Anda di halaman 1dari 23

KATA PENGANTAR

Puji dan Syukur kelompok Panjatkan ke Hadirat Tuhan Yang Maha Esa
karena berkat limpahan Rahmat dan Karunia-Nya sehingga penulis dapat
menyelesaikan dan menyusun makalah ini tepat pada waktunya, dengan judul
“ASUHAN KEPERAWATAN PADA IBU HAMIL DENGAN HIPEREMESIS
GRAVIDARUM”. Dalam penyusunan makalah ini, kelompok banyak mendapat
tantangan dan hambatan, akan tetapi dengan bantuan dan semangat dari berbagai
pihak tantangan itu bisa teratasi. Olehnya itu, kelompok mengucapkan terima
kasih yang sebesar-besarnya.
Kelompok menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan
baik dari bentuk penyusunan maupun materinya. Kritik dan saran dari pembaca
sangat kelompok harapkan untuk penyempurnaan makalah selanjutnya.
Akhir kata semoga makalah ini dapat memberikan manfaat kepada kita sekalian.

Manado, Januari 2017

KELOMPOK 1
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang ................................................................................................


1.2 Tujuan Penulisan ............................................................................................

BAB 2 KONSEP PENYAKIT

2.1. Definisi .......................................................................................................


2.2. Etiologi .......................................................................................................
2.3. Patofisiologi .................................................................................................
2.4. Menifestasi Klinik dan Tingkatan ...............................................................
2.5. Komplikasi...................................................................................................
2.6. Pencegahan ..................................................................................................
2.7. Penatalaksanaan ...........................................................................................

BAB 3 PEMBAHASAN ASUHAN KEPERAWATAN

3.1. Pengkajian....................................................................................................
3.2. Diagnosa Keperawatan ................................................................................
3.3. Intervensi Keperawatan ...............................................................................
3.4. Implementasi Keperawatan .........................................................................
3.5. Evaluasi........................................................................................................

BAB 4 PENUTUP

4.1. Kesimpulan ..................................................................................................


4.2. Saran ...........................................................................................................

DAFTAR PUSTAKA
BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Mual dan muntah umumnya terjadi pada bulan-bulan pertama kehamilan,


disertai kadang-kadang oleh emesis, sering terjadi pada pagi hari, tetapi tidak
selalu keadaan ini lazim disebut morning sickness. Dalam batas-batas tertentu
keadaan ini masih fisiologik bila melampaui sering, dapat mengakibatkan
gangguan kesehatan dan disebut hiperemesis gravidarum (Yeyeh, dkk, 2009).

Keadaan hiperemesis gravidarum yang sangat patologis jauh lebih jarang


terjadi dibandingkan mual dan muntah secara logis. Kelly (1996 : 306)
memperkirakan bahwa hiperemesis gravidarum yang sangat patologis terjadi
dalam 1 : 5 kehamilan, dan Walters (1999) menyatakan bahwa insidennya
adalah antara tiga dan sepuluh per seribu kehamilan. Kuscu dan Koyunchu
(2002) meyakini bahwa kisarannya adalah antara satu dan dua puluh per
seribu kehamilan. Dalam studi power et al (2001) sekitar 2,4% wanita yang
mengalami mual muntah memerlukan hospitalisasi untuk hiperemesis
gravidarum (Tiran, 2008).

1.2 Tujuan penulisan


Agar mendapatkan gambaran untuk menambah pengetahuan dalam
memberikan asuhan keperawatan pada ibu hamil dengan hiperemesis
gravidarum di Ruang Rawat Inap Badan Pelayanan Kesehatan Rumah Sakit
Umum
BAB 2 KONSEP PENYAKIT

2.1 Definisi
Hiperemesis gravidarum adalah morning sickness dengan gejala muntah
terus menerus, makan sangat kurang sehingga menyebabkan gangguan
suasana kehidupan sehari-hari (Nugroho, 2010).
Hiperemesis gravidarum merupakan mual muntah yang berlebihan dan
merupakan salah satu gejala paling awal, paling umum dan paling
menyebabkan stres yang dikaitkan dengan kehamilan (Tiran, 2008).
Hiperemesis gravidarum adalah gejala mual muntah yang wajar dan
sering kedapatan pada kehamilan trimester pertama, mual biasanya terjadi
pada pagi hari, tetapi dapat pula timbul setiap saat dan malam hari. Gejala-
gejala ini kurang lebih terjadi 6 minggu setelah hari pertama haid terakhir dan
berlangsung selama kurang lebih 10 minggu (Wiknjosastro, 2007).

