Anda di halaman 1dari 10

AGRIBISNIS TANAMAN HIAS

MAWAR

1. PENGERTIAN TANAMAN HIAS


Pengertian tanaman hias adalah semua jenis tanaman yang bermanfaat untuk
menambah keindahan dan kecantikan baik itu tanaman hias bunga, daun, batang, maupun
akar. Dari penjelasan ini jelas tanaman hias adalah segala tanaman yang ditanam untuk
estetika keindahan sehingga jenis-jenisnya pun ada beraneka ragam. Bisa berupa tanaman
bunga, pohon, bahkan buah-buahan dan sayuran pun dapat digolongkan sebagai tanaman
hias selama mereka memberikan unsur keindahan

Tanaman hias umumnya sengaja ditanam dengan tujuan memberikan kesan indah baik untuk
dalam ruangan maupun untuk di luar ruangan. Tanaman hias tidak hanya memberikan unsur
keindahan saja, tetapi juga memberikan berbagai manfaat. Manfaat yang didapatkan ini akan
bergantung dari jenis tanaman yang dipilih.
Tanaman hias ada yang dapat dijadikan sebagai pengusir serangga terutama nyamuk. Adapun
beberapa tanaman hias yang dapat dipilih sebagai pengusir nyamuk antara lain sebagai
berikut.
a. Lavender
Bunga lavender memiliki kandungan linalool dan lynalyl acetat yang membuatnya tidak
disukai oleh nyamuk.
b. Zodia
Tanaman zodia mengandung zat evodiamine dan rutaecarpine yang membuat nyamuk
tidak mau mendekat.
c. Tanaman Dara
tanaman tapak dara ini mengandung zat yang disebut geraniol dan sitroneol yang ampuh
digunakan untuk mengusir nyamuk.
d. Rosemary
Tanaman ini baunya mirip dengan minyak telon yang sangat tidak disukai nyamuk.
Tanaman ini dapat Anda tanam di luar rumah karena mampu tumbuh subur di bawah sinar
matahari.

e. Serai
Serai memiliki kandungan zat geranjol dan sitroneol sehingga banyak digunakan untuk
mengusir nyamuk. Saat ini tanaman ini juga banyak digunakan sebagai lotion pengusir
nyamuk.
f. Citrosa Mosquito
Citrosa moaquito berasal dari Belanda, dengan aroma lemon yang kuat sehingga serangga
tidak menyukai akan baunya.
g. Marigold Flower
Bunga dari tanaman ini sangat tidak sedap yang membuat nyamuk bahkan manusia pun
tidak mau mendekat saat Anda mengoleskan tanaan ini ke tubuh Anda.
h. Akar Wangi
Tanaman akar wangi memiliki bau yang kuat dan menyengat sehingga tidak disukai oleh
nyamuk dan bahkan ekstrak tanaman ini mampu membunuh nyamuk Aedes aegypti.

Selain beberapa tanaman hias sebagai pengusir nyamuk, terdapat tanaman hias yang
dapat Anda gunakan sebagai sayur, contohnya tomat dan cabai. Tanaman tomat dapat
mempercantik taman Anda karena buahnya yang merah menarik sehingga akan semakin
memperindah taman Anda, begitu juga dengan buah cabai lombok, merah hijau dari tanaman
ini akan menambah suasana asri.
Selain keindahan, tanaman hias sayuran akan memberikan manfaat bagi Anda. Anda
tidak perlu berbelanja di pasar karena telah memiliki sayuran di rumah Anda. Beberapa
buaah juga sering dijadikan pilihan sebagai tanaman hias. Beberapa buah yang sering
dijadikan sebagai tanaman hias antara lain jambu air, sawo, kedondong, jambu biji, mangga,
dan masih banyak lagi jenis tanaman buah lainnya yang sering dijadikan sebagai tanaman
hias untukmenghias taman rumah.

2. JENIS TANAMAN HIAS


Ada banyak sekali macam dan nama jenis tanaman hias di dunia ini. Sangat banyak
ragamnya dan jenis tumbuhan akan berbeda sesuai cuaca di suatu negara. Di negara
Indonesia kurang lebih ada ratusan nama tanaman hias dan mungkin bisa muncul baru kapan
saja jika seseorang menganggap bisa dijadikan hiasan.

