Anda di halaman 1dari 6

See

discussions, stats, and author profiles for this publication at: https://www.researchgate.net/publication/242130151

LANGKAH-LANGKAH STRATEGIS dan TAKTIS


PENGEMBANGAN E-GOVERNMENT UNTUK
PEMDA

Article · January 2007

CITATIONS READS

4 8,813

2 authors, including:

Zainal Arifin Hasibuan


University of Indonesia
78 PUBLICATIONS 247 CITATIONS

SEE PROFILE

Some of the authors of this publication are also working on these related projects:

Indonesia Open Educational Resources (I-OER) View project

Distributed Adaptive Neuro Gen Learning Engine View project

All content following this page was uploaded by Zainal Arifin Hasibuan on 14 November 2015.

The user has requested enhancement of the downloaded file.


LANGKAH-LANGKAH STRATEGIS dan TAKTIS PENGEMBANGAN
E-GOVERNMENT UNTUK PEMDA

Zainal A. Hasibuan
zhasibua@cs.ui.ac.id
Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Indonesia

Abstrak
Saat ini perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) berkembang dengan sangat cepat sehingga memicu
terjadinya persaingan antar wilayah yang semakin ketat. Pemerintah Daerah (Pemda) sebagai penguasa wilayah
berusaha memanfaatkan TIK secara optimal untuk mendukung berbagai kegiatannya. Hal ini terlihat dari berbagai
inisiatif penerapan TIK (electronic government – e-Gov) yang muncul di beberapa Pemda maupun di beberapa instansi
pemerintah lainnya. Tetapi kenyataannya pemanfaatan TIK ini masih belum memberikan dampak yang signifikan bagi
peningkatan efisiensi, efektivitas dan produtivitas Pemda. Salah satu penyebabnya yang dominan adalah tidak
sinkronnya tujuan kegiatan-kegiatan Pemda dengan tujuan e-Gov itu sendiri. Tulisan ini membahas langkah-langkah
strategis dan taktis pengembangan e-Gov berdasarkan teori dan “best practices” dari beberapa instansi yang telah
menerapkan e-Gov. Dengan mengikuti langkah-langkah ini, diharapkan pemanfaatan TIK untuk e-Gov akan
memberikan hasil yang optimal.

Kata kunci: E-Government, Metode Pengembangan E-Gov dan Aplikasinya

1. PENDAHULUAN 2. Panduan manajemen sistem dokumen


elektronik
Teknologi Informasi dan Komunikasi merupakan
3. Panduan penyusunan rencana induk
salah teknologi yang berkembang dengan sangat pesat.
pengembangan e-Gov lembaga
Pesatnya perkembangan TIK akan membuka peluang
4. Panduan penyelenggaraan situs web
dan tantangan untuk menciptakan (to create),
pemerintah daerah
mengakses (to access), mengolah (to process), dan
5. Panduan tentang pendidikan dan pelatihan
memanfaatkan (to utilize) informasi secara tepat dan
SDM e-Gov
akurat. Informasi merupakan suatu komoditi yang
sangat berharga di era globalisasi untuk dikuasai dalam
Dari berbagai panduan tersebut, kebutuhan akan
rangka meningkatkan daya saing suatu organisasi
tersedianya informasi sekurang-kurangnya akan
(termasuk Pemda) secara berkelanjutan.
memiliki sifat-sifat sebagai berikut: cakupannya luas,
Untuk menjawab tantangan tersebut, Pemerintah
mudah digunakan, terkini, aman, serta murah.
Republik Indonesia telah berinisiatif membuat
E-Government pada dasarnya memberikan layanan
kebijakan untuk memanfaatkan TIK untuk membangun
informasi kepada sesama insitusi pemerintah
Electronic Government for Good Governance yang
(Government to Government – G2G), kepada dunis
terintegrasi mulai dari tingkat pemerintahan daerah
bisnis (Government to Business – G2B) dan kepada
hingga ke pusat. Tujuannya adalah agar infrastruktur
masyarakat (Government to Citizen – G2C), dengan
TIK yang akan dibangun dapat dimanfaatkan secara
tujuan sbb:
bersama untuk berkoordinasi oleh seluruh instansi, baik
di pusat maupun di daerah. Kebijakan pemerintah 1. Mampu memberikan informasi lengkap
tersebut antara lain dituangkan dalam bentuk Inpres mengenai lembaga atau daerah untuk kemajuan
No.3 Tahun 2003 dan Keputusan Menteri Komunikasi ekonomi dan pembangunan daerah, dan
Dan Informasi tentang Pengembangan e-Gov yang peningkatan kinerja proses pelayanan
merupakan wujud keinginan pemerintah dalam upaya (peningkatan efektivitas dan produktivitas).
mendorong bangsa Indonesia menuju masyarakat yang 2. Mampu mengoptimalkan penggunaan
berbasis pengetahuan (Knowledge-based Society). sumberdaya (resources) seperti waktu, tenaga,
Instruksi Presiden No 3 Tahun 2003 tentang “kebijakan budget, dan fasilitas lainnya (peningkatan
dan strategi nasional pengembangan e-Gov Indonesia” efisiensi).
antara lain berisikan panduan yang sudah
disosialisasikan, seperti: Dari pengertian dan tujuannya, dapat disimpulkan
1. Panduan pembangunan infrastruktur portal bahwa e-Gov bisa dikembangkan secara bertahap dan
pemerintah proporsional sesuai dengan kemampuan Pemda. Yang

