Anda di halaman 1dari 20

BAB I

PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG

Peningkatan usia harapan hidup penduduk merupakan salah satu indikator

keberhasilan pembangunan suatu negara. Namun demikian, kondisi tersebut akan

diikuti oleh peningkatan jumlah penduduk lanjut usia atau lansia dengan berbagai

permasalahannya.(Kemenkokesra, 2012).

Indonesia adalah termasuk negara yang memasuki grafik penduduk berstruktur

penduduk lanjut usia (aging struktured population) karena jumlah penduduk yang

berusia 60 tahun ke atas sekitar 7,18% dari total jumlah penduduk dengan pertambahan

yang cepat sekitar 6,2% setiap tahunnya. Peningkatan jumlah penduduk Lansia ini

antara lain disebabkan karena strata sosial ekonomi masyarakat yang meningkat,

kemajuan di bidang pelayanan kesehatan, dan tingkat pengetahuan masyarakat yang

meningkat.

World Health Organization (WHO) mencatat bahwa terdapat 600 juta jiwa

lansia pada tahun 2012 di seluruh dunia. WHO juga mencatat terdapat 142 juta jiwa

lansia di wilayah regional Asia Tenggara. Sedangkan menurut Badan Pusat Statistik

(BPS), tercatat jumlah lansia Indonesia mencapai jumlah 28 juta jiwa pada tahun 2012

dari yang hanya 19 juta jiwa pada tahun 2006. Hasil Sensus Penduduk tahun 2010

Indonesia termasuk lima besar negara dengan jumlah penduduk lanjut usia terbanyak di

dunia yakni 18,1 juta pada 2010 atau 9,6 persen dari jumlah penduduk.

Proyeksi Bappenas jumlah penduduk lansia 60 tahun atau lebih akan meningkat

dari 18.1 juta pada 2010 menjadi dua kali lipat (36 juta) pada 2025.

Provinsi yang mempunyai jumlah penduduk Lanjut Usia (Lansia)nya terbanyak adalah

DI Yogyakarta (12,48 persen), Jawa Timur (9,36 persen), Jawa Tengah (9,2 persen),

Bali (8,77) dan Jawa Barat (7,09). Hasil rekapitulasi data dinas kesehatan Jawa Barat
mencatat 2 juta jiwa lansia terdapat di propinsi Jawa Barat.

Usia Harapan Hidup Manusia di Indonesia Tahun 2006 adalah 66,2 tahun dan

meningkat di tahun 2010 menjadi 67,4 tahun serta menjadi usia 72 tahun pada tahun

2014, sementara untuk Usia Harapan Hidup Manusia di Propinsi Jawa Barat pada

tahun 2014 adalah mencapai usia 70,6 tahun.

Di Kota Tasikmalaya Usia Harapan Hidup di tahun 2007 adalah 68,78 tahun dan

meningkat pada tahun 2011 menjadi 70,03 tahun serta untuk tahun 2014 menjadi 72

tahun. ( Laporan Pemerintah Kota Tasikmalaya).

Seiring dengan semakin meningkatnya populasi lansia, pemerintah telah

merumuskan berbagai kebijakan pelayanan kesehatan usia lanjut ditujukan untuk

meningkatkan derajat kesehatan dan mutu kehidupan lansia untuk mencapai masa tua

bahagia dan berdaya guna dalam kehidupan keluarga dan masyarakat sesuai dengan

keberadaannya. Sebagai wujud nyata pelayanan sosial dan kesehatan pada kelompok

usia lanjut ini, pemerintah telah mencanangkan pelayanan pada lansia melalui

beberapa jenjang.

Pelayanan kesehatan di tingkat masyarakat adalah Posyandu lansia/ Posbindu,

pelayanan kesehatan lansia tingkat dasar adalah Puskesmas, dan pelayanan kesehatan

tingkat lanjutan adalah Rumah Sakit.

Posyandu lansia adalah pos pelayanan terpadu untuk masyarakat usia lanjut

di suatu wilayah tertentu yang sudah disepakati, yang digerakkan oleh masyarakat

dimana mereka bisa mendapatkan pelayanan kesehatan. Posyandu lansia merupakan

pengembangan dari kebijakan pemerintah melalui pelayanan kesehatan bagi lansia

yang penyelenggaraannya melalui program Puskesmas dengan melibatkan peran serta

para lansia, keluarga, tokoh masyarakat dan organisasi sosial dalam

penyelenggaraannya.
Tujuan pembentukan posyandu lansia secara garis besar antara lain

meningkatkan jangkauan pelayanan kesehatan lansia di masyarakat, sehingga

terbentuk pelayanan kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan lansia dan mendekatkan

pelayanan serta meningkatkan peran serta masyarakat dan swasta dalam pelayanan

kesehatan disamping meningkatkan komunikasi antara masyarakat usia lanjut.

