Anda di halaman 1dari 7

BAB IV

METODE PENELITIAN

4.1 Jenis Penelitian

Penelitian ini merupakan penelitian survey analitik dengan pendekatan

crossectional, yaitu penelitian mempelajari hubungan antara variabel dependen

dengan variabel independen dengan cara mengumpulkan data dan melakukan uji

statistik (Akper, 2015). Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi

kebiasaan sarapan pagi pada siswa-siswi SMAN 1 Sigli Kabupaten Pidie.

4.2 Tempat dan Waktu Penelitian

4.2.1 Tempat

Penelitian ini dilakukan di SMAN 1 Sigli Kabupaten Pidie.

4.2.2 Waktu

Penelitian ini dilakukan pada tanggal 27 sampai dengan 29 Agustus 2015.

4.3 Populasi dan Sampel

4.3.1 Populasi

Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa-siswi di SMAN 1 Sigli

Kabupaten Pidie yang berjumlah 937 siswa-siswi.

32
33

4.3.2 Sampel

Karena populasi sebanyak 937 orang, mengingat keterbatasan

waktu serta biaya dalam melakukan penelitian, maka untuk pengambilan

sampel di dasarkan pada pendapat Akper (2015) dengan rumus sebagai

berikut:

N
n=
1+N (d 2 )

Keterangan

n = besar sampel

N = besar populasi

d = tingkat kepercayaan atau ketepatan yang diinginkan (10%), jadi:

N
n=
1+N (d 2 )
937 937 937 937
n= = = = = 90 , 3, dibulatkan menjadi 90
1+937 (0,1)2 1+937 (0, 01) 1+9, 37 10 ,37

Jadi, sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebanyak

90 orang, dan teknik pengambilan sampel adalah accidental sampling,

yaitu siapa saja yang ditemui pada saat berlangsungnya penelitian dan

sesuai dengan syarat yang telah ditentukan, yaitu siswa-siswi SMAN 1

Sigli. Adapun mengenai, jumlah peneliti akan membagikan kuesioner

kepada siswa-siswi tersebut sampai mencukupi jumlah yang telah

ditetapkan.
34

4.4 Cara Pengumpulan Data

4.4.1 Teknik Pengumpulan Data

Data yang dikumpulkan adalah data Primer dan data sekunder.

Data primer yaitu data yang langsung diperoleh dari responden dengan

menyediakan kuesioner, setelah di isi dan dikumpulkan kembali untuk

kemudian di koreksi. Data sekunder adalah data yang diperoleh dari jurnal

dan referensi lain yang mendukung penulisan.

4.4.2 Instrumen Penelitian

Adapun instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah

dengan kuesioner yang diisi oleh peneliti sendiri yang berisi 16

pertanyaan, yang terdiri dari 13 pertanyaan tentang pengetahuan, 1

pertanyaan tentang kebiasaan sarapan pagi, 1 pertanyaan tentang

pendidikan ibu dan 1 pertanyaan tentang sosial ekonomi. Bila menjawab

pertanyaan dengan benar diberi score 1 dan bila menjawab salah diberi

score 0.

4.4.3 Uji Validitas

Validitas (validity) yaitu tingkat kehandalan dan kesahihan alat

ukur yang digunakan atau sejauh mana suatu alat ukur tepat dalam

mengukur suatu data, dengan kata lain, alat ukur / instrument yang

dipakai memang mengukur apa yang ingin di ukur (Akper, 2015).

Uji validitas dapat dilakukan dengan menggunakan bantuan

software SPSS menggunakan pearson product moment (uji r), yaitu

membandingkan nilai r tabel dengan nilai r hasil. Menentukan r tabel

dapat dilihat pada nilai r tabel hasil koefisiensi korelasi person product
35

moment dengan menggunakan df = n – 2, pada kemaknaan 5%. Bila r

hasi > r tabel, maka pertanyaan / instrument tersebut valid (Akper, 2015).

