Anda di halaman 1dari 13

SATUAN ACARA PENYULUHAN

PADA KELUARGA PASIEN TENTANG PREOPERASI BEDAH JANTUNG ASD


DI RUMAH SAKIT KUSUMA HUSADA
SURAKARTA
Dosen Pembimbing : Ns. Innez Kurnia, M.Kep

Disusun Oleh:
Kelompok 1 S16A
1. Aditya Arbi Setyawan (S16002)
2. Dyah Permata Sari (S16015)
3. Ilham Wiratama (S16026)
4. Meta Mulyandari (S16040)
5. Rika Nilamsari (S16051)
6. Wahyu Hermawan W (S16063)

PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN


STIKES KUSUMA HUSADA SURAKARTA

2017/2018
SATUAN ACARA PENYULUHAN
PADA KELUARGA PASIEN TENTANG PREOPERASI BEDAH JANTUNG
PERGANTIAAN KATUB JANTUNG DI RUMAH SAKIT
KUSUMAHUSADASURAKARTA

Mata Ajaran : Sistem Kardiovaskuler III


Topik : penggantianKatubJantung
Sub Topik : Menjelaskan Tentang Pre OperasiBedah Jantung
penggantiankatubjantung
Sasaran : KeluargaPasien
Tempat : RumahSakit Kusuma Husada
Hari/Tanggal :Selasa,8 mei 2018
Waktu : 45menit
I. Pengertian : Penyakit katup jantung adalah penyakit yang muncul akibat adanya
kelainan atau gangguan pada salah satu atau lebih dari keempat katup jantung, sehingga
darah sulit mengalir ke ruangan atau pembuluh darah selanjutnya, atau sebagian justru
berbalik
II. Tujuan umum :
Setelah mengikuti acara penyuluhan ini selama ± 40 menit, diharapkan peserta memahami
tentang penatalaksanaan perwatan KatubJantung.
III. Tujuan Khusus :
Setelah mengikuti acara penyuluhan ini selama ± 40 menit diharapkan peserta mampu :
a. Menjelaskan kembali pengertian penyakitkatubjantungdengan benar
b. Menjelaskan kembaliletakkatubjantungdengan benar
c. Menjelaskan kembali penyebab penyakitkatubjantungdengan benar
d. Menjelasakan kembali gejala penyakitkatubjantung dengan benar
e. Menjelaskan kembali pengobatan penyakitkatubjantungdengan benar
IV. Metode
Ceramah, Tanya-jawab

V. Media yang digunakan :


Laptop, Slide Projector, dan banner
VI. Rencana kegiatan :

Tahap Kegiatan Kegiatan Pengajar Kegiatan Sasaran Waktu


1. Mengucapkan salam
1. Menjawab salam

2. Memperkenalkan diri
2. Memperhatikan
Pendahuluan 5’
3. Apersepsi
3. Mendengarkan

4. Menjelaskan TIU dan


4. Memperhatikan
TIK
1. Menyampaikan materi
a. Pengertian Atrial
Septal Defect
b. Jenis Atrial Septal
Defect
1. Mendengarkan
c. Penyebab Atrial
Septal Defect 2. Memperhatikan
Penyajian d. Gejala Atrial Septal 30’
3. Bertanya
Defect
e. Pengobatan Atrial
Septal Defect
2. Memberikan
kesempatan klien
untuk bertanya

1. Menyimpulkan
materi 1. Mendengarkan
2. Memberikan
2. Menjawab pertanyaan
pertanyaan evaluasi
Penutup 5’
3. Kontrak pertemuan
3. Memperhatikan
berikutnya
4. Mengucapkan 4. Menjawab salam
salam penutup
VII. Pengorganisasian
1. Moderator : Dyah Permata Sari

Bertugas :

a. Bertanggung jawab atas kelancaran acara


b. Membuka dan menutup acara
c. Mengatur waktu penyajian sesuai dengan rencana kegiatan

2. Penyaji : Aditya Arbi Setyawan

Bertugas :

a. Menggali pengetahuan peserta penyuluhan tentang preoperasi ASD


b. Menyampaikan materi untuk peserta penyuluhan agar bisa memahami hal-hal tentang
isi, makna, dan maksud dari penyuluhan
3. Observer : Rika Nilamsari

Bertugas :

a. Mengamati jalannya acara penyuluhan


b. Mencatat pertanyaan peserta
c. Mengevaluasi serangkaian acara penyuluhan mulai dari awal hingga akhir

