa
ekonomi dan non ekonomi yang mungkin relevan berpengaruh terhadap kinerja saham
atau kinerja perusahaan. Berikan contohnya.
Jawab: Studi peristiwa merupakan studi yang mempelajari reaksi pasar terhadap suatu peristiwa
(event) yang informasinya dipublikasikan sebagai suatu pengumuman. Event study dapat
digunakan untuk menguji kandungan informasi (information content) dari suatu pengumuman
dan dapat juga digunakan untuk menguji efisiensi pasar bentuk setengah kuat (Jogiyanto, 2003).
Contoh berbagai macam peristiwa ekonomi dan non ekonomi yang mungkin relevan
berpengaruh terhadap kinerja saham atau kinerja perusahaan. Berikan contohnya.
Jawab:
- Peristiwa ekonomi :
Peristiwa Penerbitan Obligasi Pemerintah Tanggal 28 Mei 1999
Pada tanggal 28 Mei 1999, menteri keuangan menerbitkan obligasi pemerintah senilai 108,831
triliun rupiah dan 53,779 triliun rupiah dalam rangka melanjutkan rekapitalisasi perbankan
swasta dan mendukung likuiditas Bank Indonesia. Dana hasil penerbitan obligasi pemerintah
akan disuntikkan kepada bank bank yang mengalami rekapitalisasi sehingga dapat memenuhi
syarat minimal CAR sebesar 4 persen, dan dengan demikian diharapkan bank bank tersebut
dapat beroperasi secara normal. Dari sudut pandang pelaku pasar, peristiwa ini dapat dianggap
sebagai peristiwa positif sehingga diharapkan harga harga saham sektor perbankan dapat naik
(Susiyanto, 1999).
Peristiwa Reformasi Perbankan Tanggal 13 Maret 1999
Pada tanggal 13 Maret 1999, Bank Indonesia mengumumkan reformasi perbankan swasta yang
terdiri dari penutupan 38 bank, pengambilalihan 7 bank, dan rekapitalisasi terhadap 9 bank.
Reformasi perbankan tersebut dilakukan oleh pemerintah untuk memperkuat sistem perbankan
Indonesia. Dari sudut pandang pelaku pasar, peristiwa ini dapat dianggap sebagai peristiwa
positif sehingga diharapkan harga harga saham sektor perbankan dapat naik (Susiyanto, 1999).
- Peristiwa non ekonomi :
Peristiwa Pemilu Tanggal 7 Juni 1999
Perkiraan pelaku pasar yang mulai positif begitu kampanye pemilu hingga dari pemungutan
suara 7 Juni berlangsung aman dan tenang, langsung mendorong sentimen bullish terhadap
perekonomian Indonesia. Kepercayaan asing mulai muncul sejak April 1999 semakin menguat
dan dana portofolio masuk. Akibatnya selain indeks harga saham naik, kurs rupiah juga
terangkat. Kapitalisasi BEJ naik dari US$ 20 miliar menjadi US$ 70 miliar dalam periode April
Juni 1999. Sebagai akibatnya IHSG selama Oktober hingga Juni 1999 menanjak dari level 300-
an menjadi level 600-an. Situasi sosial politik dan keamanan yang terkendali selama menjelang
kampanye pemilu dan sesudah pemilu memberi landasan yang kondusif ekspektasi pelaku pasar
modal terhadap perekonomian Indonesia (Manullang, 2004).
Peristiwa Bom Bali Tanggal 12 Oktober 2002
Dampak buruk peristiwa teror bom di Kuta Bali mengakibatkan IHSG turun sampai dengan
10,36 persen yang menjadi posisi terendah dalam 25 bulan terakhir. Rusmana (2002) dalam
Indarti (2003) berpendapat bahwa teror bom di Bali paling tidak menimbulkan tiga hal yang
memburuk, yaitu :
1. Secara ekonomi devisa menjadi berkurang.
2. Secara politik akan ada pro-kontra mengenai tuduhan tuduhan terhadap kelompok Islam
garis keras.
3. Masalah keamanan menjadi semakin mengemuka, terutama bagi investor asing, sehingga
beberapa investasi yang sudah mau masuk bisa berkurang. Manurung (2002) menyebutkan
bahwa kejadian Bom Bali memberikan pengaruh sangat besar terhadap perekonomian Indonesia
di masa mendatang terutama tahun 2003. Penyelesaian atas kasus Bom Bali akan memberikan
dampak signifikan terhadap perekonomian Indonesia karena tragedi tersebut menjadi perhatian
masyarakat di seluruh dunia.