Tabel 4.4.3 Nilai Validitas Pengetahuan

Nilai Korelasi
Korelasi Antara (Pearson Nilai r Tabel Kesimpulan
Correction)
No. 1 dengan total 0.944 Valid
No. 2 dengan total 0.944 Valid
No. 3 dengan total 0.740 Valid
No. 4 dengan total 0.944 Valid
No. 5 dengan total 0.740 Valid
No. 6 dengan total 0.740 0,632 Valid
No. 7 dengan total 0.944 Valid
No. 8 dengan total 0.740 Valid
No. 9 dengan total 0.944 Valid
No. 10 dengan total 0.740 Valid
No. 11 dengan total 0.944 Valid
No. 12 dengan total 0.944 Valid
No. 13 dengan total 0.740 Valid
Keterangan :

Dari uji validitas yang telah dilakukan, pada tanggal 01 Agustus

2015 di MAN 1 Sigli, dengan jumlah responden sebanyak 10 orang dengan

df = n-2 = 10 – 2 = 8, berdasarkan tabel r yang diperlukan adalah 0,632.

Sehingga, nilai table korelasi dari pertanyaan dalam kuesioner harus

memenuhi taraf significancy di atas 0,632. Sehingga dipastikan bahwa

apabila perolehan r tabel lebih besar dari pada nilai korelasi dinyatakan

valid, yaitu nilai tertinggi 0. 944 dan terendah yaitu 0, 740.


36

4.4.4 Uji reliabilitas

Uji reliabilitas berguna untuk menetapkan apakah instrument yang

dalam hal ini kuesioner dapat digunakan lebih dari satu kali, paling tidak

oleh respoden yang akan menghasilkan data yang konsisten. Dengan kata

lain, reliabilitas instrument mencirikan tingkat konsistensi.

Uji reliabilitas dilakukan dengan membandingkan nilai r hasil (nilai

Cronbach`s Alpha) dengan nilai r tabel. Bila nilai r hasil (Conbach`s alpha) >

r tabel, maka pertanyaan / instrument tersebut reliable (Akper, 2015).

Tabel 4.4.4 Nilai Reliabel

Variabel r Alpha r Tabel Kesimpulan

Pengetahuan 0.969 0,632 Reliable

Dalam uji reabilitas sebagai nilai r hasil adalah nilai cronbach alpha

yang diperoleh adalah 0,969, maka nilai r Alpha lebih besar dari nilai r tabel,

yaitu 0,632 maka dapat disimpulkan nilai reliable tersebut di atas adalah

reliabel

4.5 Pengolahan Data dan Analisa Data

4.5.1 Pengolahan Data


37

Pengolahan data di lakukan dengan aplikasi computer/software,

pelaksanaannya di lakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:

a. Editing

Proses penyuntingan di lakukan untuk memastikan bahwa data yang di

peroleh telah lengkap artinya data dalam kuesioner tersebut telah terisi

semua, sesuai, konsisten dan relavan. Proses ini telah di lakukan pada

saat di lapangan dengan meneliti tiap lembar kuesioner hasil

wawancara. Bila terjadi kejanggalan dapat di lakukan penelusuran

kembali kepada responden yag bersangkutan.

b. Coding

Adalah proses untuk mengklarifikasikan data dan memberi kode

untuk masing-masing kelas sesuai dengan tujuan di kumpulkannya

data.

c. Struktur dan File Data

Proses ini dikembangkan sesuai dengan analisis data dan program

komputer yang akan digunakan, dengan menetapkan nama, skala dan

jumlah digit untuk masing-masing variabel.

d. Entry data

Data seluruhnya dientry ke komputer dengan software statistik.

e. Cleaning data
38

Proses pembersihan data dengan melihat distribusi frekuensi dari

variabel-variabel dan menilai kelogisannya.

4.5.2 Analisa Data

Data yang sudah di olah pada tahap sebelumnya, selanjutnya untuk

kepentingan penelitian ini di analisisis menggunakan software statistik

dengan bantuan fasilitas komputer. Proses analisi yang akan di lakukan

terdiri dari 2 langkah yaitu sebagai berikut:

a. Analisa univariat

Analisa univariat dilakukan untuk melihat gambaran distribusi

frekuensi dari masing-masing variabel yang di teliti baik variabel

independent maupun variabel dependent, di sesuaikan dengan jenis

data (numerik/katagorik).

b. Analisa bivariat

Untuk mengetahui hubungan variabel independent dengan variabel

dependent maka dapat digunakan uji statistic sederhana yaitu chi-

square (x2) dengan bantuan komputerisasi dengan tingkat kepercayaan

95% (α = 0,05). Berdasarkan uji stastistic :

- Hipotesa dapat diterima bila nilai P value ≤ 0,05, artinya Ho

ditolak dan Ha diterima.

- Hipotesa ditolak bila nilai P value > 0,05, artinya Ho diterima dan

Ha ditolak.