Anda di halaman 1dari 28

ASUHAN KEPERAWATAN

PADA Tn.M DENGAN HIPERTENSI DI BANGSAL MAWAR 1


RSUD KAB KARANGANYAR

DI SUSUN OLEH :
1. Achmad Aditya Rifani A
2. Arfiana Pristiningrum
3. Ayu setiyawati
4. Dwi Fatmawati
5. Friska Apriliyanti
6. Galih Saputro
7. Lolita
8. Retno
9. Tiya Marttanti
10. Tutut

PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN


STIKES KUSUMA HUSADA
SURAKARTA
2017
ASUHAN KEPERAWATAN
PADA Tn.M DENGAN HIPERTENSI DI BANGSAL MAWAR 1
RSUD KAB KARANGANYAR

Tanggal Masuk RS : Rabu, 01 November 2017 jam 18.40 WIB


Tanggal & Jam Pengkajian : Jumat, 03 November 2017 jam 08.20 WIB
Metode pengkajian : Autoanamnesa da Alloanamnesa
No. RM : 240xxx
Diagnosa Medis : Hipertensi

I. PENGKAJIAN
A. IDENTITAS
1. Identitas Pasien
Nama : Tn.M
Jenis Kelamin : Laki - Laki
Umur : 67 Tahun
Agama : Islam
Status Perkawinan : Menikah
Pekerjaan : Buruh Tani
Pendidikan : SD
Alamat : Banjarharjo , Karanganyar

2. Identitas Penanggung Jawab


Nama : Ny.E
Jenis Kelamin : Perempuan
Umur : 60 Tahun
Pendidikan : SD
Agama : Islam
Hub. Dengan Klien : Istri
Pekerjaan : Buruh
Alamat : Banjarharjo, Karanganyar
B. RIWAYAT KESEHATAN
1. Keluhan Utama
Klien mengatakan pusing dan nyeri di kepala
2. Riwayat Penyakit Sekarang
Tn.M tiba di RS Kabupaten karanganyar di IGD mengeluhkan kepala pusing
tak tertahan dan merasakan nyeri dikepala, pasien oleh diperiksa oleh perawat IGD
dengan hasil TD ; 200/100 MmHg , RR : 20x/menit , HR : 78x/menit , S : 36,50C dan
khirnya pasien disarankan untuk dilakukan rawat inap di Ruang mawar 1.
3. Riwayat Penyakit Dulu
Klien mengatakan bahwa pernah dirawat di Rs karanganyar sebelumnya
dengan keluhan yang sama pusing dan nyeri kepala.
4.Riwayat Kesehatan Keluarga
Klien mengatakan tidak ada riwayat penyakit yang bersifat menurun seperti
DM, hipertensi dan penyakit jantung. Tidak ada anggota keluarga yang menderita
penyakit yang sama seperti yang dialami klien.
5. Genogram

Tn.B Ny.B Tn.P Ny.P

Tn.H Tn.B Tn.M Ny.E Ny.T Ny.H


Ny.S

Ny.H Ny.T Ny.P

Keterangan :
: Laki-laki

: Perempuan

: Pasien atau Klien

: Garis Pernikahan

: Garis Tinggal Serumah

× : Meninggal
C. PENGKAJIAN POLA FUNGSI GORDON
1. Pola persepsi dan pemeliharaaan kesehatan
Klien mengatakan jika dirinya sakit dan keluargaya ada yang sakit hanya
beli obat di warung saja dan jika belum sembuh dirinya periksa ke dokter.
2. Pola aktivitas dan latihan

Sebelumsakit Selamasakit
Aktivitas
0 1 2 3 4 0 1 2 3 4
Kemampuan melakukan ROM
 
Kemampuan mobilitas di tempat

Tidur 
Kemampuan makan dan minum  
Kemampuan toileting  
Kemampuan mandi  
Kemampuan berpindah  
Kemampuan berpakaian  

Keterangan :
Skore 0 : Mandiri
Skore 1 : Dibantu sebagian
Skore 2 : Perlu di bantu orang lain
Skore 3 : Perlu bantuan orang lain dan alat
Skore 4 : Tergantung atau tidak mampu

