Anda di halaman 1dari 6

Logam Mineral Bijih Komposisi % Hyporgen Supergen

Logam
Emas Emas AuAuTe2 10039 xx xx
NativeKalaverit
(Au,Ag)Te2 – x
Silvanit
Perak Perak AgAg2S 10087 xx xx
NativeArgentit
AgCl 75 x
Seragirit
Besi MagnetitHematit FeO.Fe2O3Fe2O3 7270 xx xx

Limonit Fe2O3.H2O 60 x x

Siderit FeCO3 48
Tembaga Tembaga CuCu5FeS4 10063 xx xx
NativeBornit
CuSO4.3Cu(OH)2 62 x x
Brokhantit
Cu2S 80 x x
Kalkosit
CuFeS2 34 x x
Kalkopirit
CuS 66 x x
Kovelit
Cu2O 89 x x
Kuprit
Cu9S5 78 x
Digenit
3Cu2S.As2S5 48 x
Enargit
CuCO3.Cu(OH)2 57 x
Malasit
2CuCO3.Cu(OH)2 55 x
Azurit
CuSiO3.Cu(OH)2 36
Krisokola
Timbal GalenaSerusit PbSPbCO3 8677 x xx
(Lead)
Anglesit PbSO4 68
Seng (Zinc) SfaleritSmitsonit ZnSZnCO3 6752 xx xx

Hemimorfit H2ZnSiO5 54

Zinksit ZnO 80
Logam Mineral Bijih Komposisi % Hyporgen Supergen
Logam
Timah KasiteritStannit SnO2Cu2S.FeS.SnS2 7827 xx ??
Nikel PentlanditGarneirit (Fe,Ni)SH2(Ni,Mg)SiO3.H2O 22- x x
Kromium Kromit FeO.Cr2O3 68 x
Mangan PirolusitPsilomelan MnO2Mn2O3.xH2O 6345 xx xx

Braunit 3Mn2O3.MnSiO3 69 ? x

Manganit Mn2O3.MnSiO3 62 x
Alumunium Bauksit Al2O3.2H2O 39 x
Antimon Stibnit Sb2S3 71 x
Bismuth Bismuthit Bi2S3 81 x x
Kobalt SmaltitCobaltit CoAs2CoAsS 2835 xx
Air Raksa Sinabar HgS 86 x
Molibdenum MolibdenitWulfenit MoS2PbMoO4 6039 x x
Tungsten WolframitHuebnerit (Fe,Mn)WO4MnWO4 7676 xx

Scheelit CaWO4 80 x
Uranium UraninitPitcblende Combined UO2dan UO3 50-8575 xx xx

Coffinit USiO4 60 U2O3

Carnotit K2O.2U2O3

Tabel 3. Beberapa mineral gangue yang umum muncul pada mineral bijih, (Sumber ;
Bateman, 1982).

Kelas Nama Komposisi Hyporgen Supergen


Oksida KuarsaSilikat SiO2SiO2 xx xx
lain
Al2O3.2H2O x x
Bauksit
Fe2O3.H2O x
Limonit
Karbonat KalsitDolomit CaCO3(Ca,Mg)CO3 xx xx

Siderit FeCO3 x x

Rodokrosit MnCO3 x
Sulfat BaritGipsum BaSO4CaSO4+H2O xx xx
Silikat FeldsparGarnet — xx x
Kelas Nama Komposisi Hyporgen Supergen

Rhodonit MnSiO3 x

Klorit – x

Mineral – x
Lempung
Lain-lain Bahan CaF2(CaF)Ca4(PO4)3 xx xx
batuanFlorit
FeS2 x
Apatit
FeS2 x
Pirit
Fe1-xS x
Markasit
FeAsS x
Pirotit

Arsenopirit

Antimon
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Antimon, 51Sb

Sifat umum
Nama, simbol antimon, Sb
/ˈæntᵻmoʊnɪ/
Pengucapan
AN-ti-mo-nee[note 1]
Penampilan abu-abu perak
Antimon di tabel periodik
As

Sb

Bi
timah ← antimon → telurium
Nomor atom (Z) 51
Golongan, blok golongan 15 (pniktogen), blok-p
Periode periode 5
Kategori unsur metaloid
Massa atom standar (±) (Ar) 121.760(1)
Konfigurasi elektron [Kr] 4d10 5s2 5p3
per kulit 2, 8, 18, 18, 5
Sifat fisika
Fase solid
903.78 K (630.63 °C,
Titik lebur
1167.13 °F)
Titik didih 1860 K (1587 °C, 2889 °F)
Kepadatan mendekati s.k. 6.697 g/cm3
saat cair, pada t.l. 6.53 g/cm3
Kalor peleburan 19.79 kJ/mol
Kalor penguapan 193.43 kJ/mol
Kapasitas kalor molar 25.23 J/(mol·K)
Tekanan uap
P (Pa) 1 10 100 1k 10 k 100 k
at T (K) 807 876 1011 1219 1491 1858
Sifat atom
Bilangan oksidasi 5, 3, -3
Elektronegativitas Skala Pauling: 2.05

