Anda di halaman 1dari 6

PROSES KREATIF DALAM PEMBELAJARAN

Disusun Oleh :
Nama : Yohana Lambiombir

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN


UNIVERSITAS VICTORY SORONG
2018
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL................................................................................... i

KATA PENGANTAR ................................................................................ ii

DAFTAR ISI ............................................................................................... iii

BAB I. PENDAHULUAN ..........................................................................

A. Latar Belakang ................................................................................

B. Identifikasi Masalah ........................................................................

C. Batasan Masalah..............................................................................

D. Rumusan Masalah ...........................................................................

E. Tujuan Masalah ...............................................................................

F. Manfaat Masalah .............................................................................

G. Defenisi Operasional .......................................................................


BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Kreativitas merupakan suatu ketentuan pendidikan dan kehidupan yang

sangat penting pada saat ini. Kreativitas akan menghasilkan berbagai inovasi

dan perkembangan baru dalam suatu kehidupan. individu dan organisasi yang

kreatif akan selalu dibutuhkan oleh lingkungannya karena mereka dapat mampu

memenuhi kebutuhan lingkungan yang terus berubah dan mampu untuk

bertahan dalam kompetensi global yang dinamis dan ketat.

Potensi kreatif yang sangat penting tersebut pada dasarnya dimiliki oleh

setiap anak, bahwa anak-anak memiliki ciri individu kreatif, misalnya rasa ingin

tahu yang besar, seorang bertanya, imajinasi yang tinggi, berani menghadapi

resiko, senang akan hal-hal yang baru, dan lain sebainya. Meskipun demikian

faktor orang tua, guru di sekolah, dan lingkungan merupakan faktor penting

yang sangat mempengaruhi perkembangan kreativitas tersebut.

Dunia anak-anak merupakan pewarna emosional yang paling nyata.

Kompetensi-kompetensi yang dihasilkan anak-anak akan mendorong

kreativitas mereka selanjutnya. Anak-anak merupakan objek paling murni

untuk digali kemampuannya melalui kreativitas yang tercipta. Mereka bukanlah

miniatur orang dewasa. Perlakukan khusus sebagai anak-anak sangat mereka

butuhkan. Kreatif merupakan suatu aktivitas dan kemampuan untuk

menciptakan sesuatu atau kombinasi baru berdasarkan unsur-unsur yang telah

ada sebelumnya menjadi sesuatu yang berarti dan bermanfaat. Kreativitas dapat

terwujud dimana saja, kapan saja dan oleh siapa saja tanpa memandang usia
maupun tingkat pendidikan tertentu. Ide-ide kreativitas yang tercipta dapat

berguna bagi diri sendiri, orang lain bahkan negara terbukti bahkan pesatnya

kemajuan teknologi dan semkin berkembangnya ilmu pengetahuan. Kreativitas

harus dipupuk sejak dini sehingga anak-anak kelak tidak akan menjadi

konsumen saja namun bisa melahirkan dan menciptakan sesuatu yang bermakna

dan berguna.

Anak merupakan generasi penerus bangsa yang berlangsung secara terus

menerus bersifat alamai. Dan generasi ke generasi masyarakat suatu bangsa

akan mengalami pertumbuhan yang berbeda dimana kualitas masyarakat akan

ditentukan oleh pengalaman dan pembelajaran yang diperoleh dan memilikinya

baik secara formal non formal maupun informal.

Kreativitas pada anak memiliki ciri-ciri sendiri. Kreativitas anak dikoridori

oleh keunikan gagasan dan tumbuhnya imajinasi serta fantasi. Anak-anak yang

kreatif sensitif terhadap stimulasi mereka juga tidak dibatasi oleh frame-frame

apapun. Artinya, mereka memiliki kebebasan dan keluasan beraktivitas anak

kreatif juga cenderung memiliki keasikan dan beraktivitas.

Kreativitas adalah hasil dari proses interaksi antara individu dan

lingkungannya seseorang mempengaruhi dan dipengaruhi oleh lingkungannya

dimana ia berada, dengan demikian, baik perubahan di dalam individu maupun

didalam lingkungan dapat menunjang atau dapat menghambat upaya kreatif.

Implikasinya adalah bahwa kemampuan kreatif dapat ditingkatkan melalui

pendidikan. Mengingat bahwa kreativitas merupakan bakat secara potensial

dimiliki oleh setiap orang yang dapat ditemukenali (di identifikasi) dan di pukuk

melalui pendidikan yang tepat.


B. Identifikasi Masalah

Dari uraian di atas masalah yang dapat di identifikasi yaitu :

1. Kreativitas kurang mendapat perhatian karena sistem pendidikan yang lebih

mengembangkan kemampuan akademik seperti membaca

2. Kurangnya pengetahuan masyarakat terhadap kreativitas

3. Kreativitas kurang berkembang karena penggunaan metode pembelajaran

yang statis

4. Guru belum mengoptimalkan kreativitas yang digunakan dalam

pembelajaran.

C. Batasan Masalah

Karena keterbatasan penelitian, maka berdasarkan latar belakang dan

identifikasi masalah di atas. Hal ini dilaksanakan agar hasil penelitian mendapat

temuan yang lebih fokus dana mendalami permasalahan. Oleh karena itu,

penelitian ini difokuskan pada pengaruh penggunaan pada teori Utami

Munandar (1995) yaitu pengembangan kreativitas 4P (Pribadi, pendorong,

proses, produk) dalam mengembangkan prestasi belajar.

D. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang dan identifikasi masalah di atas maka pada

penelitian dapat merumuskan masalah sebagai berikut :

1. Bagaimana proses pelaksanaan dalam meningkatkan kreativitas siswa untuk

lebih menjadi yang terbaik dari sebalumnya?

E. Tujuan Masalah

Tujuan yang diharapkan dan dicapai oleh anak-anak adalah sebagai berikut :
1. Bagaimana ia mendeskripsikan peningkatan kreatif dalam proses

pembelajaran yang sudah dilaluinya.

F. Manfaat Masalah

Dengan adanya kreativitas maka diharapkan bagi anak-anak sebagai berikut :

1. Bagi siswa

a. Membantu siswa agar dapat mengatasi masalah yang berkaitan dengan

pembelajaran.

b. Membantu memperbaiki prestasi siswa dalam kreatif pembelajaran

2. Bagi guru

a. Memberikan informasi kepada guru dalam merancang proses

pembelajaran yang konduktif.

G. Defenisi Operasional

Kreativitas adalah kemampuan untuk menciptakan atau menghasilkan

sesuatu yang baru. Hasil karya atau ide-ide baru itu sebelumnya. Kemampuan

ini merupakan aktrivitas imajinatif yang hasilnya merupakan pembentukan dari

informasi yang akan diperoleh dari pengalaman-pengalaman sebelumnya

menjadi hal yang baru. Berarti dan bermanfaat. Kreativitas merupakan

kemampuan untuk memberi gagasan dan menerapkannya dalam pemecahan

masalah.

Kreativitas merupakan suatu cara untuk mengembangkan bakat kreatif anak

agar kemampuan untuk mengungkapkan dirinya secara kreatif, meskipun

masing-masing dalam bidang dan dalam kadar yang berbeda-beda. Stsrategi

pengembangan kreativitas dalam pembelajaran yang digunakan oleh siswa.