Anda di halaman 1dari 14

Laporan Study Tour Jogja – Bandung

“ Malioboro”

Oleh :
Brilyan Raditia Pratama.Y
Cathelya Aqshatu S.
Riskiana Purnama S.
Riski Romadhoni
Fazlul Rachman
Kelas : XI IPA 3

Tugas Ini Dibuat Sebagai Salah Satu Syarat Ketuntasan Belajar Bidang Studi
Fisika Semester 2 Tahun Pelajaran 2014/2015

SMA NEGERI 1 BANYUWANGI

JALAN IKAN TONGKOL TELP. (0333) 4723589

Website: www.sman1banyuwangi.com

Tahun Ajaran 2014/2015

Mei 2015

i
PENGESAHAN

Nama Kegiatan : Laporan Studi Observasi Jogja - Bandung, 25 April – 2 Mei


2015.

Judul Kegiatan : Study Tour Jogja - Bandung di Kawasan Malioboro.

a. Nama Siswa :
Ketua : Brilyan Raditia Pratama Y. NISN : 9983279421

Anggota : Fazlul Rachman NISN : 9982009827


Cathelya Aqsatu S. NISN : 998
Riskiana Purnama S. NISN : 9983697460
Riski Romadhona NISN : 9980125829

b. Nama Sekolah : SMA Negeri 1 Banyuwangi


c. Kelas/Jurusan : XI - IPA 3
d. Alamat Sekolah : Jalan Ikan Tongkol, Kertosari, Banyuwangi

Banyuwangi, Mei 2015

Ketua Anggota Sekertaris

Brilyan Raditia P.Y Riskiana Purnama S.


NISN. 9983279421 NISN. 99836977460

Mengetahui,

Guru Pembimbing Kepala Sekolah

Dra.Mamik Trianingsih Drs.Heru Muhardi, M.Pd


NIP.19570916 198103 1 009

ii
MOTTO

1. Tidak ada kata “ MENUNGGU “ untuk suatu pekerjaan yang mudah untuk segera
dikerjakan & diselesaikan.
Brilyan Raditia P.Y

2. Burung tidak akan bisa terbang sebelum ia mencoba mengepakkan sayap. Kita
pun begitu, jika ingin bisa melakukan sesuatu, kita harus mencoba.
Mario Teguh

3. Hadiah pertama bagi orang yang melakukan kebaikan adalah kebaikan untuknya.
Mario Teguh

iii
Persembahan

1. Ibu dan ayah yang telah mengizinkan dan membiayai kegiatan studi wisata joga-
bandung
2. Bapak/Ibu Guru SMA Negeri 1 Banyuwangi yang mendampingi kegiatan studi
wisata jogja-bandung.
3. Ibu Muntadhiroh S,pd. Selaku wali kelas XI IPA 3
4. Para pembaca yang budiman.

iv
KATA PENGANTAR

Dengan mengucap puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas segala Karunia
dan Rahmat-Nya, kami telah menyelesaikan laporan studi observasi dengan judul “ Laporan
Study Tour Jogja-Bandung di Malioboro “ tepat pada waktunya. Laporan ini disusun sebagai
salah satu syarat ketuntasan bidang Studi Fisika tahun ajaran 2014-2015.

Laporan studi observasi dibuat untuk membantu para pembaca, khususnya bagi kami sebagai
seorang pelajar dalam mengetahui tempat – tempat studi observasi, khususnya di daerah
Yogyakarta.
Semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi para pengguna dalam belajar dan hasilnya dapat
diterapkan dalam kehidupan sehari – hari. Kami juga mengucapkan banyak terima kasih
kepada semua pihak yang telah membantu dalam proses pembuatan laporan ini.

Dalam penyusunan laporan ini kami masih banyak kekurangan, untuk itu kami
mengharapkan kritik dan saran demi perbaikan laporan ini.

Banyuwangi, Mei 2015

Tim Penyusun

v
ABSTRACTION

Malioboro
Malioboro rapidly expanding into the pulse of trade and shopping centers. In
malioboro we can buy a variety of goods to the desired start of beautiful trinkets, souvenirs
unique, classical batik, gold and jewels to household appliances. Walking on the shoulder of
the road while a variety of bargain goods sold by street vendors will be a special experience
for us.
Various local-made souvenirs like batik, and others can be found here. If you are good
at bargaining, goods - goods that can be taken home with a fairly cheap price. Malioboro
street charm never faded by age. Exoticism malioboro going off until now and inspire people,
as well as forcing us to continue to return to Yogyakarta.

vi
DAFTAR ISI

Halaman Judul……………………………………………………….......…...i
Halaman Pengesahan...……………………………………....................……ii
Halaman Motto...............................................................................................iii
Halaman Persembahan....................................................................................iv
Halaman Abstraction………………................................................................v
Halaman Kata Pengantar.................................................................................vi
Halaman Daftar Isi ………………………..…........................................…..vii

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
B. Masalah
C. Tujuan
D. Manfaat
E. Metode Penelitian

