Anda di halaman 1dari 15

FARMAKOLOGI DALAM KEPERAWATAN

MAKALAH

oleh

Kelompok 5

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


UNIVERSITAS JEMBER
2016
KONSEP DASAR DAN PENANGANAN KERACUNAN HIDROKARBON (HC)

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Farmakologi dalam Keperawatan

Disusun oleh:
Emila Cahya Aisyah NIM. 152310101009
Devi Saputri NIM. 152310101016
‘Ami Allaili Wahidah NIM. 152310101025
Syahrul Abdul Yazid NIM. 152310101026
Rafika Nurul Aini NIM. 152310101028
Grace Agustin Pakilaran NIM. 152310101039
Diana Aprilia P. NIM. 152310101041
Regitasari Dwi Cahya NIM. 152310101180
Irfan Firmansyah NIM. 152310101205
Nindyah Mentari NIM. 152310101210
Veni Qurrota A’yun NIM. 152310101220
Moh. Ardi Arya S. NIM. 152310101226

KEMENTRIAN RISET, TEKONOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI


UNIVERSITAS JEMBER
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
2016

ii
PRAKATA

Dengan menyebut nama Allah Swt., yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Saya panjatkan rasa puja dan puji syukur atas kehadirat Allah Swt., yang telah
melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya kepada saya, sehingga saya dapat menyelesaikan
makalah yang berjudul “Konsep Dasar dan Penanganan Keracunan HC”. Makalah ini
telah kami susun dengan sedemikian rupa dan tak lepas dari bantuan dari berbagai pihak
sehingga dapat saya selesaikan dengan tepat waktu. Maka dari itu saya menyampaikan
banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dan meluangkan waktu
dalam penyusunan makalah ini.

Terlepas dari pembuatan makalah ini, saya menyadari bahwa makalah ini masih
jauh dari kata sempurna karena kesempurnaan hanya milik Allah Swt. semata. Oleh
karena itu dengan senang hati saya menerima segala kritik dan saran yang bersifat
membangun untuk mendekati kata sempurna dari makalah ini. Semoga makalah ini
dapat bermanfaat bagi pembaca.

Jember, 21November 2016

Penyusun

iii
DAFTAR ISI

Halaman

HALAMAN JUDUL .................................................................................. ii

KATA PENGANTAR ............................................................................... iii

DAFTAR ISI ............................................................................................. iv

BAB I. PENDAHULUAN ......................................................................... 1


1.1. Latar Belakang ............................................................................ 1
1.2. Rumusan Masalah ....................................................................... 2
1.3. Tujuan .......................................................................................... 2
1.4. Manfaat ........................................................................................ 2
BAB II. PEMBAHASAN .......................................................................... 3
2.1. Definisi ......................................................................................... 3
2.2. Penyebab ...................................................................................... 3
2.3. Klasifikasi ..................................................................................... 4
2.4. Patofisiologi .................................................................................. 7
2.5. ManifestasiKlinis .......................................................................... 7
2.6. Penatalaksanaan ........................................................................... 8

BAB IV. PENUTUP................................................................................... 10

4.1. Kesimpulan .................................................................................. 10


4.2. Saran ............................................................................................. 10
DAFTAR PUSTAKA ................................................................................
LAMPIRAN…………………………………………………………….

iv
BAB I. PENDAHULIAN

1.1. Latar Belakang

Udara di alam ini sangat di butuhkan oleh semua makhluk hidup,


terutama oksigen yang merupakan komponen esensial bagi kehidupan. Udara
merupakan campuran dari gas, yang terdiri dari sekitar 78% Nitrogen, 20%
Oksigen, 0,93% Argon 0,03% karbon dioksida (CO2) dan sisanya terdiri dar
Neon (Ne), Helium (He), Metan (CH4) dan Hidrogen (H2). Udara dikatakan
normal dan dapat mendukung kehidupan manusia apabila komposisinya
seperti diatas. Sedangkan apabila terjadi penambahan gas-gas lain yang
menimbulkan gangguan serta perubahan komposisi tersebut, maka dikatakan
udara tersebut mengalami pencemaran/terpolusi.

