Anda di halaman 1dari 3

KEHIDUPAN SOSIAL DAERAH SEKITAR

Membahas mengenai daerah sendiri merupakan hal yang sangat menarik, apalagi
saat mengobrol dengan orang lain yang berbeda daerah. Tentu akan banyak sekali cerita – cerita
yang dibahas entah itu pariwisata, kuliner, adat istiadat atau kebiasaan orang – orang dari daerah
tersebut, dan masih banyak lagi. Ditambah dengan masuknya era modernisasi seperti sekarang
ini, masing – masing kota pastinya berlomba – lomba untuk meningkatkan kualitas kotanya agar
tidak kalah bersaing dengan kota lain. Seperti Kabupaten Nganjuk misalnya, Kabupaten yang
terletak di Propinsi Jawa Timur ini merupakan salah satu Kabupaten yang sedang dalam tahap
berkembang beriringan dengan kemajuan jaman. Namun, meskipun kita terlahir di Nganjuk, saat
kita merantau ke daerah lain dan mengobrol dengan orang daerah tersebut mengenai daerah
masing – masing kita sering lupa atau bahkan tidak tahu bagaimana struktur masyarakat
Nganjuk. Padahal daerah sendiri merupakan aset penting bagi semua orang yang lahir di daerah
tersebut. Tidak sedikit dari kita yang kadang lupa tentang hal – hal kecil seperti letak Kabupaten
Nganjuk, potensi ekonomi, kehidupan sosial penduduknya atau bahkan dalam ruang lingkup
yang lebih sempit lagi yaitu desa seakan – akan terlupakan. Permasalahan – permasalahan seperti
ini mungkin yang sering kita alami.

Sekilas tentang Kabupaten Nganjuk. Nganjuk adalah salah satu kabupaten yang
terletak di Provinsi Jawa Timur. Berbatasan dengan Kabupaten Jombang dan Kabupaten Kediri
di sebelah timur, Kabupaten Kediri dan Kabupaten Tulungagung di sebelah selatan, Kabupaten
Madiun dan Kabupaten Ponorogo di sebelah barat, dan Kabupaten Bojonegoro di sebelah utara.
Kabupaten Nganjuk diapit oleh dua gunung yaitu Gunung Wilis dan Pegunungan Kendeng, hal
inilah yang menyebabkan daerah Nganjuk memiliki hembusan angin yang kencang hingga
akhirnya Kabupaten Nganjuk dijuluki sebagai Kota Angin. Secara administratif, Nganjuk
memiliki 20 Kecamatan dan 286 desa dan kelurahan. Di tahun 2016 ini, Kabupaten Nganjuk
telah mengalami banyak perkembangan seiring berkembangnya globalisasi. Pembangunan
daerah di Kabupaten Nganjuk juga mulai merata. Mulai dari akses menuju desa terpencil, akses
listrik, distribusi pangan, dan lain – lain.

Mengenai potensi ekonomi, Kabupaten Nganjuk pada umumnya bersifat agraris. Hal
ini dapat dilihat pertama karena sebagian besar penduduk mencukupi kebutuhannya dari dhasil
usaha di bidang pertanian. Kedua karena sebagian besar dari wilayah Kabupaten Nganjuk adalah
tanah yang subur untuk lahan pertanian. Dari potensi pertanian yang ada baik dari sawah maupun
tegalan, Komoditi tanaman pangan yang diusahakan oleh para petani meliputi padi, jagung,
ketela pohon, ketela rambat, kedelai, kacang tanah, kacang hijau, bawang merah, dan bawang
putih. Sedangkan komoditi sayur mayur meliputi lombok, kacang – kacangan, terong, bayam,
dan kangkung. Disamping komoditi tanaman pangan dan sayur – mayur, produksi pertanian
yang cukup handal di Kabupaten Nganjuk adalah buah – buahan seperti mangga, jeruk, durian,
alpokat, duku, rambutan, jambu air, pisang, pepaya, sawo. Sementara di daerah dataran tinggi
seperti Sawahan, terdapat perkebunan tembakau, kelapa, cengkeh, kapuk randu, jambu mente,
kopi dan serat karung. Selain dari pertanian, warga sekitar juga mengandalkan sektor peternakan
untuk perekonomiannya, meliputi sapi, sapi perah, kerbau, kuda, babi, kambing, domba, ayam
ras/kampung, itik dan enthok. Potensi perikanan di Nganjuk juga bisa dibilang memliki kualitas
baik. Terletak di kolam, waduk, sungai, dan sawah tambak. Potensi industri dari bahan
pertambangan masih relatif kecil, terbatas pada industri pengolahan batu kapur, batu kali, pasir,
dan tanah liat. Industri – industri yang ada di Nganjuk meliputi produksi gamelan jawa, kok
bulutangkis, tegel/ubin, tahu, krupuk, pertukangan kayu/meubel, dan beberapa industri kecil
lainnya. Potensi perdagangan di Nganjuk sangatlah strategis karena berada di jalur lalu lintas
antar propinsi dan antar kota.

