Anda di halaman 1dari 22

PENGGUNAAN EKSTRAK DAUN SALAM (EUGENIA

POLYANTHA) SEBAGAI UPAYA PENGENDALIAN


KOLESTEROL BERLEBIH PADA MANUSIA

Diusulkan oleh :

M. Fakhrurrozi NIM 1520025066/ Angkatan 2015

Viky Yudi Alvian NIM 1520025051/ Angkatan 2015

Hari Aditya Raharja NIM 1520025025/ Angkatan 2015

Steven Adytama NIM 1520025035/ Angkatan 2015

UNIVERSITAS UDAYANA

BALI

2016

i
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas
berkat rahmat-Nya penulis dapat menyelesaikan karya tulis ini yang berjudul
"Penggunaan Ekstrak Daun Salam (Eugenia polyantha) sebagai Upaya
Pengendalian Kolesterol Berlebih pada Manusia". Penulisan karya tulis ilmiah ini
bertujuan untuk mengetahui mekanisme, dan analisis manfaat dari penggunaan
ekstrak Eugenia polyantha untuk mengendalikan kelebihan kolesterol.

Dalam penyelesaian karya tulis ini, penulis banyak mengalami kesulitan


terutama dalam kurangnya pengetahuan dan kosa kata. Namun berkat bimbingan
dari berbagai pihak, tulisan ini bisa diselesaikan. Karena itu sepantasnya jika
penulis mengucapkan terima kasih kepada :

1. Tuhan Yang Maha Esa, karena telah memberikan kesehatan kepada penulis
sehingga penulis dapat menyelesaikan Karya Tulis Ilmiah ini dengan tepat
waktu.

2. Orang tua yang selalu mendukung dan senantiasa mendoakan penulis.

3. Dan semua pihak yang telah membantu, baik secara langsung maupun
tidak langsung yang tidak dapat disebutkan satu persatu.

Penulis menyadari bahwa tulisan ini masih memiliki banyak kekurangan.


Oleh karena itu, penulis mengharapkan adanya kritik dan saran yang positif agar
dapat lebih baik di kemudian hari.

Denpasar, 28 Desember 2015

Penulis

ii
DAFTAR ISI

Halaman Judul.....................................................................................................i

Kata Pengantar.....................................................................................................ii

Daftar Isi..............................................................................................................iii

Daftar Gambar.....................................................................................................v

Daftar Tabel..........................................................................................................v

Abstrak.................................................................................................................vi

BAB I PENDAHULUAN....................................................................................1

1.1 Latar Belakang....................................................................................1

1.2 Rumusan Masalah...............................................................................3

1.3 Tujuan Penulisan.................................................................................3

1.4 Manfaat Penulisan...............................................................................3

BAB II TINJAUAN PUSTAKA..........................................................................4

2.1 Kolesterol...........................................................................................4

2.2 Daun Salam........................................................................................5

BAB III METODE PENULISAN.......................................................................10

3.1 Metode Kajian Pustaka......................................................................10

3.2 Sumber dan Jenis Data.......................................................................10

3.3 Pengumpulan Data.............................................................................10

3.4 Analisis Data......................................................................................10

3.5 Penarikan Kesimpulan.......................................................................10

BAB IV ANALISIS DAN SINTESIS.................................................................11

iii
4.1 Mekanisme Kerja dari Penggunaan Ekstrak Eugenia polyantha untuk
Mendendalikan Kelebihan Kolesterol..............................................11

4.2 Analisis Manfaat dari Penggunaan Ekstrak Eugenia polyantha untuk


Mengendalikan Kelebihan Kolesterol..............................................11

4.2.1 Kandungan pada Daun Salam (Eugenia polyantha)...............11

BAB V PENUTUP...............................................................................................14

5.1 Kesimpulan........................................................................................14

5.2 Saran..................................................................................................14

Daftar Pustaka......................................................................................................15

Lampiran

iv
DAFTAR GAMBAR

No. Judul Halaman

1. Gambar 1. Daun Salam (Eugenia polyantha)..................................7

2. Gambar 2. Eugenia polyantha yang Sudah Dikeringkang...............7

DAFTAR TABEL

No. Judul Halaman

1. Tabel 1. Pedoman Klinis untuk Menghubungkan Profil Lipid dengan Resiko


Terjadinya Penyakit Kardiosvaskuler.............................................5

v
Penggunaan Ekstrak Daun Salam (Eugenia polyantha) sebagai Upaya
Pengendalian Kolesterol Berlebih pada Manusia

