Anda di halaman 1dari 6

PEMANTAUAN TERAPI OBAT

A. IDENTITAS PASIEN
1. Nama : Tn A.D
2. No RM : 000xxxxxxx
3. Umur : 55 tahun
4. Tanggal lahir : 10-08-1962
5. Jenis Kelamin : Laki-laki
6. Alamat : Bandung
7. Tanggal masuk RS : 06-05-2018/ 09.01
8. Ruangan : Aglonema
9. Berat Badan : 57 kg
10. Tinggi Badan : 170 cm
B. PENGKAJIAN AWAL MEDIS
Keluhan utama : Pro Angiografi
Riwayat Penyakit sekarang : Pasien datang untuk tindakan angiografi
terjadwal besok (07-05-2018), Riwayat nyeri dada 2 bulan yang lalu dan
dipasang 4 stent, hipertensi (-), DM (-), kolesterol (+). Merokok sejak usia muda
 ½ bungkus/hari, sekarang sudah tidak
Diagnosa Utama : CAD 3 VD Post PCI
Diagnosa tambahan : Dislipidemia
C. SOAP
1. Subjective
Subjective 06/05 07/05 08/05
Sesak nafas - - -
lemas - - -
Nyeri dada - - -

2. Objective
Parameter 06/05 07/05 08/05
TD 90/80 100/70 100/80
N 74 72 78
R 20 20 24
S 36 36,8 36,7

3. Assasment
a. Terapi Obat
1. Premedikasi
Nama Obat Dosis Rute Tanggal
06/05 07/05 08/05
Parasetamol 1 x 1000 mg Po 
Alprazolam 1 x 0.5 mg Po 
2. Rawat Inap
Nama Obat Dosis Rute Tanggal
06/05 07/05 08/05
Bisoprolol 1 x 2.5 mg Po   
Rosulvastatin 1 x 20 mg Po   
Lisinopril 1 x 5 mg Po   
Clopidogrel 1 x 75 mg Po   
Asetosal 1 x 80 mg Po   

b. Ketepatan Indikasi
Nama Obat Indikasi Indikasi Pasien Kesesuaian
Literatur
Parasetamol Antinyeri Premedikasi
sebelum PCI
Alprazolam Anticemas Premedikasi
sebelum PCI,
anticemas
Bisoprolol Hipertensi
Rosulvastatin Hiperlipidemia Menstabilkan
Plak
Lisinopril Hipertensi Hipertensi
Clopidogrel Antiplatelet
Asetosal Antiplatelet

c. Ketepatan Dosis
Nama Obat Dosis Literatur Dosis Pasien Kesesuaian
Parasetamol 1 x 1000 mg

Alprazolam 1 x 0,5 mg
Bisoprolol 2.5-5mg sehari 1 x 2,5 mg
sekali, dapat
ditingkatkan 10
mg dan sampai
20 mg sehari
sekali. Bila
diperluka ,
rentang dosis
(JNC 7) 2.5-10
mg sehari
sekali[
Rosulvastatin Dosis Awal : 10 1 x 20 mg
mg sehari
perhari untuk
pasien dengan
hiperlipidemia
berat.
Lisinopril Oral: (JNC 7): 1 x 5 mg
10-40 mg/hari
Clopidogrel Oral 75 mg 75 mg per hari
sehari
Asetosal 1 x 80 mg

d. Efek Samping
Nama Obat Efek Samping Efek Samping Pasien
Literatur
Parasetamol
Alprazolam
Bisoprolol Sakit dada, diare,
mual, muntah
Rosulvastatin Myalgia, sakit kepala,
pusing, mual,
konstipasi, nyeri
perut
Lisinopril Hipotensi, sakit
kepala, pusing,
hiperkalemia, diare,
mual, muntah, nyeri
bag perut
Clopidogrel Nyeri bagian perut,
mual, muntah,
dyspepsia, gastritis,
nyeri dada, udem,
hipertensi
Asetosal Edem, hipotensi,
takikardia, pusing,
sakit kepala,
insomnia

