Anda di halaman 1dari 18

KATA PENGANTAR

TATA SURYA adalah kumpulan benda langit yang terdiri atas


sebuah bintang yang disebut Matahari dan semua objek yang terikat oleh
gaya gravitasinya. Objek-objek tersebut termasuk delapan buah planet yang sudah
diketahui dengan orbit berbentuk elips, lima planet kerdil, 173 satelit alami yang telah
diidentifikasi, dan jutaan benda langit (meteor, asteroid, komet) lainnya.

Tata Surya terbagi menjadi Matahari, empat planet bagian dalam, sabuk
asteroid, empat planet bagian luar, dan di bagian terluar adalah Sabuk
Kuiper dan piringan tersebar. Awan Oort diperkirakan terletak di daerah terjauh yang
berjarak sekitar seribu kali di luar bagian yang terluar.

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ............................................................................................................... i

DAFTAR ISI............................................................................................................................. ii

BAB I ........................................................................................................................................ 1

PENDAULUAN ....................................................................................................................... 1

A. LATAR BELAKANG .................................................................................................. 1

B. RUMUSAN MASALAH .................................................................................................... 1

C. TUJUAN ....................................................................................................................... 1

BAB II....................................................................................................................................... 2

PEMBAHASAN ....................................................................................................................... 2

 Benda-Benda Lain dalam Tata Surya ........................................................................... 2

A. ASTEROIDA ATAU PLANETOIDA ...................................................................... 2

B. KOMET ATAU BINTANG BEREKOR .................................................................. 4

C. METEOR ATAU BINTANG BERALIH ................................................................. 7

D. SATELIT .................................................................................................................. 7

 Teori Terbentuknya Tata Surya .................................................................................... 9

A. Teori Kabut atau Nebula ........................................................................................... 9

B. Teori Planetesimal .................................................................................................... 9

C. Teori Bintang Kembar ............................................................................................ 10

D. Teori Protoplanet atau Awan Debu ......................................................................... 11

E. Teori Creatio Continua (Teori Keadaan Tetap) ...................................................... 12

F. G.P Kuiper .............................................................................................................. 12

BAB III ................................................................................................................................... 14

ii
PENUTUP .............................................................................................................................. 14

 Kesimpulan ................................................................................................................. 14

DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................................. 15

iii
BAB I

PENDAULUAN

A. LATAR BELAKANG

Tata Surya terbagi menjadi Matahari, empat planet bagian dalam, sabuk
asteroid, empat planet bagian luar, dan di bagian terluar adalah Sabuk
Kuiper dan piringan tersebar. Awan Oort diperkirakan terletak di daerah
terjauh yang berjarak sekitar seribu kali di luar bagian yang terluar.

Berdasarkan jaraknya dari Matahari, kedelapan planet Tata Surya


ialah Merkurius 57,9 juta km, Venus 108 juta km, Bumi 150 juta km, Mars 228
juta km, Yupiter 779 juta km, Saturnus 1.430 juta km, Uranus 2.880 juta km,
dan Neptunus 4.500 juta km. Sejak pertengahan 2008, ada lima objek angkasa
yang diklasifikasikan sebagai planet kecil. Pasa tata surya, selain plane planet
yg sudah disebutkan sebelumnya, ada juga benda benda langit lain yg ada di
tata surya, yg akan kita bahas dimakalah ini.

B. RUMUSAN MASALAH

1. Apa saja benda-benda langit dalam tata surya?


2. Bagaimana teori tentang asal usul tata surya?
C. TUJUAN
1. Mengetahui benda-benda yang ada dalam tata surya.
2. Mengetahui proses terbentuknya tata surya berdasarkan teori-teori yang
ada.

