Anda di halaman 1dari 5

TUGAS MANDIRI 1

PERAN TEKNIK PENYEHATAN LINGKUNGAN


AHLI PERTAMA DALAM MENINGKATKAN
DAYA SAING NASIONAL

RIF’AL MUZAKKI, S.T.


30211133010346
TEKNIK PENYEHATAN LINGKUNGAN AHLI PERTAMA
KELOMPOK 16 REFORMASI BIROKRASI

DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA


KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT
TAHUN 2018
PERAN TEKNIK PENYEHATAN LINGKUNGAN AHLI PERTAMA
DALAM MENINGKATKAN DAYA SAING NASIONAL

Saya akan memperkenalkan diri saya terlebih dahulu sebelum memulai bahasan tentang
judul yang saya buat pada kesempatan ini. Nama adalah Rif’al Muzakki, S.T. Saya biasa
dipanggil oleh teman-teman saya yaitu Zaki. Singkatnya, saya merupakan lulusan dari SDN 04
Garegeh tahun 2004, lulusan dari MTsN 1 Bukittinggi tahun 2007, lulusan dari SMA Negeri 5
Bukittinggi tahun 2010 dan lulusan dari Universitas Andalas tahun 2015 dengan Jurusan Teknik
Sipil. Kemudian saya mengikuti test CPNS Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan
Rakyat pada tahun formasi 2017 dengan mengambil formasi jabatan Teknik Penyehatan
Lingkungan Ahli Pertama pada Direktorat Jenderal Cipta Karya. Dan Alhamdulillah, atas karunia
dari Allah SWT dan doa serta dukungan dari keluarga, saya dinyatakan lulus dalam Seleksi Akhir
Penerimaan CPNS Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.
Teknik Penyehatan Lingkungan Ahli Pertama merupakan salah satu formasi yang dibuka
oleh Direktorat Jenderal Cipta Karya dalam Seleksi CPNS Kementerian Pekerjaan Umum dan
Perumahan Rakyat Tahun 2017. Adapun formasi lain yang dibuka adalah Teknik Tata Bangunan
dan Perumahan Ahli Pertama. Direktorat Jenderal Cipta Karya merupakan salah satu direktorat
jenderal yang ada di dalam Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Ada banyak
Direktorat Jenderal dan Badan-Badan yang ada di bawah naungan Kementerian Pekerjaan
Umum dan Perumahan Rakyat. Meskipun memiliki fungsi dan peran yang berbeda pada setiap
direktorat dan badan, namun semuanya memiliki tujuan yang sama. Tujuannya adalah untuk
menciptakan negara Indonesia yang maju dan berkembang dengan banyaknya infrastruktur yang
dibuat yang bermanfaat bagi seluruh warga bangsa Indonesia dan juga meningkatkan daya saing
Indonesia di dunia internasional.
Direktorat Jenderal Cipta Karya memiliki fungsi yaitu penyelenggaraan gedung dan umum,
perumahan dan permukiman, serta penyehatan lingkungan. Uraian fungsi kerja Direktorat
Jenderal Cipta karya sebagai berikut :
1. Menyelenggarakan pembangunan gedung dan umum;
2. Menyelenggarakan perencanaan kegiatan, pembinaan bantuan teknis konstruksi perumahan
dan permukiman;
3. Menyelenggarakan penyehatan lingkungan; dan
4. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh kepala dinas berkaitan dengan bidang
tugasnya.
Sementara pada bagian/seksi Penyehatan Lingkungan mempunyai fungsi tersendiri juga
yaitu menyelenggarakan melaksanakan pengelolaan, penertiban, pembangunan di Bidang teknik
penyehatan lingkungan. Berikut adalah uraian tugas seksi Penyehatan Lingkungan :
1. Mempelajari peraturan perundang-undangan,kebijakan teknis, pedoman dan petunjuk
pelaksanaan serta bahan lainnya yang berkaitan dengan penyehatan lingkungan;
2. Menyusun program kerja seksi;
3. Menyusun pedoman perencanaan teknis, pelaksanaan dan pengendalian penyehatan
lingkungan permukiman;
4. Menyusun database sarana dan prasarana penyehatan lingkungan;
5. Melaksanakan inventarisasi kebutuhan dan permasalahan terhadap pemenuhan kebutuhan
sarana dan prasarana penyehatan lingkungan;
6. Menyelenggarakan pembangunan penyehatan lingkungan permukiman;
7. Menyelenggarakan pengawasan dan penertiban pembangunan penyehatan lingkungan
permukiman;
8. Menyelenggarakan bimbingan teknis dalam penyehatan lingkungan;
9. Menyelenggarakan perencanaan pemeliharaan, pelaksanaan dan pengawasan sarana air
bersih, air buangan/limbah dan drainase lingkungan;
10. Melaksanakan urusan surat menyurat, data, perpustakaan arsip dan dokumentasi bidang;
11. Mengelola keuangan bidang;
12. Mengelola kepegawaian bidang;
13. Mengelola barang inventaris bidang;
14. Menyusun laporan pelaksanaan tugas seksi; dan
15. Menyusun laporan pelaksanaan tugas bidang.
Pada masa sekarang ini, pemerintah Indonesia sangat gencar dalam melakukan
