Anda di halaman 1dari 56

PENGELOLAAN SAMPAH

Annisa Muthiya (082.013.005)

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Pada perkembangan zaman, pembangunan fisik di perkotaan telah
mengakibatkan berbagai dampak pada kualitas lingkungan hidup begitu juga
dengan jumlah penduduk akan semakin bertambah tingkat kebutuhan manusia
pun semakin bertambah. Namun untuk menghasilkan suatu barang jadi akan
dihasilkan juga sampah baik dari proses pembuatannya ataupun dalam
pengemasan dan pengirimannya, sehingga semakin banyak barang baru yang
dihasilkan semakin bertambah juga sampah dengan volume, jenis, dan
karakteristik beragam yang dihasilkan. Sampah-sampah itu diangkut oleh truk-
truk khusus dan dibuang atau ditumpuk begitu saja di tempat yang sudah
disediakan tanpa di apa-apakan lagi. Hal tersebut tentunya sangat berpengaruh
terhadap lingkungan sekitar dimana lingkungan menjadi kotor dan sampah yang
membusuk akan menjadi bibit penyakit di kemudian hari. Bila dibiarkan sampah
dapat mengurangi nilai estetika dan mencemari lingkungan sehingga
menimbulkan bibit penyakit yang merugikan mahluk hidup disekitarnya.
Untuk mencegah dan mengurangi dampak buruk akibat sampah maka
dibutuhkan suatu pengelolaan yang baik di suatu lokasi atau suatu kota. Menurut
UU no.18 tahun 2008 tentang Pengelolaan sampah dicantumkan bahwa setiap
penghasil sampah wajib mengelola sampahnya, maka aspek penting yang perlu
diterapkan adalah suatu pengelolaan persampahan yang sesuai dengan
karakteristik sampahnya. Pengelolaan sampah merupakan teknik operasional yang
dimulai dari pemisahan sampah dari sumbernya, pengumpulan dari sumber ke
tempat pemindahan, pengangkutan dari tempat pemindahan ke tempat proses
pengelolaan sampah, kemudian sisa dari pengolahan sampah tersebut di angkut ke
tempat pembuangan akhir (TPA).
Namun, dalam kenyataannya hal ini masih belum terlaksana dengan baik,
salah satu faktornya adalah masih kurangnya kesadaran dan kepedulian
masyarakat dan peran aktif pemerintah terhadap pencegahan pencemaran

1
PENGELOLAAN SAMPAH
Annisa Muthiya (082.013.005)

lingkungan akibat sampah. Hal inilah yang saat ini sedang dicari solusi terbaik
agar semua pihak dapat turut berpartisipasi dalam menanggulangi permasalahan
tersebut dan mendasari pengelolaan sampah. Pengelolaan sampah adalah suatu
kegiatan sistematis yang meliputi pengurangan dan penanganan sampah yang
merupakan salah satu upaya dalam pengelolaan lingkungan dan bagian dari
infrastruktur suatu kota.Oleh karena itu, Masyarakat dapat melakukan pengelolaan
sampah secara sederhana di lingkungan perumahan atau rumah mereka masing-
masing dengan cara penerapan 3R (reduce,reuse,recycle).

1.2 Maksud dan Tujuan


Adapun maksud dan tujuan dari pembuatan laporan pengelolaan sampah
lingkungan ini adalah sebagai berikut :
1 Menentukan proyeksi jumlah penduduk selama 10 tahun di Kota Kucing
dengan data dari laporan sebelumnya.
2 Menghitung proyeksi volume timbulan sampah selama 10 tahun yang
dikumpulkan dari sumber ke TPS maupun yang diangkut ke TPA yang
dihasilkan penduduk Kota Kucing.
3 Menghitung laju timbulan sampah berdasarkan literatur dan data yang
diperoleh.
4 Menentukan pola pengumpulan.
5 Menghitung kebutuhan pewadahan daerah domestik dan nondomestik.
6 Menghitung kebutuhan alat pengangkut sampah berdasarkan data yang
diberikan.
7 Menghitung jumlah pekerja dan kebutuhan perlengkapannya beradasarkan
daat kebutuhan alat angkut pada Kota Kucing.
8 Memenuhi persyaratan untuk mengikuti ujian akhir mata kuliah Pengelolaan
Sampah.

2
PENGELOLAAN SAMPAH
Annisa Muthiya (082.013.005)

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Definisi Sampah


Menurut UU No.18 tentang Pengelolaan Sampah, sampah adalah sebagai
sisa kegiatan sehari-hari manusia dan/atau dari proses alam yang berbentuk padat.
Sedangkan menurut Suprihatin (1999), sampah adalah suatu bahan yang terbuang
atau dibuang dari sumber hasil aktivitas manusia maupun proses alam yang belum
memiliki nilai ekonomis dan berdasarkan SK SNI 19-2454 (2002: 1), sampah
adalah limbah yang padat yang terdiri dari zat organik dan anorganik yang
dianggap tidak berguna lagi dan terus dikelola agar tidak membahayakan
lingkungan dan melindungi investasi pembangunan.
Jenis sampah perkotaan terdiri atas 2 bagian yaitu, sampah organik dan
non organik. Sampah organik adalah sampah yang mempunyai komposisi kimia
mudah terurai oleh bakteri (biodegradable) misalnya sisa makanan, sayur mayur,
daun-daunan, kayu dan lainnya. Sedangkan sampah non organik adalah sampah
yang mempunyai komposisi kimia sulit untuk diuraikan atau membutuhkan waktu
yang lama (non biodegradable) misalnya sampah plastik, kaleng, besi, kaca dan
lainnya (Kodoatie, 2005: 217).
Berdasarkan pengertiannya secara umum, sampah adalah limbah yang
berbentuk padat atau setengah padat yang berasal dari hasil kegiatan manusia
pada suatu lingkungan pemukiman, terdiri dari bahan organik dan atau anorganik,
logam dan atau non logam, dapat terbakar dan atau tidak dapat terbakar, tetapi
tidak termasuk biologi (kotoran) manusia (Anonim, 1989).

2.2 Sistem Pengelolaan Sampah


Pengelolaan sampah adalah semua kegiatan yang bersangkut paut dengan
pengendalian timbulnya sampah, pengumpulan, transfer, dan transportasi,
pengolahan & pemrosesan akhir/pembuangan teknologi, konservasi, estetika, dan
faktor-faktor lingkungan lainnya yang erat kaitannya dengan respon masyarakat.

3
PENGELOLAAN SAMPAH
Annisa Muthiya (082.013.005)

Secara umum teknis operasional pengelolaan sampah dapat dilihat sebagai


berikut:

Timbulan sampah

Pewadahan/
pemilahan

Pengumpulan

Pemindahan & Pengolahan


pengangkutan

Pemrosesan akhir
sampah

Gambar 2.1 Teknis Operasional Pengelolaan Sampah

2.2.1 Timbulan Sampah


Menurut SNI 19 -3964 -1994, bila pengamatan lapangan belum
tersedia, maka untuk menghitung besaran sistem, dapat digunakan angka
timbulan sampah sebagai berikut:
 Satuan timbulan sampah kota besar = 2– 2,5 L/orang/hari, atau =
0,4 –0,5 kg/orang/hari
 Satuan timbulan sampah kota sedang/kecil = 1,5 – 2 L/orang/hari,
atau = 0,3 – 0,4 kg/orang/hari
Dalam sistem operasional persampahan diperlukan beberapa
klasifikasi mengenai sumber-sumber serta jenis-jenis sampah. Untuk
memperkirakan laju timbulan sampah, diperlukan pula pengetahuan tentang
komposisi fisik dan kimia sampah yang berupa presentase komponen

4
PENGELOLAAN SAMPAH
Annisa Muthiya (082.013.005)

sampah, kepadatan (densitas) sampah serta kadar air sampah. Hal-hal tersebut
diatas juga diperlukan dalam merencanakan metode atau sistem pengolahan
maupun pembuangan akhirnya (White, 1996).

2.2.2 Pewadahan
Pewadahan sampah adalah suatu cara penampungan sampah sebelum
dikumpulkan, dipindahkan, diangkut dan dibuang ke TPA. Yang bertujuan
untuk menghindari terjadinya sampah berserakan sehingga dapat
mengganggu lingkungan baik dalam bidang kesehatan, kebersihan dan
estetika. Pewadahan dapat dikelompokkan sebagai pewadahan individual dan
komunal (yang merupakan bagian dari proses pengumpulan). Pewadahan
individual dilakukan di tingkat sumber, umumnya digunakan didalam
bangunan untuk mengisolasi sampah agar tidak berserakan. Pewadahan
komunal dilkakukan oleh beberapa sumber secara bersama-sama dan harus
mampu menampung timbulan sampah selama 3 hari. Syarat-syarat
pewadahan sampah secara umum yaitu:
1. Awet dan tahan air
2. Mudah untuk diperbaiki
3. Ekonomis, mudah diperoleh/dibuat olah masyarakat
4. Ringan dan mudah diangkat, sehingga tidak melelahkan petugas dalam
proses pengumpulan
5. Penggunaan warna yang menyolok dan menarik
Kriteria penentuan ukuran/volume pewadahan sampah ditentukan
berdasarkan:
1. Jumlah penghuni dalam 1 rumah.
2. Tingkat hidup masyarakat.
3. Frekuensi pengambilan/pengumpulan sampah.
4. Sistem pelayanan, individual atau komunal.

5
PENGELOLAAN SAMPAH
Annisa Muthiya (082.013.005)

Berdasarkan tempat sumber timbulannya, bahan dan jenis wadah sampah


dapat diuraikan sebagai berikut:
1. Sampah rumah tangga, wadahnya dapat berupa tong atau bin dari
plastik/fiberglas/kayu/kantong plastik/kertas.
2. Sampah toko/ restaurant, dapat berupa tong atau
bin/kayu/plastik/fiberglas/kontainer besi/kantong plastik.
3. Sampah kantor/ bangunan gedung, wadahnya dapat berupa bak tembok,
kontainer besi, kantong plastik besar.
Cara pengambilan wadah sampah dapat dilakukan secara mekanik atau
manual, dan lokasi penempatannya dapat ditempatkan di depan atau belakang
rumah atau di tepi jalan.