M. Fakhrurrozi, Viky Yudi Alvian, Hari Aditya Raharja, Steven Adytama

ABSTRAK

Kadar kolesterol terlalu tinggi disebut Hiperkolesterolemia. Kolesterol


merupakan salah satu penyebab penyakit jantung koroner (PJK). Penyakit jantung
dewasa ini merupakan penyebab paling utama keadaan sakit dan kematian bangsa-
bangsa industri maju. Di Amerika Serikat, penyakit jantung merupakan penyebab
utama kematian, yaitu kira-kira 37% sebab kematian. Sekitar 88% dari angka
tersebut, disebabkan karena penyakit jantung koroner. Di Indonesia pada tahun
2010, penyakit kardiovaskuler menyumbang angka kematian terbesar, yaitu 30%
faktor risiko metabolik berupa peningkatan kadar total kolesterol menempati
tempat kedua sebesar 35,1% setelah peningkatan tekanan darah.

Pengobatan tradisional di Indonesia telah dilakukan sejak zaman dahulu.


Ini disebabkan karena di Indonesia banyak sekali terdapat tanaman yang bisa
digunakan sebagai bahan-bahan baku alami untuk pengobatan. Sembilan tanaman
obat itu adalah : sambiloto, jambu biji, jati belanda, cabe jawa, termulawak, jahe
merah, kunyit, mengkudu dan salam.

Salam atau Eugenia polyantha mengandung flavonoid, tamin, minyak


atsiri (0,05%), seskuiterpen, triterpenoid, fenol, steroid, sitral, lakton, saponin, dan
karbohidrat. Selain itu daun salam juga mengandung beberapa vitamin, di
antaranya vitamin C, vitamin A, Thiamin, Riboflavin, Niacin, vitamin B6, vitamin
B12, dan folat. Bahkan mineral seperti selenium terdapat di dalam kandungan
daun salam.

Penalaran ide kreatif dalam karya tulis ini, memerlukan suatu pengkajian
dan penelitian lebih lanjut mengenai potensi daun salam (Eugenia polyantha)
untuk membantu penurunan kadar kolesterol dalam tubuh.

Kata kunci : Kolesterol, Hiperkolesterolemia, penyakit jantung koroner (PJK),


Eugenia polyantha.

vi
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Kolesterol sebenarnya bukan suatu penyakit, melainkan merupakan


suatu hasil dari metabolisme tubuh terhadap lemak yang kita makan.
Kolesterol juga dibuat oleh tubuh sendiri (hati) karena memang diperlukan
untul membentuk otak, membangun sel-sel, serta memproduksi empedu dan
memproduksi hormon-hormon. Artinya, tubuh sebenarnya memerlukan
kolesterol dalam jumlah tertentu (Utariningsih et al, 2007). Kolesterol
berlebihan akan menyebabkan gumpalan dalam saluran pembuluh darah.
Akibatnya, fungsi jantung dan otak jadi terganggu. Hal inilah menjadi masalah
kesehatan di masyarakat saat ini terutama yang tinggal di perkotaan. Kadar
kolesterol terlalu tinggi disebut Hiperkolesterolemia. Hiperkolesterolemia
dapat meningkatkan resiko terjadinya asteloklerosis, jantung koroner dan
penyakit pembuluh darah yang lain.

Kolesterol merupakan salah satu penyebab penyakit jantung koroner


(PJK). Penyakit jantung dewasa ini merupakan penyebab paling utama
keadaan sakit dan kematian bangsa-bangsa industri maju (Ariantari et al,
2010). Di Amerika Serikat, penyakit jantung merupakan penyebab utama
kematian, yaitu kira-kira 37% sebab kematian. Sekitar 88% dari angka
tersebut, disebabkan karena penyakit jantung koroner (Ariantari et al, 2010).
Di Indonesia pada tahun 2010, penyakit kardiovaskuler menyumbang angka
kematian terbesar, yaitu 30% faktor risiko metabolik berupa peningkatan kadar
total kolesterol menempati tempat kedua sebesar 35,1% setelah peningkatan
tekanan darah (WHO, 2014). Menurut Riskesdas 2013, Nusa Tenggara Timur
menempati peringkat pertama prevalensi penyakit jantung koroner sebesar
4,4% diikuti Sulawesi Selatan (2,9%) (Badan Litbangkes, 2013).