A. JENIS TANAMAN HIAS BUNGA


Bunga adalah yang paling populer dan sangat identik dengan hiasan, tetapi tidak semua
bunga masuk kategori hiasan. Tanaman bunga bisa ditanam di pot, taman, atau di teras
rumah. Biasanya kurang cocok di taruh di dalam ruangan, kaena bunga butuh sinar matahari
untuk mekar. Contoh bunga hias adenium, melati, bugenvil, kenanga, alamanda, mawar, dan
amarilis.

B. JENIS TANAMAN HIAS DAUN


Tidak hanya bunga, jenis daun bahkan lebih disukai menjadi hiasan karena bentuknya
yang unik dan lebih awet atau tidak gugur. Ini cocok jika ingin hiasan di dalam rumah karena
daun tidak adai mudah layu, mudah dibersihkan, dan awet. Yang paling disukai adalah jenis
Aglaonema, puring, dan pakis.

C. JENIS TANAMAN HIAS POHON


Jenis tanamn hias ini biasanya ditaruh di pot atau di tanah di halaman rumah. Contoh jenis
tanaman ini adalah bonsai. Bonsai merupakan salah satu jenis tanaman hias yang sangat
populer. Bentuk bonsai beraneka ragam.
D. JENIS TANAMAN HIAS GANTUNG
Tanaman hias gantung adalah tanaman hias yang diletakan dengan cara digantung.
Tanaman hias jenis ini biasanya tanaman yang bagian tubuhnya menjalar panjang sehingga
sangat bagus jika di gantung. Contoh : begonia, lantana, pelargonium, atau geranium.

BUDI DAYA TANAMAN MAWAR


Mawar merupakan tanaman hias berupa herba dengan batang berduri. Mawar yang
dikenal nama bunga rose atau ratu bunga merupakan simbol atau lambang kehidupan religi
dalam peradaban manusia. Bunga ini banyak ditanam di halaman rumah. Bunga yang
berwarna merah yang menghiasi rumah menjadi lebih indah ini mudah untuk ditanam.

Di Indonesia berkembang aneka jenis mawar hibrida yang berasal dari Holand (Belanda).
Mawar yang banyak peminatnya dalah tipe hybrid tea dan meium,memiliki varisasi warna
bunga cukup banyak, mulai putih sampai merah padam dan tingkat produkstivitas tinngi
:120-280 kuntum bunga/tahun.

1. SYARAT TUMBUH
a. Iklim
 Angin tidak memengaruhi dalam pertumbuhan bunga mawar.
 Curah hujan bagi pertumbuhan bunga mawar yang baik adalah 1500-3000 mm/tahun.
Memerlukan sinar matahari 5-6 jan perhari.
 tanaman mawar mempunyai daya adaptasi sangat luas terhadap lingkungan tumbuh
dapat ditanam di daerah beriklim dingin/subtropis maupun di daerah panas/tropis.
b. Media Tanam
 Penanaman dilakukan secara langsung pada tanah secara permanen di kebun atau di
dalam pot. Tanaman mawar cocok pada tanah liat berpasir, subur, gembur, banyak
bahan organik, aerasi, dan drainase baik.
 Pada tanah laatosol dan andosol yang memiliki sifat fisik dan kesuburan tanah yang
cukup baik.
 Derajat keasaman tanah yang ideal adalah pH = 5,5-7,0. Pada tanah asam (pH 5,0)
perlu pengapuran kapur dolomit, calcit, ataupun zeagro dosis 4-5 ton/hektare.
 Pemberian kapur bertujuan menaikkan pH tanah, menambah unsur-unsur Ca dan Mg,
memperbaiki kehidupan mikroorganisme, memperbaiki bintil-bintil akar, mengurangi
keracunan Fe, Mn, dan al, serta menambah ketersediaan unsur-unsur P dan Mo. tanah
berpori-pori sangat dibutuhkan oleh akar mawar.
2. PEMBIBITAN
a. Persyaratan Bibit
Supaya bibit tumbuh dengan baik, pilih biji yang sehat dengan memasukan ke dalam air
(yang baik akan teggelam, yang mengapun dibuang).
b. Penyiapan Benih
 Pemilihan buah
 Pilih buah mawar dari tanaman induk yang sudah produktif berbunga dan jenis unggul
sesuai keinginan.
 Petih buah mawar terpilih yang sudah matang (masuk) di pohon
c. Teknik Penyemaian Benih
 Ambil (angkat) biji-biji mawar dari buah yang telah mambusuk dalam media semai.
 Pilih biji-biji mawar yang bai, yaitu yang tengggelam bila dimasukan ke dalam air
 Cuci biji mawar dengan air bersih
 Tiriskan biji-biji mawar terpilih di tempat teduh untuk segera disemaikan pada bak
persemaian.
 Semaikan biji mawar secara merata menurut barisan pada jarak anatarbaris 5-10 cm.
Biji akan berkecambah pada umur empat minggu setelah semai.
3. PEMELIHARAAN PEMBIBITAN/PENYEMAIAN
 Siram media persemaian mawar secara kontinue 1-2 kali sehari.
 Sapih (perjarang) bibit mawar yang sudah cukup besar ke dalam polybag kecil yang
sudah diisi media campuran tanah, pasir, dan pupuk organik (1 : 1 : 1)
4. PEMINDAHAN BIBIT
Pindahkan bibit mawar yang sudah berumur 22 bulan ke kebun atau tempat penanaman
yang tetap (permanen).