1
BAB II

PEMBAHASAN

 Benda-Benda Lain dalam Tata Surya


A. ASTEROIDA ATAU PLANETOIDA

asteroid, disebut juga planet minor atau planetoid, adalah benda


berukuran lebih kecil dari pada planet, tetapi lebih besar
daripada meteoroid, umumnya terdapat di bagian dalam Tata
Surya (lebih dalam dari orbit planet Neptunus). Asteroid berbeda
dengan komet dari penampakannya. Komet menampakkan koma atau
ekor sementara asteroid tidak. Istilah ini secara historis ditujukan untuk
semua objek astronomis yang mengelilingi matahari dan setelah
diobservasi tidak memiliki karakteristik komet aktif.

Ada jutaan asteroid, yang menurut pemikiran banyak orang adalah sisa-
sisa kehancuran planetisimal, material di dalam solar nebula matahari
muda yang tidak pernah tumbuh besar untuk menjadi planet. Mayoritas
asteroid yang telah diketahui mengorbit pada sabuk asteroid di antara
orbit Mars dan Yupiter atau berbagi orbit dengan Yupiter (Asteroid
Troya Yupiter). Tetapi, terdapat keluarga orbit lainnya dengan populasi
signifikan, termasuk asteroid dekat dengan Bumi. Asteroid individual
diklasifikasikan berdasarkan karakteristik spektrum emisi mereka,
dengan mayoritas terbagi menjadi tiga kelompok utama: tipe C, tipe M,
dan tipe S. Kelompok ini diberi nama dan umumnya diidentifikasi dari
komposisi karbon, logam, dan silikat.

Hanya satu asteroid, 4 Vesta, yang memiliki permukaan relatif reflektif,


secara normal dapat dilihat dengan mata telanjang dan ini hanya pada
langit yang sangat gelap dan posisinya memungkinkan. Asteroid-
asteroid kecil yang melintas dekat dengan bumi jarang dapat dilihat

2
dengan mata telanjang dalam waktu yang singkat. Hingga April
2016, Pusat Planet Minor memiliki data lebih dari 1,3 juta objek di
dalam dan luar Tata Surya.

Asteroid yang pertama kali ditemukan adalah Ceres pada tahun 1801
oleh Giuseppe piazzzi dan pada awalnya dipertimbangkan sebagai planet
baru. Penemuan ini diikuti dengan penemuan benda-benda lainnya yang
serupa, yang dengan peralatan saat itu, terlihat sebagai titik-titik cahaya,
seperti bintang, menunjukkan cakram planet dalam bentuk kecil atau tidak
ada sama sekali, meskipun secara mudah dapat dibedakan dari bintang
karena gerakan mereka yang terlihat. Hal ini mendorong astronom Sir
William Herschel untuk mengusulkan istilah asteroid berasal dari bahasa
Yunani. Yg berarti seperti bintang, berbentuk bintang dari bahasa Yunani
Kuno yang artinya bintang, planet.

PENAMAAN

3
Sebuah asteroid yang baru ditemukan diberikan suatu penandaan
sementara. contohnya 2002 AT4 terdiri atas tahun penemuan dan kode
alfanumerik yang menunjukkan setengah bulanan dari penemuan dan urutan
penemuan dalam setengah bulanan tersebut. Setelah orbit asteroid
terkonfirmasi, asteroid tersebut diberikan angka dan kemudian dapat juga
diberikan nama, contohnya433 Eros. Konvensi penamaan formal
menggunakan tanda kurung di sekitar angka (contohnya (433) Eros), tetapi
tanpa tanda kurung sudah umum digunakan. Secara informal, hal yang
umum juga menyebutkan nama tanpa angka, atau angka tidak lagi
disebutkan setelah penyebutan pertama apabila nama asteroid disebutkan
berulang ulang.

B. KOMET ATAU BINTANG BEREKOR

Komet adalah benda langit yang mengelilingi matahari dengan garis


edar berbentuk lonjong atau parabolis atau hiperbolis. Kata komet berasal dari bahasa
Yunani yang berarti rambut panjang. Istilah lainnya adalah bintang berekor yang

4
tidak tidak tepat karena komet sama sekali bukan bintang. Orang Jawa menyebutnya
sebagai lintang kemukus karena memiliki ekor mirip kukus atau berdebu. Di samping
itu, ekornya juga mirip buah kemukus yang dikeringkan.