b) Jelaskan windows period dalam riset kinerja saham yang menggunakan teori studi
peristiwa. Pertimbangan apa sajakah yang perlu diperhatikan oleh para peneliti yang akan
menentukan panjang atau pendeknya windows periode?
Jawab:
Windows Period atau event period merupakan perioda terjadinya peristiwa dan
pengaruhnya (Jogiyanto, 2010:22). Disebut dengan window karena seperti halnya jendela rumah,
suatu peeristiwa yang sedang terjadi dan efek dari peristiwa dapat diamati lewat jendela yang
ada.

Pertimbangan yang perlu diperhatikan oleh para peneliti yang akan menentukan panjang
atau pendeknya windows periode:
Pertama, event period yang semakin panjang akan semakin mengurangi kekuatan uji
statistiknya.
Kedua, semakin panjang event period yang diteliti, akan semakin sulit dalam mengontrol
adanya confounding effect yang disebabkan oleh adanya publikasi informasi lain yang
bersamaan dengan event yang diteliti.
Jika event period yang digunakan terlalu pendek, ada kemungkinan reaksi para
investor secara keseluruhan kurang dapat dilihat karena berkaitan dengan seberapa cepat
pasar menyerap informasi untuk membentuk harga keseimbangan baru. Alasan pemilihan
rentang waktu ini adalah karena jumlah hari kerja bursa dalam 1 minggu adalah 5 hari,
sehingga dapat dikatakan pengambilan event period ini menjadi 2 minggu sebelum dan 2
minggu sesudah pengumuman Annual Report Award.

c) Salah satu keputusan manajerial untuk meningkatkan efisiensi operasi suatu badan usaha
adalah adanya keputusan merger dan akuisisi. Jelaskan apa yang dimaksud keduanya.
Berikan contohnya.
Jawab:
Akuisisi
Akuisisi adalah proses pengambilalihan perusahaan yang dilakukan dengan cara membeli
saham mayoritasnya. Perusahaan yang membeli saham ini kemudian akan menjadi pengendali
perusahaan yang dibeli sahamnya. Berbeda dengan konsolidasi dan merger yang menghilangkan
eksistensi perusahaan yang melakukan peleburan, akuisisi tetap mempertahankan eksistensi
kedua perusahaan. Jadi, tidak ada perusahaan yang hilang, keduanya tetap berdiri sebagai badan
hukum yang terpisah. Yang berubah hanyalah pemegang sahamnya.
Contoh akuisisi ini adalah ketika Phillip Morris Ltd mengambil saham mayoritas dari PT
HM Sampoerna di tahun 2005. PT. HM Sampoerna tetap ada hingga sekarang, bukan? Contoh
akuisisi lainnya adalah saham mayoritas Aqua yang diakuisisi oleh Danone. Meski begitu, tidak
semua proses pembelian saham disebut akuisisi. Akuisisi hanya terjadi ketika saham yang dibeli
jumlahnya sangat besar sehingga mampu mengubah status pemegang saham. Akuisisi dapat
dilakukan terhadap saham ataupun aset perusahaan. Untuk akuisisi saham, biasanya hanya
perusahaan berbentuk perseroan terbatas (PT) yang dapat melakukannya. Hal ini disebabkan
karena kepemilikan PT diwujudkan dalam bentuk saham. Sedangkan untuk akuisisi aset biasa
dilakukan pada perusahaan setaraf UD, CV, dan badan hukum.