Kolesterol merupakan unsur penting dalam tubuh yang diperlukan


untuk mengatur proses kimiawi di dalam tubuh, tetapi kolesterol dalam jumlah

1
tinggi bisa menyebabkan terjadinya ateroklerosis yang akhirnya akan
berdampak pada penyakit jantung koroner (Rahayu, 2005). Kadar kolesterol
darah dipengaruhi oleh berbagai faktor diantaranya adalah konsumsi pangan
dan aktivitas fisik. Kadar kolesterol dipengaruhi oleh asupan lemak,
karbohidrat, dan protein (Davison et al, 2012). Asupan serat, asupan kolesterol
dari pangan dan aktivitas fisik juga dapat memengaruhi kadar kolesterol darah
(Mahan dkk, 2008).

Pengobatan tradisional di Indonesia telah dilakukan sejak zaman


dahulu. Ini disebabkan karena di Indonesia banyak sekali terdapat tanaman
yang bisa digunakan sebagai bahan-bahan baku alami untuk pengobatan.
Badan Pengawas Obat dan Makanan telah menetapkan sembilan tanaman obat
unggulan yang telah diteliti atau diuji secara klinis. Sembilan tanaman obat itu
adalah : sambiloto, jambu biji, jati belanda, cabe jawa, termulawak, jahe
merah, kunyit, mengkudu dan salam (BPOM, 2004).

Salam atau Eugenia polyantha dikenal masyarakat Indonesia sebagai


bumbu masak karena memiliki keharuman khas yang bisa menambah
kelezatan masakan. Daun salam mempunyai rasa yang kelat dan bersifat
astringent. Untuk pengobatan, memang daunlah yang paling banyak
digunakan, tetapi akar, kulit, dan buahnya pun berkhasiat sebagai obat
(Dalimartha, 2007). Pengobatan secara tradisional menggunakan daun salam
untuk mengobati kolesterol tinggi, kencing manis, hipertensi, gastritis, dan
diare (Wahyudi, 2005).

Eugenia polyantha mengandung flavonoid, tamin, minyak atsiri,


seskuiterpen, triterpenoid, fenol, steroid, sitral, lakton, saponin, dan
karbohidrat (BPOM, 2004). Selain itu daun salam juga mengandung beberapa
vitamin, di antaranya vitamin C, vitamin A, Thiamin, Riboflavin, Niacin,
vitamin B6, vitamin B12, dan folat. Bahkan mineral seperti selenium terdapat
di dalam kandungan daun salam (Asiamaya, 2007). Dengan berbagai
kandungan zat yang terdapat pada Eugenia polyantha, diharapkan tanaman ini
dapat berfungsi menurunkan kadar kolesterol yang tinggi, dengan mekanisme
kerja yaitu, merangsang sekresi cairan empedu sehingga kolesterol akan keluar

2
bersama cairan empedu menuju usus, dan merangsang sirkulasi darah sehingga
mengurangi terjadinya pengendapan lemak pada pembuluh darah (Hembing,
2006).

1.2 Rumusan Masalah

1. Bagaimana mekanisme kerja dari penggunaan ekstrak Eugenia polyantha


untuk mengendalikan kelebihan kolesterol ?

2. Bagaimana analisis manfaat dari penggunaan ekstrak Eugenia polyantha


untuk mengendalikan kelebihan kolesterol ?

1.3 Tujuan Penulisan

1. Untuk mengetahui mekanisme kerja dari penggunaan ekstrak Eugenia


polyantha untuk mengendalikan kelebihan kolesterol.

2. Untuk mengetahui analisis manfaat dari penggunaan ekstrak Eugenia


polyantha untuk mengendalikan kelebihan kolesterol.

