Anda di halaman 1dari 9

BATERAI

Baterai atau aki, atau bisa juga accu adalah sebuah sel listrik dimana di dalamnya
berlangsung proses elektrokimia yang reversibel (dapat berbalikan) dengan efisiensinya yang
tinggi. Yang dimaksud dengan proses elektrokimia reversibel, adalah di dalam baterai dapat
berlangsung proses pengubahan kimia menjadi tenaga listrik (proses pengosongan), dan
sebaliknya dari tenaga listrik menjadi tenaga kimia, pengisian kembali dengan cara regenerasi
dari elektroda-elektroda yang dipakai, yaitu dengan melewatkan arus listrik dalam arah
(polaritas) yang berlawanan di dalam sel.

A. Fungsi Baterai
Baterai atau aki pada mobil berfungsi untuk menyimpan energi listrik dalam bentuk
energi kimia, yang akan digunakan untuk mensuplai (menyediakan) listik ke sistem
starter, sistem pengapian, lampu-lampu dan komponen komponen kelistrikan lainnya.

B. Jenis Baterai
1. Aki Basah Konvensional
Jenis aki ini adalah aki model basah yang berisi cairan asam sulfat (H2SO4). Ciri
utamanya memiliki lubang dengan penutup yang berfungsi untuk menambah air aki
saat kekurangan akibat penguapan saat terjadi reaksi kimia antara sel dan air aki. Sel-
selnya menggunakan bahan timbal (Pb). Kelemahan aki jenis ini adalah pemilik harus
rajin memeriksa ketinggian level air aki secara rutin. Cairannya bersifat sangat
korosif. Uap air aki mengandung hydrogen yang cukup rentan terbakar dan meledak
jika terkena percikan api. Memiliki sifat self-discharge paling besar dibanding aki lain
sehingga harus dilakukan penyetruman ulang saat ia didiamkan terlalu lama.
2. Aki Hybrid
Pada dasarnya aki hybrid tak jauh berbeda dengan aki basah. Bedanya terdapat
pada material komponen sel aki. Pada aki hybrid selnya menggunakan low-antimonial
pada sel (+) dan kalsium pada sel (-). Aki jenis ini memiliki performa dan sifat self-
discharge yang lebih baik dari aki basah konvensional.
3. Aki Kalsium
Kedua selnya, baik (+) maupun (-) mengunakan material kalsium. Aki jenis ini
memiliki kemampuan lebih baik dibanding aki hybrid. Tingkat penguapannya pun
lebih kecil dibanding aki basah konvensional.
Keunggulan Aki kalsium:
a. Mempunyai performance yang baik dibanding accu Antimonial dan Hybrid di atas.
b. Mempunyai daya tahan / usia pakai yang baik. (tahan lama).
c. Tingkat Self-Discharge paling kecil (0.1-0.2% (volume/day)
4. Aki MF (Maintenance Free)
Aki ini adalah jenis aki bebas perawatan. Aki jenis ini dikemas dalam desain
khusus yang mampu menekan tingkat penguapan air aki. Uap aki yang terbentuk akan
mengalami kondensasi sehingga kembali menjadi air murni yang menjaga level air aki
selalu pada kondisi ideal sehingga tak lagi diperlukan pengisian air aki. Aki jenis ini
biasanya terbuat dari basis jenis aki hybrid maupun aki kalsium.
5. Aki Sealed (SLA)
Aki jenis ini selnya terbuat dari bahan kalsium yang disekat oleh jaring berisi
bahan elektrolit berbentuk gel/selai. Dikemas dalam wadah tertutup rapat. Aki jenis
ini kerap dijuluki sebagai aki kering. Sifat elektrolitnya memiliki kecepatan
penyimpanan listrik yang lebih baik. Karena sel terbuat dari bahan kalsium, aki ini
memiliki kemampuan penyimpanan listrik yang jauh lebih baik seperti pada aki jenis
calsium pada umumnya. Pasalnya ia memiliki self-discharge yang sangat kecil
sehingga aki sealed ini masih mampu melakukan start saat didiamkan dalam waktu
cukup lama. Kemasannya yang tertutup rapat membuat aki jenis ini bebas
ditempatkan dengan berbagai posisi tanpa khawatir tumpah. Namun karena wadahnya
tertutup rapat pula aki seperti ini tidak tahan pada temperatur tinggi sehingga
dibutuhkan penyekat panas tambahan jika ia diletakkan di ruang mesin.