2.2 Etiologi

Menurut Wiknjosastro (2007), penyebab hiperemesis gravidarum belum


diketahui secara pasti. Tidak ada bukti bahwa penyakit ini disebabkan oleh
faktor toksik. Juga tidak ditemukan kelainan biokimia. Perubahan-perubahan
anatomik pada otak, jantung, hati dan susunan saraf, disebabkan oleh
kekurangan vitamin serta zat-zat lain akibat inasisi. Beberapa faktor
predisposisi dan faktor lain yang telah ditemukan oleh beberapa penulis
sebagai berikut :

a. Faktor predisposisi
Faktor predisposisi yang sering dikemukan adalah primigravida, mola
hidatidosa dan kehamilan ganda. Frekuensi yang tinggi pada mola
hidatidosa dan kehamilan ganda menimbulkan dugaan bahwa faktor
hormon memegang peranan, karena pada kedua keadaan tersebut hormon
khorionik gonadotropin dibentuk berlebihan.
b. Faktor organik
Masuknya vili khorialis dalam sirkulasi maternal dan perubahan
metabolik akibat hamil serta resistensi yang menurun dari pihak ibu
terhadap perubahan ini merupakan faktor organik.
c. Faktor alergi
Sebagai salah satu respons dari jaringan ibu terhadap anak, juga disebut
sebagai salah satu faktor organik.
d. Faktor psikologik
Faktor psikologik memegang peranan yang penting pada penyakit ini,
rumah tangga yang retak, kehilangan pekerjaan, takut terhadap kehamilan
dan persalinan, takut terhadap tanggung jawab sebagai ibu, dapat
menyebabkan konflik mental yang dapat memperberat mual dan muntah
sebagai ekspresi tidak sadar terhadap keengganan menjadi hamil atau
sebagai pelarian kesukaran hidup.

2.3 Patofisiologi

Perasaan mual akibat kadar estrogen meningkat yang biasa terjadi pada
trimester I bila perasaan mual muntah terjadi terus menerus dapat
mengakibatkan cadangan karbohidrat, dan lemak habis terpakai untuk
keperluan energi karena oksidasi lemak yang tak sempurna, terjadilah ketosis
dengan tertimbunnya asam aseto-asetik, asam hidroksida dan aseton darah.

Mual menyebabkan dehidrasi, sehingga cairan ekstraseluler dan plasma


berkurang. Natrium dan klorida darah turun. Selain itu dehidrasi
menyebabkan hemokonsentrasi, sehingga aliran darah kejaringan berkurang.
Hal ini menyebabkan jumlah zat makanan dan oksigen kejaringan berkurang
pula.
Disamping dehidrasi dan gangguan keseimbangan elektrolit, dapat terjadi
robekan pada selaput lendir esofagus dan lambung (sindroma molarry-weiss)
dengan akibat perdarahan gastrointestinal (Mansjoer, 2000).

2.4 Menifestasi Klinik dan Tingkatan

Menurut Wiknjosastro (2007), batas jelas manifestasi klinis antara mual yang
masih fisiologik dalam kehamilan dan hiperemesis gravidarum tidak ada
tetapi bila keadaan umum penderita terpengaruh. Hiperemesis gravidarum,
menurut berat ringannya gejala dapat dibagi kedalam 3 tingkatan:

a. Tingkatan I

Muntah terus menerus yang mempengaruhi keadaan umum penderita, ibu


merasa lemah, nafsu makan tidak ada, berat badan menurun dan merasa
nyeri pada epigastrium. Nadi meningkat sekitar 100 permenit, tekanan
darah sistolik menurun, turgor kulit mengurang, lidah mengering dan
mata cekung.

b. Tingkatan II
Penderita tampak lemah dan apatis, turgor kulit lebih mengurang, lidah
mengering dan nampak kotor, nadi kecil dan cepat, suhu kadang-kadang
naik dan mata sedikit ikteris. Berat badan turun dan mata menjadi cekung,
tensi turun, hemokonsentrasi, oliguria dan konstipasi. Aseton dapat
tercium dalam hawa pernapasan, karena mempunyai aroma yang khas dan
dapat pula ditemukan dalam kencing.
c. Tingkatan III
Keadaan umum lebih parah, muntah berhenti, kesadaran menurun dari
somnolen sampai koma, nadi kecil dan cepat, suhu meningkat dan tensi
menurun. Komplikasi total terjadi pada susunan saraf yang dikenal
sebagai ensefalopati wernicke, dengan gejala : nistagmus, diplopia dan
perubahan mental. Keadaan ini adalah akibat sangat kekurangan zat
makanan, termasuk vitamin B kompleks, timbulnya ikterus menunjukkan
adanya payah hati.