66 Jurnal Sistem Informasi MTI UI Vol 3 – No. 1 – April 2007


penting, kerangka pengembangannya tidak bisa lepas 3. PERKEMBANGAN E-GOVERNMENT DI
pengertian dan tujuan tersebut. MALAYSIA dan INDONESIA

2. KERANGKA PENGEMBANGAN E-GOV di Beberapa negara maju dan negara berkembang


INDONESIA hingga saat ini masih terus melaksanakan
pengembangan e-Government sesuai dengan
Kerangka pengembangan e-Gov di Indonesia dapat karakteristik negara masing-masing. Perkembangan e-
mengacu kepada Kerangka Sistem Informasi Nasional Government di negara- negara Asia sudah selangkah
(Sisfonas) seperti yang terlihat pada gambar 1 di bawah lebih maju daripada Indonesia. Misalnya saja di negeri
ini. Jiran Malaysia yang telah menerapkan e-Government
untuk sistem kependudukannya dengan mengeluarkan
SISTEM INFORMASI E-GOVERNMENT kartu identitas yang bernama MyKad. MyKad
NASIONAL Penyelenggaraan pemerintahan merupakan government multi-purpose card yang
(Sisfonas) berbasis elektronik (teknologi
informasi) untuk meningkatkan ditangani oleh lima agensi pemerintahan Malaysia, yaitu
Pengelolaan Sistem Informasi di
seluruh tingkatan pemerintahan kinerja pemerintah dalam Jabatan Pendaftaran Negara (JPN), Jabatan
secara sistematis dalam rangka hubungannya dengan masyarakat, Pengangkutan Jalan (JPJ), Polis Diraja Malaysia
penyelenggaranaan pelayanan komunitas bisnis dan kelompok (PDRM), Kementrian Kesehatan, Jabatan Keimigrasian.
kepada masyarakat terkait lainnya menuju Good
Governance (world bank, 2001) MyKad berupa smart card yang memiliki chip
berkapasitas 64K yang menyimpan berbagai data seperti
identitas warga (termasuk data biometrik berupa sidik
jari dan iris pattern), surat izin mengemudi, MEPS cash
SISTEM INFORMASI (equally cash card function), kartu ATM, transportation
Pengelolaan informasi berdasarkan
alur kerja/proses bisnis yang sesuai cards (Touch 'n Go), catatan medis, e-commerce
dengan azas efisiensi dan authentication or key, dan lain-lain [11] . E-Goverment
efektifitas dalam rangka mencapai di Malaysia bisa diartikan sebagai berikut:
tujuan organisasi "E-Government offers a collaborative and integrated
environment not just for enhanced internal operations
Gambar 1. Kerangka Sisfonas Dan E-Government but more significantly for a heightened level of
government services through a variety of electronic
Pada gambar 1 tersebut terlihat bahwa Sistem delivery channels thereby providing convenience to
Informasi merupakan bentuk aplikasi pada masing- citizens and business." [8]
masing bidang (dinas atau badan) yang berada pada
masing-masing instansi pemerintah. Secara bertahap Pengalaman Malaysia yang memulai e-Gov dari
Sistem Informasi ini dipadukan menjadi Sistem pembangunan database kependudukan merupakan suatu
Informasi Nasional yang bersinergi antara satu sistem langkah yang strategis, sehingga semua kegiatan
dengan sistem lainnya. Pada akhirnya terwujudlah pemerintahannya mengacu kepada satu-satunya data
suatu Sistem E-Government yang menjamin interaksi kependudukan.
G2G, G2B, dan G2C. Berbeda dengan Malaysia, saat ini, Pemerintah
Dengan menyusun kerangka e-Gov yang sistematis, Republik Indonesia baru memulai pembangunan
akan diperoleh manfaatnya yang antara lain: (1) database kependudukan yang dikoordinir oleh
menurunkan biaya administrasi; (2) meningkatkan Direktorat Jenderal Administrasi Kependudukan,
kemampuan response terhadap berbagai permintaan dan Departemen Dalam Negeri. Dalam inisiatif tersebut,
pertanyaan tentang pelayanan publik baik dari sisi pemerintah menetapkan penggunaan Kartu Tanda
kecepatan maupun akurasi; (3) dapat menyediakan Penduduk (KTP) Nasional yang menggunakan Nomor
akses pelayanan untuk semua departemen atau LPND Induk Penduduk (NIK). Dengan NIK ini, akan dijamin
pada semua tingkatan; (4) memberikan asistensi kepada bahwa, setiap penduduk hanya memiliki satu dan hanya
ekonomi lokal maupun secara nasional; (5) sebagai satu nomor KTP. Disamping itu, sudah cukup banyak
sarana untuk menyalurkan umpan balik secara bebas, instansi pemerintah yang memiliki situs tentang
tanpa perlu rasa takut. Berbagai manfaat tersebut pada instansinya (tingkat 1 pengembangan e-Gov), seperti
akhirnya diharapkan akan dapat meningkatkan yang terlihat pada Tabel 1. Walaupun demikian, ada
kemampuan kepemerintahan secara umum. beberapa situs yang sudah tidak berfungsi lagi (10%),
dan ada situs yang informasinya tidak pernah di update.
Sayangnya data persisnya mengenai hal ini belum
tersedia.