C. Kontruksi dan Bagian-bagian Aki (Baterai)

1. Kotak baterai berfungsi sebagai penampung dan pelindung bagi semua komponen
baterai yang ada di dalamnya seperti sel, penghubng sel, pemisah sel, plat baterai dan
lain-lain. Selain itu juga kotak baterai berfungsi sebagai ruang endapan-endapan
baterai pada bagian bawah. Bahan kotak baterai ini biasanya transparan untuk
mempermudah pemeriksaan jumlah atau tinggi elektrolit baterai.
2. Tutup baterai, sesuai dengan namanya bagian ini berfungsi sebagai tutup bagiana atas
baterai, tempat dudukan terminal-terminal baterai, lubang ventilasi.
3. Plat baterai. Terdapat dua buah plat, plat positif dan plat negatif. Kedua plat tersebut
mempunyai grid yang terbuat dari antimoni dan paduan timah. Bahan pembuat Plat
positif adalah bahan antimoni yang dilapisi dengan lapisan aktif oksida timah (lead
dioxide, PbO2) yang berwarna coklat dan plat negatif terbuat dari sponge lead (Pb)
yang berwarna abu-abu. Salah satu yang mempengaruhi kemampuan baterai dalam
mengalirkan arus adalah jumlah dan ukuran plat. Semakin besar atau banyak platnya
maka semakin besar pula arus yang dihasilkan.
4. Separator atau penyekat, separator ini ditempatkan di antara plat positif dan plat
negatif. Penyekat atau separator ini berpori-pori supaya memungkinkan larutan
elektrolit melewatinya. Bagian ini juga berfungsi untuk mencegah hubungan singkat
antar plat.

5. Sel. Satu unit plat positif dan plat negatif yang dibatasi oleh penyekat di antara kedua
plat posotif dan negatif disebut dengan sel atau elemen. Sel-sel baterai dihubungkan
secara seri satu dengan lainnya, sehingga jumlah sel baterai akan menentukan
besarnya tegangan baterai yang dihasilkan. Satu buah sel di dalam baterai
menghasilkan tegangan kira-kira sebesar 2,1 volt, sehingga untuk baterai yang jumlah
selnya 6 menghasilkan total teganya sekitar 12,6 Volt.