2.5 Komplikasi

Menurut Mansjoer (2000) komplikasi hiperemesis gravidarum adalah


ensefalopati wernicke dengan gejala nistagmus, diplopia, dan perubahan
mental serta payah hati dengan gejala timbulnya ikterus.

2.6 Pencegahan

Menurut Mansjoer (2000) prinsip pencegahan hiperemesis gravidarum adalah


mengobati emesis agar tidak terjadi hiperemesis :

a. Penerangan bahwa kehamilan dan persalinan merupakan proses fisiologis.


b. Makan sedikit-sedikit tapi sering. Berikan makanan selingan seperti
biskuit, roti kering dan teh hangat saat bangun pagi dan sebelum tidur.
Hindari makanan berminyak dan berbau. Makanan sebaiknya dalam
keadaan panas atau sangat dingin.
c. Defekasi tidur.

2.7 Penatalaksanaan

Menurut Wikjosastro (2007) penatalaksanaan hiperemesis gravidarum adalah:

a. Obat-obatan
Apabila dengan cara pencegahan keluhan dan gejala tidak mengurangi
maka diperlukan pengobatan. Sedativa yang sering diberikan adalah
phenobarbital. Vitamin yang dianjurkan adalah vitamin B1 dan B6. Anti
histaminika juga dianjurkan seperti dramamin, avomin pada keadaan
lebih berat diberikan antiemetik seperti disiklomin, hidrokhloride atau
khlorpromasin.
b. Isolasi
Penderita disendirikan dalam kamar yang tenang, tetapi cerah dan
peredaran udara yang baik catat cairan yang keluar. Hanya dokter dan
perawat yang boleh masuk kedalam kamar penderita, sampai muntah
berhenti dan penderita mau makan. Tidak diberikan makanan/minuman
dan selama 24 jam. Kadang-kadang dengan isolasi saja gejala-gejala akan
berkurang atau hilang tanpa pengobatan.
c. Terapi psikologik
Perlu diyakinkan kepada penderita bahwa penyakit dapat disembuhkan,
hilangkan rasa sakit oleh karena kehamilan, kurangi pekerjaan serta
menghilangkan masalah dan konflik, yang kiranya dapat menjadi latar
belakang penyakit ini.
d. Cairan parenteral
Berikan cairan parenteral yang cukup elektrolit, karbohidrat dan protein
dengan glukose 5% dalam cairan garam fisiologik sebanyak 2-3 liter
sehari. Bila perlu dapat ditambah kalium dan vitamin, khususnya vitamin
B complek dan vitamin C. Bila ada kekurangan protein dapat diberikan
pula asam amino secara intravena.
e. Penghentian kehamilan
Pada sebagian kecil kasus keadaan tidak menjadi baik, bahkan mundur.
Usahakan mengadakan pemeriksaan medik dan psikiatrik bila keadaan
memburuk. Delirium, kebutaan, takhikardi, ikterus, anuria dan perdarahan
merupakan manifestasi komplikasi organik. Dalam keadaan demikian
perlu dipertimbangkan untuk mengakhiri kehamilan. Keputusan untuk
melakukan abortus terapeutik sering sulit diambil, oleh karena disatu
pihak tidak boleh dilakukan terlalu cepat tetapi dilain pihak tidak boleh
menunggu sampai terjadi gejala irreversibel pada organ vital.
BAB 3 PEMBAHASAN ASUHAN KEPERAWATAN

3.1 Pengkajian

Pengkajian adalah tahap awal dari proses keperawatan dan merupakan


suatu proses yang sistematis dalam pengumpulan data dari berbagai sumber
data untuk mengevaluasi dan mengidentifikasi status kesehatan pasien
(Nursalam, 2001).

