Anda di halaman 1dari 3

Prospek Pasar

Berikut ini adalah tabel yang menunjukkan data ekspor impor metil etil keton tahun 2013-
2017
Tabel 1. Data impor metil etil keton tahun 2013-2017

Tahun kapasitas (ton)


2013 31004.316
2014 29295.226
2015 31413.734
2016 31311.312
2017 36405.309

Chart Title
40000.000
35000.000
30000.000
25000.000
y = 1,281.807x + 28,040.558
20000.000
R² = 0.577
15000.000
10000.000
5000.000
0.000
0 1 2 3 4 5 6

Tabel 2. Data ekspor metil etil keton tahun 2013-2017

tahun kapasitas(ton)
2013 0
2014 0
2015 0.12
2016 0
2017 0

Dari data impor yang didapat maka didapatkan grafik dengan persamaan y = 1,281.807x +
28,040.558 . Pada saat pendirian pabrik tahun 2025 makamerupakan tahun ke 13 dari 2013
sehingga diperoleh Y = 44704.049, sehingga kapasitas yang dipilih adalah sebesar 50.000
ton/tahun untuk memenuhi kebutuhan pasar dan sisanya di ekspor.
Tinjauan Proses
Metil etil keton merupakan cairan tidak berwarna, mudah terbakar, mempunyai bau seperti aseton
dan larut dalam sebagian besar organic solvent. (Kirk&Othmer, 1981)
Produksi metil etil keton dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu :
1. Dehidrogenasi dari 2 butanol
Reaksi dehidrogenasi merupakan reaksi irreversible dan bersifat endotermis sehingga
proses ini membutuhkan suhu yang tinggi. Suhu yang tinggi menggeser kesetimbangan
kearah produk dan juga akan memperbesar kecepatan reaksi. Reaksi dehidrogenasi MEK
dari 2 butanol sebagai berikut :

Proses ini berlangsung pada fase gas dengan menggunakan katalis padat Zink Oxide (ZnO)
atau brass (zinc copper alloy) pada suhu 700-1025oF dan tekanan atmosfer. Alat yang
digunakan sederhana, namun menghasilkan yield yang cukup tinggi sebesar 85-90%.
(Faith&Keyes, 1975)
Produk samping berupa gas hidrogen bersifat non korosif serta bisa dimanfaatkan sebagai
bahan bakar.
2. Oksidasi fasa cair n-butana
Metil etil keton (MEK) diproduksi dari hasil samping pada fasa cair dari oksidasi n-butana
menjadi asam asetat. Autoksidasi dari n-butana pada fase cair menurut pada mekanisme
radikal yield metil etil keton sebagai intermediet dan asam asetat sebagai produk akhir.
Metil etil keton dan asam asetat diperoleh untuk oksidasi non katalitik fasa cair pada suhu
180OC dan tekanan 53 bar dengan remixing. Oksidasi terjadi secara terus-menerus dalam
kondisi aliran plug pada suhu 150oC tekanan 65 bar pada waktu tinggal 2-7 menit
membentuk MEK dan asam asetat pada rasio 3:1. Pada proses ini memiliki keuntungan
ekonomi yang lebih besar dibandingkan proses dehigrogenasi 2 butanol. Namun kesulitan
dari proses ini adalah ketersediaan dan harga butana.

Pemilihan Proses

Pemilihan proses mengacu pada segi teknik dan ekonomi yang menguntungkan. Untuk segi
ekonomi dapat ditinjau dari perhitungan potensial ekonomi (PE) . potensial ekonomi dari
kedua proses diatas adalah sebagai berikut :
Tabel Harga Bahan Baku dan Produk
Material Mr (kg/kmol) Harga ($/kg)
H2 2.02 0.95
C4H8O 72.08 0.83
C4H9OH 74.1 0.65
CH3CH2COCH 70.09 0.45
CH3CH2C2CH3 58.12 0.65
1. Metil etil keton dari Dehigrogenasi 2 butanol
PE = ((BM C4H8O. Harga C4H8O)+(BM H2. Harga H2))-(BM C4H9OH. Harga
C4H9OH)
PE = (( 72.08 kg/kmol x 0.83 $/kg)+( 2.02 kg/kmol x 0.95 $/kg))-( 74.1 kg/kmol x 0.65
$/kg) = $13.58/kmol

2. Okdidasi n Butana
PE = (BM CH3CH2COCH . Harga CH3CH2COCH)-( BM CH3CH2C2CH3. Harga
CH3CH2C2CH3)
PE = (70.09 kg/kmol x 0.45 $/kg)-(58.12 kg/kmol x 0.65 $/kg) = $-6.24/kmol

Tabel Matrik Pemilihan Proses


Kondisi Proses Dehidrogenasi 2 Butanol Oksidasi n Butana
Fase Gas-gas*** Gas-cair**
Reaksi Irreversible*** Irreversible***
o
Suhu 700-1250 F** 356 oF***
Tekanan 1 atm*** 53 atm*
Proses Endodermis** Endodermis**
Reaktor Fixed bed*** Gelembung*
Yeild 85-90%* -
Katalis Zink Oxide/Brass* -
Produk samping Hidrogen*** Asam asetat**
Jumlah 21 14
Keterangan :
*** : baik sekali
** : baik
* : kurang baik
Dari kedua perbandingan proses diatas maka dipilihalternatif proses yang pertama yaitu
reaksi dehidrogenasi 2 butanol dengan pertimbangan sebagai berikut :
1. Ditinjau dari kondisi operasi, reaksi ini berlangsung pada fase gas-gas dengan
tekanan yang tidak tinggi jika dibandingkan dengan proses lainnya dan
perbandingan suhu yang tidak terlampau jauh sehingga proses ini lebih mudah di
jalankan.
2. Berdasarkan perhitungan potensial ekonomi, proses yang pertama nilainya lebih
besar dibandingkan dengan proses lainnya yaitu sebesar $13.5804/kmol.