Anda di halaman 1dari 6

KOMBINASI LIMBAH PERTANIAN DAN PETERNAKAN SEBAGAI ALTERNATIF

PEMBUATAN PUPUK ORGANIK CAIR MELALUI PROSES FERMENTASI ANAEROB

Dra. Kamariah Anwar, MS1)


M. Fachriansah Rangga P2), Hasanol Kifli3), I Made Ridha4),
Pratiwi Puji Lestari5), Hermawati Wulandari6)
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia1)
Mahasiswa Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia 2,3,4,5,6)
Jln. Kaliurang Km.14,5 Yogyakarta
Email : kamariah_53@yahoo.com, ndaiku_rangga@yahoo.com

Abstrak

Limbah secara umum dianggap sebagai bahan hasil pembuangan suatu proses tertentu yang
sudah tidak dapat dimanfaatkan lagi, sehingga keberadaannya menimbulkan masalah
tersendiri. Namun, tidak semua limbah memiliki persepsi demikian. Melalui perkembangan
penelitian yang ada, banyak jenis limbah yang dapat didaur ulang untuk dimanfaatkan kembali.
Misalnya limbah pertanian dan peternakan. Lain halnya dengan jenis limbah yang dihasilkan
oleh industri-industri besar, limbah pertanian dan peternakan berbahan dasar organik yang
dapat dimanfaatkan untuk pembuatan pupuk organik. Pembuatan pupuk organik didasarkan
pasa efek negatif yang ditimbulkan oleh pupuk kimia, baik terhadap tanah maupun tanaman.
Pupuk organik hadir untuk memberikan solusi menangani masalah efek negatif pupuk kimia
yang dapat menguras kekayaan unsur hara tanah sebagai media tumbuh tanaman menjadi
tanah yang miskin unsur hara, sehingga tanaman yang tumbuh pada tanah tersebut kekurangan
nutrisi dan tidak subur.

Kata kunci : Limbah, Organik dan Fermentasi

Pada dasarnya bahan tersebut hanya merupakan bahan


1. PENDAHULUAN buangan yang umum terdapat di masyarakat. Maka
Menanggapi permasalahan yang ditimbulkan oleh melalui penelitian ini diharapkan bahan-bahan tersebut
paket pertanian modern, beberapa penelitian terkait dapat dimanfaatkan menjadi pupuk organik dengan
masalah lingkungan hidup bersamaan dengan fungsi yang lebih baik. Pupuk organik sendiri terbagi
kelestarian dan kesehatan produksi tanaman pertanian menjadi dua macam, yaitu pupuk organik padat dan
telah banyak dilakukan oleh para peneliti. Para pakar pupuk organik cair. Pupuk organik padat adalah yang
pertanian mulai meneliti mengenai nutrisi tanaman disebut pupuk kompos dan pupuk kandang.
yang baik bagi tanaman namun juga tidak merusak Penggunaan pupuk organik padat sudah umum
ekosistem tanah dan mencemari lingkungan sekitar. dilakukan oleh para petani. Sedangkan pupuk organik
Mulailah saat itu diperoleh temuan metode pemberian cair merupakan kombinasi diantara kedua jenis pupuk
nutrisi pada tanaman berupa pupuk yang terbuat dari padatan tersebut dengan memberikan tambahan bahan
bahan-bahan organik dengan harapan agar tidak organik lainnya yang memenuhi kandungan unsur hara,
merusak ekosistem tanah dan mencemari lingkungan sehingga dihasilkan pupuk organik berbentuk cair.
yang selanjutnya pupuk tersebut diberi nama pupuk Pupuk organik ini memenuhi prinsip-prinsip pertanian
organik. organik, yaitu prinsip kesehatan, ekologi dan
Adapun beberapa jenis bahan organik di lingkungan perlindungan. Prinsip kesehatan ialah dengan
kita, seperti urin sapi, kotoran sapi, air kelapa, susu melestarikan dan meningkatkan kesehatan tanah,
yang sudah basi, dedaunan, buah-buahan busuk dan tanaman dan lingkungan, prinsip ekologi dengan
lainnya, ternyata mengandung senyawa dan berbagai didasarkan pada proses dan daur ulang ekologi, prinsip
bekteri pengurai yang dapat meningkatkan kesuburan perlindungan ialah dengan menjaga kesehatan
tanah yaitu menyediakan unsur hara yang dibutuhkan tanaman, tanah dan lingkungan berarti juga menjaga
oleh tanah. Bahan-bahan tersebut dapat dijadikan kesehatan hidup manusia, dan prinsip keadilan berarti
sebagai pupuk organik dengan mencampurkan berbagai melalui perbaikan kualitas tanaman, maka akan mampu
komponen bahan-bahan tertentu sesuai dengan kadar menjamin kesetaraan antara kesehatan lingkungan dan
yang dibutuhkan oleh tanah dan nutrisi pada tumbuhan.

