Anda di halaman 1dari 6

RESUME

POPULASI

Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Ekologi

yang dibina oleh Dr. Hadi Suwono, M.Si dan Dr. Vivi Novianti, S.Si, M,Si.

Oleh:

Annas Agung Zyahroby (160341606062)

Aprilia Aureli Putri F. (160341606048)

Firdaus (1603416060)

Naelly Hesty Koesnaeny (160341606054)

Offering A

UNIVERSITAS NEGERI MALANG

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

JURUSAN BIOLOGI

Februari 2018
 Ciri- ciri atau Karakteristik Populasi
Suatu populasi dapat didefinisikan sebagai suatu kelompok individual yang memiliki
spesies yang sama dan mendiami suatu area. Populasi sendiri mempunyai ciri- ciri khas yang
menunjukkan identitas populasi itu. Beberapa ciri khas itu adalah angka kelahiran, angka
kematian, ratio seks, distribusi umur, dan distribusi spatial. Rata- rata kelahiran dan
kematian tergantung pada ratio seks dan distribusi umur populasi itu (Ramli, 1989).
Ratio seks menujuk pada jumlah relatif dari laki- laki dibandingkan dengan jumlah
wanita. Pada kebanyakan populasi insekta, seperti lebah, semut, dan lebah madu, jumlah
betina sangat besar sekali dari yang jantan sepanjang waktu, meskipun kebanyakan dari
betina itu adalah steril. Struktur umur dari populasi berhubungan langsung dengan rata- rata
kematiannya. Kebanyakan spesies dari hewan- hewan yang kecil mempunyai angka
kematian yang besar, dan mereka akan mempunyai sejumlah besar individu- individu
prereproduktif sehingga terjadi kenaikan yang tajam sekali dari struktur umur ini. Banyak
hewan muda yang lahir, tetapi kebanyakannya mati, dan hanya sedikit yang mencapai usia
kematangan seksual, tetapi sangat sedikit yang hidup sampai umur yang tua (Ramli, 1989).
Suatu populasi dapat dinyatakan sebagai kelompok organisme dari satu spesies atau
kelompok- kelompok organisme. Individu- individu dalam kelompok ini saling bertukar
informasi dan materi genetis, menempati suatu ruang tertentu dan berfungsi sebagai bagian
dari suatu komunitas biotis, salah satunya adalah tempe merupakan suatu populasi (Odum,
1971). Populasi dan organisme pembentuknya sama- sama memiliki atribut biologis ini
seperti tumbuh, memisah- misahkan diri menjaga kelangsungannya, organisasi, dan struktur
(Sutjipta, 1993).

2.1 Menentukan Perhitungan Kerapatan Populasi


Kerapatan populasi merupakan ukuran populasi dalam hubungannya dengan satuan
ruang. Biasanya dinyatakan dengan banyaknya individu atau biomasa populasi per satuan
luas atau volume. (Sutjipta, 1993). Atas dasar wilayah atau ruangnya, kepadatan populasi
dapat diukur dengan dua macam cara yaitu: Kerapatan kotor dan Kerapatan ekologis.
(Ramli, 1989). Sedangkan atas dasar tingkat kapasitasnya maka kepadatan populasi dapat
diukur dengan dua macam cara, yaitu: Kerapatan absolute dan Kerapatan nisbi.
Batas atas kerapatan populasi ditentukan oleh arus energi dalam ekosistem, tingkat
tropik organism, ukuran individu, dan kerapatan metabolisma individu organism tersebut.
Batas bawah kerapatan populasi lebih sulit ditentukan, kecuali pada suatu ekosistem yang
mantap, yaitu ekosistem yang memiliki mekanisme homeostasis yang bekerja untuk
menjaga kerapatan organism secara umum dan organism yang dominan. Makin rendah
tingkat tropic, makin tinggi kerapatannya dan pada tingkat tertentu makin besar individu
makin besar biomasnya (Ramli, 1989). Kerapatan populasi dipengaruhi oleh parameter
utama yaitu: natalitas, mortalitas, imigrasi, dan emigrasi. Selain itu, dipengaruhi pulas oleh
distribusi umur, komposisi genetik, dan pola distribusi. Natalitas dan imigrasi meningkatkan
kerapatan, sedangkan mortalitas dan emigrasi berpengaruh menurunkan kerap (Sutjipta,
1993).

