Anda di halaman 1dari 14

TUGAS INSTRUMENTASI KELAUTAN

“ACOUSTIC METHOD FOR OBSERVING


CHANGES IN TEMPERATURE OR DENSITY”

Tugas ini disusun untuk memenuhi nilai tugas pada Mata Kuliah Instrumentasi Kelautan
bimbingan Dosen Ir. Aida Sartimbul.M.Sc,Ph.D

Disusun oleh:
Lestari 135080600111004
Yoga Pratama 135080600111008
Muh Miftahu Huda 135080600111016
Muhammad Zuhal Fikri 135080600111020
R A Mutiara N F 135080600111039
Riza Alifia 135080600111055
Miranti Herdiutami 135080600111077
Ajeng Rofiananda 135080601111007
Surono Edi Saputro 135080601111067

Instrumentasi Kelautan – I03

PROGRAM STUDI ILMU KELAUTAN

JURUSAN PEMANFAATAN SUMBERDAYA PERIKANAN

FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN

UNIVERSITAS BRAWIJAYA

2015
A. Acoustic Tomography

Samudra kecepatan akustik tomografi menggunakan pengukuran perbedaan


waktu tempuh antara pasangan transceiver (co-terletak pasang pemancar / penerima)
untuk memberikan informasi tentang kecepatan air. Misalnya, jika air antara lokasi A
dan B bergerak dari A menuju B, maka waktu tempuh untuk pulsa suara kurang dari
A ke B dari B ke A. dari Perbedaan waktu perjalanan sebanding dengan kecepatan air
di sepanjang jalan AB dengan akurasi beberapa sentimeter per detik. Dengan tiga
tambatan/mooring di segitiga, yang kecepatan diukur sepanjang masing-masing kaki
segitiga menyediakan vortisitas relatif (rotasi pada sumbu vertikal) dari air. Jika
diperluas ke empat, lima, dan lebih tambatan/mooring di simpul persegi, segi lima,
dan sebagainya, transmisi di daerah dapat juga menambahkan informasi pada gerakan
air di kawasan tersebut.

Tomografi akustik cocok untuk penelitian wilayah intens yang dilakukan


secara berulang dengan kapal pesiar dan untuk tambatan/mooring tradisional atau
pengapungan yang tidak memerlukan pencakupan spasial dan temporal. Array
tomografi daerah yang sama telah berhasil digunakan untuk mempelajari konveksi
musim dingin di Greenland, Labrador, dan Mediterania Seas. Tomografi akustik
terbukti sangat berguna pula untuk pemantauan selat.

Tomography akustik juga telah diterapkan dalam skala basin di laut


untuk mendeteksi pemanasan dengan skala yang sangat besar atau pendinginan.
Sumber suara dari kekuatan yang cukup dapat didengar di seluruh dunia sejak
gelombang akustik merambat mudah di dalam air. Perubahan waktu perjalanan untuk
gelombang akustik yang sangat panjang tergantung pada total perubahan suhu ("suhu
terintegrasi") di sepanjang jalan. Sebuah tes dibuat dengan sumber suara di Samudera
Hindia Selatan, yang hasilnya akan mudah terdengar dari kedua pantai timur dan
barat dari Amerika Serikat.

Sebagaimana telah dibahas, bahwa penetrasi radiasi elektromagnetik hanya


menembus pada jarak pendek dengan kedalam 100-200 m. Namun, pembahasan
dalam bagian 3.7 laut transparan dengan gelombang suara. kecepatan suara
bergantung dengan suhu dan tekanan. Perubahan suhu merupakan pembahasan
menarik, perubahan suhu dalam kisaran pendek dan pusaran waktu singkat dan
konveksi musim dingin (puluhan hingga ratusan kilometer dalam beberapa minggu)
dan jangka panjang dan rentang panjang rata-rata di basin. Perjalanan waktu dari
getaran bunyi antara sumber dan penerima di daerah tertentu dapat digunakan untuk
mendapatkan informasi tentang perubahan suhu. Teknik yang dikembangkan ini
disebut acoustic tomography. Hal ini sejalan dengan tomografi medis di mana otak
mampu memetakan menggunakan penerapan radiasi dari luar kepala.

