Anda di halaman 1dari 4

Nama : Yudha Hindrawan

NIM : 16504241049
Kelas :C

Artikel Perkembangan Teknologi Pengecatan


Pengecatan merupakan kegiatan jenis pelapisan suatu objek, benda kerja, barang atau produk
menggunakan bahan kimiawi dengan perlakuan tertentu yang berwarna-warni. Sehingga
permukaan benda kerja akan memiliki tampilan sesuai warna yang diinginkan. Proses
pengecatan pada umumnya digunakan sebagai pekerjaan akhir (finishing process) untuk produk-
produk dari material berbahan logam, plastik, kayu, tembok, dan lain-lain.
A. Proses pengecatan
Dalam proses pengecatan harus dilihat dan cermati material yang akan dicat. Jika
material dasar dari besi/logam (painting pre-degreasing), pengecatan pada plastik ABS
atau Acrylonitrile Butadiene Styrene (painting plastic), pengecatan pada aluminium dan
pengecatan pada bahan yang lain. Pada prinsipnya aliran proses pengecatan material pada
plastic maupun logam adalah sama. Namun ada sedikit perbedaan perlakuan terhadap
bahan yang akan dicat. Misalnya pada pengecatan aluminium dibutuhkan proses
pretreatment sehingga diperlukan beberapa alat tambahan yang khusus dalam
pretreatment dimaksud. Meskipun bisa juga dilakukan secara konvensional dengan syarat
harus dilakukan menggunakan cat dasar yang disebut etching primer, lalu bisa dicat
lanjutan menggunakan Cat NC (Nitrocellulosa) biasa disebut Duco atau Cat PU
(Polyurethane) biasa disebut cat oven atau “cat bakar”. Agar hasil akhir mengkilap, maka
topcoat dilapisi dengan vernish/clear gloss atau clear doff untuk hasil non gloss.
B. Penggolongan cat berdasarkan bahan
1. Lacquer, merupakan salah satu jenis cat dengan kelebihan yang harganya paling
murah. Kelemahan jenis cat ini adalah sangat cepat pudar. Biasanya cat ini
digunakan untuk besi dan kayu.
2. Nitro Cellulose (NC), biasanya digunakan untuk kendaraan niaga dan truk.
keunggulan cat Nitro Cellulose adalah cepat kering. Karakter dari NC ini ialah
sangat cepat kering bila mengulaskannya/ menyemprotkannya dengan baik akan
mengkilap dan mempunyai daya tahan yang baik juga. Cat NC akan kering hanya
dengan menguapnya pengencer (thinner). Hasil akhir dari pengecatan dengan cat
NC ini akan sangat tergantung dari jenis thiner yang digunakan. Cat NC akan
rusak apabila menggunakan jenis pengencer dengan turpentine atau alcohol.
3. Poly Urethane (PU), harga cat ini terbilang mahal, orang awam menyebutnya
dengan cat oven atau “cat bakar”. Cat ini setelah diaplikasikan tidak cepat kering,
oleh sebab itu pengeringan biasanya dilakukan dengan oven. Kualitas cat PU
sangat “kinclong” dan keras, sehingga tahan terhadap goresan. Cat ini juga bisa
disebut sintetik karena memakai zat perekat dari sintetik (chemically produced).
Kepadatan cat sintetik ini sangat tinggi, cukup dua lapis saja akan memberikan
kilap yang tinggi, daya tahan serta daya mengisi cukup baik. Meskipun cat
sintetik mempunyai kebaikan-kebaikan tetapi juga mempunyai kekurangan seperti
cat sintetik mengering di udara yang bebas debu selama 30-60 menit (debu tidak
boleh ada pada permukaan cat yang masih basah) dan biasanya membutuhkan
satu sampai dua hari untuk kering sempurna.
4. Powder Coating, tidak mempergunakan bahan cair dan pengencer yang biasa
dilakukan pada cat konvensional. Powder coating sepenuhnya adalah proses
finishing kering yang terdiri dari partikel-partikel yang dihaluskan, seperti resin,
pigmen dan bahan baku lainnya yang diberikan muatan elektrostatis. Kemudian
disemprotkan ke objek yang akan dilapisi atau di cat. Objek benda yang akan
diproses dengan powder coating ini terlebih dahulu dibersihkan dari segala bentuk
kotoran termasuk minyak dan debu dengan tujuan untuk mengurangi kegagalan
dalam proses coating (pelapisan). Proses coating dimaksud adalah dengan teknik
dry coating, dimana ada 2 (dua) teknik pengecatan kering :
a) Pencelupan; Benda yang akan di lapisi dicelupkan kedalam bak yang
berisi powder coating yang telah diberi muatan elektrostatik.
b) Penyemprotan; Powder coating yang telah diberi muatan elektrostatik