3. Pola istirahat dan tidur


a. Sebelum sakit : klien mengatakan bahwa istirahat dan tidurnya
terpenuhi dengan baik. Pasien biasa tidur selama 6-7 jam di malam hari.
b. Selama sakit : klien mengatakan sulit tidur dan sering terbangun
karena merasakan sakit kepala
4. Pola Nutrisi dan Metabolik

Sebelum Sakit Selama Sakit

Frekuensi 3x sehari 1-2x sehari

Jenis Nasi, sayur dan buah Bubur saring

Porsi 1 porsi habis 1 habis


Keluhan tidak ada tidak ada

5. Pola eliminasi
a. BAB
Sebelum sakit Selama Sakit
Frekuesi 1-2x sehari setiap pagi 1 hari sekali
Konsistensi Berbentuk lunak Lunak
Warna Kuning kecoklatan Kuning pucat
Keluhan Tidakada Tidak ada

b. BAK
Sebelum sakit Selama Sakit
Frekuesi 3-4 x sehari 8x sehari
Jumlah Urin ±200cc sekali BAK ±150cc sekaliBAK
Warna Kuning jernih Kuning pekat
Keluhan Tidakada Tidak ada
ANALISA KESEIMBANGAN

Intake Output Analisa


a. Minuman d.Urine Intake
850 cc 1200 cc 2150 cc
b. Makanan e. Feses Output
300 cc 200 cc 2070 cc
c.Infus f. IWL
1000 670 cc

Total : 2150 cc Total : 2070 Total : 80cc

6. Pola kognitif dan perceptual


Klien mengatakan tidak mengerti tentang penyakitnya, merespon terhadap
rangsangan nyeri, pendengaran baik, penglihatan baik, pembicaraan terarah dapat
berinteraksi dengan orang lain, mampu mengidentifikasi tes raba, mampu membau
minyak kayu putih.

7. Pola persepsi konsep diri


a. Harga diri : klien merasa tidak bisa memberi nafkah kepada istrinya ketika
sakit.
b. Ideal diri : klien mengatakan ingin cepat sembuh dan ingin pulang ke
rumah
c. Gambaran diri : klien merasa tidak nyaman di rumah sakit karena lingkungan
RS yang bising.
d. Peran : klien berperan sebagai kepala keluarga dari istri dan 3
anaknya
e. Identitas : klien mengatakan statusnya sebagai buruh tani, selama sakit
klien tidak berkerja

8. Pola koping mekanisme


a. Sebelum sakit : klien mengatakan selalu berusaha segera
menyelesaikan semua masalah.
b. Selama sakit : Klien mengatan selalu bercerita dan meminta bantuan
dari keluarga atau orang lain.

9. Pola Seksual Reproduksi


Klien mengatakan sudah menikah dan memiliki keturunan anak 3

10. Pola Peran Hubungan


a. Sebelum sakit : klien mengatakan sering berhubungan baik dengan
keluarga dan orang lain disekitarnya
b. Selama sakit ; komunikasi klien dengan keluarga, sesama pasien dan
perawat terjalin baik.

11. Pola Nilai dan Keyakinan


a. Sebelum sakit : klien beragama islam, selalu menjalankan ibadah dan
shalat 5 waktu
b. Selama sakit : klien mengatakan bahwa selama di rawat di RS hanya
dapat beribadah di atas kasur saja dan berdoa semoga cepat sembuh

PEMERIKSAAN FISIK
1. Keadaan Umum : Tampak baik, GCS= 15, E4M6V5, kesadaran
composmentis
2. TTV : TD : 180/120 MmHg
RR : 20 x/menit
HR : 78x/menit
S : 36,5oC
3. Pemeriksaan Head to Toe
a. Kepala :
 Bentuk kepala : Mesochephal, simetris, tidak ada benjolan atau lesi,
 Rambut : rambut kering dan kusam
 Mata : tidak terdapat edema, konjungtiva anemis, Sklera tidak
ikterik
 Hidung : tidak terdapat sekret atau cairan yang keluar
 Mulut : bibir pecah-pecah, terdapat Candidasis putih yang
melapisi rongga mulut dan lidah.
 Gigi : tampak sedikit kuning
 Telinga : simetris, bentuk normal, tidak ada cairan yang keluar
dari lubang telinga.