5. PENGOLAHAN MEDIA TANAM


Tempat penanaman mawar dapat dilakukan di lahan kebun, taman, dan dalam pot. Tata
cara penyiapan lahan untuk kebun mawar agak berbeda dengan dalam pot/polybag.
a. Penyiapan Lahan Kebun/Taman
1. Lahan untuk kebun/taman mawar dipilih tanah gembur, subur, dan mendapat sinar
matahari langsung (terbuka)
2. Bersihkan lokasi kebun dari rumput-rumput liar/batu kerikil
b. Penyiapan Media dalam Pot
1. Siapkan media tanam berupa tanah suur, pupuk organik (pupuk kandang, kompos,
super TW plus) dan pasir. Komposisi media campuran adalah tanah, pupuk kandang,
kompos dan pasir. Campuran tanah dengan super TW plus perbandingan 6 : 1
2. Sediakan pot yang ukurannya disesuaikan dengan besar kecilnya tanaman mawar! Pot
yang paling baik adalah pot yang terbuat dari bahan tanah dan tidak dicat.
3. Siapkan bahan-bahan penunjang lainnya seperti pecahan bata merah, genting, atau
arang! Bahan tersebut dapat berfungsi sebagai pengisap kelebihan air (drainase) dan
memudahkan sewaktu memindahkan tanaman ke pot atau tempat tanam yang baru.
c. Pengisian Media Tanam ke Dalam Pot
1. Dasar pot dilubangi untuk kelebihan air.
2. Basahi pot dengan air hingga cukup basah.
3. Isikan pecahan bata merah, genting, atau arang pada dasar pot setebal 1 cm sampai
sepertiga bagian pot, lubang pembuangan air di dasar pot jangan tersumbat.
4. Isikan serasah (humus) secara merata setebal 1 cm di atas lapisan bata merah atau
genting.
5. Isikan media tanam campuran tanah, pasir, dan pupuk kandang/kompos ( 1; 1; 1)
6. atau campuran tanah dengan produk organik super TW plus (6 :1) ditambah sedikit abu
dapur. Pengisian media sampai 90% penuh atau 0,5-1,0 cm dibawah batas permukaan
pot sebelah atas. Pot siap ditanami bibit (tanaman) mawar.
d. Pembukaan lahan
1. Tanah dicangkul/dibajak sedalam -+30 cm hingga gembur.
2. Biarkan tanah dikeringkan selama 15-30 hari agar matang dan bebeas dari gas-gas
beracun.
e. Pembentukan Bedengan
Buat bedengan-bedengan dengan ukuran lebar 100-120 cm, tinggi 30 cm, jarak antar-
bedengan 30-40 cm, dan panjanganya bergantung padakeadaan lahan. Bila akan dirancang
taman mawar yang asimetris, penyiapan lahannya dibuat betnuk-bentuk yang diinginkan,
misalnya lingkaran atau guludan-guludan yang serasi dengan lingkungan sekitarnya.
f. Pemupukan
Pupuk organik (pupuk kandang/kompos) 20-30 ton/hektar atau super TW plus 4-5
ton/hektar diberikan secara disebar dan dicampur merata bersama tanah sambil merapikan
lahan. Pemberian pupuk organik dengan dimasukan ke dalam lubang tanam rata-rata 1-2
kg/tanaman