Sasaran langsung Posyandu Lansia adalah masyarakat pra usia lanjut (pra

senilis) yaitu usia 45-59 tahun, usia lanjut 60-69 tahun dan usia lanjut risiko tinggi

yaitu yang berusia lebih dari 70 tahun atau usia lanjut berumur 60 tahun atau lebih

dgn masalah kesehatan serta Purna Lansia yaitu Lansia yang berusia 80 tahun atau

lebih.

Sedangkan sasaran tidak langsung meliputi keluarga dimana usia lanjut berada,

masyarakat di lingkungan usia lanjut, organisasi sosial yg peduli, petugas kesehatan

dan masyarakat luas.

Pelayanan Kesehatan di Posyandu lanjut usia meliputi pemeriksaan

Kesehatan fisik dan mental emosional yang dicatat dan dipantau dengan Kartu

Menuju Sehat (KMS) untuk mengetahui lebih awal penyakit yang diderita (deteksi

dini) atau ancaman masalah kesehatan yang dihadapi.

Jenis Pelayanan Kesehatan yang diberikan kepada usia lanjut di Posyandu Lansia

meliputi:

a. Pemeriksaan dan penilaian kemandirian juga aktivitas kegiatan sehari-hari

meliputi kegiatan dasar dalam kehidupan, seperti makan/minum, berjalan,

mandi, berpakaian, naik turun tempat tidur, buang air besar/kecil dan

sebagainya.

b. Pemeriksaan status mental yang berhubungan dengan mental emosional

dengan menggunakan pedoman metode 2 (dua ) menit.


c. Pemeriksaan status gizi melalui penimbangan berat badan dan pengukuran

tinggi badan dan dicatat pada grafik indeks masa tubuh (IMT).

d. Pengukuran tekanan darah menggunakan tensimeter dan stetoskop serta

penghitungan denyut nadi selama satu menit.

e. Pemeriksaan tambahan berupa pemeriksaan Laboratorium antara lain

pemeriksaan

Haemoglobin, Gula Darah/ Reduksi Urine, Asam Urat, Kolesterol untuk

mendeteksi adanya gangguan pada organ-organ yang berkaitan.

f. Pelaksanaan rujukan ke Puskesmas bilamana ada keluhan dan atau ditemukan

Kelainan pada pemeriksaan.

g. Layanan Konseling dan Penyuluhan Kesehatan.

Kegiatan lain yang dapat dilakukan sesuai kebutuhan dan kondisi

setempat seperti Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dengan memperhatikan

aspek kesehatan dan gizi lanjut usia dan kegiatan olah raga seperti senam lanjut

usia, gerak jalan santai untuk meningkatkan kebugaran.

B. TUJUAN

1. Tujuan Umum

Memberikan gambaran pelayanan kesehatan Lanjut Usia yang menyeluruh di

Wilayah kerja Puskesmas Bantar.

2. Tujuan khusus

a. Menyediakan data dan informasi umum berkaitan dengan pelaksanaan

Program Kesehatan Lanjut Usia dari tiap-tiap Pos Pelayanan di wilayah kerja

Puskesmas Bantar.
b. Menyediakan data dan informasi pencapaian Program Pelayanan Kesehatan

Lanjut Usia di Wilayah Kerja Puskesmas Bantar dalam mendukung Program

Pemerintah.

c. Menyediakan data dan informasi pencapaian Program Pelayanan Kesehatan

Lanjut Usia di Wilayah Kerja Puskesmas Bantar sebagai bahan evaluasi dan

perencanaan Program.

d. Menyediakan data dan informasi mengenai hambatan dan kendala yang

dihadapi dalam pelaksanaan Pelayanan Kesehatan Lanjut Usia untuk

digunakan sebagai dasar upaya pemecahan masalah.

e. Menyediakan data dan informasi untuk penyusunan Profil Kesehatan

Puskesmas Bantar Kota Tasikmalaya


BAB II
GAMBARAN UMUM

A. KEADAAN UMUM PUSKESMAS BANTAR

Secara geografis Wilayah kerja Puskesmas Bantar merupakan dataran tinggi yang

luasnya 14,685,350 ha, terdiri dari tanah darat, pesawahan, perbukitan yang banyak

dijadikan penambangan batu dan pasir. Dilalui oleh sungai Cimulu dan Kelurahan Sukajaya

dan Kelurahan Sukamulya sungai Ciromban.