b. Leher : Tidak terjadi pembesaran JVP

c. Dada
 Paru-paru :
Inspeksi : pengembangan dada simetris kanan dan kiri, tidak ada lesi
Palpasi : fokal fremitus kanan dan kiri sama
Perkusi : suara sonor pada seluruh lapang paru
Auskultasi : bunyi nafas vesikuler
 Jantung :
Inspeksi : Ictus cordis tidak terlihat
Palpasi : Ictus cordis teraba di SIC V midclavicula sinistra
Perkusi : Batas jantung normal, bunyi pekak
Auskultasi : BJ I –II REguler, tidak terdapat bising atau murmur

d. Abdomen :`
Inspeksi : Tidak ada lesi, tidak terdapat pelebaran pembuluh darah
Auskultasi : Bising usus 8 kali per menit
Perkusi : timpani
Palpasi : Tidak ada nyeri tekan

e. Genetalia : Bersih, tidak terpasang kateter


f. Ekstremitas :
 Atas
Kanan : Tidak ada edema. Kekuatan otot 4, terpasang infus RL
20 tetes per menit, ROM aktif
Kiri : Tidak ada edema. Kekuatan otot 4, ROM aktif
 Bawah
Kanan : Tidak ada edema. Kekuatan otot 4, ROM aktif
Kiri : Tidak ada edema. Kekuatan otot 4, ROM aktif

D. PEMERIKSAAN PENUNJANG
Hari / Jenis Pemeriksaan Nilai Satuan Hasil Keterangan
Tanggal
Normal Hasil

Hemoglobin 14.0 – g/dL 13,3

Hematokrit 17,5 % 40,1

Lekosit 40 - 52 10^3/dL 9,79

Trombosit 150 -360 10^3/dL 224

Eritrosit 45 – 5,9 10^3/dL 4,41

Gula darah sewaktu 70 - 150 Mg/dL 131

E. TERAPI MEDIS
Hari/ Jenis terapi Dosis Golongan Dan Fungsi dan farmakologi
kandungan
tanggal
Jumat, Cairan RL 20 Tpm Isotonis Mengganti cairan
3-11-
Catropil 50 mg Penghambat Untuk mengobati
2017
enzim hipertensi dan gagal

pengubah jantung

aniotensi

Ranitidin 150 mg Antasida Untuk menangani gejala

atau penyakit yang

berkaitan dengan

produksi asam berlebih


dalam lambung
10 mg
Asam Anti fibrinolitik Untuk menghentikan

Tranexsamat perdarahan

Sabtu, Cairan RL 20 Tpm Isotonis Mengganti cairan


04 11
Catropil 50 mg Penghambat Untuk mengobati
2017
enzim hipertensi dan gagal

pengubah jantung

aniotensi

Ranitidine 150 mg antasida Untuk menangani gejala

atau penyakit yang

berkaitan dengan

produksi asam berlebih

dalam lambung

Asam Untuk menghentikan


10 mg Anti fibrinolitik
Tranexsamat perdarahan

Amlodipin
10 mg Antagonis
Untuk mengatasi
kalsium
hipertensi
Minggu, Cairan RL 20 Tpm Isotonis Mengganti cairan
05 11
Catropil 50 mg Penghambat Untuk mengobati
2017
enzim hipertensi dan gagal

pengubah jantung

aniotensi

Ranitidine 150 mg Untuk menangani gejala

atau penyakit yang

berkaitan dengan

produksi asam berlebih

dalam lambung

Asam Untuk menghentikan


10 mg Anti fibrinolitik
Tranexsamat perdarahan

Amlodipin Untuk mengatasi


10 mg Antagonis
hiperrtensi
kalsium
II. ANALISA DATA

NO Hari/Tgl/jam Data Fokus Masalah Etiologi

1 DS : Nyeri akut Peningkatan


 Pasien mengatakan tekanan
kepala sakit dan nyeri vaskuler
 P : Darah tinggi
 Q: Myeri ditusuk tusuk
 R : Kepala
 S : 6-7
 T : Sewaktu waktu

DO :
 Pasien tampah
memegangi kepala
 Pasien tampak meringis
sakit
 Nyeri skala 6-7
 TD 200/ 100 mmHg