Peneliatan Acoustic tomography berskala besar pertama menggunakan


moored array dari sumber suara dan penerima dalam 300 km2 . setiap sumber dan
penerima mempunyai perhitungan waktu akurat sehingga perjalanan waktu untuk
getaran bunyi masing-masing dapat ditentukan dengan jarak kedalaman sekitar 2000
m dalam cakupan suara. arah sumber atau penerima mungkin 5-10 dalam jalur
vertical menunjuukan kecepatan suara berada pada rentang kedalaman antara 500 m
dan 3500 m. Bab 6 membahas analisis data perjalanan waktu “ inverse method” yang
akan menghasilkan kecepatan suara yang berasal dari struktur suhu dalam volume
Array. Variasi kecepatan suara sekitar 2 m/s dengan variasi suhu 0.4 0c pada
kedalaman 700 m. stuktur suhu berasal dari tomografi sesuai dengan survey CTD.

Tomografi kecepatan acoustic samudra digunakan untuk mengukur


perbedaan perjalanan waktu antara pasangan transceiver (yang letaknya dekat
pasangan pemancar atau penerima) untuk memberikan informasi tentang kecepatan
air. Sebagai contoh, jika air diantara lokasi A dan B bergerak dari A menuju B, maka
perjalanan waktu getaran suara kurang dari A ke B daripada B ke A. perbedaan
perjalanan waktu ini sebanding dengan kecepatan air sepanjang jalur AB dengan
akurasi beberapa sentimeter per detik.

Acoustic tomography cocok digunakan dalam bidang penelitian, salah


satu contohnya seperti penggunaan array tomography regional berhasil digunakan
untuk mempelajari konveksi musim dingin di Greenland, Labrador, dan
Meditteranean sea. Bukti lainnya, keberhasilan pemantauan selat ( selat Denmark,
selat Fram dan selat Gibraltar) menggunakan tomography acoustic.

Penerapan tomography acoustic lainnya, yakni untuk mendeteksi


besarnya skala pemanasan dan pendinginan di area basin dengan menggunakan
thermometry of ocean climate dan ATOC. Sejak gelombang akustik merambat dalam
air, sumber suara yang dihasilkan dapat didengar di seluruh dunia dengan skala
kekuatan tertentu. Suhu terintegrasi atau total perubahan suhu mempengaruhi
besarnya perubahan waktu perjalan gelombang akustik disepanjang jalur yang
dilaluinya. Sebuah tes konsep dilakukan untuk membuktikan pernyataan tersebut,
penerima dari pantai Timur dan barat Amerika Selatan mendengarkan sumber suara
yang berasal dari Samudera Hindia. Pemantauan variasi suhu skala basin di sekitar
Pasifik Utara telah memanfaatkan sumber dan penerima dari sebuah array ( gambar
S16.41b). Bahkan dengan memnafatkan tomography acoustic akan lebih mudah
mengetahui penyebaran pemantauan suhu dalam skala global.

B. Inverted Echo Sounder

Variasi waktu perjalanan getaran akustik dari dasar laut menuju permukaan
berkaitan erat dengan perubahan struktur densitas dan kedalaman termohalin
(Rossby, 1969). Berdasarkan pengukuran terpadu pada waktu perjalanan getaran
akustik di setiap osilasi vertical, dikembangkan peralatan inverted echo sounder yang
dapat membantu pegukuran meskipun berada di atas kolom air. Variabilatas temporal
dalam kandungan panas yang terintegrasi secara vertical dapat ditentukan dengan
mengukur waktu perjalanan pulang-pergi getaran akustik sepanjang jarak yang
ditempuh. Hal ini depengaruhi oleh kedalaman termoklin dan ketinggianan dinamika
kestabilan temperature dan salinitas. Bidang ketinggian dinamis yang dipengaruhi
perubahan arus geostropik dapat dipetakan menggunakan array IESS. Array IESS
telah diterapkan untuk mempelajari bidang perkembangan eddies dan studi tentang
gulf stream, Antartic Circumpolar current, laut Jepang dan arus Malvinas.
C. Sea Level-Measurement