BAB II LAPORAN HASIL PENGAMATAN


A. Pengertian Malioboro
B. Asal - Usul Jalan Malioboro
C. Manfaat Jalan Malioboro

BAB III KESIMPULAN & PENUTUP


A. Kesimpulan
B. Penutup

Lampiran

vii
BAB 1 PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Yogyakarta atau Jogja adalah sebuah kota beserta merangkap sebagai ibukota provinsi
Daerah Istimewa Yogyakarta. Kota Jogja terletak dipulau jawa yang berbatasan
langsung dengan provinsi Jawa Tengah dan berbatasan dengan samudra Hindia. Kota
Jogja sering disebut juga sebagai kota budaya dan pelajar.
Yogyakarta adalah kota yang terkenal akan sejarah dan warisan budayanya.
Yogyakarta merupakan pusat kerajaanMataram (1575-1640), dan sampai sekarang
ada Kraton (Istana) yang masih berfungsi dalam arti yang sesungguhnya. Yogyakarta
juga memiliki banyak candi berusia ribuan tahun yang merupakan peninggalan
kerajaan-kerajaan besar jaman dahulu, di antaranya adalah Candi Borobudur yang
dibangun pada abad ke-9 oleh dinasti Syailendra.Selain warisan budaya, Yogyakarta
memiliki panorama alam yang indah dan atmosfir kesenian yang sangat kental
didalamnya. Dalam hal kebudayaan propinsi Yogyakarta masih sangat kental dengan
budaya Jawanya. Dalam kehidupan sehari-hari seni dan budaya seolah tak terpisahkan
dan sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat setempat. Tempat-tempat
pariwisatanya pun juga sangat mengesankan. Tak hanya turis mancanegara banyak
yang singgah di tengah-tengah pulau jawa yang eksotik ini. Karena itulah sudah
sepantasnya generasi muda khususnya siswa SMAN 1 BANYUWANGI berkunjung
untuk menimba ilmu ke Yogyakarta. Paling tidak bisa mengetahui sedikit seluk beluk
mengenai Yogyakarta. Karena itulah kita sebagai generasi muda kurang lengkap jika
kita tidak pernah berkunjung ke Yogyakarta dan tidak mengenal sejarah tentang kota
jogja, oleh karena jogja mempunyai sejarah yang panjang dalam terbentuknya
pemerintahan NKRI mulai zaman kerajaan sampai sekarang . Jogja tetap istimewa
dimata dunia .

B. Masalah
1. Pengertian Malioboro
2. Asal Usul Jalan Malioboro
3. Manfaat Jalan Malioboro

viii
C. Tujuan
1. Mengenal tempat-tempat wisata di jogja yang indah dan dipelihara di Indonesia.
2. Mengetahui asal-usul Malioboro
3. Mengetahui manfaat Malioboto
4. Menumbuhkan rasa cinta tanah air.

D. Manfaat
1. Menambah ilmu pengetahuan, wawasan yang umum dan luas
2. Memperluas cakrawala bagi kami mengenai objek-objek wisata tersebut
3. Mempererat keakraban dengan teman satu sekolah, kebersamaan yang sangat erat,
dan kerja sama antar kelompok.

E. Metode Penulisan
Metode Observasi: yaitu penulis terjun langsung ke lapangan untuk penelitian agar
mudah mendapat informasi dari beberapa tokoh masyarakat di sekitar Malioboro.

ix
BAB II PEMBAHASAN

A. Pengertian Malioboro
Malioboro adalah sebuah Jalan sepanjang tidak lebih dari 2 Kilo Meter yang
membentang mulai dari persimpangan Rel Kereta Api Stasiun Tugu Yogyakarta
diujung utara hingga pertigaan pojokan Gedung Agung diujung Selatan.
Malioboro adalah sebuah Jalan legendaris yang menjadi ikon Kota Yogyakarta
dengan kehidupan kontras antara siang dan malamnya.
Saat siang hari, ruas Jalan Malioboro dipadati kendaraan para pelancong maupun
warga Yogyakarta yang beraktifitas disekitar Jalan Malioboro, sementara dikanan-
kiri jalan adalah toko-toko berbagai macam kebutuhan pokok, serta sepanjang
trotoar kaki limanya dijejali lapak-lapak penjaja souvenir khas Yogyakarta,
kemudian diujung selatannya ada pasar Beringharjo, tak ketinggalan sejumlah
pusat perbelanjaan dan hotel yang mengguratkan kehidupan perekonomian warga
Yogyakarta.
Sebaliknya pada malam hari, Malioboro dipenuhi aroma berbagai sajian kuliner
yang menggugah selera, yang terhampar di ratusan tikar Warung lesehan dengan
menu khas Gudeg Yogya, Bakmi Jawa, dan berbagai pilihan Ayam/ Burung dara/
Bebek bakar dan goreng. Keriuhan suasana lesehan akan ditimpali oleh alunan
sejumlah seniman yang melantunkan musik dan lagu secara nomaden….dalam
istilah kuno disebut sebagai “mbarang” atau pengamen.

