Anda di halaman 1dari 39

LENGKENG

(Nephelium longanum)
 Lengkeng (juga disebut
kelengkeng, matakucing, atau
longan, Dimocarpus longan, suku
lerak-lerakan atau Sapindaceae)

tanaman buah-buahan yang


berasal dari daratan Asia Tenggara
(Negeri Cina, daerah sub tropis)
Satu famili dengan rambutan
(Nephelium lappaceum),
Kapulasan (N. mutabile) dan
leci (N. litchi)

Di Indonesia, daerah penghasil


lengkeng

Ambarawa, Temanggung,
Wonosobo, Malang
Manfaat
 Daging lengkeng enak dimakan segar dan
dapat dibuat minuman dalam kaleng (canning).
 Bijinya mengandung saponin yang baik untuk
sampo pencuci rambut.
 Daunnya biasa digunakan untuk obat tradisional
terhadap penyalat dalam karena mengandung
quercetin

 Pohonnya dapat digunakan untuk kayu bakar


seperti halnya pohon rambutan.
 Selain itu, tanaman lengkeng bermanfaat untuk
taman, pelindung jalan, dan konservasi lahan
yang curam.
BOTANI
 Buah lengkeng berbentuk
bulat dengan ukuran kurang
lebih sebesar kelereng

 Buah ini bergerombol pada


malainya. Kulit buahnya
berwarna cokelat muda
sampai kehitaman dengan
permukaan agak berbintil-bintil
Daging buahnya berwarna putih
bening dan berair. Rasanya
sangat manis dengan aroma
harum yang khas. Bijinya
berbentuk bulat, terdiri dari dua
keping, dan dilapisi kulit biji yang
berwarna hitam.

Daging bijinya sendiri berwarna


putih, mengandung karbohidrat,
sedikit minyak, dan saponin.
Pohon lengkeng dapat mencapai tinggi 40 m
dan diameter batangnya hingga sekitar 1 m.

Berdaun majemuk, dengan 2-4(-6) pasang


anak daun, sebagian besar berbulu rapat
pada bagian aksialnya. Tangkai daun 1-20
cm, tangkai anak daun 0,5-3,5 cm. Anak daun
bulat memanjang, panjang lk. 1-5 kali
lebarnya, bervariasi 3-45 × 1,5-20 cm dengan
bulu-bulu kempa terutama di sebelah bawah
di dekat pertulangan daun.

Perbungaan umumnya di ujung (flos


terminalis), 4-80 cm panjangnya, lebat
dengan bulu-bulu kempa, bentuk payung
menggarpu. Mahkota bunga lima helai,
panjang hingga 6 mm.
Berdasarkan tipe seksnya (alat
perkembang biakannya), lengkeng
digolongkan menjadi 4 jenis :
 Lengkeng yang hanya memiliki bunga
jantan saja

hanya mempunyai bunga yang


mengandung benang sari saja (sebagai
alat kelamin jantan)

 Hanya mempunyai bunga betina saja

hanya mempunyai putik (alat


kelamin betina)
 Lengkeng yang mempunyai bunga
jantan dan bunga betina

dalam satu pohon terdapat


putik dan benang sari

 Lengkeng hermaprodit

mempunyai benang sari dan


putik dalam satu bunga
 Dengan adanya ke-4 tipe seks ini,
hal-hal apa yang mungkin terjadi
apabila kita menanam lengkeng ?

 Tanaman lengkeng dengan tipe


seks yang bagaimana yang
diinginkan ?

 Bagaimana cara mengatasinya ?


Jenis-jenis lengkeng
 Varietas Batu jenis unggul

Ciri-ciri buahnya :
 Kulit buahnya agak kasar dan berwarna
coklat muda
 Buahnya lebih besar dari varietas lain
 Daging buahnya lebih tebal dan mudah
sekali lepas dari bijinya
 Aromanya lebih tajam dan lebih segar
 Jumlah buah tiap malai lebih sedikit
 Harganya lebih mahal
Varietas Kopyor
Ciri-cirinya :
 Harganya lebih murah
 Kulit buahnya halus, berwarna coklat
agak bening (hampir seperti buah duku)
 Daging buah sulit dilepaskan dari bijinya
 Jumlah buah tiap malai sangat banyak
dan masih mampu berproduksi di
daerah-daerah yang mempunyai
ketinggian sampai 900 m dpl
Varietas Baru (untuk Dataran
Rendah)
 Jenis lengkeng yang telah banyak dikenal
selama ini, umumnya dapat tumbuh dan
berbuah dengan baik di daerah dataran tinggi,
meski ada sebagian yang adaptif di dataran
rendah tetapi umur panennya lama ( di atas 8
tahun).

