Anda di halaman 1dari 168

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW


UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR PADA
MATERI PENCEMARAN DAN KERUSAKAN LINGKUNGAN KELAS
VIIB SMP KANISIUS KALASAN YOGYAKARTA

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat


Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
Program Studi Pendidikan Biologi

Oleh :
Alfonsa Diana Seran
121434031

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI


JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SANATA DHARMA
YOGYAKARTA
2016

i
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

ii
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

iii
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

HALAMAN PERSEMBAHAN

Karya kecil ini kepersembahan untuk :


Tuhan Yesus Kristus dan Bunda Maria
Kedua orang tuaku tercinta, Bapak Robertus Seran Bria
dan Ibu Vionelda Alan Kiik, kakak dan adik-adikku tersayang.
Pemberi beasiswa PPKA dan YUPP. Program Studi Pendidikan Biologi
dan Almamaterku Universitas Sanata Dharma.

iv
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

MOTTO

Ketika kita tidak pernah melakukan kesalahan, itu artinya kita tidak
pernah berani mencoba.
Do the best and pray. God will take care of the rest.

v
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

vi
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

vii
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW


UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR PADA
MATERI PENCEMARAN DAN KERUSAKAN LINGKUNGAN KELAS
VIIB SMP KANISIUS KALASAN YOGYAKARTA
Alfonsa Diana Seran
Universitas Sanata Dharma

ABSTRAK

Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya motivasi dan hasil belajar
siswa kelas VIIB SMP Kanisius Kalasan Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan
untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas VIIB SMP Kanisius
Kalasan Yogyakarta melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe
Jigsaw pada materi pencemaran dan kerusakan lingkungan. Penelitian
dilaksanakan dalam 2 siklus dan masing-masing siklus terdiri atas 2 kali
pertemuan. Data yang diperoleh yaitu berupa data hasil tes akhir (post test) dari
setiap siklus, data hasil observasi aspek afektif dan hasil pengisian kuisioner
motivasi. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan secara kualitatif dan
kuantitatif.
Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan motivasi dan hasil
belajar siswa. Untuk motivasi awal, terdapat 60% siswa berada pada kategori
sangat tinggi dan 40% siswa berada pada kategori tinggi. Sedangkan pada siklus
II terdapat 88% siswa pada kategori sangat tinggi dan 12% siswa pada kategori
tinggi. Untuk hasil belajar pada siklus I aspek kognitif diperoleh rata-rata yang
diperoleh 67,16 dengan ketuntasan kelas sebesar 40%, sedangkan pada siklus II
diperoleh rata-rata 84,76 dengan ketuntasan kelas yaitu 80%. Untuk hasil belajar
aspek afektif, pada siklus I sebesar 84% siswa pada kategori tinggi dan 16% siswa
pada kategori sedang, pada siklus II persentasenya kategori tinggi sebesar 100%.
Kesimpulan yang diperoleh adalah penerapan model pembelajaran
kooperatif tipe Jigsaw pada materi pencemaran dan kerusakan lingkungan
meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas VII SMP Kanisius kalasan
Yogyakarta.
Kata Kunci :
Kooperatif tipe jigsaw, pencemaran dan kerusakan lingkungan, motivasi dan
hasil belajar

viii
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

THE APPLICATION OF COOPERATIVE LEARNING MODEL OF JIGSAW


TYPE TO INCREASE THE MOTIVATION AND THE LEARNING RESULTS
ON ENVIRONMENTAL POLLUTION AND DAMAGE MATERIAL AT VIIB
GRADE IN SMP KANISIUS KALASAN YOGYAKARTA
Alfonsa Diana Seran
Sanata Dharma University
ABSTRACT
This research is conducted because of the lack of motivation and
performance in learning biology on VIIB SMP Kanisius Kalasan. The research
aimed at increasing the motivation and the learning result of VIIB grade students
in SMP Kanisius Kalasan Yogyakarta by using the application of cooperative
learning model of jigsaw type on environmental pollution and damage material.
The research was conducted in 2 cycles in which cycle had 2 meetings. Data
obtained were posttest result of each cycle, the result of observation in affective
aspect, and the result of motivation questionnaire filling. The data was analyzed
by qualitatively and quantitatively.
The result of the research showed that there was an increase in the
motivation and the learning results of the students. In the initial motivation, 60%
students were in very high category and 40% students were in high category.
Meanwhile, in cycle II, 88% students were in very high category and 12%
students were in high category. In the learning result in cycle I, the average of the
cognitive aspect was 67.16 with 40% of class completeness. Meanwhile, in cycle
II, the average of the cognitive aspect was 84.76 with 80% of class completeness.
The result of the affective aspect in cycle I, 84% students were in high category
and 16% students were in medium category. In cycle II, there was 100% of high
category of the affective aspect.
It could be concluded that the application of cooperative learning model
of jigsaw type on environmental pollution and damage material could increase
the motivation and the learning result of VIIB grade students in SMP Kanisius
Kalasan Yogyakarta.
Keywords :
Cooperative of jigsaw type, environmental pollution and damage, motivation and
learning result.

ix
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena
atas berkat dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw untuk Meningkatkan
Motivasi dan Hasil Belajar pada Materi Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan
Kelas VIIB SMP Kanisius Kalasan Yogyakarta.
Dalam penyusunan skripsi ini, penulis telah banyak menerima bimbingan,
pengarahan dan bantuan dari berbagai pihak. Dalam kesempatan ini penulis
menghaturkan terima kasih kepada :
1. Drs. A. Tri Priantoro, M.For.Sc., selaku Kepala Program Studi Pendidikan
Biologi sekaligus dosen pembimbing skripsi yang telah berkenan
meluangkan waktu untuk membimbing, memberikan masukan, mengarahkan
dan motivasi penulis selama menyusun skripsi.
2. Seluruh dosen Program Studi Pendidikan Biologi yang telah mengajar dan
membimbing peneliti selama berada dibangku kuliah.
3. Bapak Yusup Indrianto P., S.Pd. selaku Kepala Sekolah SMP Kanisius
Kalasan Yogyakarta yang telah memberikan kesempatan kepada peneliti
untuk melaksanakan penelitian skripsi di sekolah tersebut.
4. Ibu Heffi Widyaningrum S.Pd.Si. selaku guru mata pelajaran biologi SMP
Kanisius Kalasan Yogyakarta yang telah memberi pengarahan kepada
peneliti selama melakukan penelitian.
5. Siswa-siswi kelas VIIB SMP Kanisius Kalasan Yogyakarta tahun ajaran
2015/2016 atas kerjasama, dan kebersamaan selama proses penelitian.
6. Mgr. Aloysius Murwito. OFM selaku Bapak Uskup Keuskupan Agats-Asmat
yang telah memberi kesempatan kepada peneliti untuk melanjutkan studi S1
melalui beasiswa.
7. Pemberi beasiswa dari Yayasan Umat Peduli Pendidikan (YUPP) dan
Panitian Peduli Keuskupan Asmat (PPKA) yang telah membiayai peneliti
selama manjalankan pendidikan di Universitas Sanata Dharma.
8. Mama Shanti dan Mama Nik sebagai perwakilan YUPP dan PPKA yang
selalu mendoakan, mendukung, mengunjungi peneliti selama kuliah.
9. Kedua orangtua tercinta Bapak Robertus Seran Bria dan Ibu Vionelda Alan
Kiik dan keluarga besarku atas doa, dukungan, semangat, motivasi dan
material yang telah diberikan selama ini.
10. Sahabat-sahabat terbaikku Rini, Anna, Suster Ledi, Irene dan Arli yang selalu
mendukung peneliti dalam menyusun skripsi.
11. Teman-teman Program Studi Pendidikan Biologi angkatan 2012 Universitas
Sanata Dharma atas kebersamaannya selama ini.
Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna, dan masih
banyak kekurangan yang dilakukan oleh peneliti. Oleh karena itu, peneliti
mengharapkan masukan berupa kritik dan saran yang dapat membangun peneliti
untuk menjadi lebih baik dan guna menyempurnakan skripsi ini sehingga
berguna bagi peneliti untuk mencapai hasil yang lebih baik. Akhir kata praktikan

x
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

berharap semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi peneliti dan juga semua pihak
yang membutuhkan. Sekian dan terima kasih. Tuhan Memberkati kita semua.

Yogyakarta, 18 Agustus 2016

Penulis

xi
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL.................................................................................. i
HALAMAN PERSETUJUAN ................................................................... ii
HALAMAN PENGESAHAN .................................................................... iii
HALAMAN PERSEMBAHAN ................................................................ iv
MOTTO ..................................................................................................... v
PERNYATAAN KEASLIAN KARYA .................................................... vi
LEMBAR PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH .................. vii
ABSTRAK ................................................................................................. viii
ABSTRACT ............................................................................................... ix
KATA PENGANTAR ............................................................................... x
DAFTAR ISI .............................................................................................. xii
DAFTAR TABEL ...................................................................................... xv
DAFTAR GAMBAR ................................................................................. xvi
DAFTAR LAMPIRAN .............................................................................. xvii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ............................................................................... 1
B. Rumusan Masalah .......................................................................... 4
C. Batasan Masalah............................................................................. 5
D. Tujuan Penelitian ........................................................................... 6
E. Manfaat Penelitian ......................................................................... 6
1. Bagi Peneliti ............................................................................. 6
2. Bagi Guru ................................................................................. 7
3. Bagi Sekolah ............................................................................ 7
4. Bagi Siswa ................................................................................ 7
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
A. Belajar dan Pembelajaran ............................................................... 8
B. Hasil Belajar ................................................................................... 9
1. Pengertian Hasil belajar ........................................................... 9
2. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Hasil Belajar .................... 14
C. Motivasi Belajar ............................................................................. 15
1. Pengertian Motivasi Belajar ..................................................... 15
2. Fungsi Motivasi........................................................................ 16
3. Macam-macam Motivasi .......................................................... 16
4. Cara Meningkatkan Motivasi .................................................. 17
D. Pembelajaran Kooperatif ................................................................ 21

xii
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

1. Pengertian Model Pembelajaran Kooperatif ............................ 21


2. Prinsip Dasar dan Karakteristik Pembelajaran Kooperatif ...... 22
3. Kelebihan dan Kekurangan Pembelajaran Kooperatif ............. 23
E. Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw ........................................... 24
F. Materi Pembelajaran ...................................................................... 28
G. Hasil Penelitian yang relevan ......................................................... 28
H. Kerangka Berfikir........................................................................... 29
I. Hipotesa.......................................................................................... 33
BAB III METODE PENELITIAN
A. Jenis Penelitian ............................................................................... 34
B. Variabel Penelitian ......................................................................... 34
C. Setting Penelitian ........................................................................... 35
1. Subyek Penelitian ..................................................................... 35
2. Obyek Penelitian ...................................................................... 35
3. Tempat Penelitian..................................................................... 35
4. Waktu Penelitian ...................................................................... 35
D. Rancangan Penelitian ..................................................................... 35
1. Pra Tindakan ............................................................................ 36
2. Siklus I ..................................................................................... 37
3. Siklus II .................................................................................... 39
E. Instrument Penelitian ..................................................................... 41
1. Instrument Pembelajaran .......................................................... 41
a. Silabus ................................................................................ 41
b. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) ........................ 41
c. Kartu Soal .......................................................................... 42
2. Instrument Pengumpulan Data Penelitian ................................ 42
a. Test ..................................................................................... 42
b. Non-test .............................................................................. 42
F. Analisis Data .................................................................................. 45
a. Analisis Kuantitatif ................................................................. 45
1. Hasil Belajar (Aspek Kognitif) .......................................... 45
2. Hasil Belajar (Aspek Afektif) ............................................ 46
3. Data Motivasi Belajar ........................................................ 47
b. Analisis Kualitatif ................................................................... 48
G. Indikator Keberhasilan .................................................................. 48
BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN
A. Deskripsi Penelitian Tiap Siklus .................................................... 50
1. Siklus I ..................................................................................... 50
1) Pelaksanaan Pertemuan I.................................................... 51
2) Pelaksanaan Pertemuan II .................................................. 55
3) Observasi ............................................................................ 57
4) Refleksi .............................................................................. 58
2. Siklus II .................................................................................... 58
1) Pelaksanaan Pertemuan I.................................................... 60

xiii
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

2) Pelaksanaan Pertemuan II .................................................. 62


3) Refleksi .............................................................................. 63
B. Analisis Hasil Penelitian ............................................................... 64
1. Motivasi Belajar ....................................................................... 64
2. Hasil Belajar Ranah Kognitif ................................................... 65
3. Hasil Belajar Ranah Afektif ..................................................... 67
C. Pembahasan .................................................................................... 69
1. Motivasi Belajar Siswa ............................................................ 69
2. Hasil Belajar Ranah Kognitif ................................................... 70
3. Hasil Belajar Ranah Afektif ..................................................... 75
D. Keterbatasan Penelitian .................................................................. 78
BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan .................................................................................... 79
B. Saran .............................................................................................. 80
DAFTAR PUSTAKA ................................................................................ 81

xiv
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

DAFTAR TABEL
Tabel 3.1 Penetapan Skor Kuisioner Motivasi Belajar .............................. 43
Tabel 3.2 Penggolongan Kelas Interval Motivasi Belajar Siswa ............... 44
Tabel 3.3 Skor Motivasi Belajar Awal/Skor Motivasi Akhir .................... 44
Tabel 3.4 Kriteria Skor Ketuntasan Individu ............................................. 46
Tabel 3.5 Kriteria Persentase Observasi Aspek Afektif Siswa .................. 47
Tabel 3.6 Kategori Motivasi Siswa ............................................................ 48
Tabel 3.7 Indikator Keberhasilan Penelitian .............................................. 49
Tabel 4.1 Hasil Analisis Motivasi Belajar Siswa Kelas VIIB ................... 65
Tabel 4.2 Hasil Analisis Tes Akhir Siklus I (Ranah Kognitif) .................. 66
Tabel 4.3 Hasil Analisis Tes Akhir Siklus II (Ranah Kognitif) ................. 67
Tabel 4.4 Hasil Analisis Ranah Afektif Siklus I dan Siklus II .................. 68
Tabel 4.5 Kriteria Persentase Observasi Aspek Afektif Siswa .................. 77

xv
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 Kerangka Berpikir .................................................................. 32
Gambar 4.1 Kegiatan Awal Pertemuan Pertama........................................ 52
Gambar 4.2 Kegiatan Diskusi Kelompok .................................................. 54
Gambar 4.3 Kegiatan Presentasi ................................................................ 56
Gambar 4.4 Kegiatan Post Test Ranah Kognitif Siklus I .......................... 57
Gambar 4.5 Kegiatan Diskusi .................................................................... 61
Gambar 4.6 Diagram Motivasi Siswa Siklus I dan Siklus II ..................... 70
Gambar 4.7 Diagram Peningkatan Ranah Kognitif Siklus I dan Siklus II 72
Gambar 4.8 Diagram Ranah Afektif Siklus I dan Siklus II ....................... 76

xvi
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1 Silabus Kegiatan Pembelajaran .............................................. 83
Lampiran 2 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Siklus I ............... 85
Lampiran 3 Kisi-Kisi Kartu Soal Siklus I .................................................. 90
Lampiran 4 Kartu Soal Siklus I.................................................................. 91
Lampiran 5 Kisi- Kisi Post test Siklus I ..................................................... 92
Lampiran 6 Soal Post Test Siklus I ............................................................ 94
Lampiran 7 Kunci Jawaban dan Pedoman Skor Siklus I ........................... 96
Lampiran 8 Hasil Post test Siswa Kelas I .................................................. 98
Lampiran 9 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Siklus II ............. 102
Lampiran 10 Kisi-Kisi Kartu Soal Siklus II............................................... 108
Lampiran 11 Kartu Soal Siklus II .............................................................. 109
Lampiran 12 Kisi-Kisi Soal Tes Akhir (Post test) Siklus II ...................... 110
Lampiran 13 Soal Post Test Siklus II......................................................... 111
Lampiran 14 Kunci Jawaban dan Panduan Skor Siklus II ......................... 113
Lampiran 15 Hasil post test Siswa Siklus II .............................................. 115
Lampiran 16 Kisi-Kisi Motivasi Awal ....................................................... 119
Lampiran 17 Lembar Kuisioner Motivasi awal ......................................... 120
Lampiran 18 Lembar Jawaban Kuisioner Motivasi awal .......................... 122
Lampiran 19 Kisi-Kisi Motivasi Akhir ...................................................... 124
Lampiran 20 Kuisioner Motivasi Akhir ..................................................... 125
Lampiran 21 Lembar Jawaban Kuisioner Motivasi Akhir ......................... 127
Lampiran 22 Lembar Observasi Ranah Afektif Siklus I dan II ................. 129
Lampiran 23 Hasil Observasi Ranah Afektif Siklus I................................ 133
Lampiran 24 Hasil Observasi Ranah Afektif Siklus II .............................. 137
Lampiran 25 Hasil Analisis Post Test Siklus I .......................................... 141
Lampiran 26 Hasil Analisis Post Test Siklus II ......................................... 143
Lampiran 27 Hasil Analisis Ranah Afektif Siklus I dan Siklus II ............. 145
Lampiran 28 Hasil Analisis Motivasi Awal ............................................... 146

xvii
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Lampiran 29 Hasil Analisis Motivasi Akhir .............................................. 148


Lampiran 30 Surat Keterangan dari Sekolah ............................................. 150

xviii
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Proses pembelajaran di dalam kelas merupakan suatu dunia komunikasi

tersendiri di mana terjadi pertukaran pikiran antara guru dan siswa untuk

mengembangkan suatu ide. Pembelajaran juga merupakan aspek kegiatan manusia

yang kompleks, yang tidak sepenuhnya dapat dijelaskan. Pembelajaran secara

sempit dapat diartikan sebagai produk interaksi berkelanjutan antara

pengembangan dan pengalaman hidup. Pembelajaran dalam makna kompleks

adalah usaha sadar dari seorang guru untuk membelajarkan siswanya

(mengarahkan interaksi siswa dengan sumber belajar lainnya) dalam rangka

mencapai tujuan yang diharapkan (Trianto, 2009). Salah satu cara pendidik untuk

mencapai tujuan pembelajaran yaitu dengan menggunakan metode atau model

pembelajaran sesuai dengan materi yang disampaikan.

Berdasarkan hasil observasi penulis di SMP Kanisius Kalasan Yogyakarta,

terlihat bahwa proses pembelajaran dilakukan dengan metode ceramah dan tanya

jawab sehingga siswa terlihat kurang aktif. Secara umum, ketika proses

pembelajaran berlangsung di dalam kelas, siswa hanya menjawab pertanyaan jika

diajukan oleh guru. Selain itu, siswa terlihat kurang termotivasi untuk mengikuti

proses pembelajaran. Hal ini dapat dilihat dari tidak adanya inisiatif dari para

siswa untuk bertanya kepada guru ketika guru memberikan waktu untuk bertanya.

1
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Selain itu, guru hanya menggunakan media power point tanpa media lain

yang sesuai dengan materi yang diajarkan. Dalam pembelajaran biologi biasanya

guru hanya memberi materi melalui slide atau melalui buku pegangan dengan

metode ceramah yang diselingi tanya jawab. Guru belum bisa menerapkan metode

dan media yang bervariasi sebagai alat bantu dalam proses pembelajaran

dikarenakan guru tidak mempunyai waktu untuk menyiapkan media disebabkan

oleh jadwal mengajar yang sangat padat. Dampak dari metode pembelajaran yang

digunakan oleh guru dalam proses belajar mengajar ini, membuat siswa menjadi

jenuh dan pasif serta membuat siswa tidak termotivasi untuk mempelajari

pencemaran dan kerusakan lingkungan. Akibat dari motivasi yang rendah, ini

mempengaruhi hasil belajar siswa. Motivasi siswa yang rendah tersebut dapat

dilihat dari kegiatan-kegiatan yang dilakukan siswa yang tidak ada hubungannya

dengan proses pembelajaran seperti melamun, mengantuk, mengobrol dan lain

sebagainya. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa permasalahan pokoknya

adalah bagaimana guru memilih metode dan tipe media pembelajaran yang tepat

untuk melibatkan siswa dalam proses pembelajaran di kelas.

Materi pencemaran dan kerusakan lingkungan merupakan salah satu

materi dalam pelajaran biologi dianggap mudah karena berkaitan dengan

kehidupan sehari-hari. Namun berdasarkan rata -rata nilai hasil belajar siswa kelas

VII SMP Kanisius Kalasan Yogyakarta tahun sebelumnya pada materi

pencemaran dan kerusakan lingkungan hanya 61,21 dengan ketuntasan KKM

sebesar 57% siswa. Sementara 43% siswa yang memperoleh nilai di bawah KKM

yang ditentukan. Seperti yang telah kita ketahui bersama bahwa secara nasional
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

pembelajaran dianggap tuntas/berhasil apabila ketercapaian KKM minimal 75%

dari jumlah siswa. Dari data tersebut jelas bahwa hasil belajar siswa kelas VII

pada mata pelajaran pencemaran dan kerusakan lingkungan masih perlu

ditingkatkan.

Salah satu cara untuk mengukur keberhasilan suatu pembelajaran yaitu

dengan tercapainya indikator dan tujuan pembelajaran yang telah disusun.

Indikator keberhasilan belajar adalah tercapainya tujuan pembelajaran oleh siswa,

sedangkan tujuan pembelajaran akan tercapai apabila kegiatan belajar siswa dapat

dioptimalkan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki oleh masingmasing

siswa. Ini berarti jika motivasi belajar siswa dapat ditingkatkan, maka hasil belajar

sebagai tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan baik, sesuai dengan apa yang

diharapkan.

Atas dasar situasi tersebut, maka perlu dilakukan perbaikan pada proses

pembelajaran Biologi untuk kelas VIIB SMP Kanisius Kalasan Yogyakarta, agar

motivasi dan hasil belajar siswa dapat ditingkatkan. Salah satu metode yang dapat

diterapkan untuk mengembangkan hasil dan motivasi belajar adalah dengan

pembelajaran koopertif tipe Jigsaw.

Pemilihan metode pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dikarenakan model

ini dapat membuat siswa lebih aktif sehingga pelajaran yang telah dipelajari

menjadi lebih mudah dipahami. Selain itu, Jigsaw lebih difokuskan pada

pembelajaran teman dalam kelompok atau teman sebaya, sehingga dapat

meminimalisir kesenjangan tingkat kemampuan akademik tinggi untuk dapat

membantu temannya yang memiliki kemampuan kurang, dan sebaliknya siswa


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

yang memiliki kemampuan akademik rendah dapat belajar dari teman yang

memiliki kemampuan akademik tinggi.

Berdasarkan permasalahan di atas, maka peneliti akan melakukan

penelitian mengenai penerapan metode pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw untuk

meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Penelitian ini diberi judul :

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW

UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA

PADA MATERI PENCEMARAN DAN KERUSAKAN LINGKUNGAN

KELAS VII SMP KANISIUS KALASAN YOGYAKARTA.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan, masalah-

masalah yang akan di teliti dalam penelitian ini adalah :

1. Apakah model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dapat meningkatkan

motivasi belajar pada materi pencemaran dan kerusakan lingkungan siswa

kelas VIIB SMP Kanisius Kalasan Yogyakarta ?