2.2.3 Pengumpulan Sampah


Pengumpulan sampah adalah cara atau proses pengambilan sampah, mulai
dari tempat pewadahan/ penampungan sampah dari sumber timbulan sampah,
sampai tempat penampungan sementara/ stasiun pemindahan dan sekaligus
diangkut ke TPA. Pengumpulan sampah umumnya dilakukan oleh petugas
kebersihan atau swadaya masyarakat. Kegiatan penyapuan jalan dan
pembersihan selokan juga termasuk pekerjaan pengumpulan sampah.
Pada dasarnya pola pengumpulan sampah dapat dikelompokkan menjadi 2 pola
pengumpulan, yaitu :
1. Pola Individual
a. Pola Individual Langsung
Pengumpulan dilakukan oleh petugas kebersihan yang mendatangi
tiap-tiap bangunan / sumber sampah (door to door) dan langsung diangkut
untuk dibuang di tempat pembuangan akhir. Pola pengumpulan ini
menggunakan kendaraan truk sampah biasa, dump truck atau compactor
truk.

6
PENGELOLAAN SAMPAH
Annisa Muthiya (082.013.005)

Sumber Sampah TPA

Truk dari rumah ke rumah


Gambar 2.2 Pola Individual Langsung

b. Pola Individual Tidak Langsung


Pengumpulan dilakukan oleh petugas kebersihan yang mendatangi
tiap-tiap bangunan / sumber sampah (door to door) dan langsung diangkut
ke Tempat Penampungan Sementara sebelum dibuang ke Tempat
Pembuangan Akhir. Kegiatan pengumpulan menggunakan gerobak
sampah. Umumnya cara ini diterapkan pada pemukiman yang sudah
teratur, daerah pertokoan, tempat-tempat umum, jalan dan taman.

Sumber Sampah Pemindahan TPA

Gerobak Truk
Gambar 2.3 Pola Individual Tidak Langsung

2. Pola Komunal
a. Pola Komunal Langsung
Pengumpulan sampah dilakukan sendiri oleh masing-masing
penghasil sampah ke tempat penampungan sampah komunal yang
telah disediakan yang kemudian akan diangkut oleh truk sampah
menuju TPA.

7
PENGELOLAAN SAMPAH
Annisa Muthiya (082.013.005)

Sumber Sampah Wadah TPA


Komunal

Komunal Truk
Gambar 2.4 Pola Komunal Langsung

b. Pola Komunal Tidak Langsung


Pengumpulan sampah dilakukan sendiri oleh masing-masing
penghasil sampah ke tempat-tempat yang telah disediakan atau
ditentukan (bin/tong sampah komunal) atau langsung ke gerobak
sampah dan pada titik-titik pengumpulan komunal. Kemudian
petugas kebersihan dengan menggunakan gerobak akan mengambil
sampah dari tempat pengumpulan komunal dan dibawa ke tempat
penampungan sementara sebelum diangkut ke tempat pembuangan
akhir dengan truk sampah. Daerah yang menerapkan pola komunal
ini umumnya adalah daerah-daerah pemukiman yang belum teratur.

Sumber sampah TPS Pemindahan TPA


(TD) (landfill
)
Komunal Gerobak Truk

Gambar 2.5 Pola Komunal Tidak Langsung

2.2.4 Pengolahan Sampah


Pengolahan sampah adalah suatu upaya untuk mengurangi volume
sampah atau mengubah bentuk sampah menjadi benda dengan nilai guna
atau bermanfaat dengan cara pembakaran, pengomposan, pemadatan,
penghancuran, pengeringan dan pendaur ulangan. Berdasarkan jenis dan
komposisinya, beberapa jenis sampah dapat diolah menjadi barang yang
memiliki nilai guna dan ada juga yang diproses agar tidak mengganggu
lingkungan adalah sebagai berikut :

8
PENGELOLAAN SAMPAH
Annisa Muthiya (082.013.005)

a. Transformasi fisik: meliputi pemisahan komponen sampah dan pemadatan


yang tujuannya adalah mempermudah penyimpanan dan pengangkutan.
b. Pembakaran: teknik pengolahan sampah yang dapat mengubah sampah
menjadi bentuk gas, sehingga volumenya dapat berkurang hingga 90-95%.
Meski merupakan teknik yang efektif, tetapi bukan merupakan teknik yang
dianjurkan. Hal ini disebabkan karena teknik tersebut sangat berpotensi
untuk menimbulkan pencemaran udara.
c. Pembuatan kompos: untuk proses pengolahan sampah, proses pembuatan
kompos baik bahan baku, tempat pembuatan maupun cara pembuatan
dapat dilakukan oleh siapapun dan dimanapun.
d. Energy recovery: transformasi sampah menjadi energi, baik energi panas
maupun energi listrik. Metode ini telah banyak berkembang di negara-
negara maju yaitu pada instalasi yang cukup besar dengan kapasitas ±300
ton/hari dapat dilengkapi dengan pembangkit tenaga listrik sehingga
energi listrik (± 96.000 MWH/tahun) yang dihasilkan dapat dimanfaatkan
untuk menekan biaya proses pengelolaan.

2.2.5 Pemindahan dan Pengangkutan Sampah


Proses pemindahan sampah terdapat pada pengelolaan sampah
dengan pengumpulan secara tidak langsung. Proses ini diperlukan untuk
kondisi daearah pelayanan yang tidak memungkinkan penerapan
pengumpulan dengan kendaraan truk secara langsung, dikarenakan lebar
jalan yang tidak mendukung atau faktor lain. Lokasi pemindahan juga
dapat bersifat terpusat (pola transfer depo) atau tersebar. Fungsi lokasi
pemindahan terpusat adalah proses pemindahan, penyimpanan alat,
perawatan ringan, dan proses pengendalian. Sedangkan fungsi lokasi
pemindahan tersebar adalah untuk proses pemindahan dan penyimpanan
alat.
Pengangkutan sampah dalam hal ini adalah kegiatan pengangkutan
sampah yang telah dikumpulkan di TPS (transfer depo) atau langsung dari
tempat sumber sampah ke TPA.

9
PENGELOLAAN SAMPAH
Annisa Muthiya (082.013.005)

2.2.6 Tempat Pengumpulan Sementara (TPS)


TPS adalah suatu lokasi atau tempat yang digunakan untuk
menampung sementara sampah yang telah terkumpul sebelum diangkut ke
TPA.

2.2.6 Pemrosesan Akhir Sampah


Tempat pemrosesan akhir adalah suatu lokasi yang berfungsi sebagai
tempat terjadinya proses akhir dari pengelolaan sampah agar sampah yang
dibuang dan tidak dapat dimanfaatkan lagi dapat dibuang ke lingkungan
dengan aman dan tidak mencemari lingkungan.

10
PENGELOLAAN SAMPAH
Annisa Muthiya (082.013.005)

BAB III
GAMBARAN UMUM WILAYAH

3.1 Daerah Perencanaan


Kota yang akan direncanakan pada pengelolaan sampah ini adalah Kota
Kucing. Kota Kucing ini memiliki luas wilayah sebesar 182.8595 Ha. Skala peta
kota perencanaan ini yaitu 1:15.000. Kota Kucing ini terdiri dari daerah domestik
dan nondomestik. Daerah domestik dibagi menjadi tiga daerah dengan kepadatan
penduduk yang berbeda berdasarkan perbandingannya dan juga dibagi sesuai
dengan jenis pendapatnnya, yaitu high, medium, dan low income.
Blok dengan high income ditentukan dari letak blok tersebut yang dekat
dengan perkantoran, hotel, dan toko. Blok dengan low income ditentukan dari
posisinya yang berdekatan dengan pasar, sekolah, industri, dan masjid. Blok
medium income adalah blok yang terletak ditengah-tengah blok high dan low
income. Pada tabel 3.1 di bawah ini dapat dilihat data kepadatan penduduk daerah
domestik ( perumahan ) pada awal tahun perencanaan (2015).
Tabel 3.1 Data Kepadatan Penduduk
Daerah A 329 jiwa/Ha

Daerah B 312 jiwa/Ha

Daerah C 166 jiwa/Ha

Berikut adalah data pertambahan penduduk dari tahun 2000-2009 yang


dapat dilihat pada tabel di bawah ini :
Tabel 3.2 Jumlah penduduk 2000-2009

Tahun Jumlah Penduduk (jiwa)


2000 71251
2001 72676
2002 74275
2003 76055
2004 77959

11
PENGELOLAAN SAMPAH
Annisa Muthiya (082.013.005)

Tahun Jumlah Penduduk (jiwa)


2005 80142
2006 82466
2007 85022
2008 87828
2009 91078
Kepadatan penduduk untuk daerah nondomestik, yaitu rumah sakit (RS),
sekolah (S), hotel (H), masjid (M), pasar (Ps), sekolah (S), toko (T), industri (I)
dan kantor (K) mempunyai nilai kepadatan yang sudah diberi nilai kepadatannya.
Dibawah ini adalah data daerah nondomestik di Kota Kucing pada tahun 2015.
Tabel 3.3 Data Sarana Kota
Sarana Lokasi Jumlah

Perkantoran K1 2100 pegawai

K2 1650 pegawai

K3 3100 pegawai

K4 7750 pegawai

Sekolah S1 65 murid

S2 250 murid

S3 370 murid

Rumah Sakit RS 90 tempat tidur

Hotel H1 75 tempat tidur

H2 110 tempat tidur

Mesjid M1 -

M2 -

12
PENGELOLAAN SAMPAH
Annisa Muthiya (082.013.005)

Sarana Lokasi Jumlah

Pertokoan/Plaza T1 80 toko

T2 105 toko

Pasar Tradisional P1 -

P2 -

Kawasan Industri I1 -

Tingkat kepadatan penduduk mempengaruhi timbulan sampah dari


masyarakat yang tinggal di daerah tersebut. Semakin banyak kepadatan penduduk
di suatu daerah maka timbulan sampah yang ada semakin banyak. Sedangkan jika
semakin sedikit penduduknya maka semakin sedikit pula timbulan sampah yang
dihasilkan.