 Belakangan ini mulai dikenal beberapa jenis


lengkeng yang dapat tumbuh bahkan berbuah
dengan lebat di dataran rendah serta bersifat
genjah (paling cepat berbuah umur 8 bulan).
1. Diamond Rever

Varietas ini berdaun hijau cerah, lebar dan tepinya bergelombang.

Tajuknya kompak dan sosoknya cenderung melebar ke samping


daripada ke atas.

Sangat cocok dijadikan tanaman peneduh (di Vietnam telah


dimanfaatkan sebagai tanaman penghijauan sejak tahun 1986).

Daging buahnya relatif tebal dan berair saat dikupas. Lengkeng


jenis ini bisa berbuah pada umur 8-12 bulan untuk lengkeng
vegetatif, dan 2 – 3 tahun untuk lengkeng generatif.

Diamond rever termasuk jenis yang mudah berbuah, bahkan tanpa


perlakuan khusus dan sangat produktif (tanaman berusia 3 tahun
dapat berbuah 80-100 kg permusim panen)
2. Pingpong

Lengkeng pingpong dahannya cenderung memanjang, lentur dan


menjulur ke segala arah.

Daun berwarna hijau tua dan berukuran kecil menggulung ke


belakang.

Ukurang buah lebih besar daripada Diamond River, beraroma


harum, daging buah cukup tebal, biji besar, kulit tipis, dan tidak
berair.

Lengkeng vegetatif bisa berbuah pada umur 8-12 bulan dan


lengkeng generatif berbuah saat berumur 2-3 tahun.

Jenis ini kurang produktif dibanding Diamond rever, mungkin tipe


percabangan yang tidak serimbun diamond rever adalah
penyebabnya.
3. Itoh

Sepintas penampilan itoh mirip dengan diamond river


dengan daun lebar dan bergelombang.

Kualitas buah paling unggul daripada yang lain.

Daging tebal, manis, kering dan berbiji tebal.

Lengkeng itoh hasil cangkokan berbuah 7-10 bulan


tanam dari bibit berumur 6 bulan. Namun di Indonesia
belum terbukti berbuah, meski sampai saat ini para
pekebun masih terus berusaha membuahkannya.
Syarat Tumbuh
 Faktor yang berpengaruh terhadap tanaman lengkeng
adalah ketinggian tempat tumbuh dari permukaan laut.
Selama ini diketahui lengkeng hanya dapat hidup dan
berbuah di daerah dataran tinggi. Hal ini berkaitan
dengan kondisi suhu ideal bagi pertumbuhannya, yaitu
20-33 oC pada siang hari dan 15 – 22 oC pada malam
hari.

 Beberapa dasawarsa terakhir, para pemulia tanaman


mampu menghasilkan babarapa jenis lengkeng yang
dapat tumbuh dan berproduksi dengan baik di dataran
rendah yang bersuhu panas.
 Kelembaban udara ideal bagi pertumbuhan
lengkeng adalah 65-90 % dan curah hujan 2500-
4000 mm/tahun.

 Tanaman lengkeng dapat hidup di hampir


berbagai jenis tanah, namun yang terbaik
adalah lempung berpasir dan mengandung
kapur, atau pada jenis tanah andosol.
 Jenis tanah latosol juga cocok bagi tanaman
lengkeng.
 Namun pada dasarnya membutuhkan tanah
yang subur dan banyak mangandung zat
organik, bersifat porous, keasaman 5,5 – 6,5
serta memiliki aerasi dan drainase yang baik.
 Tipe iklim B (basah), C (agak basah) dan D
(sedang). Tipe iklim ditentukan berdasarkan
rumus Schmidt Fergusson

perbandingan antara rata-rata jumlah


bulan kering dengan rata-rata jumlah bulan
basah yang dinyatakan dalam %

 Memerlukan tempat-tempat terbuka karena


sangat membutuhkan sinar matahari
sepanjang hari
Pengadaan Bibit
1. Pembiakan generatif menggunakan
biji

