Anda di halaman 1dari 5

PIJAT OKSITOSIN

A. Definisi Pijat Oksitosin


Oksitosin merupakan hormon polipeptida yang disekresikan oleh pituitary
posterior yang berperan pada persalinan dan ejeksi ASI. Tujuan dari induksi atau
augmentasi adalah untuk mempengaruhi aktivitas uterus sehingga mampu
menghasilkan kontraksi yang adekuat ubtuk membuka serviks dan mendorong
janin untuk turun (descent). Yang digunakan adalah oksitosin sintesis. Dalam
persalinan. Ada dua kegunaan dari oksitosin (saifudin, 2010).
Memberikan ASI adalah hal yang sangat penting bagi bayi, terutama pada
bayi di bawah 6 bulan. Hormon di dalam tubuh yang berfungsi dalam produksi
ASI yaitu hormon oksitosin. Ketika lancarnya produksi hormon oksitosin,
berfungsi agar sel-sel alveoli di kelenjar payudara bisa berkontraksi dengan baik.
Dengan terjadinya kontraksi tersebutlah yang akhirnya bisa membuat air susu
keluar
Pijat oksitosin merupakan salah satu solusi untuk mengatasi
ketidaklancaran produksi ASI. Pijat oksitosin adalah pemijatan pada sepanjang
tulang belakang (vertebrae) sampai tulang costae kelima-keenam dan
merupakan usaha untuk merangsang hormon prolaktin dan oksitosin setelah
melahirkan.

ASI diproduksi atas hasil kerja gabungan antara hormon dan refleks.
Selama kehamilan, perubahan pada hormon berfungsi mempersiapkan jaringan
kelenjar susu untuk memproduksi ASI. Segera setelah melahirkan, bahkan mulai
pada usia kehamilan 6 bulan akan terjadi perubahan pada hormon yang
menyebabkan payudara mulai memproduksi ASI. Pada waktu bayi mulai
menghisap ASI, akan terjadi dua refleks pada ibu yang akan menyebabkan ASI
keluar pada saat yang tepat dan jumlah yang tepat pula (Bobak, 2005). Dua
refleks tersebut adalah :

1. Refleks Prolaktin
Refleks pembentukan atau produksi ASI. Rangsangan isapan bayi
melalui serabut syaraf akan memacu hipofise anterior untuk mengeluarkan
hormon prolaktin ke dalam aliran darah. Prolaktin memacu sel kelenjar untuk
sekresi ASI. Makin sering bayi menghisap makin banyak prolaktin dilepas
oleh hipofise, makin banyak pula ASI yang diproduksi oleh sel kelanjar,
sehingga makin sering isapan bayi, makin banyak produksi ASI,sebaliknya
berkurang isapan bayi menyebabkan produksi ASI kurang.
Mekanisme ini disebut mekanisme “supply and demand”. Efek lain dari
prolaktin yang juga penting adalah menekan fungsi indung telur (ovarium).
Efek penekanan ini pada ibu yang menyusui secara eksklusif adalah
memperlambat kembalinya fungsi kesuburan dan haid. Dengan kata lain,
memberikan ASI eksklusif pada bayi dapat menunda kehamilan.
2. Refleks oksitosin
Refleks pengaliran atau pelepasan ASI (let down reflex) setelah diproduksi
oleh sumber pembuat susu, ASI akan dikeluarkan dari sumber pembuat susu
dan dialirkan ke saluran susu. Pengeluaran ASI ini terjadi karena sel otot halus
di sekitar kelenjar payudara mengerut sehingga memeras ASI untuk keluar.
Penyebab otot-otot itu mengerut adalah suatu hormon yang dinamakan
oksitosin.
Rangsangan isapan bayi melalui serabut syaraf memacu hipofise posterior
untuk melepas hormon oksitosin dalam darah. Oksitosin memacu sel-sel
myoepithel yang mengelilingi alveoli dan duktus untuk berkontraksi, sehingga
mengalirkan ASI dari alveoli ke duktus menuju sinus dan puting. Dengan
demikian sering menyusui penting untuk pengosongan payudara agar tidak
terjadi engorgement (payudara bengkak), tetapi justru memperlancar
pengaliran ASI.
Selain itu oksitosin berperan juga memacu kontraksi otot rahim, sehingga
mempercepat keluarnya plasenta dan mengurangi perdarahan setelah
persalinan. Hal penting adalah bahwa bayi tidak akan mendapatkan ASI cukup
bila hanya mengandalkan refleks pembentukan ASI atau refleks prolaktin saja.
Ia harus dibantu refleks oksitosin. Bila refleks ini tidak bekerja maka bayi tidak
akan mendapatkan ASI yang memadai, walaupun produksi ASI cukup.
B. Tujuan Pijat Oksitosin
Pijat oksitosin ini dilakukan untuk merangsang refleks oksitosin atau refleks
let down. Atau yang biasa disebut sebagai reaksi pengeluaran ASI.

C. Manfaat Pijat Oksitosin


Untuk merangsang refleks let down/memperlancar produksi ASI dan pijat
oksitosin adalah memberikan kenyamanan pada ibu, mengurangi bengkak
(engorgement), mengurangi sumbatan ASI, merangsang pelepasan hormon
oksitosin, mempertahankan produksi ASI ketika ibu dan bayi sakit.

D. Tehnik Pijat Oksitosin

Persiapan ibu sebelum dilakukan pijat oksitosin :

1. Menjaga privasi
2. Bangkitkan rasa percaya diri ibu
3. Bantu ibu agar mempunyai pikiran dan perasaan baik tentang bayinya

Alat –alat yang digunakan :

1. 2 buah handuk besar bersih


2. Air hangat dan air dingin dalam baskom
3. 2 buah Waslap atau sapu tangan dari handuk
4. Minyak kelapa atau baby oil pada tempatnya

Langkah-langkah melakukan pijat oksitosin sebagai berikut

1. Melepaskan baju ibu bagian atas


2. Ibu miring ke kanan maupun ke kiri, lalu memeluk bantal atau bisa juga
dengan posisi duduk
3. Memasang handuk
4. Melumuri kedua telapak tangan dengan minyak atau baby oil
5. Memijat sepanjang kedua sisi tulang belakang ibu dengan menggunakan
dua kepalan tangan, dengan ibu jari menunjuk ke depan
6. Menekan kuat-kuat kedua sisi tulang belakang membentuk gerakan-
gerakan melingkar kecil-kecil dengan kedua ibu jarinya
7. Pada saat bersamaan, memijat kedua sisi tulang belakang ke arah bawah,
dari leher ke arah tulang belikat, selama 2-3 menit
8. Mengulangi pemijatan hingga 3 kali
9. Membersihkan punggung ibu dengan waslap air hangat dan dingin secara
bergantian.

DAFTAR PUSTAKA

Bobak IM, Lowdermilk DL, Jesen MD.1995.Buku Ajar Keperawatan Maternitas


(Maternity Nursing) Edisi 4, Maria A Wijayarti dan Peter Anugerah
(penterjemah).2005. Jakarta: EGC.
Endah, S.N. & Masdinarsah, I. 2011. Pengaruh pijat oksitosin terhadap
pengeluaran kolostrum pada Ibu post partum di ruang kebidanan rumah sakit
muhammadiyah Bandung.Bandung

Notoatmodjo, S. 2010. Metodologi penelitian kesehatan. Jakarta: PT Rineka Citra.

Perinasia. 2007. Manajemen Laktasi. Jakarta: gramedia.