Komet terbentuk dari es dan debu. Komet terdiri dari


kumpulan debu dan gas yang membeku pada saat berada jauh dari Matahari. Ketika
mendekati Matahari, sebagian bahan penyusun komet menguap membentuk kepala
gas dan ekor. Komet juga mengelilingi Matahari, sehingga termasuk dalam
sistem tata surya. Komet merupakan gas pijar dengan garis edar yang berbeda-beda.
Panjang ekor komet dapat mencapai jutaankm. Beberapa komet menempuh jarak
lebih jauh di luar angkasa daripada planet. Beberapa komet membutuhkan ribuan
tahun untuk menyelesaikan satu kali mengorbit Matahari.

Komet dapat dilihat ketika masih jauh dari matahari, bagian yang pertama kali dilihat
adalah inti komet. Komet merupakan benda angkasa yang mirip asteroid, tetapi
hampir seluruhnya terbentuk dari gas (karbon dioksida, metana, air) dan debu yang
membeku.

Komet sering juga disebut dengan bintang berekor. Komet memiliki orbit atau
lintasan yang berbentuk elips, lebih lonjong dan panjang daripada orbit planet. Komet
merupakan benda angkasa seperti lapisan batu yang terlihat mempunyai cahaya
dikarenakan adanya gesekan-gesekan atom atom diudara.

SEJARAH KOMET

Selama berabad abad, kemunculan sebuah komet dipercaya sebagai suatu pertanda
akan datangnya sebuah malapetaka besar. Penampakan sebuah komet dan sesekali
pula pergerakannya dicatat secara
akurat. Astronom Babilonia dan Tiongkok mempercayai bahwa komet adalah objek
yang beredar di angkasa sebagaimana halnya planet. Bangsa Yunani beranggapan
bahwa komet adalah fenomena atmosfer, sejenis dengan uap air yang berasal dari
permukaan Bumi. Pandangan ini sempat diterima secara meluas hingga pada abad
XVI, saat Tycho Brahe memaparkan pandangannya bahwa komet tidak hanya sebuah

5
fenomena alam, tetapi diyakini sebagai sebuah benda angkasa yang letaknya dari
bumi lebih jauh daripada Bulan.

Seabad kemudian, Isaac Newton menemukan sebuah metode untuk menghitung orbit
dari sebuah komet berdasarkan lintasan yang dapat diamati di angkasa. Newton
menentukan bahwa komet yang nampak pada bulan Desember 1680 mengikuti orbit
parabola yang sangat panjang. Edmond Halley, seorang ilmuwan yang hidup sezaman
dengan Newton menemukan bahwa orbit dari komet yang pernah muncul pada tahun
1531, 1607, dan 1682 adalah hampir identik. Penemuan ini membawanya kepada
suatu kesimpulan bahwa ketiga penampakan tersebut melibatkan komet yang sama. Ia
kemudian meramalkan bahwa komet tersebut akan muncul lagi pada tahun 1758.
Sayang, usianya tidak cukup panjang untuk bisa menyaksikan kebenaran ramalannya
itu. Penampakan komet tersebut–yang kemudian dinamai komet Halley ternyata telah
tercatat sebanyak 20 kali sejak tahun 239 SM. Penampakannya yang terakhir adalah
pada tahun 1985-1986.

Komet yang baru ditemukan biasanya diberi nama menurut tahun penemuannya
ditambah sebuah huruf yang mengindikasikan urutan penampakan komet itu pada
tahun saat komet tersebut ditemukan.

BAGIAN BAGIAN KOMET

 Inti, merupakan bahan yang sangat padat, diameternya mencapai beberapa


kilometer, dan terbentuk dari penguapan bahan-bahan es penyusun komet, yang
kemudian berubah menjadi gas.
 Koma, merupakan daerah kabut atau daerah yang mirip tabir di sekeliling inti.
 Lapisan hidrogen, yaitu lapisan yang menyelubungi koma, tidak tampak
oleh mata manusia. Diameter awan hidrogen sekitar 20 juta kilometer.
 Ekor, yaitu gas bercahaya yang terjadi ketika komet lewat di dekat Matahari.