B-95
Prosiding Seminar Nasional Teknoin 2008
Bidang Teknik Kimia

kesempatan hidup bersama (IFOAM, International 1. Unsur hara makro primer, terdiri dari Karbon (C),
Federation of Organic Agriculture Movement). Oksigen (O), Hidrogen (H), Nitrogen (N), Fosfor
(P)dan Kalium (K).
2. RUMUSAN MASALAH 2. Unsur hara makro sekunder, terdiri dari Kalsium
a. Bagaimanakah perbandingan komposisi antara (Ca), Sulfur (S) dan Magnesium (Mg).
limbah pertanian dan peternakan dalam proses 3. Unsur hara mikro, terdiri dari Boron (B), Klor
pembuatan pupuk organik cair? (Cl), Tembaga (Cu), Besi (Fe), Mangan (Mn),
b. Bagaimanakah pengaruh bahan-bahan organik Zeng (Zn) dan Molibden (Mo).
terhadap pertumbuhan tanaman?
c. Bagaimanakah cara/mekanisme pembuatan pupuk Dari semua jenis unsur hara tersebut, yang paling
organik cair? utama dibutuhkan oleh tanah sebagai media tumbuh
tanaman adalah Nitrogen (N), Kalium (K) dan Phospor
(P). Pada umumnya pupuk organik mengandung hara
3. BATASAN MASALAH makro N, P, K yang rendah, tatapi mengandung hara
Batasan masalah pada penelitian ini mecakup : mikro dalam jumlah cukup yang sangat dibutuhkan
a. Perbandingan komposisi bahan pembuatan pupuk oleh tumbuhan. Sebagai bahan pembenah tanah pupuk
organik cair organik mecegah terjadinya erosi, pengerakan
b. Pengaruh pupuk organik cair terhadap permukaan tanah (crusting) dan retakan pada tanah.
pertumbuhan tanaman dan kesuburan tanah
Mayoritas tanah atau sekitar 60% tanah yang ada di
4. TUJUAN PENELITIAN Indonesia merupakan jenis tanah yang miskin
Adapun tujuan yang ingin dicapai melalui program ini kimianya dan fisiknya buruk, serta mempunyai
adalah untuk mengetahui perbandingan komposisi kandungan bahan organik tanah yang rendah sekitar
limbah pertanian dan peternakan yang paling efektif kurang dari 2% (Balai Penelitian Tanah), sehingga
membantu dan mempercepat proses pertumbuhan pada dapat diperbaiki dengan jalan pemberian pupuk
tanaman. organik sesuai keperluan unsur hara essensial/unsur
hara utama : N, P, K yang penting bagi tanaman.
5. DASAR TEORI Tanah yang subur adalah tanah yang mempunyai profil
yang dalam (kedalaman yang sangat dalam) melebihi
Pada masa dijalankannya program revolusi hijau, 150 cm, strukturnya gembur remah, Ph sekitar 6 – 6,5,
petani Indonesia mulai dikenalkan dengan berbagai mempunyai aktifitas jasad renik yang tinggi
jenis pupuk buatan (bersifat kimiawi), obat-obatan (maksimum). Selain itu juga kandungan unsur hara
pembasmi hama-penyakit dan gulma (pestisida dan yang tersedia bagi tanaman cukup dan tidak terdapat