Puskesmas Bantar terletak di Kecamatan Bungursari yang jarak dari Kecamatan kurang

lebih 5 km dengan kondisi jalan dari pusat kota dan Balai Kota Tasikmalaya dalam kondisi

baik dan dilalui angkutan kota 013 sehingga mudah dijangkau oleh berbagai jenis kendaraan.

Batas-batas wilayah kerja Puskesmas Bantar:

 Sebelah Utara : Kelurahan Sukarindik

 Sebelah Timur : Kelurahan Argasari

 Sebelah Selatan : Kelurahan Linggajaya

 Sebelah Barat : Kelurahan Cibunigeulis

Puskesmas Bantar meliputi 3 kelurahan dengan luas wilayah tiap kelurahan sebagai berikut :

 Kelurahan Bantarsari : 2,083.050 km

 Kelurahan Sukajaya : 11,117,800 km

 Kelurahan Sukamulya : 1,484,500 km


B. DATA DEMOGRAFI

1. Jumlah RT/RW/Penduduk

Tabel 2.1
JUMLAH RT/RW/PENDUDUK/LANSIA

No Kelurahan Jumlah RT/RW Penduduk L/P Lansia

1 Bantarsari 51/14 4905/4429 1912

2 Sukajaya 29/9 2501/2844 1589

3 Sukamulya 31/9 3250/2999 2307

JUMLAH 111/32 10656/10272 5808


Sumber Data : Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Kec.Bungursari

Dari tabel 2.1 Jumlah RT/RW di Kecamatan Bungursari yang merupakan Wilayah

Kerja PKM Bantar sebanyak 111 /32, jumlah RW terbanyak terdapat di Kel. Bantarsari

sebanyak 14 sedangkan untuk Kel. Sukajaya dan Sukamulya sama masing-masing 9 RW.

Jumlah penduduk terbanyak adalah Kelurahan Bantarsari dengan total penduduk 9334

jiwa dengan jumlah Lansia sebanyak 1912 jiwa. Sedangkan untuk Kelurahan dengan jumlah

Lansia terbanyak adalah Sukamulya dengan jumlah 2307 jiwa.

2. Jumlah Penduduk Lansia berdasarkan kelompok Umur

Tabel 2.2
Data Lansia menurut Kelompok Umur

Kelurahan Sasaran Lansia (Puskesmas+Posbindu)


Total
45-59 60-69 Jml >70 Jml
Jml
P L P L P L
Sukamulya 315 292 607 117 98 218 61 51 112 934
Sukajaya 375 315 690 158 118 276 65 30 95 1061
Bantarsari 676 485 1161 205 180 385 115 90 205 1751
Puskesmas 2458 879 412 3746
Sumber Data : Rekapitulasi Pendataan Puskesmas 2013
3. Jumlah Sasaran Kelompok Lansia di Posbindu

Tabel 2.3
Data Sasaran Kelompok Lansia di Posbindu
Sasaran di Kelompok Lansia
TOTAL
Posbindu 45-59 Jml 60-69 Jml >70 Jml
P L P L P L
Sukamulya
Rubi 46 52 98 15 19 34 9 10 19 151
Berlian 36 40 76 11 14 25 11 10 21 122
Intan 59 57 116 20 22 42 10 9 19 177
Zamrud 45 38 83 12 15 27 7 8 15 125
Savir 33 37 70 9 21 30 6 8 14 114
Sukajaya
Rajawali 49 55 104 23 22 45 5 13 18 167
Harapan Jaya 17 18 35 7 8 15 4 5 9 59
Merpati 33 50 83 14 9 23 5 4 9 115
Bangau 39 45 84 14 27 41 5 6 11 136
Nuri 77 86 163 30 36 66 21 18 39 268
Murai 67 66 133 17 23 40 2 2 4 177
Bantarsari
Tunas Harapan 46 52 98 15 19 34 9 10 19 151
Mekarsari 65 46 111 10 20 30 4 21 25 166
Melati 41 50 91 21 17 38 13 6 19 148
Teratai 47 98 145 17 24 41 7 6 13 199
Hegarsari 42 37 79 19 17 36 17 8 25 140
Sumber Data : Laporan Program Kesehatan Lanjut Usia PKM Bantar