Merger
Merger adalah proses penggabungan antara dua atau lebih perusahaan dan hanya ada satu
perusahaan yang dipertahankan. Pengertian merger ini diambil dari arti kata tersebut dalam
bahasa Inggris, merger, yang berarti penggabungan. Perusahaan-perusahaan yang bergabung dan
meleburkan diri tidak mengalami likuidasi. Sedangkan perusahaan yang bertahan akan membeli
semua aset perusahaan yang di-merger. Akibatnya, perusahaan bertahan ini memiliki sedikitnya
50 persen dari total saham.
Berikut contoh beberapa perusahaan merger atau perusahaan yang telah melakukan
penggabungan entitas perusahaan:
Tanggal Perusahaan yang Merger Perusahaan hasil Merger
2 Oktober 1998 Bank Bumi Daya (BBD), PT Bank Mandiri Tbk, PT
Bank Dagang Negara
(BDN), PT
Bank Ekspor Impor
Indonesia (Exim), PT
Bank Pembangunan
Indonesia (Bapindo), PT
30 September 2002 Bank Bali Tbk, PT Bank Permata Tbk, PT
Bank Universal Tbk, PT
Bank Prima Express, PT
Bank Artha Media, PT
Bank Patriot, PT
30 Juli 2004 Siloam Health Care Tbk Lippo Karawaci Tbk
(BGMT), PT (LPKR), PT
Aryaduta Hotel Tbk (HPSB),
PT
Lippo Land Development
Tbk (LPLD), PT
Lippo Karawaci Tbk
(LPKR), PT
Kartika Abadi Sejahtera, PT
Sumber Waluyo, PT
Ananggadipa Berkat Mulia,
PT
Metropolitan Tatanugraha,
PT

Jika pada tanggal 30 Juli 2017 antara PT ABC (bank) dan PT XYZ (leasing) melakukan
keputusan merger, dimana seluruh aset, kewajiban, dan modal PT XYZ dibeli oleh PT
ABC. Untuk selanjutnya PT XYZ melebur menjadi satu dengan PT. ABC, dan yang
masih ada adalah PT ABC (Bank). Jelaskan berbagai alasan ekonomis dan non ekonomis
yang mendorong dilakukannya keputusan tersebut.
Jawab:
1. Untuk melindungi diri dari pengambilalihan
Hal ini terjadi ketika sebuah perusahaan menjadi incaran pengambilalihan yang tidak bersahabat.
Target firm mengakuisisi perusahaan lain, dan membiayai pengambilalihannya dengan hutang,
karena beban hutang ini, kewajiban perusahaan menjadi terlalu tinggi.
2. Untuk meningkatkan likuiditas pemilik
Merger antar perusahaan memungkinkan perusahaan memiliki likuiditas yang lebih besar. Jika
perusahaan lebih besar, maka pasar saham akan lebih luas dan saham lebih mudah diperoleh
sehingga lebih likuid dibandingkan dengan perusahaan yang lebih kecil.
3. Untuk meningkatkan dana
Banyak perusahaan tidak dapat memperoleh dana untuk melakukan ekspansi internal, tetapi
dapat memperoleh dana untuk melakukan ekspansi eksternal. Perusahaan tersebut
menggabungkan diri dengan perusahaan yang memiliki likuiditas tinggi sehingga menyebabkan
peningkatan daya pinjam perusahaan dan penurunan kewajiban keuangan. Hal ini
memungkinkan meningkatnya dana dengan biaya rendah.

Berdasarkan ilustrasi keputusan merger antara PT ABC dan PT XYZ tersebut di atas,
saudara ingin melakukan riset pengaruh keputusan merger kedua perusahaan tersebut,
dengan melihat kinerja perusahaan dari aspek ekonomis maupun aspek non ekonomis.
Buatlah rancangan model kerangka konseptual untuk menggambarkan rencana riset
tersebut, dengan menggunakan teori studi peristiwa. Kinerja perusahaan dapat dilihat dari
kinerja jangka pendek (harian/bulanan), dan kinerja tahunan.
Jawab: Kerangka Konseptual

