Anda di halaman 1dari 11

PENEGAKAN DIAGNOSA KUSTA

No. Dokumen :

SOP No. Revisi :


Tanggal Terbit :
Halaman : 1/10

PEMERINTAH UPT
KABUPATEN PUSKESMAS
CIREBON SEDONG
dr. Rexy Oktavianus
NIP. 19771201 201101 1 001

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)


PROGRAM KUSTA PUSKESMAS

DISAJIKAN
PADA PERTEMUAN
MONITRING DAN EVALUASI PROGRAM P2 KUSTA
Tanggal, 11 November 2014

DINAS KESEHATAN
KABUPATEN CIREBON
PENEGAKAN DIAGNOSA KUSTA
No. Dokumen :

SOP No. Revisi :


Tanggal Terbit :
Halaman : 2/10

PEMERINTAH UPT
KABUPATEN PUSKESMAS
CIREBON SEDONG
dr. Rexy Oktavianus
NIP. 19771201 201101 1 001

I. LATAR BELAKANG

Kusta masih menjadi masalah

Kualitas pelayanan rendah

1. Cakupan Pemeriksaan Kontak

2. Cakupan RVS desa endemis

3. Penanganan Reaksi

4. Penanganan Cacat

SOP
PENEGAKAN DIAGNOSA KUSTA
No. Dokumen :

SOP No. Revisi :


Tanggal Terbit :
Halaman : 3/10

PEMERINTAH UPT
KABUPATEN PUSKESMAS
CIREBON SEDONG
dr. Rexy Oktavianus
NIP. 19771201 201101 1 001

PENGERTIAN SOP adalah :


 Kegiatan standar yang dilakukan dalam menghadapi setiap keadaan /
masalah.
 Memiliki konsekuensi hukum.
PENEGAKAN DIAGNOSA KUSTA

No. Dokumen :

SOP No. Revisi :


Tanggal Terbit :
Halaman : 4/10

PEMERINTAH UPT
KABUPATEN PUSKESMAS
CIREBON SEDONG
dr. Rexy Oktavianus
NIP. 19771201 201101 1 001

TUJUAN SOP YAITU :

1) Agar petugas mengetahui dengan sangat jelas, apa yang dia akan
lakukan.
2) Alat Advokasi untuk mendapat dukungan kebijakan terhadap pimpinan
dalam hal ini kepala Puskesmas.
PENEGAKAN DIAGNOSA KUSTA
No. Dokumen :

SOP No. Revisi :


Tanggal Terbit :
Halaman : 5/10

PEMERINTAH UPT
KABUPATEN PUSKESMAS
CIREBON SEDONG
dr. Rexy Oktavianus
NIP. 19771201 201101 1 001

Pada tahap awal ada 5 topik SOP untuk program kusta yaitu :
1. SOP PASIEN BARU
2. SOP REAKSI BERAT
3. SOP DESA HIGH ENDEMIS
4. SIP PASIEN DENGAN KECACATAN
5. SOP PASIEN RFT TP MEMILIKI FAKTOR RISIKO
PENEGAKAN DIAGNOSA KUSTA
No. Dokumen :

SOP No. Revisi :


Tanggal Terbit :
Halaman : 6/10

PEMERINTAH UPT
KABUPATEN PUSKESMAS
CIREBON SEDONG
dr. Rexy Oktavianus
NIP. 19771201 201101 1 001

1. SOP PASIEN BARU KUSTA

1. Memberikan MDT secara teratur disertai konseling dasar sampai selesai


pengobatan.

2. Melakukan pemeriksaan fungsi saraf (PFS) minimal 1 kali setiap 3 bulan


pada pasien tanpa reaksi atau setiap 2 minggu bila ada reaksi.