2. Apakah model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dapat meningkatkan hasil

belajar pada materi pencemaran dan kerusakan lingkungan siswa kelas VIIB

SMP Kanisius Kalasan Yogyakarta ?


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

C. Batasan Masalah

Agar penelitian ini dapat dipahami dengan baik sesuai dengan tujuan, maka

diperlukan suatu batasan masalah yang akan dikaji secara mendalam. Fokus

pembahasan skripsi ini yaitu tentang:

1. Subjek penelitian

Subjek penelitian adalah 25 siswa kelas VIIB SMP Kanisius Kalasan

Yogyakarta Tahun Ajaran 2015/2016.

2. Objek penelitian

Objek penelitian adalah motivasi dan hasil belajar. Dalam hal ini, fokus

peneliti lebih kepada aspek kognitif dan aspek afektif siswa kelas VIIB SMP

Kanisius Kalasan Yogyakarta dengan Penerapan Pembelajaran Kooperatif

Tipe Jigsaw.

3. Materi pokok

a. Standar Kompetensi

Standar Kompetensi yang digunakan yaitu : 7. Memahami saling

ketergantungan dalam ekosistem.

b. Kompetensi Dasar

Kompetensi Dasar yang digunakan yaitu : 7.4 Mengaplikasikan peran

manusia dalam pengelolaan lingkungan untuk mengatasi pencemaran dan

kerusakan lingkungan. Materi yang dibahas adalah Pencemaran dan

Kerusakan Lingkungan.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

4. Parameter

Parameter keberhasilan yang akan diukur dalam penelitian ini adalah motivasi

dan hasil belajar siswa. Motivasi belajar siswa diukur dengan menggunakan

kuisioner sedangkan hasil belajar untuk aspek kognitif diukur dengan melihat

nilai post test pada setiap akhir siklus sedangkan untuk aspek afektif diukur

dengan menggunakan lembar observasi.

D. Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka penelitian ini bertujuan untuk

mengetahui :

1. Peningkatan motivasi belajar Biologi setelah diterapkannya metode

pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw pada materi pencemaran dan kerusakan

lingkungan siswa kelas VIIB SMP Kanisius Kalasan Yogyakarta.

2. Peningkatan hasil belajar Biologi setelah diterapkannya metode

pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw pada materi pencemaran dan kerusakan

lingkungan siswa kelas VIIB SMP Kanisius Kalasan Yogyakarta.

E. Manfaat Penelitian

Melalui penelitian tindakan kelas dengan menggunakan metode

pembelajaran tipe Jigsaw diharapkan dapat memberikan manfaat seperti :

1. Bagi peneliti

Hasil penelitiannya dapat dimanfaat untuk menambah pengetahuan mengenai

metode pembelajaran yang tepat dalam proses belajar dengan tujuan


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

meningkatkan motivasi dan hasil belajar agar pembelajaran lebih berkualitas

serta dapat menerapkan metode pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw secara

langsung dalam proses pembelajaran dikelas.

2. Bagi guru

Dapat dijadikan alternatif metode pembelajaran Biologi yang akan

dilaksanakan di kelas, selain itu dapat juga dijadikan sumber referensi

penggunaan media dan metode pembelajaran yang sesuai dengan

pembelajaran Biologi.

3. Bagi sekolah

Memberi sumbangan bagi peningkatan kualitas sekolah dalam perbaikan

pembelajaran Biologi.

4. Bagi siswa

Dengan penerapan metode pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dalam

pembelajaran Biologi diharapkan dapat meningkatkan motivasi belajar siswa

dalam kegiatan pembelajaran sehingga pada akhirnya hasil belajar siswa pun

meningkat.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Belajar dan Pembelajaran

Belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk

memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai

hasil pengalaman sendiri dalam interaksi dengan lingkungan (Slameto, 2010).

Belajar merupakan kegiatan yang membawa manusia pada perkembangan

pribadi yang seutuhnya, meliputi perkembangan kognitif, afektif dan

psikomotorik (Yamin, 2012). Menurut Robbins dalam Trianto (2009), belajar

merupakan sebuah proses menciptakan hubungan antara sesuatu (pengetahuan)

yang sudah dipahami dan sesuatu pengetahuan baru. Belajar merupakan suatu

aktivitas mental/psikis, yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan

lingkungan, yang menghasilkan sejumlah perubahan dalam pengetahuan-

pemahaman, keterampilan dan nilai sikap (Winkel, 2009). Dari definisi tersebut

dimensi belajar memuat beberapa unsur, yaitu : penciptaan hubungan, sesuatu hal

(pengetahuan) yang sudah di pahami, dan sesuatu (pengetahuan) yang baru. Jadi,

dapat dikatakan bahwa makna/arti dari belajar itu sendiri tidak berangkat dari

sesuatu yang benar-benar tidak diketahui (nol), tetapi merupakan keterkaitan dari

dua pengetahuan yang sudah ada dengan pengetahuan baru.

Menurut Sudjana dalam Sugiharto dkk., (2007) pembelajaran merupakan

setiap upaya yang dilakukan dengan sengaja oleh pendidik yang dapat

8
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

menyebabkan peserta didik melakukan kegiatan belajar. Pembelajaran

merupakan aspek kegiatan manusia yang kompleks, yang tidak sepenuhnya dapat

dijelaskan. Pembelajaran secara sederhana dapat diartikan sebagai produk

interaksi berkelanjutan antara pengembangan dan pengalaman hidup. Dalam arti

yang lebih kompleks, pembelajaran hakikatnya adalah usaha sadar dari seorang

guru untuk membelajarkan siswanya (mengarahkan interaksi siswa dengan

sumber belajar lainnya) dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan (Trianto,

2009).

Dari uraian di atas, maka dapat dikatakan bahwa belajar dan pembelajaran

merupakan dua hal yang sangat penting dan tidak dapat dipisahkan serta

melibatkan peran penting pendidik maupun peserta didik, karena belajar

merupakan segala upaya yang dilakukan oleh peserta didik untuk memperoleh

pengetahuan, keterampilan dan perubahan tingkah laku. Sedangkan pembelajaran

adalah upaya yang dilakukan oleh pendidik untuk mengoptimalkan pengetahuan

peserta didik.

B. Hasil Belajar

1. Pengertian Hasil Belajar

Hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah

menerima pengalaman belajarnya (Sudjana, 2009). Menurut Suprijono (2009)

hasil belajar adalah adalah pola-pola perbuatan, nilai-nilai, pengertian-

pengertian, sikap-sikap, apresiasi, dan keterampilan. Sementara itu, Lindgren


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

10

dalam Suprijono (2009) mengatakan bahwa hasil belajar meliputi kecakapan,

informasi, pengertian, dan sikap.

Berdasarkan beberapa pengertian yang ada, maka hasil belajar merupakan

kemampuan yang dimiliki oleh siswa setelah melakukan pembelajaran berupa

perubahan yang mencakup tiga aspek yaitu aspek kognitif, aspek

psikomotorik, dan aspek afektif. Masing-masing dari aspek tersebut memiliki

kategori-kategori yang disusun secara hirarkis, sehingga menjadi taraf-taraf

yang semakin bersifat kompleks.

a. Aspek kognitif

Aspek kognitif adalah aspek yang mencakup kegiatan yang dilakukan oleh

otak. Hal ini berarti segala upaya yang mencakup aktivitas otak termasuk

dalam aspek kognitif (Sudaryono, 2012). Tujuan kognitif berorientasi

kepada kemampuan berfikir, mencakup kemampuan intelektual yang lebih

sederhana, yaitu mengingat, sampai pada kemampuan memecahkan masalah

yang menuntutkan siswa untuk menghubungkan dan menggabungkan

gagasan, metode atau prosedur yang sebelumnya dipelajari untuk

memecahkan masalah tersebut (Yamin, 2012 Menurut Bloom, dkk., dalam

Winkel (2015) aspek kognitif mencakup :

1. Pengetahuan C1 : mencakup ingatan akan hal-hal yang pernah dipelajari

dan disimpan dalam ingatan. Hal-hal itu dapat meliputi fakta, kaidah, dan

prinsip, serta metode yang diketahui;

2. Pemahaman C2 : mencakup kemampuan untuk menangkap makna dan arti

dari bahan yang dipelajari;


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

11

3. Penerapan C3 : mencakup kemampuan untuk menerapkan suatu kaidah

atau metode bekerja pada suatu kasus/masalah yang konkret dan baru;

4. Analisis C4 : mencakup kemampuan untuk merinci satu kesatuan ke dalam

bagian-bagian, sehingga struktur keseluruhan atau organisasinya dapat

dipahami dengan baik, kemampuan ini dinyatakan dengan menganalisis

bagian-bagian dasar, bersama dengan hubungan/relasi antar semua bagian;

5. Evaluasi C5 : mencakup kemampuan untuk membentuk suatu pendapat

mengenai sesuatu atau beberapa hal, bersama dengan pertanggung

jawaban pendapat tersebut.

6. Berkreasi C6 : mencakup kemampuan dalam merancang, membangun,

merencanakan, memperkuat, memperindah dan mengubahnya.

b. Aspek psikomotorik

Aspek ini meliputi keterampilan motorik yang berhubungan dengan

anggota tubuh, atau tindakan (action) yang memerlukan koordinasi antara

syaraf dan otot. Menurut Yamin (2012) terdapat 4 kategori aspek

psikomotorik yaitu :

1) Gerakan seluruh badan (gross body movement)

Gerakan seluruh badan adalah perilaku seseorang dalam suatu kegiatan yang

memerlukan gerakan fisik secara menyeluruh.

2) Gerakan yang terkoordinasi (coordination movements)

Gerakan yang terkoordinasi dalah gerakan yang dihasilkan dari perpaduan

antara fungsi salah satu atau lebih indera manusia dengan salah satu anggota

badan.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

12

3) Komunikasi nonverbal (nonverbal communication)

Komunikasi nonverbal adalah hal-hal yang berkenaan dengan komunikasi

yang menggunakan simbol-simbol atau isyarat, misalnya isyarat dengan

tangan, anggukan kepala, ekspresi wajah, dan lain-lain.

4) Kebolehan dalam berbicara (speech behaviour)

Kebolehan dalam berbicara dalam hal-hal yang berhubungan dengan

koordinasi gerakan tangan atau anggota badan lainnya dengan ekspresi muka

dan kemampuan berbicara.

c. Aspek afekif

Aspek ini berhubungan dengan perasaan, emosi sistem nilai dan sikap hati

(attitude) yang menunjukkan penerimaan atau penolakan terhadap sesuatu

(Yamin, 2012). Aspek afektif meliputi lima aspek kemampuan yaitu :

1. Stimulasi

Stimulasi yaitu semacam kepekaan dalam menerima rangsang dari luar yang

datang dalam bentuk masalah, situasi dan gejala, dalam tipe ini termasuk

kesadaran, keinginan untuk menerima stimulasi kontrol dan seleksi gejala

rangsangan dari luar.

2. Jawaban

Jawaban yaitu reaksi yang diberikan oleh seseorang terhadap stimulasi yang

datang dari luar. Hal ini mencakup ketepatan reaksi, perasaan, kepuasan dalam

menjawab rangsang dari luar kepada dirinya.


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

13

3. Penilaian

Penilaian ini terdiri atas kesediaan menerima nilai, latar belakang atau

pengalaman untuk menerima nilai dan kesepakatan terhadap nilai tersebut.

4. Organisasi

Organisasi yaitu pengembangan dari nilai ke dalam satu sistem organisasi,

termasuk hubungan satu nilai dengan nilai lain, pemantapan dan prioritas nilai.

5. Karakteristik

Karakteristik yakni keterpaduan semua sistem nilai yang dimiliki seseorang

yang mempengaruhi pola kepribadian dan tingkah lakunya.

Secara umum aspek yang biasa dinilai dalam suatu proses pembelajaran

yaitu aspek kognitif, aspek afektif dan aspek psikomotorik. Namun fokus utama

yang akan peneliti teliti hanya dua aspek yaitu aspek kognitif dan aspek afektif.

Aspek kognitif berkaitan dengan kemampuan berfikir siswa yang akan digunakan

oleh peneliti untuk mengukur tingkat pemahaman siswa terhadap materi

sedangkan aspek afektif berkaitan dengan sikap siswa yang akan ditunjukkan oleh

siswa selama proses pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran

kooperatif tipe Jigsaw. Hal ini di ka renakan kedua aspek tersebut memiliki

kaitan erat dengan judul penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti yaitu untuk

meningkatkan motivasi dan hasil belajar pada siswa kelas VIIB SMP Kanisius

Kalasan Yogyakarta.

Dalam penelitian ini, level kognitif yang akan diukur oleh peneliti adalah

level pengetahuan C1-C3. Hal ini dikarenakan pengetahuan C1-C3 cocok atau
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

14

sesuai dengan kompetensi dasar dan materi yang akan peneliti berikan kepada

siswa-siswi kelas VIIB SMP Kanisius Kalasan Yogyakarta.

2. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Hasil Belajar

Menurut Slameto (2010) faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar

dapat digolongkan menjadi dua golongan sebagai berikut.

a. Faktor yang ada pada diri siswa itu sendiri yang disebut faktor individu

(internal), meliputi: (1) Faktor biologis, yang meliputi: kesehatan, gizi,

pendengaran dan penglihatan. Jika salah satu dari faktor biologis terganggu

maka akan mempengaruhi hasil prestasi belajar. (2) Faktor Psikologis,

meliputi: intelegensi, minat dan motivasi serta perhatian ingatan berpikir. (3)

Faktor kelelahan, yang meliputi: kelelahan jasmani dan rohani. Kelelahan

jasmani nampak dengan adanya lemah tubuh, lapar dan haus serta

mengantuk. Sementara itu, kelelahan rohani dapat dilihat dengan adanya

kelesuan dan kebosanan sehingga minat dan dorongan untuk menghasilkan

sesuatu akan hilang. Faktor dari siswa sendiri juga berupa kemampuan-

kemampuan pemahaman siswa (Suprijono, 2009).

b. Faktor yang ada pada luar individu yang disebut dengan faktor eksternal,

yang meliputi: (1) Faktor keluarga. Keluarga adalah lembaga pendidikan

yang pertama dan terutama serta merupakan lembaga pendidikan dalam

ukuran kecil tetapi bersifat menentukan untuk pendidikan dalam ukuran

besar. (2) Faktor sekolah, meliputi: metode mengajar, kurikulum, hubungan

guru dengan siswa, siswa dengan siswa dan berdisiplin sekolah. (3) Faktor

masyarakat. Bentuk kehidupan masyarakat sekitar dapat mempengaruhi


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

15

prestasi belajar siswa. Jika lingkungan siswa adalah lingkungan terpelajar

maka siswa akan terpengaruh dan terdorong untuk lebih giat belajar.

Faktor yang akan menjadi fokus utama dalam penelitian ini yaitu faktor yang

berasal dari luar individu atau yang biasa di sebut dengan faktor eksternal. Faktor

eksternal yang terkait dalam penelitian ini yaitu faktor sekolah yang meliputi

metode mengajar yang akan diterapkan dalam proses belajar mengajar sesuai

dengan materi yang di pelajari.

C. Motivasi Belajar

1. Pengertian Motivasi Belajar

Motivasi merupakan salah satu aspek yang sangat penting dalam belajar,

motivasi berhubungan dengan (1) arah perilaku; (2) kekuatan respon (yakni

usaha) setelah belajar siswa memilih mengikuti tindakan tertentu; dan (3)

ketahanan perilaku, atau beberapa lama seseorang itu terus menerus berperilaku

menurut cara tertentu (Yamin, 2012 : 80). Menurut Sardiman (2005 : 75)

motivasi belajar diartikan sebagai serangkaian usaha untuk menyediakan

kondisi-kondisi tertentu, sehingga seseorang mau dan ingin melakukan sesuatu

dan bila ia tidak suka maka akan berusaha untuk meniadakan atau mengelak

perasaan tidak suka itu. Menurut Sumarmi (2005 : 23), motivasi adalah suatu

energi penggerak dan pengarah yang dapat memperkuat dan mendorong

seseorang untuk bertingkah laku. Ini berarti perbuatan seseorang tergantung

motivasi yang mendasarinya. Menurut Frederick (2007 : 35), motivasi adalah


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

16

perubahan energi dalam diri seseorang yang ditandai dengan timbulnya perasaan

dan reaksi untuk mencapai tujuan.

Dari beberapa pengertian di atas, dapat dikatakan bahwa motivasi

merupakan salah satu aspek yang sangat penting dalam belajar sehingga

mendorong terjadinya perubahan dalam diri siswa atas dasar keinginan sendiri

dan rasa suka untuk mencapai tujuan.

2. Fungsi Motivasi

Menurut (Anggowo dan Kosasih, 2007), motivasi akan menentukan

intensitas usaha siswa untuk melakukan sesuatu termasuk melakukan belajar.

Dalam kehidupan ini motivasi yang ada pada manusia mempunyai tiga fungsi

dasar yaitu :

a. Mendorong manusia untuk berbuat sehingga motivasi berfungsi sebagai

penggerak atau motivasi sebagai pendorong dari setiap kegiatan belajar.

b. Menentukan arah perbuatan, kegiatan pembelajaran yakni kearah tujuan

belajar yang hendak dicapai.

c. Menyeleksi kegiatan pembelajaran, yakni menentukan kegiatan-kegiatan apa

yang harus dikerjakan yang sesai guna mencapai tujuan pembelajaran dengan

menyeleksi kegiatan-kegiatan yang tidak berujung bagi pencapaian tujuan

tersebut.

3. Macam-Macam Motivasi

Menurut Yamin (2012 : 85) motivasi dalam belajar dibedakan dalam dua

jenis, yaitu :
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

17

a. Motivasi ekstrinsik

Motivasi ekstrinsik merupakan kegiatan belajar yang tumbuh dari dorongan

dan kebutuhan seseorang tidak secara mutlak berhubungan dengan kegiatan

belajarnya sendiri. Beberapa bentuk motivasi belajar ekstrinsik menurut Winkel

dalam Yamin (2012) diantaranya adalah ; (1) Belajar demi memenuhi kewajiban;

(2) Belajar demi menghindari hukuman; (3) Belajar demi memperoleh hadiah; (4)

Belajar demi meningkatkan gengsi; (5) Belajar demi memperoleh pujian dari

orang yang penting seperti orang tua dan guru; (6) Belajar demi tuntutan jabatan

yang ingin dipegang atau demi memenuhi persyaratan kenaikan pangkat/golongan

administratif.

b. Motivasi instrinsik

Motivasi instrinsik merupakan kegiatan belajar yang dimulai dan diteruskan,

berdasarkan penghayatan sesuai kebutuhan dan dorongan yang secara mutlak

berkaitan dengan aktivitas belajar. Misalnya belajar karena ingin memecahkan

suatu permasalahan, ingin mengetahui mekanisme berdasarkan hukum dan rumus-

rumus, ingin menjadi seorang profesor, atau ingin menjadi seseorang yang ahli

dalam bidang ilmu pengetahuan tertentu. Pada intinya motivasi instrinsik adalah

dorongan untuk mencapai suatu tujuan yang dapat dilalui dengan belajar, dan

dorongan belajar itu tumbuh dari dalam diri subyek belajar.

4. Cara Meningkatkan Motivasi

Beberapa cara meningkatkan motivasi belajar menurut Fathurrohman dan

Sutikno (2007) adalah :


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

18

1. Memberi angka

Angka dalam hal ini sebagai simbol dari nilai kegiatan belajarnya. Banyak

siswa yang justru untuk mencapai angka/nilai yang baik. Sehingga yang

dikejar hanyalah nilai ulangan atau nilai raport yang baik. Angka-angka yang

baik itu bagi para siswa merupakan motivasi belajar yang sangat kuat. Yang

perlu diingat oleh guru, bahwa pencapaian angka-angka tersebut belum

merupakan hasil yang sejati dan bermakna. Harapannya angka-angka tersebut

dikaitkan dengan nilai afeksinya bukan sekedar kognitifnya saja.

2. Menjelaskan tujuan kepada peserta didik

Pada permulaan belajar mengajar seharusnya terlebih dahulu seorang guru

menjelaskan mengenai Tujuan Instruksional Khusus yang akan dicapainya

kepada siswa. Semakin jelas tujuan maka semakin besar pula motivasi dalam

belajar.

3. Hadiah

Hadiah akan memacu semangat mereka untuk bisa belajar lebih giat lagi.

Berikan hadiah untuk siswa yang berprestasi. Di samping itu, siswa yang

belum berprestasi akan termotivasi untuk bisa mengejar siswa yang

berprestasi.

4. Saingan/kompetisi

Guru berusaha mengadakan persaingan di antara siswanya untuk

meningkatkan prestasi belajarnya, berusaha memperbaiki hasil prestasi yang

telah dicapai sebelumnya.


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

19

5. Pujian

Siswa yang berprestasi sudah sewajarnya untuk diberikan penghargaan atau

pujian. Pujian yang diberikan bersifat membangun. Dengan pujian siswa akan

lebih termotivasi untuk mendapatkan prestasi yang lebih baik lagi.

6. Hukuman

Cara meningkatkan motivasi belajar dengan memberikan hukuman. Hukuman

akan diberikan kepada siswa yang berbuat kesalahan saat proses belajar

mengajar. Hukuman ini diberikan dengan harapan agar siswa tersebut mau

merubah diri dan berusaha memacu motivasi belajarnya. Bentuk hukuman

yang diberikan kepada siswa adalah hukuman yang bersifat mendidik seperti

mencari artikel, mengarang dan lain sebagainya.

7. Membangkitkan dorongan kepada peserta didik untuk belajar.

Strateginya adalah dengan memberikan perhatian maksimal ke peserta didik.

Selain itu, guru juga dapat mmebuat siswa tertarik dengan materi yang

disampaikan dengan cara menggunakan metode yang menarik dan mudah

dimengerti oleh siswa.

8. Membuat kebiasaan belajar yang baik

Kebiasaan belajar yang baik dapat dibentuk dengan cara adanya jadwal

belajar.

9. Membantu kesulitan belajar peserta didik, baik secara individual maupun

kelompok.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

20

Membantu kesulitan pesera didik dengan cara memperhatikan proses dan hasil

belajarnya. Dalam proses belajar terdapat beberapa unsur antara lain yaitu

penggunaan metode untuk menyampaikan materi kepada para siswa. Metode

yang menarik yaitu dengan gambar dan tulisan warna-warni akan menarik

siswa untuk mencatat dan mempelajari materi yang telah disampaikan.

10. Menggunakan metode yang bervariasi

Meningkatkan motivasi belajar dengan menggunakan metode pembelajaran

yang variasi. Metode yang bervariasi akan sangat membantu dalam proses

belajar dan mengajar. Dengan adanya metode yang baru akan mempermudah

guru untuk menyampaikan materi pada siswa.

11. Menggunakan media pembelajaran yang baik, serta harus sesuai dengan

tujuan pembelajaran.

Motivasi belajar bisa tumbuh dari dalam diri seseorang tetapi juga dapat

dibantu oleh guru. Dalam hal ini motivasi belajar dilakukan untuk

meningkatkan semangat belajar siswa agar mendapat nilai yang lebih baik.

Banyak cara yang dapat digunakan untuk meningkatkan motivasi sesuai

dengan Sutikno (2007).