e. Farmakokinetika
Nama Obat Absorpsi Distribusi Metabolisme Eksresi
Parasetamol
Alprazolam
Bisoprolol Cepat dan Secara Ekstensif hati; Urin
hamper luas; efek first-pass (50%
lengkap konsentras signifikan (~ sebagai
i tertinggi 20%) obat
di jantung, tidak
hati, paru- berubah,
paru, dan sisanya
air liur; sebagai
melintasi metaboli
sawar t tidak
darah aktif);
otak; tinja
memasuki (<2%)
ASI
Rosulvastati Vd: 134 L Hati (10%), Tinja
n melalui (90%),
CYP2C9 (1 secara
metabolit aktif primer
diidentifikasi) dalam
bentuk
tidak
berubah
Lisinopril Diserap Tidak Terutam
dengan dimetabolisme a di urin
baik, tidak (dalam
terpengaru bentuk
h oleh tidak
makanan berubah)
Clopidogrel Diabsorpsi Ekstensif hati Urin
dengan melalui (50%);
baik hidrolisis; tinja
biotransforma (46%)
si terutama
untuk turunan
asam karboksil
(tidak aktif).
Metabolit aktif
yang
menghambat
agregasi
trombosit
belum
diisolasi.
Asetosal Cepat Vd: 10 L; Dihidrolisis Urin
mudah menjadi (75%
masuk ke salisilat (aktif) sebagai
sebagian oleh esterase asam
besar di mukosa GI, salisil
cairan sel darah uronat,
tubuh dan merah, cairan 10%
jaringan sinovial, dan sebagai
darah; asam
metabolisme salisilat
salisilat terjadi
terutama oleh
konjugasi hati;
jalur
metaboliknya
bisa jenuh

f. Interaksi Obat
1. Interaksi Obat-Obat
Nama Obat Jenis Keterangan Rekomendasi
interaksi
Lisinopril + Moderate Keduanya Monitoring
Aspirin meningkatkan tekanan darah
toksisitas. Secara Monitoring
signifikan fungsi ginjal
menurunkan
fungsi ginjal
Aspirin+ Moderate Menyebabkan Monitoring
Clopidogrel perdarahan GI tanda-tanda
perdarahan
GI, misalnya
BAB hitam

2. Interaksi Obat-Makanan
Nama Obat Jenis Keterangan Rekomendasi
interaksi
Lisinopril + Moderate Menyebabkan Hindari
Makanan kalium dalam penggunaan
(mengandung darah tinggi bersamaan
kalium) dengan
makanan yang
mengandung
kalium

g. Drugs Related Problem


DRP Keterangan Rekomendasi
Ada indikasi tidak di
obat
Tidak ada indikasi
tapi d obati
Dosis rendah
Dosis Tinggi
Interaksi Obat
Ketidakpatuhan Ada Pasien tidak menjaga
pola makan
Pengobatan
4. Planing
a. Pemberian Edukasi kepada pasien : agar pasien meningkatkan
kepatuhan terhadap pengobatan termasuk dengan menjaga pola
makan, membatasi asupan makanan.
b. Pemberian Edukasi kepada pasien : tentang efek samping pemakaian
aspirin, aspirin tidak boleh diberikan dalam keadaan perut kosong.
c. Monitoring : fungsi ginjal dengan pemeriksaan serum kreatinin.
d. Monitoring : serum kalium, pemberian edukasi mengenai tanda-tanda
apabila pasien mengalami hiperkalemia.
e. Monitoring : tekanan darah, dengan mengontol tekanan darah apabila
pasien mengalami hipertensi.

D. PEMBAHASAN
Obat Aspilet dengan clopidogrel merupakan antiplatelet.

dalah obat penurun lipid paling efektif untuk menurunkan kolesterol LDL dan
terbukti aman tanpa efek samping yang berarti. Selain berfungsi untuk
menurunkan kolesterol LDL, statin juga mempunyai efek meningkatkan
kolesterol HDL dan menurunkan TG. Cara kerja statin adalah dengan
menghambat kerja HMG-CoA reduktase.86 Efeknya dalam regulasi CETP
menyebabkan penurunan konsentrasi kolesterol LDL dan VLDL. Di hepar, statin
meningkatkan regulasi reseptor kolesterol LDL sehingga meningkatkan
pembersihan kolesterol LDL.87 Dalam keadaan hipertrigliseridemia (tidak
berlaku bagi normotrigliseridemia), statin membersihkan kolesterol VLDL.
Mekanisme yang bertanggungjawab terhadap peningkatan konsentrasi
kolesterol HDL oleh statin sampai sekarang belum jelas.

Betablocker merupakan obat pilihan pertama dalam tatalaksana hipertensi pada


pasien dengan penyakit jantung koroner terutama yang menyebabkan
timbulnya gejala angina. Obat ini akan bekerja mengurangi iskemia dan angina,
karena efek utamanya sebagai inotropik dan kronotropik negative. Dengan
menurunnya frekuensi denyut jantung maka waktu pengisian diastolik untuk
perfusi koroner akan memanjang. Betablocker juga menghambat pelepasan
renin di ginjal yang akan menghambat terjadinya gagal jantung. Betablocker
cardioselective (β1) lebih banyak direkomendasikan karena tidak memiliki
aktifitas simpatomimetik intrinsic.