3.2 Pola Pewadahan


Masyarakat pada Kota Kucing memiliki dua pola pewadahan sampah yang
ditentukan berdasarkan jenis pendapatan, banyaknya jumlah penduduk, dan jenis
jalan dalam suatu daerah. Dua Pola Pewadahan tersebut, yaitu pola langsung dan
tidak langsung.
Pola langsung terbagi menjadi dua, yaitu individual dan komunal langsung.
Pola individual langsung ditujukan kepada masyarakat dengan pendapatan high
dan medium yang berada pada jenis jalan besar atau sedang sehingga dapat
dimasuki truk pengangkut. Pola komunal langsung ditujukan kepada masyarakat
dengan jenis pendapatan low dan daerah nondomestik yang berada pada jalan
besar dan sedang.
Pola tidak langsung terbagi menjadi dua, yaitu individual dan komunal
langsung. Pola individual tidak langsung ditujukan kepada masyarakat dengan
pendapatan high dan medium yang berada pada jenis jalan kecil sehingga hanya
dapat dimasuki gerobak atau gerobak motor untuk mengumpulkan sampah ke
TPS. Pola komunal langsung ditujukan kepada masyarakat dengan jenis

13
PENGELOLAAN SAMPAH
Annisa Muthiya (082.013.005)

pendapatan low dan daerah nondomestik yang berada pada jalan sedang dan kecil
sehingga hanya dapat dimasuki gerobak atau gerobak motor untuk mengumpulkan
sampah ke TPS.
Pada Kota Kucing digunakan 5 macam wadah, yaitu tong 40 L dan 120 L
untuk pola individual langsung dan tidak langsung serta tong 240 L, 500L, dan
kontainer 8000 L untuk pola komunal langsung dan tidak langsung.

3.3 Pola Pengangkutan


Masyarakat pada Kota Kucing memliki dua pola pengangkutan, yaitu
langsung dan tidak langsung yang ditentukan berdasarkan tipe jalan pada daerah
yang dilayani. Pada pola langsung, sampah diangkut dengan truk, yaitu Dump
Truck dan Armroll Truck dan sampah yang diangkut berasal dari daerah dengan
pola individul langsung dan komunal langsung karena daerah ini terdapat pada
jalan yang besar dan sedang sehingga dapat mudah dimasuki truk.
Pada pola tidak langsung, sampah dikumpulkan ke TPS dengan gerobak atau
gerobak motor terlebuh dahulu kemudian pada TPS sampah akan diangkut ke
TPA dan sampah berasal dari daerah dengan pola individual dan komunal tidak
langsung karena daerah berada pada jalan sedang dan kecil sehingga tidak dapat
langsung dimasuki oleh truk.
Kapasitas kontainer yang diberikan sebesar 8 m3, gerobak sebesar 1 m3, dan
Dump Truck 6 m3. Densitas wadah yang diberikan sebesar 0,15 ton/m3, gerobak
sebesar 0,25 ton/m3, dan Dump Truck sebesar 0,3 ton/m3. Ritasi yang diberikan
untuk gerobak per hari adalah sebnayak 3 kali, Dump Truck dan Armroll Truck 1
rit/hari.

14
PENGELOLAAN SAMPAH
Annisa Muthiya (082.013.005)

BAB IV
PERENCANAAN DAN ANALISIS DATA

4.1 Timbulan Sampah


4.1.1 Prediksi Penduduk
4.1.1.1 Metode Aritmatika
Pada metode aritmatika ini pertumbuhan penduduk adalah suatu
pertumbuhan dengan jumlah yang hampir sama setiap pada tahunnya dan
tingkat pertumbuhannya tidak terlalu mencolok. laju pertumbuhan penduduk
diasumsikan konstan, dan secara matematis dapat diekspresikan sebagai:
Rumus:
dP  Ka
dt
Pf = Pi + Ka ( Tf – Ti)
( Pf – Pi )
Ka =
( Tf – Ti)
dimana:

Pf : Jumlah penduduk pada tahun perencanaan


Pi : Jumlah penduduk pada saat ini
Tf : Tahun perencanaan
Ti : Tahun saat ini
Ka : Konstanta aritmatik

15
PENGELOLAAN SAMPAH
Annisa Muthiya (082.013.005)

Tabel 4.1 Data Prediksi Jumlah Penduduk Berdasarkan Metode Aritmatika


Tahun Pi Ka Pf (Pi-Pf)^2
2000 71251 71251 0
2001 72676 1425 73454 605284
2002 74275 1599 75657 1909924
2003 76055 1780 77860 3258025
2004 77959 1904 80063 4426816
2005 80142 2183 82266 4511376
2006 82466 2324 84469 4012009
2007 85022 2556 86672 2722500
2008 87828 2806 88875 1096209
2009 91078 3250 91078 0
Total 19827 22542143
Rata-rata 2203
Standar deviasi 1582.6189

4.1.1.2 Metode Geometrik


Pertumbuhan populasi bertambah secara eksponensial (deret ukur) sesuai
dengan formula dibawah ini,dengan Kg adalah konstanta Geometrik

Rumus :

ln Pf = ln pi + Kg (tf-ti)
kg = (ln Pf-ln Pi)/(tf-ti)

dimana: Pf : Jumlah penduduk pada tahun perencanaan


Pi : Jumlah penduduk pada saat ini
Tf : Tahun perencanaan
Ti : Tahun saat ini
Kg : Konstanta geometrik

16
PENGELOLAAN SAMPAH
Annisa Muthiya (082.013.005)

Tabel 4.2 Data Prediksi Jumlah Penduduk Berdasarkan Metode Geometrik


Tahun Pi ln P Kg Ln Pf Pf Pi-Pf (Pi-Pf)^2
2000 71251 11.17396 11.17396 71251 0 0
2001 72676 11.19377 0.0198 11.20078 73188 -511.65 261788
2002 74275 11.21553 0.02176 11.2276 75177 -901.94 813502
2003 76055 11.23921 0.02368 11.25442 77220 -1165.3 1357936
2004 77959 11.26394 0.02473 11.28124 79319 -1360.2 1850162
2005 80142 11.29156 0.02762 11.30805 81475 -1333.2 1777310
2006 82466 11.32014 0.02859 11.33487 83690 -1223.7 1497465
2007 85022 11.35067 0.03052 11.36169 85964 -942.45 888220
2008 87828 11.38314 0.03247 11.38851 88301 -473.03 223756
2009 91078 11.41947 0.03634 11.41532 90701 376.888 142045
total 8812183
Rata-rata 0.02682
Standar
938.732
deviasi

4.1.1.3 Metode Bunga-Berbunga


Pertumbuhan penduduk secara bunga berbunga adalah pertumbuhan
dimana angka pertumbuhannya sama untuk setiap tahunnya.
Rumus: Pf = Pi ( 1 + r ) n
r = x1 . x2 . ……. xn ⁿ
dimana: Pf = Jumlah penduduk pada tahun perencanaan
Pi = Jumlah penduduk saat ini
r = persentase kenaikan penduduk per tahun
n = Jumlah tahun (Tf-Ti)
Tf = Tahun perencanaan
Ti = Tahun data terakhir

17
PENGELOLAAN SAMPAH
Annisa Muthiya (082.013.005)

Tabel 4.3 Data Prediksi Jumlah Penduduk Berdasarkan Metode Bunga


Berbunga
Tahun Pi r Pf Pi-Pf Pi-Pf^2
2000 71251 71251 0 0
2001 72676 0.02 73188 -512.1 262249
2002 74275 0.022 75178 -902.87 815171
2003 76055 0.02396 77222 -1166.7 1361259
2004 77959 0.02503 79321 -1362.2 1855476
2005 80142 0.028 81478 -1335.7 1783999
2006 82466 0.029 83693 -1226.8 1505035
2007 85022 0.03099 85968 -946.16 895212
2008 87828 0.033 88305 -477.37 227886
2009 91078 0.037 90706 371.866 138285
total 8844571
Rata-rata 0.02719
Standar deviasi 991.327

4.1.2 Metode terpilih


4.1.2.1 Perbandingan SD beberapa metode
Perhitungan prediksi jumlah penduduk dilakukan dengan ketiga metode
tersebut dimulai dari tahun 2010-2030 Dengan rumus korelasi yang didapat
dari ketiga metode dipilih satu yang paling cocok yaitu yang mempunyai
standar deviasi terkecil.
Standar deviasi tersebut :
1. Metode aritmatika : 1582.6189
2. Metode geometri : 938.732
3. Metode bunga berbunga : 991.327
Dari 3 metode yang digunakan untuk menghitung laju pertumbuhan
penduduk, metode geometri mempunyai standard deviasi yang paling kecil.

18
PENGELOLAAN SAMPAH
Annisa Muthiya (082.013.005)

Dengan demikian, maka dalam memprediksi jumlah penduduk pada tahun


perencanaan digunakan metode Geometrik

Grafik 4.1 Grafik Perbandingan beberapa Metode

4.1.3 Prediksi jumlah penduduk


Setelah didapat metode mana yang digunakan dalam memprediksi jumlah
penduduk kita dapat menentukan prediksi jumlah penduduk pada tahun
perencanaan. Rumus Umum:

= Kg
ln Pf = ln Pi + Kg (tf – ti)
Contoh :
Kg rata-rata = 0.02682
ln P2020 = ln P2009 + {Kgrata-rata 2020-2009)}
ln P2020 = 11.41947+ {0.02682(11)}
ln P2020 = 11,71449
P2020 = 122329

19
PENGELOLAAN SAMPAH
Annisa Muthiya (082.013.005)

Berikut hasil prediksi jumlah penduduk pada tahun perencanaan:


Tabel 4.4 Prediksi Jumlah Penduduk Tahun 2010-2030
Jumlah
Tahun ln P
Penduduk

2010 11.44629 93554

2011 11.47311 96096

2012 11.49993 98708

2013 11.52674 101391

2014 11.55356 104147

2015 11.58038 106978

2016 11.6072 109886

2017 11.63401 112873

2018 11.66083 115940

2019 11.68765 119092

2020 11.71447 122329

2021 11.74129 125654

2022 11.7681 129069

2023 11.79492 132577

2024 11.82174 136181

2025 11.84856 139882

2026 11.87538 143685

20
PENGELOLAAN SAMPAH
Annisa Muthiya (082.013.005)

Jumlah
Tahun ln P
Penduduk

2027 11.90219 147590

2028 11.92901 151602

2029 11.95583 155722

2030 11.98265 159955

Prediksi Jumlah Penduduk


2010-2030
180000
160000
140000
120000
100000
80000 Prediksi jumlah
60000 penduduk
40000
20000
0
2016
2010
2012
2014