herbisida) serta benih-benih yang berdaya hasil tinggi. pembatasan – pembatasan tanah untuk pertumbuhan
Selain itu juga masalah pengerasan tanah akibat tanaman. Berdasarkan analisa, ternyata tanaman itu
penggunaan pupuk kimia yang berlebihan seperti terdiri dari sekitar 50 elemen atau unsur. Sedang yang
tersebut di atas, masalah lain yang patut diperhatikan di dibutuhkan oleh tanaman selama masa pertumbuhan
Indoneia adalah adanya indikasi proses pengurasan dan perkembangannya ada 16 unsur yang merupakan
atau pengurangan kandungan unsur hara. Seperti unsur hara esensial Unsur hara makro relative lebih
diketahui saat ini (Journal ilmiah soil science,1998) banyak diperlukan oleh tanaman, sedangkan unsur hara
dari sekian banyak unsur yang ada di alam, semua jenis mikro juga sama pentingnya dengan unsur hara makro,
tanaman membutuhkan mutlak (harus tersedia, tidak namun kebutuhan tanaman terhadap unsur hara
boleh tidak) 13 macam unsur hara untuk keperluan tersebut hanya sedikit. Ketidaklengkapan unsur hara
proses pertumbuhan dan perkembangannya yang sering makro dan mikro, dapat mengakibatkan hambatan bagi
dikenal dengan nama unsur hara essensial. pertumbuhan/perkembangan tanaman dan
produktivitasnya.
Selanjutnya para pakar pertanian mulai meneliti jenis
pupuk yang tidak membahayakan tanaman dan Nitrogen merupakan unsur hara utama bagi
lingkungan yang akhirnya hasil penelitian menuju pada pertumbuhan tanaman, yang pada umumnya sangat
pemanfaatan bahan-bahan organik sebagai alternatif diperlukan untuk pembentukan atau pertumbuhan
pembuatan pupuk organik. Pupuk organik merupakan bagian – bagian vegetatif tanaman, seperti daun, batang
suatu bahan/materi pembenah tanah yang paling baik. dan akar. Namun bila terlalu banyak dapat
Hal ini dikarenakan komponen penyusun dari pupuk menghambat tumbuhnya bunga dan pembuahan pada
ini berasal dari alam yang banyak mengandung unsur tanaman. Selain terkandung dalam udara yang tersebar
hara yang dibutuhkan tanah dan tanaman. Bahan dasar luas, nitrogen juga terkandung baik dalam kotoran
dari pupuk ini barasal dari limbah pertanian dan ternak. Tanaman yang termasuk famili Leguminosa
peternakan. Kandungan dalam pupuk organik cair ini dapat menambahkan unsur N sehingga keberadaannya
meliputi enam belas unsur hara yang dibutuhkan oleh dalam tanah akan mendorong jasad-jasad renik aktif
tumbuhan. Keenambelas unsur hara tersebut terbagi menguraikannya (jasad-jasad renik sendiri memerlukan
menjadi :