Pada pengkajian, data yang perlu dikaji adalah identifikasi pasien,


meliputi : nama, umur, jenis kelamin, pendidikan, alamat, pekerjaan,
penanggung jawab, riwayat obstetri, dan riwayat kehamilan. Yang perlu
dikaji pada pasien dengan hiperemesis gravidarum menurut Doengoes (2001),
yaitu :

A. Sirkulasi
- Hipertensi
- Perdarahan
B. Integritas ego
Dapat mengekpresikan perasaan tidak adekuat.
C. Makanan/cairan
Penambahan berat badan mungkin tidak sesuai dengan masa gestasi
(penambahan yang lebih kecil dapat berakibat negatif bagi janin).
Diabetes dependen-insulin pada ibu : Adanya gangguan pola makan
(misal : anoreksia nervosa, bulimia, atau obesitas).
D. Keamanan
Infeksi (misal : penyakit kelamin (PHS), penyakit inflamasi pelvis).
Adanya gangguan kejang, derajat/metode kontrol. Pemajanan bermakna
pada radiasi, kimia toksik, atau infeksi teratogen (misal : rubela,
toksoplasmosis, sitomegalo virus, human immunodeficiency virus/AIDS
dan PHS lain. infeksi pascanatal (misal : meningitis, ensefalitis),
kekurangan stimulasi/nutrisi pascanatal). Presentasi bokong (khususnya
pada anensefali).
E. Seksualitas
Riwayat pernah melakukan aborsi dua kali atau lebih pada trimester
pertama, kematian janin, atau anak dengan abnormalitas kromosom.
Trauma kelahiran atau penyimpangan transmisi secara genetik yang
dapat diidentifikasi. Penggunaan stimulan ovulasi seperti klomifen atau
menotropins (pergonal).
F. Interaksi sosial
Pernikahan antar-keluarga (konsanguinitas). Rasa bersalah/menyalahkan
diri sendiri dan/atau pasangan yang membawa gen detektif.
G. Penyuluhan/pembelajaran
Riwayat/keturunan keluarga yang positif diketahui ada penyimpangan
genetik atau penyimpangan keturunan (misal : sel sabit, fibrosis kistik,
hemofilia, phenilketonuria, cacat kraniospinal, malformasi ginjal,
talasemia, korea huntington), penyimpangan pada keluarga (kanker,
penyakit jantung, diabetes, alergi), abnormalitas kongenital (sindrom
down, retardasi mental, kerusakan tubu neural) atau penyimpangan
metabolik bawaan dari lahir (misal : penyakit urin sirup maple, penyakit
tay-sachs). Latar belakang etnik pada resiko penyimpangan khusus
(misal: black african, mediteranian, ashkenazin jewish). Penggunaan obat
(alkohol, obat bebas, diresepkan atau obat jalanan, obat anti konvulsan).
Analisa Data
Analisa data adalah pemeriksaan dan mengkategorikan informasi untuk
mendapatkan sebuah kesimpulan tentang kebutuhan pasien (Doengoes,
1999).

Ada 2 tipe data, yaitu :

1. Data subjektif, adalah data yang didapatkan dari klien sebagai suatu
pendapat terhadap suatu situasi dan kejadian.
2. Data objektif, adalah data yang didapat di observasi dan diukur.
3.2 Diagnosa Keperawatan

Diagnosa keperawatan adalah keputusan klinis mengenai seseorang, keluarga


atau masyarakat sebagai akibat dari masalah kesehatan atau proses kehidupan
yang aktual atau potensial (Hidayat, 2001).

Adapun prioritas diagnosa keperawatan menurut Doengoes (2001), adalah :

a. Resiko tinggi perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh


berhubungan dengan mual muntah
b. Ketidaknyamanan berhubungan dengan perubahan fisik dan pengaruh
hormonal
c. Resiko tinggi kekurangan volume cairan berhubungan dengan kehilangan
cairan yang berlebih
d. Keletihan berhubungan dengan peningkatan kebutuhan energi
e. Resiko tinggi terhadap cedera janin berhubungan dengan malnutrisi ibu
f. Kurang pengetahuan mengenai perkembangan kehamilan yang normal
berhubungan dengan kurang pemahaman tentang perubahan fisiologi/
psikologi normal.