Cara yang akan digunakan oleh peneliti dalam penelitian untuk meningkatkan

motivasi siswa dalam penelitian ini yaitu melalui pemberian hadiah dan pujian,

penggunakan metode yang bervariasi dan penggunakan media pembelajaran yang

baik dan sesuai dengan materi yang akan disampaikan dalam proses belajar

mengajar. Pemberian hadiah dan pujian dilakukan agar siswa semakin termotivasi

untuk mempelajari materi yang ada kaitannya dengan Biologi khususnya materi
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

21

pencemaran dan kerusakan lingkungan, sedangkan penggunaan metode/model

pembelajaran yang bervariasi dan media yang sesuai dengan materi yang akan

disampaikan akan membantu siswa agar lebih mudah memahami materi tersebut

sehingga akhirnya siswa dapat mencapai tujuan pembelajaran sesuai yang di

harapkan oleh peneliti. Melalui ketiga cara ini, peneliti berharap agar motivasi

siswa dapat meningkat sehingga hasil belajarnya pun dapat menjadi meningkat.

D. Pembelajaran Kooperatif

1. Pengertian Model Pembelajaran Kooperatif

Kooperatif berasal dari bahasa inggris yaitu cooperate yang berarti bekerja

bersama-sama. Menurut Slavin (2008), pembelajaran kooperatif adalah suatu

pembelajaran dimana siswa belajar dan bekerja dalam kelompok-kelompok

kecil yang anggotanya 4-6 orang dengan struktur kelompok heterogen secara

kolaboratif sehingga dapat merangsang siswa lebih bergairah dalam belajar.

Pembelajaran kooperatif (kerja sama) merupakan model pembelajaran yang

bertolak dari sifat dasar manusia tersebut, dan diarahkan pada pengembangan

kemampuan siswa dalam realisasi sifat dasar tersebut (Nana dan Erliana,

2012). Menurut Lie dalam Wena (2009), mengatakan bahwa pembelajaran

kooperatif adalah sistem pembelajaran yang memberi kesempatan kepada siswa

untuk bekerja sama dalam tugas-tugas yang terstruktur dan dalam sistem ini

guru bertindak sebagai fasilitator.

Berdasarkan beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa

pembelajaran kooperatif adalah suatu sistem pembelajaran yang berusaha


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

22

memanfaatkan teman sebaya sebagai sumber belajar, disamping guru dan

sumber belajar lainnya.

2. Prinsip Dasar dan Karakteristik Pembelajaran Kooperatif

Menurut Johnson dalam Wena (2009), prinsip dasar pembelajaran kooperatif

adalah sebagai berikut :

a. Setiap anggota kelompok bertanggung jawab atas segala sesuatu yang

dikerjakan dalam kelompok.

b. Setiap anggota kelompok harus mengetahui bahwa semua anggota kelompok

mempunyai tujuan yang sama.

c. Semua anggota kelompok harus membagi tugas dan bertanggung jawab yang

sama di antara anggota kelompoknya.

d. Setiap anggota kelompok akan dikenai evaluasi.

e. Setiap anggota kelompok berbagi kepemimpinan dan membutuhkan

keterampilan untuk belajar bersama selama proses belajarnya.

f. Setiap anggota kelompok akan diminta mempertanggung jawabkan secara

individual materi yang ditangani dalam kelompok kooperatif.

Adapun karakteristik pembelajaran kooperatif adalah :

a. Siswa dalam kelompok secara kooperatif menyelesaikan materi belajar sesuai

kompetensi dasar yang akan dicapai.

b. Kelompok dibentuk dari beberapa siswa yang memiliki kemampuan berbeda-

beda baik tingkat kemampuan tinggi, sedang dan rendah.


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

23

c. Penghargaan lebih menekankan pada kelompok dari pada masing-masing

individual.

Dalam pembelajaran kooperatif dikembangkan diskusi dan komunikasi

dengan tujuan agar siswa saling berbagi kemampuan, saling belajar berpikir kritis,

saling menyampaikan pendapat, saling memberi kesempatan menyalurkan

kemampuan, saling membantu mengajar, saling menilai kemampuan dan peranan

diri sendiri maupun teman lain.

3. Kelebihan dan Kekurangan Pembelajaran Kooperatif

Adapun kelebihan dari pembelajaran kooperatif adalah :

a. Membantu siswa belajar berpikir berdasarkan sudut pandang suatu subjek

bahasan dengan memberikan kebebasan siswa dalam praktik berpikir.

b. Membantu siswa mengevaluasi logika dan bukti-bukti bagi posisi dirinya

atau posisi yang lain.

c. Membantu siswa mengenali adanya suatu masalah dan

memformulasikannya dengan menggunakan informasi yang diperoleh dari

ceramah.

d. Menggunakan bahan-bahan dari anggota lain dalam kelompoknya

e. Mengembangkan motivasi untuk belajar yang lebih baik.

Kekurangan dari pembelajaran kooperatif adalah :

a. Diperlukan koordinasi dan persiapan yang matang oleh guru.


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

24

b. Perlu kesabaran dan ketelatenan dari guru dalam membimbing kelas

dengan beragam karakter dari anak didik.

c. Memerlukan komunikasi yang efektif antar guru dan anak didik dalam

membina kelas, sehingga pengelolaan kelas dapat berlangsung optimal.

E. Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw

Pembelajaran kooperatif model Jigsaw dikembangkan oleh Elliot Aronson

dari Universitas Texas USA yang kemudian diadaptasi oleh Slavin di Universitas

John Hopkins. Pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw adalah suatu tipe

pembelajaran kooperatif yang terdiri dari beberapa anggota dalam satu kelompok

dan bertanggung jawab atas penguasaan bagian materi belajar dan mampu

mengajarkan materi tersebut kepada anggota lain dalam kelompoknya. Model

pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw merupakan model pembelajaran kooperatif

dimana siswa belajar dalam kelompok kecil yang terdiri dari 4-6 orang secara

heterogen dan bekerjasama saling ketergantungan yang positif dan bertanggung

jawab atas keberhasilan bagian materi yang harus dipelajari dan menyampaikan

materi tersebut kepada anggota kelompok yang lain.

Pada model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw, terdapat dua kelompok yaitu

kelompok asal dan kelompok ahli. Kelompok asal yaitu kelompok utama siswa

yang beranggotakan siswa dengan kemampuan, asal, dan latar belakang keluarga

yang beragam. Kelompok asal merupakan gabungan dari beberapa anggota

kelompok ahli. Sedangkan kelompok ahli yaitu kelompok siswa yang terdiri dari

anggota kelompok asal yang berbeda yang ditugaskan untuk mempelajari dan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

25

mendalami topik tertentu dan menyelesaikan tugas-tugas yang berhubungan

dengan topiknya yang untuk kemudian dijelaskan kepada anggota kelompok asal.

Menurut Wena (2009) secara umum penerapan model pembelajaran

kooperatif tipe jigsaw di kelas adalah sebagai berikut: Kelas dibagi dalam

beberapa kelompok. Tiap kelompok siswa terdiri dari 4-6 orang yang bersifat

heterogen, baik dari segi kemampuan, jenis kelamin, budaya dan sebagainya.

1. Tiap kelompok diberi bahan ajar dan tugas-tugas pembelajaran yang harus

dikerjakan.

2. Dari masing-masing kelompok diambil seorang untuk membentuk kelompok

baru (kelompok pakar) dengan membahas tugas yang sama. Dalam kelompok

ini diadakan diskusi antara anggota kelompok pakar.

3. Anggota kelompok pakar kemudian kembali ke kelompok semula, untuk

mengajari anggota kelompoknya. Dalam kelompok ini diadakan diskusi antara

anggota kelompok.

4. Selama proses pembelajaran secara kelompok guru berperan sebagai fasilitator

dan motivator.

5. Tiap minggu atau dua minggu guru melaksanakan evaluasi baik secara

individual maupun kelompok untuk mengetahui kemajuan belajar siswa.

6. Bagi siswa dan kelompok siswa yang memperoleh nilai hasil belajar yang

sempurna diberi penghargaan. Demikian pula jika semua kelompok

memperoleh nilai hasil belajar yang sempurna maka wajib diberi penghargaan.

Menurut Johson dalam Lie (2002) bahwa suasana belajar kooperatif tipe

Jigsaw menghasilkan prestasi belajar yang lebih tinggi, hubungan yang lebih
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

26

positif dan penyesuaian psikologi yang lebih baik daripada suasana belajar yang

penuh persaingan. Selain itu, pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw memiliki

beberapa keunggulan antara lain :

1. Mengembangkan hubungan yang positif diantara siswa yang memiliki

kemampuan berbeda ;

2. Menerapkan bimbingan sesama teman ;

3. Rasa saling menghargai meningkat ;

4. Memperbaiki kehadiran ;

5. Lebih bisa menerima perbedaan ;

6. Pemahaman materi lebih mendalam ;

7. Meningkatan motivasi belajar.

Sedangkan beberapa kelebihan pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw menurut

Fathurrohman (2015) adalah sebagai berikut :

1. Siswa dapat bekerjasama dengan sesama siswa dalam suasana gotong royong

2. Siswa mempunyai banyak kesempatan untuk mengolah informasi dan

meningkatkan keterampilan berkomunikasi.

3. Bertanggung jawab atas penguasaan materi dan mampu mengajarkan materi

tersebut kepada anggota lain dalam kelompoknya.

4. Meningkatkan rasa tanggung jawab siswa terhadap pembelajarannya sendiri

dan juga pembelajaran orang lain.

Menurut Ardiyanto (2013) pemberian pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw

akan mendorong siswa aktif dalam proses pembelajaran sehingga menghilangkan


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

27

kejenuhan atau kebosanan seperti ketika pengajaran pada pembelajaran

konvensional yang berpusat pada guru. Strategi pembelajaran kooperatif tipe

Jigsaw ini juga dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi

pembelajaran sehingga dapat meningkatkan nilai prestasi belajar.

Sementara itu, model pembelajaraan kooperatif tipe Jigsaw juga memiliki

kelemahan yaitu :

1. Siswa yang aktif akan lebih mendominasi diskusi dan cenderung mengontrol

jalannya diskusi.

2. Siswa yang memiliki kemampuan membaca dan berpikir rendah akan

mengalami kesulitan untuk menjelaskan materi apabila ditunjuk sebagai

tenaga ahli.

3. Siswa yang cerdas cenderung merasa bosan.

4. Siswa yang tidal terbiasa berkompetisi akan kesulitan untuk mengikuti proses

pembelajaran.

Usaha-usaha yang dapat dilakukan oleh guru untuk mengatasi kelemahan-

kelemahan tersebut diantaranya :

1. Guru harus menekankan agar anggota kelompok menyimak terlebih dahulu

penjelasan dari anggota kelompok ahli. Kemudian baru mengajukan

pertanyaan.

2. Guru harus memilih anggota kelompok ahli secara tepat, kemudian memonitor

kinerja mereka dalam menjelaskan materi, agar materi dapat tersampaikan

secara akurat apabila tidak mengerti.


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

28

3. Guru harus menciptakan suasana kelas yang menyenangkan agar siswa yang

cerdas tertantang untuk mengikuti jalannya diskusi.

F. Materi Pembelajaran

Pencemaran dan kerusakan lingkungan merupakan salah satu materi

pembelajaran pada kelas VIIB SMP yang terdapat di dalam Kompetensi Dasar 7.4

mengaplikasikan peran manusia dalam pengelolaan lingkungan untuk mengatasi

pencemaran dan kerusakan lingkungan. Pembelajaran Biologi pencemaran dan

kerusakan lingkungan menekankan pada siswa untuk mengetahui dan mengerti

dampak dari penebangan hutan, pencemaran air, udara, tanah dan suara serta

memberikan contoh konkrit cara penanggulangan pencemaran dan kerusakan

lingkungan. Secara garis besar materi yang dipelajari adalah menjelaskan tentang

pencemaran lingkungan (air, udara, tanah dan suara) serta cara mengatasinya.

G. Hasil Penelitian yang Relevan

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Fransiska Siska (2013) dengan

judul penelitian Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw sebagai

Upaya Meningkatkan Minat dan Hasil Belajar Biologi Materi Sistem Peredaran

Darah Manusia pada Siswa Kelas VIII SMP Joannes Bosco Yogyakarta. Hasil

penelitian yang telah dilaksanakan, membuktikan bahwa: 1) terjadi peningkatan

minat dan hasil belajar siswa pada siklus I dan siklus II. 2) terjadi peningkatan

pada nilai rata-rata kelas pada siklus I dan siklus II. Untuk rata-rata kelas sebelum
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

29

tindakan sebesar 52,75 kemudian meningkat pada siklus I menjadi 77,15

kemudian meningkat lagi pada siklus II menjadi 87,63.

Penelitian lain yang dilakukan oleh Alexander Tetuko (2014) dengan judul

Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw sebagai Upaya

Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Biologi Materi Pencemaran dan

Kerusakan Lingkungan Kelas VIIB SMP Taman Dewasa Ibu Pawiyatan

Yogyakarta. Hasil penelitian membuktikan bahwa 1) terjadi peningkatan

motivasi belajar yang terlihat dari presentase sebesar 81%. 2) terjadi peningkatan

hasil belajar siswa dari rata-rata 73,68 dan ketuntasan klasikal sebanyak 74% pada

siklus I meningkat menjadi 83,15 untuk rata-rata kelas dengan ketuntasan klasikal

sebesar 89% pada siklus II.

H. Kerangka Berpikir

Indikator dan tujuan pembelajaran tidak dapat tercapai tanpa bantuan guru

ketika proses belajar mengajar berlangsung. Seperti yang telah diketahui bersama

bahwa guru mempunyai peran yang sangat penting dalam proses belajar

mengajar. Seorang guru tidak hanya berperan sebagai pemberi informasi,

melainkan sebagai pengarah dan pemberi motivasi belajar kepada peserta didik

serta sebagai fasilitator.

Berdasarkan observasi di sekolah, dapat dikatakan bahwa kenyataan di

sekolah memperlihatkan bahwa proses belajar mengajar yang terjadi didominasi

oleh guru dengan menggunakan metode ceramah dan tanya jawab. Ketika proses

pembelajaran berlangsung, siswa hanya mendengarkan penjelasan dari guru.


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

30

Peneliti melihat bahwa motivasi belajar siswa dalam proses pembelajaran sangat

kurang. Hal ini terlihat saat proses KBM (Kegiatan Belajar Mengajar)

berlangsung, pada umumnya siswa sibuk sendiri dan asyik mengobrol dengan

teman sebangkunya. Selain itu, hasil belajar siswa di kelas VII SMP Kanisius

Kalasan Yogyakarta masih rendah. Hal inilah yang menjadi dasar peneliti

memilih kelas VII SMP Kanisius Kalasan Yogyakarta untuk melaksanakan

Penelitian Tindakan Kelas (PTK).

Dalam pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas (PTK), peneliti menggunakan

model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw. Alasan peneliti menggunakan model

pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw adalah untuk meningkatkan motivasi dan

hasil belajar siswa. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Alexander,

diketahui bahwa pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dapat meningkatkan

motivasi belajar Biologi.

Model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw merupakan model pembelajaran

yang mengutamakan kerjasama dan saling membantu antar siswa. Model ini

sangat menguntungkan karena mampu membantu siswa maupun guru dalam

proses belajar dan mampu mendorong motivasi belajar siswa serta meningkatkan

hasil belajar siswa.

Berdasarkan penelitian yang relevan, maka peneliti ingin melakukan

penelitian mengenai apakah penerapan metode Jigsaw dapat meningkatkan

motivasi dan hasil belajar siswa pada materi pencemaran dan kerusakan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

31

lingkungan kelas VIIB SMP Kanisius Kalasan Yogyakarta. Berikut adalah

kerangka berpikir penelitian yang disajikan dalam bentuk diagram alir.


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

32

KONDISI AWAL PENELITIAN RELEVAN

Siswa Guru

Penelitian yang dilakukan oleh Fransiska


tahun 2013 bahwa model pembelajaran
kooperatif tipe Jigsaw dapat meningkatkan
Siswa kurang aktif, Model pembelajaran kurang minat dan hasil belajar siswa pada mata
kurang termotivasi, bervariasi, model pelajaran Biologi
dan hasil belajar pembelajaran yang
digunakan adalah ceramah Penelitian yang dilakukan oleh Alexander
rendah
dan disertai tanya jawab tahun 2014 bahwa model pembelajaran
kooperatif tipe Jigsaw dapat meningkatkan
motivasi dan hasil belajar biologi.

TINDAKAN

Penelitian menggunakan Model Pembelajaran


Kooperatif Tipe Jigsaw pada siklus I dan siklus II

HASIL

Motivasi dan hasil belajar siswa kelas VIIB SMP


Kanisius Kalasan meningkat.

Gambar 2.1 Kerangka Berpikir


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

33

I. Hipotesa

Berdasarkan permasalahan dalam penelitian tindakan kelas yang berjudul

Penerapan Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Untuk Meningkatkan Motivasi

dan Hasil Belajar Siswa pada Materi Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan

Kelas VIIB SMP Kanisius Kalasan Yogyakarta yang dilakukan oleh peneliti,

dapat dirumuskan hipotesis tindakan yaitu

1. Penerapan Metode Jigsaw dapat Meningkatkan Motivasi belajar biologi siswa

pada materi Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Kelas VIIB SMP

Kanisius Kalasan Yogyakarta.

2. Penerapan Metode Jigsaw dapat Meningkatkan hasil belajar biologi siswa

pada materi Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Kelas VIIB SMP

Kanisius Kalasan Yogyakarta.


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB III

Metode Penelitian

A. Jenis Penelitian

Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas (PTK). PTK

merupakan suatu kegiatan penelitian yang dilakukan oleh pendidik/guru untuk

memecahkan suatu masalah yang ada di dalam lingkungan sekolah baik yang

menyangkut proses pembelajaran di dalam kelas maupun yang ada diluar kelas.

Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian deskriptif kuantitatif-

kualitatif. Penelitian tipe ini merupakan penelitian yang bertujuan untuk

mendeskripsikan suatu keadaan atau segala sesuatu yang bisa dijelaskan baik

dengan angka maupun dengan kata-kata (Setyosari, 2010 : 33). Jenis penelitian

ini memiliki tahapan, yaitu : (1) perencanaan tindakan (Planning), (2) pelaksanaan

tindakan (Acting), (3) mengobservasi dan mengevaluasi proses hasil tindakan

(Observation and evaluation), dan (4) Refleksi (Reflektion).

B. Variabel Penelitian

Penelitian ini menggunakan 2 variabel yaitu variabel bebas dan variabel

terikat.

Variabel bebas : metode pembelajaran Jigsaw

Variabel terikat : hasil belajar kognitif, afektif dan motivasi belajar siswa

34
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

35

C. Seting Penelitian

1. Subyek Penelitian

Subyek dalam penelitian ini adalah siswa-siswi kelas VIIB SMP Kanisius

Kalasan Yogyakarta yang terdiri dari 25 siswa.

2. Obyek Penelitian

Obyek dalam penelitian ini adalah motivasi dan hasil belajar siswa pada

pencemaran dan kerusakan lingkungan kelas VIIB SMP Kanisius Kalasan

Yogyakarta.

3. Tempat Penelitian

Tempat penelitian di SMP Kanisius Kalasan Yogyakarta yang beralamat di Jl.

Yogya-Solo Km. 13, Krajan, Desa/Kelurahan Tirtomartani, Kecamatan

Kalasan, Kabupaten Sleman Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

4. Waktu Penelitian

Penelitian ini dilakukan pada bulan April-Mei 2016.

D. Rancangan Penelitian

Rancangan tindakan direncanakan dengan dua siklus yaitu siklus I dan siklus

II. Tiap-tiap siklus terdiri dari beberapa tahap, yaitu : tahap perencanaan, tahap

pelaksanaan, tahap observasi dan evaluasi, serta tahap refleksi. Di dalam

penelitian ini, peneliti bertindak sebagai pemberi materi (guru). Berikut akan

dijelaskan tahapan dalam penelitian ini :


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

36

1. Pra Tindakan

a. Identifikasi masalah, langkah ini diawali dengan pendekatan kepada pihak

sekolah melalui guru mata pelajaran dan meminta beberapa informasi serta

menganalisis hasil belajar siswa berdasarkan hasil ulangan harian pada

materi pencemaran dan kerusakan lingkungan.

b. Observasi, kegiatan ini dilakukan untuk mendapatkan gambaran awal

tentang kegiatan belajar-mengajar Biologi dikelas VII SMP Kanisius

Kalasan.

c. Analisis studi pustaka sesuai dengan permasalahan dan judul penelitian

d. Menyelesaikan rancangan penelitian dengan bimbingan dosen, hingga

memperoleh persetujuan untuk melakukan penelitian dari dosen

pembimbing

e. Permintaan pembuatan surat kepada sekretariat jurusan Pendidikan

Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sanata Dharma

Yogyakarta, guna melakukan penelitian.

f. Menghubungi pihak SMP Kanisius Kalasan Yogyakarta dengan cara

menemui kepala sekolah, bagian kurikulum dan guru mata pelajaran

Biologi dengan menyerahkan surat izin penelitian dari Universitas Sanata

Dharma Yogyakarta beserta proposal penelitian yang telah disetujui dosen

pembimbing.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

37

2. Siklus I

a. Tahap Perencanaan (Planning)

Pada tahap ini, peneliti terlebih dahulu merencanakan pelaksanaan penelitian.

Dibawah ini akan dijelaskan secara rinci mengenai tahap perencanaan.

1. Menganalisis materi pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)

untuk menyusun perangkat pembelajaran yang dibutuhkan.

2. Membuat Silabus dan Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang akan

dipakai pada saat melakukan penelitian.

3. Mempersiapkan materi pembelajaran

4. Membuat instrument pengumpulan data yaitu :

a) Membuat soal evaluasi (tes akhir/ post test) untuk mengetahui peningkatan

hasil belajar siswa ranah kognitif melalui penerapan metode pembelajaran

kooperatif tipe Jigsaw.

b) Membuat lembar observasi untuk mengetahui perkembangan hasil belajar

siswa ranah efektif dalam kelompok dengan menggunakan pendekatan

kooperatif tipe Jigsaw.

c) Membuat kuisioner untuk mengukur motivasi belajar siswa

5. Membuat alat bantu mengajar berupa kartu soal yang berisi soal/pertanyaan

terkait dengan materi.

b. Tahap Pelaksanaan (Acting) dan Pengamatan (Observasi)

Kegiatan yang dilaksanakan pada tahap ini adalah melaksanakan skenario

pembelajaran yanag telah direncanakan pada Rancangan Pelaksanaan


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

38

Pembelajaran (RPP) dan pengamatan yang dilaksanakan oleh para observer.

Adapun kegiatan ini dilaksanakan pada proses pembelajaran adalah :

1) Mengkondisikan kelas ke dalam suasana belajar.

2) Memotivasi siswa dengan memberikan apersepsi menggunakan gambar dan

beberapa pertanyaan.

3) Menyampaikan indikator dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai.

4) Menjelaskan secara singkat materi yang akan dipelajari.

5) Melaksanakan kegiatan pembelajaran siklus I dengan model pembelajaran

kooperatif tipe Jigsaw sesuai dengan RPP yang telah dibuat. Pada pelaksanaan

pembelajaran siklus I, anggota kelompok dipilih sendiri oleh siswa dengan

membentuk 5 kelompok asal, masing-masing kelompok terdiri dari 5 siswa.