6. Penghubung sel (cell connector) merupakan plat logam yang dihubungkan dengan
plat-plat baterai. Ada dua buah plat penghubung pada setiap sel yaitu untuk plat
positif dan plat negatif. Penghubung sel pada plat positif dan negatif disambungkan
secara seri untuk semua sel.
7. Pemisah sel (cell partition). Bagian ini merupakan bagian dari kotak baterai yang
memisahkan tiap sel.
8. Terminal baterai. Secara umum ada dua buah terminal pada baterai, yaitu terminal
positif dan terminal negatif. Terminal ini terletak pada bagian atas dari aki.
9. Tutup ventilasi. Komponen ini terdapat pada baterai jenis basah yang berfungsi
sebagai tutup lubang yang digunakan untuk menambah atau memeriksa air baterai.
Pada tutup ini terdapat lubang ventilasi berfungsi untuk membuang gas hidrogen yang
dihasilkan saat terjadi proses pengisian.
10. Larutan elektrolit, yaitu cairan pada baterai merupakan campuran antara asam sulfat
(H2SO4) dan air (H2O). Secara kimia, campuran tersebut bereaksi dengan bahan aktif
pada plat baterai untuk menghasilkan listrik. Baterai yang terisi penuh mempunyai
kadar 36% asam sulfat dan 64% air. Larutan elektrolit mempunyai berat jenis
(specific gravity) 1,270 pada 200C (680F) saat baterai terisi penuh. Berat jenis
merupakan perbandingan antara massa cairan pada volume tertentu dengan massa air
pada volume yang sama. Makin tinggi berat jenis, makin kental zat cair tersebut. Berat
jenis air adalah 1 dan berat jenis asam sulfat adalah 1,835. Dengan campuran 36%
asam dan 64% air, maka berat jenis larutan elektrolit pada baterai sekitar 1,270.
D. Kerja Pengisian dan Pengosongan Baterai Basah (Lead Acid)
1. Proses Pengosongan / discharge battery
Bila baterai dihubungkan dengan beban maka, elektron mengalir ke elektroda
positif (PbO2) melalui beban dari elektroda negatif (Pb), kemudian ion-ion negatif
mengalir ke elektroda positif dan ion-ion positif mengalir ke elektroda negatif. Arus
listrik dapat mengalir disebabkan adanya elektron yang bergerak ke dan/atau dari
elektroda sel melalui reaksi ion antara molekul elektroda dengan molekul elektrolit
sehingga memberikan jalan bagi elektron untuk mengalir.
Reaksi kimia yang terjadi dapat dijelaskan sebagai berikut:
Setiap molekul cairan elektrolit Asam sulfat (H2SO4) dalam sel tersebut pecah
menjadi dua yaitu ion hydrogen yang bermuatan positif (2H+) dan ion sulfat yang
bermuatan negatif (SO42-)

Bila baterai dibebani, maka tiap ion negatif sulfat (SO42-)akan bereaksi dengan
plat timah murni (Pb) menjadi timah sulfat (PbSO4) sambil melepaskan dua elektron.
Sedangkan sepasang ion hidrogen (2H+ ) akan bereaksi dengan plat timah peroksida
(PbO2) menjadi timah sulfat (PbSO4) sambil mengambil dua elektron dan
bersenyawa dengan satu atom oksigen untuk membentuk air (H2O). Pengambilan dan
pemberian elektron dalam proses kimia ini akan menyebabkan timbulnya beda
potensial listrik antara kutub-kutub sel baterai.
Reaksi ini akan berlangsung terus sampai isi (tenaga baterai) habis alias dalam
keadaan discharge.

PbO2 = Timah peroxida (katub positif / anoda)


Pb = Timah murni (kutub negatif/katoda)
2H2SO4= Asam sulfat (elektrolit)
PbSO4 = Timah sulfat (kutub positif dan negatif setelah proses pengosongan)
H2O= Air yang terjadi setelah pengosongan
Pada saat baterai dalam keadaan discharge maka hampir semua asam melekat
pada pelat-pelat dalam sel sehingga cairan eletrolit konsentrasinya sangat rendah dan
hampir melulu hanya terdiri dari air (H2O), akibatnya berat jenis cairan menurun
menjadi sekitar 1,1 kg/dm3 dan ini mendekati berat jenis air yang 1 kg/dm3.
Sedangkan baterai yang masih berkapasitas penuh berat jenisnya sekitar 1,285
kg/dm3. Nah, dengan perbedaan berat jenis inilah kapasitas isi baterai bisa diketahui
apakah masih penuh atau sudah berkurang yaitu dengan menggunakan alat
hidrometer. Hidrometer ini merupakan salah satu alat yang wajib ada di bengkel
baterai (bengkel yang menyediakan jasa setrum/cas baterai). Selain itu pada saat
baterai dalam keadaan discharge maka 85% cairan elektrolit terdiri dari air (H2O)
dimana air ini bisa membeku, cover baterai pecah dan pelat-pelat menjadi rusak.
2. Proses Pengisian
Proses ini adalah kebalikan dari proses pengosongan dimana arus listrik dialirkan
yang arahnya berlawanan dengan arus yang terjadi pada saat pengosongan. Pada
proses ini setiap molekul air terurai. Ion oksigen yang bebas bersatu dengan tiap atom
Pb pada plat positif membentuk timah peroxida (PbO2). Sedangkan tiap pasang ion
hidrogen (2H+) yang dekat plat negatif bersatu dengan ion negatif Sulfat (SO4–) pada
plat negatif untuk membentuk asam sulfat. Akibatnya berat jenis cairan elektrolit
bertambah menjadi sekitar 1,285 (pada baterai yang terisi penuh).Proses reaksi kima
yang terjadi adalah sebagai berikut :