3.3 Intercensi

Perencanaan adalah bagian dari fase pengorganisasian dalam proses


keperawatan yang meliputi tujuan perawatan, menetapkan pemecahan
masalah, dan menentukan tujuan perencanaan untuk mengatasi masalah
pasien (Hidayat, 2001).

Rencana tindakan yang diperlukan pada pasien dengan hiperemesis


gravidarum menurut Doengoes (2001) adalah :

a. Resiko tinggi perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh


berhubungan dengan mual muntah :
Tujuan : kebutuhan nutrisi terpenuhi
Kriteria hasil : memberi makanan yang mengandung vitamin, mineral,
protein dan besi.

No Intervensi Rasional
1. Tentukan keadekuatan kebiasaan Kesejahteraan janin/ibu tergantung
asupan nutrisi dulu/sekarang dengan pada nutrisi ibu selama kehamilan
2.
menggunakan batasan 24 jam. sebagaimana selama 2 tahun
sebelum kehamilan.
3.
Dapatkan riwayat kesehatan, catat
usia (khususnya kurang dari 17 Remaja dapat cenderung
4.
tahun, lebih dari 35 tahun. malnutrisi/anemia dan klien lansia
5. mungkin cenderung
Pastikan tingkat pengetahuan
obesitas/diabetes gestasional.
6. tentang kebutuhan diet.
Menentukan kebutuhan belajar
7. Berikan informasi tertulis/verbal
khusus pada periode pranatal, laju
yang tepat tentang diet pranatal dan
basal metabolik meningkat 20%-
8.
suplemen vitamin/zat besi setiap
25%.
hari.
Materi referensi yang dapat
Timbang berat badan klien, pastikan
dipelajari dirumah, meningkatkan
berat badan pregravid biasanya.
kemungkinan klien memilih diet
seimbang.
Tinjau ulang frekuensi dan beratnya
mual/muntah kesampingkan muntah
Ketidakadekuatan penambahan
pernisiosa (hiperemesis
berat badan pranatal dan/atau
gravidarum).
dibawah berat badan normal masa
kehamilan, meningkatkan resiko
Pantau kadar hemoglobin (Hb)
retardasi pertumbuhan intra uterin.
Buat rujukan yang perlu sesuai
Mual/muntah trimester I dapat
indikasi (misal : pada ahli diet,
berdampak negatif pada status
pelayanan sosial).
nutrisi pranatal, khususnya pada
periode kritis perkembangan janin.

Mengidentifikasi adanya anemia


dan potensial penurunan kapasitas
pembawa oksigen ibu.

Mungkin diperlukan bantuan


tambahan terhadap pilihan nutrisi.

b. Ketidaknyamanan berhubungan dengan perubahan fisik dan pengaruh


hormonal
Tujuan : ketidaknyamanan teratasi
Kriteria hasil : mengidentifikasi tindakan-tindakan yang memberikan
kenyamanan.

No Intervensi Rasional
1. Catat adanya/derajat rasa tidak Memberikan informasi untuk
nyaman minor. memilih informasi, petunjuk
2.
terhadap respon klien pada
Evaluasi derajat ketidaknyamanan
ketidaknyamanan dan nyeri.
3.
selama pemeriksaan internal.
Ketidaknyamanan selama
4.
Anjurkan penggunaan bra
pemeriksaan internal dapat terjadi
penyokong tinjau perawatan puting
5. khususnya pada klien asing yang
telah mengalami infibulasi.
Kaji adanya hemoroid. Perhatikan
6.
keluhan-keluhan gatal, bengkak,
Memberikan sokongan yang sesuai
7. perdarahan.
untuk jaringan payudara yang
membesar, menguatkan jaringan
Instruksikan penggunaan kompres
areolar.
es, panas. Penurunan mortilitas
gastrointestinal, perubahan usus
Mual/muntah : anjurkan
serta tekanan pada sistem
meningkatkan asupan karbohidrat
pembuluh darah oleh pembesaran
saat bangun tidur.
uterus memberi kecendrungan
terjadinya hemoroid.
Tambahkan suplemen kalsium setiap
hari bila asupan produk susu
Menurunkan ketidaknyamanan
dikurangi
dan bengkak, meningkatkan
mortilitas G1.

Menurunkan kemungkinan
gangguan gastrik yang dapat
disebabkan oleh efek asam
hidroklorid pada lambung yang
kosong.