Setiap anggota kelompok asal bertanggung jawab atas soal yang diberikan

kepadanya.

Pengamatan dilakukan ketika kegiatan pembelajaran dilaksanakan,

menggunakan lembar observasi yang telah disiapkan. Hal yang diobservasi adalah

1. Aktivitas siswa dalam kegiatan diskusi kelompok.

2. Aktivitas guru dalam pembelajaran sebagai bahan refleksi untuk siklus

berikutnya.

c. Tahap Refleksi (Reflecting)

Pada tahap ini, refleksi dilakukan secara kolaborasi antara peneliti, guru kelas,

siswa dan observer. Hasil refleksi digunakan sebagai bahan pertimbangan

perencaan pembelajaran pada siklus berikutnya. Apabila hasil yang di harapkan

belum dapat di capai maka dilakukan perbaikan pada siklus kedua dan seterusnya.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

39

3. Siklus II

a. Tahap Perencanaan (Planing)

Sebelum penelitian tindakan kelas di siklus 2 dilaksanakan, peneliti terlebih

dahulu merencanakan pelaksanaan berdasarkan refleksi siklus I.

Perencanaan pelaksanaan sebagai berikut :

1. Menganalisis materi pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)

untuk menyusun perangkat pembelajaran yang dibutuhkan.

2. Membuat Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang akan dipakai

pada saat melakukan penelitian.

3. Mempersiapkan materi pembelajaran

4. Membuat instrument pengumpulan data yaitu :

a) Membuat soal tes awal (pre test) dan tes akhir (post test) untuk mengetahui

peningkatan hasil belajar siswa ranah kognitif melalui penerapan metode

pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw.

b) Membuat lembar observasi untuk mengetahui perkembangan hasil belajar

siswa ranah afektif dalam kelompok dengan menggunakan pendekatan

kooperatif tipe Jigsaw.

c) Membuat kuisioner untuk mengukur motivasi belajar siswa

5. Membuat alat bantu mengajar berupa kartu soal terkait pokok bahasan

pencemaran dan kerusakan lingkungan.

b. Tahap Pelaksanaan (Acting) dan Pengamatan (Observasi)

Kegiatan yang dilaksanakan pada tahap ini adalah melaksanakan skenario

pembelajaran yanag telah direncanakan pada Rancangan Pelaksanaan


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

40

Pembelajaran (RPP) dan pengamatan yang dilaksanakan oleh para observer.

Adapun kegiatan ini dilaksanakan pada proses pembelajaran adalah :

1. Mengkondisikan kelas ke dalam suasana belajar

2. Memotivasi siswa dengan memberikan apersepsi menggunakan gambar dan

beberapa pertanyaan.

3. Menyampaikan indikator dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai

4. Menjelaskan secara singkat materi yang akan dipelajari.

5. Melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan metode pembelajaran Jigsaw

sesuai dengan RPP yang telah dibuat. Pada pelaksanaan pembelajaran siklus

II, kelompok yang dibentuk berbeda dari segi kemampuan, dan jenis kelamin

kelompok pada siklus I namun kelompok dan anggota kelompok sama yaitu 5

kelompok dengan masing-masing 5 anggota. Kelompok pada siklus II

dibentuk oleh guru, dimana setiap anggota kelompok memiliki kemampuan

heterogen.

Pengamatan dilakukan ketika kegiatan pembelajaran dilaksanakan,

menggunakan lembar observasi yang telah disiapkan. Hal yang diobservasi adalah

1. Aktivitas siswa dalam kegiatan diskusi kelompok

2. Aktivitas guru dalam pembelajaran sebagai bahan refleksi untuk siklus

berikutnya.

c. Tahap Refleksi (Reflecting)

Pada siklus 2 ini merupakan siklus terakhir peneliti melakukan penelitian dan

tindakan. Pada akhir tindakan siklus 2 ini adalah peneliti memberikan kesimpulan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

41

terhadap hasil penelitian. Kesimpulan yang dilakukan merupakan kesimpulan

keseluruhan dari siklus tentang meningkatnya atau tidaknya motivasi dan hasil

belajar siswa melalui model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dalam

pembelajaran Biologi.

E. Instrument Penelitian

Instrument adalah alat yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam

penelitian (Suparno, 2010). Dalam penelitian ini, ada dua macam instrument

yang digunakan yaitu instrument pembelajaran dan instrument pengumpulan data.

1. Instrument Pembelajaran

Instrument pembelajaran terdiri dari silabus, rencana pelaksaan pembelajaran

(RPP) dan kartu soal. Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dibagi menjadi

dua siklus yaitu siklus I dan siklus II, dimana masing-masing siklus terbagi

menjadi 2 kali pertemuan. Media yang digunakan dalam proses belajar mengajar

pada penelitian ini yaitu media kartu soal.

a. Silabus

Instrument pembelajaran memuat satuan pendidikan, kelas/semester, program

layanan, mata pelajaran, Standar Kompetensi (SK), Kompetensi Dasar (KD),

indikator, penilaian, alokasi waktu, materi dan kegiatan pembelajaran serta

sumber pembelajaran. Silabus berfungsi sebagai acuan dalam pembuatan Rencana

Pembelajaran Pelaksanaan (RPP). Silabus terlampir pada lampiran 1.

b. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran memuat satuan pendidikan, kelas/semester,

program layanan, mata pelajaran, Standar Kompetensi (SK), Kompetensi Dasar


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

42

(KD), indikator, tujuan pembelajaran, materi ajar, penilaian, sumber belajar,

model dan metode pembelajaran serta langkah-langkah kegiatan pembelajaran

yang akan dilakukan dalam menyampaikan materi. Rencana Pelaksanaan

Pembelajaran (RPP) berfungsi sebagai acuan penelitian selama proses

pembelajaran. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) terlampir pada

lampiran 2 dan 9.

c. Kartu Soal

Kartu soal dibuat oleh peneliti yang akan diberikan kepada siswa saat proses

pembelajaran berlangsung. Berisi pertanyaan-pertanyaan yang akan didiskusikan

didalam kelompok baik kelompok ahli maupun kelompok asal.

2. Instrument Pengumpulan Data Penelitian

Instrument pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu

berupa test dan non-test.

a. Test

Instrument test yang digunakan berupa test akhir (post test). Instrument ini

merupakan alat ukur yang digunakan untuk mengukur ranah kognitif siswa. Post

test merupakan salah satu cara untuk mengukur pengetahuan atau pemahaman

siswa mengenai materi yang telah di pelajari. Pada penelitian tindakan kelas ini

terdapat 2 siklus sehingga peneliti menggunakan 2 kali post test yang di berikan

pada akhir siklus atau pada pertemuan kedua. Masing-masing Post test baik post

test I maupun post test II berisi soal uraian.(terlampir pada lampiran 6 dan 13)

b. Non-test

Instrument pengumpulan data non-test meliputi :


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

43

1) Kuisioner Motivasi

Kuisioner motivasi digunakan untuk mengetahui seberapa besar peningkatan

motivasi belajar siswa setelah pelaksanaan tindakan. Pada rancangan ini

digunakan dua jenis kuisioner yaitu kuisioner untuk mengukur motivasi belajar

awal siswa sebelum diberi tindakan dan kuisioner motivasi belajar siswa setelah

diberi tindakan. Kuisioner tersebut digunakan untuk mengetahui apakah motivasi

siswa untuk belajar meningkat atau tidak.

a. Pada penelitian ini menggunakan 20 butir pernyataan tentang motivasi

terhadap pembelajaran Biologi yang diperoleh melalui kuisioner. Data yang

diperoleh dari kuisioner dianalisis dengan tahap tahap sebagai berikut :

Kuisioner yang telah diisi oleh siswa dikategorikan dalam pernyataan positif

dan pernyataan negative

Masing-masing kategori jawaban tersebut diberi skor

Penetapan skor untuk pernyataan positif dan pernyataan negatif seperti pada

tabel berikut :

Tabel 3.1. Penetapan skor kuisioner motivasi belajar


Pilihan Jawaban Skor
Pernyataan Positif Pernyataan
Negatif
Sangat Setuju 4 1
Setuju 3 2
Tidak Setuju 2 3
Sangat Tidak Setuju 1 4

b. Skor yang diperoleh siswa, jumlah item 20 dengan demikian skor tertinggi

yang dicapai siswa adalah 20 x 4 = 80 dalam kuisioner dijumlahkan dan skor


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

44

ini digunakan sebagai skor motivasi belajar siswa. Adapun untuk mengetahui

skor motivasi belajar siswa terhadap pelajaran Biologi materi pencemaran dan

kerusakan lingkungan dapat menggunakan rumus sebagai berikut :

Kemudian skor masing-masing siswa dikategorikan menggunakan tabel

interval berikut :

Tabel 3.2 Penggolongan kelas interval motivasi belajar siswa


Skor (%) Kategori
76 100 Sangat Tinggi
51 75 Tinggi
26 50 Rendah
< 25 Sangat Rendah

Seluruh skor untuk masing-masing siswa dicatat dalam tabel seperti di bawah ini :

Tabel 3.3 Skor motivasi belajar awal/skor motivasi belajar akhir

Kode Siswa Skor Nilai Skor % Individu


01
02

2) Lembar Observasi

Observasi/pengamatan merupakan salah satu instrument pengumpulan data

yang digunakan untuk mengetahui kemampuan ranah afektif siswa. Menurut

Suparno (2010), observasi/pengamatan meliputi kegiatan pemusatan perhatian

terhadap sesuatu objek dengan menggunakan seluruh alat indera (penglihatan,

penciuman, pendengaran, peraba, pengecap, rekaman gambar, rekaman suara dan


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

45

lain-lain). Observasi dilakukan dengan mengamati kegiatan yang terjadi selama

proses belajar mengajar baik antara guru dengan siswa maupun antara siswa

dengan siswa selama proses belajar dengan menggunakan model/metode jigsaw.

Dalam penelitian ini, paktikan tidak secara langsung melakukan kegiatan

observasi, namun praktikan di bantu oleh beberapa orang yang bertindak sebagai

observer. Tugas observer yaitu melakukan pengamatan selama proses belajar

mengajar berlangsung dan memberi skor sesuai dengan skala yang telah

ditentukan pada lembar observasi yang disediakan. Observasi dilakukan pada

setiap kegiatan pembelajaran dan difokuskan pada saat kegiatan diskusi. Data

yang diperoleh akan dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Lembar observasi

siswa terlampir pada lampiran 23.

F. Analisis Data

Dalam penelitian ini, analisis data dilakukan secara kuantitatif dan kualitatif.

a. Analisis Kuantitatif

Analisis kuantitatif dilakukan dengan cara mengumpulkan data-data atau

informasi yang diperoleh dari hasil pengamatan, lalu dianalisis secara kuantitatif.

Analisis kuantitatif menggunakan rumus.

1. Hasil Belajar (Aspek kognitif)

Dalam penelitian ini data peningkatan hasil belajar siswa digunakan untuk

mengukur kemampuan kognitif siswa. Hasil belajar siswa dapat dilihat dari hasil

tes uraian. Untuk mengetahui kemampuan awal siswa dapat dilihat dari post test
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

46

di akhir siklus I dan untuk melihat peningkaannya dari post test di akhir siklus II.

Cara menghitung nilai post test siswa adalah :

Hasil post test setiap siswa dihitung untuk mengetahui ketercapaian KKM

siswa. KKM siswa SMP Kanisius Kalasan Yogyakarta adalah 74.

Tabel 3.4 Kriteria skor ketuntasan individu


Nilai Post test Keterangan
<74 Tidak tuntas
74 Tuntas

Untuk menentukan ketuntasan kelas digunakan skor individu yang telah

diketahui. Rumus yang digunakan adalah :

Untuk mengetahui skor rata-rata kelas setiap siklus mengguakan rumus

sebagai berikut :

2. Hasil Belajar (Aspek Afektif)

Observasi dilakukan untuk melihat bagaimana sikap siswa di kelas ketika

metode Jigsaw sedang di aplikasikan di kelas. Skor yang didapat dari lembar

observasi dianalisis, sehingga didapatkan presentase skor hasil observasi dengan

rumus :
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

47

Keterangan:

q = presentasi skor hasil observasi aktivitas siswa

r = jumlah keseluruhan skor yang diperoleh siswa

t = skor maksimal

Tabel 3.5 Kriteria Hasil Presentase Observasi Aspek Afektif Siswa


Terhadap Pembelajaran
Presentase yang diperoleh Keterangan
77,79 < q < 100 Tinggi
55,56< q < 77,78 Sedang
33,33< q 55,55 Rendah

( )

3. Data Motivasi Belajar

Data motivasi siswa dapat dilihat dari hasil kuisioner. Data yang diperoleh

dari kuisioner dianalisis dengan tahap-tahap sebagai berikut :

1) Kuisioner yang telah diisi oleh siswa dikategorikan dalam pernyataan positif

dan pernyataan negatif,

2) Kemudian masing-masing kategori jawaban tersebut diberi skor.

Untuk mengetahui persentase motivasi belajar siswa secara individu, dianalisis

menggunakan perhitungan sebagai berikut :

Kategori nilai atau skor yang diperoleh siswa adalah:


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

48

Tabel 3.6 Kategori Motivasi Siswa


Skor (%) Kategori
76 100 Sangat Tinggi
51 75 Tinggi
26 50 Rendah
< 25 Sangat Rendah

Untuk mengetahui presentasi motivasi siswa digunakan persamaan:

( )

Setelah data motivasi siswa diperoleh, peneliti dapat menyimpulkan

berdasarkan target yang diinginkan. Dalam penelitian ini, peningkatan motivasi

belajar siswa pada materi kerusakan dan pencemaran lingkungan dengan metode

Jigsaw dikatakan berhasil apabila siswa dengan kategori skor tinggi 75%.

b. Analisis Kualitatif

Data-data yang diperoleh dari hasil pengamatan juga dianalisis secara kualitatif

dilakukan dengan deskripsi kata-kata dari hasil pengamatan selama proses

pembelajaran dengan menggunakan metode Jigsaw.

G. Indikator Keberhasilan

Indikator keberhasilan dalam penelitian ini meliputi peningkatan motivasi

belajar siswa dan hasil belajar aspek kognitif dan afektif. Indikator keberhasilan di

dalam penelitian ini disajikan pada tabel berikut ini :


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

49

Tabel 3.7 Indikator Keberhasilan Penelitian


Indikator Instrumen Target capaian Siklus II
Keberhasilan
Hasil Belajar Tes pada akhir siklus 75% siswa dapat mencapai
Biologi Siswa (post test I dan II) KKM 74.
(Kognitif)
Aspek afektif Lembar observasi Adanya peningkatan hasil
belajar ranah afektif akhir siswa
pada kategori tinggi yaitu 75%
Motivasi Kuisioner 75% siswa mengalami
peningkatan motivasi belajar
pada kategori tinggi.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. DESKRIPSI PENELITIAN TIAP SIKLUS

Penelitian tindakan kelas ini dilakukan di SMP Kanisius Kalasan Yogyakarta.

Penelitian ini menggunakan model Jigsaw sebagai upaya untuk meningkatkan

motivasi dan hasil belajar ranah kognitif serta afektif siswa kelas VIIB SMP

Kanisius Kalasan dalam pelajaran biologi. Penelitian tindakan kelas dilakukan

sebanyak 2 kali pertemuan dalam setiap siklus. Adapun deskripsi kegiatan

penelitian dari setiap siklus adalah sebagai berikut :

1. Siklus I

Dalam penelitian ini, peneliti bertindak sebagai pemberi materi (guru).

Adapun kegiatan yang dilaksanakan pada siklus I, adalah sebagai berikut.

a. Perencanaan

Sebelum melakukan tindakan/penelitian, terlebih dahulu peneliti

mempersiapkan semua hal yang dibutuhkan selama penelitian berlangsung.

Persiapan yang di lakukan antara lain : mempersiapkan silabus pembelajaran,

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), kartu soal sebagai bahan diskusi

dalam proses pembelajaran, lembar observasi (hasil belajar ranah afektif),

kuisioner motivasi awal untuk mendapatkan data dari siswa dan soal tes akhir

(post test) untuk mengukur pengetahuan siswa setelah diterapkan model Jigsaw.

50
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

51

b. Pelaksanaan Pembelajaran

Setelah semua perencanaan selesai dipersiapkan, dilanjutkan dengan

pelaksanaan tindakan. Pelaksanaan tindakan merupakan implementasi rancangan

yang dilaksanakan oleh guru. Selama pelaksanaan pembelajaran berlangsung,

peneliti bertindak sebagai guru yang akan memberikan materi sekaligus menjadi

fasilitator selama proses tindakan berlangsung dan peneliti dibantu oleh dua orang

rekan mahasiswa yang bertindak sebagai observer.

1) Pelaksanaan Pertemuan I

Penelitian tindakan kelas (PTK) siklus I dilaksanakan dalam dua pertemuan (3

jam pelajaran) di kelas VIIB SMP Kanisius Kalasan Yogyakarta. Pertemuan

pertama siklus I dilaksanakan pada tanggal 28 April 2016. Pada pertemuan

pertama ini, siswa yang mengikuti proses pembelajaran berjumlah 25 siswa.

Uraian kegiatan pelaksanaan dalam penelitian tindakan kelas pertemuan pertama

adalah sebagai berikut :

a) Kegiatan awal

Sebelum proses pembelajaran dimulai peneliti yang bertindak sebagai guru

masuk ke dalam kelas bersama guru mata pelajaran biologi dan 2 orang rekan

mahasiswa yang berperan sebagai observer, lalu guru mata pelajaran biologi

memperkenalkan peneliti sekaligus memberi penjelasan kepada para siswa

bahwa pada bab pencemaran dan kerusakan lingkungan tersebut materi akan di

berikan oleh peneliti. Dalam kegiatan observasi pada siklus I peneliti dibantu

oleh dua rekan mahasiswa. Agar mempermudah kegiatan observasi ranah


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

52

afektif, peneliti membagikan call card kepada setiap siswa yang berisi nama

dan nomor presensi. Kegiatan pembelajaran dilaksanakan sesuai dengan

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang telah disusun.

Setelah perkenalan singkat tersebut dilakukan, peneliti membagikan

kuisioner motivasi awal kepada para siswa untuk di isi. Kuisioner tersebut

digunakan untuk mengukur motivasi siswa dalam mempelajari mata pelajaran

biologi. Waktu yang diberikan untuk mengisi kuisioner motivasi awal adalah 5

menit. Kegiatan selanjutnya yaitu guru menyampaikan apresepsi untuk

menggali atau mengetahui sejauh mana pengetahuan siswa tentang materi yang

akan dipelajari serta menyampaikan tujuan pembelajaran.

Gambar 4.1 Kegiatan awal pertemuan pertama

b) Kegiatan inti

Untuk mengawali kegiatan pada tahap ini terlebih dahulu peneliti memberi

penjelasan mengenai langkah-langkah pembelajaran dengan menggunakan model

Jigsaw. Pemberian penjelasan kepada para siswa menjadi sangat penting karena

model pembelajaran tipe Jigsaw baru pertama kali digunakan dalam proses

pembelajaran di kelas VIIB, sehingga para siswa yang awalnya tidak mempunyai
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

53

gambaran mengenai metode tersebut menjadi mengetahui langkah-langkahnya.

Setelah guru menjelaskan langkah-langkah pembelajaran tipe Jigsaw, guru

meminta siswa untuk membentuk lima kelompok berdasarkan pilihan siswa

sendiri. Setiap kelompok terdiri dari 5 orang siswa.

Pada saat pembentukan kelompok, suasana kelas ramai. Peneliti yang bertidak

sebagai guru mencoba untuk menenangkan kelas, tetapi beberapa siswa tetap

ramai dan tidak mendengarkan sehingga guru harus memberi instruksi berulang-

ulang kali. Setelah kelompok terbentuk, guru membagikan kartu soal kepada

masing-masing kelompok, setiap kelompok mendapatkan lima kartu soal dengan

warna yang berbeda di mana setiap anak bertanggung jawab atas satu warna kartu

soal. Kegiatan selanjutnya yaitu membentuk kelompok ahli, kelompok ahli

merupakan kelompok yang terbentuk dari setiap anggota kelompok asal yang

mendapat kartu soal dengan warna yang sama. Ketika siswa berpindah dari

kelompok asal ke kelompok ahli, suasana kelas kembali ramai sehingga guru

menjadi agak kewalahan dalam menangani situasi kelas tersebut. Namun setelah

beberapa menit, akhirnya keadaan kelas menjadi tenang kembali dan kegiatan

diskusipun dapat berjalan.

Di dalam kelompok ahli, siswa melaksanakan diskusi untuk menjawab kartu

soal yang mereka miliki. Selama proses diskusi berlangsung, sebagian siswa

tampak antusias dan bersemangat dalam melaksanakan diskusi dengan teman-

teman sekelompok. Saat diskusi berlangsung, siswa-siswi yang kesulitan atau

menemukan masalah dalam diskusi langsung bertanya kepada guru. Hal ini
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

54

menyebabkan interaksi antar siswa dan guru menjadi lebih baik sehingga proses

diskusipun berjalan lancar sesuai harapan.

Gambar 4.2 Kegiatan Diskusi Kelompok


Setelah diskusi dalam kelompok ahli selesai, para siswa kembali ke kelompok

asal untuk menjelaskan hasil diskusi yang telah dilakukan dalam kelompok ahli.

Pada saat pelaksanaan diskusi kelompok asal berlangsung tampak beberapa

kelompok tidak memulai diskusi, untuk mengatasi hal tersebut guru mendatangi

kelompok tersebut dan bertanya kepada mereka alasan mengapa tidak berdiskusi

serta meminta mereka secara bergantian menjelaskan jawaban dari kartu soal yang

di miliki.

Kegiatan pembelajaran pada pertemuan pertama siklus I difokuskan pada

diskusi kelompok ahli dan kelompok asal sedangkan untuk kegiatan presentasi

kelas dan evaluasi akan dilaksanakan pada pertemuan kedua.


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

55

c) Kegiatan penutup

Kegiatan pembelajaran pada pertemuan pertama berakhir setelah diskusi

dalam kelompok asal selesai, guru membuat kesimpulan bersama siswa-siswi

tentang materi yang telah dipelajari. Selain itu, guru juga memberi tugas kepada

siswa untuk mempelajari materi yang telah dibahas sebagai persiapan presentasi

kelas pada pertemuan berikutnya.

2) Pelaksanaan Pertemuan II

Pertemuan kedua siklus I dilaksanakan pada hari jumat 29 april 2016 jam

pelajaran ke-1 dan ke-2 pukul 07.00-08.20 WIB. Siswa yang mengikuti proses

pembelajaran berjumlah 25 orang.

a) Kegiatan awal

Untuk mengawali kegiatan pembelajaran guru menyapa, meminta salah satu

siswa memimpin doa, mengecek kesiapan siswa, serta menyampaikan apersepsi

untuk mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan

sebelumnya.

b) Kegiatan inti

Pada tahap ini, guru meminta siswa membentuk kembali kelompok asal sesuai

dengan kelompok yang telah dibentuk pada pertemuan sebelumnya. Pada

pertemuan kedua, siswa melakukan presentasi untuk menyampaikan hasil diskusi

kartu soal yang telah di diskusikan pada pertemuan pertama. Mekanisme yang

digunakan oleh guru pada saat kegiatan presentasi yaitu dengan pemberian hadiah
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

56

kepada siswa yang berani maju ke depan untuk mempresentasikan satu warna

kartu soal dengan syarat kartu soal yang di presentasikan adalah bukan kartu soal

miliknya. Hal ini bertujuan untuk memastikan apakah siswa tersebut sungguh

memahami apa yang dijelaskan oleh temannya atau tidak selama kegiatan diskusi

dalam kelompok. Presentasi dilakukan di depan kelas baik secara lisan maupun

dengan membawa catatan yang berisi jawaban dari kartu soal yang akan

dipresentasikan. Ketika perwakilan dari satu kelompok telah mempresentasikan

jawaban dari satu kartu soal yang dipresentasikan, guru meminta kelompok lain

untuk menanggapi, mengajukan pertanyaan atau mengulang kembali jawaban

yang telah disampaikan oleh temannya.