6
C. METEOR ATAU BINTANG BERALIH

Meteor adalah penampakan jalur jatuhnya meteoroid ke atmosfer bumi, lazim disebut
sebagai bintang jatuh. Penampakan tersebut disebabkan oleh panas yang dihasilkan
oleh tekanan ram dan bukan oleh gesekan, sebagaimana anggapan umum sebelum ini.
pada saat meteoroid memasuki atmosfer. Meteor yang sangat terang, lebih terang
daripada penampakan Planet Venus, dapat disebut sebagai bolide.

Jika suatu meteoroid tidak habis terbakar dalam perjalanannya di atmosfer dan
mencapai permukaan bumi, benda yang dihasilkan disebut meteorit. Meteor yang
menabrak bumi atau objek lain dapat membentuk impact crater.

meteor bukan tergolong bintang karena meteor merupakan anggota tata surya.
Meteor adalah batu kecil yg berdiameterantara 0,2 sampai 0,5 mm dan massa nya
tidak lebih dari 1g. Jika oleh suatu sebab meteor masu ke atmosfer bumi, karena
gesekan dengan atmosferakan timbul panas dan tampak berpijar. Gerak meteor yg
berpijar biasanya disebut bintang beralih. Jadi suatu meteor akan tampak
jikamemasuki atmosfer bumi. Karena suhu yg tinggi, meteor itu sendiri akan hancur
sebelum sampaikebumi.
Ada yg beranggapan bahwa meteor berasal dari letusa bulan, adapula yg beranggapan
dari debu asteroida yg terlepas dari garis edarnya dan ada juga g beranggapan bahwa
meteor adalah debu komet yg terlepas

D. SATELIT
Satelit adalah benda yang mengorbit benda lain
dengan periode revolusi dan rotasi tertentu. Ada dua jenis satelit yakni satelit
alam dan satelit buatan. Sisa artikel ini akan berkisar tentang satelit buatan.
JENIS SATELIT
a. Satelit astronomi adalah satelit yang digunakan untuk mengamati planet, galaksi,
dan objek angkasa lainnya yg jauh
b. Satelit komunikasi adalah satelit buatan yang dipasang di angkasa dengan
tujuan telekomunikasi menggunakan radio pada frekuensi gelombang mikro..

7
c. Satelit pengamat Bumi adalah satelit yang dirancang khusus untuk
mengamati Bumi dari orbit, seperti satelit reconnaissance tetapi ditujukan untuk
penggunaan non-militer seperti pengamatan lingkungan, meteorologi, pembuatan
peta, dll.
d. Satelit navigasi adalah satelit yang menggunakan sinyal radio yang disalurkan ke
penerima di permukaan tanah untuk menentukan lokasi sebuah titik dipermukaan
bumi.
e. Satelit mata-mata adalah satelit pengamat Bumi atau satelit komunikasi yang
digunakan untuk tujuan militer atau mata-mata.
f. Satelit tenaga surya adalah satelit yang diusulkan dibuat di orbit Bumi tinggi yang
menggunakan transmisi tenaga gelombang mikro untuk menyorotkan tenaga
surya kepada antena sangat besar di Bumi yang dpaat digunakan untuk
menggantikan sumber tenaga konvensional.
g. Stasiun angkasa adalah struktur buatan manusia yang dirancang sebagai tempat
tinggal manusia di luar angkasa. Satelit cuaca adalah satelit yang diguanakan
untuk mengamati cuaca dan iklim Bumi.
h. Satelit miniatur adalah satelit yang ringan dan kecil. Klasifikasi baru dibuat
untuk mengkategorikan satelit-satelit ini: satelit mini 500–200 kg, satelit dibawah
200kg satelit nano dibawah 10kg
ORBIT SATELIT

Satelit adalah benda langit yang tidak memiliki sumber cahaya sendiri dan bergerak
mengelilingi planet tertentu sambil mengikuti planet tersebut beredar. Contohnya
Bulan yang merupakan satelit dari Bumi.