B-96
ISBN : 978-979-3980-15-7
Yogyakarta, 22 November 2008

N bagi perkembangannya). Tanaman Leguminosa Adapun perbedaan pupuk organik dengan pupuk
kandungan jumlah N-nya selalu bertambah, berasal anorganik (buatan) bisa ditampakkan melalui
dari N yang tersedia dalam tanah dan dari N bebas perbedaan cara pembuatan dan sumber bahan baku.
yang terdapat di udara. Jasad-jasad renik yang Pupuk anorganik adalah pupuk yang dibuat oleh pabrik
bersimbiosis dengan tanaman itu terdapat dalam bintil- dengan meramu bahan kimia, sehingga memenuhi
bintil akar (nodula) yang dapat mengikat N dari udara. kandungan unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman.
Ini merupakan peran dari Rhizobium atau Bacillus Akan tetapi, pupuk buatan akan membawa dampak
radicicola. Bakteri pengikat nitrogen yang terdapat negatif yaitu tertinggalnya residu kimia dalam tanaman
didalam akar kacang-kacangan adalah jenis bakteri yang nantinya dikonsumsi oleh manusia. Sedangkan
Rhizobium. Bakteri ini masuk melalui rambut-rambut pupuk organik adalah pupuk yang sebagian besar atau
akar dan menetap dalam akar tersebut dan membentuk seluruhnya terdiri dari bahan organik yang berasal dari
bintil pada akar yang bersifat khas pada kacang- sisa tanaman atau hewan yang telah melalui proses
kacangan. Contoh tanaman yang bisa mengikat rekayasa, dapat berbentuk padat atau cair yag
nitrogen adalah kacang tanah (Arachis hypogeal) (L. digunakan untuk mensuplai hara tanaman,
Merr). Kacang tanah berguna untuk membantu memperbaiki sifat fisika, kimia dan biologi tanah.
menyuburkan tanah, karena pada akarnya terdapat Selain pemupukan demi tercapainya peningkatan hasil
bakteri Rhizobium yang dapat memperkaya kandungan perlu pula diperhatikan factor kesuburan (persedian
nitrogen tanah. Rumen terdapat populasi mikroba yang humus, kehidupan mikroorganisme, reaksi tanah,
cukup banyak jumlahnya.Mikroba rumen dapat dibagi struktur tanah dan lain sebagainya.
dalam tiga grup utama yaitu bakteri, protozoa dan fungi
(Czerkawski, 1986). 6. ANALISIS DAN PEMBAHASAN
Bahan-bahan yang digunakan dalam proses pembuatan
Phospor fungsinya adalah sebagai zat pembangun dan pupuk organik cair dapat dijelaskan sebagai berikut:
keeberadaannya terikat dalam senyawa kimia yang
terdapat dalam bahan organik, seperti urin sapi. Kalium Bahan organik cair
berfungsi pada asimilasi zat arang. Kalium bisa Kombinasi 1
didapat dari abu hasil pembakaran tanaman atau juga
terdapat cukup dalam air kelapa dan sedikit dalam Bahan Jumlah (lt)
kotoran ternak. Air kelapa ternyata memiliki manfaat Urin Sapi 60
untuk meningkatkan pertumbuhan tanamandapat Air Kelapa 30
dimanfaatkan sebagai penyubur tanaman. Selama ini, Susu 10
air kelapa banyak digunakan di laboratorium sebagai
nutrisi tambahan di dalam media kultur jaringan. Hasil Kombinasi 2
penelitian menunjukkan bahwa air kelapa kaya akan
potasium (kalium) hingga 17 %. Selain kaya mineral, Bahan Jumlah (lt)
air kelapa juga mengandung gula antara 1,7 sampai 2,6 Urin Sapi 65
% dan protein 0,07 hingga 0,55 %. Mineral lainnya Air Kelapa 25
antara lain natrium (Na), kalsium (Ca), magnesium Susu 10
(Mg), ferum (Fe), cuprum (Cu), fosfor (P) dan sulfur
(S). Disamping kaya mineral, air kelapa juga Kombinasi 3
mengandung berbagai macam vitamin seperti asam Bahan Jumlah (ltr)
sitrat, asam nikotinat, asam pantotenal, asam folat,
Urin Sapi 70
niacin, riboflavin, dan thiamin.
Air Kelapa 20
Tanaman menghisap zat mineral (unsur hara) yang Susu 10
terkandung dalam tanah sebagai nutrisi, sehingga tanah
harus diberi pupuk untuk mengembalikan unsur – Dari ketiga kombinasi bahan organik cair tersebut,
unsur hara yang telah diserap/diambil tanaman. Tanah selanjutnya akan dicampurkan dengan bahan organik
yang dipakai terus menerus untuk menanam dan padat dengan jumlah yang sama untuk masing-masing
mengembangkan tanaman tanpa dilakukan kombinasi. Berikut uraian bahan-bahan organik padat
pemeliharaan atau perbaikan akan berkurang yang digunakan.
kesuburannya. Maka dari itu diperlukan pupuk yang
tepat dalam rangka memperbaiki kondisi tanah agar
produktivitas pertaniannya tidak semakin
menurun..Pupuk merupakan kunci dari kesuburan
tanah karena berisi satu atau lebih unsur untuk
menggantikan unsur untuk menggantikan unsur yang
habis terisap tanaman.