Membantu dalam memperbaiki


keseimbangan kalsium/fostor dan
menurunkan kram otot.

c. Resiko tinggi kekurangan volume cairan berhubungan dengan kehilangan


cairan yang berlebih.
Tujuan : kekurangan volume cairan tidak terjadi.
Kriteria hasil : mengidentifikasi dan melakukan tindakan untuk
menurunkan frekuensi dan keparahan mual/muntah.

No Intervensi Rasional
1. Tentukan frekuensi/beratnya mual/ Memberikan data berkenaan
muntah dengan semua kondisi.
2. Tinjau ulang riwayat kemungkinan Peningkatan kadar hormon
masalah medis lain. gonadotropin korionik (HcG),
3.
perubahan metabolisme
Anjurkan klien mempertahankan
karbohidrat dan penurunan
4.
masukan/haluaran tes urine, dan
mortilitas gastrik memperberat
penurunan berat badan setiap hari.
5. mual muntah pada trimester I.

Kaji suhu dan turgor kulit, membran


Membantu dalam
mukosa, TD, suhu, masukan/
mengenyampingkan penyebab lain
haluaran.
untuk mengatasi masalah khusus
dalam mengidentifikasi intervensi.
Anjurkan peningkatan masukan
minuman berkarbonat, makan enam
Membantu dalam menentukan
kali sehari dengan jumlah yang
adanya muntah yang tidak dapat
sedikit.
dikontrol

Indikator dalam membantu untuk


mengevaluasi tingkat/kebutuhan
hidrasi.

Membantu dalam meminimalkan


mual/muntah dengan menurunkan
keasaman lambung.

d. Keletihan berhubungan dengan peningkatan kebutuhan energi


Tujuan : kebutuhan energi terpenuhi, letih berkurang
Kriteria hasil : melaporkan adanya peningkatan energi.

No Intervensi Rasional
1. Tentukan siklus tidur bangun yang Membantu menyusun prioritas
normal dan komitmen terhadap yang realistik dan waktu untuk
2. pekerjaan, keluarga, komunitas dan menguji komitmen.
diri sendiri.
3. Istirahat untuk memenuhi
Anjurkan tidur siang 1 sampai 2 jam kebutuhan metabolik berkenaan
setiap hari, 8 jam tidur malam. dengan pertumbuhan jaringan
ibu/janin.
Pantau kadar Hb, jelaskan peran zat
besi dalam tubuh, anjurkan Kadar Hb rendah mengakibatkan
mengkonsumsi suplemen zat besi kelelahan lebih besar karena
setiap hari sesuai indikasi. penurunan jumlah pembawa
oksigen.

e. Resiko tinggi terhadap cedera janin berhubungan dengan malnutrisi ibu.


Tujuan : nutrisi ibu dan janin terpenuhi
Kriteria hasil : memulai perilaku yang meningkatkan kesehatan sendiri
dan janin.

No Intervensi Rasional
1. Diskusikan pentingnya Kesejahteraan janin secara
kesejahteraan ibu. langsung berhubungan dengan
2.
kesejahteraan ibu, khususnya
Diskusikan tingkat aktivitas normal
selama trimester I. Saat
3.
dan latihan, anjurkan latihan
perkembangan sistem organ paling
secukupnya bukan latihan berat.
4. rentan terhadap cedera dari faktor
lingkungan/keturunan.
Tinjau ulang kebiasaan dua budaya
5.
diet klien.
Aliran darah ke uterus dapat
6.
menurun sampai 70% karena
Kaji terhadap kemungkinan resiko
latihan keras.
7. tinggi berkenaan dengan kelainan

Malnutrisi pada ibu dihubungkan


8. genetik. dengan IUGR pada janin dan bayi
berat badan lahir rendah.
Berikan informasi tentang hal yang
dapat mengakibatkan terjadinya Klien yang beresiko terhadap
perkembangan abnormal seperti kelainan genetik tertentu dapat
sinar-x, alkohol, nikotin, virus hidup membutuhkan tes untuk
yang dilemahkan, kelompok virus menentukan apakah janin
STORCH. terpengaruh.

Diskusikan bentuk transmisi infeksi Membantu klien membuat


tertentu. keputusan/pilihan tentang
perilaku/ lingkungan yang dapat
Anjurkan penghentian penggunaan
meningkatkan kesehatan.
tembakau.
Di Amerika Serikat, toxoplasma
Kaji perkembangan uterus melalui
gondii paling sering di
pemeriksaan internal.
transmisikan pada feses kucing,
budaya lain melalui makanan
mentah atau daging tidak dimasak
dengan tepat.