Keuntungan : murah dan mudah


penyimpanannya untuk jangka waktu yang
lama

Kegunaan :
Untuk memulai suatu tanaman yang bebas
penyakit terutama penyakit virus sebab
kebanyakan ditularkam melalui biji
Tanaman yang berasal dari biji,
umumnya mempunyai sifat-sifat :

- Pohonnya kuat karena susunan


akarnya baik
- Umurnya panjang, tetapi lambat
berbunga
- Sering terjadi perubahan
(penyimpangan) dari sifat induknya,
karena adanya penyerbukan silang
2. Pembiakan vegetatif

okulasi (tempel mata), sambung pucuk


(grafting / top enten), sambung susu, cangkok

Tujuan dari pembiakan vegetatif :


- Untuk mendapatkan tanaman yang serupa
dengan sifat induknya
- Agar cepat berbuah
- Untuk menciptakan tanaman yang rendah
OKULASI

bibit cenderung ngelacir


Proses okulasi yang berhasil ciri bibit dari okulasi
 Bibit lengkeng dari okulasi, merupakan perbanyakan
dengan cara menempelkan mata tunas indukan
pada batang bawah lengkeng yang berasal dari biji.

 Proses okulasi, sampai menjadi bibit memerlukan


waktu kurang lebih sekitar 2 hingga 3 bulan untuk
mencapai ketinggian 20 cm. Karena batang bawah
berasal dari biji, bibit ini memiliki perakaran yang
bagus

 Sifat dari bibit jenis ini cenderung ngelacir dan


meninggi, tanpa adanya percabangan bila tanpa
pemangkasan
.
 Tanaman dari bibit hingga bisa berbuah relatif
memerlukan waktu yang relatif lama (2-3 tahun).
CANGKOK

proses cangkok proses setelah turun cangkok


 Mencangkok adalah mengusahakan
perakaran dari suatu cabang tanaman tanpa
memotong cabang tersebut dari pohon
induknya

 Hasil cangkokan memiliki perakaran serabut.

• Proses pembuatan bibit cangkokan sendiri


untuk lengkeng memerlukan waktu 1-1,5 bulan
untuk turun cangkok.

 Setelah turun, mengalami proses perompesan


daun hingga 90 % dan dikarantina selama
kurang lebih 2-3 minggu untuk menumbuhkan
tunas baru.
 Jika hasil cangkokan diambil dari indukan yang produktif,
dalam kurun waktu 6-8 bulan bibit hasil cangkok bisa
belajar berbuah.

 Biasanya hasil bibit dari cangkok ini memiliki tajuk yang


sudah bagus, dan tinggi tanaman yang tidak terlalu tinggi
(ini juga tergantung perompesan dan pemangkasan saat
habis turun cangkok).

 Ada pula hasil cangkokan yang juga tidak bercabang


dan ngelacir jika dia diambil dari batang indukan yang
jarang dilakukan pemangkasan (ini yang menurut saya
kurang bagus).

 Hasil cangkok, akan menurunkan sifat yang sama persis


seperti indukan.
Sambung Susu

bibit sbg susu yg sdh habis turun dari proses susuan


ciri batang bibit sbg susu kurun 1,5 tahun bisa
berbuah
berbuah lebat
- Bibit lengkeng dari sambung susu adalah hasil
perbanyakan dengan jalan menyusukan batang
bawah asal biji dengan indukan yang diinginkan.

- Pengambilan batang atas dari teknik ini bisa diambil


dari indukan yang sudah berbuah / produktif ataupun
indukan yang belum pernah berbuah sama sekali.
Untuk inilah hati2 dalam memilih bibit dari jenis ini.

- Perhatikan karakter batang atasnya, apakah dia


cenderung lurus keatas atau bengkok / melengkung.

- Batang atas yang tegak biasanya diambil dari cabang


yang sehat, terkena matahari langsung dan sehingga
pertumbuhannya juga bagus.
- Berapa lama waktu berbuahnya bibit dari sambung susu ??