2018
2020
2022
2024
2026
2028
2030

Grafik 4.2 Prediksi Jumlah Penduduk 2010-2030

21
PENGELOLAAN SAMPAH
Annisa Muthiya (082.013.005)

4.1.4 Volume Timbulan Sampah


Proyeksi timbulan sampah yang dihasilkan di suatu kota merupakan
hal penting yang harus diketahui dalam merencanakan pengelolaan
sampah kota. Dalam perhitungan tugas ini ada beberapa hal yang perlu
dipertimbangkan, yaitu :
1. Luas daerah tiap Kota Kucing untuk mencari data jumlah penduduk
pada akhir tahun perencanaan.
2. Perhitungan proyeksi jumlah penduduk pada tahun perencanaan.
3. Volume timbulan sampah sesuai dengan jumlah penduduk pada tahun
perencanaan.
Pada perencanaan pengelolaan sampah Kota Kucing yang sebagian
besar wilayahnya diperuntukkan untuk perumahan penduduk. Adapun
rasio daerah domestik dan nondomestik Kota Kucing yaitu sebesar 79%
dan 21%, dengan laju timbulan sampah domestik berdasarkan SNI 19-
3964-1994 untuk high income (permanen) adalah 2,25 L/org/hari, medium
income (semipermanen) adalah 2 L/org/hari, dan low income
(nonpermanen) adalah 1,75 L/org/hari. Laju timbulan sampah untuk
nondomestik, yaitu hotel sebesar 0,6 L/bed/hari, kantor sebesar 0,6
L/pegawai/hari, sekolah sebesar 0,15 L/murid/hari, rumah sakit sebesar 0,6
L/bed/hari, toko sebesar 2,5 L/org/hari, masjid sebesar 0,2 L/m2/hari, pasar
sebesar 0,3 L/m2/hari, industri sebesar 0,54 L/pegawai/hari, jalan
besar(kelas 1) sebesar 0,015 L/m/hari, jalan sedang(kelas 2) sebesar 0,010
L/m/hari, dan jalan kecil (kelas 3) sebesar 0,005 L/m/hari.
Adapun beberapa rumus perhitungan yang digunakan sebagai berikut :
1. Timbulan sampah domestik (L/hari)

jumlah penduduk x laju timbulan sampah per orang

2. Timbulan sampah non domestik (L/hari)

jumlah org atau luas atau panjang)x laju timbulan sampah

22
PENGELOLAAN SAMPAH
Annisa Muthiya (082.013.005)

3. Total timbulan sampah (m3/hari)


𝑡𝑖𝑚𝑏𝑢𝑙𝑎𝑛 𝑠𝑎𝑚𝑝𝑎ℎ 𝑑𝑜𝑚𝑒𝑠𝑡𝑖𝑘 + 𝑡𝑖𝑚𝑏𝑢𝑙𝑎𝑛 𝑠𝑎𝑚𝑝𝑎ℎ 𝑛𝑜𝑛𝑑𝑜𝑚𝑒𝑠𝑡𝑖𝑘
1000

Pada Kota Kucing dilakukan pengelolaan sampah 3R di sumber dengan 3


skenario (optimis, moderate, dan pesimis) agar timbulan sampah di sumber dapat
dikurangi sehingga jumlah alat pengangkut dan pengumpul juga dapat dikurangi
jadi biaya pengelolaan sampah di kota tersebut dapat diminimalisir. Ratio
pengelolaan sampah 3R pada Kota Kucing dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 4.5 Ratio Pengelolaan Sampah 3R Skenario Optimis di Sumber Pada


Kota Kucing
Sampah 3R Sumber Kriteria Target (%)
Jangka Pendek 1-2 tahun 2%
Jangka Menengah 3 tahun 5%
Jangka Panjang 6 tahun 10%

Tabel 4.6 Ratio Pengelolaan Sampah 3R Skenario Moderate di Sumber Pada


Kota Kucing
Sampah 3R Sumber Kriteria Target (%)
Jangka Pendek 1-2 tahun 1%
Jangka Menengah 3 tahun 4%
Jangka Panjang 6 tahun 10%

Tabel 4.7 Ratio Pengelolaan Sampah 3R Skenario Pesimis di Sumber Pada


Kota Kucing
Sampah 3R Sumber Kriteria Target (%)
Jangka Pendek 1-2 tahun 1%
Jangka Menengah 3 tahun 3%
Jangka Panjang 6 tahun 6%
Rumus untuk menghitung volume timbulan sampah setelah dilakukan
pengelolaan sampah 3R sebagai berikut :

(100%-ratio 3R sumber) x timbulan sampah total

23
PENGELOLAAN SAMPAH
Annisa Muthiya (082.013.005)

Tabel 4.8 Perhitungan Timbulan Sampah Domestik serta Laju Timbulan


Kriteria Jumlah Persen Jumlah Penduduk per Kriteria Volume Timbulan Total
Tahun
Pendapatan Penduduk Pelayanan Pendapatan Laju Sampah Timbulan
High 0,28 29954 2,25 67396
2015 Medium 106978 0,33 35303 2 70605 211014
Low 0,39 41721 1,75 73012
High 0,28 30768 2,25 69228
2016 Medium 109886 0,33 36262 2 72525 216750
Low 0,39 42855 1,75 74997
High 0,28 31604 2,25 71110
2017 Medium 112873 0,33 37248 2 74496 222641
Low 0,39 44020 1,75 77036
High 0,28 32463 2,25 73043
2018 Medium 115940 0,33 38260 2 76521 228693
Low 0,39 45217 1,75 79129
High 0,28 33346 2,25 75028
2019 Medium 119092 0,33 39300 2 78601 234909
Low 0,39 46446 1,75 81280
High 0,28 34252 2,25 77067
2020 Medium 122329 0,33 40369 2 80737 241294
Low 0,39 47708 1,75 83489
High 0,28 35183 2,25 79162
2021 Medium 125654 0,33 41466 2 82932 247852
Low 0,39 49005 1,75 85759
High 0,28 36139 2,25 81314
2022 Medium 129069 0,33 42593 2 85186 254589
Low 0,39 50337 1,75 88090
High 0,28 37122 2,25 83524
2023 Medium 132577 0,33 43751 2 87501 261509
Low 0,39 51705 1,75 90484
High 0,28 38131 2,25 85794
2024 Medium 136181 0,33 44940 2 89879 268617
Low 0,39 53111 1,75 92943
High 0,28 39167 2,25 88126
2025 Medium 139882 0,33 46161 2 92322 275918
Low 0,39 54554 1,75 95470

24
PENGELOLAAN SAMPAH
Annisa Muthiya (082.013.005)

Tabel 4.9 Perhitungan Timbulan Sampah Nondomestik serta Laju Timbulan


LAJU VOLUME
SUMBER PANJANG/LUAS TIMBULAN PEGAWAI/MURID/ORANG TIMBULAN
SAMPAH SAMPAH
H1 36000 0,600 1800 1,08
H2 26550 0,600 2000 1,20
K1 113400 0,600 1800 1,08
K2 55350 0,600 2700 1,62
K3 56250 0,600 600 0,36
K4 27225 0,600 3000 1,80
S1 75150 0,150 1500 0,23
S2 126225 0,150 800 0,12
S3 31275 0,150 1000 0,15
RS 115000 0,600 600 0,36
T1 106400 2,500 600 1,50
T2 80300 2,500 500 1,25
M1 13700 0,200 2,74
M2 25900 0,200 5,18
M3 47000 0,200 9,40
P1 25000 0,300 600 0,18
P2 25000 0,300 450 0,14
I1 223700 0,540 2000 1,08
JALAN
21675 0,015
KELAS 1 0,33
JALAN
22875 0,010
KELAS 2 0,23
JALAN
15900 0,005
KELAS 3 0,08

25
PENGELOLAAN SAMPAH
Annisa Muthiya (082.013.005)

Tabel 4.10 Perhitungan Volume Timbulan Sampah setelah dilakukan 3R Skenario Optimis

No Uraian Satuan
2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025

1 Jumlah Penduduk Jiwa 106978 109886 112873 115940 119092 122329 125654 129069 132577 136181 139882

2 Timbulan Sampah

a. Domestik

High (2.25 L/org/hari) m3/hari 67,4 69,2 71,1 73,0 75,0 77,1 79,2 81,3 83,5 85,8 88,1

Middle(2 L/org/hari) m3/hari 70,6 72,5 74,5 76,5 78,6 80,7 82,9 85,2 87,5 89,9 92,3

Low (1.75 L/org/hari) m3/hari 73,0 75,0 77,0 79,1 81,3 83,5 85,8 88,1 90,5 92,9 95,5

*Total timbulan sampah domestik m3/hari 211 217 223 229 235 241 248 255 262 269 276

b. Non Domestik

26
PENGELOLAAN SAMPAH
Annisa Muthiya (082.013.005)

No Uraian Satuan
2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025

Kantor 4,86000 4,9572 5,05634 5,15747 5,26062 5,36583 5,47315 5,58261 5,694265 5,80815 5,924313

Masjid 17,320 17,6664 18,0197 18,3801 18,7477 19,1227 19,5051 19,8952 20,29314 20,699 21,11298

Sekolah 0,4950 0,5049 0,515 0,5253 0,5358 0,54652 0,55745 0,5686 0,579971 0,591571 0,603402

Pertokoan 2,750 2,805 2,8611 2,91832 2,97669 3,03622 3,09695 3,15889 3,222063 3,286505 3,352235

Pasar 0,3150 0,3213 0,32773 0,33428 0,34097 0,34779 0,35474 0,36184 0,369073 0,376454 0,383983

Hotel 3,3600 3,4272 3,49574 3,56566 3,63697 3,70971 3,78391 3,85958 3,936776 4,015511 4,095821

Rumah Sakit 0,3600 0,3672 0,37454 0,38203 0,38968 0,39747 0,40542 0,41353 0,421797 0,430233 0,438838

Industri 1,080 1,1016 1,12363 1,1461 1,16903 1,19241 1,21626 1,24058 1,265392 1,2907 1,316514

27
PENGELOLAAN SAMPAH
Annisa Muthiya (082.013.005)

No Uraian Satuan
2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025

*Total timbulan sampah nondomestik m3/hari 30,540 31,151 31,774 32,409 33,057 33,719 34,393 35,081 35,782 36,498 37,228

Total Timbulan Sampah m3/hari 242 248 254 261 268 275 282 290 297 305 313

3 Total Sampah 3R di sumber

a Ratio 3R di sumber % 1% 2% 3% 4% 5% 6% 7% 8% 9% 10% 10%

b Timbulan Sampah m3/hari 242 248 254 261 268 275 282 290 297 305 313

c Total Timbulan Sampah 3R di sumber m3/hari 2 5 8 10 13 17 20 23 27 31 31

d Total Timbulan Sampah Kota m3/hari 239 243 247 251 255 259 262 266 271 275 282

28
PENGELOLAAN SAMPAH
Annisa Muthiya (082.013.005)

Tabel 4.11 Perhitungan Volume Timbulan Sampah setalah dilakukan 3R Skenario Moderate