2 DS : Intoleransi Kelelahan
 Pasien Mengatakan Aktivitas
tidak kuat untuk
berjalan ataupun
beraktivitas lainnya.
 Pasien mengatakan
dirinya lemas
DO :
 Pasien tampah
terbaring tidur
 Pasien tampak pucat
dan lemas
 Pasien tidak dapat
duduk atau aktivitas
lainnya
DS :
3  Pasien mengatakan Gangguan Agen
dirinya susah tidur Pola Tidur penyakit
 Pasien mengatakan
sering terbangun
dimalam hari
DO :
 Pasien tampak pucat
 Pasie terlihat lesu
 Pasien terlihat
kurang tidur

A. PRIORITAS DIAGNOSA KEPERAWATAN

1. Nyeri akut B.d Peningkatan tekanan Vaskuler

2. Ganggun pola tidur B.d Agen penyakit

3. Intoleransi aktivitas B.d kelelahan


B. RENCANA KEPERAWATAN

No. Diagnosa Perencanaan Keperawatan


Diagnosa Keperawatan Tujuan Intervensi Rasional
1 Nyeri akut B.d Setelah dilakukan NIC
Peningkatan tindakan asuhan Pain Management
tekanan Vaskuler Keperawatan (1400)
selama 1x24 jam 1. Kaji status nyeri
diharapakan nyeri klien dengan P ,
klien berkurang Q , R ,S , T
dengan criteria 2. Ajarkan cara
hasil : mengontrol
1. Nyeri nyeri dengan
berkurang napas dalam
dari 7 3. Berikn
menjadi 3 pengertian
2. Klien dapat mengenai
mengontrol penyebab dan
nyeri pengobatan
3. Klien dapat nyeri
mengetahui 4. Kolaborasi
hal hal yang dengan time
menyebabk medis untuk
an nyeri pemberian obat
4. Klien analgetik
tampak
rileks

NIC
2 Gangguan pola Setelah dilakukan Sleep Enhancement
tidur B.d Agen tindakan asuha (1850)
penyakit kperawatan selama 1. Identifikasi
2x24 jam penyebab
diharapakan pola gangguan tidur
tidur normal klien
dengan kriteria 2. Kaji pola tidur
hasil : klien dalam
1. Pola jam waktu 1 hari
tidur dalam 3. Nilai kualitas
nilai normal tidur klien
6 – 8 jam dalam 1 hari
2. Kualitas 4. Kolaborasi
tidur dapat dengan medis
terpenuhi untuk
3. Klien dapat pemberian obat
terasa segar tidur
setelah
bangun
tidur
4. Pasien tidak
merasa
kelelahan

3 Intoleransi Setelah dilakukan NIC


aktivitas B.d gaya tindakan asuha Activity Therapy
hidup kurang kperawatan selama (4310)
geral 2x24 jam 1. Bantu klien
diharapakan klien untuk memilih
dapat beraktivitas aktivitas sesuai
dengan normal kondisi
dengan criteria 2. Monitor status
hasil fisik klien
1. Klien dapat setelah
beraktivitas melakukan
secara aktivitas
normal 3. Kolaborasi
2. Saturasi dengan tim
oksigen kesehatan lain
dalam batas untuk
normal perencanaan
ketika aktivitas klien
beraktivitas
3. Nadi , RR , Energy Management
Tekanan (0180)
darah 4. Batasi aktivitas
dalam nilai fisik klien
normal saat 5. Mobitor efek
melskukan dari pengobatan
aktivitas dan latihan .
pasien tidak
Nampak
kelelahan
C. TINDAKAN KEPERAWATAN

Nama : Tn.M No. CM : 240xxx

Umur : 67 tahun Diagnosa Medis : Hipertensi

Tanggal Diagnosa
Implementasi Respon Paraf
/waktu Keperawatan

Memonitor status 1. DS : klien mengatakan Kelompok


nutrisi klien. masih sulit menelan 2
DO :
 Bibir pecah-pecah
 terdapat candidiasis
di seluruh cavum oral
dan berwarna merah
12: 00 keputihan