Bisa cepat, bisa lambat

Bisa cepat, jika pengambilan batang atasnya dari indukan yang


sudah produktif dan pernah berbuah. Bahkan (dengan jangka waktu
1,5 - 2 bulan bibit ini bisa dipanen) saat panen bibitpun sudah
membawa buah. Jika proses awal pembuatan bibit ini
menggunakan batang atas yang sudah berbunga / buah pentil,
maka saat panen bibit sudah dalam kondisi berbuah.

Bisa lambat, jika pengambilan batang atasnya dari cabang yang


kurang produktif dan dari indukan yang belum pernah berbuah.
Sambung Pucuk

dari entres yg produktif kemungkinan bercabang sejak


dini besar usia 3 tahun dari bibit bisa berbuah
lebat
- Bibit lengkeng dari sambung pucuk memiliki batang bawah
dari biji sehingga ia memiliki perakaran tunggang. Jenis
perakaran ini cocok untuk di tanam di kebun / tanah yang
bersifat lapang, dimana hembusan angin bisa kencang. Namun
demikian tabulampot dari bibit jenis ini juga bisa dan cepat
pertumbuhannya

- Top enten atau entres pucuk bisa diambil dari indukan yang
sudah berbuah ataupun yang belum, tergantung dari si
'pembuatnya'. Sifat dari bibit asal teknik ini tidak terlalu ngelacir
seperti bibit dari okulasi. Bahkan jika entres atas diambil dari
cabang potongan (bukan pucuk beneran) tidak menutup
kemungkinan akan tumbuh tunas baru dengan cabang lebih
dari 1. Dengan demikian tajuk tanaman akan terkesan lebih
rimbun sejak awal dari pada bibit dari okulasi.

Berapa lama masa berbuahnya ????


Berapa lama masa berbuahnya ????

Jawabannya Relatif...

Jika entres diambil dari indukan yang sudah


produktif, dalam kurun 8 bulan dia akan bisa
berbuah, namun jika entres dari indukan /
cabang yang jelek akan butuh waktu lebih dari
1 tahun.
Cara Budidaya
1.Penyiapan lahan

- Dibuat lubang 60 x 60 x 60 cm s/d 80 x 80 x 80 cm

- Lubang diangin-anginkan selama 1 minggu (bila


drainase baik) bila drainase kurang baik 2-3 minggu

- Disiapkan media, tanah gembur : pupuk kandang :


pasir = 1: 2 : 1
2.Penanaman

- Bibit yang baru di beli jangan langsung ditanam, karena


biasanya masih stres akibat pengangkutan. Bibit dibiarkan
dulu hingga terlihat segar dan tidak ada daun yang
berguguran.

- Polybag bibit digores dengan silet tajam, keluarkan bibit


dan tanahmya, bila tanah terlalu gembur diberi sedikit
tekanan, bila tanah terlalu keras medianya sedikit digaruk /
digemburkan.

- Letakkan pada lubang dan timbun dengan media yang


telah disiapkan.

- Perhatikan agar sambungan bibit tidak tertutup tanah.

- Jarak tanam 10 m x 10 m. Bibit dipindahkan jika tingginya


sudah 50 m- 75 cm
3.Pemupukan

-Setelah 1,5 bulan tanaman dipupuk dengan


pupuk NPK 1 sendok makan NPK/10 L air, siram
disekitar tanaman.

-Pemupukan selanjutnya setiap 2 bulan sekali.

- Setelah umur tanaman 4 – 5 tahun dengan dosis


1 kg NPK/tanaman

- Apabila sudah berproduksi dosis pupuk 2


g/tanaman
4. Pemangkasan

- Percabangan yang optimal sangat diperlukan untuk


meningkatkan produktifitas tanaman.

- Pemangkasan pertama dapat dilakukan sekitar 2 bulan


setelah tanam.

- Tanda tanaman yang siap dipangkas adalah: daun menua


dan batang berwarna kecoklatan. Tanaman dipangkas 5-10
cm dari ujung pucuk, 2 cm dari ruas batang terdekat. Tinggi
tanaman sedapatnya dipertahankan 2,5 – 3 m untuk
memudahkan perawatan dan pemanenan.. Tunas air juga
harus dibuang, karena tunas air menyebabkan tanaman
rimbun dan lembab sehingga dapat mengundang hama.
Hama dan Penyakit