Anda di halaman 1dari 6

TINJAUAN KASUS

Tn. C 20 th petani , pendidikan SD dating kerumah sakit dengan keluhan BAB cair, muntah – muntah , kejang, ekstrimitas
dingin , wajah biru, anus luka, inkontinuitas alvi dan urin, perut cekung klien gelisah, keadaan umum lethargi, TD 130/ 90 ,RR 32 x/
menit, N 116 X/ menit, S 39 c, hasil lab ditemukan leukosit meningkat dan ditemukan entamoeba coli , DX, Disentri Basiler

A.PENGKAJIAN

1. Identitas

a. Identitas pasien

Nama : Tn.c

Jenis kelamin : laki-laki

Umur : 20 th

Alamat :-

Agama :-

Status perkawinan :-

Pendidikan : SD

Tanggal masuk :-

Golongan darah :-

No Regi/rekam medik : -

b. Identitas penanggung jawab : keluarga

2. Riwayat kesehatan

a. Keluhan utama

BAB cair disertai lender

b. Riwayat Penyakit Sekarang

BAB warna kuning kehijauan, bercamour lendir dan darah atau lendir saja. Konsistensi encer, frekuensi lebih dari 3 kali, waktu
pengeluaran : 3-5 hari (diare akut), lebih dari 7 hari (diare berkepanjangan), lebih dari 14 hari (diare kronis).

c. Riwayat Penyakit Dahulu

d. Riwayat Kesehatan Keluarga

.-

e. Riwayat Kesehatan Lingkungan

.-

f. Riwayat Pertumbuhan dan perkembangan


1. .Pertumbuhan

 Kenaikan BB karena umur 1 –3 tahun berkisar antara 1,5-2,5 kg (rata-rata 2 kg), PB 6-10 cm (rata-rata 8 cm) pertahun.

 Kenaikan linkar kepala : 12cm ditahun pertama dan 2 cm ditahun kedua dan seterusnya.

 Tumbuh gigi 8 buah : tambahan gigi susu; geraham pertama dan gigi taring, seluruhnya berjumlah 14 – 16 buah

 Erupsi gigi : geraham perama menusul gigi taring.

2. Perkembangan

Tahap perkembangan Psikoseksual (Sigmund Freud)

3. Pemeriksaan fisik

Keadaan umum

Tanda – Tanda Vital

 TD : 13O /90 mmHg

 RR : 32 x/ menit

N :166 X/ menit

S : 39 C

Pemeriksaan Fisik

1. B1 (Breathing)

RR 32x permenit

2. B2 (Blood)

Tekanan Darah 130/60 mmHg. Nadi 116x/menit

3. B3 (Brain)

---

4. B4 (Bladder)

---

5. B5 (Bowel)

diare yang bercampur darah, lendir, lemak.,

6. B6 (Bone)

Klien mengeluh lemas

4. Pemeriksaan Penunjang

- Pemeriksaan tinja Pemeriksaan darah : DPL, kadar feritin. kadar vitamin B12 darah,kadar asam folat darah, albumin serum,
eosinofll darah..
- pemeriksaan imunodefisiensi), feses lengkap dan darah samar.

- Pemeriksaan anatomi usus : Barium enema

- Kolonoskopi, ileoskopi, dan biopsi, barium follow through atau enteroclysis, USG abdomen, CT Scan abdomen

- Fungsi usus dan pankreas : tes fungsi ileum dan yeyunum, tes fungsi pankreas, tes Schilling.

5. Penatalaksanaan

a. Non farmakologis :

Diet lunak tidak merangsang. tinggi kalori. tinggi protein, bila tidak tahan laktosa diberikan rendah laktosa. bila maldigesti
lemak dibenkan rendah lemak. Bila penyakit Crohn dan kolitis ulserosa diberikan rendah serat pada keadaan akut. Pertahankan minum
yang baik, bila perlu infus untuk mencegah dehidrasi

b. Farmakologis:

1. Bila sesak napas dapat diberikan oksigen, infus untuk memberikan cairan dan elektrolit.

2. Antibiotika bila terdapat infeksi.

3. Bila penyebab amuba/parasit/giardia dapat diberikan metronidazol.

4. Bila alergi makanan/obat/susu, diobati dengan menghentikan makanan/ obat penyebab alergi tersebut.

5. Keganasan/polip diobati dengan pengangkatan kanker/polip

6. TB usus diobati dengan OAT

7. Diare karena kelainan endokrin, diobati dengan kelainan endokrinnya

8. Malabsorsi diatasi dengan pembenan enzim Kolitis diatasi sesuai jenis kolitis

DATA FOKUS

No Data Penyebab Masalah


1 DS : Infeksi mukosa Kekurang
BAB cair kolon an cairan
dan
DO: elektrolit
B.DIAGNOSA KEPERAWATAN
BAB lebih 3 x/ hari

1. Perubahan nutrisi kurang dari


kebutuhan tubuh berhubungan
Makanan / zat dengan diare atau output berlebihan
tidak dapat di dan intake yang kurang.
serap
2. Resiko tinggi gangguan tumbuh
kembang berhubungan dengan BB
menurun terus menerus.