Gambar 4.3 Kegiatan Presentasi


Selama kegiatan presentasi berlangsung terdapat beberapa aktivitas yang

dilakukan oleh para siswa seperti memperhatikan temannya yang sedang

presentasi, mencatat, diskusi, dan sibuk mengobrol dengan teman sekelompoknya

serta melamun.

Setelah kegiatan presentasi selesai, guru memberikan klarifikasi dan

memberikan penguatan atas jawaban siswa dengan cara memberikan penjelasan

melalui slide power point.


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

57

c) Kegiatan penutup

Pada tahap ini, guru bersama siswa-siswi membuat kesimpulan tentang materi

yang telah dipelajari saat itu. Setelah selesai membuat kesimpulan, guru

memberikan tes akhir (post test) kepada para siswa dengan waktu 20 menit.

Gambar 4.4 Kegiatan Post test Ranah Kognitif Siklus I

3) Observasi

Kegiatan observasi dilakukan untuk mengamati aspek afektif meliputi

perhatian siswa dalam memperhatikan penjelasan guru, antusias siswa bergabung

dalam kelompok asal, mendapat kartu soal, berkumpul dengan kelompok ahli,

keseriusan siswa berdiskusi baik dalam kelompok ahli maupun kelompok asal,

kerjasama siswa dalam menjawab kartu soal, percaya diri mengungkapkan

pendapat, bertanya kepada guru dan mempresentasikan hasil diskusi. Pada tahap

ini, guru di bantu oleh dua orang rekan mahasiswa yang berperan sebagai

observer yang bertugas untuk mengamati proses belajar mengajar yang

berlangsung di dalam kelas sesuai point-point yang terdapat dalam lembar

observasi ranah afektif.


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

58

4) Refleksi

Berdasarkan hasil observasi siklus I dalam pertemuan pertama dan kedua

dengan menggunakan metode Jigsaw diperoleh hasil yang belum maksimal. Hal

ini terbukti dari masih adanya sebagian siswa yang bingung dan terus bertanya

tentang langkah-langkah pembelajaran menggunakan tipe Jigsaw. Sehingga guru

harus mengulang kembali untuk menjelaskan langkah-langkahnya. Namun, secara

umum dapat dikatakan bahwa siswa terlihat antusias ketika berdiskusi dalam

kelompok ahli dan ketika mempresentasikan hasil diskusinya serta menjawab

pertanyaan dari teman-temannya.

Dari analisis hasil observasi yang telah dilakukan, rata-rata persentase kelas

untuk hasil belajar aspek afektif siswa kategori tinggi adalah 84% hal tersebut

sudah mencapai indikator keberhasilan yang telah ditentukan yaitu 75%.

Sedangkan untuk aspek kognitif siswa melalui tes akhir (post test) ketuntasan

kelas yang dicapai sebesar 67,16 hasil tersebut belum mencapai target yang telah

ditentukan oleh peneliti yaitu 75%, sehingga dari hasil refleksi siklus I ini,

diadakan siklus II.

2. Siklus II

Siklus II dilaksanakan dalam dua kali pertemuan, kegiatan yang dilaksanakan

pada siklus II merupakan hasil refleksi dari siklus I, sehingga pada siklus II ini

diharapkan apa yang belum tercapai di siklus I dapat dicapai pada siklus II.

Adapun kegiatan yang dilaksanakan pada siklus II, adalah sebagai berikut.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

59

a. Perencanaan

Pada tahap ini guru mempersiapkan instrument pembelajaran, dan kartu soal

yang akan digunakan untuk mendukung proses pembelajaran. Instrument

pembelajaran yang telah disusun adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

(RPP), serta dalam instrument terdapat soal tes akhir siklus II (post test), kartu

soal, lembar observasi (hasil belajar ranah afektif) dan lembar kuisioner

(mengukur motivasi akhir siswa) yang digunakan untuk mendapatkan data dari

siswa. Hal yang ditekankan pada siklus II ini yaitu penerapan metode Jigsaw

dalam pembelajaran sehingga siswa dapat mengikuti langkah-langkah dari metode

Jigsaw dengan tepat. Harapannya setelah siswa mengerti langkah-langkah

tersebut maka kegiatan diskusi akan berjalan dengan baik dan siswa akan lebih

mudah memahami materi yang dipelajari sehingga dapat berdampak pada

meningkatnya hasil belajar siswa melalui post test.

b. Pelaksanaan Pembelajaran

Penelitian tindakan kelas (PTK) siklus II dilaksanakan dalam dua pertemuan

(4 jam pelajaran) di kelas VIIB SMP Kanisius Kalasan Yogyakarta, pada hari

Jumat 13 Mei 2016 dan Sabtu 14 Mei 2016. Pada pertemuan siklus II, siswa yang

mengikuti proses pembelajaran berjumlah 25 siswa. Uraian kegiatan pelaksanaan

dalam penelitian tindakan kelas pertemuan pertama adalah sebagai berikut :


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

60

1) Pelaksanaan Pertemuan I

a) Kegiatan Awal

Proses belajar mengajar diawali dengan menyapa siswa-siswi, mengecek

kesiapan siswa, meminta tolong salah satu siswa untuk memimpin doa sebelum

memulai pembelajaran sekaligus novena, menyampaikan materi yang akan

dipelajari, melakukan apersepsi dengan memperlihatkan gambar-gambar yang

berkaitan dengan materi kerusakan dan pencemaran lingkungan yang ditampilkan

melalui slide serta menyampaikan tujuan pembelajaran.

b) Kegiatan Inti

Pada tahap ini, guru tetap membentuk lima kelompok seperti halnya pada

siklus I. Namun, pada siklus II ini anggota kelompok untuk kelompok asal

ditentukan oleh guru secara heterogen, yang mana setiap kelompok memiliki

anggota kelompok dengan tingkat kemampuan yang berbeda-beda (tinggi, sedang

dan rendah). Tingkat kemampuan siswa ditentukan berdasarkan hasil post test

dalam siklus I.

Pada saat guru memperlihatkan dan membacakan pembagian kelompok

melalui slide power point, para siswa langsung membentuk kelompok asal pada

tempat yang telah ditentukan. Setelah kelompok asal terbentuk, guru membagikan

kartu soal kepada masing-masing kelompok, setiap siswa bertanggung jawab atas

satu warna kartu soal. Setelah mendapatkan kartu soal, guru meminta siswa untuk

berkumpul membentuk kelompok ahli yang terdiri dari siswa-siswi yang memiliki

kartu soal dengan warna yang sama. Pada saat siswa berpindah dari kelompok
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

61

asal ke kelompok ahli, suasana kelas agak ramai namun segera dapat dikendalikan

oleh guru.

Pada saat proses diskusi dalam kelompok ahli berlangsung, siswa-siswi

terlihat antusias untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang terdapat kartu soal

yang mereka miliki. Untuk mengawasi kegiatan diskusi, guru berjalan

mengelilingi kelas untuk melihat lebih dekat proses diskusi yang sedang

berlangsung dan juga guru memeriksa apakah ada kesulitan siswa-siswi dalam

memahami pertanyaan yang terdapat dalam kartu soal.

Setelah kegiatan diskusi dalam kelompok ahli selesai, para siswa kembali ke

kelompok asal untuk menjelaskan hasil diskusi yang telah dilakukan dalam

kelompok ahli. Pada saat diskusi dalam kelompok asal, siswa-siswi tampak

antusias melaksanakan diskusi dengan baik.

Gambar 4.5 Kegiatan diskusi


Pertemuan pertama siklus II difokuskan pada diskusi kelompok ahli dan asal,

untuk kegiatan presentasi kelas dan evaluasi akan dilaksanakan pada pertemuan

kedua.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

62

c) Kegiatan Penutup

Setelah diskusi kelompok asal dilaksanakan, guru mengajak siswa-siswi

mengakhiri pembelajaran dengan membuat kesimpulan bersama-sama tentang

materi yang telah dipelajari. Selain itu, guru memberikan tugas kepada para siswa

untuk mempersiapkan presentasi kelas pada pertemuan berikutnya.

2) Pelaksanaan Pertemuan II

Pertemuan kedua siklus II dilaksanakan pada hari sabtu tanggal 14 Mei 2016

jam ke-6 dan ke-7. Siswa yang mengikuti proses pembelajaran menggunakan

model Jigsaw berjumlah 25 orang.

a) Kegiatan Awal

Kegiatan awal yang dilakukan oleh guru untuk mengawali kegiatan

pembelajaran yaitu menyapa, mengecek kesiapan siswa, menyampaikan apersepsi

untuk mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan

sebelumnya.

b) Kegiatan Inti

Pada tahap ini, guru meminta siswa kembali membentuk kelompok asal sesuai

dengan kelompok yang telah dibentuk pada pertemuan sebelumnya. Kegiatan

yang dilakukan pada pertemuan kedua siklus II yaitu siswa melakukan presentasi

untuk menjelaskan hasil diskusi kelompok yang telah dilaksanakan pada

pertemuan pertama. Pada pertemuan kedua ini, siswa lebih aktif untuk

mempresentasikan hasil diskusinya tanpa ditunjuk oleh guru. Mekanisme yang

digunakan oleh guru untuk meningkatkan motivasi belajar siswa yaitu dengan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

63

memberikan bintang kepada siswa yang aktif, berani maju ke depan untuk

mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya, maupun kepada siswa yang

bertanya ataupun memberikan tanggapan selama proses belajar-mengajar

berlangsung. Bintang tersebut kemudian akan di tukar dengan hadiah yang telah

dipersiapkan oleh guru. Kegiatan presentasi kelas berjalan dengan lancar dan

sesuai dengan yang diharapkan oleh guru. Setelah itu, guru mengklarifikasi hal-

hal yang dirasa belum dijelaskan saat presentasi melalui penjelasan materi yang

ada di slide power point.

c) Kegiatan Penutup

Untuk menutup pembelajaran pada pertemuan kedua siklus II, guru

memberikan post test II kepada siswa dengan waktu pengerjaannya adalah 20

menit. Setelah itu guru meminta siswa untuk mengisi kuisioner motivasi akhir

kepada siswa kelas VIIB SMP Kanisius Kalasan Yogyakarta.

3) Refleksi

Berdasarkan hasil pelaksanaan pembelajaran siklus II baik pertemuan pertama

maupun kedua dengan menggunakan metode Jigsaw jauh lebih baik bila

dibandingkan dengan siklus I.

Dari hasil analisis motivasi awal pada siklus I diperoleh sebanyak 60% siswa

berada pada kategori sangat tinggi dan 40% siswa berada pada kategori tinggi.

Sedangkan hasil analisis motivasi akhir pada siklus II mengalami peningkatan

yaitu sebesar 88% siswa pada kategori sangat tinggi dan 12% siswa pada kategori

tinggi. Untuk hasil analisis aspek kognitif siswa melalui tes akhir (post test)
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

64

ketuntasan kelas yang dicapai sebesar 80%. Hasil tersebut telah mencapai

indikator keberhasilan siklus II yang telah ditetapkan oleh yaitu 75% siswa

mencapai KKM. Hasil belajar aspek afektif siklus II rata-rata presentasi untuk

kategori tinggi adalah 100%. Hal tersebut telah mencapai indikator keberhasilan

yang telah ditetapkan oleh yaitu 75% siswa mencapai kategori tinggi.

Keberhasilan pembelajaran pada siklus II ini, dapat dilihat dari analisis hasil

belajar dan didukung dengan situasi kelas yang lebih kondusif serta proses

belajar-mengajar yang lebih baik dari pembelajaran siklus I. Hal ini membuktikan

bahwa tercapainya indikator keberhasilan sehingga siklus dapat dihentikan.

B. Analisis Hasil Penelitian

1. Motivasi Belajar

Motivasi siswa diperoleh melalui lembar kuisioner yang telah dipersiapkan

oleh peneliti. Untuk pengambilan data motivasi belajar siswa, peneliti membuat

dua kuisioner yaitu kuisioner motivasi awal dan kuisioner motivasi akhir.

Kuisioner motivasi awal diberikan kepada siswa pada pertemuan pertama siklus I

sedangkan motivasi akhir pada pertemuan kedua siklus II. Kuisioner berisikan 20

soal campuran antara pernyataan positif dan pernyataan negatif dengan pilihan

jawaban sangat setuju, setuju, tidak setuju dan sangat tidak setuju.

Berdasarkan hasil analisa data pada siklus I untuk motivasi awal terdapat 15

siswa atau sebesar 60% yang berada pada kategori sangat tinggi sedangkan untuk

kategori tinggi terdapat 10 siswa atau jika di presentasekan sebesar 40% .

Sedangkan pada siklus II untuk motivasi akhir didapatkan hasil untuk kategori
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

65

sangat tinggi sebesar 88% dan untuk kategori tinggi terdapat 12%. Hasil ini,

menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa kelas VIIB sudah baik dan mengalami

peningkatan setelah diterapkan pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw. Hal tersebut

didukung oleh persentase 0% dari kategori rendah dan sangat rendah. Hasil

selengkapnya dapat dilihat pada ( Lampiran 20 dan 21).

Tabel 4.1 Hasil Analisis Motivasi Belajar Siswa Kelas VIIB


Interval Kategori Jumlah Siswa Skor Motivasi
(%)
Siklus I Siklus Siklus I Siklus
II II
76-100 Sangat Tinggi 15 22 60 % 88 %
51-75 Tinggi 10 3 40 % 12 %
26-50 Rendah 0 0 0% 0%
<25 Sangat Rendah 0 0 0% 0%

2. Hasil Belajar Ranah Kognitif

Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus yaitu siklus I dan

siklus II, yang mana di setiap akhir siklus selalu dilakukan tes akhir (post test)

untuk mengukur hasil belajar ranah kognitif. Dalam pengambilan data ranah

kognitif, hanya terdapat dua kali pengambilan yaitu pada akhir pertemuan siklus I

dan akhir pertemuan siklus II yang dilakukan pada setiap akhir proses belajar

mengajar di kelas.

a) Siklus I

Pada tahap ini siswa diberikan lembar tes akhir (post test) yang berisi 6 soal

uraian dengan waktu pengerjaan 20 menit. Tes akhir (post test) digunakan untuk

mengetahui sejauh mana siswa memahami materi yang dipelajari menggunakan


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

66

metode pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw yang telah dilaksanakan. Berikut

akan disajikan data hasil analisis tes akhir siklus I pada tabel di bawah :

Tabel 4.2 Hasil Analisis Tes Akhir Siklus I (Ranah Kognitif)


No Kriteria Skor
1 Nilai terendah 31
2 Nilai tertinggi 88
3 Rata-rata 66,12
4 Jumlah siswa yang hadir 25
5 Jumlah siswa yang belum mencapai nilai KKM 15 (60 %)
6 Jumlah siswa yang mencapai nilai KKM 10 (40 %)
7 Target pencapaian 75 %
8 Kualifikasi Belum tercapai

Berdasarkan analisis data hasil belajar siklus I kelas VIIB, terlihat skor rata-

rata siklus I adalah 66,12. Dengan nilai tertinggi adalah 88 dan nilai terendah

adalah 31. Pada siklus ini terdapat 15 atau sebesar 60% siswa yang tidak tuntas

KKM sedangkan jumlah siswa yang tuntas atau memenuhi KKM sebanyak 10

siswa atau jika dipersentasekan yaitu sebesar 40%. Dengan demikian, nilai hasil

belajar siswa siklus I masih belum mencapai target pencapaian awal yang telah

ditentukan oleh peneliti. Hasil analisis nilai tes akhir siklus I selengkapnya dapat

dilihat pada (Lampiran 26).

b) Siklus II

Pada akhir siklus II siswa diberikan lembar soal tes akhir yang berisi lima soal

uraian dengan waktu pengerjaan yaitu 20 menit. Tes akhir ini dilakukan untuk

mengetahui seberapa jauh pemahaman siswa mengenai materi pencemaran dan

kerusakan lingkungan yang telah diberikan oleh guru selama tindakan

berlangsung.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

67

Tabel 4.3 Hasil Analisis Tes Akhir Belajar Siklus II (Ranah Kognitif)
No Kriteria Skor
1 Nilai terendah 35
2 Nilai tertinggi 100
3 Rata-rata 83,88
4 Jumlah siswa yang hadir 25
5 Jumlah siswa yang belum mencapai nilai KKM 5 (20%)
6 Jumlah siswa yang mencapai nilai KKM 20 (80%)
7 Target pencapaian 75 %
8 Kualifikasi Tercapai

Berdasarkan hasil analisis data siklus II ranah kognitif dari kelas VIIB,

diketahui sebanyak 5 siswa belum mencapai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal)

dengan persentasi 20% sedangkan siswa yang mencapai KKM sebanyak 20 siswa

dengan persentase 80%. Dimana nilai tertinggi dalam siklus II yaitu 100

sedangkan nilai terendah adalah 35. Untuk rata-rata nilai kelas VIIB yaitu 83,88

hasil ini termasuk sangat tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan

aspek kognitif I (siklus I), pada aspek kognitif II (siklus II). Peningkatan ini

menunjukkan tercapainya target yang diharapkan oleh peneliti.

3. Hasil Belajar Ranah Afektif

Hasil belajar ranah afektif diperoleh menggunakan lembar observasi yang

telah disiapkan. Hal-hal yang diamati meliputi perhatian siswa terhadap

penjelasan guru, antusias siswa ketika bergabung dalam kelompok asal dan ahli

serta ketika menerima kartu soal, keseriusan siswa melaksanakan diskusi

kelompok, keaktifan siswa mencari jawaban, mempresentasikan hasil diskusi dan

menanggapi hasil presentasi kelompok lain serta menghargai pendapat teman.


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

68

Data hasil belajar ranah afektif diperoleh melalui hasil observasi yang

dilakukan oleh dua orang rekan mahasiswa selama tindakan berlangsung. Lembar

observasi terlampir pada lampiran 23. Berikut adalah tabel hasil observasi yang

diperoleh selama penelitian siklus I dan siklus II.

Tabel 4.4 Hasil Analisis Ranah Afektif Siklus I dan Siklus II


Jenis Data yang Diamati Hasil yang diperoleh
Siklus I Siklus II
Jumlah siswa kategori tinggi 84% 100%
Jumlah siswa kategori sedang 16% 0
Jumlah siswa kategori rendah 0 0
Indikator ketercapaian 75 % 75 %
Kualifikasi Sudah tercapai Sudah tercapai

Berdasarkan analisa data diperoleh hasil belajar untuk ranah afektif

mengalami peningkatan. Pada siklus I, terdapar 84% siswa berada pada kategori

sangat tinggi dan 16% siswa berada pada kategori sedang. Sedangkan untuk

kategori rendah tidak terdapat satupun siswa. Hal ini membuktikan bahwa hasil

belajar ranah afektif sudah sangat baik. Pada siklus II dapat dikatakan bahwa hasil

belajar ranah afektif siswa kelas VIIB SMP Kanisius Kalasan mengalami

peningkatan yang sangat besar antara siklus I dan siklus II. Untuk siklus II, siswa

yang tergolong kategori tinggi sebanyak 100%, dengan demikian dapat dikatakan

bahwa tidak terdapat satupun siswa yang berada pada kategori sedang dan rendah.

Hal ini menunjukkan bahwa hasil belajar ranah afektif siswa kelas VIIB SMP

Kanisius Kalasan Yogyakarta sudah sangat baik. Hasil belajar aspek afektif siklus

I dan siklus II selengkapnya dapat dilihat pada (Lampiran 28 ).


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

69

C. Pembahasan

1. Motivasi Belajar Siswa

Menurut Frederick (2007), motivasi adalah perubahan energi dalam diri

seseorang yang ditandai dengan timbulnya perasaan dan reaksi untuk mencapai

tujuan. Dalam penelitian ini motivasi siswa dibagi menjadi dua yaitu motivasi

awal pada saat siswa belum menerima pembelajaran dengan menggunakan model

pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dan motivasi akhir siswa setelah menerima

pelajaran menggunakan pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw.

Berdasarkan hasil analisis data motivasi awal, diperoleh 60% siswa berada

pada kategori sangat tinggi dan 40% siswa berada pada kategori tinggi.

Sedangkan pada siklus II kategori sangat tinggi mencapai 88% dan untuk kategori

tinggi yaitu sebesar 12%. Hasil tersebut sesuai dengan target pencapaian yang

diharapkan oleh peneliti yaitu adanya peningkatan pada kategori tinggi dan sangat

tinggi. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa penelitian ini berhasil

meningkatkan motivasi belajar siswa kelas VIIB SMP Kanisius Kalasan

Yogyakarta.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

70

100%
90%
80%
70%
60%
50% Sangat Tinggi

40% Tinggi

30%
20%
10%
0%
Awal Akhir

Gambar 4.6 Diagram Motivasi Siswa Siklus I dan Siklus II

Berdasarkan diagram diatas dapat dikatakan bahwa terjadi peningkatan

motivasi belajar siswa pada materi biologi pencemaran dan kerusakan lingkungan

dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw. Hal ini

membuktikan bahwa motivasi siswa meningkat setelah menggunakan metode

Jigsaw.

2. Hasil Belajar Ranah Kognitif

Hasil belajar merupakan kemampuan yang dimiliki oleh siswa setelah

melakukan pembelajaran. Aspek kognitif adalah aspek yang mencakup kegiatan

atau aktivitas yang dilakukan oleh otak. Hasil belajar ranah kognitif mencakup 6

aspek yaitu aspek pengetahuan, pemahaman, penerapan, analisis, sintesis dan

evaluasi. Namun aspek yang ditekankan dalam penelitian ini yaitu aspek

penerapan (C3). Hal ini sesuai dengan kompetensi dasar (KD) pada materi

pencemaran dan kerusakan lingkungan. Dalam penelitian ini hasil belajar ranah
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

71

kognitif diperoleh melalui tes akhir (post test) yang dilakukan pada akhir proses

belajar siklus I dan siklus II. Berdasarkan hasil analisa data yang telah diperoleh,

dapat dikatakan bahwa hasil belajar ranah kognitif mengalami peningkatan dari

siklus I ke siklus II. Pada tes akhir siklus I nilai tertinggi yaitu sebesar 88

sedangkan nilai terendah adalah 31. Selain itu diperoleh skor nilai tertinggi hasil

rata-rata kelas siklus I sebesar 66,12 dengan jumlah siswa yang tuntas atau

memenuhi KKM sebanyak 10 atau 40% dan siswa yang belum tuntas sebanyak

60% atau sejumlah 15 siswa. Pada siklus II, skor terendah hasil tes akhir (post test

II) adalah 35 sedangkan skor tertinggi mengalami peningkatan hingga 100.