No Uraian Satuan
2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025

1 Jumlah Penduduk Jiwa 106978 109886 112873 115940 119092 122329 125654 129069 132577 136181 139882

2 Timbulan Sampah

a. Domestik

High (2.25 L/org/hari) m3/hari 67,4 69,2 71,1 73,0 75,0 77,1 79,2 81,3 83,5 85,8 88,1

Middle(2 L/org/hari) m3/hari 70,6 72,5 74,5 76,5 78,6 80,7 82,9 85,2 87,5 89,9 92,3

Low (1.75 L/org/hari) m3/hari 73,0 75,0 77,0 79,1 81,3 83,5 85,8 88,1 90,5 92,9 95,5

*Total timbulan sampah domestik m3/hari 211 217 223 229 235 241 248 255 262 269 276

b. Non Domestik

Kantor 4,86000 4,9572 5,05634 5,15747 5,26062 5,36583 5,47315 5,58261 5,694265 5,80815 5,924313

29
PENGELOLAAN SAMPAH
Annisa Muthiya (082.013.005)

No Uraian Satuan
2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025

Masjid 17,320 17,6664 18,0197 18,3801 18,7477 19,1227 19,5051 19,8952 20,29314 20,699 21,11298

Sekolah 0,4950 0,5049 0,515 0,5253 0,5358 0,54652 0,55745 0,5686 0,579971 0,591571 0,603402

Pertokoan 2,750 2,805 2,8611 2,91832 2,97669 3,03622 3,09695 3,15889 3,222063 3,286505 3,352235

Pasar 0,3150 0,3213 0,32773 0,33428 0,34097 0,34779 0,35474 0,36184 0,369073 0,376454 0,383983

Hotel 3,3600 3,4272 3,49574 3,56566 3,63697 3,70971 3,78391 3,85958 3,936776 4,015511 4,095821

Rumah Sakit 0,3600 0,3672 0,37454 0,38203 0,38968 0,39747 0,40542 0,41353 0,421797 0,430233 0,438838

Industri 1,080 1,1016 1,12363 1,1461 1,16903 1,19241 1,21626 1,24058 1,265392 1,2907 1,316514

*Total timbulan sampah nondomestik m3/hari 30,540 31,151 31,774 32,409 33,057 33,719 34,393 35,081 35,782 36,498 37,228

Total Timbulan Sampah m3/hari 242 248 254 261 268 275 282 290 297 305 313

3 Total Sampah 3R di sumber

30
PENGELOLAAN SAMPAH
Annisa Muthiya (082.013.005)

No Uraian Satuan
2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025

a Ratio 3R di sumber % 1% 1% 2% 3% 4% 5% 6% 7% 8% 9% 10%

b Timbulan Sampah m3/hari 242 248 254 261 268 275 282 290 297 305 313

c Total Timbulan Sampah 3R di sumber m3/hari 2 2 5 8 11 14 17 20 24 27 31

d Total Timbulan Sampah Kota m3/hari 239 245 249 253 257 261 265 269 274 278 282

31
PENGELOLAAN SAMPAH
Annisa Muthiya (082.013.005)

Tabel 4.12 Perhitungan Volume Timbulan Sampah setalah dilakukan 3R Skenario Pesimis

No Uraian Satuan
2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025

1 Jumlah Penduduk Jiwa 106978 109886 112873 115940 119092 122329 125654 129069 132577 136181 139882

2 Timbulan Sampah

a. Domestik

High (2.25 L/org/hari) m3/hari 67,4 69,2 71,1 73,0 75,0 77,1 79,2 81,3 83,5 85,8 88,1

Middle(2 L/org/hari) m3/hari 70,6 72,5 74,5 76,5 78,6 80,7 82,9 85,2 87,5 89,9 92,3

Low (1.75 L/org/hari) m3/hari 73,0 75,0 77,0 79,1 81,3 83,5 85,8 88,1 90,5 92,9 95,5

*Total timbulan sampah domestik m3/hari 211 217 223 229 235 241 248 255 262 269 276

b. Non Domestik

Kantor 4,86000 4,9572 5,05634 5,15747 5,26062 5,36583 5,47315 5,58261 5,694265 5,80815 5,924313

32
PENGELOLAAN SAMPAH
Annisa Muthiya (082.013.005)

No Uraian Satuan
2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025

Masjid 17,320 17,6664 18,0197 18,3801 18,7477 19,1227 19,5051 19,8952 20,29314 20,699 21,11298

Sekolah 0,4950 0,5049 0,515 0,5253 0,5358 0,54652 0,55745 0,5686 0,579971 0,591571 0,603402

Pertokoan 2,750 2,805 2,8611 2,91832 2,97669 3,03622 3,09695 3,15889 3,222063 3,286505 3,352235

Pasar 0,3150 0,3213 0,32773 0,33428 0,34097 0,34779 0,35474 0,36184 0,369073 0,376454 0,383983

Hotel 3,3600 3,4272 3,49574 3,56566 3,63697 3,70971 3,78391 3,85958 3,936776 4,015511 4,095821

Rumah Sakit 0,3600 0,3672 0,37454 0,38203 0,38968 0,39747 0,40542 0,41353 0,421797 0,430233 0,438838

Industri 1,080 1,1016 1,12363 1,1461 1,16903 1,19241 1,21626 1,24058 1,265392 1,2907 1,316514

*Total timbulan sampah nondomestik m3/hari 30,540 31,151 31,774 32,409 33,057 33,719 34,393 35,081 35,782 36,498 37,228

Total Timbulan Sampah m3/hari 242 248 254 261 268 275 282 290 297 305 313

3 Total Sampah 3R di sumber

33
PENGELOLAAN SAMPAH
Annisa Muthiya (082.013.005)

No Uraian Satuan
2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025

a Ratio 3R di sumber % 0% 1% 2% 3% 3% 3% 3% 4% 5% 6% 6%

b Timbulan Sampah m3/hari 242 248 254 261 268 275 282 290 297 305 313

c Total Timbulan Sampah 3R di sumber m3/hari 0 2 5 8 8 8 8 12 15 18 19

d Total Timbulan Sampah Kota m3/hari 242 245 249 253 260 267 274 278 282 287 294

34
PENGELOLAAN SAMPAH
Annisa Muthiya (082.013.005)

4.2 Pewadahan
Dalam perencanaan Kota Kucing ini, pengumpulan sampah juga
diperlukan pewadahan sampah tersebut, baik sampah yang berasal dari
domestik maupun sampah yang berasal dari nondomestik untuk merencakan
teknis operasional persampahan dengan menentukan jenis wadah yang
digunakan, yaitu bin 40 L untuk sampah high income dan sampah jalan, bin
120 L untuk pertokoan, bin 240 L untuk sampah medium income, dan
kontainer 8000 L untuk low income dan daerah nondomestik lainnya.
Untuk dapat mengetahui jumlah wadah yang dibutuhkan berikut
perhitungannya:

𝑡𝑖𝑚𝑏𝑢𝑙𝑎𝑛 𝑠𝑎𝑚𝑝𝑎ℎ (𝑚3-/ℎ𝑎𝑟𝑖)


𝑊𝑎𝑑𝑎ℎ (𝑢𝑛𝑖𝑡) =
(𝑘𝑎𝑝𝑎𝑠𝑖𝑡𝑎𝑠 𝑤𝑎𝑑𝑎ℎ (𝑙𝑖𝑡𝑒𝑟)/1000)

Setiap tahun selama 10 tahun perencanaan, jumlah wadah akan terus


bertambah sehingga terdapat penambahan pada tabel dibawah. Adapun rumus
penambahan wadah adalah sebagai beriktu :

𝑃𝑒𝑛𝑎𝑚𝑏𝑎ℎ𝑎𝑛 (𝑢𝑛𝑖𝑡) =
𝐾𝑒𝑏𝑢𝑡𝑢ℎ𝑎𝑛 𝑤𝑎𝑑𝑎ℎ 𝑡𝑎ℎ𝑢𝑛 𝑏𝑒𝑟𝑖𝑘𝑢𝑡𝑛𝑦𝑎 − 𝐾𝑒𝑏𝑢𝑡𝑢ℎ𝑎𝑛 𝑤𝑎𝑑𝑎ℎ 𝑑𝑖 𝑡𝑎ℎ𝑢𝑛 𝑡𝑒𝑟𝑠𝑒𝑏𝑢𝑡

Usia wadah adalah 2 tahun sehingga setelah 2 tahun wadah harus diganti.
Jadi, pengadaan wadah adalah jumlah kebutuhan wadah/ jumlah penambahan/
jumlah penambahan + jumlah penggantian.
Berikut adalah tabel kebutuhan wadah pada Kota Kucing :

35
PENGELOLAAN SAMPAH
Annisa Muthiya (082.013.005)

Tabel 4.13 Kebutuhan Wadah Kota Kucing

No Komponen Satuan 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025
1 SAMPAH DOMESTIK
1. Sampah Terlayani m3/hari Sampah Total
High (Bin 40 L) 67,4 69,2 71,1 73,0 75,0 77,1 79,2 81,3 83,5 85,8 88,1
Medium ( Bin 240 L) 70,6 72,5 74,5 76,5 78,6 80,7 82,9 85,2 87,5 89,9 92,3
Low (Kontainer 8000 L) 73,0 75,0 77,0 79,1 81,3 83,5 85,8 88,1 90,5 92,9 95,5
2.Peralatan Pokok
a.Pewadahan
tong 40 L unit Kebutuhan 1685 1731 1778 1826 1876 1927 1979 2033 2088 2145 2203
Penambahan 46 47 48 50 51 52 54 55 57 58
Penggantian 1685 1731 1778 1826 1876 1927 1979 2033
Pengadaan 1685 46 47 1733 1780 1829 1878 1929 1982 2036 2091
tong 240 L unit Kebutuhan 294 302 310 319 328 336 346 355 365 374 385
Penambahan 8 8 8 9 9 9 9 10 10 10
Penggantian 294 302 310 319 328 336 346 355
Pengadaan 294 8 8 303 311 319 328 337 346 355 365
tong 8000 L unit Kebutuhan 9 9 10 10 10 10 11 11 11 12 12
Penambahan 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
Penggantian 9 9 10 10 10 10 11 11
Pengadaan 9 0 0 9 10 10 10 10 11 11 11
SAMPAH
2
NONDOMESTIK