E. Keselamatan Kerja Dalam Menangani Baterai Basah


Sebelum melaksanakan pengujian tersebut perlu diperhatikan masalah keselamatan kerja
saat menangani baterai. Hal-hal tersebut antara lain:
a. Baterai pada umumnya berukuran besar dan berisi larutan asam sulfat, oleh karena
itu saat berkerja dengan baterai, perlu diperhatikan keamanan awal yang diperlukan
untuk menghindari pemakai atau kerusakan alat elektronik.
b. Gunakan alat pelindung atau alat pengaman, termasuk pemakaian alas kaki yang
sesuai dan pelindung mata
c. Putuslah hubungan kabel baterai pada saat anda kan memperbaiki beberapa bagian
dari suatu sistem rangkaian kelistrikan.
d. Lepas hubungan terminal baterai ke ground (massa) terlebih dahulu. Mulailah
dengan melepas terminal negatif akan mengurangi bahaya akibat hubungan pendek
pada saat anda mempergunakan peralatan reparasi.
e. Ingatlah baterai mudah menimbulkan arus energi listrik pada tenggang tinggi,
sehingga jam tangan logam perhiasan dan gelang sebaiknya tidak dikenakan pada
saat anda bekerja dengan baterai.
f. Gunakan selalu campuran asam sulfat dan air, bukan vice versa atau asam lainnya
yang dapat mengakibatkan cairan asam tumpah (pada kasus tertentu mengakibatkan
ledakan).
g. Gas yang keluar dari bagian atas sel baterai selama proses pengisian dan
beroperasinya baterai bersifat mudah meledak, jangan menyalakan korek atau
merokok dekat lokasi pengisian baterai.
h. Apabila baterai anda memiliki lubang ventilasi pengaman jangan buka tutup
penyumbatnya ketika melakukan proses pengisian. bila baterai anda tidak memiliki
lubang pengaman, bukalah tutup penyumbatnya agar gas hodrogen yang dihasilkan
pada saat proses pengisian dapat keluar.
Jangan meniup baterai dengan aliran udara, compresor udara dapat membuka tutup
sel dan menyebarkan larutan elektrolit ke tubuh anda.
i. Untuk mencegah yang aman, jangan salah memasang posisi terminal baterai, ini
akan membalik polarisasi dan mengakibatkan rusaknya alternator dan sistem
elektronik yang mempergunakan semikonduktor.

Sumber :
 http://www.kitapunya.net/2013/12/pengertian-dan-fungsi-baterai-aki.html
 http://www.kitapunya.net/2015/03/kontsruksi-bagian-baterai-aki.html
 http://rido06.blogspot.co.id/2013/01/modul-baterai.html
 http://anjarn.serufo.com/reaksi-kimia-proses-pengosongan-dan/
KAJIAN
BATERAI DALAM BIDANG OTOMOTIF
LISTRIK DAN ELEKTRONIKA DASAR

Disusun Oleh:
Yudha Hindrawan
16504241049

PENDIDKAN TEKNIK OTOMOTIF

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

2016
KAJIAN
BATERAI DALAM BIDANG OTOMOTIF
LISTRIK DAN ELEKTRONIKA DASAR

Disusun Oleh:
Riski Perdana
16504241050

PENDIDKAN TEKNIK OTOMOTIF

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

2016