Anda di halaman 1dari 3

Nama: Sifani Lulu Nisfinahari

NIM: 1710115220023

Jurusan: Pendidikan Geografi 2017

Pendidikan Kalimantan Selatan

Kalimantan Selatan merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang tingkat


pendidikannya masih terbilang rendah. Driyarkara berpendapat bahwa pendidikan
diartikan sebagai suatu upaya dalam memanusiakan manusia muda atau
pengangkatan manusia muda ke taraf yang insane. Namun problematika ini masih
menjadi bahan diskusi baik dari tingkatan mahasiswa, maupun guru yang terjun
langsung sabagai orang yang berperan penting dalam pendidikan di Indonesia
terutama Kalimantan Selatan. Karena pendidikan akan terus berubah menyesuaikan
perkembangan zaman, maka dari itu proses perubahan merupakan suatu keharusan
agar tujuan dari pendidikan dapat tercapai dengan sempurna.

Pertama, dalam mengembangkan pendidikan di Kalimantan Selatan masih


menghadapi permasalahan yang menyangkut fasilitas, sarana dan prasarana
pendidikan yang kurang memadai terutama pada daerah terpencil yang terisolir
dengan fasilitas yang disediakan sangat terbatas. Kemudian fasilitas embelajaran
yang belum memadai, Laboratorium Ilmu Pengetahuan Alam, Laboratorium Bahasa,
Laboratorium Komputer, dan Perpustkaaan. Selama masalah fasilitas isi masih
menjadi polemik di Kalimantan Selatan akan sulit bagi pemerintah untuk
meningkatkan pencapaian target tingkat notabanenya masih tertinggal dari wilayah
Jawa dan wilayah lainnya.

Kedua, ujian merupakan sesuatu yang di anggap menakutkan bagi peserta


didik Kalimantan Selatan. Karena biasanya siswa akan dianggap pintar jika
menjawab soal sama persis seperti yang ada di dalam buku.pandangan seperti itu
harus dirubah segera. Terutama ketika Ujian Nasional yang hanya berlangsung sekian
jam dianggap mampu menjadi penentu proses belajar siswa. Menghafal memang
penting, akan tetapi pengembangan pikiran juga merupakan hal yang penting
dikarenakan, dalam pembelajaran diharapkan siswa bisa memecahkan masalah
berdasarkan kemampuan berfikirnya.

Selain itu, kurang memadainya sumber daya pengajar atau guru


mempengaruhi kualitas dalam proses penyampaian materi kepada peserta didik.
Masih banyak terdapat guru yang belum layak mengajar di tingkat SD, SMP, SMA
dan SMK. Hal ini sering ditemukan di sekolah terpencil, akan tetapi juga sering
ditemukan di sekolah perkotaan bahkan juga yang sekolah favorit. Pembelajaran yang
kurang optimal, guru lebih berorientasi sebagai teacher (Teacher Knowledge) bukan
sebagai educator atau pembimbing. Akibatnya pembelajaran lebih didominasi dengan
metode ceramah guru yang kurang melatih siswa atau peserta didik berfikir kritis,
kreatif, dan inovatif untuk terapan kehidupan sehari-hari.

Tidak hanya itu, minat baca siswa yang sangat rendah. Menurut hasil survei
UNESCO pada tahun 2016, minat membaca orang Indonesia sangat rendah. Bahkan
dari enam puluh satu negara yang di survei, Indonesia menempati urutan ke enam
puluh dengan tingkat minat 0,001 %. Dengan mengacu pada data tersebut tentu
Kalimantan Selatan menjadi salah bagian dari itu. Kurang membaca akan
menyebabkan tak berkembangnya kratifitas. Dengan membaca data mengembangkan
pola pikir serta merespon masalah lingkungan sekitar dengan cepat. Ketidaktahuan
karena enggan menambah ilmu pengetahuan menyebabkan kurangnya pengetahuan
siswa akan hal-hal yang tidak diajarkan di sekolah pada peserta didik.

Generasi yang kreatif dan inovatif merupakan tujuan dari semua pendidikan di
semua daerah termasuk Provinsi Kalimantan Selatan. Dengan menyalurkan bakat-
bakat serta kemampuan para siswa/i. untuk mengubah atau memperbaiki
keterpurukan dunia pendidikan di Kalimantan Selatan dan Indonesia bukanlah
perkara mudah. Saat ini sudah banyak komunitas-komunitas dan bukan dari
pemerintah yang berinisiatif membantu mencerdaskan anak-anak yang kurang
mampu dengan sukarela menyediakan fasilitas pembelajaran di tempat-tempat
terpencil. Kontribusi kita sebagai generasi muda, dapat ikut serta dalam gerakan-
gerakan mencerdaskan bangsa.