2.2 Natalitas
Natalitas adalah kemampuan suatu populasi untuk bertambah jumlah anggotanya
secara inheren. Natalitas dapat terjadi dengan cara kelahiran, penetasan telur, atau
munculnya individu baru akibat pembelahan sel (Dharmawan dkk, 2005). Natalitas fisiologi
dapat merupakan tetapan. Karena akan diperoleh gambaran tekanan kondisi lingkungan,
serta tanggapan populasi tersebut untuk mempetahankan keberadaannya. Aspek penting
yang perlu diperhatikan dalam natalitas dan fertilitas, yaitu kemampuan sesungguhnya suatu
populasi, atau aras kinerja populasi berdasarkan cacah individu yang dilahirkan dan
fakunditas yaitu kinerja potensial (kapasitas fisik) suatu populasi (Dharmawan dkk, 2005).
Natalitas maksimum disebut juga natalitas mutlak atau fisiologi dapat dinyatakan
sebagai banyaknya atau jumlah maksimum individu baru dalam kondisi yang ideal
sedangkan natalitas kotor atau natalitas spesifik atau tingkat kelahiran sederhana dapat
dijelaskan pada populasi (Ramli, 1989).

2.3 Mortalitas
Mortalitas adalah pengurangan cacah individu suatu populasi. Seperti hal nya
natalitas, maka mortalitas dapat dibedakana atas mortalitas fisiologik dan mortalitas
ekologik. Mortalitas fisiologik (mortalitas minimum) adalah pengurangan individu anggota
populasi dalam kondisi ideal. Semua organisme dalam kondisi ideal sekalipun akan
mengalami kematian sekalipun dalam umur relatif tua, yang secara teoritis ditentukan oleh
logivitas fisiologik (rerata jangkauan hidup). Angka kematian ini merupakan tetapan untuk
suatu populasi dalam kondisi ekologinya (Dharmawan dkk, 2005).
Populasi dibatasi oleh ruang dan waktu, hal ini berkaitan dengan perubahan yang
terjadi ukuran besar dan komposisi populasi karena perubahan faktor-faktor yang bekerja
baik internal maupun eksternal dari populasi. Populasi tidak selalu statis namun dinamis
sepanjang perubahan waktu. Variabel yang mempengaruhi bagaimana populasi berubah
dalam ukurannya, antara lain:
1. Natalitas atau kelahiran.
2. Mortalitas atau kematian
3. Imigrasi, yaitu bekerja sama antara individu-individu dari populasi lain yang sejenis
kedalam individu itu.
4. Emigrasi, yaitu berpindahnya individu-individu pada suatu populasi (Ramli, 1989).

2.4 Pertumbuhan Populasi


Pertumbuhan rata-rata populasi adalah jumlah organisme yang bertambah pada
populasi tiap waktu. Pada kurva pertumbuhan populasi waktu diplot pada sumbu horizontal
(x) dan jumlah organisme pada sumbu vertikal (y). Tipe tertentu yang memberikan tipe
karakter dari kurva populasi. Kurva pertumbuhan populasi menyediakan ringkasan waktu

fenomena kejadian juga. (Odum, 1963).