4. Fasilitator : 1. Meta Mulyandari


2. Ilham Wiratama
3. Wahyu Hermawan Wicaksono

Bertugas :
a. Mengamati jalannya acara penyuluhan
b. Mencatat pertanyaan peserta
c. Mengevaluasi serangkaian acara penyuluhan mulai dari awal hingga akhir

VIII. Materi ( terlampir )


IX. Setting tempat
X. Kriteria evaluasi

1. Kriteria Struktur
a. Kontrak waktu dan tempat diberikan satu hari sebelum acara dilaksanakan
b. Pengumpulan SAP dilakukan satu hari sebelum pelaksanaan penyuluhan
c. Peserta hadir pada tempat yang telah ditentukan
d. Penyelenggaraan penyuluhan dilakukan oleh mahasiswa yang bekerja sama
dengan Tim PKRS RSUD Dr. Soetomo Surabaya
e. Pengorganisasian penyelenggaraan penyuluhan dilakukan sebelum dan saat
penyuluhan dilaksanakan
2. Kriteria Proses
a. Acara dimulai tepat waktu
b. Peserta antusias terhadap materi penyuluhan
c. Peserta mengikuti kegiatan sesuai dengan aturan yang telah dijelaskan
d. Peserta mendengarkan dan memperhatikan penyuluhan
e. Pelaksanaan kegiatan sesuai dengan POA (Plan of Action)
f. Pengorganisasian berjalan sesuai dengan job description
3. Kriteria Hasil
a. Peserta yang datang sejumlah 7 orang atau lebih
b. Ada umpan balik positif dari peserta, seperti dapat menjawab pertanyaan yang
diajukan oleh pemateri (penyaji)
c. Peserta mampu menjawab dengan benar sebanyak 75% dari pertanyaan
penyaji
MATERI ATRIAL SEPTAL DEFECT

A. Pengertian
Atrial Septal Defect adalah adanya hubungan (lubang) abnormal pada sekat yang
memisahkan atrium kanan dan kiri.
Katup jantung atau klep jantung merupakan organ yang memiliki mekanisme seperti
gerbang atau pintu satu arah yang terdapat pada jantung. Katup jantung berfungsi menjaga
aliran darah yang berasal dari jantung dapat mengalir dengan benar, baik antar ruangan
jantung atau dari jantung keluar kepembuluh darah. Ada empat katup jantung yang
masing-masing terletak :

1. Di antara serambi (atrium) kanan dengan bilik (ventrikel) kanan, bernama


katup trikuspid.
2. Di antara serambi kiri dengan bilik kiri, bernama katup mitral.
3. Di antara bilik kanan dengan pembuluh darah paru-paru (arteri pulmonaris),
yaitu pembuluh darah yang membawa darah menuju paru-paru untuk
memperoleh oksigen, bernama katup pulmonal.
4. Di antara bilik kiri dengan pembuluh darah arteri besar (aorta), yaitu pembuluh
darah yang membawa darah berisi oksigen dari jantung ke seluruh tubuh,
bernama katup aorta.

Jika terdapat salah satu atau beberapa dari katup jantung mengalami kelainan, seluruh
proses aliran darah termasuk oksigen dan nutrisi keseluruh tubuh akan terganggu.

B. Klasifikasi
3 macam variasi yang terdapat pada ASD,yaitu :
1. Ostrium Primum (ASD 1),letak lubang di bagian bawah septum,mungkin disertai
kelainan katup mitral.
2. Ostium Secundum (ASD 2),letak lubang ditengah septum.
3. Sinus Venous Defect,lubang berada diantara vena cavaa superior dan atrium kanan
C. Penyebab Penyakit Katup Jantung

Katup jantung bekerja tiap kali jantung manusia berdetak. Katup mitral
dankatuptrikuspidterbukabersamaandengandarah yang masukkedalambilikjantung,
kemudiankeduakatupmenutupkembali.
Bilikjantungkemudianmemompadarahkeluarmelaluikatup pulmonal dan aorta, yang
kemudianmenutupsetelahdarahkeluardarikeduabilikjantung. Mekanisme yang
berulanginidapattergangguketikakatupjantungtidakdapatbekerjadenganbaik.