Polusi udara terjadi karena aktivitas manusia dalam kehidupan sehari-


hari misalnya asap kendaraan bermotor, cerobong asap pabrik, kegiatan
proses pertambangan, dan lain-lainKegiatan tersebut dapat menimbulkan
pencemaran udara sehingga dampak negatif akan terjadi atau dialami oleh
makhluk hidup terutama pada manusia. Di dunia ini terdapat 6 zat pencemar
uadra utama yang berasal dari kegiatan manusia yaitu Karbon Monoksida
(CO), Oksida Sulfur (SOx), Oksida nitrogen (NOx), patrikulat, hidrokarbon
(HC), dan Oksidan fotokimia, termasuk ozon.

Dampak negatif yang sering dialami oleh manusia ialah terganggunya


kesehatan fisik. Ketika kesehatan tubuh manusia telah terganggu maka dalm
menjalani aktifitas sehari-hari juga akan terganggu. Ketergangguan aktivitas
manusia ini disebabkan oleh manusia itu sendiri yang belum atau tidak
memahami dampak negatif dari penggunaan, pemanfaatan dan pengolahan
berang-barang kebutuhan sehari-hari. Penggunaan serta pemanfaatan yang
tidak sesuai dan berlebihan maka akan menimbulkan racun dari barang-
barang kebutuhan tersebut.
2

Racun adalah sesuatu yang bila masuk kedalam tubuh kita


menyebabkan keadaan tidak sehat dan bisa membahayakan jiwa (ircham
Machfued, dkk, 2012:87). Menurut taylor, racun adalah setiap bahan atau zat
yang dalam jumlah tertentu bila masuk kedalam tubuh akan menimbulkan
reaksi kimia yang menyebabkan penyakit dan kematian. Keracunan adalah
keadaan darurat yang diakibatkan masuknua suatu zat atau makanan kedalam
tubuh melalui berbagai cara, seperti melalui saluran pencernaan, saluran
pernafasan , atau melaui kulit (Iskandar Junaidi, 2011).

Dalam maklaah ini kita akan membahaslebih lengkap mengenai


keracunan gas Hidrokarbon (HC) dan mengetahui penyebab keracunan gas
hidrokarbon yang dialami oleh korban.

1.2 Rumusan Masalah

a. apa pengertian Hidrokarbon (HC) ?


b. apa penyebab Hidrokarbon (HC) ?
c. bagaimana klasifikasi Hidrokarbon (HC) ?
d. bagaimanapenjelasan patofisiologi Hidrokarbon (HC) ?
e. bagaimana penjelasan manifestasi klinis mengenai Hidrokarbon (HC) ?
f. bagimana penatalaksanaan mengenaiHidrokarbon (HC) ?

1.3 Tujuan

a. untuk mengetahui pengertian mengenai Hidrokarbon (HC).


b. Untuk mengetahui penyebab Hidrokarbon (HC).
c. Untuk mengetahui klasifikasi Hidrokarbon (HC).
d. Untuk mengetahui penjelasan patofisiologi Hidrokarbon (HC).
e. Untuk mengetahui tentantang manifestasi klinis Hidrokarbon (HC).
f. Untuk mengetahui penatalaksanaan Hidrokarbon (HC).
3