Melakukan Oral 2. DS : klien mengatakan Kelompok


Dx 1
hygine mulut terasa segar 2
DO: mulut klien tampak
bersih dan tidak bau
12 : 30

Menghidangkan diit 3. DS : klien mengatakan Kelompok


lunak dan hangat nafsu makan mulai 2
meningkat
DO : klien
menghabiskan ½ porsi
makan

13:25 Menimbang berat 4. DS : klien mengatakan


badan klien bersedia untuk
Dx 1 dilakukan pengukuran
BB.
DO : BB 39 Kg

13:45 Menganjurkan Klien 5. DS : Klien mengatakan


untuk makan sedikit akan mengikuti saran
tapi sering yang diberikan
DO : Klien aktif
bertanya tetang
kebutuhan nutrisi.
Dx 2 Mengidentifikasi 1. DS:Klien dapat
penyebab gangguan menyebutkan penyebab
tidur klien gangguan pola tidurnya
DO:Klien manyebutkan
dengan lancar
Mengkaji pola tidur 2. DS:Klien mengatakan 1
klien dalam waktu 1 hari tidurnya erring
hari terbangun karena nyeri
yang di rasakan
DO:Klien tampak
gelisah,lemas
Menilai kualitas tidur 3. DS:Klien mengatakan
klien dalam 1 hari kualitas tidurnya
terganggu karena nyeri
pada kepala klien
DO:Klin tampak lemas
karena tidurnya
terganggu
Mengkolaborasi 4. DS:Klien mengatakan
dengan medis untuk akan mengikuti saran
pemberian obat tidur yang diberikan
DO:Klien tampak aktif
dalam pemberian obat

Dx 3 Membantu klien untuk 1. DS:Klien dapat memilih


memilih aktivitas aktifitas yang dapat di
sesuai kondisi lakukan
DO:Klien tampak aktif
dalam memilih aktivitas
Memonitor status fisik 2. DS:Klien bersedia untuk
klien setelah di monitor status fisik
melakukan aktivitas DO: Klien tampak
senang setelah
melakukan aktivitas
yang di pilih

Mengkolaborasi 3. DS: Klien mengatakan


dengan tim kesehatan akan mengikuti saran
lain untuk yang diberikan
perencanaan aktivitas DO:Klien dapat
klien melakukan aktivitasnya

Membatasi aktivitas 4. DS:Klien mengatakan


fisik klien jika nyeri dating atau
kambuh pasien berhenti
beraktivitas
DO:Klien tampak aktif
dalam membatasi
aktivitasnya
Memonitor efek dari 5. DS:Klien mengatakan
pengobatan dan latihan adanya perubahan setelaj
di lakukan pengobatan
dan latihan
DO:Nyeri klien dapat
berkurang

Tanggal Diagnosa
Implementasi Respon Paraf
/waktu Keperawatan

Memonitor status 4. DS : klien mengatakan Kelompok


nutrisi klien. sedikit sulit menelan 2
DO :
 Bibir pecah-pecah
 terdapat candidiasis
di sebagian cavum
oral dan berwarna
12: 00 merah keputihan

Melakukan Oral 5. DS : klien mengatakan Kelompok


Dx 1
hygine mulut terasa segar 2
DO: mulut klien tampak
bersih dan tidak bau ,
12 : 30 tidak ada kerak pada gigi

Menghidangkan diit Kelompok


lunak dan hangat 6. DS : klien mengatakan 2
nafsu makan meningkat
DO : klien
menghabiskan ¼ porsi
makan
13:25 Menimbang berat 6. DS : klien mengatakan
badan klien bersedia untuk
Dx 1 dilakukan pengukuran
BB.
DO : BB 39 Kg

13:45 Menganjurkan Klien 7. DS : Klien mengatakan


untuk makan sedikit sudah mengikuti saran
tapi sering yang diberikan
DO : Klien selalu
bertanya tetang
kebutuhan nutrisi.