36
PENGELOLAAN SAMPAH
Annisa Muthiya (082.013.005)

No Komponen Satuan 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025
1. Sampah Terlayani m3/hari Sampah Total
Kantor (Kontainer Volume
4,8600 4,9572 5,056344 5,15747088 5,2606203 5,3658327 5,47314936 5,58261234 5,69426459 5,80814988 5,92431288
8000 L)
Masjid (Kontainer 8000 L) 17,3200 17,6664 18,019728 18,3801226 18,747725 19,1226795 19,5051331 19,8952358 20,2931405 20,6990033 21,1129834
Sekolah (Kontainer 8000
0,4950 0,5049 0,514998 0,52529796 0,53580392 0,54652 0,5574504 0,56859941 0,57997139 0,59157082 0,60340224
L)
Pertokoan (Bin 120 L) 2,7500 2,805 2,8611 2,918322 2,97668844 3,03622221 3,09694665 3,15888559 3,2220633 3,28650456 3,35223465
Pasar (Gerobak Sampah
0,3150 0,3213 0,327726 0,33428052 0,34096613 0,34778545 0,35474116 0,36183599 0,36907271 0,37645416 0,38398324
8000 L)
Hotel (Kontainer Volume
3,3600 3,4272 3,495744 3,56565888 3,63697206 3,7097115 3,78390573 3,85958384 3,93677552 4,01551103 4,09582125
8000 L)
Rumah Sakit (Kontainer
0,3600 0,3672 0,374544 0,38203488 0,38967558 0,39746909 0,40541847 0,41352684 0,42179738 0,43023332 0,43883799
8000 L)
Industri (Kontainer 8000 L) 1,0800 1,1016 1,123632 1,14610464 1,16902673 1,19240727 1,21625541 1,24058052 1,26539213 1,29069997 1,31651397
Jalan (Bin 40 L) 0,0006 0,000646 0,00065896 0,00067214 0,00068559 0,0006993 0,00071328 0,00072755 0,0007421 0,00075694 0,00077208
2.Peralatan Pokok
a.Pewadahan
tong 40 L unit Kebutuhan 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
Penambahan 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
Penggantian 1 1 1 1 1 1 1 1
Pengadaan 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1
tong 120 L unit Kebutuhan 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
Penambahan 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0
Penggantian 0 1 1 1 1 1 1 1
Pengadaan 0 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1
tong 8000 L unit Kebutuhan 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4

37
PENGELOLAAN SAMPAH
Annisa Muthiya (082.013.005)

No Komponen Satuan 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025
Penambahan 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
Penggantian 3 4 4 4 4 4 4 4
Pengadaan 3 0 0 4 4 4 4 4 4 4 4

38
PENGELOLAAN SAMPAH
Annisa Muthiya (082.013.005)

4.3 Pengumpulan
Pola pengumpulan sampah dari sumber ke TPS terdiri dari beberapa jenis,
yaitu:
1. Individual Tidak Langsung sebesar 19% dari total seluruh blok di Kota
Kucing.
2. Komunal Tidak Langsung sebesar 47% dari total seluruh blok di Kota
Kucing.
Adapun rumus timbulan sampah untuk masing-masing pola adalah sebagai
berikut:

𝑚3
% 𝑝𝑜𝑙𝑎 𝑥 𝑣𝑜𝑙𝑢𝑚𝑒 𝑡𝑖𝑚𝑏𝑢𝑙𝑎𝑛 𝑠𝑎𝑚𝑝𝑎ℎ ( )
ℎ𝑎𝑟𝑖

Dalam tahap pengumpulan sampah Kota Kucing ini sampah dikumpulkan


menggunakan gerobak sampah dan kemudian sampah dikumpulkan di TPS
dengan tingkat pelayanan sebagai berikut:
Tabel 4.14 Tingkat Pelayanan Pengumpulan Kota Kucing Skenario
Optimis
Target
Tingkat Pelayanan Pengumpulan Kriteria
(%)
Jangka Pendek 1-2 tahun 65%
Jangka Menengah 3 tahun 80%
Jangka Panjang 6 tahun 98%

Tabel 4.15 Tingkat Pelayanan Pengumpulan Kota Kucing Skenario


Moderate
Target
Tingkat Pelayanan Pengumpulan Kriteria
(%)
Jangka Pendek 1-2 tahun 52%
Jangka Menengah 3 tahun 65%
Jangka Panjang 6 tahun 98%

39
PENGELOLAAN SAMPAH
Annisa Muthiya (082.013.005)

Tabel 4.16 Tingkat Pelayanan Pengumpulan Kota Kucing Skenario


Pesimis
Target
Tingkat Pelayanan Pengumpulan Kriteria
(%)
Jangka Pendek 1-2 tahun 35%
Jangka Menengah 3 tahun 50%
Jangka Panjang 6 tahun 98%
Alat pengumpul yang berupa gerobak memiliki usia pakai, yaitu 5 tahun
sehingga setelah 5 tahun gerobak harus diganti. Tabel kebutuhan,
penambahan, penggantian, dan pengadaan alat pengumpul akan ditampilkan
pada tahap pengangkutan.
Pada TPS Kota Kucing, pengelolaan sampah 3R juga dilakukan untuk
mengurangi timbulan sampah yang akan dibawa ke TPA serta mengurangi
jumlah alat pengangkutan. Adapun ratio 3R pada tahap pengumpulan ini
adalah sebagai berikut :
Tabel 4.17 Ratio 3R di TPS Kota Kucing Skenario Optimis
Target
Sampah 3R TPS Kriteria
(%)
Jangka Pendek 1-2 tahun 5%
Jangka Menengah 3 tahun 15%
Jangka Panjang 6 tahun 20%

Tabel 4.18 Ratio 3R di TPS Kota Kucing Skenario Moderate


Target
Sampah 3R TPS Kriteria
(%)
Jangka Pendek 1-2 tahun 3%
Jangka Menengah 3 tahun 5%
Jangka Panjang 6 tahun 10%

Tabel 4.19 Ratio 3R di TPS Kota Kucing Skenario Pesimis


Target
Sampah 3R TPS Kriteria
(%)
Jangka Pendek 1-2 tahun 2%
Jangka Menengah 3 tahun 4%
Jangka Panjang 6 tahun 8%

40
PENGELOLAAN SAMPAH
Annisa Muthiya (082.013.005)

Adapun rumus residu sampah 3R di TPS adalah sebagai berikut:

(100%-ratio 3R sumber) x timbulan sampah total

Tabel perhitungan tahap pengumpulan akan ditampilkan pada tahap


pengangkutan.

4.4 Pengangkutan
Pola pengangkutan sampah terdiri dari beberapa jenis, yaitu:
1. Individual Tidak Langsung sebesar 19% dari total seluruh blok di Kota
Kucing.
2. Komunal Tidak Langsung sebesar 47% dari total seluruh blok di Kota
Kucing.
3. Pengangkutan dari TPS ke TPA.
Adapun rumus timbulan sampah untuk masing-masing pola adalah sebagai
berikut:
𝑚3
% 𝑝𝑜𝑙𝑎 𝑥 𝑣𝑜𝑙𝑢𝑚𝑒 𝑡𝑖𝑚𝑏𝑢𝑙𝑎𝑛 𝑠𝑎𝑚𝑝𝑎ℎ ( )
ℎ𝑎𝑟𝑖
Dalam tahap pengumpulan sampah Kota Kucing ini sampah diangkut
menggunakan Dump Truck dan Armroll Truck kemudian sampah diangkut ke
TPA dengan tingkat pelayanan sebagai berikut:
Tabel 4.20 Tingkat Pelayanan Pengangkutan Kota Kucing Skenario
Optimis
Target
Tingkat Pelayanan Pengangkutan Kriteria
(%)
Jangka Pendek 1-2 tahun 65%
Jangka Menengah 3 tahun 80%
Jangka Panjang 6 tahun 98%

41
PENGELOLAAN SAMPAH
Annisa Muthiya (082.013.005)

Tabel 4.21 Tingkat Pelayanan Pengangkutan Kota Kucing Skenario


Moderate
Target
Tingkat Pelayanan Pengangkutan Kriteria
(%)
Jangka Pendek 1-2 tahun 52%
Jangka Menengah 3 tahun 65%
Jangka Panjang 6 tahun 98%

Tabel 4.22 Tingkat Pelayanan Pengangkutan Kota Kucing Skenario


Pesimis
Target
Tingkat Pelayanan Pengangkutan Kriteria
(%)
Jangka Pendek 1-2 tahun 35%
Jangka Menengah 3 tahun 50%
Jangka Panjang 6 tahun 98%
Adapun rumus total timbulan sampah yang diangkut ke TPA adalah
sebagai berikut :

(100% - %pengangkutan) x timbulan sampah masing-masing pola

Berikut adalah tabel total timbulan sampah yang dikumpulkan ke TPS dan
diangkut ke TPA dari masing-masing skenario :

42
PENGELOLAAN SAMPAH
Annisa Muthiya (082.013.005)

Tabel 4.23 Timbulan Sampah yang dikumpulkan ke TPS, Residu Sampah 3R dan diangkut ke TPA Skenario Optimis

No Uraian Satuan
2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025
1 Pola
Individual Tidak Langsung (15%) m3/hari 36 36 37 38 38 39 39 40 41 41 42
Komunal Tidak Langsung (19%) m3/hari 45 46 47 48 48 49 50 51 51 52 54
Total Timbulan Sampah TPS m3/hari 81 83 84 85 87 88 89 91 92 93 96
Tingkat Pelayanan Pengumpulan % 50% 65% 70% 75% 80% 85% 90% 95% 96% 97% 98%
Timbulan Sampah yang dikumpulkan dari sumber ke TPS m3/hari 41 54 59 64 69 75 80 86 88 91 94
Ratio 3R di TPS % 4% 5% 6% 10% 15% 16% 17% 18% 19% 20% 20%
Timbulan Residu Sampah 3R di TPS m3/hari 39 51 55 58 59 63 67 71 72 72 75
Tingkat Pelayanan Pengangkutan % 50% 65% 70% 75% 80% 85% 90% 95% 96% 97% 98%
Timbulan Sampah yang dikumpulkan dari TPS ke TPA m3/hari 20 33 39 43 47 53 60 67 69 70 74
Pola
Individual Langsung (19%) m3/hari 45 46 47 48 48 49 50 51 51 52 54
Komunal Langsung(47%) m3/hari 112 114 116 118 120 122 123 125 127 129 132
Tingkat Pelayanan Pengangkutan % 50% 65% 70% 75% 80% 85% 90% 95% 96% 97% 98%
Timbulan Sampah dari Sumber ke TPA m3/hari 79 104 114 124 134 145 156 167 171 176 182
2 Total Timbulan Sampah ke TPA m3/hari 98 137 153 167 181 198 216 234 240 246 256