Perusahaan yang
melakukan merger

Sebelum merger Sesudah merger

Kinerja perusahaan Abnormal Abnormal Kinerja perusahaan


dilihat dari Rasio Return Return dilihat dari Rasio
Keuangan: Keuangan:

1. Current Ratio (CR) 1. Current Ratio (CR)


2. Return on Equity 2. Return on Equity
(ROE) (ROE)
3. Return on Asset 3. Return on Asset
(ROA) (ROA)
4. Debt Ratio (DR) 4. Debt Ratio (DR)
5. Debt to Equity Ratio 5. Debt to Equity Ratio
(DER) (DER)

Merger dilakukan untuk menciptakan nilai bagi para pemegang saham. Lebih tepatnya,
bahwa transakasi ini dilakukan untuk mendapatkan keuntungan ekonomis melalui penggabungan
sumber-sumber daya dua unit atau dua perusahaan. Perusahaan mendapatkan keuntungan dari
aktivitas merger dan akuisisi ketika merger atau akuisisi tersebut dapat menciptakan sinergi.
Dimana sinergi tersebut terkait dengan penciptaan nilai. Pada intinya merger dilakukan oleh
perusahaan dengan harapan pasar akan menerima dengan baik terhadap kegiatan merger dan
akuisisi yang dilakukan tersebut. Untuk melihat apakah pasar bereaksi dengan baik atau tidak
terhadap kegiatan merger yang dilakukan dapat dilihat dari perubahan harga saham perusahaan
yang melakukan merger tersebut.
Kinerja perusahaan sendiri dapat dilihat dari kinerja keuangannya dimana kinerja
keuangan tersebut dapat dilihat melalui laporan keuangannya. Dalam penelitian ini rasio
keuangan yang digunakan adalah rasio likuiditas, rasio profitabilitas dan rasio solvabilitas.

Soal 2: Struktur Modal dan Nilai Perusahaan


a) Jelaskan apa yang dimaksud nilai perusahaan, dan bagaimana mengukur nilai perusahaan
dalam riset akademis.
Jawab : Nilai perusahaan merupakan kondisi tertentu yang telah dicapai oleh suatu perusahaan
sebagai gambaran dari kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan setelah melalui suatu proses
kegiatan selama beberapa tahun, yaitu sejak perusahaan tersebut didirikan sampai dengan saat
ini.
Cara mengukur nilai perusahan dalam riset akademis :
Price Earning Ratio (PER)
Rasio ini digunakan untuk mengukur seberapa besar perbandingan antara harga saham
perusahaan dengan keuntungan yang diperoleh oleh para pemegang saham.
Price earning ratio (PER) berfungsi untuk mengukur perubahan kemampuan laba yang
diharapkan di masa yang akan datang. Semakin besar PER, maka semakin besar pula
kemungkinan perusahaan untuk tumbuh sehingga dapat meningkatkan nilai perusahaan.
Rumus:

Price to Book Value (PBV)


Price to Book Value (PBV) menggambarkan seberapa besar pasar menghargai nilai buku
saham suatu perusahaan. Makin tinggi rasio ini, berarti pasar percaya akan prospek perusahaan
tersebut. PBV juga menunjukkan seberapa jauh suatu perusahaan mampu menciptakan nilai
perusahaan yang relatif terhadap jumlah modal yang diinvestasikan.
Rumus:

Tobins Q
Rasio Q lebih unggul daripada rasio nilai pasar terhadap nilai buku karena rasio ini fokus
pada berapa nilai perusahaan saat ini secara relatif terhadap berapa biaya yang dibutuhkan untuk
menggantinya saat ini.
Rumus:

Keterangan:
Q = nilai perusahaan
EMV = nilai pasar ekuitas
EBV = nilai buku dari total aktiva
D = nilai buku dari total hutang

b) Jelaskan berbagai macam teori yang relevan untuk menjelaskan tentang nilai perusahaan.