Pergerakan satelit dalam mengelilingi bumi secara umum mengikuti hukum Keppler
yang didasarkan pada beberapa asumsi yaitu pergerakan setelit hanya dipengaruhi
oleh medan gaya berat sentral bumi, satelit bergerak dalam bidang orbit yang tetap
dalam ruang, massa satelit tidak berarti dibandingkan massa bumi, satelit bergerak
dalam ruang hampa, dan tidak ada matahari, bulan, ataupun benda-benda langit
lainnya yang mempengaruhi pergerakan satelit.

8
 Teori Terbentuknya Tata Surya
A. Teori Kabut atau Nebula
Pada tahun 1775, Immanuel Kant seorang filsuf Jerman dan pada tahun 1799,
Simon de Laplace seorang matematikawan Perancis mengajukan teori asal usul tata
surya yang hampir sama yaitu Teori Kabut atau Nebula.
Nebula merupakan kabut yang terdiri dari gas terutama hidrogen dan helium dan
debu-debu angkasa. Menurut teori ini mulai-mula ada sebuah nebula yang baru dan
hampir bulat, yang berotasi dengan kecepatan lambat sehingga lambat laun
menyusut. Akibat penyusutan dan rotasi maka terbentuklah cakram datar di
tengahnya. Penyusutan berlanjut dan matahari terbentuk di tengah cakram. Cakram
berputar lebih cepat sehingga bagian tepi cakram terlepas membentuk gelang-gelang
bahan. Kemudian bahan dalam gelang-gelang memadat menjadi planet-planet ayng
berevolusi dalam orbit elips mengitari matahari. Bulan-bulan dari planet juga
terbentuk dengan cara yang hampir sama.

B. Teori Planetesimal

Teori ini diajukan oleh T. C. Chamberlein dan F.R Moulton yang merupakan
ilmuwan Amerika di awal abad ke 20. Menurut teori ini, Matahari seblumnya
telah ada sebagai salah satu dari bintang-bintang yang ada di alam semesta. Pada

9
satu waktu, sebuah bintang berpapasan dengan matahari pada jarak cukup dekat.
Karena jarak cukup dekat ini tarikan gravitasi bintang yang lewat menyebabkan
sebagian bahan dari matahari (mirip lidah/cerutu/filamen) tertarik ke arah bintang
itu.
Saat bintang menjauh, lidah raksasa itu sebagian jatuh ke matahari dan
sebagian lagi berhamburan menjadi gumpalan kecil atau planetesimal.
Planetesimal-planetesimal melayang di angkasa sebagai benda-benda dingin
dalam orbit mengitari matahari. Dengan tumbukan dan tarikan gravitasi,
planetesimal besar menyapu yang lebih kecil dan akhirnya menjadi planet-planet.

C. Teori Bintang Kembar


Teori ini hampir sama dengan planetesimal dan diusulkan pada tahun
1930an. Dahulu matahari mungkin merupakan bintang kembar lalu bintang yang
satu meledak menjadi kepingan-kepingan. Karena pengaruh gaya gravitasi
bintang yang satunya maka kepingan-kepingan ini bergerak mengitari bintang itu
dan menjadi planet sedangkan bintang yang tidak meledak menjadi matahari.

10
D. Teori Protoplanet atau Awan Debu
Proto adalah bahasa Yunani yang artinya "primitif". Teori ini dikemukakan
pada tahun 1940 oleh astronom Jerman Carl Von Weizsaeker dan disempurnakan
oleh P. Kuiper, Subrahmanyan Chandrasekar dan lainnya.
Teori ini pada dasarnya menyatakan bahwa tata surya terbentuk dari
gumpalan awan gas dan debu. Dasar pemikiran itu didukung dengan banyaknya
gumpalan awan seperti ini yang diamati di seluruh jagat raya. Lebih dari 5 milyar
tahun lalu, salah satu gumpalan awan itu mengalami pemampatan. Pada proses
pemampatan itu, partikel-partikel debu tertarik ke dalam menuju pusat awan
membentuk bola dan mulai berotasi.