Dari tabel diatas terlihat bahwa jumlah sasaran kelompok dengan jumlah Lansia

terbanyak adalah terdapat di Posbindu Nuri Kelurahan Sukajaya dengan total sasaran 268

jiwa dan yang memiliki jumlah sasaran paling sedikit di Posbindu Harapan Jaya Kelurahan

Sukajaya sebanyak 59 jiwa.

.
4. Strata Posbindu dan Jumlah Kader

Tabel 2.4
DATA STRATA POSBINDU DAN KADER

Kader Strata Posbindu


Nama Kelompok
Jml
Lansia Aktif Terlatih Pratama Madya Purnama Mandiri

Kel. Sukamulya
Rubi 4 1 4 √
Berlian 5 3 6 √
Intan 4 2 5 √
Zamrud 5 0 5 √
Savir 5 0 5 √
Kel. Sukajaya
Rajawali 7 2 4 √
Harapan Jaya 5 1 5 √
Merpati 5 1 5 √
Bangau 3 1 3 √
Nuri 3 0 3 √
Murai 3 0 3 √
Kel. Bantarsari
Tunas Harapan 4 0 4 √
Mekarsari 5 1 5 √
Melati 4 3 5 √
Teratai 3 0 3 √
Hegarsari 3 0 3 √

Dari tabel 2.2 bisa terlihat bahwa Jumlah Posbindu terbanyak adalah Kelurahan

Sukajaya dengan Jumlah 6 Posbindu, sedangkan untuk Kelurahan Bantarsari dan Sukamulya

masing-masing memiliki 5 Posbindu. Untuk strata Posbindu hampir semua masih dalam

kategori Pratama kecuali 2 Posbindu sudah kategori Madya yaitu Posbindu Berlian di

Kelurahan Sukamulya dan Posbindu Melati di Kelurahan Bantarsari.

Jumlah Kader yang aktif di Posbindu adalah sebanyak 68 orang dan yang sudah

mengikuti pelatihan Posbindu sebanyak 15 orang. Sebagian besar Kader Posbindu masih
merangkap sebagai Kader Posyandu dan hanya ada beberapa orang yang khusus sebagai

Kader Posbindu

5. Sarana Prasarana

Untuk sarana prasarana Pelayanan Kesehatan di Posbindu hampir semua

Posbindu belum memilikinya baik yang berupa bangunan khusus maupun alat

pendukung berupa alat kesehatan, adapun sarana yang digunakan selama ini dalam

pelaksanaan pelayanan di Posbindu sebagian merupakan inventaris Posyandu

setempat dan inventaris Puskesmas Bantar.


BAB III
PENCAPAIAN PROGRAM

A. CAKUPAN PELAYANAN
Target Pelayanan Kesehatan Lansia adalah sebanyak 20% dari total sasaran
penduduk lansia. Adapun cakupan yang dicapai dalam Pelayanan kesehatan Lansia
keseluruhan baik di Puskesmas maupun di Posbindu wilayah kerja Puskesmas Bantar Tahun
2014 adalah sebesar 16,00% dengan gambaran pencapaian tiap bulan bisa dilihat pada tabel
dibawah ini.

Tabel 2.5
Pencapaian Program Kesehatan Lansia
Puskesmas Bantar Tahun 2014
LANSIA YANG
DISKRINING DI PENCAPAIAN
NO BULAN SASARAN
PUSKESMAS DAN (%)
POSBINDU
1 Januari 5.808 1.107 19,06
2 Pebruari 5.808 1.076 18,52
3 Maret 5.808 1.032 17,76
4 April 5.808 909 15,65
5 Mei 5.808 909 15,65
6 Juni 5.808 757 13,03
7 Juli 5.808 802 13,80
8 Agustus 5.808 938 16,15
9 September 5.808 939 16,16
10 Oktober 5.808 804 13,84
11 November 5.808 777 13,37
12 Desember 5.808 819 14,10
Rata - rata 5.808 905,75 16,00