Energi ionisasi
(artikel)
Jari-jari atom empiris: 140 pm
Jari-jari kovalen 139±5 pm
Jari-jari Van der Waals 206 pm
Lain-lain
trigon
Struktur kristal

Kecepatan suara batang ringan 3420 m/s (suhu 20 °C)


Ekspansi kalor 11 µm/(m·K) (suhu 25 °C)
Kondusivitas termal 24.4 W/(m·K)
Resistivitas listrik 417 n Ω·m (suhu 20 °C)
Arah magnet diamagnetik[1]
Modulus Young 55 GPa
Modulus Shear 20 GPa
Modulus Bulk 42 GPa
Skala Mohs 3.0
Skala Brinell 294 MPa
Nomor CAS 7440-36-0
Isotop antimon terstabil
iso NA waktu paruh DM DE (MeV) DP
121
Sb 57.36% Sb stabil dengan 70 neutron
123
Sb 42.64% Sb stabil dengan 72 neutron
125
Sb syn 2.7582 y β− 0.767 125
Te
 lihat
 bicara
 sunting

| referensi | di Wikidata

Antimon adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang Sb dan nomor
atom 51. Lambangnya diambil dari bahasa Latin Stibium. Antimon merupakan metaloid dan
mempunyai empatalotropi bentuk. Bentuk stabil antimon adalah logam biru-putih. Antimoni
kuning dan hitam adalah logam tak stabil. Antimon digunakan sebagai bahan tahan api, cat,
keramik, elektronik, dan karet.

Daftar isi
 1 Sifat-sifat
 2 Manfaat
 3 Peringatan
 4 Senyawa antimon
 5 Referensi
Sifat-sifat
Antimon merupakan unsur dengan warna putih keperakan, berbentuk kristal padat yang rapuh.
Daya hantar listrik (konduktivitas) dan panasnya lemah. Zat ini menyublim (menguap dari fase
padat) pada suhu rendah. Sebagai sebuah metaloid, antimon menyerupai logam dari penampilan
fisiknya tetapi secara kimia ia bereaksi berbeda dari logam sejati.

Manfaat
Antimon dimanfaatkan dalam produksi industri semikonduktor dalam produksi diode dan
detektor infra merah. Sebagai sebuah campuran, logam semu ini meningkatkan kekuatan
mekanik bahan. Manfaat yang paling penting dari antimon adalah sebagai penguat timbal untuk
batere. Kegunaan-kegunaan lain adalah campuran antigores, korek api, obat-obatan, dan pipa.

Oksida dan sulfida antimon, sodium antimonat, dan antimon triklorida digunakan dalam
pembuatan senyawa tahan api, keramik, gelas, dan cat. Antimon sulfida alami (stibnit) diketahui
telah digunakan sebagai obat-obatan dan kosmetika dalam masa Bibel.

Proses terbentunya

Antimony terjadi secara alami di lingkungan. Tetapi juga memasuki lingkungan melalui beberapa aplikasi
oleh manusia. Antimony adalah logam penting dalam perekonomian dunia. Produksi tahunan adalah
sekitar 50.000 ton per tahun, dengan bahan perawan datang terutama dari Cina, Rusia, Bolivia dan
Afrika Selatan. Cadangan dunia melebihi 5 juta ton. Di Finlandia ada deposit dari unsur antimon.[

Proses terbentunya timah

Proses pembentukan bijih timah berasal dari magma cair yang mengandung kasiterit (SnO2). Intrusi
batuan granit kepermukaan menyebabkan fase pneumatolitic yang menghasilkan mineral-mineral bijih
diantaranya bijih timah. Mineral ini terakumulasi dan terasosiasi dalam batuan granit ataupun batuan
lain yang diterobos membentuk vein-vein bijih timah primer. Sesuai dengan namanya, endapan timah
sekunder terdiri dari mineral-mineral bijih kasiterit yang telah tertransportasi jauh dari sumbernya
(endapan timah primer). Biasanya bijih kasiterit ini terbawa oleh arus sungai menuju muara sungai
hingga lepas pantai dan terakumulasi disana. Karenanya banyak dilakukan kegiatan penambangan bijih
timah sekunder pada daerah muara sungai dan lepas pantai. Hal ini dilakukan dengan harapan akan
diperoleh bijh timah dalam jumlah besar.