Jawab :
Signalling Theory
Teori sinyal membahas bagaimana seharusnya sinyal-sinyal keberhasilan atau kegagalan
manajemen (agen) disampaikan kepada pemilik (principal). Dorongan dalam memberikan sinyal
timbul karena adanya informasi asimetris antara perusahaan (manajemen) dengan pihak luar,
dimana investor mengetahui informasi internal perusahaan yang relatif lebih sedikit dan lebih
lambat dibandingkan pihak manajemen.
Laporan keuangan yang baik akan meningkatkan nilai perusahaan. Pada signalling
theory, manajemen berharap dapat memberikan sinyal kemakmuran kepada pemilik ataupun
pemegang saham dalam menyajikan informasi keuangan. Publikasi laporan keuangan tahunan
yang disajikan oleh perusahaan akan dapat memberikan sinyal pertumbuhan dividen maupun
perkembangan harga saham perusahaan.
Agency Theory
Teori keagenan mendeskripsikan hubungan antara pemegang saham (shareholders)
sebagai prinsipal dan manajemen sebagai agen. Manajemen merupakan pihak yang dikontrak
oleh pemegang saham untuk bekerja demi kepentingan pemegang saham. Karena mereka dipilih,
maka pihak manejemen harus mempertanggungjawabkan semua pekerjaannya kepada pemegang
saham.
Hubungan keagenan merupakan suatu kontrak dimana satu atau lebih orang (prinsipal)
memerintah orang lain (agen) untuk melakukan suatu jasa atas nama prinsipal serta memberi
wewenang kepada agen membuat keputusan yang terbaik bagi prinsipal. Jika kedua belah pihak
tersebut mempunyai tujuan yang sama untuk memaksimumkan nilai perusahaan, maka diyakini
agen akan bertindak dengan cara yang sesuai dengan kepentingan prinsipal.
Teori Struktur Modal
Teori struktur modal menjelaskan pengaruh keputusan pendanaan terhadap nilai
perusahaan atau biaya modal. Keputusan pendanaan mempelajari bagaimana pengaruh sumber
dana yang berbeda yaitu antara hutang dan modal sendiri terhadap nilai perusahaan, seandainya
keputusan investasi dan kebijakan dividen tidak berubah atau konstan.

c) Jelaskan apa yang dimaksud dengan struktur modal pada perusahaan bisnis. Bagaimana
pengukurannya. Berikan contohnya.
Jawab : Struktur modal merupakan proporsi atau perbandingan dalam menentukan pemenuhan
kebutuhan belanja perusahaan, apakah dengan cara menggunakan utang, ekuitas, atau dengan
menerbitkan saham (Birgham: 1996).
Menurut Handono Mardiyanto (2009), struktur modal didefinisikan sebagai komposisi dan
proposi utang jangka panjang dan ekuitas (saham preferen dan saham biasa) yang ditetapkan
perusahaan.
Cara mengukurnya, yaitu.
Debt to Assets Ratio (DAR)
Rasio DAR digunakan untuk mengukur persentase besarnya dana atau modal yang disediakan
oleh kreditur. Selain itu rasio ini juga digunakan untuk mengukur seberapa besar investasi aktiva
dibiayai dengan total hutang.
Rumus:
DAR = Total Hutang x 100%
Total Aset
Contoh.

Dari tabel diatas dapat kita ambil informasi :


- Total Hutang (Liabiities) tahun 2011 = 2.658.734 (kolom warna biru)
- Total Aset tahun 2011 = 8.848.204 (kolom warna merah)

secara akuntansi kita dapat mengetahui jumlah ekuitas / modal perusahaan ini, yaitu :
Total aset - Total hutang = 8.848.204 - 2.658.734 = 1.773.914

Sehingga Rasio DAR 2011 adalah : Total Hutang = 2.658.734 = 0.30048


Total Aset 8.848.204
DAR Tahun 2011 = 30 %

Debt to Equity Ratio (DER)


Rasio DER untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban dalam
membayar hutangnya dengan jaminan modal sendiri. Selain itu rasio ini juga bisa digunakan
untuk mengukur perimbangan antara kewajiban yang dimiliki perusahaan dengan modal sendiri.
Rumus:
Sebagai contoh, mari kita lihat ringkasan kinerja PT Astra Agro Lestari, Tbk (AALI).
Berdasarkan ringkasan kinerja PT Astra Agro Lestari, Tbk (AALI) per 31 Januari 2013, DEBT
TO EQUITY RATIO AALI tahun 2008 2012 adalah sebagai berikut:

Keterangan 2008 2009 2010 2011 2012


DER (X) 0.23 0.18 0.19 0.21 0.33
Solusi:
Keterangan 2008 2009 2010 2011 2012
Total Liabilities 1,183,215 1,144,783 1,334,542 1,778,337 3,054,409
Total Equity 5,156,245 6,226,365 7,211,687 8,426,158 9,365,411
DER (X) 0.23 0.18 0.19 0.21 0.33
*) total liabilities pada BALANCE SHEET dan total equity pada BALANCE SHEET.

d) Dapatkan gap fenomena dan riset gap yang relevan jika akan melakukan riset / membuat
proposal riset yang temanya atau isu utamanya struktur modal dan nilai perusahaan di
Indonesia.
Jawab:
Nilai perusahaan
Pengaruh Keputusan Investasi terhadap Nilai Perusahaan pada Perusahaan Manufaktur yang
Terdaftar di BEI dengan Kebijakan Dividen sebagai Variabel Intervening
Fenomena Gap :
Rata-Rata PER, DPR dan PBV Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEI
tahun 2012-2014
Rata-rata Tahun
2012 2013 2014
PER 20,14 21,94 34,39
DPR 46,10 56,02 51,77
PBV 10,36 8,77 10,46

Pada tabel diatas, terdapat fenomena gap antara variabel keputusan investasi yang diukur
dengan PER dan nilai perusahaan yang diukur dengan PBV. Pada tahun 2013, nilai PER
mengalami kenaikan menjadi 21,94, namun terjadi penurunan nilai perusahaan manufaktur yang
terdaftar di BEI dari 10,36 menjadi 8,77. Hal ini menunjukkan bahwa PER dan PBV
mempunyai pergerakan yang berlawanan arah. Namun, pada tahun 2014, kenaikan nilai PER
dari 21,94 menjadi 34,39, diikuti dengan kenaikan PBV menjadi 10,46, yang menunjukkan
bahwa PER dan PBV memiliki pergerakan yang searah. Dalam hal ini terjadi ketidakkonsistenan
antara PER dengan PBV di mana pada tahun 2012 dan 2013, PER dan PBV menunjukkan
hubungan yang negatif sedangkan tahun 2014, PER dan PBV menunjukkan hubungan yang
positif.

Riset Gap :
Hasnawati (2005) dan Wibawa (2010), dengan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa
keputusan investasi dan kebijakan dividen berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan.
Berbeda dengan hasil yang dicapai penelitian di atas, penelitian yang dilakukan oleh Gayatri
(2013) menyatakan bahwa walaupun keputusan investasi berpengaruh positif signifikan terhadap
nilai perusahaan, tetapi kebijakan dividen tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan.
Sedangkan penelitian yang dilakukan oleh Wahyudi pada tahun 2006 menunjukkan bahwa baik
keputusan investasi maupun kebijakan dividen tidak mempunyai pengaruh terhadap nilai
perusahaan.
Pengaruh kebijakan dividen terhadap nilai perusahaan juga masih menjadi perdebatan
peneliti. Hidayati dalam penelitiannya di tahun 2010, menyimpulkan bahwa kebijakan dividen
berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap nilai perusahaan. Sedangkan penelitian yang
dilakukan Fenandar (2012) dan Nofrita (2013) menyimpulkan bahwa kebijakan dividen
berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan.