tersebut di semprotkan kepada objek yang akan dilapisi.
Setelah benda melalui salah satu proses tersebut diatas kemudian benda yang
telah terlapisi powder coating dimasukkan kedalam oven, tujuannya untuk
melelehkan dan menyatukan partikel serbuk/bubuk sehingga membentuk lapisan-
lapisan yang halus yang melapisi objek atau benda kerja.
Terdapat 2 (dua) jenis powder coating yang tersedia untuk melapisi permukaan
suatu benda kerja :
a) Thermo Plastic; Material bubuk ini akan mengalami pencairan pada benda
kerja yang mendapat perlakuan panas.
b) Thermosetting; Merupakan bahan yang kuat dan tidak akan mencair
kembali walaupun benda kerja mendapat perlakuan panas.
Selama proses pengovenan reaksi kimia silang akan terjadi karena dipicu oleh
temperatur oven dan oleh karena reaksi kimia itulah yang memberikan banyak
sifat unggul pada pelapisan atau pengecetan dengan menggunakan pengecatan
metode kering (powder coating). Agar cat yang tadinya berupa powder atau
serbuk bisa merekat dengan sempurna maka harus melalui oven dengan suhu 160-
220 C°. Pengecatan atau pelapisan dengan menggunakan metode pengecatan
kering ini sering di gunakan/diaplikasikan pada benda yang terbuat dari
aluminium atau besi.
5. Rubber Paint, pada akhir-akhir ini mulai marak cat berbahan dasar synthetic
rubber atau karet sintetis. Cat ini dapat diaplikasikan untuk berbagai jenis
material seperti plastik, besi, kayu, dll. Rubber Paint dapat dengan mudah di
semprotkan ke bagian yang diinginkan karena berbentuk botol kaleng semprot
(aerosol) sehingga bisa di tutup kembali jika sudah tidak dipakai dan bisa
dilakukan sendiri. Cat ini kuat dan tahan akan berbagai kondisi cuaca ekstrim.
Rubber Paint dapat dikelupas kembali jika tidak lagi diinginkan, tanpa merusak
cat asli/clear coat sepeda atau juga mobil. Karakteristik Rubber Paint :
a) Lapisan cat yang sudah dispray/aplikasikan akan berubah menjadi lapisan
karet elastis setelah mengering (seperti stiker berbahan karet elastis),
b) Lapisan yang sudah mengering tidak akan merusak cat dasar materi yang
di spray karena tidak mengandung lem/adhesive layaknya stiker.
Produk ini sangat mudah diaplikasikan dan dapat dengan mudah dikelupas (peel
off). Keunggulan dari Rubber Paint :
a) Memiliki daya rekat yang kuat dan tidak mudah terkelupas meskipun
terkena cuaca ekstrim
b) Dapat melindungi cat bawaan mobil dari karat, jamur, dan sejenisnya
c) Mudah dalam pengaplikasian sendiri atau DIY (Do It Yourself), tanpa
harus mengerok/amplas cat dasar material terlebih dahulu bisa langsung
"timpa" dengan Rubber Paint. Untuk mendapatkan hasil terbaik,
disarankan untuk menyemprotkan setidaknya 3-5 coating layer/lapisan
untuk ketahan dan hasil terbaik, serta memudahkan pada saat dikelupas.
C. Penggolongan cat berdasarkan sifat
Berdasarkan sifatnya, cat dapat dibedakan menjadi :
1. Cat Lacquer : Yaitu jenis cat yang mempunyai sifat cepat mengering, cat ini akan
kering bersamaan dengan menguapnya thiner. Cat Lacquer ini biasanya digunakan
untuk pengecatan system udara. Hasil cat lacquer masih diperlukan pengomponan.
2. Cat Enamel : Yaitu cat yang mempunyai sifat lambat kering, oleh karena itu jenis
cat ini biasanya digunakan untuk pengecatan sistem Oven. Hasil cat enamel tidak
membutuhkan pengomponan.
3. Cat Metallic : Pada dasarnya sebenarnya sama dengan cat lacquer, hanya saja cat
metallic mendapatkan tambahan pewarna yang didapat dari tepung alluminium
yang biasanya mempunyai klasifikasi ukuran yang berbeda yaitu : halus, agak
kasar dan kasar.
D. Penggolongan cat berdasarkan jenis pelarut
1. Cat Minyak, menggunakan bahan pelarut minyak rantai panjang, jenis cat ini
biasa disebut dengan istilah “Oil Based Paint”
2. Cat Thinner, menggunakan thinner sebagai bahan pelarut utamannya, jenis cat ini
biasa disebut dengan istilah “Solvent Based Paint”
3. Cat Air, menggunakan air sebagai bahan pelarut utamannya, jenis cat ini biasa
disebut dengan istilah “Water Based Paint”. Dalam proses pembentukan lapisan
film cat, bahan pelarut ini akan menguap seluruhnya dan tidak tinggal dalam
lapisan film cat kering.