Anda di halaman 1dari 3

Fungsi Kapsul atau Lapisan Lendir

 Sebagai pelindung,
 Menjaga sel agar tidak kekeringan,
 Membantu pelekatan dengan sel bakteri lain atau pada substrak,
 Pada bakteri patogen, kapsul melindungi bakteri dari pengaruhi sistem kekebalan
(antibodi) yang dihasilkan oleh sel tubuh inang.
Fungsi Dinding Sel

 Mempertahankan bentuk dari sel


 Memberikan sebuah perlindungan fisik,
 Menjaga sel agar tidak pecah dalam lingkungan yang memiliki tekanan osmotik yang
lebih rendah (hipotonis)
 Sel bakteri dapat mengalami plasmolisis jika berada pada lingkungan yang tekanan
osmotik lebih tinggi (hipertonis).
 Bakteri akan mati jika berada pada larutan yang pekat misalnya mengandung banyak
garam atau banyak gula.
Fungsi Membran Plasma

 Membungkus sitoplasma
 Mengatur pertukaran zat yang berada di dalam sel dengan zat yang ada diluar sel.
Fungsi Mesosom

 Menghasilkan energi
 Membentuk dinding sel baru saat terjadi pembelahan sel
 Menerima DNA pada saat konjugasi
Fungsi Sitoplasma

 Sebagai tempat terjadinya reaksi-reaksi metabolisme sel


Fungsi Ribosom

 Sebagai sintesis protein


Fungsi DNA

 Materi genetik yang sebagian besar menentukan sifat-sifat metabolisme bakteri (DNA
Kromosom)
 Menentukan sifat patogen, sifat fertilitas (kemampuan bereproduksi secara seksual), dan
sifat ketebalan terhadap suatu antibiotik (DNA nonkromosom)
Granula dan Vakuola Gas
Umumnya bakteri memiliki granula-granula yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan
cadangan makanan atau senyawa-senyawa lain yang dihasilkannya, misalnya Thiospirillum yang
menghasilkan butir-butir belerang.
Fungi Klorosom adalah untuk menfotosintesis yang hanya terdapat pada bakteri fotosintetik.
misalnya Chlorobium
Flagela
Flagela adalah bulu cambuk yang tersusun dari senyawa protein yang terdapat pada dinding sel,
dan berfungsi sebagai alat gerak.
Fungsi pilus atau Fimbria adalah sebagai berikut..

 Membantu bakteri yang menempel pada suatu medium tempat hidupnya


 Melekatkan diri dengan sel bakteri lainnya, sehingga dapat terjadi transfer DNA pada
saat terjadinya konjugasi. Pilus untuk konjugasi disebut dengan pilus seks.