Zainal A. Hasibuan 67
Tabel 1. Jumlah Situs Web Pemerintah

Situs Persentase Web yang Web yangTdk


Lembaga/Instansi Jumlah
Web (%) Bisa Dibuka Bisa Dibuka
Dept./Kem./Lembaga
37 37 100 37 (100%) 0 (0%)
Tinggi
Lembaga Pem. Non
32 28 88 28 (100%) 0 (0%)
Departemen
Pemprov./Pemkab./
470 224 48 201 (90%) 23 (10%)
Pemkot
dan bad practices yang masing-masing negara alami.
Berbagai inisiatif untuk membangun tingkat 2 e-Gov Apabila lesson learned dipadukan dengan teori yang
juga sudah dilakukan oleh beberapa instansi pemerintah. ada, maka dapat diusulkan suatu metodologi (langkah-
Misalnya, Sistem Informasi Keimigrasian (SIMKIM), langkah) pengembangan e-Gov yang bisa dijadikan
Sistem Informasi Kejaksaan RI (SIMKARI), Sistem panduan untuk lingkungan Pemda di Indonesia.
Informasi Haji (SISKOHAJ), Sistem Informasi Menurut Center for Democracy and Technology dan
Kependudukan (SIMDUK), dan lain-lain. Tingkat InfoDev, proses implementasi e-Government terbagi
keberhasilan dari masing-masing sistem ini, masih perlu menjadi 3 (tiga) tahapan yang tidak tergantung antara
terus dikaji. Berdasarkan data dari Depkominfo (2005) yang satu dengan yang lainnya. Tahapan tersebut harus
pelaksanaan e-Government di Indonesia hingga akhir dilakukan secara berurutan dan masing-masing tahapan
tahun 2005 lalu, Indonesia baru memiliki: (a) 564 harus menjelaskan tujuan dari e-Government. Adapun
domain go.id; (b) 295 website pemerintah pusat dan ketiga tahapan tersebut antara lain, yaitu:
pemda; (c) 226 website telah mulai memberikan
layanan publik melalui website; (d) dan 198 website 1. Publish, yaitu tahapan yang menggunakan
pemda masih dikelola secara aktif. Berdasarkan hasil teknologi informasi untuk meluaskan akses untuk
pengamatan dan perbandingan beberapa situs web informasi pemerintah, misalnya dengan cara
pemerintah daerah tingkat II untuk melihat fitur-fitur pembuatan situs informasi di setiap lembaga,
informasi umum dan fasilitas interaktif apa saja yang penyiapan sumber daya manusia, sosialisasi situs
dimiliki, dapat dikatakan bahwa belum tersedia layanan informasi baik untuk internal maupun untuk publik,
transaksi kepada masyarakat. serta penyiapan sarana akses yang mudah. Hal ini
Beberapa pemerintah daerah (pemda) telah sepadan dengan teori Agarwal, yaitu tahapan
