Anda di halaman 1dari 3

Observasi

Observasi sebagai teknik pengumpulan data mempunyai ciri spesifik bila dibandingkan
dengan teknik yang lain, yaitu ancara dan kuesioner. Kalau wawancara dan kuesioner selalu
berkomunikasi dengan orang, maka observasi tidak terbatas pada orang, tetapi juga obyek-obyek
alam yang lain.

Teknik pengumpulan data dengan observasi digunakan bila, penelitian berkenaan dengan
perilaku manusia, proses kerja, gejala-gejala alam dan bila responden yang diamati tidak terlalu
besar.

Dari segi proses pelaksanaan pengumpulan data, observasi dapat dibedakan menjadi
participant observation (observasi berperanserta) dan non participant observation, selanjutnya dari
instrumentasi yang digunakan, maka observasi dapat dibedakan menjadi observasi terstruktur dan
tidak terstruktur.

1. Observasi Berperanserta (Participant observation


Dalam observasi ini, peneliti terlibat dengan kegiatan sehari hari orang yang sedang
diamati atau yang digunakan sebagai sumber data penelitian. Sambil melakukan
pengamatan, peneliti ikut melakukan apa yang dikerjakan oleh sumber data, dan ikut
merasakan suka dukanya. Dengan observasi partisipan ini, maka data yang diperoleh akan
lebih lengkap, tajam, dan sampai mengetahui pada tingkat makna dari setiap perilaku yang
nampak.
Dalam suatu perusahaan atau organisasi pemerintah misalnya. peneliti dapat
berperan sebagai karyawan, ia dapat mengamati bagaimana perilaku karyawan dalam
bekerja, bagaimana semangat kerjanya, bagaimana hubungan satu karyawan dengan
karyawan lain, hubungan karyawan dengan supervisor dan pimpinan, keluhan dalam
melaksanakan pekerjaan dan lain-lain
2. Observasi Nonpartisipan
Kalau dalam observasi partisipan peneliti terlibat langsung dengan aktivitas orang-
orang yang sedang diamati, maka dalam observasi nonpartisipan peneliti tidak terlibat dan
hanya sebagai pengamat independen. Misalnya dalam suatu Tempat Pemungutan Suara
(TPS), peneliti dapat mengamati bagaimana perilaku masyarakat dalam hal mengunakan hak
pilihnya, dalam interaksi dengan panitia dan pemilih yang lain. Peneliti mencatat,
menganalisis dan selanjutnya dapat membuat kesimpulan tentang perilaku masyarakat
dalam pemilihan umum. Pengumpulan data dengan observasi nonpartisipan ini tidak akan
mendapatkan data yang mendalam, dan tidak sampai pada tingkat makna. Makna adalah
nilai-nilai di balik perilaku yang tampak, yang terucapkan, dan yang tertulis.
Dalam suatu proses produksi, peneliti dapat mengamati bagaimana mesin-mesin
bekerja dalam mengolah bahan baku, komponen mesin mana yang masih bagus dan yang
kurang bagus, bagaimana kualitas barang yang dihasilkan, dan bagaimana performance
tenaga kerja atau operator mesinnya.
a. Observasi Terstruktur
Observasi terstruktur adalah observasi yang telah dirancang Secara sistematis,
tentang apa yang akan diamati, kapan dan di mana tempatnya. Jadi observasi terstruktur
dilakukan apabila peneliti telah tahu dengan pasti tentang variabel apa yang akan diamati.
Dalam melakukan pengamatan peneliti menggunakan instrumen penelitian yang telah teruji
validitas dan reliabilitasnya. Pedoman wawancara terstruktur, atau angket tertutup dapat
juga digunakan sebagai pedoman untuk melakukan observasi. Misalnya peneliti akan
melakukan pengukuran terhadap kinerja pegawai yang bertugas dalam pelayanan IMB (Ijin
Mendirikan Bangunan), maka peneliti dapat menilai setiap perilaku dan ucapan dengan
menggunakan instrumen yang digunakan untuk mengukur kinerja karyawan tersebut.
b. Observasi Tidak Terstruktur
Observasi tidak terstruktur adalah observasi yang tidak dipersiapkan secara
sistematis tentang apa yang akan diobservasi. Hal ini dilakukan karena peneliti tidak tahu
secara pasti tentang apa yang akan diamati. Dalam melakukan pengamatan peneliti tidak
menggunakan instrumen yang telah baku, tetapi hanya berupa ramburambu pengamatan.
Dalam suatu pameran produk industri dari berbagai negara, peneliti belum tahu
pasti apa yang akan diamati. Oleh karena itu peneliti dapat melakukan pengamatan bebas,
mencatat apa yang tertarik, melakukan analisis dan kemudian dibuat kesimpulan.

Pengamatan dapat diklasifikasikan atas pengamatan melalui cara berperanserta dan yang tidak
berperanserta. Pada pengamatan tanpa peranserta pengamat hanya melakukan satu fungsi, yaitu
mengadakan pengamatan. Pengamat berperanserta melakukan dua peranan sekaligus, yaitu sebagai
pengamat dan sekaligus menjadi anggota resmi dari kelompok yang diamatinya.

Pengamatan dapat pula dibagi atas pengamatan terbuka dan pengamatan tertutup. Yang
terbuka atau tertutup di sini adalah pengamat dan latar penelitian. Pengamat secara terbuka
diketahui oleh subjek, sedangkan sebaliknya para subjek dengan sukarela memberikan kesempatan
kepada pengamat untuk mengamati peristiwa yang terjadi, dan mereka menyadari bahwa ada orang
yang mengamati hal yang dilakukan oleh mereka. Sebaliknya, pada pengamatan tertutup,
pengamatnya beroperasi dan mengadakan pengamatan tanpa diketahui oleh para subjeknya.
Biasanya pengamatan seperti yang terakhir ini dilakukan oleh peneliti pada tempattempat umum
seperti bioskop, taman, lapangan olah-raga, tempat rapat umum, atau tempat-tempat hiburan
lainnya.

Pengamatan dapat pula dibagi atas pengamatan pada latar alamiah dan pada latar buatan.
Sering dalam kepustakaan lain kedua macam pengamatan tersebut dinamakan pengamatan tak
terstruktur dan pengamatan terstruktur. Latar alamiah inilah yang dikehendaki dalam penelitian
kualitatif, sedangkan situasi yang dibuat atau dikontrol biasanya digunakan untuk keperluan
eksperimen.