Pengamatan oseanografi tertua diantaranya SST dan pengukuran permukaan


laut. Para ilmuwan kuno dari Yunani , India, Arab dan china telah melakukan
pengamatan dan peningkatan pemahaman mengenai tides. Pergerakan vertical dari
coastal boundary dipercaya, rata-rata dari waktu ke waktu, ketinggian rata-rata sea
level berkaitan dengan gerakan dari daratan adalah salah satu studi sea level di abad
kesembilan belas. Berdasarkan data sea level dapat menentukan tides,memantau
gerakan badai angin dan peristiwa EL-Nino di western tropical Pasific , pemantauan
kenaikan sea level skala global, dan kalibrasi atau validasi satelit altimetry. system
peringatan tsunami digunakan sebagai tanda peringatan di kawasan pesisir mengenai
gelombang seismic yang dihasilkan dari kekuatan tide gauges (meteran).

Perubahan permukaan laut jangka panjang juga berhubungan dengan perubahan


arus laut global, kenaikan permukaan laut global dan hasil pengukuran efek dari
erosi pantai. Komponen geostropik dari sirkulasi laut mempengaruhi radar dan laser
altimetry berbasis satelit. Peta topografi permukaan laut sama dengan peta
meteorology yang menduga tekanan permukaan oleh angin. Kebanyakan operasi alat
pengukuran tide terdiri dari float sitting dalam stilling well ( biasanya berupa pipa)
dengan penyeimbang di sisi lainnya dari batang poros yang berputar sebagai
perubahan level mengapung di laut.

System ini memasukakan ketelitian benchmarking untuk mengukur perubahan


level daratan. Fload tides gauges ini merupakan peralatan pengukuran ynag paling
standart. Bubbler gauge dapat digunakan di daerah yang gelombangnya besar dan
aksi angin dapat menciptakan osilasi dalam stilling well. Perubahan gelembung
dapat dirasakan ketika terjadi pelepasan gelembung ke bagian bawah dan osilasi
dari permukaan laut yang dikarenakan adanya variasi tekanan. Hal yang
mempengaruhi sea level dan tekanan atmosfer diukur secara actual oleh bubbler
gauges, sehingga Saat memeproses data perlu mengoreksi tekanan atmosfer. Data
dalam jaringan global stasiun permukaan laut secara digital dikodekan dan
ditransmisikan oleh satelit ke pusat-pusat pengumpulan data.

Dahulu permukaan laut diukur menggunakan staf dengan mengukur permukaan


laut yang bergerak naik turun dan membaca nilai yang tertera di staf secara manual,
kemudian data dijelaskan dalam bentuk grafik.

Alat yang digunakan untuk mengamati perubahan permukaan laut global


adalah satelit altimetry. Altimetry tidak mempunyai sampling temporal yang benar,
sehingga tidak dapat digunakan untuk mengamati pasang surut. Tide gauges dapat
dipasang untuk kawasan laut yang jauh dari pulau dan garis pantai. Satu-satunya alat
yang dapat mengamati perubahan permukaan laut adalah altimetry, tetapi tingkat
erornya besar di dekat pantai yaitu sekitar 3-4 mm. Fungsi dari tide gauges sebagai
penunjuk kalibarasi altimetry, sehingga berperan penting dalam pengamatan
perubahan permukaan laut global. Saat ini, jaringan tide gauges terdiri dari 290
statisun (Gambar S16.43) dan Global Sea Level Observing System (GLOSS)
sebagai titik fokus internasional untuk data tide gauge.
D. Radiation and optical measurement