1.4 Manfaat Penulisan

1. Manfaat bagi Pemerintah

Karya tulis ini dapat membantu pemerintah dalam upaya menurunkan


jumlah kasus kelebihan kolesterol, sehingga upaya pemerintah dalam
membangun kualitas hidup penduduk yang baik dapat terealisasi.

2. Manfaat bagi Masyarakat

Sebagai salah satu upaya membangun kualitas hidup masyarakat agar


masyarakat terhindar dari resiko kolesterol yang berlebihan, sehingga
kualitas hidup masyarakat menjadi lebih baik.

BAB II

3
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Kolesterol
Kolesterol merupakan salah satu dari golongan lemak (lipida) padat
yang berwujud seperti lilin. Kolesterol bersifat aterogenik atau sangat mudah
menempel yang kemudian membentuk plak pada dinding pembuluh darah
untuk membentuk otak, membangun sel-sel, serta memproduksi empedu dan
memproduksi hormon-hormon (Utariningsih dkk, 2007). Kolesterol merupakan
unsur penting dalam tubuh yang diperlukan untuk mengatur proses kimiawi di
dalam tubuh, tetapi kolesterol dalam jumlah tinggi bisa menyebabkan
terjadinya ateroklerosis yang akhirnya akan berdampak pada penyakit jantung
koroner (Rahayu, 2005).
Banyak penelitian menunjukan hubungan antara kadar kolesterol total
darah dengan resiko penyakit jantung koroner (PJK) sangat kuat, konsisten,
dan tidak tergantung pada faktor resiko lain. Penelitian genetik, eksperimental,
epidermiologis dan klinis menunjukan dengan jelas bahwa peningkatan kadar
kolesterol total mempunyai peran penting pada pathogenesis penyakit jantung
koroner (PJK) (Anwar, 2004).
Angka patokan kadar lipid yang memerlukan pengelolaan, penting
dikaitkan dengan terjadinya komplikasi kardiovaskuler. Dari berbagai
penelitian jangka panjang di negara-negara barat, yang dikaitkan dengan
besarnya resiko untuk terjadinya penyakit kardiovaskuler (PKV), dikenal
dengan patokan kadar kolesterol total sebagai berikut:
1) Kadar yang diinginkan dan diharapkan masih aman adalah < 200 mg/dl
2) Kadar yang sudah mulai meningkat dan harus diwaspadai untuk mulai
dikendalikan adakah 200-239 mg/dl
3) Kadar yang tinggi dan berbahaya adalah >240 mg/dl

Tabel 1.

PEDOMAN KLINIS UNTUK MENGHUBUNGKAN PROFIL LIPID


DENGAN RESIKO TERJADINYA PENYAKIT KARDIOSVASKULER
(PKV)13

4
Diinginkan Diwaspadai
Berbahaya

Kolesterol Total < 200 200-239  240

Kolesterol LDL

tanpa PKV < 130 130-159  160

dengan PKV < 100 - -


Kolesterol HDL  45 36-44  35
Trigliserida

tanpa PKV  200 200-399  400

dengan PKV < 150 250-499  500

2.2 Daun Salam ( Eugenia Polyantha )

Indonesia perlu mendayagunakan potensi alam yang ada untuk dapat


mengatasi masalah kesehatan yang ada yaitu dengan pemanfaatan tanaman
obat. Salah satu dari sembilan tanaman obat unggulan Indonesia adalah daun
salam yang memiliki banyak manfaat, diantaranya sebagai agen anti
hiperlipidemia.

Daun salam (Eugenia Polyantha) telah lama dipercaya memiliki


khasiat menurunkan kadar lipid dalam darah. Eugenia polyantha mengandung
tannin, minyak atsiri, seskuiterpen, triterpenoid, fenol, steroid, sitral, lakton,
saponin, dan karbohidrat. Selain itu daun salam juga mengandung beberapa
vitamin, diantaranya vitamin C, vitamin A, Thiamin, Riboflavin, Niacin,
vitamin B6, Vitamin B12, dan folat. Bahkan mineral seperti selenium terdapat
di dalam kandungan daun salam (Asiamaya, 2007).