menerapkan e-Government dan memperlihatkan tingkat 1 dari pengembangan e-Gov.
kemajuan cukup berarti. Pada tahun 2006 majalah 2. Interact, yaitu meluaskan partisipasi masyarakat
Warta Eknomi menyelenggarakan Warta Ekonomi E- dalam pemerintahan, misalnya dengan cara
Government Award yang memberikan penghargaan pembuatan situs yang interaktif dengan publik,
kepada lembaga-lembaga pemerintah terbaik yang serta adanya antar muka yang terhubung dengan
mengimplementaskani tata cara pemerintahan secara lembaga lain. Hal ini sepadan dengan tingkat 2 dan
secara elektronis (e-Govvernment). Secara umum 3 dari perkembangan e-Gov.
terdapat empat tahapan perkembangan e-Government; 3. Transact, yaitu menyediakan layanan pemerintah
web presence, interaction, transaction dan secara online, misalnya dengan cara pembuatan
transformation. Adapun daerah penerima penghargaan situs transaksi pelayanan publik, serta
Warta Ekonomi E-Government Award 2006, yaitu interoperabilitas aplikasi maupun data dengan
Kabupaten Jombang, Propinsi DKI, Departemen lembaga lain. Hal ini sepadan dengan tingkat 4 dan
Peridustrian, dan Bappenas untuk kategori pemenang 5 dari perkembangan e-Gov.
terbaik ketiga. Sementara Pemkot Malang, Propinsi
Jawa Timur, Departemen Koperasi dan UKM, serta Agar ketiga tahapan tersebut bisa terlaksana dengan
Badan Koordinasi Penanaman Modal sebagai pemenang baik, maka harus ada jaminan komitmen yang tinggi
terbaik kedua, sedangkan Propinsi Daerah Istimewa dari pimpinan Pemda, dalam hal bisa gubernur, bupati,
Yogyakarta (Pemprop DIY) yang merupakan Propinsi atau walikota. Disamping itu, pelaksanaan e-
Pemenang Terbaik Pertama dengan meraih dua Government harus mempertimbangkan beberapa kondisi
penghargaan E-Gov Award sekaligus. yaitu prioritas layanan elektronik yang diberikan,
kondisi infrastruktur yang dimiliki, kondisi kegiatan
layanan saat ini, dan kondisi anggaran dan sumber daya
4. LANGKAH-LANGKAH PENGEMBANGAN E- manusia yang dimiliki. Untuk itu, dalam pengembangan
GOVERNMENT e-Gov, diusulkan suatu bentuk organisasi kegiatan
Berdasarkan perkembangan e-Gov diberbagai pengembangan e-Gov seperti yang terlihat pada gambar
negara, khususnya Malaysia dan di Indonesia, maka 3 beikut ini.
dapat diperoleh suatu lesson learned dari good practices