Jumlah siswa yang belum mencapai nilai KKM sebanyak 5 siswa atau jika

dipersentasekan yaitu sebesar 20% dan jumlah siswa yang mencapai nilai KKM

sebanyak 20 siswa atau sebesar 80%. Berdasarkan perhitungan skor rata-rata kelas

terjadi peningkatan dari siklus I yaitu 66,12 menjadi 83,88 pada siklus II.

Pada siklus I siswa yang mencapai KKM sebanyak 40% sedangkan siswa

yang belum mencapai KKM sebanyak 60%. Hal ini terjadi karena siswa-siswi

kelas VIIB SMP Kanisius Kalasan baru pertama kali belajar menggunakan

pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw. Sehingga proses diskusi masih mengalami

hambatan-hambatan seperti banyaknya pertanyaan dari siswa mengenai langkah

pembelajaran, suasana kelas yang ramai dan kebingungan siswa ketika berpindah

dari kelompok asal ke kelompok ahli begitupun sebaliknya. Hambatan-hambatan

tersebut yang menjadi penyebab mengapa pada siklus I siswa yang mencapai

KKM presentasenya lebih kecil dibandingkan siswa yang tidak mencapai KKM.

Sedangkan pada siklus II, siswa yang mencapai KKM mengalami peningkatan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

72

dari 40% pada siklus I menjadi 80% karena siswa sudah mengerti langkah-

langkah pembelajaran sehingga proses belajar mengajar dapat berjalan dengan

baik dan siswa dapat memahami materi yang diajarkan sehingga pada akhirnya

siswa mampu menjawab soal post test siklus II dengan baik. Hasil penelitian

tindakan kelas (PTK) dengan pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw pada materi

pencemaran dan kerusakan lingkungan terhadap pencapaian hasil belajar kognitif

ditunjukkan pada diagram batang seperti pada gambar yang mana pada diagram

tersebut menunjukkan peningkatan hasil belajar pada siklus I dan siklus II. Hasil

belajar siklus I menunjukkan 40% siswa telah mencapai KKM. Sedangkan jumlah

siswa yang mencapai KKM pada hasil belajar siklus II adalah 80%.

% KKM Siswa
90%
80%
70%
60%
50%
40%
30%
20%
10%
0%
Siklus I Siklus II

Gambar 4.7 Diagram Peningkatan Hasil Belajar Kognitif Siklus I


dan Siklus II

Diagram batang di atas menunjukkan bahwa persentase jumlah siswa yang

mencapai KKM pada siklus II lebih tinggi dibandingkan pada siklus I. Hasil

tersebut memperlihatkan peningkatan persentase jumlah siswa yang mencapai


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

73

KKM sebesar 40%. Pada siklus II menjadi 80% siswa tuntas KKM. Hasil analisis

siklus I belum mencapai target pencapaian yang ditetapkan oleh peneliti yaitu

75% karena siswa belum memahami langkah-langkah pembelajaran

menggunakan model Jigsaw. Namun pada siklus II mengalami peningkatan

menjadi 80% sehingga memenuhi target pencapaian yang telah ditentukan oleh

peneliti yaitu 75% siswa mencapai KKM. Selain peningkatan persentase jumlah

siswa yang mencapai KKM, nilai rata-rata kelas VIIB juga mengalami

peningkatan pada siklus I dan siklus II. Berdasarkan hal tersebut, nilai rata-rata

kelas VIIB meningkat dari 66,12 pada siklus I menjadi 83,88 pada siklus II.

Peningkatan hasil belajar aspek kognitif menunjukkan bahwa kegiatan

yang dilakukan selama proses belajar-mengajar dengan model pembelajaran

kooperatif tipe Jigsaw telah membantu siswa kelas VIIB SMP Kanisius Kalasan

Yogyakarta untuk memahami materi tentang pencemaran dan kerusakan

lingkungan. Terjadi peningkatan hasil belajar ranah kognitif siswa sesuai strategi

pembelajaran tipe Jigsaw yang diungkapkan oleh Ardiyanto (2013) yaitu untuk

meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran sehingga dapat

meningkatkan nilai prestasi belajar.

Hasil belajar dalam aspek kognitif yang meningkat juga dipengaruhi oleh

beberapa faktor. Pertama adalah penggunaan metode dan media pembelajaran

yang baik dalam hal ini dilakukan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe

Jigsaw yang membuat kegiatan belajar mengajar menjadi lebih menyenangkan

karena melibatkan seluruh siswa dalam berdiskusi. Hal tersebut berdampak pada
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

74

meningkatnya hasil belajar aspek kognitif yang terjadi selama tindakan

berlangsung.

Faktor kedua adalah pemberian penghargaan berupa pujian dan hadiah.

Menurut Fahturrohman dan Sutikno (2007) yang mengatakan bahwa pemberian

pujian dan hadiah kepada siswa yang berprestasi akan memacu siswa yang tidak

berprestasi untuk mengejar atau bahkan mendapatkan prestasi yang lebih baik lagi

dari pada anak yang berprestasi. Pujian dan hadiah diberikan kepada siswa yang

aktif bertanya, menanggapi hasil presentasi temannya, berani maju ke depan untuk

mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya dan kepada siswa yang memperoleh

nilai tertinggi di kelas. Hal tersebut membawa dampak positif bagi siswa lainnya

sehingga siswa saling berlomba-lomba mendapatkan nilai terbaik dengan

meningkatkan kemampuan belajarnya.

Faktor ketiga adalah kerjasama. Hal ini terlihat melalui relasi yang terjadi

antar siswa selama berdiskusi. Pada saat melaksanakan kegiatan diskusi

komunikasi antar siswa terjalin dengan baik sehingga siswa saling membantu

dalam menjawab soal-soal yang terdapat pada kartu soal.

Faktor keempat yaitu faktor yang berasal dari dalam diri (faktor intrinsik).

Motivasi intrinsik tidak memerlukan rangsangan dari luar karena memang telah

ada dalam diri individu sendiri, atau sejalan dengan kebutuhannya. Tinggi

rendahnya kemampuan siswa dalam memahami materi yang dipelajari akan

berpengaruh terhadap hasil belajar siswa terutama hasil belajar ranah kognitif.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

75

Hubungan yang baik antara guru dan siswa juga menjadi pendukung

meningkatnya hasil belajar aspek kognitif. Hal ini sesuai dengan apa yang

diungkapkan oleh Slameto (2010) bahwa hubungan guru dengan siswa

merupakan faktor lain yang mendukung meningkatkan hasil belajar aspek

kognitif. Dalam penelitian ini hubungan guru dan siswa terlihat akrab sehingga

siswa tidak sungkan ataupun malu ketika ingin bertanya atau meminta penjelasan

dari guru untuk mengatasi kebingungan memahami pertanyaan yang terdapat pada

kartu soal selama proses pembelajaran berlangsung.

Secara umum, dapat dikatakan bahwa Penelitian Tindakan Kelas (PTK)

yang dilaksanakan di kelas VIIB SMP Kanisius Kalasan Yogyakarta

menggunakan pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw pada materi pencemaran dan

kerusakan lingkungan berhasil meningkatkan hasil belajar ranah kognitif siswa.

Hal ini terbukti dari hasil tes akhir siklus I (post test I) yang mengalami

peningkatan pada siklus II. Peningkatan tersebut dapat dilihat dari rata-rata kelas

dan dari persentase siswa yang mencapai KKM.

3. Hasil Belajar Ranah Afektif

Hasil belajar ranah afektif dalam penelitian ini diperoleh melalui lembar

observasi yang telah di persiapkan oleh peneliti. Pengambilan data hasil belajar

ranah afektif dilakukan oleh dua rekan mahasiswa yang bertindak sebagai

observer sesuai dengan skor yang telah ditentukan. Observasi dilaksanakan untuk

melihat dan mengamati sikap, aktivitas, antusias siswa dalam belajar, sikap ingin
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

76

tahu, sikap percaya diri, serius, saling menghargai pendapat, semangat kerja sama

dan sikap tanggung jawab siswa selama proses pembelajaran berlangsung.

Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan, dapat disajikan dalam

bentuk diagram batang berikut.

120%

100%

80%

60% Siklus I
Silus II
40%

20%

0%
Kategori Tinggi Sedang

Gambar 4.8 Diagram Ranah Afektif Siklus I dan Siklus II

Berdasarkan gambar di atas, terlihat adanya peningkatan hasil belajar

ranah afektif siswa kelas VIIB. Pada siklus I maupun siklus II, kategori tinggi

lebih menonjol dibandingkan dengan kategori sedang maupun rendah. Persentase

kategori tinggi pada siklus I adalah 84% dan mengalami peningkatan pada siklus

II menjadi 100%. Sedangkan untuk kategori sedang pada siklus I adalah 16%

mengalami penurunan pada siklus II menjadi 0%. Kriteria peningkatan ranah

afektif dapat dilakukan berdasarkan tabel berikut :


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

77

Tabel 4.5 Kriteria Hasil Persentase Observasi Aspek Afektif Siswa Terhadap
Pembelajaran
Presentase yang diperoleh Keterangan
77,79 < q < 100 Tinggi
55,56< q < 77,78 Sedang
33,33< q 55,55 Rendah

Peningkatan hasil belajar ranah afektif kategori tinggi antar siklus I dan

siklus II sangat menonjol. Rendahnya kategori tinggi pada siklus I dikarenakan

model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw merupakan model pembelajaran baru

yang diterapkan oleh peneliti pada proses pembelajaran di kelas VIIB. Penerapan

pembelajaran baru menyebabkan siswa terkejut dan belum terbiasa dengan

kegiatan pembelajaran yang dilakukan.

Sesuai dengan target yang diharapkan data awal belum dapat terukur tetapi

hasil yang diharapkan adanya peningkatan pada kategori tinggi mengalami

peningkatan.

D. KETERBATASAN PENELITIAN

Dalam pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini peneliti yang bertindak

sebagai guru mengalami beberapa kesulitan dengan metode yang digunakan. Pada

siklus I, siswa kurang mengerti dengan instruksi yang diberikan oleh guru

mengenai langkah-langah pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw. Siswa mengalami

kebingungan ketika harus berpindah-pindah kelompok dan juga siswa terlihat

bingung menjawab kartu soal yang diberikan. Sehingga pada saat pembelajaran

berlangsung, banyak waktu yang terbuang karena guru harus beberapa kali
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

78

mengulang penjelasan menganai pembelajaran tipe Jigsaw dan juga untuk

menenangkan suasana kelas yang ramai.

Pada siklus II siswa sudah mulai mengerti langkah-langkah pembelajaran

kooperatif tipe Jigsaw sehingga siswa tidak mengalami kebingungan lagi dan

proses belajar mengajar dapat berjalan dengan baik sesuai yang diharapkan oleh

peneliti.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB V

PENUTUP

A. KESIMPULAN

Berdasarkan pada penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahw a

penerapan metode pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw pada siswa kelas VII B

SMP Kanisius Kalasan Yogyakarta dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar

pada materi biologi pencemaran dan kerusakan lingkungan. Berdasarkan analisis

data hasil penelitian, perolehan skor dari kuisioner motivasi belajar siswa sangat

tinggi yaitu dari 60% menjadi 88% dengan kategori sangat tinggi.

Sementara itu untuk hasil belajar aspek kognitif, skor rata-rata yang diperoleh

pada siklus I adalah 66,12 dengan persentase ketuntasan KKM sebesar 40%

meningkat menjadi 83,88 dengan persentase ketuntasan KKM sebesar 80% pada

siklus II. Sedangkan untuk hasil belajar ranah afektif juga sesuai dengan target

pencapaian yang diharapkan yaitu adanya peningkatan pada kategori tinggi.

Dimana pada siklus I, 84% siswa berada pada kategori tinggi dan 16% dalam

kategori sedang, sedangkan pada siklus II, 100% siswa dalam kategori tinggi.

79
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

80

B. SARAN

Berdasarkan hasil penelitian, maka saran yang dapat disampaikan adalah

sebagai berikut :

1. Penerapan metode Jigsaw membantu meningkatkan motivasi dan hasil belajar

siswa sehingga dapat menjadi salah satu metode dalam proses pembelajaran di

dalam kelas.

2. Penerapan metode Jigsaw membutuhkan instruksi yang jelas kepada siswa.

Oleh karena itu, instruksi harus dipersiapkan sebaik dan sejelas mungkin

sehingga peserta didik tidak mengalami kebingungan.

3. Media kartu soal yang digunakan dapat bervariatif sehingga siswa tidak bosan.

4. Model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dapat diterapkan pada

pembelajaran biologi karena dari hasil penelitian menunjukkan hasil yang

positif.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

81

DAFTAR PUSTAKA
Anggowo, R., dan A. Kokasih., 2007, Optimalisasi Media Pembelajaran. Jakarta :
Grasindo.

Ardiyanto, A., 2013, Efektifitas Penerapan Model Kooperatif Tipe Jigsaw


Terhadap Prestasi Belajar Mata Pelajaran Akuntansi Siswa Di SMA
Negeri 2 Karanganyar Tahun Ajaran 2011/2012, Jurnal Pendidikan, UNS,
Diakses dari
http://jurnal.fkip.uns.ac.id/index.php/ekonomi/article/view/2181/1582 pada
tanggal 26 Februari 2016.

Fathurrohman dan Sutikno., 2007, Strategi Belajar Mengajar. Bandung : PT.


Refika Aditama

Fathurrohman, M., 2015, Model-model Pembelajaran Inovatif, Yogyakarta, AR-


RUZZ Media

Frederick, 2007, Motivasi Belajar. Yogyakarta : Andi Offset.

Instarini, 2011, Model Pembelajaran Inovatif, Referensi Guru dalam Menentukan


Model Pembelajaran, Media persada, Medan.

Lie, Anita., 2002. Cooperative Learning. Jakarta : Gramedia Widiasarana


Indonesia

Nana, S., dan Erliana, S., 2012, Kurikulum dan Pembelajaran Kompetensi,
Bandung : PT. Refika Aditama.

Novelia, 2011, Hakikat IPA, http://id.scribd.com/doc/63288472/Hakikat-IPA,


diakses 21 Februari 2015.

Sardiman,A.M., 2005, Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar, Jakarta : PT.


Raja Grafindo Persada.

Siska, F., 2013, Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Sebagai
Upaya Meningkatkan Minat dan Hasil Belajar Biologi Materi Sistem
Peredaran Darah Manusia pada Siswa Kelas VIII SMP Joannes Bosco
Yogyakarta, Skripsi, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.

Sumarmi, Siti., 2005, Psikologi Belajar, Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

82

Setyosari, Punaji., 2010, Metode Penelitian Pendidikan dan Pengembangannya,


Jakarta : Kencana.

Slameto, 2010, Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi, Rineka Cipta,


Jakarta

Slavin, R.,E., 2008, Cooperatif Learning: Theory, reaserch, and practice


(penerjemah Nurulita), Nusa Media, Bandung.

Sudaryono, 2012, Dasar-dasar Evaluasi Pembelajaran, Graha Ilmu, Tangerang

Sudjana, N., 2009, Penelitian hasil Proses Belajar Mengajar, Remaja


Rosdakarya, Bandung.

Sugiharto., Fathiyah, N.K., Setiawati., A.F., Harahap, F., Nurhayati, R.S., 2007,
Psikologi Pendidikan, UNY Press, Yogyakarta

Suparno, P., 2010, Metode Penelitian Pendidikan Fisika, Universitas Sanata


Dharma, Yogyakarta
Suprijono, Agus, 2009, Cooperative Learning, Teori dan PAIKEM., Pustaka
Belajar, Yogyakarta.
Tetuko, A., 2014, Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw
sebagai Upaya Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Biologi Materi
Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Kelas VIIB SMP Taman Dewasa
Ibu Pawiyatan Yogyakarta, Skripsi, Universitas Sanata Dharma,
Yogyakarta

Trianto, 2009, Mendesain Model Pembelajaran Inovatif Progresif, Konsep,


Landasan dan Imlementasinya Pada KTSP. Kencana Prenada Media,
Jakarta.

Uno, B.H., 2007, Teori Motivasi dan Pengukurannya Analisis Bidang Pendidikan,
Bumi Aksara, Jakarta

Wena, M., 2009, Strategi Pembelajaran Inovatif Kontemporer (Suatu Tinjauan


Konseptual Operasional), Bumi Aksara, Jakarta
Widyantun, D., 2012, Model Pembelajaran Jigsaw. Diakses dari
http://jurnalbidandiah.blogspot.in/2012/04/model-pembelajaran-
jigsaw.html?m=1 pada tanggal 26 Februari 2016
Winkel, W.S., 2009, Psikologi Pengajaran, Media Abadi, Yogyakarta
Yamin, M., 2012, Strategi Pembelajaran Berbasis Kompetensi, Jakarta : Gaung
Persada Press.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

83

Lampiran 1
SILABUS
Nama Sekolah : SMP Kanisius Kalasan Yogyakarta
Mata Pelajaran : IPA Biologi
Kelas : VII B
Semester : II
Standar Kompetensi : 7. Memahami saling ketergantungan dalam ekosistem
Kompetensi Materi Kegiatan Indikator Penilaian Alokasi Sumber
Dasar Pembelajaran Pembelajaran Jenis Tek- Bentuk Waktu Belajar
nik Instru-
ment
7.4Mengaplikasi- 1.Pengertian 1.Melakukan 1.Meramalkan Tes Tes Soal tes 6 x 40 Sumber :
kan peran pencemaran kegiatan dampak dari tertulis menit IPA
manusia dalam dan kerusakan pengamatan penebangan BIOLOGI
pengelolaan lingkungan. dengan hutan SMP dan
lingkungan untuk 2.Pencemaran menggunakan terhadap MTs
mengatasi lingkungan media gambar kerusakan untuk
pencemaran dan berdasarkan yang berkaitan lingkungan kelas VII,
kerusakan sifat zat dan dengan dan upaya pengarang
lingkungan. lingkungannya. pencemaran untuk Saktiyono,
3.Cara mengatasi lingkungan mengatasinya Penerbit :
pencemaran 2.Melakukan 2.Mengklasifik PT.
dan kerusakan kegiatan asikan Gelora
lingkungan. diskusi tentang pencemaran Aksara
pencemaran berdasarkan Pratama.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

84

lingkungan macam
dan cara pencemara
penanggulanga 3.Mengaitkan Alat :
nnya aktivitas Kartu soal
3.Menyimpulka manusia
n dampak dari dengan
pencemaran pencemaran
lingkungan lingkungan
dan upaya 4.Mengusulkan
untuk cara
mengatasinya. mencegah
dan
mengatasi
pencemaran
dan
kerusakan
lingkungan.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

85

Lampiran 2
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
Siklus I
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
Siklus I
Nama Sekolah : SMP Kanisius Kalasan Yogyakarta
Mata Pelajaran : IPA Biologi
Kelas : VII
Semester/Tahun Ajaran : II (genap)/2015-2016
Alokasi Waktu : 3 x 40 menit (2 pertemuan)
A. Standar Kompetensi
7. Memahami saling ketergantungan dalam ekosistem
B. Kompetensi Dasar
7.4 Mengaplikasikan peran manusia dalam pengelolaan lingkungan untuk
mengatasi pencemaran dan kerusakan lingkungan
C. Indikator
1. Kognitif
a. Menjelaskan pengertian pencemaran lingkungan
b. Menyebutkan ciri-ciri lingkungan alami dan lingkungan tercemar
c. Menentukan lingkungan alami dan lingkungan tercemar
d. Meramalkan dampak penebangan hutan
e. Mengusulkan upaya mencegah dan mengatasi kerusakan lingkungan
akibat penebangan hutan
2. Afektif
a. Aktif berpartisipasi dalam kegiatan belajar mengajar
b. Antusias dalam mengikuti pembelajaran
c. Serius melakukan kegiatan diskusi
d. Bertanggung jawab atas tugas yang diberikan
e. Kerjasama dan saling menghargai pendapat teman selama
melaksanakan diskusi
D. Tujuan Pembelajaran
Setelah melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan model pembelajaran
kooperatif tipe jigsaw, siswa dapat :
1. Kognitif
a. Menjelaskan pengertian pencemaran lingkungan
b. Menyebutkan ciri-ciri lingkungan alami dan lingkungan tercemar
c. Menentukan lingkungan alami dan lingkungan tercemar
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

86

d. Meramalkan dampak penebangan hutan


e. Mengusulkan upaya mencegah dan mengatasi kerusakan lingkungan
akibat penebangan hutan
2. Afektif
a. Melalui kegiatan yang dirancang oleh guru, siswa mampu aktif
berpartisipasi dalam kegiatan belajar mengajar
b. Siswa mampu bersikap antusias dalam mengikuti pembelajaran
c. Siswa dapat melakukan kegiatan diskusi dengan serius
d. Siswa memiliki rasa tanggung jawab atas tugas yang diberikan
e. Siswa mampu melaksanakan diskusi dengan semangat kerjasama dan
saling menghargai pendapat teman
E. Materi Pembelajaran
A. Pengertian Pencemaran Lingkungan
B. Ciri-ciri Lingkungan Alami dan Tercemar
C. Kerugian Akibat Penebangan Hutan
F. Model dan Metode Pembelajaran
1. Model pembelajaran : Pembelajaran Kooperatif
2. Metode pembelajaran : diskusi, tanya-jawab, jigsaw, dan ceramah
G. Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan Fase Kegiatan Guru dan Siswa
(waktu)
Pendahuluan Melakukan apersepsi, 1. Menanyakan kabar dan
(10 menit) dan memotivasi siswa mengecek kehadiran siswa
serta menyampaikan 2. Memulai pelajaran dengan doa
tujuan pembelajaran 3. Diajukan pertanyaan :
pernahkah kalian melihat
penebangan hutan liar ?
4. Menampilkan gambar
penebangan hutan liar.
5. Menyampaikan tujuan
pembelajaran yang akan dicapai
Inti (60 menit) Eksplorasi 6. Menceritakan fenomena yang
berkaitan dengan pencemaran
dan kerusakan lingkungan
misalnya bercerita tentang
penebangan hutan yang sering
terjadi di Indonesia. Kemudia
diajukan pertanyaan :
Apakah kalian tahu akibat
dari penebangan hutan
bagi makhluk hidup ?
Kira-kira bagaimana cara
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

87

mengatasinya ?
7. Siswa memberikan tanggapan
atas fenomena yang diajukan
oleh guru.
Mengorganisasi siswa 8. Mengorganisasi siswa duduk
dalam kelompok dalam kelompok dan membagi
belajar kartu soal yang berisi
pertanyaan yang berkaitan
dengan pencemaran dan
kerusakan lingkungan.
Kelompok yang terbentuk ini di
sebut kelompok asal.
9. Siswa yang mendapat kartu soal
yang sama berkumpul
membentuk kelompok baru
yang disebut kelompok ahli.
10. Siswa melaksanakan kegiatan
diskusi untuk menjawab
pertanyaan yang ada di kartu
soal dengan bantuan buku
biologi.
Elaborasi 11. Masing-masing siswa kembali
ke kelompok asal dan
menyampaikan hasil diskusi
yang telah dikerjakan dari
kelompok ahli ke kelompok
asal.
12. Presentasi kelas

Klarifikasi/Konfirmasi 13. Guru mengklarifikasi hasil


jawaban yang belum tepat dan
memberi penguatan pada
jawaban yang sudah benar.
14. Guru menanyakan pada siswa
apakah semua sudah memahami
tentang materi yang dibahas/
adakah hal yang belum
dimengerti ?
Penutup (10 15. Membimbing siswa membuat
menit) rangkuman tentang materi yang
telah di bahas.
16. Mengajak siswa untuk
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

88

melakukan refleksi dengan


mengajukan pertanyaan tentang
perasaan dan manfaat apa yang
didapat dari pembelajaran hari
ini.
17. Mengingatkan siswa
mempelajari materi yang akan
dipelajari pada pertemuan
berikutnya.