Sumber data : Program Lansia Pkm Bantar 2014


B. CAKUPAN PELAYANAN PRA LANSIA

BULAN JUMLAH PRA LANSIA %


DILAYANI

Januari

Februari

Maret

April

Mei

Juni

Juli

Agustus

September

Oktober

November

Desember

C. CAKUPAN PELAYANAN LANSIA

BULAN JUMLAH LANSIA %


DILAYANI

Januari

Februari

Maret

April

Mei

Juni

Juli
Agustus

September

Oktober

November

Desember

D. CAKUPAN LANSIA DIBINA DI KELOMPOK


E. JUMLAH LANSIA DENGAN KELAINAN
F. JUMLAH LANSIA DIOBATI/DIRUJUK
G. JUMLAH POSBINDU MELAKSANAKAN SENAM LANSIA
BAB IV
ANALISA DAN PEMECAHAN MASALAH

NO PERMASALAHAN TUJUAN RENCANA PEMECAHAN SUMBER DAYA


MASALAH

1.Cakupan Memperluas - Pembagian tim - Tenaga


pelayanan pelayanan Lansia Pembina Posbindu Kesehatan
Kesehatan Lansia baik dalam gedung dan pelaksanaan PKM Bantar
masih dibawah maupun luar pelayanan sesuai - Kader Posbindu
target gedung jadwal. - Aparat
- Kerjasama lintas pemerintahan
sektor. terkait
- Pelayanan Lansia di - Tokoh
Pusling Masyarakat
- Kunjungan Rumah

2. Kader khusus dan Mendukung - Rekrutmen Kader - Kader/


terlatih masih Pelaksanaan Baru dan Kader DO Pengurus
kurang Program - Pelatihan Kader RT/RW
Kesehatan Lansia Posbindu - Tokoh
terutama di luar - Mengikutsertakan masyarakat
gedung sasaran pra - Sasaran Pra
lansia/lansia yang lansia/ Lansia
mampu dalam aktif
kegiatan - Masyarakat/
- Pembinaan di Keluarga
Posbindu Lansia
3. Sarana prasarana Mengoptimalkan/ - Iuran Warga/
kurang Kelancaran Keluarga Lansia/ -
pelayanan di Kencleng Posbindu
lapangan/Posbindu - Kerjasama Lintas
Sektor
4. Keterbatasan Memenuhi - Pembagian Tim - Bidan
tenaga pelaksana kebutuhan Pembina Posbindu kelurahan
pelayanan di pelayanan di - Penjadwalan yang - Tenaga Medis
lapangan lapangan tidak bersamaan - Tenaga
- Kerjasama Lintas Paramedis
Program

5. Senam lansia Menjaga dan - Penjadwalan senam - Kader Terlatih


belum meningkatkan lansia di tiap Posbindu
dilaksanakan kebugaran Lansia Kelurahan/ Posbindu - CD senam
secara rutin - Memfasilitasi untuk lansia
pelaksanaan senam
lansia
6. Jumlah Lansia Peningkatan - Pelayanan kesehatan - Kader posbindu
dengan Kelainan kesehatan menyeluruh termasuk - Keluarga/
masih tinggi fisik/mental lansia Promosi Kesehatan masyarakat
- Melibatkan sekitar
Keluarga/ - Tokoh agama
Masyarakat sekitar - Tokoh
- Deteksi Kelainan Masyarakat
sedini mungkin dan - Tenaga
Penanganan cepat pelayanan
dan tepat Kesehatan
- Puskesmas Santun PKM Bantar
lansia
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A. KESIMPULAN
Seiring dengan semakin meningkatnya populasi lansia, pemerintah telah

merumuskan berbagai kebijakan pelayanan kesehatan usia lanjut ditujukan untuk

meningkatkan derajat kesehatan dan mutu kehidupan lansia untuk mencapai masa tua

bahagia dan berdaya guna dalam kehidupan keluarga dan masyarakat sesuai dengan

keberadaannya. Sebagai wujud nyata pelayanan sosial dan kesehatan pada kelompok

usia lanjut ini, pemerintah telah mencanangkan pelayanan pada lansia melalui

beberapa jenjang. Pelayanan kesehatan di tingkat masyarakat adalah Posyandu lansia,

pelayanan kesehatan lansia tingkat dasar adalah Puskesmas.