68 Jurnal Sistem Informasi MTI UI Vol 3 – No. 1 – April 2007


E-Government Steering Committee
Bupati/Walikota

Manajemen Proyek E-Government


Sekretariat
(Tenaga Ahli dalam e-Gov)

Dinas Dinas Dinas Dinas Dinas


Kesehatan Pendidikan Perdagangan Kependuduk Perpajakan
Project Project Project an
Project Project
Director Director Director Director Director

Gambar 3. Struktur Manajemen Pengembangan E-Gov

Dengan menggunakan gambar 3 tersebut, tidak akan Selain membuat stuktur manajemen pada gambar 3,
terjadi konflik antar instansi (dinas) karena sudah perlu juga diajukan usulan kongrit untuk pengembangan
dikoordinasikan dalam suatu manajemen proyek yang kegiatan e-Government sepert yang terlihat pada tabel 2
ditangani oleh ahli e-Gov dan mendapatkan mandat dan 3 berikut ini.
yang penuh dari pimpinan daerah.

Tabel 2. Contoh Daftar Usulan Kegiatan e-Government tahun 2007 – 2010


No Jadwal
Nama Kegiatan
Kegiatan Pelaksanaan
1 Oktober –
Penyusunan Petunjuk Teknis dan Kerangka Umum e-Government Desember 2007
2 Penyusunan Buku Standard Kompetensi e-Gov dalam bidang TI di
Lingkungan Pemda:
Jangka a. Buku Standarisasi Kompetensi e-Gov dalam bidang TI Oktober –
Pendek b. Buku Peta Prioritas Tingkat Kompetensi yang harus dimiliki oleh e- Desember 2007
Gov jangka pendek, menengah, dan panjang dalam bidang Teknologi
Informasi dan Komunikasi berdasarkan pengelompokkan kondisi
Pemda
c. Buku Program Diklat, Workshop, Seminar, dan Lokakarya e-
Government
3 Lokakarya Pengkajian Kebijakan Pengembangan e-Government bidang
Desember 2007
TI di Lingkungan Pemda
4 Sosialisasi Buku Standard Kompetensi seperti yang tercantum pada
Desember 2007
nomor 2 di atas
5
Pelaksanaan Program e-Government seperti tertuang dalam Buku Januari –
Program Diklat, Workshop, Seminar, dan Lokakarya SDM Pemda, Agustus 2008
kegiatan nomor 2 di atas untuk katagori jangka pendek
1 Pelaksanaan Program e-Government seperti tertuang dalam Buku
Jangka September 2008
Menengah Program Diklat, Workshop, Seminar, dan Lokakarya SDM Pemda, - Agustus 2009
kegiatan nomor 2 di atas untuk katagori jangka menengah
1 Pelaksanaan Program e-Government seperti tertuang dalam Buku
Jangka September 2008
Panjang Program Diklat, Workshop, Seminar, dan Lokakarya SDM Pemda, - Agustus 2009
kegiatan nomor 2 di atas untuk katagori jangka panjang