Dx 2 Mengidentifikasi 5. DS:Klien dapat


penyebab gangguan menyebutkan penyebab
tidur klien gangguan pola tidurnya
DO:Klien manyebutkan
dengan lancar

Mengkaji pola tidur 6. DS:Klien mengatakan 1


klien dalam waktu 1 hari tidurnya sudah
hari mulai nyenyak
DO:Klien tampak lebih
tenang

Menilai kualitas tidur 7. DS:Klien mengatakan


klien dalam 1 hari kualitas tidurnya sudah
mulai seperti biasanya
DO:Klin tampak lebih
tenang karena tidurnya
muylai seperti biasa
terganggu

Mengkolaborasi 8. DS:Klien mengatakan


dengan medis untuk mengikuti saran yang
pemberian obat tidur diberikan
DO:Klien selalu minum
obatnya dengan teratur

Dx 3 Membantu klien untuk 6. DS:Klien memilih


memilih aktivitas aktifitas yang dapat di
sesuai kondisi lakukan
DO:Klien aktif dalam
memilih aktivitas
Memonitor status fisik 7. DS:Klien bersedia untuk
klien setelah di monitor status fisik
melakukan aktivitas DO: Klien tampak
gembira setelah
melakukan aktivitas
yang di pilih

Mengkolaborasi 8. DS: Klien mengatakan


dengan tim kesehatan mengikuti saran yang
lain untuk diberikan
perencanaan aktivitas DO:Klien dapat
klien melakukan aktivitasnya
secara mandiri

Membatasi aktivitas 9. DS:Klien mengatakan


fisik klien jika nyeri dating atau
kambuh pasien berhenti
sebentar dalam
beraktivitas
DO:Klien aktif dalam
membatasi aktivitasnya

Memonitor efek dari 10. DS:Klien mengatakan


pengobatan dan latihan perubahan setelaj di
lakukan pengobatan dan
latihan
DO:Nyeri klien dapat
berkurang dank lien
lebih nyaman
F. CATATAN PERKEMBANGAN / EVALUASI

Nama : Nn M No. CM : 240xxx

Umur : 67 tahun Diagnosa Medis : Hipertensi

Hari/Tgl No. Diagnosa Evaluasi TTD

Dx 1 `
27 mei 2016 S. :
 klien mengatakan masih sulit menelan
14 : 00 dan bisa makan
 klien mengatakan nafsu makan mulai
meningkat

O. :
 Bibir pecah-pecah
 Terdapat candidiasis diseluruh covum
oral dan berwarna merah keputihan
 klien menghabiskan ½ porsi makan
habis,
 BB meningkat dari 35 kg menjadi 39
kg dengan TB 150 cm
 IMT : 17,33 (kurus tingkat ringan)

A : Masalah keperawaran belum teratasi

P : Lanjutkan intervensi
1. Monitor terhadap nutrisi
2. Melakukan Oral hygine
3. Kolaborasi : Berikan nutrisi sesuai
kebutuhan klien.

Dx 2 S :
 Pasien Mengatakan tidak kuat untuk
berjalan ataupun beraktivitas lainnya.
 Pasien mengatakan dirinya lemas
O :
 Pasien tampah terbaring tidur
 Pasien tampak pucat dan lemas
 Pasien tidak dapat duduk atau aktivitas
lainnya

A : Masalah Keperawata belum teratasi


P : Lanjutkan intervensi
1. Kaji pola tidur klien dalam waktu 1
hari
2. Nilai kualitas tidur klien dalam 1
hari
3. Kolaborasi dengan medis untuk
pemberian obat tidur

Dx 3 S :
 Pasien mengatakan dirinya susah tidur
 Pasien mengatakan sering terbangun
dimalam hari
O :
 Pasien tampak pucat
 Pasie terlihat lesu
 Pasien terlihat kurang tidur

A : Masalah Keperawatan belum teratasi

P : Lanjutkan intervensi
1. Monitor status fisik klien setelah
melakukan aktivitas
2. Kolaborasi dengan tim kesehatan lain
untuk perencanaan aktivitas klien
3. Batasi aktivitas fisik klien
4. Monitor efek dari pengobatan dan
latihan .
BAB IV

PEMBAHASAN

Berdasarkan teori Hipertensi atau tekanan arah tinggi adalah kondisi kronis dimana

tekanan darah pada dinding arteri (pembuluh darah bersih) meningkat. Kondisi ini di

kenalsebagai “ pembuluh diam-diam’ karena jarang memiliki gejala yang jelas. Adapun

factor dan resiko yang mempengaruhi hipertensi :