B-97
Prosiding Seminar Nasional Teknoin 2008
Bidang Teknik Kimia

• Tiga tanaman sawi kelompok I, dipupuk dengan


Bahan Organik Padat pupuk organik cair kombinasi I
Bahan Padat Jumlah (Kg) • Tiga tanaman sawi kelompok II, dipupuk dengan
Terasi 5 pupuk organik cair kombinasi II
Rumen sapi 5 • Tiga tanaman sawi kelompok III, dipupuk dengan
Katul 5 pupuk organik cair kombinasi III
Buah-buahan busuk 8 • Tiga tanaman sawi kelompok IV, dipupuk dengan
Akar kacang tanah 5 pupuk kimia
Kotoran ternak 10 • Tiga tanaman sawi kelompok V, tidak diberi
Gula jawa 5 pupuk

Alat Penunjang Program Pegamatan dilakukan pada tiga parameter utama, yaitu
kesuburan tanah, kesuburan tanaman dan kecepatan
Alat Penunjang Jumlah (buah)
pertumbuhan tanaman. Parameter ini diambil sebagai
Tabung fermentasi 3 pembanding, yaitu karena dengan ketiga parameter
Ember kecil 4 itulah suatu tanaman dapat dikatakan tumbuh dengan
Plastik 5 subur sebagai tanda terpenuhinya nutrisi pada tanaman
Selang kecil 3 tersebut akibat kondisi tanah yang kaya akan unsur
Saringan bambu 3 hara.
Saringan plastik 3
Saringan kain 3 Dari proses yang dijalanan selama penelitian, hasil
Gayung 3 yang diperoleh terbagi menjadi dua bagian, yaitu hasil
Sarung tangan 5 (pasang) analisa kadar unsur yang terkandung dalam pupuk
organik cair dan hasil uji tanaman di lapagan.
6.1. Cara pembuatan meliputi :
a. Semua bahan dicampur dalam sebuah wadah Hasil uji analisa kadar unsur
(tabung) fermentasi yang kedap udara, karna Berdasarkan hasil analisa laboratorium mengenai
proses fermentasi yang dilakukan adalah anaerob. kandungan unsur hara yang terkandung dalam pupuk
b. Bahan yang telah dimasukkan dalam tabung, organik cair pada berbagai kombinasi diperoleh hasil
ditutup rapat untuk mejalani proses fermetasi yang menunjukkan perbedaan persentase kandungan
anaerob. Proses fermentasi dilakukan selama dua unsur hara. Unsur hara yang dibutuhkan oleh tanah
bulan. terbagi menjadi 16 unsur yang dikelompokkan menjadi
c. Setelah dua bulan, bahan-bahan dikeluarkan dan unsur hara makro dan mikro. Hasil analisanya
disaring sehingga terpisah antara bahan padat dan terlampir.
cairnya. Bahan cairnya tersebut yang selanjutnya
disebut pupuk organik cair. Alalisa yang diperoleh untuk unsur hara makro N, P,
K, jika disandarkan pada salah satu contoh spesifikasi
Pupuk organik cair selanjutnya diuji kadar unsunrya di nilai minimum unsur hara makro pupuk organik yang
laboratorium, sehingga hasil yang diperoleh adalah ada di Indonesia, maka hasil analisa pada penelitian ini
sebagai berikut : tidak memenuhi standar. Karena nilai minimum untuk
NPK paling tidak 1,0% - 3,0%; 1,5% - 3,0% dan 1,0%
Kode N tot (%) P tot (%) K tot (%)
- 1,5%, sedangkan hasil yang diperoleh dari penelitian
Komposisi I 0,30 0,10 0,22
ini kurang dari stnadar tersebut. Namun standar untuk
Komposisi II 0,35 0,11 0,27
Komposisi III 0,33 0,10 0,23 NPK tersebut tidak bisa ditetapkan dengan rentang
angka tertentu, karena kandungan organik yang
6.2. Pengujian dan pengamatan pada tanaman terdapat dalam pupuk organik cair berupa
Pengujian pada tanaman didasarkan pada hasil mikroorganisme akan senantiasa bekerja dalam
pembuatan pupuk organik cair dengan kombinasi campuran bahan organik tersebut, sehingga sewaktu-
komposisi seperti di atas. Pada proses pengujian ini waktu persentase kandungan unsur hara dapa berubah
akan digunakan sebagai tanaman ujicoba adalah bahkan dapat menunjukkan nilai rentang jauh. Sebab,
tanaman sawi. Tanaman sawi dipilih karena waktu bakteri fermentor yang bekerja selama dua bulan waktu
pertumbuhannya yang cukup cepat, sehingga mudah fermentasi, setelah itu hanya akan mengalami dormansi
untuk dilakukan pengamatan. Kombinasi pengujian (pingsan sementara), tapi pada dasarnya bakteri
pada tanaman mengalami sedikit revisi dari laporan tersebut masih berproduksi aktiv. Sehingga hasil
sementara karena mengingat kebutuhan data lapangan analisa unsur hara pada penelitian ini, tetap dapat
yang diperlukan. Tanaman sawi akan dibagi menjadi dijadikan sebagai dasar kandungan unsur hara yang
lima kelompok tanaman : dibutuhkan oleh tanah. Demikian juga pada kandungan
unsur hara mikro (terlampir) yang telah diujikan
memberikan hasil yang menunjukkan perbedaan pada