Metode perhitungan radiasi gelombang pendek dan gelombang panjang secara


tidak langsung menggunakan rumus bulk dan observasi besaran eksternal, seperti
tutupan awan dan albedo, sebelumnya telah dibahas dalam Bab 5. Dasar yang
digunakan pada rumus ini berupa radiasi panjang gelombang pendek dan gelombang
panjang ( Qs dan Qb). Pada kapal-kapal penelitian, stasiun cuaca berkualitas tinggi
dan paket instrument meteorology digunakan untuk melakukan pengukuran radiasi
gelombang pendek dan gelombang panjang secara langsung. Pengamatan sifat optic
air laut secara in situ menggunakan gambaran dari berbagai instrument optic telah
dibahas dalam Bab 3 dan 4.
Pyranometer digunakan untuk melakukan pengamatan radiasi gelombang
pendek. Ada beberapa sensing elemen dari Eppley pyranometer, diantaranya dua
pelat datar tembaga yang salah satu dicat dengan cat flat black dan lainnya memutih
dengan magnesium oksida. secara horosontal, kedua pelat ditempatkan menghadap
matahari dan langit dan terlindung dari angin oleh penutup hemispherical. Semua
radiasi gelombang pendek dan gelombang panjang akan diserap oleh pelat berwarna
hitam, sedangkan sebagian besar energy radiasi gelombang pendek antara 0.3 dan 5
mm akan dipantulkan oleh pelat putih. Semua energy gelombang panjang terserap ,
akibatnya panas di pelat putih lebih sedikit daripada pelat hitam. Perbedaan suhu
diantara kedua pelat digunakan untuk mengukur radiasi gelombang pendek (Qs)
yang jatuh pada permukaan horizontal di wilayah instrument. Perbedaan suhu
diperoleh dari hubungan antara persimpangan “ panas” dari kelompok thermocouple
pelat hitam dan persimpangan “dingin” ke pelat putih. Akibatnya terjadi kenaikan
EMF termoelektri yang terekalam oleh galvanometer. Proses kalibrasi instrument
galvanometer menggunakan lampu filamen listrik standart dengan cara mengekspos
instrument ke sumber energy standart tersebut.

Radiometer adalah instrument yang digunakan untuk mengukur radiasi


gelombang panjang di atmosfer. komponen radiometer terdiri dari dua pelat
horizontal berbahan hitam yang dipisahkan oleh lapisan berbahan konduktivitas
panas. Radiasi yang dipancarkan dari atas akan diserap oleh lembaran atas yang
berbahan hitam, sedangkan di bagian bawah terdapat lembaran logam yang telah
dipoles yang digunakan untuk menyaring radiasi dari atas lembaran. Pengukuran
perbedaan suhu antara lembar atas dan lembar bawah yakni menggunakan
termokapel, yang mana kedua perbedaan tersebut menjelaskan jumlah total dari
gelombang pendek dan gelombang panjang yang dipancarkan dari atmosfer. Apabila
hanya ingin mengetahui nilai gelombang panjang, dilakukan pengurangan radiasi
gelombang pendek yang telah diukur oleh pyranometer. Pengukuran secara
langsung dari Qs-Qb dapat dilakukan dengan prosedur alternative. Caranya atur
instrument sehingga pelat atas “ melihat” keadaan dan piring yang lebih rendah
“melihat” kea rah laut, dan hilangkan layar logam mengkilap yang terletak dibawah
pelat horizontal hitam. Selain diatas, secara langsung Qs-Qb, diukur dari Net
radiometer yang mengatur perbedaan suhu antara kedua pela. Net radiometer
merupakan ukuran dari berat bersih energy radiasi yang mencapai permukaan
horizontal.

Transmisi cahaya tampak melalui air dapat ditentukan menggunakan secchi


disk. Bentuk secchi disk yakni berupa piringan dengan diameter 20-40 cm. secchi
disk menggantungsecara horisontal diujung tali (meter). Secchi disk terdiri dari dua
permukaan dengan warna sama, permukaan atas dicat putih atau bolak segmen putih
dan hitam (Gambar S16.45). Pengukuran dengan secchi disk tergolong
semikuantitatif dengan prinsip penggunaan yang sederhana. Pengukuran dilakukan
dengan menurunkan secchi disk ke dalam laut , kemudian catat panjang tali saat
secchi pertama kali tidak tampak sebagi koefisien atenuasi. Secchi disk pada air
bersih dapat mencapai kedalaman 50 m, perairan pesisir 1-2 m dan muara sungai
kurang dari 1 m. Kedalaman secchi disk di Altalntik dan Pasifik berkisar kuurang
dari 15 – lebih dari 35 m (Gambar 4.26), berbanding terbalik dengan klorofil-a.

