Anda di halaman 1dari 3

Sejarah mencatat bahwa dengan kekuatan motivasi telah banyak membuktikan dapat

mengalahkan kekuatan-kekuatan besar yang secara matematis tidak mungkin untuk dilawan.
Sebut saja ketika terjadi kemenangan Kaum Muslim di Qadisiyah tahun 634 M yang
menaklukkan Imperium Persia dengan pertempuran 30 hari yang melelahkan, padahal pasukan
Persia berkekuatan 4x lebih besar daripada pasukan Kaum Muslim. Dan perang Yarmuk pada
tahun 634 M, yang juga dimenangkan Kamu Muslim dibawah panglima perang Khalid bin Walid
atas pasukan Romawi. Padahal kekuatan pasukan Romawi jauh lebih besar dari pada pasukan
Muslim dengan perbandingan 5:1. Dimana pasukan Muslim yang berjumlah 45 Ribu dapat
mengalahkan pasukan Romawi yang bekekuatan 240 Ribu tentara.

Mengapa kekuatan pasukan besar dengan jumlah 4x lipat dan 5x lipat itu dapat dikalahkan oleh
pasukan kaum Muslim? Inilah rahasianya,….Kaum muslim memiliki kekuatan MOTIVASI
yang jauh lebih unggul,…jauh lebih besar dari pasukan musuh-musuhnya, yaitu pasukan yang
telah dipersenjatai dengan MOTIVASI keimanan, yang siap menerima salah satu dari dua
kebaikan: bertempur hingga mencapai kemenangan atau mati syahid di medan perang,
sementara pasukan musuhnya adalah pasukan yang dikuasai oleh ketamakan dan nafsu belaka,
sehingga pantas saja walaupun jumlahnya sedikit tapi dengan “kualitas MOTIVASI yang
unggul” menghasilkan KINERJA yang tak tertandingi sehingga dapat mengalahkan pasukan
yang hanya punya “kuantitas dengan MOTIVASI rendah”.

MOTIVASI adalah sesuatu yang paling bertanggungjawab atas segala kesuksesan


siapapun,…dia adalah rasa semangat dan antusias yang terus membara dalam proses perjuangan,
tidak peduli kekurangan dan rintangan apapun yang dihadapinya,…kondisi sesulit
apapun,….tidak peduli berapa kali telah jatuh dan gagal, tapi mampu membuat bangkit dan terus
berusaha dan berusaha lagi, sehingga seseorang yang memilikinya BerKINERJA unggul hingga
mencapai keberhasilan apa yang diperjuangkannya.

Dalam buku Kehidupan & Karyanya: A Brief History of Hawking,…kita akan memahami
secara sederhana bagaimana kekuatan MOTIVASI: sebuah “Kemauan yang Kuat” telah merubah
seseorang yang tidak berdaya karena menderita penyakit ALS (Amyotrophic Lateral Sclerosis)
sebuah penyakit degeneratif progresif pada sel syaraf di tulang belakang dan otak yang
menyebabkan otot-otot tubuhnya mengecil sehingga menyebabkannya tidak bisa bergerak,
bahkan tak mampu berbicara dan para dokter mem-vonis umurnya pendek (harapan hidupnya
tinggal 2 tahun),…simaklah apa yang dikatakannya: “Sebelum didiagnosa, aku merasa sangat
bosan dalam hidup ini. Tampaknya tidak ada sesuatu pun yang layak dilakukan. Tapi
sekarang semuanya berbeda. Aku bermimpi akan dieksekusi,…” katanya, “…lalu tiba- tiba
aku sadar bahwa banyak sekali hal yang bisa aku lakukan, jika saja hukuman itu
ditangguhkan.” Dalam hal ini dia secara mental mengalami “penyembuhan”. Namun secara
fisik, kondisinya tidak begitu baik. Kemudian karena dia telah bertunangan dengan
kekasihnya,…Bagi Hawking, inilah “yang paling penting”. Dia sekarang memiliki sesuatu yang
layak diperjuangkan. Namun jika dia mau menikah, dia tentu butuh pekerjaan, dan untuk
memperoleh pekerjaan dia butuh gelar Ph.D. Keyakinan diri Hawking kembali, dan dia mulai
berpikir tentang permasalahan yang tepat untuk tesis Ph.D.-nya,…hingga akhirnya dia selesaikan
studi-nya dan menjadi seorang ilmuan fisika teoritis jenius yang terbesar di abad ini, bahkan
masih hidup hingga kini.
Untuk dapat menghasilkan sebuah kesuksesan,..kemenangan,…dan prestasi terbaik, diperlukan
KINERJA kerja yang sebanding dengan cita-cita yang menjadi tujuan. SKILL atau kemampuan
saja tidak cukup untuk dapat membangkitkan KINERJA yang unggul,…masih diperlukan satu
variabel lagi,…yaitu Kekuatan MOTIVASI yang besar. Staphen Hawking memperoleh peringkat
pertama dalam tes masuk di universitas Cambridge untuk melanjutkan studi Ph.D nya. Tapi
SKILL jenius nya tidak akan berarti apapun jika saja dia meratapi nasibnya hingga menyerah
setelah diagnosa penyakit “ALS” dan vonis “hidupnya yang tinggal 2 tahun lagi”. Tapi
untungnya dia segera sadar, dan menggali MOTIVASI diri, dengan menemukan bahwa dia dari
dulu memiliki “Kemauan yang kuat dan saat itu juga memiliki sesuatu yang layak
diperjuangkannya”. Sehingga walaupun keadaan fisiknya yang lemah dan terbatas,…dengan
SKILL dan MOTIVASI besarnya dia tetap memiliki KINERJA terbaik hingga menjadi ilmuan
Jenius.