BAB 2. PEMBAHASAN

2.1. Definisi
Hidrokarbon(HC) adalah komponen yang berperan dalam produksi
oksidan fotokimia, dimana berdasarkan struktur molekulnya dibedakan menjadi
hidrokarbon alifatik, aromatik dan alisiklis. Dari ketiga jenis tersebut, hidrokarbon
aromatik lebih berbahaya dari yang lainnya.
Hidrokarbon merupakan teknologi umum yang digunakan untuk beberapa
senyawa organic yang diemisikan bila bahan bakar minyak dibakar. Sumber
langsung dapat berasal dari berbagai aktivitas perminyakan yang ada, seperti
ladang minyak, gas bumi geothermal. Umumnya hidrokarbon terdiri atas methana,
ethan dan turunan-turunan senyawa alifatik dan aromatic. Hidrokarbon dinyatakan
dengan hidrokarbon total (THC).
Senyawa hidrokarbon yang terkandung dalam minyak bumi bisa berupa
benzena, toluena, ethylbenzena, dan isomer xylena, dikenal sebagai BTEX. BTEX
merupakan komponen utama dalam minyak bumi, yang bersifat mutagenik dan
karsinogenik pada manusia. Senyawa ini bersifat rekalsitran, bisa diartikan sulit
mengalami perombakan di alam, baik di air maupun di darat.

2.2. Penyebab

Sumber langsung Hidrokarbon (HC) dapat berasal dari berbagai aktivitas


perminyakan yang ada, seperti ladang minyak, gas bumi geothermal. Industri
pengolahan minyak dan petrokimia mengemisikan hidrokarbon dalam jumlah
yang besar. Aktivitas alam sendiri juga mengemisikan hidrokarbon yang
membentuk konsentrasi alami hidrokarbon di atmosfer. Sumber-sumber yang
tergolong alami adalah lautan, rawa dan hutan, dimana sebagian terbesar
merupakan produk metabolisme biologis.

Hidrokarbon juga merupakan pencemar utama yang diemisikan oleh


kendaraan bermotor dari lalu lintas di dalam perkotaan. Di beberapa kota besar,
4

sumber ini merupakan sumber hidrokarbon yang paling dominan, sebagai


pencemar primer dan yang memberikan kontribusi terbesar dalam pencemaran
oksidan fotokimia. Sumber HC antara lain transportasi, sumber tidak bergerak,
proses industri dan limbah padat. HC merupakan sumber polutan primer karena
dilepaskan ke udara secara langsung. Molekul ini merupakan sumber fotokimia
dari ozon. Bila pencemaran udara oleh HC disertai dengan pencemaran oleh
nitrogen oksida (NOx), maka akan terbentuk Peroxy Acetyl Nitrat dengan bantuan
oksigen.

Keracunan hidrokarbon biasanya terjadi karena menelan produk-produk


yang mengandung hidrokarbon, seperti bensin, minyak tanah, pengencer cat dan
hidrokarbon terhalogenasi (misalnya karbon tetraklorida yang banyak ditemukan
di dalam larutan dan pencair dry-cleaning atau etolen diklorida). Hirdokarbon
yang tertelan bisa masuk ke saluran nafas dan mengiritasi paru-paru,
menyebabkan penumonitis akibat bahan kimia (pneumonia aspirasi). Aspirasi ke
paru-paru biasanya terjadi pada hidrokarbo yang cair dan mudah mengalir, seperti
plitur dan bensin. Hidrokarbon yang kental seperti minyak lampu atau inyak
motor, lebih jarang masuk ke saluran nafas, tetapi jika sampai terjadi dapat
menyebabkan irirtasi berat dan menetap. Keracunan hidrokarbon yang berat juga
dapat mempengaruhi otak, jantung, sumsum tulang, dan ginjal.

2.3. Klasifikasi

Klasifikasi hidrokarbon merupakan senyawa yang hanya tersusun oleh karbon


dan hidrogen. Sedangkan senyawa karbon lainnya dapat dipandang sebagai
turunan dari hidrokarbon. Hidrokarbon masih dapat dibagi menjadi dua kelompok
utama: hidrokarbon alifatik, termasuk di dalamnya adalah yang berantai lurus,
yang berantai cabang, dan rantai melingkar, dan kelompok kedua, hidrokarbon
aromatik yang mengandung cincin atom karbon yang sangat stabil.
Hidrokarbon alifatik masih dapat dibagi menjadi dua kelompok berdasarkan
kelipatan ikatan karbon-karbon; hidrokarbon jenuh yang mengandung ikatan
5