Dalam taksonomi tumbuhan, daun salam di klasifikasikan sebagai berikut :

Domain : Eukaryota

5
Kingdom : Plantae

Subkingdom : Viridaeplantae

Phylum : Tracheophyta

Subphylum : Euphyllphytina

Infraphylum : Radiatopses

Class : Magnoliopsida

Subclss : Rosidae

Superorder : Myrtanae

Order : Myrtales

Suborder : Myrtineae

Family : Myrtaceae

Genus : Eugenia

Specific epithet : Polyantha

6
Gambar 1. Daun Salam (Eugenia polyantha)

Gambar 2. Eugenia polyantha Yang Sudah Dikeringkan

7
Daun salam (Eugenia polyantha) adalah pohon tropis gugur dengan
cabang-cabang menyebar dan daun sederhana, berasal dari Indonesia, tetapi
juga tumbuh subur di uriname. Daun salam Indonesia mencapai ketinggian 90
kaki lebih umum. Bunganya merah muda dan agak wangi sedangkan buah
bulat, merah pada awalnya, kemudian coklat. Daun tunggal, letak berhadapan,
panjang rangkai daun 0,5-1 cm. Helaian daun berbentuk lonjong sampai elips
atau bundar telur.Pertulangan menyirip, permukaan atas licin,berwarna hijau
tua,permukaan bawah berwarna hijau muda,panjang 5-15 cm, lebar 3-8cm,jika
diremas berbau harum. Bunga majemuk tersusun dalam bentuk malai yang
keluar dari ujung ranting,berwarna putih,baunya harum. Salam di tanam untuk
diambil daunnya sebagai bumbu dapur, sedangkan kulit pohonnya digunakan
sebagai bahan pewarna jala atau anyaman bambu (Asiamaya, 2007).

Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa berbagai jenis flavonoid


seperti kalkon, flavanon ,flavon, flavonol, isoflavon, katekin berkhasiat luas
sebagai analgesic, antibiotic, antihistamin, antiarthritis, anti inflamasi. Kadar
kolestrol jahat (LDL) hewan pencobaan yang diberi ekstrak daun salam turun
dan terjadi peningkatan kadar kolestrol HDL dalam serum darah ini artinya
daun salam berguna sebagai anti kolestrol. Daun salam juga berkhasiat sebagai
anti hipertensi, diduga senyawa yang bertanggung jawab adalah karena daun
salam tersebut mengandung tannin dan flavonoid. Kandungan kimia yang
terkandung dalam daun salam meliputi flavonoid, saponin, triterpen, tannin,
polifenol, alkaloid, dan minyak asiri. Saponin menurunkan tingkat absorbs
kolesterol, meningkaatkan ekskresi kolestrol sehingga secara langsung dapat
mengurang kolesterol . Beberapa hipotesis yang menjelaskan bagaimana
saponin dapat menurunkan kadar kolesterol plasma adalah :

1) Saponin dapat membentuk ikatan kompleks dengan kolestrol yang tidak


larut dari makanan, sehingga kolestrol tersebut tidak dapat diserap.
2) Saponin dapat berkombinasi dengan asam empedu dan kolesterol
membentuk micelle yang jaga tidak dapat di serap oleh usus.
3) Saponin dapat meningkatkan pengikatan kolesterol oleh serat Tidak
hanyak tekanan darah dan kolesterol yang kembali normal. Kadar gula
darah juga bisa kembali normal setelah mengkonsumsi ekstrak daun salam.

8
Hasil uji di atas baru dilakukan pada tahap laboratorium. Namun hasil itu
sudah memperkuat bukti empiris bahwa daun salam berkhasiat (Lajuck,
2012).