B-98
ISBN : 978-979-3980-15-7
Yogyakarta, 22 November 2008

setiap kombinasi. Maka dalam hal ini, untuk dapat • Kelompok IV : subur, tanaman besar dan tinggi,
mengetahui kandungan unsur hara terbaik yang terapat jumlah daun lebih banyak, tanah gembur dan
dalam pupuk organik cair harus dilakukan pengamatan lemek, pertumbuhan cepat.
pada tanaman. • Kelompok V : subur, tanaman besar dan tinggi,
jumlah daun banyak, tanah kurang gembur,
Hasil uji pada tanaman
pertumbuhan cepat.
Dari hasil tanaman uji (sawi) terlihat bahwa pengaruh
pupuk organik cair terlihat baik pada jenis kelompok Pada tanaman kelompok IV (tanaman dengan pupuk
tanaman sawi II yang diberi pupuk organik cair kimia) kondisi tanaman memang subur, namun
kombinasi II. Berdasarkan parameter yang digunakan, parameter yang terlihat masih di bawah kondisi
yaitu dengan mengamati kesuburan tanaman, tanah dan tanaman kelompok II (tanaman dengan pupuk organik
kecepatan pertumbuhan tanaman, maka tanaman sawi kombinasi II). Hal ini memang didasarkan pada konsep
kelompok II menunjukkan proses pertumbuhan yang pupuk kimia yang dapat memacu pertumbuhan
demikian. tanaman dengan cepat dan instan, sehingga terlihat
Tanah yang subur pada kondisi tanaman kelompok IV yang hampir sama
dengan tanaman kelompok II. Namun, jauh dari itu,
Pada kelompok tanaman sawi II, tanahnya gembur dan dipembahasan awal pupuk kimia tidak hanya
berwarna hitam kelam menandakan bahwa tanah memberikan pengaruh pada kecepatan pertumbuhan
tersebut subur dan kaya akan unsur hara. Tanah yang tanaman yang bekerja dalam jangka pendek, tetapi
subur dapat diketahui dari sifat fisik dan biologi tanah bersamaan dengan itu pupuk kimia meninggalkan
tersebut. Pada tanah yang subur, warna tanah akan toksik berupa zat kimia yang tidak dapat terurai oleh
menjadi hitam kelam. Hal ini akan memberikan tanah, sehingga untuk waktu jangka panjang pupuk
pengaruh baik pada sifat fisik tanah, dimana tanah akan kimia akan merugikan tanah dengan menguras unsur
menjadi gembur dan lepas-lepas, sehingga akan hara tanah. Untuk pengamatan jangka panjang akan
mempermudah sistem aerasi pada tanah, ruang udara terlihat kondisi tanah yang kurang akan kandungan
menjadi lebih luas dan akan mempermudah proses unsur hara yang ditandai dengan kondisi fisik tanah
perakaran tanaman (Rachman Sutanto, 2002). yang tidak sehat dan pertumbuhan mikroorganisme
pada tanah tersebut sangat sedikit atau bahkan tidak