3. Mengisi kartu pasien dan lembar PRF/POD dengan lengkap

4. Melakukan kunjungan rumah untuk pemeriksaan kontak dan pemberian


konseling pada keluarga dan tetangga, paling lambat 1 bulan setelah
diagnosa ditegakkan.
PENEGAKAN DIAGNOSA KUSTA
No. Dokumen :

SOP No. Revisi :


Tanggal Terbit :
Halaman : 7/10

PEMERINTAH UPT
KABUPATEN PUSKESMAS
CIREBON SEDONG
dr. Rexy Oktavianus
NIP. 19771201 201101 1 001

2. SOP REAKSI BERAT


1. Petugas puskesmas / wasor Kabupaten melakukan konsultasi dengan
dokter puskesmas.
2. Mencari dan mengatasi faktor pencetus
3. Memberikan konseling pada pasien dan keluarga
4. Memberikan obat anti reaksi (Prednison) sesuai protap
5. Melakukan pemeriksaan fungsi saraf setiap 2 minggu
6. Mendeteksi kemungkinan adanya efek samping prednison
7. Merujuk ke Rumah Sakit bila :
a. Intake tidak terjamin
b. Gejala reaksi makin memburuk
c. Reaksi disertai komplikasi penyakit lain
d. Rekasi disertai kontra indikasi prednison
PENEGAKAN DIAGNOSA KUSTA

No. Dokumen :

SOP No. Revisi :


Tanggal Terbit :
Halaman : 8/10

PEMERINTAH UPT
KABUPATEN PUSKESMAS
CIREBON SEDONG
dr. Rexy Oktavianus
NIP. 19771201 201101 1 001

3. SOP DESA HIGH ENDEMIS


(Ada kasus baru selama 3 tahun. Berturut-turut atau dan kasus baru
dengan anak, atau ada kasus baru dengan cacat tingkat 2)
1. Melakukan kegiatan RVS sesuai juknis (setiap tahun sampai tidak
ditemukan kasus baru).
2. Melakukan on the job training kepada petugas Desa Binaan / Pustu /
Bides. Sebagai upaya melibatkan dalam penyuluhan, deteksi suspek, dan
keteraturan pengobatan.
3. Melakukan on teh job training kepada petugas UKS, sebagai upaya
melibatkan dalam penyuluhan dan deteksi suspek.
PENEGAKAN DIAGNOSA KUSTA
No. Dokumen :

SOP No. Revisi :


Tanggal Terbit :
Halaman : 9/10

PEMERINTAH UPT
KABUPATEN PUSKESMAS
CIREBON SEDONG
dr. Rexy Oktavianus
NIP. 19771201 201101 1 001

4. SOP PASIEN DENGAN KECACATAN


1. Memberikan konseling kepada pasien
2. Membimbing cara perawatan diri sesuai kecacatan yang dialami pasien
3. Untuk pasien baru dilakukan penilaian tingkat cacat pada awal dan akhir
MDT
4. Merujuk pasien bila :
a. Terdapat luka komplikata
b. Membutuhkan prothesa
c. Membutuhkan bedah rekonstruksi
PENEGAKAN DIAGNOSA KUSTA
No. Dokumen :

SOP No. Revisi :


Tanggal Terbit :
Halaman : 10/10

PEMERINTAH UPT
KABUPATEN PUSKESMAS
CIREBON SEDONG
dr. Rexy Oktavianus
NIP. 19771201 201101 1 001

5. SOP PASIEN RFT TAPI MEMILIKI FAKTOR RISIKO (Cacat, Pernah reaksi,
asien yang BTA 3+ atau Ada Nodul, atau Ada Infiltrat pada Awal
Penemuan)
1. Memberikan konseling sesuai dengan faktor risiko yang dialami
2. Melakukan pemantauan secara semi aktif (Bila dalam 3 Bulan tidak ke
Puskesmas maka pada bulan ke 4 petugas puskesmas melakukan
kunjungan rumah)
3. Melakukan tata laksana sesuai masalah yang ditemukan dalam
pemantauan selama 5 tahun.