Rotasi kemudian semakin cepat dan gumpalan gas mulai memipih seperti
cakram yaitu tebal di tengah sehingga menghasilkan panas pijar yang akan
menjadi matahari. Bagian tepi yang berotasi sangat cepat akan terpecah-pecah
menjadi banyak gumpalan gas dan debu yang lebih kecil. Gumpalan kecil ini
nantinya berotasi dan membentuk planet beserta satelit-satelitnya.

11
E. Teori Creatio Continua (Teori Keadaan Tetap)

Teori Creatio Continua dikemukakan oleh Fred Hoyle, Bendi, dan Gold. Teori
ini menyatakan bahwa saat diciptakan alam semesta ini tidak ada. Alam semesta
ini selamanya ada dan akan tetap ada atau dengan kata lain alam semesta tidak
pernah bermula dan tidak akan berakhir. Pada setiap saat ada partikel yang
dilahirkan dan ada yang lenyap. Partikel-partikel tersebut kemudian mengembun
menjadi kabut-kabut spiral dengan bintang-bintang dan jasad-jasad alam semesta.
Partikel yang dilahirkan lebih besar dari yang lenyap, sehingga mengakibatkan
jumlah materi makin bertambah dan mengakibatkan pemuaian alam semesta.
Pengembangan ini akan mencapai titik batas kritis pada 10 milyar tahun lagi.
Dalam waktu 10 milyar tahun, akan dihasilkan kabut-kabut baru. Menurut teori
ini 90% materi alam semesta adalah hidrogen dan hidrogenin, kemudian akan
terbentuk helium dan zat-zat lainnya.

F. G.P Kuiper

G.P Kuiper (1950) berteori bahwa terbentuknya alam semesta ini berasal dari gas
purba yang ada di ruang angkasa. Sebagian kabut gas yang tampak tipis
memampatkan diri menjadi sebuah benda yang memadat karena adanya gaya tarik
antar molekul gas.

12
Sifat gas yang selalu mengalami pergerakan menyebab kan benda yang terbentuk
bergerak. Pergerakan benda yang memutar menyebabkan bentuk benda menjadi pipih
dan memadat dibagian tengah, beberapa gumpalan kecil gas akan keluar dari putaran
benda ke lingkungan sekitarnya. Gumpalan gas yang memadat ditengah inilah yang
merupakan cikal bakal matahari dan gumpalan gas yang terlontar keluar, merupakan
cikal bakal planet.

Gesekan antar gas yang semakin memadat mulai menyalakan api, pancaran panas
api tersebut mengusir kabut–kabut gas yang menyelimuti benda cikal bakal planet
menjadi tak terbungkus gas lagi. Bakal planet yang jaraknya jauh dari matahari
kurang terpengaruh oleh hal itu, oleh sebab itu bakal planet akan kelihatan besar
karena diliputi oleh kabut gas.

13
BAB III

PENUTUP

 Kesimpulan

Tata surya adalah susunan benda-benda langit yang berputar mengelilingi matahari
sebagai pusatnya. Benda-benda langit tersebut terdiri dari 8 planet dengan orbit
berbentuk elips, satelit alami, komet, asteroid, dan meteroid. Planet-planet tersebut
senantiasa bergerak memutari matahari dikarenakan adanya pengaruh dari gaya
gravitasi matahari.

didalam tata surya, bukan hanya planet, matahari dan bulan saja anggotanya tetapi
juga meteor, komet, asteroid dan juga satelit pun juga tremasuk anggota tat surya.

Dan teori teori terbentuknya tata surya pun sangat banyak, mulai dari terori nebula,
planetesimal dll. Semua itu menurut beberapa ahli yg berbeda beda

14
DAFTAR PUSTAKA

Wikipedia

Jasin maskoeri, 2017, ilmu alamiah dasar, jakarta, rajawali post

http://www.gurugeografi.id/2017/03/asal-usul-terbentuknya-tata-surya.html

15