Secara biologi, tanah yang subur akan menambah ada sama sekali. Namun karena keterbatasan waktu,
energi yng diperlukan kehidupan mikoorganisme maka pengamatan untuk jangka panjang tidak dapat
tanah. Tanah yang kaya akan bahan organik akan dilakukan pada tanah dan tanaman yang diberi pupuk
mempercepat perbanyakan fungi dan bakteri pengurai kimia pada pengujian tanaman penelitian ini. Oleh
tanah (Rachman Sutanto, 2002). Hal ini terlihat pada karena itu, dalam pengamatan pada dampak
tumbuhnya fungi pada daun sawi yang membusuk dan penggunaan pupuk kimia kita melihat fakta yang
jatuh ke tanah. terjadi di lapangan selama ini. Karena kemampuan
Kesuburan tanaman dan kecepatan pupuk kimia untuk meningkatkan produktivitas tanah
pertumbuhan tanaman dalam waktu relativ pendek, maka pupuk kimia
dianggap sebagai senjata ampuh untuk meningkatkan
Secara umum tanaman yang subur ditampakkan dari produksi dan mengakhiri kerawanan pangan. Badan
tinggi tanaman, lebar daun, jumlah daun, dan juga dunia FAO mengemukakan bahwa penggunaan pupuk
ukuran batang. Pada tanaman sawi kelompok II, idikasi sepadan dan berimbang di Negara-negara sedang
tersebut terlihat dan membedakan dengan kelompok berkembang dapat meningkatkan hasil pangan
tanaman sawi yang lainnya. mencapai 50% - 60% (IFDC, 1986). Seperti
Selanjutnya pada kelompok tanaman yang lainnya dikemukakan juga oleh seoran pengamat dunia Wolf
menampakkan kondisi tanaman yang kesuburannya (1986) bahwa kenaikan produksi pangan dunia sejalan
berada di bawah kondisi tanaman sawi kelompok II dengan penggunaan pupuk kimia.
dengan urutan sebagai berikut :
• Kelompok I : kurang subur, tanaman kecil, tanah Namun sejak akhir tahun delapan puluhan, mulai
kurang gembur dan agak keras, kecepatan tampak tanda-tanda terjadinya kelelahan pada tanah
pertumbuhan lambat dan penurunan produktivitas pada hampir semua jenis
• Kelompok II : sangat subur, tanaman besar dan tanaman yang diusahakan. Hasil tanaman tidak
tinggi, ukurana batang lebih besar, jumlah daun menunjukkan kecenderungan meningkat walaupun
banyak, tanah gembur dan lembek, pertumbuhan telah digunakan varietas unggul yang memerlukan
cepat. pemeliharaan dan pengelolaan hara secara intensif
• Kelompok III : kurang subur, tanaman kecil, tanah melalui bermacam-macam paket teknologi (Rachaman
kurang gembur dan agak keras, kecepatan Sutanto, 2002).
pertumbuhan lambat.
Melalui pembahasan ini ditetapkan bahwa pupuk
organik kombinasi II merupakan kombinasi pupuk