Ada dua pola dasar pertumbuhan berdasar pada kurva pertumbuhan yaitu :
1. Kurva pertumbuhan bentuk J.
2. Kurva pertumbuhan bentuk S atau sigmoid.
Pola pertumbuhan populasi dapat berbentuk J atau S atau gabungan dari keduanya
sesuai dengan kekhususan pertumbuhan populasi organisme dan lingkungannya. Pada pola
pertumbuhan bentuk J kepadatan naik dengan cepat secara eksponensial kemudian berhenti
mendadak karena hambatan lingkungan atau faktor pembatas bekerja efektif secara
mendadak. Pada pola pertumbuhan populasi bentuk sigmoid populasi mulamula naik secara
lambat (positive acceleration phase) kemudian menjadi cepat (logrithmatic phase)
kemudian lambat kembali setelah hambatan lingkungan mulai bekerja (negative
acceleration phase) dan akhirnya hampir seimbang.
2.5 Dispersi Populasi
Penyebaran populasi ialah pindahnya individu atau keturunan (biji, spora, larva)
keluar dari populasi atau daerah populasi. Seringkali tahapan tipe dispersal memiliki efek
yang kecil terhadap jumlah populasi. Migrasi merupakan sebuah hal khusus dan sebagai
penanda tipe dari dispersi populasi yang diikuti dengan perpindahan masa pada seluruh
spesies. Penyebaran merupakan sarana di mana daerah baru dan kosong yang semula tidak
dihuni akan menjadi dihuni sehingga terbentuk suatu keseimbangan baru disamping itu
penyebaran juga penting untuk gene flow dan pembentukan spesies baru. (Maknun, 2017).
Terdapat 3 pola dispersi, yaitu: secara acak, seragam, dan berkelompok. Namun ada yang
membagi pola dispersi menjadi 5 tipe, yaitu: seragam, acak, acak kelompok, seragam
kelompok, kelompok rumpun. Semuanya tidak diragukan ditemukan di alam. Terdapat dua
metode yang digunakan untuk menentukan tipe persebaran dalam sebuah populasi, yaitu
metode membandingkan frekuensi dan menghasilkan kurva (Odum, 1963).
2.6 Densitas Populasi
Densitas atau Kerapatan atau Kepadatan Densitas populasi menunjukan besarnya
populasi dalam satuan ruang. Densitas dalam studi atau kajian ekologi memiliki fungsi yang
sangat besar, karena pengaruh populasi terhadap komunitas dan ekosistem tidak hanya jenis
organismenya saja tetapi juga jumlahnya atau densitasnya. Densitas juga dapat digunakan
untuk mengetahui perubahan populasi pada suatu saat tertentu (berkurang atau bertambah).
Faktor-faktor itu dikenal dengan istilah faktor kepadatan bebas (density independent) dan
faktor kepadatan tidak bebas ( density dependent).
1.8 Density Depending Factors
Density Depending factors adalah faktor-faktor pembatas yang menjadi lebih severe
seperti ukuran kenaikan populasi. Pada saat makanan ini tersedia sedikit , kebanyakan elang
yang muda dalam sarang akan mati dan populasi pertumbuhan perlahan melamban. Mereka
yang akan mencapai daya dukung kembali. Jadi mekanisme yang dapat menyebabkan angka
kematian atau penurunan angka kelahiran dapat menyebabkan kenaikan angka kematian
atau pnurunan angka kelahiran sebagai kenaikan ukufran populasi ini dapat kita
sebut’density depending factors’.

Pertanyaan :
1. Bagaimana cara efektif mengatasi membludaknya suatu populasi ?
 Penambahan dan penciptaan lapangan kerja
Dengan meningkatnya taraf hidup masyarakat maka diharapkan hilangnya kepercayaan
banyak anak banyak rejeki. Di samping itu pula diharapkan akan meningkatkan tingkat
pendidikan yang akan merubah pola pikir dalam bidang kependudukan.
 Meningkatkan kesadaran dan pendidikan kependudukan
Dengan semakin sadar akan dampak dan efek dari laju pertumbuhan yang tidak
terkontrol, maka diharapkan masyarakat umum secara sukarela turut mensukseskan
gerakan keluarga berencana.
 Mengurangi kepadatan penduduk dengan program transmigrasi
Dengan menyebar penduduk pada daerah-daerah yang memiliki kepadatan penduduk
rendah diharapkan mampu menekan laju pengangguran akibat tidak sepadan antara
jumlah penduduk dengan jumlah lapangan pekerjaan yang tersedia.
 Meningkatkan produksi dan pencarian sumber makanan
Hal ini untuk mengimbangi jangan sampai persediaan bahan pangan tidak diikuti
dengan laju pertumbuhan. Setiap daerah diharapkan mengusahakan swasembada
pangan agar tidak ketergantungan dengan daerah lainnya.
2. Di negara jepang, tiap tahun mengalami penurunan populasi. Jelaskan secara singkat
cara untuk mengatasinya !
Dalam menanggulangi masalah tersebut, pemerintah Jepang baru-baru ini akhirnya
membuka diri dalam mengundang ketertarikan pelajar dan pekerja yang terampil dari
luar negeri. Pendatang bisa sekolah dan bekerja di Jepang. Tak hanya itu, pemerintah
akan menambah tunjangan bagi yang memiliki anak dan berbagai macam fasilitas
lainnya.
3. Apabila suatu populasi hewan di suatu hutan menurun, faktor apa saja yang
mempengaruhi ?
Sama seperti penjelasan diatas, pengaruhnya antara lain mortalitas, emigrasi, dan
perluasan wilayah. Mortalitas disebabkan oleh adanya faktor alam dan buatan, jika
buatan maka disebabkan oleh manusia. Oleh karena itu, apabila hewan yang megalami
kematian dan terdapat perluasa wilayah maka ruang yang dihuni luas namun
populsainya sedikit sehingga kemungkinan hewan akan beremigrasi ke tempat yang
lebih nyaman.