Pertemuan kedua (1 x 40 menit)


Kegiatan Fase Kegiatan Guru dan Siswa
(waktu)
Pendahuluan Melakukan apersepsi, 1. Guru mengucapkan salam
(5 menit) dan memotivasi siswa pembuka dan memeriksa
serta menyampaikan kesiapan siswa untuk mengikuti
tujuan pembelajaran. kegiatan pembelajaran.
2. Guru menyampaikan tujuan
pembelajaran
Inti (15 menit) Eksplorasi 3. Guru mengajak siswa untuk
mengingatkan kembali materi
yang telah diajarkan pada
pertemuan sebelumnya.
Mengorganisasikan 4. Guru meminta siswa untuk
siswa dalam berkumpul pada kelompok asal
kelompok belajar. yang telah dibentuk pada
pertemuan sebelumnya.
Elaborasi 5. Setiap kelompok
mempresentasikan hasil diskusi
di depan kelas. Pada bagian ini
yang presentasi adalah anggota
kelompok yang bukan
merupakan ahli pada materi
yang dipresentasikan.
Klarifikasi/Konfirmasi 6. Guru mengklarifikasi hasil
jawaban yang belum tepat dan
memberi penguatan pada
jawaban yang sudah benar.
7. Guru menanyakan pada siswa
apakah semua sudah memahami
tentang materi yang dibahas/
adakah hal yang belum
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

89

dimengerti ?
Penghargaan 8. Guru memberikan pujian dan
hadiah kepada siswa atau
kelompok yang menjawab
dengan benar.
Penutup (20 9. Guru bertanya tentang hal-hal
menit) yang belum diketahui oleh
siswa
10. Guru meminta siswa untuk
menyimpulkan materi yang
telah dipelajari.
Post test

H. Sumber Belajar
1. IPA BIOLOGI SMP dan MTs untuk kelas VII, pengarang Saktiyono,
Penerbit : PT. Gelora Aksara Pratama
I. Alat dan Bahan
1. Buku tulis atau alat tulis
2. Kartu soal
J. Penilaian
1. Jenis penilaian
a. Tes (post test)
b. Non tes (observasi dan kuisioner)
2. Bentuk instrument
a. Uraian
b. Lembar observasi
c. Lembar kuisioner

Yogyakarta, Maret 2016


Mengetahui

Dosen Pembimbing Praktikan

Drs. Antonius Tri Priantoro M.For.Sc Alfonsa Diana Seran


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

90

Lampian 3
Kisi-kisi Kartu Soal Siklus I

Aspek Indikator Nomor Kartu Soal


Kognitif Menjelaskan pengertian pencemaran I
lingkungan
Menyebutkan ciri-ciri lingkungan alami I
dan lingkungan tercemar
Membedakan pencemaran berdasarkan II
sumbernya
Meramalkan dampak penebangan hutan III
Mengusulkan upaya mengatasi IV
kerusakan lingkungan
Menjelaskan manfaat hutan V
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

91

Lampiran 4
Kartu Soal Siklus I
Pencemaran Lingkungan
Kartu Soal I
1. Apa yang dimaksud dengan pencemaran lingkungan ?
2. Sebutkan perbedaan lingkungan alami dan lingkungan tercemar !

Kartu Soal II
1. Jelaskan 3 pencemaran lingkungan berdasarkan sumber atau sifat zat pencemar !
2. Sebutkan contoh bahan-bahan pencemar lingkungan berdasarkan sumbernya.

Kartu Soal III

Jika Anda menemukan hutan yang telah gundul, menurut kalian apa saja dampak
dari penebangan hutan tersebut bagi makhluk hidup !

Kartu Soal IV

Berilah usulan upaya untuk mencegah dan mengatasi kerusakan lingkungan


akibat penebangan hutan!

Kartu Soal V

Jelaskan manfaat hutan tropis indonesia


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

92

Lampiran 5
Kisi-Kisi Soal Tes Akhir (Post test) Siklus I
Nama Sekolah : SMP Kanisius Kalasan Yogyakarta
Kelas/semester : VII/II
Mata Pelajaran : IPA Biologi
Jenis Soal : Uraian
Penyusun : Alfonsa Diana Seran
Indikator Aspek Nomor
Pengetahuan Pemahaman Penerapan Soal
(C1) (C2) (C3)
Tes Akhir (Postest) Siklus I
a. Menjelaskan 1 1
pengertian
pencemaran
lingkungan

b. Menyebutkan 1 2
ciri-ciri
lingkungan
alami dan
tercemar

c. Membedakan 1 3
pencemaran
berdasarkan
sifat sat
d. Menjelaskan 1 6
kegunaan hutan
hujan tropis

e. Menjelaskan 1 4
dampak
penebangan
hutan

f. Menjelaskan 1 5
usaha-usaha
mencegah dan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

93

mengatasi
kerusakan
lingkungan
akibat
penebangan
hutan

Jumlah Soal 6
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

94

Lampiran 6
Nama Lengkap :
No Absen :
POST TEST (TES AKHIR)
SIKLUS I
Mata Pelajaran : IPA Biologi
Kelas/Semester : VII/II
Materi : Pencemaran Lingkungan
Waktu : 20 menit
Petunjuk :
1. Tuliskan nama dan nomor presensi Anda pada tempat yang telah disediakan
2. Bacalah soal dengan teliti sebelum menjawabnya
3. Kerjakan soal pada lembar soal
4. Periksalah pekerjaan Anda sebelum diserahkan kepada guru
5. Jawablah pertanyaan berikut dengan singkat dan jelas

1. Apakah yang dimaksud dengan pencemaran lingkungan ? (5)


Jawaban :






..

2. Sebutkan 3 ciri-ciri lingkungan alami dan lingkugan tercemar ! (12)


Jawaban :





PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

95

3. Sebutkan 3 pencemaran lingkungan berdasarkan sifat zat! (6)


Jawaban :






..

4. Menurut Anda, bagaimana dampak perusakan hutan terhadap lingkungan ? (10)


Jawaban :






5. Jelaskan upaya apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi terjadinya kerusakan
lingkungan akibat penebangan hutan. (10)
Jawaban :






6. Sebutkan manfaat hutan bagi makhluk hidup ! (8)


Jawaban :






..
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

96

Lampiran 7
Kunci Jawaban dan Pedoman Skor Tes Akhir (Post test) Siklus I
No Jawaban Skor
1 Pengertian pencemaran lingkungan : Jika menjawab benar
Peristiwa masuknya zat-zat atau komponen lain skor 5
yang merugikan ke dalam lingkungan Jika menjawab kurang
lengkap skor 2
Jika menjawab salah
skor 1
Jika tidak menjawab
skor 0
2 Ciri-ciri lingkungan alami : Jika menjawab benar
Masih ditemukan serangga 6 poin tersebut skor 12
Tumbuhan menghijau Jika menjawab benar
Udara yang segar 1 pada masing-
Ciri-ciri lingkungan tercemar : masing-masing
Tidak ditemukan serangga pertanyaan mendapat
Udara tidak segar skor 4.
Jarang ditemui tumbuhan hijau Jika menjawab salah
skor 1
Jika tidak menjawab
skor 0
3 Pencemaran berdasarkan sifat : Jika menjawab benar
Pencemaran kimiawi skor 6 (1 poin skornya
Pencemaran fisik 2)
Pencemaran biologis Jika menjawab salah
skor 1
Jika tidak menjawab
skor 0
4 Dampak kerusakan hutan : Jika menjawab benar
Terjadinya erosi skor 10 (masing-
Hilangnya kesuburan tanah masing poin skornya
Berkurang dan bahkan hilangnya persediaan air 2)
tanah Jika menjawab salah
Banjir skor 1
Berkurang dan bahkan punahnya Jika tidak menjawab
keanekaragaman hayati skor 0
5 Upaya mengatasi kerusakan hutan : Jika menjawab benar
Peremajaan Hutan skor 10 (masing-
Reboisasi masing poin skornya
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

97

Memberikan sanksi terhadap yang merusak 2)


hutan Jika menjawab salah
Tebang pilih skor 1
Membuat huan lindung Jika tidak menjawab
skor 0
6 Manfaat hutan : Jika menjawab benar
Penyedia Oksigen dan penyerap karbon skor 8 (masing-
dioksida masing poin skornya
Tempat tinggal makhluk hidup 2)
Sumber pangan Jika menjawab salah
Mencegah erosi dan menahan aliran air skor 1
Jika tidak menjawab
skor 0
Total Skor Maksimal 51
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

98

Lampiran 8
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

99
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

100
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

101
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

102

Lampiran 9
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
Siklus II
Nama Sekolah : SMP Kanisius Kalasan Yogyakarta
Mata Pelajaran : IPA Biologi
Kelas : VII
Semester/Tahun Ajaran : II (genap)/2015-2016
Alokasi Waktu : 3 x 40 menit (2 pertemuan)
A. Standar Kompetensi
7. Memahami saling ketergantungan dalam ekosistem
B. Kompetensi Dasar
7.4 Mengaplikasikan peran manusia dalam pengelolaan lingkungan untuk
mengatasi pencemaran dan kerusakan lingkungan
C. Indikator
1. Kognitif
a. Menjelaskan pengertian macam-macam pencemaran lingkungan
b. Membedakan macam-macam pencemaran lingkungan
c. Mengaitkan pencemaran suara dengan kesehatan manusia
d. Meramalkan dampak pencemaran lingkungan berdasarkan macam-
macam pencemarannya
e. Mengusulkan upaya mencegah dan mengatasi pencemaran dan
kerusakan lingkungan
2. Afektif
a. Aktif berpartisipasi dalam kegiatan belajar mengajar
b. Antusias dalam mengikuti pembelajaran
c. Melakukan kegiatan diskusi dengan serius
d. Bertanggung jawab atas tugas yang diberikan
e. Melaksanakan diskusi dengan semangat kerjasama dan saling
menghargai pendapat teman
D. Tujuan Pembelajaran
Setelah melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan model pembelajaran
kooperatif tipe jigsaw, siswa dapat :
1. Kognitif
a. Menjelaskan pengertian macam-macam pencemaran lingkunga
b. Membedakan macam-macam pencemaran lingkungan
c. Mengaitkan pencemaran suara dengan kesehatan manusia
d. Meramalkan dampak pencemaran lingkungan berdasarkan macam-
macam pencemarannya
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

103

e. Mengusulkan upaya mencegah dan mengatasi pencemaran dan


kerusakan lingkungan

2. Afektif
a. Melalui kegiatan yang dirancang oleh guru, siswa mampu aktif
berpartisipasi dalam kegiatan belajar mengajar
b. Siswa mampu bersikap antusias dalam mengikuti pembelajaran
c. Siswa dapat melakukan kegiatan diskusi dengan serius
d. Siswa memiliki rasa tanggung jawab atas tugas yang diberikan
e. Siswa mampu melaksanakan diskusi dengan semangat kerjasama dan
saling menghargai pendapat teman
D. Materi Pembelajaran
A. Macam-macam Pencemaran Lingkungan
B. Usaha-usaha Mencegah dan Mengatasi Pencemaran dan Kerusakan
Lingkungan
E. Model dan Metode Pembelajaran
1. Model pembelajaran : Pembelajaran Kooperatif
2. Metode pembelajaran : diskusi, tanya-jawab, jigsaw, dan ceramah
F. Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan Fase Kegiatan Guru dan Siswa
(waktu)
Pendahuluan Melakukan apersepsi, 1. Menanyakan kabar dan
(10 menit) dan memotivasi siswa mengecek kehadiran siswa
serta menyampaikan 2. Memulai pelajaran dengan doa
tujuan pembelajaran 3. Menampilkan gambar produk-
produk kosmetik.
4. Diajukan pertanyaan : apakah
kalian sering melihat dan
menggunakan produk-produk
berikut (parfum, shampo, dan
detergen) ?
Apa yang kalian rasakan saat
menggunakan produk-produk
tersebut ?
5. Menyampaikan tujuan
pembelajaran yang akan dicapai
Inti (60 menit) Eksplorasi 6. Menceritakan fenomena yang
berkaitan dengan pencemaran
dan kerusakan lingkungan
misalnya bercerita tentang
seorang anak yang biasa
mencuci pakaiannya
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

104

menggunakan detergen.
Kemudian diajukan pertanyaan :
Apakah kalian pernah
menelusuri sisa air
detergen ?
Kira-kira kemana perginya
air itu ?
Adakah dampak yang
ditimbulkan dari air
detergen bagi makhluk
hidup ?
7. Siswa memberikan tanggapan
atas fenomena yang diajukan
oleh guru.
Mengorganisasi siswa 8. Mengorganisasi siswa duduk
dalam kelompok dalam kelompok dan membagi
belajar kartu soal yang berisi
soal/pertanyaan-pertanyaan
yang berkaitan dengan
pencemaran dan kerusakan
lingkungan. Kelompok yang
terbentuk ini di sebut kelompok
asal.
9. Siswa yang mendapat kartu soal
yang sama berkumpul
membentuk kelompok baru
yang disebut kelompok ahli
10. Siswa melaksanakan diskusi
untuk menjawab soal yang ada
di kartu soal.

Elaborasi 11. Masing-masing siswa kembali


ke kelompok asal dan
menyampaikan hasil diskusi
yang telah dikerjakan dari
kelompok ahli ke kelompok
asal.
12. Presentasi kelas

Klarifikasi/Konfirmasi 13. Guru mengklarifikasi hasil


jawaban yang belum tepat dan
memberi penguatan pada
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

105

jawaban yang sudah benar.


14. Guru menanyakan pada siswa
apakah semua sudah memahami
tentang materi yang dibahas/
adakah hal yang belum
dimengerti ?
Penutup (10 15. Membimbing siswa membuat
menit) rangkuman tentang materi yang
telah di bahas.
16. Mengajak siswa untuk
melakukan refleksi dengan
mengajukan pertanyaan tentang
perasaan dan manfaat apa yang
didapat dari pembelajaran hari
ini.
17. Mengingatkan siswa
mempelajari materi yang akan
dipelajari pada pertemuan
berikutnya.

Pertemuan kedua (1 x 40 menit)


Kegiatan Fase Kegiatan Guru dan Siswa
(waktu)
Pendahuluan Melakukan apersepsi, 1. Guru mengucapkan salam
(5 menit) dan memotivasi siswa pembuka dan memeriksa
serta menyampaikan kesiapan siswa untuk mengikuti
tujuan pembelajaran. kegiatan pembelajaran.
2. Guru menyampaikan tujuan
pembelajaran
Inti (15 menit) Eksplorasi 3. Guru mengajak siswa untuk
mempelajari yang akan dibahas
dengan mengingatkan kembali
materi yang telah diajarkan pada
pertemuan sebelumnya.

Mengorganisasikan 4. Guru meminta siswa untuk


siswa dalam berkumpul pada kelompok asal
kelompok belajar. yang telah dibentuk pada
pertemuan sebelumnya.
Elaborasi 5. Setiap kelompok
mempresentasikan hasil diskusi
di depan kelas. Pada bagian ini
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

106

yang presentasi adalah anggota


kelompok yang bukan
merupakan ahli pada materi
yang dipresentasikan.
Klarifikasi/Konfirmasi 6. Guru mengklarifikasi hasil
jawaban yang belum tepat dan
memberi penguatan pada
jawaban yang sudah benar.
7. Guru menanyakan pada siswa
apakah semua sudah memahami
tentang materi yang dibahas/
adakah hal yang belum
dimengerti ?
Penghargaan 8. Guru memberikan pujian dan
hadiah kepada siswa atau
kelompok yang menjawab
dengan benar.
Penutup (20 9. Guru bertanya tentang hal-hal
menit) yang belum diketahui oleh
siswa
10. Guru dan siswa merangkum
materi yang telah dipelajari.
Post test

G. Sumber Belajar
1. IPA BIOLOGI SMP dan MTs untuk kelas VII, pengarang Saktiyono,
Penerbit : PT. Gelora Aksara Pratama
H. Alat dan Bahan
1. Buku tulis atau alat tulis
2. Kartu soal
I. Penilaian
1. Jenis penilaian
a. Tes (pretest dan post test)
b. Non tes (observasi dan kuisioner)
2. Bentuk instrument
a. Uraian
b. Lembar observasi
c. Lembar kuisioner
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

107

Yogyakarta, Maret 2016


Mengetahui

Dosen Pembimbing Praktikan

Drs. Antonius Tri Priantoro M.For.Sc Alfonsa Diana Seran


NPP : P.2098
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

108

Lampiran 10
Kisi-kisi Kartu Soal Siklus II
Aspek Indikator Nomor Kartu
Soal
Kognitif Menjelaskan pengertian pencemaran air I
Menjelaskan pengertian pencemaran II
udara
Menjelaskan pengertian pencemaran III
tanah
Menjelaskan pengertian pencemaran IV
suara
Meramalkan dampak pencemaran I-V
lingkungan
Mengusulkan upaya mencegah dan I-V
mengatasi pencemaran dan kerusakan
lingkungan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

109

Lampiran 11
Kartu Soal Siklus II
Kartu Soal I
1. Jelaskan pengertian pencemaran air
2. Jelaskan 3 sumber pencemaran air dan dampaknya bagi lingkungan
3. Jelaskan cara mengatasi kerusakan lingkungan akibat pencemaran air
Kartu Soal II
1. Jelaskan pengertian pencemaran udara
2. Sebutkan bahan-bahan pencemar udara yang ada di lingkungan sekitarmu !
3. Bagaimana cara mengatasi pencemaran lingkungan yang terjadi di sekitarmu
akibat pencemaran udara.
Kartu Soal III
1. Jelaskan pengertian pencemaran tanah
2. Sebutkan bahan pencemar tanah dan dampaknya bagi makhluk hidup
3. Sebutkan cara mengatasi kerusakan lingkungan akibat pencemaran tanah
Kartu Soal IV
1. Jelaskan pengertian pencemaran suara
2. Jelaskan sumber-sumber pencemaran suara yang terdapat disekitar tempat tinggal
Anda
3. Jelaskan dampak pencemaran udara bagi kesehatan manusia
4. Sebutkan cara yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi pencemaran suara yang
terjadi disekitar tempat tinggal Anda
Kartu Soal V
1. Limbah rumah tangga, CFC, limbah industri, karbon dioksida, panambangan,
nitrogen monoksida, suara mesin, karbon monoksida, limbah minyak, pestisida,
hujan asam, asap, linkungan social dan suara kendaraan . Kelompokkanlah
berdasarkan macam-macam pencemaran lingkungan.
2. Apa yang dimaksud dengan efek rumah kaca ?
3. Apa saja dampak efek rumah kaca bagi lingkungan dan makhluk hidup
4. Bagaimana cara mengatasi masalah efek rumah kaca
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

110

Lampiran 12
Kisi-Kisi Soal Tes Akhir (Postest) Siklus II
Nama Sekolah : SMP Kanisius Kalasan Yogyakarta
Penyusun : Alfonsa Diana Seran
Kelas/semester : VII/II
Mata Pelajaran : IPA Biologi
Jenis Soal : Uraian
Indikator Aspek Nomor
Pengetahuan Pemahaman Penerapan Soal
(C1) (C2) (C3)
Test Akhir (Postest) Siklus II
1. Pencemaran air 1 1

2. Mengelompokkan 1 2
macam-macam
pencemaran

3. Pencemaran Udara 1 3

4. Menjelaskan dampak 1 4
pencemaran
air,tanah,udara dan
suara
5. Menjelaskan usaha- 1 5
usaha mencegah dan
mengatasi pencemaran
dan kerusakan
lingkungan

Jumlah Soal 5
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

111

Lampiran 13

Nama Lengkap :
No Absen :

POST TEST (TES AKHIR)


SIKLUS II
Mata Pelajaran : Biologi
Kelas/Semester : VII/II
Materi : Pengelolahan Lingkungan
Waktu : 20 menit
Petunjuk :
1. Tuliskan nama dan nomor presensi Anda pada tempat yang telah disediakan
2. Bacalah soal dengan teliti sebelum menjawabnya
3. Kerjakan soal pada lembar soal
4. Periksalah pekerjaan Anda sebelum diserahkan kepada guru
5. Jawablah pertanyaan berikut dengan singkat dan jelas

1. Sebuah sungai mengalir di pinggir suatu pemukiman padat penduduk. Penduduk


di sekitar sungai melakukan aktivitas mencuci baju, mandi dan membuang
kotoran di sungai tersebut. Pencemaran apa yang terjadi pada sungai tersebut ? (5)
Jawaban :




2. Limbah rumah tangga, CFC, limbah industri, karbon dioksida, penambangan,
nitrogen monoksida, suara mesin, karbon monoksida, limbah minyak, pestisida,
hujan asam, asap, linkungan sosial dan suara kendaraan . Kelompokkanlah
berdasarkan macam-macam pencemaran lingkungan.(14)
Jawaban :




PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

112

3. Sebutkan di daerah mana pencemaran udara biasanya terjadi dan mengapa


demikian.(10)
Jawaban :







4. Berilah masing-masing 3 dampak pencemaran air, udara, tanah dan suara bagi
makhluk hidup. (24)
Jawaban :









5. Berilah masing-masing 3 usulan untuk mengatasi kerusakan lingkungan akibat
pencemaran tanah, udara, air dan suara. (24)
Jawaban :
.......................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

113

Lampiran 14
Kunci Jawaban dan Pedoman Skor Tes Akhir (Post test) Siklus II
No Jawaban Skor
1 Pencemaran air Jika menjawab benar
skor 5
Jika menjawab kurang
lengkap skor 3
Jika menjawab salah
skor 1
Jika tidak menjawab
skor 0
2 Pencemaran air : limbah rumah tangga, limbah Jika menjawab benar
industri, limbah minyak. semua skor 14
Pencemaran udara : CFC, Karbon dioksida, Jika menjawab salah
Nitrogen monoksida, Asap. skor 1
Pencemaran suara : suara mesin, lingkungan Jika tidak menjawab
social dan suara kendaraan skor 0
Pencemaran tanah : penambangan, pestisida dan
hujan asam
3 Pencemaran udara biasanya terjadi di kota-kota Jika menjawab benar
besar dan daerah industry (pabrik). Karena di skor 10
daerah-daerah tersebut biasanya padat dengan Jika menjawab salah
pembakaran bahan bakar dari kendaraan dan gas skor 1
buangan pabrik. Jika tidak menjawab
skor 0
4 Pencemaran air : banjir, kekurangan air bersih, Jika menjawab benar
penyakit kulit skor 24 (masing-
Pencemaran udara :gangguan saluran masing poin skornya
pernafasan, tercemarnya udara, berdampak 2)
buruk pada kulit. Jika menjawab salah
Pencemaran Tanah : membunuh skor 1
mikroorganisme, tanah tidak subur, tanaman Jika tidak menjawab
sulit tumbuh skor 0
Pencemaran suara : Pendengaran berkurang,
pusing dan mudah marah

5 Upaya mengatasi pencemaran lingkungan: Jika menjawab benar


Pencemaran air : Harus ada penampungan limbah, skor 24 (masing-
Limbah didaur ulang/diolah kembali, Tidak masing poin skornya
membuang limbah di sembarang tempat, Tidak 2)
membuang sampah di selokan/sungai Jika menjawab salah
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

114

skor 1
Pencemaran udara : Mengurangi pemakaian bahan Jika tidak menjawab
bakar fosil, Tidak membakar sampah di skor 0
pekarangan, Reboisasi

Pencemaran tanah : Daur ulang sampah organik,


Membuang sampah pada tempatnya, menjaga
kebersihan lingkungan.