BAB III

9
METODE PENULISAN

3.1 Metode Kajian Pustaka


Bentuk penulisan karya tulis ini menggunakan metode studi pustaka.
Mengambil beberapa sumber dari literatur yang relevan dan disusun
secarasistematis yang disesuaikan dengan masalah dan topik yang akan
dibahas.
3.2 Sumber dan Jenis Data
Data-data yang digunakan dalam karya tulis ini diambil dari berbagai literatur
kepustakaan mutakhir yang berkaitan dengan permasalahan yang dibahas.
Beberapa jenis referensi utama yang digunakan adalah : 1). Jurnal ilmiah
edisi cetak dan non cetak. 2). Artikel ilmiah yang bersumber dari internet.
Jenis data yang diperoleh variatif, bersifat kualitatif dan kuantitatif.
3.3 Pengumpulan Data
Metode penulisan bersifat studi pustaka. Informasi didapatkan dari berbagai
literatur dan disusun berdasarkan hasil studi dari informasi yang diperoleh.
Penulisan diupayakan saling berhubungan, relevan dengan topik, serta tidak
menimbulkan bias.
3.4 Analisis Data
Data yang terkumpul diseleksi dan diurutkan sesuai topik kajian. Kemudian
dilakukan penyusunan karya tulis berdasarkan data yang telah dipersiapkan
secara logis dan sistematik. Teknik analisis data bersifat deskriptif
argumentatif.
3.5 Penarikan Kesimpulan
Simpulan didapatkan setelah merujuk kembali pada rumusan masalah, tujuan
penulisan, serta pembahasan yang tertuang dalam analisis dan sintesis.
Simpulan yang ditarik merepresentasikan pokok bahasan karya tulis, serta
didukung dengan saran praktis sebagai rekomendasi lebih lanjut.

BAB IV

10
ANALISIS DAN SINTETIS

4.1 Mekanisme Kerja dari Penggunaan Ekstrak Eugenia polyantha untuk


Mengendalikan Kelebihan Kolesterol

Ekstrak daun salam dibuat menggunakan metode maserasi dengan


pelarut etanol 70%. Ekstrak diberikan sonde 1 kali sehari. Pembuatan rebusan
dilakukan sendiri dengan cara daun salam segar 4,32 gram ditambahkan air
sebanyak 48,6 ml ditunggu hingga mendidih dan menyisakan 16 ml air
rebusan untuk sehari. Cairan ini yang kemudian diberikan kepada subjek 1 kali
dalam sehari sonde sebanyak 2,7 ml per subjek.

Setelah masa adaptasi, dilakukan pengambilan darah sampel untuk


mengetahui kadar kolesterol total sebelum masa intervensi. Setelah intervensi
pemberian ekstrak daun salam, dilakukan kembali pengambilan sampel darah
untuk mengetahui kadar kolesterol total akhir. Kadar kolesterol total diperiksa
menggunakan metode enzimatik CHOD-PAP secara spektrofotometri. Sampel
darah diambil sebanyak 2 ml melalui sinus orbitalis (Sharp et al, 2013).

4.2 Analisis Manfaat dari Penggunaan Ekstrak Eugenia polyantha untuk


Mengendalikan Kelebihan Kolesterol

4.2.1 Kandungan pada Daun Salam (Eugenia polyantha)


Daun salam (Eugenia Polyantha) telah lama dipercaya memiliki
khasiat menurunkan kadar lipid dalam darah. Eugenia polyantha mengandung
tannin, minyak atsiri, seskuiterpen, triterpenoid, fenol, steroid, sitral, lakton,
saponin, dan karbohidrat. Selain itu daun salam juga mengandung beberapa
vitamin, diantaranya vitamin C, vitamin A, Thiamin, Riboflavin, Niacin,
vitamin B6, Vitamin B12, dan folat. Bahkan mineral seperti selenium terdapat
di dalam kandungan daun salam (Asiamaya, 2007).

Daun salam merupakan salah satu tanaman yang mengandung


subtansi-subtansi bioaktif sehingga berpengaruh baik terhadap kadar kolesterol
total darah. Kandungan kimia yang terdapat pada daun salam adalah minyak
atsiri (0,05%) yang mengandung sitral dan eugenol, tannin, dan flavonoid

11
(Studiawan et al, 2005). Daun salam merupakan sumber folat yang baik. Hasil
penelitian telah membuktikan bahwa kandungan zat tanin, minyak atsiri dan
flavonoid yang tersimpan dalam daun salam dapat memberi efek hipoglikemik
(mengendalikan kadar glukosa dalam darah). Dengan demikian, kombinasi
zat-zat yang tersimpan dalam daun salam ini sanggup menekan kadar gula
darah yang tinggi. Daun salam juga terbukti dapat menurunkan tekanan darah
dan kadar kolesterol dalam darah.