tunggal karbon-karbon; dan hidrokarbon tak jenuh yang mengandung paling


sedikit satu ikatan rangkap dua karbon-karbon atau ikatan rangkap tiga.
a. Jenis-Jenis hidrokarbon
Jenis Rumus Titik Titik Wujud Kegunaan
Molekul Didih lebur
Metana CH4 -161- -153 Gas Bahan bakar,carbon
hitam,gasoline
Etana C2H6 -88 -183,3 Gas Bahan kimia
Propana C3H8 -46 -189,7 Gas Bahan bakar pemantik
api, pemanggang
Butana C4H10 -1 -138,40 Gas Bahan bakar
pemantik,pemanggang
Pentana C5H12 36,1 129,7 Cair Pelarut,pendingin
Heksana C6H14 69,7 -95,3 Cair Bahan bakar motor
Heptana C7H16 98,4 -90,6 Cair Pelarut
Oktana C8H18 125,7 -56,8 Cair Pelarut
Nonana C9H20 150,8 -53,5 Cair Pelarut
Decana C10H22 174,1 -29,7 Cair Pelarut
Kerosen 200- Cair Bahan bakar
315 kompor,disel ,dsb
Bahan Sampai Cair
bakar 357
minyak
Minyak 350dst Cair
Pelumas
Faraffin- Solid
lilin
Minyak residu
tanah
6

b. Karakteristik Hidrokarbon
Struktur Hidrokarban (HC) terdiri dari elemen hidrogen dan korbon dan
sifat fisik HC dipengaruhi oleh jumlah atom karbon yang menyusun molekul HC.
HC adalah bahan pencemar udara yang dapat berbentuk gas, cairan maupun
padatan. Semakin tinggi jumlah atom karbon, unsur ini akan cenderung berbentuk
padatan. Hidrokarbon dengan kandungan unsur C antara 1-4 atom karbon akan
berbentuk gas pada suhu kamar, sedangkan kandungan karbon diatas 5 akan
berbentuk cairan dan padatan.
HC yang berupa gas akan tercampur dengan gas-gas hasil buangan
lainnya. Sedangkan bila berupa cair maka HC akan membentuk semacam kabut
minyak, bila berbentuk padatan akan membentuk asap yang pekat dan akhirnya
menggumpal menjadi debu. Berdasarkan struktur molekulnya, hidrokarbon dapat
dibedakan dalam 3 kelompok yaitu hidrokarban alifalik, hidrokarbon aromatik
dan hidrokarbon alisiklis. Molekul hidrokarbon alifalik tidak mengandung cincin
atom karbon dan semua atom karbon tersusun dalam bentuk rantai lurus atau
bercabang.

c. Sumber dan Distribusi


Hidrokarbon merupakan segolongan senyawa yang banyak terdapat di
alam sebagai minyak bumi.Sebagai bahan pencemar udara, Hidrokarbon dapat
berasal dari proses industri yang diemisikan ke udara dan kemudian merupakan
sumber fotokimia dari ozon. HC merupakan polutan primer karena dilepas ke
udara ambien secara langsung.Kegiatan industri yang berpotensi menimbulkan
cemaran dalam bentuk HC adalah industri plastik, resin, pigmen, zat warna,
pestisida dan pemrosesan karet. Sumber HC dapat pula berasal dari sarana
transportasi. Pada umumnya pada pagi hari kadar HC di udara tinggi, namun pada
siang hari menurun. Sore hari kadar HC akan meningkat dan kemudian menurun
lagi pada malam hari.
7

2.4. Patofisiologi

Efek toksis terpenting dari minyak tanah adalah pneumonitis aspirasi.