pembangunan infrastruktur yang akan berdampak kepada kemajuan dan kesejahteraan dari
bangsa Indonesia itu sendiri. Beberapa diantaranya adalah pembangunan jalan tol, pembangunan
rumah susun, pembangunan instalasi air minum dan sanitasi yang layak, dan masih banyak lagi
yang lainnya. Tidak hanya sekedar pembangunan saja yang dilakukan oleh pemerintah. Tetapi
juga ada kegiatan lainnya antara lain menciptakan kawasan yang bersih, sehat dan ramah
lingkungan. Selain itu juga ada kegiatan pengelolaan sampah, memberikan edukasi tentang
pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan sekitar kepada seluruh masyarakat.
Jadi kegiatan-kegiatan tadi tidak hanya terjadi di daerah perkotaan saja, tapi juga sampai ke
daerah-daerah kecil seperti pedesaan, dusun, kampung dan lain-lain. Meskipun harus diakui,
kegiatan tersebut lebih banyak dilakukan di daerah perkotaan atau daerah yang ramai dari segi
penduduk maupun dari segi usaha yang dibuka pada daerah tersebut. Walaupun demikian,
daerah-daerah terpencil pun tetap bisa merasakan dan ikut serta dalam rangka menciptakan
kawasan yang lebih baik dari segala aspek yang dibutuhkan.
Ternyata saat ini masih banyak daerah-daerah kecil di pelosok Indonesia yang masih belum
merasakan atau mendapatkan hal-hal yang diperoleh di daerah perkotaan. Ada banyak faktor
yang dapat membuat hal tersebut menjadi belum terlaksana pada daerah pelosok ataupun
terpencil. Misalnya adalah akses masuk ke wilayah tersebut yang sangat sulit, masyarakatnya
yang sulit untuk menerima hal-hal baru yang bisa dikarenakan oleh nilai-nilai budaya yang
masih dijunjung tinggi oleh masyarakat tersebut. Selain itu juga disebabkan oleh
ketidakmampuan masyarakat setempat untuk mengolah ataupun memberdayakan sumber daya
apapun yang dimiliki. Contohnya, jumlah air yang melimpah pada suatu tempat tapi tidak sampai
masuk ke rumah-rumah warga. Selain faktor yang telah saya sebutkan, faktor lainnya adalah
minimnya informasi, pengetahuan dan sosialisasi pada wilayah terpencil tadi yang memiliki
lokasi yang jauh dari pusat keramaian.
Anehnya, masih banyak juga daerah-daerah maju yang masih belum bisa menjaga
wilayahnya itu sendiri. Contohnya adalah kebiasaan masyarakat untuk membuang sampah tidak
pada lokasi dan waktu yang telah ditentukan oleh pemerintah, ketidakmampuan masyarakat
untuk menjaga fasilitas umum yang ada, ketidakmampuan masyarakat untuk menjaga dan
memelihara kebersihan dan kenyamanan lingkungan tempat tinggal dan masih banyak lagi yang
lainnya. Adanya kejadian tersebut disebabkan oleh kurangnya kesadaran dari masyarakat untuk
menjaga, memelihara dan melindungi semua hal itu dan kurangnya ketegasan dari pemerintah
daerah itu sendiri untuk memberikan sosialisasi dan sanksi kepada masyarakat yang melakukan
tindakan pelanggaran tersebut.
Warga perkotaan menggunakan sumber daya yang ada dengan seenaknya, tanpa pikir
panjang untuk bisa berhemat dan tidak mempedulikan hal-hal lainnya yang bisa merugikan
mereka sendiri. Contoh yang paling mudah adalah dalam penggunaan air. Kadang mereka suka
memakai air lebih dari kebutuhan mereka sendiri, bahkan cenderung boros. Sedangkan pada
daerah-daerah terpencil ataupun terpelosok, kadang mereka harus jalan beberapa kilometer untuk
bisa mendapatkan layanan air bersih yang memadai. Dan jumlah air yang mereka bawapun
sangat terbatas, sehingga mereka harus memaksimalkan jumlah air yang telah mereka ambil
untuk memenuhi kehidupan mereka sehari-hari.
Dan contoh lainnya, dalam penggunaan sanitasi. Walaupun daerah perkotaan sudah
memiliki layanan sanitasi yang sangat baik dan layak, tetapi masih ada diantara mereka yang
tidak memanfaatkan fasilitas tersebut. Masih sering ditemukan bahwa ada masyarakat perkotaan
yang tidak menggunakannya sebagaimana mestinya. Malah mereka pergi ke tempat lain yang
mereka rasa aman, tidak ada dilihat orang dan jarang dilewati untuk melakukan kegiatan
tersebut. Seharusnya mereka malu dengan masyarakat yang ada di daerah terpencil. Sebagian
dari mereka ada yang bisa membuat dan menggunakan fasilitas sanitasi yang terbatas sesuai
dengan kemampuan mereka dan sesuai dengan keadaan pada daerah tersebut. Meskipun masih
jauh dari sempurna, tapi setidaknya mereka bangga karena bisa memiliki dan menggunakan