Ada dua gangguan utama pada penyakit katup jantung, yaitu:

1. Stenosis katup jantung. Gangguan ini terjadi ketika katup jantung tidak dapat
terbuka dengan baik akibat katup yang menjadi kaku, menebal, atau saling menempel.
Kondisi ini membuat darah tidak dapat mengalir ke ruangan selanjutnya atau seluruh
tubuh, yang kemudian memicu otot jantung untuk bekerja lebih keras untuk
memompa darah, sehingga dapat timbul gagal jantung pada penderitanya. Keadaan ini
dapat terjadi pada keempat katup jantung, sehingga penamaan penyakitnya mengikuti
nama katup jantung yang terkena gangguan. Misalnya stenosis katup trikuspid,
stenosis katup pulmonal, stenosis katup mitral, atau stenosis katup aorta.
2. Insufisiensi katup jantung atau regurgitasi. Umumnya dikenal dengan istilah katup
jantung bocor, adalah kondisi katup jantung yang tidak dapat menutup dengan baik
atau tidak kembali ke posisi semula. Kondisi ini membuat darah mengalir kembali ke
ruangan jantung sebelumnya, sehingga mengakibatkan berkurangnya jumlah darah
yang dialirkan ke seluruh tubuh. Keadaan ini juga dapat terjadi pada keempat katup
jantung seperti halnya pada gangguan stenosis katup jantung yang dapat memicu
kerusakan otot jantung.
Penyakitkatupjantungdapatmunculbaiksejaklahir, maupundidapatsaatdewasa.
Penyebabpenyakitkatupjantung yang munculsejaklahir (penyakit jantung bawaan)
tidakdiketahui. Untukpenyakitjantung yang didapatdapatdisebabkanoleh:
a. Proses penuaan.
b. Demam reumatik.
c. Hipertensi.
d. Gagal jantung.
e. Kardiomiopati.
f. Proses aterosklerosis.
3. Kerusakan jaringan akibat serangan jantung.
a. Endokarditis.
b. Penyakit autoimun, yaitu penyakit akibat gangguan sistem kekebalan tubuh,
sehingga sistem imun (kekebalan tubuh) yang harusnya melindungi malah
menyerang.
c. Radioterapi.
D. Gejala Penyakit Katup Jantung
Katup jantung berperan untuk menjaga kelancaran aliran darah dalam jantung. Makin
lebar maupun makin sempitnya celah antara katup,dapat meningkatkan tekanan pada
jantung sehingga harus memompa lebih kuat. Kondisi ini menimbulkan gejala-gejala
yang harus diwaspadai, seperti:
a. Sesak napas.
b. Nyeri dada.
c. Pusing.
d. Kelelahan.
e. Gangguan irama jantung.
f. Pingsan.
g. Edema (pembengkakan berlebih di bagian kaki, daerah perut, atau pergelangan kaki
sebagai akibat tersumbatnya cairan) yang juga mengakibatkan kenaikan berat badan
dengan cepat.
h. Pipi memerah, khususnya pada penderita stenosis katup mitral.
i. Batuk darah.

E. Diagnosis Penyakit Katup Jantung


Penyakit katup jantung dapat didiagnosis berdasarkan gejala yang
munculdansetelahpasienmenjalanitesfisik yang
serupadenganpemeriksaanpadapenderitapenyakitjantung.
Pemeriksaanfisikdilakukandengancaramendengarkansuaradetakjantung yang tidak normal
padasaatpemeriksaandenganstetoskop (bisingatau murmur jantung) atauiramajantung
yang tidakberaturan, sertamemperkirakanukuranjantung.
Selainpemeriksaanfisik, doktermembutuhkanbeberapapemeriksaanpenunjang,
seperti:
1. Elektrokardiografi (EKG)
Mengetahui gambaran aktivitas listrik jantung, mendeteksi pembesaran ruang
jantung, dan gangguan irama jantung.
2. Foto Rontgen dada
Dapat melihat pembesaran jantung dan melihat kondisi paru-paru.
3. EKG Treadmill
Berfungsi untuk melakukan pemantauan jantung mengukur terhadap aktivitas
fisik yang dijalani.
4. Ekokardiografi
Ekokardiografi merupakan USG jantung yang memproduksi gambar jantung
menggunakan gelombang suara. Ekokardiografi dapat melihat pergerakkan
jantung, struktur jantung, katup jantung, dan aliran darah dalam jantung.
Ekokardiografi, layaknya pemeriksaan USG, dilakukan dengan menempelkan
alat (probe) melalui dinding luar dada, lalu akan menampilkan hasil gambar ke
monitor. Selain melalui dinding dada, probe dapat dimasukan melalui mulut
ke dalam kerongkongan (esofagus) dengan tujuan melihat jantung lebih dekat
lagi, tes ini disebut transesophageal echocardiogram (TEE).
5. Kateterisasi jantung.
Dilakukan dengan menyuntikan zat warna (kontras) ke dalam pembuluh darah
koroner dan dilakukan foto Rontgen. Untuk menyuntikkan zat warna, akan
dimasukan selang kecil (kateter) melalui pembuluh darah arteri di lengan atau
tungkai. Pemeriksaan ini dilakukan untuk melihat pembuluh darah koroner
secara rinci, mengukur tekanan rongga jantung, dan evaluasi fungsi jantung.
6. MRI jantung
Pemeriksaan yang menggunakan medan magnet dan gelombang radio untuk
melihat gambaran jantung dan katupnya secara rinci, untuk mengetahui tingkat
keparahan dari penyakit katup jantung.