Studi pada binatang menunjukkan toksisitas pada paru> 140 x dibanding pada
saluran pencernaan.Aspirasi umumnya terjadi akibat penderita batuk atau
muntah.Akibat viskositas yang rendah dan tekanan permukaan, aspirat dapat
segera menyebar secara luas pada paru.Penyebaran melalui penetrasi pada
membran mukosa, merusak epithel jalan napas, septa alveoli, dan menurunkan
jumlah surfactan sehingga memicu terjadinya perdarahan, edema paru, ataupun
kolaps pada paru. Jumlah< 1 ml dari aspirasi pada paru dapat menyebabkan
kerusakan yang bermakna. Kematian dapat terjadi karena aspirasi sebanyak + 2,5
ml pada paru (pada lambung + 350 ml). Selain itu, jumlah 1 ml/kg BB minyak
tanah dapat menyebabkan depresi CNS ringan sedang, karditis, kerusakan
hepar, kelenjar adrenal, ginjal, dan abnormaliteritrosit. Namun efeksistemik
tersebut jarang karena tidak diabsorbsi dalam jumlah banyak pada saluran
pencernaan. Minyak tanah juga diekskresikan lewat urine

2.5. Manifestasi Klinis

Tanda dan gejala awal keracunan adalah stimulasi berlebihan kolinergik


pada otot polos dan reseptor eksokrin muskarinik yang meliputi miosis, gangguan
perkemihan, diare, defekasi, eksitasi, dan salivasi.Efek yang terutama pada sistem
respirasi yaitu bronkokonstriksi dengan sesak nafas dan peningkatan sekresi
bronkus. Akibat viskositas yang rendah dan tekanan permukaan, aspirat dapat
segera menyebar secara luas pada paru.Pajanan pada mata dapat menimbulkan
iritasi, dapat menyebabkan kerusakan permanen. Inhalasi berupa iritasi, sakit
kepala, pusing, mengantuk, intoksikasi. Ingesti dapat berupa sakit kepala, pusing,
mengantuk, intoksikasi. Penyebaran melalui penetrasi pada membran mukosa,
merusak epithel jalan napas, serta alveoli, dan menurunkan jumlah surfactan
sehingga memicu terjadinya perdarahan, edema paru, ataupun kolaps pada paru.
Jumlah < 1 ml dari aspirasi pada paru dapat menyebabkan kerusakan yang
bermakna. Kematian dapat terjadi karena aspirasi sebanyak + 2,5 ml pada paru
(pada lambung + 350 ml). Selain itu, jumlah 1 ml/kg BB hidokarbon dapat
8

menyebabkan depresi CNS ringan–sedang, karditis, kerusakan hepar, kelenjar


adrenal, ginjal, dan abnormalitas eritrosit. Namun efek sistemik tersebut jarang
karena tidak diabsorbsi dalam jumlah banyak pada saluran pencernaan.
Hidrokarbon juga diekskresikan lewat urin.

2.6.Penatalaksanaan

1. SumberBergerak
a. Merawatmesinkendaraanbermotor agar tetapberfungsibaik
b. Melakukanpengujianemisidan KIR kendaraansecaraberkala
c. Memasang filter padaknalpot
2. SumberTidakBergerak
a. Memasangscruberpadacerobongasap.
b. Merawatmesinindustri agar tetapbaikdanlakukanpengujiansecaraberkala.
c. Menggunakanbahanbakarminyakataubatubaradengankadar Sulfur
rendah.
3. Bahan Baku
a. Pengelolaanbahanbaku HC sesuai dengan prosedur pengamanan.
b. Keracunanbahankorosifatau senyawa hidrokarbon (minyak tanah, dll)
karena mempunyai risikoterjadigejalakeracunan yang lebihserius.
4. Manusia
ApabilakadarHCdalamudaraambientelahmelebihibakumutu (365mg/Nm3
udaradengan rata-rata waktupengukuran 24 jam)
makauntukmencegahdampakkesehatan, dilakukanupaya-upaya :
a. Menggunakanalatpelindungdiri (APD), seperti masker gas.
b. Mengurangiaktifitasdiluarrumah
c. Janganmerokok di lingkunganterbuka
d. Melindungi sistem pernafasan agar tidak terjadi penurunankesadaran
(bilajalannapastidakterlindungi).
e. Jika terjadi keracunan gas HC maka berikanarangaktif (activated
charcoal) jikatersedia, janganrangsangmuntah. Jika menggunakan pipa
nasogastrik, pastikan denganseksamapipanasogastrikberada di lambung.
9