Posyandu lansia adalah pos pelayanan terpadu untuk masyarakat usia lanjut

di suatu wilayah tertentu yang sudah disepakati, yang digerakkan oleh masyarakat

dimana mereka bisa mendapatkan pelayanan kesehatan. Posyandu lansia merupakan

pengembangan dari kebijakan pemerintah melalui pelayanan kesehatan bagi lansia

yang penyelenggaraannya melalui program Puskesmas dengan melibatkan peran serta

para lansia, keluarga, tokoh masyarakat dan organisasi sosial dalam

penyelenggaraannya.

Masih banyak permasalahan kesehatan Lansia di wilayah PKM Bantar

yang harus diatasi dan hal ini memerlukan kerjasama dari semua pihak baik dari

Pemberi pelayanan maupun dari masyarakat. Posbindu dan sarana Pelayanan

kesehatan Lansia masih belum sesuai dengan yang diharapkan, sehingga memerlukan

banyak perbaikan baik dari sisi sarana prasarana maupun dari segi pelayanan

kesehatannya.
B. SARAN

1. Kerjasama Lintas Program dan Lintas Sektor

2. Pembinaan Posbindu secara bersama-sama

3. Pelayanan kesehatan lansia secara menyeluruh

4. Melibatkan dan memotivasi para Lansia untuk benar-benar mendukung

pemerintah dengan berpartisipasi di program dan organisasi yang mendukung

kesehatan para lansia.


BAB VI

PENUTUP

PLANING OF ACTION (POA) PROGRAM KESEHATAN LANSIA


PUSKESMAS BANTAR
TAHUN 2015
Rencana Kegiatan Tujuan Pelaksanaan P
Mengetahui dengan pasti jumlah sasaran Tim dib
Pendataan sasaran sesuai kelompoknya Januari lansia
Mengetahui dan memantau status kesehatan Setiap jadwal kegiatan
Pelayanan posbindu sasaran posbindu Tim lan
Pembinaan sasaran Peningkatan kesehatan Lansia Setiapkegiatan Posbindu Tim La
Pemeriksaan gula darah Mendapatkan data kadar gula darah sasaran setiap keg posbindu Tim lan
Mencegah komplikasi lebih lanjut Tim lab
Senam lansia Menjaga kebugaran tubuh Setiap bulan hari sabtu ke 2 Tim lan
Mencegah kekakuan sendi
Jalan santai Menjaga kebugaran tubuh Setiap bulan hari sabtu ke 3 Koordi
Refreshing fisik dan mental sasaran
Menghindari kejenuhan
Menyampaikan informasi tentang program
Pertemuan kader lansia lansia Februari dan Agustus Koordi
Silaturahmi antar kader dan petugas Tim
Pelatihan kader lansia Penyegaran materi bagi kader lama Juni Koordi
Rekrutmen kader baru Dinas
Pengajian Pemenuhan kebutuhan spiritual sasaran Setiap bulan Koordi
Silaturahmi Tim
Memantau dan menindak lanjuti kasus
Kunjungan rumah kesehatan sasaran Setiap bulan Tim
Pertemuan lansia Silaturahmi antar lansia September Tim
Lomba lansia sehat Refreshing Oktober Tim
Meningkatkan kerjasama antar lansia
Senam masal lansia Silaturahmi November Tim
Menjaga kebugaran lansia
Piknik/rekreasi Refreshing Desember Tim
Mencegah kejenuhan
Mengetahui
Kepala Puskesmas Bantar

Siti Nurdjanah, dr
NIP. 19790304 200501 2
007
BAB III
PENCAPAIAN PROGRAM
Tabel
Pencapaian Program Kesehatan Lansia
Puskesmas Bantar Tahun 2014
LANSIA
YANG
DISKRINING
PENCAPAIAN
NO BULAN SASARAN DI
(%)
PUSKESMAS
DAN
POSBINDU
1 Januari 5.808 1.107 19,06
2 Pebruari 5.808 1.076 18,52
3 Maret 5.808 1.032 17,76
4 April 5.808 909 15,65
5 Mei 5.808 909 15,65
6 Juni 5.808 757 13,03
7 Juli 5.808 802 13,80
8 Agustus 5.808 938 16,15
9 September 5.808 939 16,16
10 Oktober 5.808 804 13,84
11 November 5.808 777 13,37
12 Desember 5.808 819 14,10
Rata - rata 5.808 905,75 16,00
Sumber data : Program Lansia Pkm Bantar 2014