Hasil uji flavonoid menunjukan bahwa terdapat perbedaan kandungan


flavonoid antar bahan. Flavonoid terkandung dalam daun salam (Eugenia
polyantha). Hal ini dikarenakan ekstraksi menghilangkan senyawa yang tidak
diinginkan sehingga didapatkan senyawa atau zat gizi yang diinginkan
(Watson, 2005). Penurunan kadar kolesterol dengan pemberian ekstrak daun
salam mengandung flavonoid yang berfungsi sebagai anti oksidan
(Anonymous, 2005).

Eugenia polyantha juga mengandung tanin yang berfungsi sebagai


antioksidan, astringent, dan hipokolesterolemi. tanin bekerja dengan cara
bereaksi dengan protein mukosa dan sel epitel usus sehingga menghambat
penyerapat lemak (Anonymous, 2005).

Kandungan vitamin B3 (niacin) dalam Eugenia polyantha dapat


menurunkan VLDL, sehingga kadar IDL dan LDL menurun. Eugenia
polyantha juga mempunyai kandungan vitamin A, vitamin C dan selenium
yang berfungsi sebagai antioksidan (Asiamaya, 2007).

Eugenia polyantha mengandung banyak vitamin. Vitamin C yang


terdapat di dalamnya mempunyai efek membantu reaksi hidroksilasi dalm
pembentukan asam empedu sehingga meningkatkan ekskresi kolesterol. Selain
itu vitamin C juga berfungsi sebagai antioksidan. Eugenia polyantha juga
mengandung saponin.

Beberapa hipotesis yang menjelaskan bagaimana saponin dapat menurunkan


kadar kolesterol plasma adalah :

12
1) Saponin dapat membentuk ikatan kompleks dengan kolestrol yang tidak
larut dari makanan, sehingga kolestrol tersebut tidak dapat diserap.

2) Saponin dapat berkombinasi dengan asam empedu dan kolesterol


membentuk micelle yang jaga tidak dapat di serap oleh usus
3) Saponin dapat meningkatkan pengikatan kolesterol oleh serat Tidak
hanyak tekanan darah dan kolesterol yang kembali normal. Kadar gula
darah juga bisa kembali normal setelah mengkonsumsi ekstrak daun salam.
Hasil uji di atas baru dilakukan pada tahap laboratorium. Namun hasil itu
sudah memperkuat bukti empiris bahwa daun salam berkhasiat (Lajuck,
2012).

BAB V
PENUTUP

5.1 Kesimpulan
Dari pembahasan dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut :
1. Kolesterol merupakan unsur penting dalam tubuh yang diperlukan untuk
mengatur proses kimiawi di dalam tubuh, tetapi kolesterol dalam jumlah
tinggi bisa menyebabkan terjadinya ateroklerosis yang akhirnya akan
berdampak pada penyakit jantung koroner (Rahayu, 2005).
2. Daun salam merupakan salah satu tanaman yang mengandung subtansi-
subtansi bioaktif sehingga berpengaruh baik terhadap kadar kolesterol total
darah. Kandungan kimia yang terdapat pada daun salam adalah minyak

13
atsiri (0,05%) yang mengandung sitral dan eugenol, tannin, dan flavonoid
(Studiawan et al, 2005).
3. Hasil penelitian telah membuktikan bahwa kandungan zat tanin, minyak
atsiri dan flavonoid yang tersimpan dalam daun salam dapat memberi efek
hipoglikemik (mengendalikan kadar glukosa dalam darah). Dengan
demikian, kombinasi zat-zat yang tersimpan dalam daun salam ini sanggup
menekan kadar gula darah yang tinggi. Daun salam juga terbukti dapat
menurunkan tekanan darah dan kadar kolesterol dalam darah.
5.2 Saran
Saran yang dapat diberikan melalui karya tulis ini :
1. Gagasan dalam karya tulis ini masih perlu diteliti lebih lanjut dan mendalam
terkait kefektifan sehingga dapat bermanfaat bagi Pemerintah dan
Masyarakat.
2. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui zat yang
membantu menurunkan kadar kolesterol yang terkandung dalam Eugenia
polyantha.