1. Jenis kelamin : hipertensi lebih banyak terjadi pada pria usia dewasa muda..

2. Umur

3. Keturunan (genetic)

4. Obesitas atau kegemukan

5. Kurang olahraga

6. Kebiasaan merokok

7. Mengkonsumsi garam berlebih

8. Kolesterol

Pada kasus yang kami dapatkan, klien mempunyai kebiasaan memakan gorengan terlalu

banyak dan memakan makanan yang mengandung kolestrol tinggi. Jadi dapat dilihat dari sini

bahwa kemungkinan besar hipertensi yang klien derita sala satu penyebabnya adalah

kolesterol. Adapun perjalanan penyakitnya yakni kolesterol cenderung menderung

menumpuk di dalam pelapis pemmbuluh darah ( pada bagian paling dalam darah meningkat

melebihi batas normal, maka kolesterol yang berlebih tersebut akan menempel dan

menumpuk di pembuluh darah. Semakin banyak kolesterol berlebih, otomatis dapat

menyebabkan diameter pembuluh darah semakin menyempit. Aliran darah yang melewati

bagian yang menyempit tersebut akan menjadi lebih deras. Bila itu yang terjadi tentunya

merumakan kabar buruk bagi sirkulasi pada tubuh anda, dan jika kondisi ini dibiarkan dan
tidak segera diobati tentunya akan berakibat fatal bagi kesehatan tubuh dan timblnya

hipertensi.

Bukan hanya etiologi yang dapat kita bandingkan antara teori maupun praktik, namun pada

manefestasipun kita bisa mendapt kesenjangannya. Adapun berdasarkan teori ,manisfestasi

klinis dari hipertensi adalah sebagai berikut :

1. Peningkatan tekanan darah


2. Sakit kepala
3. Pusing
4. Rasa berat ditengkuk
5. Penyempitan pembulu darah
6. Sulit tidur
7. Lemah dan letih
8. Azotemia
9. Sulit bernafas dan beraktivitas
10. Mual muntah

Dari manifestasi yang berdasarkan teori diatas sama dengan apa yang didapat di lapangan.
Namun bedanya tidak semua manifestasi muncul pada klien. Saat dikaji klien
mengungkapkan alas an masuk RS hanya dikarenakan pusing dan nyeri kepala berarti dapat
dikatakan hanya manifestasi ke tiga yang ada dilapangan. Namun tidak menutupi
kemungkinan saat praktik di waktu lain ataupun klien yang berbeda kita akan mendapatkan 3
manifestasi yang sama dengan teori.
Pathway Kasus
BAB V

PENUTUP

Setelah menguraikan tentang proses keperawatan pada pasien hipertensi yang dirawat

di Rumah Sakit Umum daerah karanganyar, dapat menguraikan kesimpulan dan saran dalam

mutu asuahan keperawatan pada klien dengan hiperetensi.

1. Kesimpulan

- Penyakit hipertensi adalah tekanan darah sistolik < 140 mmHg dan tekanan

distolik > 90 mmHg

- Penyakit hipertensi merupakan penyakit yang paling banyak di jumpai pada orang

yang lanjut usia

- Pada penerapan asuhan keperawatan pada kenyataannya hampir seluruhnya ada pada

tinjauan kasus

- Pada tahap evaluasi dan diagnosa keperawatan tertentu memerlukan tindakan

keperawatan dalam proses penyembuhan.

2. Saran

- Pendekatan yang baik pada pasien hendaknya dilakukan oleh semua tim kesehatan

terutama perawatan sehari-hari, hubungan yang dekat pasien agar pasien merasa

diperhatikan

- Didalam proses keperawatan perlu adanya motivasi atau bimbingan dan perawat,

berharap px agar keperawatan berjalan efektif dengan menggunakan tujuan

pelaksanaan dari tindakan yang dibuat seperti hasil dari tujuan yang diberikan

dengan bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti

- Catatan perawatan di dokumentasikan dengan menggunakan implementasi dan

tindakan tersebut
- Perlu adanya peningkatan kerjasama yang baik antara perawat dan keluarga pasien,

tim medis dalam proses keperawatan