B-99
Prosiding Seminar Nasional Teknoin 2008
Bidang Teknik Kimia

yang memberikan hasil baik pada tanaman uji dengan [3] Sutanto, Rachman. 2002. Penerapan Pertanian
pengamatan seperti yang telah dipaparka di atas. Dari Organik. Kaisius : Jogjakarta
hasil analisa laboraorium, pupuk organik komposisi II [4] Orskov, E.R. 1982. Protein Nutrition in
memiliki kandungan unsur hara makro paling besar, Ruminants.
yaitu berturut-turut NPK sebesar 0,35%; 0,11% dan
0,27%. Data ini menunjukkan bahwa kandungan makro
pada kombinasi II lebih baik dari pada kombinasi
lainnya. Pupuk organik pada dasarnya mengandung
NPK yang rendah, karena konsep yang diberikan untuk
proses perbaikan tanah adalah melakukan pembenahan
terhadap tanah dengan memenuhi unsur hara yang
diperlukan, sehingga tanaman yang tumbuh pada tanah
tersebut dapat terpenuhi nutrisinya. Bersamaan dengan
konsep tersebut, maka efek yang dihasilkan, baik pada
tanah maupun tanaman tampak baik. Berbeda dengan
pupuk kimia yang hanya bekerja baik pada jangka
pendek, sedangkan jangka panjangnya meninggalkan
kerugian yang besar.

Selanjutnya pada unsur mikro, kombinasi II


menunjukkan perbandingan yang setara dengan jumlah
kandungan makro-nya, yaitu ditunjukkan dengan kadar
yang lebih sedikit dari kandungan komposisi I dan III.
Artinya, pada jumlah unsure makro dengan jumlah
banyak, maka unsure mikro-nya akan sedikit. Hal ini
sesuai dengan kebutuhan tanah terhadap unsure mikro,
yaitu hanya membutuhkan sedikit unsur mikro.

7. KESIMPULAN
• Limbah pertanian dan peternakan dapat
dijadikan sebagai sumber bahan baku
pembuatan pupuk organik cair yang
memenuhi kebutuhan unsur hara tanah.
• Sebagai pemanfaatan teknologi tepat guna dan
ramah lingkungan, maka pupuk organik cair
merupakan teknologi yang proses
pembuatannya tidak menghasilkan hasil
samping yang merugikan (zero waste), bahkan
hasil padatannya dapat dijadikan sebagai
pupuk padat.
• Karena pembuatannya yang sangat sederhana,
para petani dapat membuatnya secara mandiri
dan dengan bahan baku yang umum terdapat
di masyarakat tentunya akan mengurangi
biaya produksi, sehingga kesejahteraan petani
meningkat.
• Dengan meminimalisir penggunaan
produk/paket modern yang serba instan, dan
pencanagan pupuk organik diharapkan
pertanian Indonesia dapat memberikan
kualitas produk yang sehat, sehingga dapat
menjadi solusi terhdap permasalahan pangan
Indonesia.

8. DAFTAR PUSTAKA
[1] Adisuwirjo, Djoko. 2008. Dasar Fisiologi Ternak.
[2] Sutanto, Rachman. 2002. Pertanian Organik.
Kanisius : Jogjakarta

B-100