Anda di halaman 1dari 3

INFARK SEREBRAL/STROKE

: 440/0162/SOP-
No. Dokumen UKP/PKM-
SDJ/2016
SOP No. Revisi : 00
Tanggal :
10 Agustus 2016
Terbit
Halaman : 1/3
PUSKESMAS dr. Radianti Bulan M Tobing
SINDANG JAYA NIP. 19780325 200604 2 007

Stroke adalah defisit neurologis fokal yang terjadi mendadak, lebih


1. Pengertian
dari 24 jam dan disebabkan oleh faktor vaskuler.
2. Tujuan Acuan petugas dalam mendiagnosa pasien.

3. Kebijakan Keputusan kepala Puskesmas Sindang Jaya Nomor: 440/062/PKM-


SDJ-2016 tentang layanan klinis.

4. Referensi Panduan praktik klinis bagi dokter di fasilitas pelayanan kesehatan


primer Edisi 1 Tahun 2013.
A. Anamnesis
5. Prosedur
1. Kelumpuhan anggota gerak satu sisi (hemiparesis)
2. Gangguan sensorik satu sisi tubuh
3. Hemianopia (buta mendadak)
4. Diplopia
5. Vertigo
6. Afasia
7. Disfagia
8. Disarthria
9. Ataksia
10. Kejang atau penurunan kesadaran
B. Pemeriksaan Fisik
1. Pemeriksaan tanda vital:
i. Pernapasan
ii. Nadi
iii. Suhu
iv. Tekanan darah harus diukur kanan dan kiri
2. Pemeriksaan neurologis:
i. Kesadaran : kualitatif dan kuantitatif (Glassgow
Coma Scale = GCS)
ii. Tanda rangsang meningeal : kaku kuduk,
lasseque, kernig, brudzinsky
iii. Saraf kranialis: sering mengenai nervus VII, XII,
IX walaupun nervus kranialis lain bisa terkena
iv. Motorik : kekuatan, tonus, refleks fisiologis,
refleks patologis
v. Sensorik
vi. Pemeriksaan fungsi luhur
vii. Pada pasien dengan kesadaran menurun, perlu
dilakukan pemeriksaan refleks batang otak:
Refleks kornea, refleks pupil terhadap cahaya,
refleks okulo sefalik, keadaan refleks respirasi
3. Penatalaksanaan
i. Stabilisasi pasien dengan tindakan ABC.

1/3
ii. Pertimbangkan intubasi jika kesadaran stupor
atau koma atau gagal nafas.
iii. Pasang jalur infus IV dengan larutan NaCl 0,9%
dengan kecepatan 20 ml/jam (jangan memakai
cairan hipotonis seperti dekstrosa 5% dalam air
dan SALIN 0,45% karena dapat memperhebat
edema otak).
iv. Berikan O2: 2-4 liter/menit via kanul hidung.
v. Jangan memberikan makanan atau minuman
lewat mulut.
C. Bagan Alir
Anamnesis
Kelumpuhan anggota gerak satu sisi (hemiparesis),
gangguan sensorik satu sisi tubuh, hemianopia (buta
mendadak), diplopia, vertigo, afasia, disfagia, disarthria,
ataksia, kejang atau penurunan kesadaran.

Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan neurologis:
Kesadaran, tanda rangsang meningeal, saraf kranialis:
sering mengenai nervus VII, XII, IX, motorik, sensorik, pada
pasien dengan kesadaran menurun, perlu dilakukan
pemeriksaan refleks batang otak.

Penatalaksanaan
Pasang jalur infus IV dengan larutan NaCl 0,9% dengan
kecepatan 20 ml/jam (jangan memakai cairan hipotonis
seperti dekstrosa 5% dalam air dan SALIN 0,45% karena
dapat memperhebat edema otak). Berikan O2: 2-4
liter/menit via kanul hidung.

Konseling dan edukasi


1. Mengedukasi keluarga agar membantu pasien untuk tidak
D. Hal – hal yang
terjadinya serangan kedua.
perlu 2. Jika terjadi serangan berikutnya segera mendatangi pelayanan
primer.
diperhatikan
3. Mengawasi agar pasien teratur minum obat.
4. Membantu pasien menghindari faktor risiko.
E. Unit Terkait Poli umum, poli santun lansia.

F. Dokumen Terkait Rekam Medis dan SOP Infark serebral/stroke

G. Rekaman
Tanggal Mulai
Historis No Yang Berubah Isi Perubahan
Diberlakukan
Perubahan

2/3
3/3