Penduduk Kabupaten Nganjuk memiliki keyakinan yang beragam, Islam adalah


agama mayoritas, sedangkan lainnya adalah Kristen Protestan, Katholik, Hindu, Budha, dan
Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Meskipun memiliki agama yang begitu beragam,
penduduk Kabupaten Nganjuk sangat anti terhadap kekerasan atau sentimen agama, seluruh
masyarakat sangat toleran terhadap orang lain baik yang seagama maupun berbeda agama.
Ditambah dengan banyaknya tempat peribadatan seperti Masjid Agung Baitussalam dan masjid –
masjid lainnya, Gereja Katholik St. Paulus dan Gereja Kristen Jawi Wetan di pusat Kabupaten
Nganjuk serta gereja – gereja lainnya, Kelenteng Titd Hok Yoe Kiong di Sukomoro Nganjuk,
dan Pura Kerta Buwana Giri Wilis di Desa Bajulan, Kabupaten Nganjuk.

Sarana pendidikan di Kabupaten Nganjuk juga semakin baik, mulai dari PAUD
sampai dengan Perguruan Tinggi sudah tersedia. Selain itu tenaga pendidiknya juga sudah
profesional. Dengan sarana pendidikan yang semakin baik ini, kualitas sumber daya manusia di
Kabupaten Nganjuk juga semakin baik. Masyarakat Kabupaten Nganjuk memiliki mata
pencaharian yang bervariasi, mulai dari pegawai pemerintahan, petani, pedagang, pengusaha,
pertukangan, jasa layanan kesehatan, pelayanan publik, dan lain – lain.

Sementara itu, kondisi sosial ekonomi di desa tempat kelahiran saya, tepatnya di
Desa Templek, Kelurahan Jatirejo, Kecamatan Nganjuk, Kabupaten Nganjuk tak jauh berbeda
dengan daerah lain. Secara geografis, desa saya berada disisi selatan pusat kota, kira – kira 2 km
dari alun – alun sebagai pusat kota. Akses jalan sudah baik sehingga masyarakat tak perlu
kesulitan untuk menuju desa maupun jika ingin ke daerah lain. Karena dekat dengan pusat kota
maka dari itu perkembangan kehidupan sosial dan ekonomi dari daerah kota juga mudah
mempengaruhi desa saya. Ditambah dengan era globalisasi seperti saat ini yang telah menyebar
di semua aspek.

Dari segi ekonomi, masyarakat di desa saya ada yang bekerja sebagai pegawai di
lingkungan pemerintahan, petani, dan wirausaha. Tidak ada yang bekerja sebagai peternak
dikarenakan lahan didesa saya sudah dipenuhi oleh rumah – rumah maupun bangunan lain. Desa
saya sekarang berbeda dengan 10 tahun belakangan. dulu perekonomian masyarakat di desa saya
masih berkutat pada sektor pertanian. Para warga ada yang sudah memiliki sawah garapan
sendiri dan ada juga yang menggarap sawah orang lain. Selain di bidang pertanian, ada juga
warga yang menjadi wirausaha membuat keset. Kegiatan ekonomi kreatif ini sangat direspon
baik oleh warga sekitar dan sudah banyak warga sekitar yang dipekerjakan sebagai karyawan.
Masyarakat lain ada yang mencoba bekerja di instansi – instansi daerah. Selain itu, banyak orang
dari lain daerah maupun kota lain yang pindah dan bertempat tinggal di desa saya. Ada yang
bekerja sebagai wirausaha, jasa, pegawai, dan lain – lain. Dengan ini, perkembangan ekonomi di
desa saya semakin hari semakin meningkat.

Perkembangan globalisasi memudahkan segala aspek kehidupan, namun tak


lantas membuat masyarakat desa tempat saya tinggal menjadi orang individualis. Masyarakat
masih memegang teguh konsep gotong – royong, saling membantu antar warga yang mengalami
kesulitan, dan toleransi. Untuk masalah keagamaan masyarakat desa saya masih sangat toleran.
Selain Islam, ada beberapa warga sekitar yang memeluk agama Kristen dan Hindu. Namun itu
semua tak menjadi persoalan bagi masyarakat di desa saya. Misalnya saja jika ada acara
keagamaan Islam, mereka yang beragama non – Islam tak segan – segan untuk membantu warga
muslim, sebaliknya jika ada warga non – islam sedang melangsungkan kegiatan ataupun butuh
bantuan, warga muslim dengan senang hati membantu. Kerukunan antar umat beragama ini
sudah ada sejak dulu. Karena pada dasarnya warga desa saya percaya bahwa semua diciptakan
oleh Tuhan sama dan harus saling menolong. Prinsip inilah yang membuat desa saya sangat
kondusif dalam hal keyakinan.

Di kelurahan saya, fasilitas pendidikan sudah cukup baik. Terdapat satu TK, dua
SD, yaitu SDN 1 dan 2 Jatirejo, satu SMP, yaitu SMPN 6 Nganjuk, satu MAN, yaitu MAN 1
Nganjuk, dan satu Pondok Pesantren Al Huda. Dengan adanya fasilitas pendidikan ini,
masyarakat tak perlu kawatir dalam hal pendidikan. Bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan
ekonomi juga tidak perlu bingung karena ada bantuan dari pemerintah dan juga kelurahan.

Desa Templek, Kelurahan Jatirejo, Kecamatan Nganjuk, Kabupaten Nganjuk


merupakan desa yang perlahan – lahan berkembang dari tahun ke tahun. Di jaman yang semakin
modern ini, diharapkan kualitas SDM di daerah saya semakin baik.