43
PENGELOLAAN SAMPAH
Annisa Muthiya (082.013.005)

Tabel 4.24 Timbulan Sampah yang dikumpulkan ke TPS, Residu Sampah 3R dan diangkut ke TPA Skenario Moderate

No Uraian Satuan
2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025
1 Pola
Individual Tidak Langsung (15%) m3/hari 36 37 37 38 39 39 40 40 41 42 42
Komunal Tidak Langsung (19%) m3/hari 45 47 47 48 49 50 50 51 52 53 54
Total Timbulan Sampah TPS m3/hari 81 83 85 86 87 89 90 92 93 94 96
Tingkat Pelayanan Pengumpulan % 50% 52% 55% 60% 65% 70% 75% 80% 85% 90% 98%
Timbulan Sampah yang dikumpulkan dari sumber ke TPS m3/hari 41 43 47 52 57 62 68 73 79 85 94
Ratio 3R di TPS % 2% 3% 3% 4% 5% 5% 6% 7% 8% 9% 10%
Timbulan Residu Sampah 3R di TPS m3/hari 40 42 45 50 54 59 64 68 73 77 85
Tingkat Pelayanan Pengangkutan % 50% 52% 55% 60% 65% 70% 75% 80% 85% 90% 98%
Timbulan Sampah yang dikumpulkan dari TPS ke TPA m3/hari 20 22 25 30 35 41 48 55 62 70 83
Pola
Individual Langsung (19%) m3/hari 45 47 47 48 49 50 50 51 52 53 54
Komunal Langsung(47%) m3/hari 112 115 117 119 121 123 125 127 129 130 132
Tingkat Pelayanan Pengangkutan % 50% 52% 55% 60% 65% 70% 75% 80% 85% 90% 98%
Timbulan Sampah dari Sumber ke TPA m3/hari 79 84 91 100 110 121 131 142 153 165 182
2 Total Timbulan Sampah ke TPA m3/hari 99 106 115 130 145 162 179 197 215 235 265

44
PENGELOLAAN SAMPAH
Annisa Muthiya (082.013.005)

Tabel 4.25 Timbulan Sampah yang dikumpulkan ke TPS, Residu Sampah 3R dan diangkut ke TPA Skenario Pesimis

No Uraian Satuan
2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025
1 Pola
Individual Tidak Langsung (15%) m3/hari 36 37 37 38 39 40 41 42 42 43 44
Komunal Tidak Langsung (19%) m3/hari 46 47 47 48 49 51 52 53 54 54 56
Total Timbulan Sampah TPS m3/hari 82 83 85 86 88 91 93 95 96 98 100
Tingkat Pelayanan Pengumpulan % 30% 35% 40% 45% 50% 55% 60% 65% 70% 80% 98%
Timbulan Sampah yang dikumpulkan dari sumber ke TPS m3/hari 25 29 34 39 44 50 56 61 67 78 98
Ratio 3R di TPS % 1% 2% 2% 3% 4% 4% 5% 5% 6% 7% 8%
Timbulan Residu Sampah 3R di TPS m3/hari 24 29 33 38 42 48 53 58 63 73 90
Tingkat Pelayanan Pengangkutan % 30% 35% 40% 45% 50% 55% 60% 65% 70% 80% 98%
Timbulan Sampah yang dikumpulkan dari TPS ke TPA m3/hari 7 10 13 17 21 26 32 38 44 58 88
Pola
Individual Langsung (19%) m3/hari 46 47 47 48 49 51 52 53 54 54 56
Komunal Langsung(47%) m3/hari 114 115 117 119 122 125 129 131 133 135 138
Tingkat Pelayanan Pengangkutan % 30% 35% 40% 45% 50% 55% 60% 65% 70% 80% 98%
Timbulan Sampah dari Sumber ke TPA m3/hari 48 57 66 75 86 97 108 119 130 151 190
2 Total Timbulan Sampah ke TPA m3/hari 55 67 79 92 107 123 140 157 175 209 279

45
PENGELOLAAN SAMPAH
Annisa Muthiya (082.013.005)

Pada tahap pengangkutan ini, skenario yang dipilih adalah skenario


optimis karena perencana, pemerintah, lembaga terkait, dan masyarakat mau
bekerja sama untuk mencapai target-target yang telah ditentukan selama 10
tahun kedepan mulai dari tahun 2015 hingga tahun 2025. Apabila target tidak
tercapai, maka pihak terkait yang menghambat tercapainya target tersebut
akan menerima konsekuensi yang telah disepakati bersama sesuai dengan
undang-undang yang ada.
Alat pengangkut yang berupa Dump Truck dan Armroll Truck memiliki
usia pakai, yaitu 5 tahun sehingga setelah 5 tahun Dump Truck dan Armroll
Truck harus diganti. Tabel kebutuhan, penambahan, penggantian, dan
pengadaan alat pengumpul akan ditampilkan dibawah. Berikut adalah data
mengenai alat pengumpul dan pengangkut yang digunakan untuk mencari
kebutuhan alat pengumpul dan pengangkut tersebut:
Tabel 4.26 Data Pengumpulan dan Pengangkutan
Ritasi gerobak, Dump
Truck, dan Armroll 3 rit/hari, 1 rit/hari, dan 1 rit/hari
Truck

Kapasitas kontainer,
gerobak, dan Dump 8 m3, 1 m3, dan 8 m3
Truck,

Jumlah pekerja gerobak,


Dump Truck, dan 2 orang, 4 orang, dan 2 orang
Armroll Truck

Densitas wadah,
0,15 ton/m3, 0,25 ton/m3, dan 0,3
gerobak, dan Dump
ton/m3
Truck

Adapun rumus kebutuhan alat pengumpul dan pengangkut adalah sebagai


berikut :

𝑡𝑖𝑚𝑏𝑢𝑙𝑎𝑛 𝑠𝑎𝑚𝑝𝑎ℎ 𝑝𝑒𝑟 𝑝𝑜𝑙𝑎 𝑑𝑒𝑛𝑠𝑖𝑡𝑎𝑠 𝑤𝑎𝑑𝑎ℎ 𝑎𝑡𝑎𝑢 𝑔𝑒𝑟𝑜𝑏𝑎𝑘


𝑥
(𝑘𝑎𝑝𝑎𝑠𝑖𝑡𝑎𝑠 𝑥 𝑟𝑖𝑡𝑎𝑠𝑖) 𝑑𝑒𝑛𝑠𝑖𝑡𝑎𝑠 𝑔𝑒𝑟𝑜𝑏𝑎𝑘 𝑎𝑡𝑎𝑢 𝑡𝑟𝑢𝑘

46
PENGELOLAAN SAMPAH
Annisa Muthiya (082.013.005)

Dari jumlah kebutuhan alat pengumpul dan pengangkut tersebut dapat


ditentukan jumlah pekerja yang dibutuhkan pada tahap pengumpulan dan
pengangkutan serta dapat ditentukan juga kebutuhan perlengkapan alat
pengumpul dan pengangkut seperti yang terdapat pada tabel berikut ini :
Tabel 4.27 Data Kebutuhan Perlengkapan Alat Pengumpul dan
Pengangkutan
Gerobak Dump Truck
Garu 1 2
Sekop 1 2
Sapu Lidi 1 4

Tabel 4.28 Usia Perlengkapan Alat Pengumpul dan Pengangkutan


Nama Alat Pendukung Usia Pakai
Garu per 2 tahun
Sekop per 2 tahun
Sapu Lidi 2 kali/tahun
Pakaian Kerja per 3 tahun
Sarung Tangan 3 kali/tahun
Sepatu Kerja/boots per 2 tahun
Masker kain 4 kali/tahun
Helm per 3 tahun
Setiap perlengkapan alat pengumpul dan pengangkut memiliki usia pakai
sehingga akan dilakukan penggantian jika usia pakai perlengkapan telah habis.
Adapun rumus jumlah pekerja dan kebutuhan perlengkapan alat
pengumpul dan pengangkut adalah sebagai berikut :

Jumlah pekerja x pengadaan alat pengumpul atau pengangkut

Kebutuhan perlengkapan x pengadaan alat pengumpul atau pengangkut

Berikut adalah tabel kebutuhan, penambahan, penggantian, dan


pengadaan alat pengumpul dan pengangkut, jumlah pekerja, kebutuhan,
penambahan, penggantian, dan pengadaan perlegkapan alat pengumpul dan
pengangkut:

47
PENGELOLAAN SAMPAH
Annisa Muthiya (082.013.005)

Tabel 4.29 Kebutuhan, Penambahan, Penggantian, dan Pengadaan Alat Pengumpul dan Pengangkut, Jumlah Pekerja,
Kebutuhan, Penambahan, Penggantian, dan Pengadaan Perlengkapan Alat Pengumpul dan Pengangkut

No Komponen Satuan 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025
1 Kebutuhan Alat Pengangkut
Pola Langsung
Dump Truck unit 7 7 7 7 7 8 8 8 8 8 8
Armroll Truck unit 9 9 9 10 10 10 10 10 10 11 11
Pola Tidak Langsung
Gerobak unit 24 25 25 26 26 26 27 27 28 28 29
Dump Truck unit 1 2 3 3 3 4 4 5 5 5 5
2 Jumlah Pengadaan Alat Angkut
Gerobak unit Kebutuhan 24 25 25 26 26 26 27 27 28 28 29
Penambahan 1 0 0 0 0 0 0 0 0 1
Penggantian 24 25 25 26 26
Pengadaan 24 1 0 0 0 0 25 25 26 26 27
Dump Truck unit Kebutuhan 8 9 10 10 11 11 12 12 13 13 13
Penambahan 1 0 0 0 1 1 1 0 0 0
Penggantian 8 9 10 10 11
Pengadaan 8 1 0 0 0 1 9 10 10 11 11
Armroll Truck unit Kebutuhan 9 9 9 10 10 10 10 10 10 11 11
Penambahan 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
Penggantian 9 9 9 10 10