fasilitas sanitasi tersebut. Walaupun begitu, masih ditemukan juga masyarakat yang tidak
melakukannya pada tempat yang layak. Oleh karena itu, inilah yang menjadi tugas kita bersama
seluruh masyarakat Indonesia pada umumnya, dan Kementerian Pekerjaan Umum dan
Perumahan Rakyat yang berada dalam lingkup pemerintah pusat pada khususnya. Kita bersama
harus saling bekerjasama dan saling gotong royong untuk bisa menciptakan infrastruktur yang
dapat bermanfaat bagi seluruh rakyat Indonesia dan membuat Indonesia semakin dikenal di
seluruh dunia serta bisa bersaing secara sehat di tingkat internasional.
Untuk mengatasi semua masalah yang ada, saya dan teman-teman dalam formasi Teknik
Penyehatan Lingkungan dalam naungan Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR
perlu melakukan beberapa hal. Hal utama yang harus kami lakukan adalah turun langsung ke
lapangan, melihat kondisi terkini dari daerah-daerah yang telah ditentukan. Bagaimanapun
halangan dan rintangannya, kami harus tetap bersemangat untuk bisa masuk ke wilayah tersebut.
Begitu sampai di wilayah tujuan, kamipun harus siap dengan segala konsekuensi dan masalah
yang ada. Misalnya, susahnya melakukan komunikasi dengan wilayah terdekat, tidak adanya
jaringan listrik, susahnya mencapai sumber air dan lainnya. Kemudian melakukan diskusi
dengan pimpinan dan masyarakat setempat untuk membahas hal-hal yang harus dilakukan untuk
memajukan wilayah tersebut.
Dalam setiap kasus yang dihadapi, kami harus bekerja keras, bergerak cepat, bertindak
tepat untuk mengatasi hal tersebut. Pada kasus sulitnya jangkauan air bersih, kami harus
mengetahui kondisi topografi daerah tersebut. Karena dengan demikian akan diketahui asal
sumber airnya, daerah mana yang berbahaya untuk dilewati dan daerah mana juga yang bisa
dijadikan sebagai jalur distribusi dari air bersih tersebut. Setelah mengetahui semua hal tersebut,
kami bisa melakukan perencanaan teknik dan nonteknis yang juga diikuti oleh pimpinan dan
masyarakat setempat. Hal ini perlu dilakukan agar mereka pun bangga untuk bisa bergabung
dalam melakukan kegiatan tersebut. Kemudian kami coba menghubungi kantor pusat,
kantor/balai terkait di wilayah tersebut untuk mengirimkan segala macam bahan, perlengkapan
serta tim dari berbagai divisi kerja untuk melancarkan kegiatan tersebut. Kemudian kami
melaksanakannya sesuai standar dan prosedur yang berlaku. Dengan usaha keras dari semua
pihak, pekerjaan inipun bisa terselesaikan dengan baik dan bisa dipergunakan sebagaimana
mestinya.
Begitupun dengan kasus lainnya seperti fasilitas sanitasi yang buruk dan pengelolaan
sampah serta pengelolaan lingkungan yang tidak sesuai aturan. Semuanya harus diselesaikan
dengan metode, proses kerja dan detail-detail lainnya yang tidak jauh berbeda dengan kasus
sebelumnya. Dengan proses yang benar, sesuai standar dan prosedur yang berlaku, kita bersama
bisa menyelesaikan semua masalah tersebut. Yang tinggal hanyalah kesadaran, inisiatif dan
kemauan dari masyarakat serta kejelasan dan ketegasan dari pemerintah terkait untuk bisa
mengingatkan masyarakatnya agar bisa mempergunakan, memelihara dan menjaga semua
fasilitas yang telah dibuat bersama.
Oleh karena itu, saya beserta teman-teman lainnya yang tergabung dalam formasi Teknik
Penyehatan Lingkungan Ahli Pertama siap melakukan apa saja demi kemajuan dan kejayaan
bangsa Indonesia. Kami siap turun ke lapangan, melihat kondisi terkini pada daerah yang
membutuhkan bantuan dan siap melakukan sesuatu yang bisa membuat mereka bangga dan
bahagia dengan bangsa Indonesia ini karena semua masalah mereka bisa kami atasi dengan
sebaik-baiknya.
Di sini terlihat bahwa pada pada formasi yang saya pilih ini memilik tugas dan fungsi yang
sangat bagus. Dan kami tidak bekerja sendiri, karena kami membutuhkan jabatan formasi lainnya
yang bisa membantu kami dan mendukung keinginan semua masyarakat untuk membuat
Indonesia yang lebih baik dalam hal apapun. Dengan usaha yang keras dan sungguh-sungguh,
kita semua bisa mencapai semua hal itu dan membuat Indonesia dipandang baik oleh negara-
negara lain dan memiliki daya saing yang layak diperhitungkan. Dengan semakin banyaknya
pekerjaan yang telah dikerjakan, maka akan meningkat juga kompetensi dari tenaga kerja itu
sendiri sehingga meningkatkan daya saing mereka dalam tingkat nasional