Merokok mempengaruhi sirkulasi


plasenta. Scor apgar rendah pada
kelahiran.

Memberikan informasi tentang


gestasi janin, mengidentifikasi
kehamilan multipel.
f. Kurang pengetahuan mengenai perkembangan kehamilan berhubungan
dengan kurang pemahaman tentang perubahan fisiologi/psikologi yang
normal.
Tujuan : mengungkapkan pemahaman tentang perubahan fisiologi,
kebutuhan-kebutuhan individu
Kriteria hasil : menjelaskan perubahan fisiologi/psikologi normal
berkaitan dengan kehamilan trimester pertama.

No Intervensi Rasional
1. Buat hubungan perawat-klien yang Peran penyuluh/konselor dapat
mendukung dan terus menerus. memberikan bimbingan
2.
antisipasi dan meninngkatkan
Evaluasi pengetahuan dan
tanggung jawab individu
3.
keyakinan budaya saat ini
terhadap kesehatan.
berkenaan dengan perubahan
4.
fisiologi/psikologi yang normal Memberi informasi untuk
5. pada kehamilan. membantu mengidentifikasi
kebutuhan-kebutuhan dan
6. Identifikasi siapa yang membuat
membuat rencana perawatan.
dukungan/instruksi dalam
7. kebudayaan klien. Membantu menjamin
kualitas/kontinuitas asuhan
Berikan hubungan antisipasi,
karena orang pendukung
meliputi diskusi tentang nutrisi,
mungkin lebih berhasil daripada
latihan, tindakan yang nyaman,
dokter/perawat/ bidan dalam
istirahat, pekerjaan, perawatan
memberikan informasi.
payudara, aktivitas seksual, dan
kebiasaan/gaya hidup sehat. Informasi mendorong
penerimaan tanggung jawab dan
Jawab pertanyaan tentang
meningkatkan keinginan untuk
perawatan dan pemberian makan
bayi. melakukan perawatan diri.

Identifikasi tanda bahaya Memberikan informasi yang


kehamilan, seperti perdarahan, dapat bermanfaat untuk
kram, nyeri abdomen akut, sakit membuat pilihan.
kepala dan tekanan pelvis.
Membantu klien membedakan
Identifikasikan hal yang yang normal dan abnormal
membahayakan pada janin. sehingga membantunya dalam
mencari perawatan kesehatan
pada waktu yang tepat.

Janin paling rentan dalam


trimester I selama periode kritis
perkembangan organ.

3.4 Implementasi

Pelaksanaan adalah inisiatif dari rencana tindakan untuk mencapai tujuan


yang spesifik (iyer et al, 1996 dalam buku Nursalam, 2001). Tahap
pelaksanaan dimulai setelah perencanaan disusun dan ditujukan pada masing-
masing oders untuk membantu klien mencapai tujuan yang diharapkan.
Tujuan dan pelaksanaan adalah membantu klien mencapai tujuan yang telah
diterapkan yang mencakup peningkatan kesehatan, pencegahan penyakit,
pemulihan kesehatan dan memfasilitasi koping (Nursalam, 2001).

Menurut Nursalam (2001), tindakan keperawatan meliputi tindakan


independen, dependen dan interdependen.

a. Independen, yaitu tindakan yang dilakukan oleh perawat tanpa petunjuk


dan perintah dari dokter atau tenaga kesehatan lainnya.
b. Dependen, yaitu tindakan yang dilakukan oleh perawat atas petunjuk dan
perintah dari dokter atau tenaga kesehatan lainnya.
c. Interdependen yaitu tindakan keperawatan yang memerlukan suatu
kerjasama dengan tenaga kesehatan lainnya.

3.5 Evaluasi

Evaluasi adalah tahapan terakhir dari proses keperawatan. Evaluasi


menyediakan nilai informasi mengenai pengaruh intervensi yang telah
direncanakan dan merupakan perbandingan dari hasil yang telah dibuat pada
tahap perencanaan (Hidayat, 2001).