Pada tahun 1984, Jerry Gray dan Frederick Starke menyampaikan sebuah persamaan rumus
tentang KINERJA, yaitu: KINERJA = MOTIVASI x SKILL

Saya ingin berbagi cerita tentang pengalaman menggali MOTIVASI ketika kuliah Magister di
ITB hingga bisa melanjutkan studi ke Jerman. Pada saat kuliah S2 di ITB saya pernah
mengalami masa Consciously Incompetence yang akut hingga saya merasa sudah tidak kuat lagi
untuk melanjutkan studi dan ingin cuti saja dulu bahkan terpikir kayanya ga bakalan mampu
menyelesaikannya. (Baca rinciannya pada artikel “Tipe Mahasiswa Sperti Apa Anda” ). Setelah
saya tau rintangannya,….karna terlalu sadar dan real-nya kondisi Consciously Incompetence
yang saya alami,…maka saya mencoba untuk mencari MOTIVASI diri agar tetap dalam jalur
perjuangan meraih cita-cita. Akhirnya saya menemukan ide bahwa satu-satunya cara untuk
menyelamatkan “perjuangan” adalah dengan mendapatkan beasiswa studi, kalo bisa yang ke luar
negeri,…saking menggebu-gebunya ingin dapet beasiswa studi ke luar negri (supaya bisa
menyelamatkan perjuangan),…seolah-olah keinginan itu sudah dekat sekali, padahal belum
terjadi, mungkin inilah yang dimaksud sebagai “keinginan kita yang terfokus akan menarik
segenap potensi semesta untuk mewujudkannya”…jadi berhati-hatilah dengan keinginan
kita,..terutama yang sering nyantol dipikiran ~ karna bisa jadi itulah yang kita dapatkan. Atau
bahasa sederhananya adalah “kekuatan hukum alam~sunatullah~kekuatan do’a”……..nanti akan
saya bahas di akhir tulisan ini, bagaimana kaitannya……jadi terus ikuti kelanjutannya.

Apa yang terjadi beberapa hari kemudian adalah ITB kedatangan seorang professor dari Jerman,
dengan project mengajak beberapa mahasiswa S2 untuk menempuh studi dan menyelesaikannya
di salah satu perguruan tinggi di Jerman,…melalui seleksi yang langsung oleh sang professor.
Saya siapkan segalanya untuk mengikuti proses seleksi tersebut,…dan saya afirmasikan dalam
hati bahwa saya harus mendapatkannya, hingga saya merasa sangat Consciously Competence
dan Alhamdulillah akhirnya mahasiswa S2 di jurusan Teknik Komputer diwakili oleh saya yang
berangkat ke Jerman. Selesailah masalah saya,…untungnya segera sadar dan tidak terpuruk
dalam keadaan Consciously Incompetence akut yang “membahayakan” tapi dengan kekuatan
MOTIVASI bisa merubahnya menjadi Consciously Competence yang menguntungkan.

Begitulah kekuatan MOTIVASI,…jurus jitu yang disediakan Allah SWT dalam diri
MANUSIA,…yang dapat mengalahkan segala rintangan dan hambatan proses perjuangan
seseorang yang memilikinya.
Seorang guru saya berkata,…bahwa untuk memiliki KINERJA terbaik tidak cukup dengan
MOTIVASI dan SKILL saja,…tapi kita perlu satu variabel lagi, yaitu “kekuatan DO’A”
sehingga Allah SWT merido’i perjuangan KINERJA kerja kita dalam meraih cita-cita luhur. Dan
pada prosesnya kita sering mengejawantahkan “Sunatullah~Hukum Alam” ini dalam kata-kata
seperti “keberuntungan”,… “lucky” atau “miracle”.

Cermati kata bijak di bawah ini:

“Knowledge is power, character is more, but lucky is everything”

Untuk para MAHASISWA-ku,…yang saat ini lagi loyo, Be’Te’,…ga sMaNgAt,…ato malah
hampir putus asa,…entah dengan sebab apapun jua,…ga apa-apa sedih, nangis, kecewa dalam
perjuangan,…karna itu “MANUSIAWI”. Tapi jangan KELAMAAN,…makin cepet sadar dan
segera bangkit, makin bagus…ayo SMANGAT,…jangan kelamaan menderitanya,…ntar keburu
hanyut ta’ berdaya,…jadi lebih repot ngobatinnya,…kolo toh harus gagal dan menderita
besok,..ya besok aja menderitanya, nanti aja kecewanya,….saat ini minimal kita bisa menikmati
waktu yang tersisa dengan rasa syukur via kinerja terbaik yang dapat dipersembahkan. Mengapa
harus terpuruk & menderitanya sekarang? Kalo belum ada keputusan final?….Masalah hasil
itumah hak prorogativ-nya Allah SWT,…yang penting kita usaha,…segera cari apa yang dapat
membangkitkan MOTIVASI supaya KINERJA kita meningkat,…dan menghasilkan karya
“pretasi terbaik” yang dapat kita banggakan dalam hidup ini.

Jadilah miracle dan jangan menunguinya,…bagaimana caranya?, Insya Allah akan saya bahas
lebih dalam mengenai “Jadilah Miracle” dalam tulisan berikutnya…tetap ikuti dan sering-
seringlah buka web blog DOSEN mu ini, sebagai salah satu referensi mendapatkan inspirasi
MOTIVASI mu. Ayo Semangat MAHASISWA ku…..dan tetap dalam jalur perjuangan.