Zainal A. Hasibuan 69
5. KENDALA YANG DIHADAPI http://www.cdt.org/egov/handbook/part1.shtml,
[online], 3 April 2007.
Selain adanya usulan-usulan untuk kemajuan dan 4) Hasibuan, Zainal A., Harry Budi Santoso.
pengembangan e-Government di Indonesia, e- Standardisasi Aplikasi E-Government Untuk
Government juga menghadapi berbagai macam kendala Instansi Pemerintah. Paper e-Indonesia Initiatives
antara lain: Forum 2005.
¾ Masih rendahnya kesadaran (awareness) dalam 5) Hasibuan, Zainal, A. Pengembangan Prototipe
mengambil keputusan telematika Kerangka Aplikasi E-Government, Studi Kasus :
¾ Langkanya SDM yang berkualitas Sistem Informi Kependudukan. Paper e-Indonesia
¾ Masih minimnya infrastruktur telekomunikasi Initiatives Forum 2006.
¾ Tarif internet yang masih mahalnya serta 6) Inpres RI Nomor 3 Tahun 2003, Kebijakan dan
kurang memadai Strategi Nasional Pengembangan E-Government.
¾ Penetrasi PC yang masih rendah 7) Kepmen Komunikasi dan Informasi Nomor
Semua kendala diatas perlu diperhatikan dalam 57/Kep/M.Kominfo/12/2003, Panduan Penyusunan
mengembangkan dan menerapkan e-Government. Rencana Induk Pengembangan E-Government.
Namun kendala diatas tidak mutlak untuk dijadikan 8) Karim, Muhammad R.A., dan Nazirah Mohd
alasan karena terlepas dari semua kendala di atas yang Khalid. E-Government in Malaysia. Pelanduk
terpenting adalah bagaimana memanfaatkan fasilitas Publication. 2003
yang ada untuk melakukan tahapan pelaksanaan e- 9) Riani, B., Melia, I., dan Ariyanto, W.,
Government untuk meningkatkan kinerja pemerintah “Pengembangan Prototipe Standardisasi Aplikasi
dalam melayani masyarakat. E-Government untuk Instansi Pemerintah “, Student
Bila diperhatikan kinerja e-Government (e-Gov) di Project, Fakultas Ilmu Komputer Universitas
Indonesia selama kurun waktu 5 tahun terakhir, maka Indonesia, 2004.
dapat dilihat bahwa hingga saat ini komunikasi yang 10) Satriyana, Eddy. Electronic Government. Majalah
terjadi antara pemerintah dan masyarakat masih satu Triwulanan “Perencanaan Pembangunan” No. 30
arah. Hal ini berarti peran e-Government belum Edisi Januari-Maret 2003.
dirasakan oleh masyarakat karena belum maksimalnya 11) Setiadi,H., Genia, P.I., dan Hasibuan, Zainal A.
masyarakat dalam mengakses informasi yang ada. Database Kependudukan Nasional Prasyarat untuk
Pelaksanaan E-Government. Paper e-Indonesia
6. PENUTUP initiatives Forum 2006.
Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa 12) The World Bank Group, “A Definition of E-
perlu adanya komitmen dari pimpinan daerah untuk Government”,
pengembangan e-Government yang berakar pada http://www1.worldbank.org/publicsector/egov/defin
perubahan budaya kerja dari tradisional menjadi ition.htm, [online] 3 April 2007.
elektronik dengan memanfaatkan perangkat teknologi 13) http://www.wartaekonomi.com.
informasi. Hal ini sesuai dengan tujuan utama dari 14) www.bappenas.go.id. Pentingnya Aplikasi E-
pengembangan e-Government yang ingin melakukan Government. [online] 3 April 2007
perbaikan mutu pelayanan pada publik atau kepada 15) http://www.depkominfo.go.id. Kondisi Situs Web
seluruh masyarakat, yang pada akhirnya akan dapat Pemerintah Daerah [online] 3 April 2007.
meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui
peningkatan efisiensi, efektivitas dan produktivitas
Pemda.
Dengan adanya e-Government diharapkan akan
dapat menjadi salah satu alternatif terobosan baru dalam
memberikan pelayanan publik yang lebih baik serta
menjadi sumber daya informasi utama bagi pemerintah
dalam rangka penyediaan informasi yang bersifat
strategis.

REFERENSI
1) Agarwal, P.K., “Portals: the path to everything,”
Government Technology, March, www.govtech.net.
2) Bastian. Perkembangan E-Government di Indonesia.
Sinar harapan 2003
3) Center for Democracy and Technology (CDT) and
InfoDev, “E-Government Handbook: Part 1 - The
Three Phases of E-Government”,

70 Jurnal Sistem Informasi MTI UI Vol 3 – No. 1 – April 2007

View publication stats