Evaluasi merupakan bagian integral pada setiap tahap proses


keperawatan, pengumpulan data perlu direvisi untuk menentukan apakah
informasi yang telah dikumpulkan telah mencukupi dan apakah perilaku yang
diobservasi telah sesuai diagnosa yang perlu di evaluasi dalam hal keakuratan
dan kelengkapan.

Tujuan dan intervensi di evaluasi adalah untuk menentukan apakah


tujuan tersebut dapat dicapai secara efektif (Nursalam, 2001).
BAB 4 PENUTUP

4.1 Kesimpulan

Wanita yang telah menekankan bahwa bagian dari kepuasan mereka


pada asuhan di awal kehamilan adalah berkaitan dengan persepsi mereka
bahwa profesional tenaga kesehatan mempercayai rasa sakit yang mereka
derita, bukan mengabaikan ataupun menganggap mereka bertingkah
berlebihan seperti halnya nyeri, mual merupakan gejala yang dikatakan oleh
pasien (subjektif) dan jika gejala tersebut menyebabkan stres pada wanita, ia
berhak diberi cara yang paling memungkinkan untuk mengatasi masalah
tersebut. Akibat meremehkan rasa mual dan muntah yang dirasakan wanita
pada saat kehamilan terbukti berkontribusi dalam meningkatkan ketegangan
emosional, stres psikologi, dan keterlambatan yang tidak semestinya dalam
menemukan penanganan yang tepat, terutama jika kondisi menjadi patologi
(Tiran, 2008).

4.2 Saran
Diharapkan kepada pembaca dengan adanya makalah ini dapat meningkatkan
minat baca sehingga dapat meningkatkan pengetahuan khususnya tentang
hiperemesis gravidarum.
DAFTAR PUSTAKA

Doengoes, Marilynn. E, (1999). Rencana Asuhan Keperawatan. Edisi 3. Jakarta :


EGC.

Doengoes, Marilynn. E, (2001). Rencana Perawatan Maternal/Bayi. Edisi 2.


Jakarta : EGC.

Effendy, Nasrul, (1998). Dasar-dasar Keperawatan Kesehatan Masyarakat.


Edisi 2. Jakarta : EGC.

Hidayat, A. Aziz Alimul, (2001). Pengantar Dokumentasi Proses Keperawatan.


Jakarta : EGC.

Mansjoer, Arif, (2000). Kapita Selekta Kedokteran. Edisi 3. Jakarta : Media


Aesculapius.

Maimunah, Siti, (2005). Kamus Istilah Kebidanan. Jakarta : EGC.

Nursalam, (2001). Proses dan Dokumentasi Keperawatan. Edisi 1. Jakarta :


EGC.

Nugroho, Taufan, (2001). Buku Ajar Obstetri. Yogyakarta : Nuha Medika.

Tiran, Denise, (2008). Mual dan muntah kehamilan. Jakarta : EGC.

Varney, Helen, (2006). Buku Ajar Asuhan Kebidanan. Edisi 4. Jakarta : EGC.

Wiknjosastro, Hanifa, (2007). Ilmu Kebidanan. Edisi 3. Jakarta : Yayasan Bina


Pustaka Sarwono Prawirohardjo.

Yeyeh, Rukiyah Al, (2009). Asuhan Kebidanan I (Kehamilan). Jakarta : TIM.

________, (2009), ebdosama.blogspoy.com. Dikutip tanggal 16 Juli 2010.

________, (2009), www.id.answer.yahoo.com. Dikutip tanggal 16 Juli 2010.

________, (2008), www.repository.usu.ac.id. Dikutip tanggal 4 Agustus 2010.

http://meti-de0rentz.blogspot.co.id/2010/11/asuhan-keperawatan-pada-ny-w-
dengan.html
MAKALAH KEPERAWATAN MATERNITAS

“ASUHAN KEPERAWATAN PADA IBU HAMIL DENGAN


HIPEREMESIS GRAVIDARUM”

Disusun Oleh:

Kelompok 1/D-III IIB Keperawatan

NAMA :

1. INDAH KURNIAWATI
2. RUBIE LAPIAN
3. RIBKA SELANG
4. NOVELIA MANEBANG
5. PUTRI N. TUBAGUS
6. MARCELLA DJAILANI
7. NOVANDER F. RARUNG
8. HERMANTO FOKATEA
9. SUJITNO LASAHINDA

POLTEKKES KEMENKES MANADO

JURUSAN KEPERAWATAN

2017