Struktur Modal
Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Struktur Modal (Studi Kasus Pada
Perusahaan Pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2009-2012)
Fenomena gap:
Ketidaksesuaianantara teori dengan data sesungguhnya di lapangan dan ketidaktetapan
peningkatan maupun penurunan rata-rata yangterjadi pada beberapa variabel independen (ukuran
perusahaan, profitabilitas, likuiditas, struktur aktiva, price earning ratio) pada tabel 1.2 yang
mempengaruhi variabel dependen (DER) pada beberapa periode yang sesuai dengan periode
penelitian. Permasalahan kedua adanya research gapyang ditunjukkan pada tabel 1.3, yaitu
perbedaan hasil penelitian dari beberapa penelitian sebelumnya yang telah dilakukan yang relatif
sama sifat dan jenis penelitiannya.
Riset gap:
Masih sangat sedikitnya penelitian yang meneliti tentang perusahaan pertambangan di
Indonesia. Penelitian ini didasari oleh adanya fenomena dalam dunia bisnis pertambangan,
perkembangan setiap tahun mengalami peningkatan, bahkan banyak sekali pengusaha yang
tertarik untuk menjalankan usaha di dunia pertambangan karena tertarik akan profit yang bisa
diperoleh dengan menjalankan bisnis pertambangan.
Beberapa penelitian sebelumnya juga menunjukkan hasil yang berbeda pada masing-
masing variabel yang menyebabkan adanya research gap.
Ukuran perusahaan yang dilakukan oleh Baker dan Wurgler (2002), Masdar Masud
(2008)berpengaruh positif signifikan terhadapstruktur modal. Sedangangkan menurut
Bram Hadianto (2008) ukuran perusahaan berpengaruh negatif signifikan.
Profitabilitas dalam penelitian Titman dan Wessel (1988), Baker dan Wurgler (2002), M.
Sienly Veronica Wijaya (2008) berpengaruh negatif terhadap struktur modal. Sedangkan
menurut Masdar Masud (2008) dan Bram Hadianto (2008) profitabilitas berpengaruh
positif signifikan terhadap struktur modal.
Likuiditas dalam penelitian Sienly Veronica Wijaya dan Bram Hadianto (2008)
berpengaruh negatif signifikan terhadap struktur modal. Sedangkan, menurut Sabir dan
Malik (2012) likuiditas berpengaruh positif signifikan terhadap struktur modal.
Struktur Aktiva dalam penelitian Barker dan Wurgler (2002), Seftianne dan Handayani
(2011), Sabir dan Malik (2012) berpengaruh negatif signifika terhadap struktur modal.
Sedangkan menurut Titman dan Wessels (1988) struktur aktiva berpengaruh positif
signifikan terhadap struktur modal.
DAFTAR PUSTAKA

Soal 1
http://pillarsofthemind.blogspot.co.id/2015/08/studi-peristiwa.html
http://pillarsofthemind.blogspot.co.id/2015/08/studi-peristiwa.html
https://zahiraccounting.com/id/blog/contoh-perusahaan-merger/
https://sleekr.co/blog/apa-perbedaan-antara-merger-akuisisi-dan-konsolidasi/
Mochamad Zaqi, 2006. Reaksi Pasar Modal Indonesia Terhadap Peristiwa-Peristiwa Ekonomi
dan Peristiwa-Peristiwa Sosial Politik Dalam Negeri (Studi Pada Sahan LQ45 Di BEJ
Periode 1999-2003), Tesis. Program Studi Magister Manajemen Program Pasca Sarjana,
Universitas Diponegoro, Semarang.

Soal 2
http://www.kajianpustaka.com/2017/11/pengertian-jenis-dan-pengukuran-nilai-perusahaan.html
http://lybar-accounting.blogspot.co.id/2015/05/modal-struktur-modal-dan-jenis-modal.html
https://hadiborneo.wordpress.com/2013/09/28/cara-menghitung-debt-to-equity-ratio-der/
http://tradingbyknowledge.blogspot.co.id/2013/07/debt-to-asset-ratio.html
Wilyana Lienarjo, 2016. Pengaruh Keputusan Investasi terhadap Nilai Perusahaan pada
Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEI dengan Kebijakan Dividen sebagai
Variabel Intervening, Skripsi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Sumatera
Utara, Medan.

Dheni Anggraini Kusuma Dewi, 2014. Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Struktur
Modal (Studi Kasus Pada Perusahaan Pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek
Indonesia periode 2009-2012), Skripsi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas
Diponegoro, Semarang.