Radiasi sendiri adalah pancaran energi melalui suatu materi atau ruang dalam
bentuk panas, partikel atau gelombang elektromagnetik/cahaya (foton) dari sumber
radiasi. Perhitungan gelombang panjang dan pendek tidak langsung menggunakan
metode yang secara umum digunakan dalam perhitungan radiasi gelombang panjang
dan pendek. Pengukuran langsung tersebut dilakukan di stasiun cuaca yang
berkualitas tinggi dan paket instrumen meteorologi, yang sering dilakukan oleh
kapal-kapal penelitian. Pengamatan radiasi gelombang pendek dilakukan dengan
memngggunakan pyranometer a. Unsur penginderaan dari pyranometer Eppley
terdiri dari dua pelat datar tembaga, satu dicat dengan cat hitam datar dan yang
lainnya memutih dengan menggunakan magnesium oksida. Cat hitam menyerap
semua gelombang pendek dan gelombang panjang energi radiasi yang jatuh di
atasnya dan dipanaskan di atas suhu sekitarnya.

Alat sambung (Fusion Splicer) dan alat ukur Serat Optik (OTDR) merupakan
salah satu perangkat pendukung dalam operasional pengelolaan jaringan access
Serat Optik Untuk keperluan Operasional dan Maintenance (O&M) Network
Element yang beroperasi menggunakan jaringan acccess Serat Optik, maka sangat
penting peranan alat sambung dan alat ukur Serat Optik.

Gambar diatas merupakan alat sambung (Fusion Splicer) yang digunakan untuk
mengukur optik. Sebuah paket sensor Meteorologi: ASIMET dimana sistem ini
dilengkapi dengan set ganda dari sensor radiasi gelombang pendek (pyranometer),
radiasi gelombang panjang (radiometer inframerah), tekanan udara, kelembaban
relatif dan suhu udara, curah hujan, dan angin. Pyranometer atau solarmeter
digunakan untuk mengukur besarnya pengaruh radiasi cahaya pada permukaan
bidang dengan satuan W/m2. Cara kerja alat ini adalah dengan dipasang pada suatu
permukaan bidang kemudian dengan adanya hantaman cahaya tepat pada
pyranometer sensor, maka akan diteruskan pada tampilan komputer dalam bentuk
simpangan besarnya fluks yang diberikan cahaya tersebut.
Instrumen elektronik modern dapat mengukur sifat optik secara langsung dan
kuantitatif. Beberapa instrument yang digunakan diantaranya sinar atenuasi sebagai
fungsi kedalaman dan panjang gelombang (transmissometer), fluoresensi
(fluorometer), hamburan cahaya (backscattering meter optik), dan sensor cahaya dan
radiasi. Tiga sensor pertama adalah instrumen aktif, yang memancarkan cahaya
mereka sendiri dan mengukur respon. Sensor terakhir adalah pasif, mengukur cahaya
yang berasal dari lingkungan.

Transmissometers adalah instrument yang memencarkan cahaya pada panjang


gelombang tertentu dan mendeteksi banyaknya cahaya yang melewati air untuk
ditangkap oleh instrument. Panjang gelombang berasal dari klorofil, bahan organic
terlarut, dan partikel lainnya. Transmissometer cocok dengan CTD yang digunakan
diseluruh WOCE untuk mengetahui profil kedalam. Pada lapisan permukaan terjadi
pelemahan yang tinggi dan pada lapisan batas sekitar 100 m di bawah laut, yang
mana terjadi pengadukan sedimen.

Flourometer atau fluoresensi digunakan untuk menunjukkan keberadaan


klorofil dengan merangsang dan mengukur panjang gelombang yang dipancarkan.
Perbedaan dengan transmissometer, yakni pada flourometer letak sumber cahaya dan
penerima berdekatan. Instrumen hamburan balik memancarkan seberkas cahaya dan
mengukur cahaya backscattered dengan sensor yang terletak di sebelah cahaya.
Sensor Radiance (radiometers) ukuran cahaya tampak pada berbagai panjang
gelombang dalam bidang pandang sempit (misalnya, 7 derajat), sementara sensor
radiasi mengukur sama dalam bidang pandang lebar.
DAFTAR PUSTAKA

Talley, Lynne. Et all. 2011. Descriptive Physical Oceanography.Academic Press is an


imprint of Elsevier: USA