F. Pengobatan Penyakit Katup Jantung


Sampaidengansaatini, tidakadaobat-obatan yang dapatmengobatipenyakitkatupjantung.
Namun, obat obat
dangayahidupsehatdapatmeringankangejaladanmenghambatkeparahanpenyakit di
kemudianhari. Obat-obatantersebutadalah:
1. Obat-obatan diuretik
yaitu golongan obat diuretik berfungsi mengeluarkan cairan dari dalam aliran
darah dan jaringan tubuh, sehingga beban jantung akan berkurang.
2. Beta blockers
yaitu jenis obat yang dapat membantu meringankan kinerja jantung dengan
cara membuat jantung berdetak lebih lambat dan tidak keras. Obat ini juga
dapat mengobati masalah hipertensi. Contoh dari beta blockers adalah
bisoprolol.
3. Antikoagulan,
yaitu obat yang akan memperlambat proses pembekuan darah agar tidak
terjadi penggumpalan darah pada katup jantung.
4. Antiaritmia
yaitu obat-obatan yang dapat mengontrol gangguan irama jantung akibat
penyakit katup jantung, seperti amiodarone.
5. Penghambat enzim pengubah angiotensin (ACE inhibitors), yaitu obat
yang juga dapat mengurangi beban kerja jantung. Contoh obat golongan ini
adalah ramipril.
7. Vasodilators, yaitu golongan obat-obatan yang berfungsi meringankan kerja
jantung dan mengatur aliran darah agar tidak berbalik kembali, seperti
nitrogliserin.
Tindakanoperasidapatdilakukanuntukmemperbaikiataumenggantikatupjantungtersebut,
sebisamungkinoperasiperbaikankatupjantunglebihdipilihdibandingdenganoperasipenggant
iankatupjantung. Hal
inidisebabkanoperasiperbaikankatupjantungmemilikirisikolebihkecilmenimbulkankompli
kasiendokarditis, sertapasien yang
melakukantindakanoperasiperbaikankantupjantungtidakperlumengonsumsiobatpengencer
darahseumurhidup, sepertipadaoperasipenggantiankatupjantung. Beratnyapenyakit, usia,
dankondisikesehatansecaraumummerupakanhal yang
menjadibahanpertimbangandokterdalammerekomendasikantindakanoperasi,
baikperbaikanmaupunpenggantiankatupjantung.
G. Pencegahan Penyakit Katup Jantung
Karena penyakitkatupjantungdapatdisebabkanolehdemamreumatik, waspadaigejala-gejala
yang munculpadainfeksibakteriStreptococcuspadatenggorokan, sepertidemam, sakit
tenggorokandannyerimenelan, bercak-bercakkecilberwarnamerahpadalangit-langitmulut,
danpembesarankelenjarpadaleher.
SegeratemuidokterjikaAndamengalamigejalatersebutuntukmendapatkanpengobatanguna
mencegahmunculnyapenyakitkatupjantung.
Mulailahmenerapkanpolahidupsehatsepertiolahragadan diet makanan yang
baikbagikesehatanjantunggunamenurunkankolesteroldantekanandarah,
sertauntukmencegahseranganjantungdangagaljantung.
Penderitapenyakitkatupjantungmemilikirisikoterkenaendokarditisjikatidakmenjagakesehat
angigidanronggamulutdenganbaik.
Bakteripenyebabinfeksidapatmasukkedarahmelaluiinfeksigigi.
Dengandemikianpenderitapenyakitkatupjantungdisarankanuntukmelakukanpemeriksaank
esehatangigisecaraberkalakedoktergigi,
selainmelakukanpemeriksaandengandokterjantung.
DAFTAR PUSTAKA

S Ghosh, S Chatterjee, E Black, R K Firmin, 2002, Surgical closure of atrial septal defects in
adults: eff ect of age at operation on outcome, Heart ;
88:485–487

Lovell, A.T, 2004, Anesthetic implication of grown-up congenital heart disease, Br J.


Anaesth, 93; 129-39

Jeremies, A., Brown, D.L., 2010, Pulmonary Hypertension, Cardiac Intensive Care,
Saunders, 2nd edition,