48
PENGELOLAAN SAMPAH
Annisa Muthiya (082.013.005)

No Komponen Satuan 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025
Pengadaan 9 0 0 0 0 0 9 9 10 10 10
3 Total Pekerja
Gerobak orang 2 49 50 50 51 52 53 54 54 55 56 57
Dump Truck orang 4 5 9 11 12 13 15 17 19 19 20 20
Armroll Truck orang 2 18 19 19 19 20 20 20 20 21 21 22
4 Peralatan Pendukung
Gerobak
Garu buah Kebutuhan 24 25 25 26 26 26 27 27 28 28 29
Penambahan 1 0 0 0 0 0 0 0 0 1
Penggantian 24 25 25 26 26 26 27 27
Pengadaan 24 1 0 25 25 26 26 26 27 27 28
Sekop buah Kebutuhan 24 25 25 26 26 26 27 27 28 28 29
Penambahan 1 0 0 0 0 0 0 0 0 1
Penggantian 24 25 25 26 26 26 27 27
Pengadaan 24 1 0 25 25 26 26 26 27 27 28
Sapu Lidi buah Kebutuhan 24 25 25 26 26 26 27 27 28 28 29
Penambahan 1 0 0 0 0 0 0 0 0 1
Penggantian 24 25 25 26 26 26 27 27 28 28 29
Pengadaan 42 26 26 26 26 27 27 28 28 28 29
Dump Truck
Garu buah Kebutuhan 14 23 27 30 33 37 42 47 48 49 51
Penambahan 9 4 3 3 4 5 5 1 1 2

49
PENGELOLAAN SAMPAH
Annisa Muthiya (082.013.005)

No Komponen Satuan 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025
Penggantian 14 23 27 30 33 37 42 47
Pengadaan 14 9 4 17 26 31 35 38 38 43 49
Sekop buah Kebutuhan 14 23 27 30 33 37 42 47 48 49 51
Penambahan 9 4 3 3 4 5 5 1 1 2
Penggantian 14 23 27 30 33 37 42 47
Pengadaan 14 9 4 17 26 31 35 38 38 43 49
Sapu Lidi buah Kebutuhan 27 46 54 60 65 74 83 93 95 98 102
Penambahan 19 8 6 5 9 9 10 2 2 5
Penggantian 27 46 54 60 65 74 83 93 95 98 102
Pengadaan 54 65 61 66 71 83 93 103 98 100 107
5 Peralatan Pribadi
Pakaian Kerja buah Kebutuhan 73 77 80 82 85 87 90 93 95 97 100
Penambahan 5 3 2 2 3 3 3 2 2 3
Penggantian 73 77 80 82 85 87 90
Pengadaan 73 5 3 2 75 80 83 85 86 89 93
Sarung Tangan buah Kebutuhan 73 77 80 82 85 87 90 93 95 97 100
Penambahan 5 3 2 2 3 3 3 2 2 3
Penggantian 145 155 160 165 169 175 181 187 190 193 199
Pengadaan 218 160 163 167 171 178 184 190 192 195 202
Sepatu Kerja/Boots buah Kebutuhan 73 77 80 82 85 87 90 93 95 97 100
Penambahan 5 3 2 2 3 3 3 2 2 3
Penggantian 73 77 80 82 85 87 90 93

50
PENGELOLAAN SAMPAH
Annisa Muthiya (082.013.005)

No Komponen Satuan 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025
Pengadaan 73 5 3 75 80 83 85 88 89 92 96
Masker Kain buah Kebutuhan 73 77 80 82 85 87 90 93 95 97 100
Penambahan 5 3 2 2 3 3 3 2 2 3
Penggantian 218 232 240 247 254 262 271 280 285 290 299
Pengadaan 290 237 243 249 256 265 274 283 287 292 302
Helm buah Kebutuhan 73 77 80 82 85 87 90 93 95 97 100
Penambahan 5 3 2 2 3 3 3 2 2 3
Penggantian 73 77 80 82 85 87 90
Pengadaan 73 5 3 2 75 80 83 85 86 89 93

51
PENGELOLAAN SAMPAH
Annisa Muthiya (082.013.005)

BAB V
SIMPULAN DAN SARAN

5.1 Simpulan
Kota yang akan direncanakan sistem pengelolaan sampah selama 10 tahun
kedepan bernama Kota Kucing. Simpulan yang dapat diperoleh, yaitu:
1. Metode yang di gunakan untuk memprediksikan penduduk selama 20
tahun kedepan yaitu metode geometrik.
2. Laju timbulan yang digunakan berdasarkan SNI 19-3964-1994 untuk high
income (permanen) adalah 2,25 L/org/hari, medium income
(semipermanen) adalah 2 L/org/hari, dan low income (nonpermanen)
adalah 1,75 L/org/hari.
3. Terdapat dua pola pengumpulan dalam perencanaan pengelolaan sampah
di Kota Kucing ini, yaitu pola langsung dan pola tidak langsung.
4. Dilakukan pengelolaan sampah 3R di sumber dan di TPS pada pengelolaan
sampah Kota Kucing ini untuk mengurangi jumlah alat pengumpul dan
pengangkut.
5. Pada pola langsung, sampah langsung diangkut ke TPA menggunakan
truk.
6. Pada pola tidak langsung, sampah dikumpulkan terlebih dahulu
menggunakan gerobak ke TPS kemudian diangkut dengan truk ke TPA.
7. Total timbulan sampah yang dihasilkan pada tahun awal perencanaan di
tahun 2015 yaitu sebesar 239 m3/hari dan akhir perencanaan di tahun 2025
yaitu sebesar 282 m3/hari.
8. Total sampah yang diangkut ke TPS pada tahun awal perencanaan di tahun
2015 yaitu sebesar 41 m3/hari dan akhir perencanaan di tahun 2025 yaitu
sebesar 94 m3/hari pada skenario optimis.
9. Total sampah yang diangkut ke TPA pada tahun awal perencanaan di
tahun 2015 yaitu sebesar 98 m3/hari dan akhir perencanaan di tahun 2025
yaitu sebesar 256 m3/hari pada skenario optimis.

52
PENGELOLAAN SAMPAH
Annisa Muthiya (082.013.005)

10. skenario yang dipilih adalah skenario optimis karena perencana,


pemerintah, lembaga terkait, dan masyarakat mau bekerja sama untuk
mencapai target-target yang telah ditentukan selama 10 tahun kedepan
mulai dari tahun 2015 hingga tahun 2025
11. Pengadaan wadah pada tong 40 L tahun awal perencanaan di tahun 2015
yaitu sebanyak 1685 unit dan akhir perencanaan di tahun 2025 yaitu
sebanyak 2091 unit pada daerah domestik
12. Pengadaan wadah pada tong 120 L tahun awal perencanaan di tahun 2015
yaitu sebanyak 0 unit dan akhir perencanaan di tahun 2025 yaitu sebanyak
1 unit pada daerah nondomestik.
13. Pengadaan wadah pada tong 240 L tahun awal perencanaan di tahun 2015
yaitu sebanyak 294 unit dan akhir perencanaan di tahun 2025 yaitu
sebanyak 365 unit pada daerah nondomestik.
14. Pengadaan wadah pada kontainer 8000 L tahun awal perencanaan di tahun
2015 yaitu sebanyak 3 unit dan akhir perencanaan di tahun 2025 yaitu
sebanyak 4 unit pada daerah nondomestik.
15. Pengadaan gerobak pada tahun awal perencanaan di tahun 2015 yaitu
sebanyak 24 unit dan akhir perencanaan di tahun 2025 yaitu sebanyak 27
unit.
16. Pengadaan Dump Truck pada tahun awal perencanaan di tahun 2015 yaitu
sebanyak 8 unit dan akhir perencanaan di tahun 2025 yaitu sebanyak 11
unit.
17. Pengadaan Armroll Truck pada tahun awal perencanaan di tahun 2015
yaitu sebanyak 9 unit dan akhir perencanaan di tahun 2025 yaitu sebanyak
10 unit.
18. Total pekerja yang dibutuhkan untuk melakukan pengumpulan dengan
gerobak pada tahun awal perencanaan di tahun 2015 yaitu sebesar 49
pekerja dan akhir perencanaan di tahun 2025 yaitu sebesar 57 pekerja.
19. Total pekerja yang dibutuhkan untuk melakukan pengangkutan dengan
dump truck pada tahun awal perencanaan di tahun 2015 yaitu sebesar 5
pekerja dan akhir perencanaan di tahun 2025 yaitu sebesar 20 pekerja.

53
PENGELOLAAN SAMPAH
Annisa Muthiya (082.013.005)

20. Total pekerja yang dibutuhkan untuk melakukan pengangkutan dengan


armroll truck pada tahun awal perencanaan di tahun 2015 yaitu sebesar 18
pekerja dan akhir perencanaan di tahun 2025 yaitu sebesar 22 pekerja.

21. Pengadaan garu untuk gerobak di tahun 2015 yaitu sebanyak 24 buah dan
akhir perencanaan di tahun 2025 yaitu sebanyak 28 buah.
22. Pengadaan garu untuk dump truck di tahun 2015 yaitu sebanyak 14 buah
dan akhir perencanaan di tahun 2025 yaitu sebanyak 49 buah.

5.2 Saran
Saran penulis untuk laporan ini adalah tingkat ratio 3R di sumber dan di
TPS harus lebih ditingkatkan sehingga sampah yang diangkut ke TPA
berkurang secara signifikan dan jumlah alat engumpul dan pengangkut juga
dapat berkurang secara signifikan.
Demikian laporan pengelolaan sampah ini disusun dengan harapan agar
daerah kota ini dapat memaksimalkan pengelolaan sampah yang ada dan
sampah yang ada dapat dikelola dengan baik.

54
PENGELOLAAN SAMPAH
Annisa Muthiya (082.013.005)

DAFTAR PUSTAKA

Indrawati Dwi, Pramiati. Diktat kuliah Pengelolaan Persampahan. Jakarta : 2011


SNI 19-3964-1994, Metode Pengambilan dan Pengukuran Contoh Timbulan dan
Komposisi Sampah Perkotaan Departemen Pekerjaan Umum. Bandung :
Yayasan LPMB.
http://www.kuliah.ftsl.itb.ac.id/wp-content/uploads/2008/08/bagian-2.pdf diakses
pada tanggal 13 Desember 2015 pukul 10.00 WIB.
http://perencanaankota.blogspot.com/2009/12/pengumpulan-sampah
pewadahan.html diakses pada tanggal 13 Desember 2015 pukul 12.00
WIB.

55
PENGELOLAAN SAMPAH
Annisa Muthiya (082.013.005)

LAMPIRAN

56