14
DAFTAR PUSTAKA

Anonymous. Daun slam (Syzygium polyanthum [Wight.] Walp.) sebagai obat.


[Online]. 2005 Sep 26 [cited 2007]; [2 screens]. Available from:
URL:http://www.pdpersi.co.id/?show=detailnews&kode=1024&tbl=alternatif
Anwar, T.B. 2004. Dislipedemia Sebagai Faktor Resiko Penyakit Jantung Koroner.
Universitas Sumatra Utara.
Ariantari, N. P., Yowani, S. C., Swastini, D. A. 2010. Uji Aktivitas Penurunan
Kolesterol Produk Madu Herbal yang Beredar di Pasaran pada Tikus Putih
Diet Lemak Tinggi. Jurnal Kimia 4 (1): 15 - 19.
Asiamaya. Daun salam. [Online]. 2007 [cited 2007 Jan 30]; [3 screens]. Available
from: URL:www.asiamaya.com/nutrients/daunsalam.htm
Badan Pengawas Obat dan Makanan. Kandungan kimia sembilan tanaman obat
unggulan. [Online]. 2004 [cited 2007 Feb 10];[1 screen]. Available from:
URL:http://www.beritabumi.or.id
Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. Riset
kesehatan dasar riskesdas 2013 [Internet]. 2013. Available from:
http://www.depkes.go.id/resources/download/general/hasil%20Riskesdas
%202013.pdf
Dalimartha S. Atlas tumbuhan obat Indonesia. [Online]. 2007 [cited 2007 Sept ];[3
screens]. Available from: URL:http://www.pdpersi.co.id/?
show=detailnews&kode=1024&tbl=alternatif
Davison KM & Kaplan BJ. 2012. Food intake and blood cholesterol levels of
community-based adult with mood disorders. BMC psychiatry, 12, 10.
Hembing. Mengendalikan kolesterol tinggi dengan herba dan pola hidp sehat.
[Online]. 2006 [cited 2007 Feb 10];[1 screens]. Available from
URL:http://www.cbnportal.com
Lajuck, Pranasista. 2012. EKSTRAK DAUN SALAM (EUGENIA POLIANTHA)
LEBIH EFEKTIF MENURUNKAN KADAR KOLESTEROL TOTAL DAN
LDL DIBANDINGKAN STATIN PADA PENDERITA DISLIPIDEMIA.
Universitas Udayana.
Mahan LK & Escott-Stump S. 2008. Krause's Food and Nutrition Therapy 12th
edition. Saunders Elsevier, Philadelphia.
Rahayu, T. 2005. Kadar Kolesterol Darah Tikus Putih (Rattus norvegicus L)
setelah Pemberian Cairan Kombucha Per-Oral. Jurnal Penelitian Sains dan
Teknologi FKIP UMS 6 (2): 85 - 100.
Sharp P, Villano J. The Laboratory Rat: Secon Edition. USA: CRC Press; 2013.
Studiawan, Herra dan Santosa, Mulja Hadi. Uji Aktivitas Penurunan Kadar
Glukosa Darah Ekstrak Daun Eugenia polyantha pada Mencit yang Diinduksi
Aloksan. Bagian Ilmu Bahan Alam, FF UNAIR. Media Kedokteran Hewan
2005. 21(2): 62-65. Diakses tanggal 3 Juni 2010 dari :
http://www.b2p2toot.litbang.depkes.go.id/Koleksi%20TO11.htm
Utariningsih, D., Novita, R.P., WAti. E.M., Arifin, A.S., (2007), Dekok Rambut
Jagung (Zea Mays) Efektif Dalam Menurunkan Kadar Kolesterol Tikus Putih
(Rattus Norvegicus)
http://student_research.umm.ac.id/index.php/pkmi/article/vieFile/5/6_umm_st
udent_research.pdf
Wahyudi J. Daun salm sebagai obat. [Online]. 2005 [cited 2007 Agus 29];
[screens]. Available from
URL:http://www.asiamaya.com/nutrients/daunsalam.htm
Watson DG. Analisis Farmasi. Edisi kedua. Jakarta : EGC. 2005.
World Health Organization Indonesia. NCD country profiles: Indonesia [Internet].
2014. Available from: www.who.int/nmh/countries/idn_en.pdf