3. Intoleransi aktivitas berhubungan


dengan kelelahan karena diare
Isi rongga usus
yang berlebihan

Diare
2 DS : Terjadi rasa BB
Muntah - muntah mual menurun
DO : ↓ akibat
BB menurun Nafsu makan tidak
menurun seimbang
↓ nya
Kebutuhan intake
DS : intake dan dan
Lemas dan pucat output tdk output
DO : seimbang
3.  TD:13O /90 mmHg
 RR: 32 x/ menit Peningkatan
 N :166 X/ menit frekwensi BAB Intolerans
 S : 39 C i aktivitas

Kelelahan

Intoleransi
aktivitas

C. INTERVENSI KEPERAWATAN
Diagnosa Tujuan Intervensi Rasional
dan
Kriteria
Hasil
1. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan diare atau output Setelah 1. Diskusikan dan 1. Serat
berlebihan dan intake yang kurang dilakukan jelaskan tentang tinggi,
tindakan pembatasan diet lemak , air
perawata (makan berserat terlalu
n selama tinggi, berlemak, panas/
di rumah, dan air terlalu dingin
di RS panas atau dingin) dapat
kebutuha2. Ciptakan merangsan
n nutrisi lingkungan yang g
terpenuhi. bersih, jauh dari mengiritasi
Kriteria bau yang tak lambung
hasil: sedap atau dan
- Nafsu sampah, sajikan saluran
makan makanan dalam usus.
meningka keadaan hangat 2. Situasi
t 3. Berikan jam yang
- BB istirahat (tidur) nyaman
meningka serta kurangi ,rileks
t atau kegiatan yang akan
normal berlebihan merangsan
sesuai 4. Monitor intake g nafsu
umur dan output dalam makan
24 jam

5. Kolaborasi
dengan tim
kesehatan lain:
a. Terapi gizi: diet 3. Menguran
TKTP rendah gi
serat, susu pemakaian
2. Resiko tinggi gangguan tumbuh kembang berhubungan dengan BB menurun terus energi
b. Obat-obatan atau
menerus yang
vitamin A
berlebihan
1. Kaji BB setiap
hari
4. Mengetahu
i jumlah
output
2. Berikan jam dapat
3. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan kelelahan karena diare istirahat (tidur) merencana
serta kurangi kan jumlah
kegiatan yang makanan
berlebihan 5. Mengandu
3. Monitor intake ng zat
dan output dalam yang
24 jam diperlukan,
1. Berikan untuk
dorongan seman proses
gat pada pasien pertumbuh
an
Setelah
dilakukan
tindakan, 2. Bantu pasien
tidak untuk melakukan
terjadi kegiatan yang
penuruna berat-berat
n berat 1. Untuk
badan mengetahu
secara i
terus perkemban
menerus. gan
Kriteria tumbuh
Hasil: kembang
- Berat dan berat
badan badan
stabil 2. Menguran
gi
pemakaian
energy
yang
berlebihan
3. Mengetahu
i jumlah
Setelah di output
lakukan dapat
tindakan, merencana
pasien kan jumlah
dapat makanan
beraktivit 1. dengan
as memebrika
kembali n dorongan
Kriteria semangat
Evaluasi : pasien jadi
- Pasien terpacu
dapat untuk
beraktivit beraktivita
as s.
kembali. 2. Untuk
menghinda
ri
kelaurnya
banyak
energi
pada
pasien.

BAB III

PENUTUP

Kesimpulan dan Saran

Disentri berasal dari bahasa Yunani, yaitu dys (=gangguan) dan enteron (=usus), yang berarti radang usus yang menimbulkan gejala
meluas, tinja lendir bercampur darah

Banyak obat dijual untuk mengobati diare akut dan muntah. Obat-obatan anti diare meliputi anti motilitas usus (misal loperamid,
difenoksilat, kodein), adsorben (misal norit, kaolin, attapulgit, smectite) dan biakan bakteri hidup (misal lactobacillus, streptokokus
faecalis). Antimuntah termasuk klorpromasin, prometasin. Semua obat di atas tidak boleh diberikan pada anak di bawah 5 tahun.

Antibiotika juga tidak boleh diberikan secara rutin kecuali untuk penderita disentri / kolera. Penggunaan yang berlebihan anti diare,
anti muntah, antibiotika, anti protozoa menghambat pemberian oralit atau menghambat pertolongan ke sarana kesehatan. Hal ini juga
menghamburkan uang.