f. Jikaanaktertelanminyak tanah, premium atau bahan lain yang


mengandung premium/minyak tanah/solar (pestisida pertanian berbahan
pelarut minyak tanah) atau jika mulut dan tenggorokan mengalami luka
bakar (misalnya karena bahan pemutih, pembersih toilet atau asam kuat
dari aki), jangan rangsang muntah tetapiberiminum air.
BAB IV. PENUTUP

4.1. Kesimpulan

Senyawa hidrokarbon merupakan senyawa karbon yang paling sederhana.


Dari namanya, senyawa hidrokarbon adalah senyawa karbon yang hanya tersusun
dari atomhidrogen dan atom karbon. Dalam kehidupan sehari-hari banyak kita
temui senyawahidrokarbon, misalnya minyak tanah, bensin, gas alam, plastik dan
lain-lain. Sampai saat ini telah dikenal lebih dari 2 juta senyawa hidrokarbon.
Untuk mempermudah mempelajari senyawa hidrokarbon yang begitu banyak,
para ahli mengolongkan hidrokarbon berdasarkan susunan atom-atom karbon
dalam molekulnya.

Hidrokarbon pada kehidupan sehari-hari sangatlah penting dan memiliki


kegunaanyang tidak dapat digantkan oleh senyawa lain dalam penggunaan sehari-
hari dalambidang sandang, pangan serta papan. Dalam penggunaannya pun
memiliki peran tersendiri dalam kegunaannya sehari-hari.

4.2 Saran

Dari pembelajaran materi ini, diharapkan kita bisa mengerti tentang


patofisiologis, penatalaksanaan, manifestasi klinishidrokarbon. Jadi, belajar itu
tidak hanya dari satu buku tetapi dari buku lain kita juga bisa, karena buku adalah
ilmu pengetahuan untuk kita.
DAFTAR PUSTAKA

Dokcil. 2016. Keracunan Hirdokarbon. [serial online] http://doktercilik.com/info-


dokter-cilik/masalah-kesehatan-anak/masalah-pada-anak/keracunan-
hidrokarbon/ diakses pada tanggal 20 November 2016

Junaidi, Iskandar. 2011. Pedoman Pertolongan Pertama. Yogyakarta:


Andi Offtset

Katzung,B.G.2004.Farmakologi Dasar dan Klinik.Edisi 8. Jakarta:


Salemba Medika.

Kristanto, P. 1999. Sistem Injeksi Hidrogen untuk Mengurangi Emisi


Hidrokarbon.
http://puslit2.petra.ac.id/ejournal/index.php/mes/article/viewFile/15904/15896,.
[Diakses pada tanggal 21 November 2016]

Machfoedz, Ircham,Dkk. 2012. Pertolongan Pertama di Rumah, Tempat Kerja,


di Perjalanan. Yogyakarta: Fitramaya.

Riyanto. 2014. LimbahBahanBerbahayadanBeracun (Limbah B3).Yogyakarta


:KatalogdalamTerbitan. [Serial Online]
https://books.google.com/books?isbn=6022808561[Diakses 20
Nopember 2016]
Tambayong,J.2002.Farmakologi Untuk Keperawatan.Jakarta:Widya Medika

Unimus. http://sasing.unimus.ac.id/files/disk1/129/jtptunimus-gdl-marzukic2a-
6419-3-babii.pdf. [Diakses pada tanggal 21 November 2016]
Yuliati. Keracunan. [serial online]Tersedia :
http://ipg326.weblog.esaunggul.ac.id. [di akses pada tanggal 19
November 2016]