B. Asal-Usul Jalan Malioboro


Ditinjau dari segi bahasa, kata malioboro berasal dari bahasa sansakerta yg berarti
karangan bunga. Dahulu kawasan Malioboro dikembangkan oleh Sri Sultan HB I
pada th 1758, kawasan itu sebelumnya dipakai untuk sarana perdagangan melalui
pasar tradisional, dahulu di kawasan itu banyak terdapat karangan bunga sebagai
daya tarik, maka sangat wajar jika kemudian kawasan itu dinamakan
Malioboro.Ditinjau dari segi letaknya, Malioboro berada berada segaris dengan
gunung merapi, kraton dan pantai parang tritis jogja.
Malioboro terletak 800 meter dari Kraton Ngayogyokarto Hadiningrat. Jalan
maliboro yogyakarta dulunya pernah menjadi basis perjuangan tentara Indonesia
saat terjadi agresi militer belanda. Jalan malioboro diapit oleh bangunan gedung

x
perkantoran dan gedung pertokoan sehingga malioboro bisa berkembang menjadi
pusat bisnis seperti sekarang ini di Yogyakarta. Malioboro juga menjadi tempat
berkumpulnya para seniman dan sastrawan dari berbagai daerah yang bermukim
di Yogyakarta.

xi
C. Manfaat Jalan Malioboro
1. Penerimaan Devisa : Masuknya wisatawan mancanegara dan wisatawan lokal
akan membawa tambahan pemasukan, yang berarti akan memperkuat neraca
pembayaran dan perdagangan. Penerimaan devisa negara dari pariwisata
bersumber dari : Uang yang dikeluarkan atau dibelanjakan oleh wisatawan asing
& wisawatawan lokal selama yang bersangkutan melakukan kunjungan, berupa
pengeluaran untuk penginapan (akomodasi), makan dan minum, transportasi lokal
dan tour, cenderamata, tip, dan lain-lain. Biaya yang diterima oleh perusahaan
penerbangan dimana wisatawan yang berkunjung dimasukkan sebagai penerimaan
sektor pariwisata. Investasi bidang pariwisata. Biaya promosi pariwisata dari
negara lain.
2. Kesempatan Berusaha : Kesempatan berusaha menjadi terbuka luas, baik usaha
yang langsung untuk memenuhi kebutuhan wisatawan maupun yang tidak
langsung. Lapangan usaha langsung seperti usaha akomodasi, restoran dan rumah
makan, biro perjalanan, toko cenderamata, sanggar-sanggar kerajinan dan seni,
pramuwisata, pusat perbelanjaan, dan lain sebagainya. Lapangan usaha tidak
langsung seperti pertanian, perikanan, peternakan, perindustrian dan kerajinan,
industri olah raga, industri pakaian jadi, dan lapangan usaha lain yang berkaitan
dengan kebutuhan manusia.
3. Terbukanya Lapangan Kerja : Luasnya kesempatan dalam berusaha, berarti akan
membuka lapangan kerja baik lapangan kerja diberbagai usaha yang langsung
memenuhi kebutuhan wisatawan maupun yang tidak langsung. Sektor pariwisata
merupakan sektor padat karya, karena kegiatannya lebih banyak pelayanan jasa
yang membutuhkan tenaga manusia. Lapangan kerja yang tidak langsung seperti
peternak, petani sayur mayur, pengrajin, seniman, penjual eceran, dan lain-lain
yang menyerap banyak tenaga kerja.

xii
BAB III KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan
Dengan diadakanya study tour atau karya wisata akan menambah pengalaman dan
memperluas wawasan siswa. Dengan mengetahui sejarah dimasa dulu diharapkan
para siswa bisa menuai isi dan mengisi kehidupan sehari-hari dimasa sekarang dengan
sungguh-sungguh. Dengan adanya penyusunan karya tulis yang diwajibkan bagi para
siswa akan melatih siswa dalam menyusun karya-karya ilmiah lainya.

Secara khusus, laporan karya ilmiah ini dapat disimpulkan sebagai berikut:

1. Malioboro sebagai warisan budaya dari nenek moyang kita dan sebagai tempat
wisata belanja bagi para wisatawan local maupun mancanegara.
2. Malioboro sebagai pusat cinderamata di Jogjakarta.
3. Malioboro sebagai sumber devisa / pendapatan daerah Jogjakarta.
4. Malioboro selain sebagai sumber devisa daerah, juga sebagai lahan untuk
membuka lapangan pekerjaan guna mengurangi jumlah pengangguran di daerah
Jogjakarta.

B. Saran
Program sekolah seperti Studi Observasi Jogja-Bandung ini manfaatkanlah dengan
sebaik mungkin . selain sebagai sarana rekreasi, Studi Wisata juga bisa menambah
wawasan dan ilmu pengetahuan bagi siswa.
Alangkah baiknya , apabila kita berkunjung ke objek wisata sebelumnya kita
mempersiapkan terlebih dahulu segala sesuatu yang sekiranya akan dibutuhkan di
lokasi seperti buku catatan dan pena. Gunakanlah waktu sebaik mungkin ketika
dilokasi serta jagalah dan jangan merusak benda-benda yang ada di sekitar lokasi
wisata.

xiii
Lampiran :

xiv