Pencemaran suara : Membuat dinding kedap


suara, Menanam tanaman di sekitar rumah yang
dapat meredam suara, Tidak rebut, Tidak
membangun pabrik di dekat tempat tinggal
warga,pekerja menggunakan peredam suara di
telingan.

Total Skor Maksimal 77


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

115

Lampiran 15
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

116
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

117
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

118
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

119

Lampiran 16
KISI-KISI MOTIVASI AWAL
Aspek Indikator Pernyataan Pernyataan
Positif Negatif
Motivasi Persiapan siswa 7 16
Perasaan siswa terhadap pelajaran Biologi 2 9
Perhatian siswa kepada guru dan teman 12 19
Siswa sungguh-sungguh dalam mengerjakan 5 18
tugas individu maupun kelompok
Keterlibatan Menanggapi penjelasan atau pembahasan yang 8 17
siswa diberikan oleh guru
Mencari jawaban pertanyaan dari buku atau 6 11
sumber lain
Mengikuti jalannya diskusi dengan sepenuh hati 10 1
Mencatat hal-hal yang penting 4 13
Memiliki rasa tanggung jawab terhadap kegiatan 14 20
pembelajaran
Hasil belajar yang dicapai 3 15
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

120

Lampiran 17
Kuisioner Motivasi Awal
Nama :
No. Absen :
Petunjuk :
1. Bacalah setiap pernyataan dengan seksama sebelum Anda memberikan jawaban.
2. Kuisioner ini bertujuan untuk mengetahui seberapa motivasi Anda untuk mempelajari
materi Biologi.
3. Kuisioner ini tidak berpengaruh terhadap nilai Anda. Oleh karena itu, jawablah sesuai
keadaan yang sebenarnya.
4. Beri tanda centang () pada jawaban yang sesuai dengan keadaan Anda pada kolom yang
disediakan dengan ketentuan sebagai berikut :
STS : Sangat Tidak Setuju
TS : Tidak Setuju
S : Setuju
SS : Sangat Setuju

No Pernyataan SS S TS STS
1 Saya malas untuk berdiskusi dalam kelompok
2 Saya senang belajar Biologi karena keinginan
saya sendiri, bukan karena disuruh orang tua
3 Saya merasa puas dengan hasil belajar yang
sudah saya capai
4 Saya selalu mencatat hal-hal yang penting
ketika belajar Biologi
5 Saya selalu mengerjakan tugas yang diberikan
oleh guru
6 Saya berusaha mencari informasi dari sumber
lain selain LKS ketika belajar Biologi
7 Saya sudah mempelajari materi dari LKS
sebelum diajarkan disekolah
8 Saya menanggapi materi yang disampaikan
oleh guru selama proses belajar mengajar
9 Saya bosan belajar biologi karena itu bukan
keinginan saya melainkan orang tua saya
10 Saya berperan aktif dalam diskusi kelompok
11 Saya tidak mencari informasi dari sumber lain
selain LKS ketika belajar Biologi
12 Saya selalu mendengarkan dan memperhatikan
penjelasan dari guru atau teman
13 Saya tidak pernah mencatat hal-hal penting
yang disampaikan oleh guru.
14 Saya dapat dengan mudah memahami materi
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

121

Biologi
15 Saya tidak puas dengan hasil belajar yang saya
capai
16 Saya tidak pernah mempelajari LKS Biologi
ketika berada di rumah
17 Saya tidak pernah memperhatikan penjelasan
guru mengenai materi yang disampaikan
18 Saya malas mengerjakan tugas Biologi
19 Saya tidak mendengarkan penjelasan dari guru
atau teman
20 saya tidak berperan aktif dalam kelompok
ketika menjawab pertanyaan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

122

Lampiran 18
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

123
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

124

Lampiran 19
KISI-KISI MOTIVASI AKHIR
No Indikator Pernyataan Pernyataan
Positif Negatif
Motivasi Persiapan siswa untuk belajar Biologi 9 16
Memperhatikan penjelasan dari guru dan teman 1 15
Mengerjakan tugas yang diberikan secara 6 10
sungguh-sungguh baik individu maupun kelompok
Metode Kartu soal yang diberikan menarik perhatian 2 8
jigsaw
Meningkatkan semangat belajar siswa 4 11
Meningkatkan pemahaman siswa 3 18
Perasaan senang terhadap metode dan materi 5 20
Keterlibatan Mengikuti jalannya diskusi dengan sepenuh hati 12 17
siswa
Mencatat hal-hal penting yang telah disampaikan 14 7
baik guru maupun teman
Hasil belajar yang dicapai 19 13
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

125

Lampiran 20
Kuisioner Motivasi Akhir
Nama :
No Absen :
Petunjuk :
1. Bacalah setiap pernyataan baik-baik sebelum Anda memberikan jawaban.
2. Kuisioner ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana motivasi belajar Anda dalam mata
pelajaran Biologi menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw.
3. Kuisioner ini tidak berpengaruh terhadap nilai Anda. Oleh karena itu, jawablah sesuai
keadaan yang sebenarnya.
4. Beri tanda silang (x) pada jawaban yang sesuai dengan keadaanmu pada kolom yang telah
disediakan dengan ketentuan sebagai berikut :
STS : Sangat Tidak Setuju
TS : Tidak Setuju
S : Setuju
SS : Sangat Setuju
No Pernyataan SS S TS STS
1 Saya memperhatikan penjelasan guru dan teman
selama proses pembelajaran Biologi dengan metode
jigsaw
2 Dalam belajar Biologi menggunakan model
pembelajaran kooperatif tipe jigsaw saya selalu
berusaha menguasai materinya secara mendalam
melalui kartu soal.
3 Melalui metode jigsaw saya lebih mudah memahami
materi pencemaran dan kerusakan lingkungan
4 Dengan metode jigsaw semangat belajar saya semakin
meningkat
5 Saya senang saat guru menjelaskan materi dengan
metode jigsaw
6 Saya sungguh-sungguh mengerjakan tugas selama
proses pembelajaran biologi dengan metode jigsaw
7 Saya tidak pernah mencatat penjelasan dari guru dan
diskusi kelompok
8 Dalam belajar Biologi menggunakan model
pembelajaran kooperatif tipe jigsaw saya malas
menjawab pertanyaan yang ada di kartu soal
9 Saya tertarik membaca materi pencemaran dan
kerusakan lingkungan untuk mempersiapkan diri
dalam pembelajaran dengan metode jigsaw
10 Saya malas-malasan ketika mengerjakan tugas selama
proses pembelajaran biologi dengan metode jigsaw
11 Saya merasa belajar dengan metode jigsaw terlalu
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

126

susah sehingga saya kurang bersemangat


12 Saya aktif dalam diskusi kelompok baik dalam
kelompok ahli maupun kelompok asal
13 Saya tidak puas dengan hasil belajar yang saya capai
14 Saya mencatat hal-hal penting
15 Saya tidak memperhatikan penjelasan guru dan teman
selama proses pembelajaran Biologi dengan metode
jigsaw
16 Saya tidak tertarik membaca materi pencemaran dan
kerusakan lingkungan dalam pembelajaran dengan
metode jigsaw
17 Saya tidak membantu saat kelompok mengerjakan
tugas yang diberikan oleh guru melalui kartu soal
18 Materi pencemaran dan kerusakan lingkungan menjadi
susah dipahami dengan metode jigsaw
19 Saya merasa puas dengan hasil belajar yang sudah
dicapai
20 Pembelajaran dengan metode jigsaw membuat saya
bosan karena terlalu banyak diskusi.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

127

Lampiran 21
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

128
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

129

Lampiran 22
LEMBAR OBSERVASI RANAH AFEKTIF SISWA SIKLUS I DAN SIKLUS II

Kelompok : Hari/Tanggal :
Petunjuk :
1. Tuliskan nama/nomor absen siswa dari kelompok yang Anda amati pada kolom yang tersedia di tabel!
2. Amatilah kegiatan siswa selama proses pembelajaran!
3. Berilah lingkaran pada skor yang sesuai dengan pengamatan Anda!
No Aspek yang Nama/Nomor Absen
diamati
1 Siswa 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
memperhatikan
penjelasan guru
2 Siswa antusias 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
ketika bergabung
dalam kelompok
asalnya.
3 Siswa antusias 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
ketika
mendapatkan
kartu soal
4 Siswa antusias 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
ketika berkumpul
dengan kelompok
ahli
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

130

5 Siswa serius saat 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4


berdiskusi dalam
kelompok ahli
6 Siswa bekerja 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
sama dengan
teman saat
mengerjakan
kartu soal
7 Siswa mencari 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
tahu jawaban dari
pertanyaan
diskusi melalui
hand uot atau
buku Biologi yang
ada
8 Siswa percaya diri 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
ketika
menyampaikan
pendapatnya
dalam kelompok
ahli
9 Siswa 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
bertanggung
jawab atas
tugasnya yaitu
menyampaikan
hasil diskusi yang
di peroleh dari
kelompok ahli
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

131

kepada teman
kelompok asalnya
10 Siswa 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
menyampaikan
hasil diskusi dari
kelompok asal
dengan percaya
diri

11 Siswa mengikuti 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
diskusi dalam
kelompok asal
dengan serius
12 Siswa menghargai 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
pendapat teman
yang disampaikan
saat diskusi
13 Siswa bertanya 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
kepada guru atau
teman ketika
merasa kurang
jelas

14 Siswa 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
mempresentasikan
hasil diskusi
kelompok dalam
diskusi kelas
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

132

dengan percaya
diri
Total Skor

Petunjuk Skoring
Skor Penjelasan
1 Sangat kurang
2 Kurang
3 Baik
4 Baik sekali
Yogyakarta, ..2016

Observasi
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

133

Lampiran 23
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

134
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

135
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

136
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

137

Lampiran 24
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

138
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

139
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

140
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

141

Lampiran 25
Hasil Analisis Post test Siklus I
No Kode Skor Setiap Nomor Soal Skor Skor Keterangan Kategori
siswa Soal Soal Soal Soal Soal Soal Total Individu Ketuntasan
1 2 3 4 5 6 74
Skor Skor Skor Skor Skor Skor
5 12 6 10 10 8
1 01 2 12 1 10 10 4 39 76 Tuntas Baik
2 02 2 12 6 6 10 6 42 82 Tuntas Sangat Baik
3 03 4 12 6 8 6 4 40 78 Tuntas Sangat Baik
4 04 5 12 6 6 10 4 43 84 Tuntas Sangat Baik
5 05 5 12 1 6 10 3 37 72 Tidak Tuntas Cukup
6 06 4 10 1 2 5 4 26 50 Tidak Tuntas Kurang
7 07 3 12 6 6 10 4 41 80 Tuntas Sangat Baik
8 08 1 12 1 4 10 4 32 62 Tidak Tuntas Cukup
9 09 1 12 1 4 5 4 27 52 Tidak Tuntas Kurang
10 10 3 12 1 4 5 4 29 56 Tidak Tuntas Kurang
11 11 1 12 6 2 5 4 30 58 Tidak Tuntas Kurang
12 12 3 12 1 4 10 4 34 66 Tidak Tuntas Cukup
13 13 3 12 1 4 10 4 34 66 Tidak Tuntas Cukup
14 14 2 6 6 2 5 4 25 49 Tidak Tuntas Kurang
15 15 5 12 1 6 10 6 40 78 Tuntas Baik
16 16 1 8 1 2 10 4 26 50 Tidak Tuntas Kurang
17 17 2 12 1 2 5 4 26 50 Tidak Tuntas Kurang
18 18 0 2 6 4 2 2 16 31 Tidak Tuntas Kurang
19 19 2 8 6 1 4 4 25 49 Tidak Tuntas Kurang
20 20 1 12 6 10 10 6 45 88 Tuntas Sangat Baik
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

142

21 21 3 10 2 6 10 4 35 68 Tidak Tuntas Cukup


22 22 1 12 6 6 10 4 39 76 Tuntas Baik
23 23 5 12 6 6 5 4 38 74 Tuntas Baik
24 24 5 12 6 6 10 6 45 88 Tuntas Sangat Baik
25 25 2 12 6 4 10 2 36 70 Tidak Tuntas Cukup
Jumlah 863 1.653
Skor rata- 34,52 66,12
rata kelas
Persentase 40% 84%
KKM
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

143

Lampiran 26
Hasil Analisis Post test Siklus II
No Kode Skor Setiap Nomor Soal Skor Skor Keterangan Kategori
siswa Soal Soal Soal Soal Soal Total Individu Ketuntasan
1 2 3 4 5 74
Skor Skor Skor Skor Skor
5 14 10 24 24
1 01 5 13 5 23 18 64 83 Tuntas Sangat Baik
2 02 5 10 10 10 18 53 68 Tidak Tuntas Cukup
3 03 5 13 5 23 18 64 83 Tuntas Sangat Baik
4 04 5 14 2 24 1 46 59 Tidak Tuntas Cukup
5 05 5 14 10 24 24 77 100 Tuntas Sangat Baik
6 06 5 14 10 24 24 77 100 Tuntas Sangat Baik
7 07 5 14 10 24 24 77 100 Tuntas Sangat Baik
8 08 5 14 5 23 16 63 81 Tuntas Sangat Baik
9 09 5 13 10 24 24 76 98 Tuntas Sangat Baik
10 10 5 6 8 2 6 27 35 Tidak Tuntas Kurang
11 11 5 14 10 24 24 77 100 Tuntas Sangat Baik
12 12 5 14 10 24 24 77 100 Tuntas Sangat Baik
13 13 5 12 10 18 24 69 89 Tuntas Sangat Baik
14 14 5 12 10 23 23 73 94 Tuntas Sangat Baik
15 15 5 11 10 24 24 74 96 Tuntas Sangat Baik
16 16 5 12 10 24 22 73 94 Tuntas Sangat Baik
17 17 5 14 10 6 24 59 76 Tuntas Baik
18 18 5 14 10 16 0 45 58 Tidak Tuntas Kurang
19 19 5 12 10 24 6 57 74 Tuntas Baik
20 20 5 13 10 20 14 62 80 Tuntas Sangat Baik
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

144

21 21 5 14 10 20 24 73 94 Tuntas Sangat Baik


22 22 5 10 10 17 8 50 64 Tidak Tuntas Cukup
23 23 5 7 10 24 23 69 89 Tuntas Sangat Baik
24 24 1 14 10 20 20 65 84 Tuntas Sangat Baik
25 25 5 13 10 24 24 76 98 Tuntas Sangat Baik
Jumlah 1.640 2.097
Skor rata- 65,6 83,88
rata kelas
Persentase 20% 80%
KKM
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

145

Lampiran 27
Hasil Analisis Aspek Afektif Siklus I dan Siklus II
No Kode Siklus I Siklus II
Siswa Total % Kategori Total % Kategori
Skor Skor
1 Siswa 1 44 78,57 Tinggi 45 80,35 Tinggi
2 Siswa 2 44 78,57 Tinggi 46 82,14 Tinggi
3 Siswa 3 47 83,92 Tinggi 45 80,35 Tinggi
4 Siswa 4 50 92,87 Tinggi 44 78,57 Tinggi
5 Siswa 5 40 71,42 Sedang 47 83,92 Tinggi
6 Siswa 6 44 78,57 Tinggi 50 92,87 Tinggi
7 Siswa 7 45 80,35 Tinggi 48 85,71 Tinggi
8 Siswa 8 47 83,92 Tinggi 47 83,92 Tinggi
9 Siswa 9 48 85,71 Tinggi 44 78,57 Tinggi
10 Siswa 10 46 82,14 Tinggi 46 82,14 Tinggi
11 Siswa 11 44 78,57 Tinggi 48 85,71 Tinggi
12 Siswa 12 48 85,71 Tinggi 50 92,87 Tinggi
13 Siswa 13 47 83,92 Tinggi 50 92,87 Tinggi
14 Siswa 14 50 92,87 Tinggi 47 83,92 Tinggi
15 Siswa 15 49 87,5 Tinggi 44 78,57 Tinggi
16 Siswa 16 43 76,78 Sedang 52 92,85 Tinggi
17 Siswa 17 43 76,78 Sedang 50 92,87 Tinggi
18 Siswa 18 46 82,14 Tinggi 44 78,87 Tinggi
19 Siswa 19 43 76,78 Sedang 44 78,57 Tinggi
20 Siswa 20 46 82,14 Tinggi 50 92,87 Tinggi
21 Siswa 21 47 83,92 Tinggi 46 82,14 Tinggi
22 Siswa 22 47 83,92 Tinggi 44 78,57 Tinggi
23 Siswa 23 46 82,14 Tinggi 50 92,87 Tinggi
24 Siswa 24 48 85,71 Tinggi 50 92,87 Tinggi
25 Siswa 25 50 92,87 Tinggi 46 82,14 Tinggi
% Tinggi (T) 21 84 % 25 100 %
% Sedang (S) 4 16 % 0 0%
% Rendah (R) 0 0% 0 0%
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

146

Lampiran 28
Analisis Motivasi Awal
No Kode Skor Tiap Nomor Soal Skor Skor
Siswa 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Total individu
(%)
1 01 3 3 3 3 3 3 3 4 3 2 3 4 4 3 3 3 3 3 4 3 63 78,75
2 02 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 4 3 4 60 75
3 03 3 3 4 4 3 3 3 4 4 3 3 3 4 3 4 3 4 3 3 3 67 83,75
4 04 4 4 2 3 4 4 3 2 4 3 4 4 4 3 2 4 4 4 4 4 70 87,5
5 05 3 3 3 3 4 4 3 3 4 3 3 3 3 4 2 3 4 4 3 3 65 81,25
6 06 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 2 3 4 3 4 3 4 62 77,5
7 07 3 3 3 4 4 4 2 3 4 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 2 61 76,25
8 08 3 3 4 3 3 3 3 3 3 4 4 4 4 4 1 3 4 4 3 3 66 82,5
9 09 2 3 3 4 4 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 61 76,25
10 10 4 4 4 4 3 3 3 3 4 3 3 3 4 3 2 2 4 4 4 3 67 83,75
11 11 3 2 3 2 4 3 3 3 3 3 3 3 2 2 3 2 3 3 2 4 56 70
12 12 3 3 4 4 4 3 3 4 3 3 3 3 4 3 3 3 4 4 3 3 67 83,75
13 13 3 4 2 3 3 4 2 3 3 3 3 4 4 4 1 3 4 4 1 4 62 77,5
14 14 3 3 2 2 2 2 2 3 4 3 3 4 4 3 2 3 3 3 3 3 57 71,25
15 15 4 4 2 3 4 3 2 3 4 3 2 4 4 4 1 1 4 4 4 4 64 80
16 16 3 3 3 2 3 3 2 3 3 2 3 3 2 3 2 2 3 2 2 2 51 63,75
17 17 4 3 4 4 3 4 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 4 66 82,5
18 18 2 2 4 3 3 3 2 3 2 2 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 55 68,75
19 19 2 2 4 3 4 3 2 2 3 3 3 3 3 3 2 3 3 4 3 3 58 72,5
20 20 4 3 4 3 4 3 3 3 1 3 3 3 4 3 3 4 4 4 3 3 65 81,25
21 21 3 2 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 1 3 3 3 3 3 56 70
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

147

22 22 2 2 2 2 2 4 2 3 3 2 3 2 3 2 2 3 2 3 3 3 50 62,5
23 23 4 4 4 3 4 1 4 4 4 3 3 1 1 4 4 3 3 4 3 3 61 76,25
24 24 4 3 2 4 3 3 2 3 3 3 3 3 3 2 2 3 3 3 3 3 58 72,5
25 25 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 60 75
Skor rata-rata 61,12 76,4
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

148

Lampiran 29
Analisis Motivasi Akhir
No Kode Skor Tiap Nomor Soal Skor Skor
Siswa 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 total Individu
(%)
1 01 4 3 4 3 3 4 4 4 3 4 3 3 4 4 4 4 4 4 3 3 72 90
2 02 3 4 3 3 4 3 2 3 2 4 3 4 3 1 4 4 4 4 3 3 64 80
3 03 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 79 98,75
4 04 4 4 4 3 3 3 3 4 4 4 4 4 2 3 3 4 4 3 3 4 70 87,5
5 05 4 3 4 3 3 4 4 4 4 4 4 3 4 2 4 3 3 4 4 4 72 90
6 06 3 2 2 3 2 3 3 2 1 3 4 3 2 4 3 3 3 2 3 1 52 65
7 07 4 3 3 4 4 3 3 4 2 3 4 3 3 3 4 3 4 4 3 2 66 82.5
8 08 4 3 2 3 3 3 4 4 3 4 4 3 4 3 4 3 3 4 4 4 69 86,25
9 09 4 3 4 3 3 3 4 4 1 4 4 4 4 4 1 4 4 4 3 4 69 86,25
10 10 4 3 3 4 3 4 3 3 4 3 4 4 3 3 4 4 4 4 4 4 72 90
11 11 3 4 4 3 3 3 4 3 4 3 2 3 2 4 4 3 4 3 4 4 67 83,75
12 12 4 4 4 4 4 4 1 2 3 4 4 3 3 4 4 4 4 4 4 4 72 90
13 13 3 3 3 4 3 4 3 4 3 3 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 72 90
14 14 4 3 3 3 4 4 3 4 2 3 3 3 2 4 3 3 4 3 1 4 63 78,75
15 15 4 3 3 4 3 4 4 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 2 62 77.5
16 16 4 4 4 3 3 3 1 2 3 1 4 4 2 2 3 4 4 4 2 4 61 76,25
17 17 4 4 3 4 3 3 4 3 3 1 4 4 2 4 4 3 4 4 3 3 67 83,75
18 18 4 3 4 3 4 2 1 1 3 3 4 3 2 2 4 4 4 3 4 4 62 77,5
19 19 4 3 3 4 4 3 3 4 3 3 4 4 2 3 3 4 4 3 3 3 67 83,75
20 20 4 4 4 4 4 3 4 4 3 3 4 4 2 2 4 4 4 3 4 4 72 90
21 21 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 2 3 3 3 4 1 3 4 58 72,5
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

149

22 22 3 4 3 3 4 4 4 4 3 3 2 3 4 3 4 3 4 3 3 4 68 85
23 23 4 4 4 4 3 4 4 4 3 4 3 3 3 3 4 4 4 3 1 3 69 86,25
24 24 4 4 4 3 3 3 3 4 3 4 3 3 4 2 4 3 4 3 4 4 69 86,25
25 25 3 3 4 2 3 3 3 3 2 3 3 4 3 2 2 3 4 3 3 3 59 73,75
Skor rata-rata 66,92 83,65
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

150

Lampiran 30