6. TEKNIK PENANAMAN
a. Penentuan Pola Tanam
Buat lubang pada jarak 60 x 60 cm atau 70 x 70 cm, bergantung jenis warna dan
kesuburan tanahnya.
b. Pembuatan Lubang Tanam
Untuk membuat lubang diperlukan sekop melengkung supaya diperoleh lubang
berbentuk silindris. Ukuran lubang 45 x 45 x45 cm. Kedalaman yang baik yaitu bila tanaman
diletakan dalam lubang , kedudukan bagian percabangan utama (bud union) letaknya sejajar
dengan permukaan tanah. Akar mawar tidak dapat menembus tanah terlalu dalam, maka
tidak perlu mencangkul tanah terlalu dalam, cukup 45055 cm.
Pada saat membuat lubang, tanah di permukaan (top soil), subsoil dikumpulkan terpisah,
karena akan digunakan untuk menutup lubang kembali. Bila daerah itu tertutup rumput,
harus diambil dalam bentuk lempengan-lempengan dan diletakan di tempat teduh, untuk
digunakan sebagai pupuk, dengan memasukannya ke dalam lubang
7. CARA PENANAMAN
Waktu tanam mawar adalah pada awal musim hujan (bila airnya memadai dapat
dilakukan sepanjang usim/tahun). Tanaman mawar yang ditanam berupa bibit cabutan (tanpa
tanah) dan bibit berasal dari polybag.
Cara penanaman bibt mawar dari kebun pembibitan secara cabutan.
 Potong sebagian batang dan cabang-cabangnya, sisakan 20-25 cm agar habitus
tanaman menjadi perdu (pendek).
 Potong sebagian akar-akarnya dengan gunting pangkas tajam dan steril.
 rendam bibit mawar dalam air atau larutan zat pengatur tumbuh (ZPT) seperti dekamon
1-2 cc/liter selama 15-30 menit.
 Tanam bibit mawar di tengah-tengah lubang tanam dan akarnya diatur menyebar ke
semua arah. Timbun (uruk) dengan tanah hingga batas pangkal leher batang.
 Padatkan tanah di sekeliling batang tanaman mawar pelan-pelan agar akar-akarnya
dapat kontak langsung dengan air tanah.
 Siram tanah di sekelliling perakaran tanaman hiingga basah.
 Pasang naungan sementara d
 ]ari anyaman bambu atau bahan lain untuk melindungi tanaman mawar dari teriknya
sinar matahari sore.
Penanaman bibit mawar dari polybag berbeda dengan penanaman bibit mawar cabutan.
Bibit mawar dari polybag dipindahtanamkan secara lengkap bersama tanah dan akar-
akarnya. tatacara penanaman bibit mawar dari polybag adalah sebagai berikut.
 Siram media dalam polybag yang berisi bibit mawar hingga cukup basah.
 Angkat polybag kemudian balikan posisinya sambil ditekuk-tekuk bagian dasarnya
agar bibit mawar bersama tanah dan akar-akarnya terlepas (keluar) dari polybag. Bila
polybag berukuran besar, pengeluaran bibit mawar dapat dengan cara menyobek atau
menyayat polybag tersebut.
 Tanamkan bibit mawar ke dalam lubang tanam yang telah disiapkan jauh hari
sebelumnya. Letak bibit mawar tepat di tengah-tengah lubang tanam, kemudian uruk
dengan tanah sampai penuh sambil dipadatkan pelan-pelan.
 Siram tanah di sekeliling perakaran tanaman mawar hingga cukup basah. Bibit mawar
akan langsung segar dan tumbuh tanpa melalui pelayunan atau istirahat dahulu.
8. PEMELIHARAAN TANAMAN
a. Penyiangan
kegiatan penyiangan biasanya bersamaan dengan pemupukan agar dapat menghemat biaya
dan tenaga kerja. Rumput liar yang tumbuh pada selokan/parit dibersihkan agar tidak
menjadi sarang hama dan penyakit. Penyiangan sebulan sekali (bergantung pertumbuhan
gulma), dengan mencabut rumput-rumput liar (gulma) secara hati-hati agar tidak merusak
akar tanaman atau membersihkan dengan alat bantu kored/cangkul.
b. Pemupukan
Jenis dan dosis (takaran) pupuk yang dianjurkan untuk tanaman mawar adalah pupuk
NPK (5-10-5) sebanyak 5 gram/tanaman. Bila pertumbuhan tunas lambat dipupuk NPK pada
perbandingan 10 : 10 : 5. Bila tangkainya lemah perbandingan pupuk NPK ditambah 400 kg
P2O5, ditambah 120 kg K2O/ha/tahun. Berdasarkan hasil penelitian Balai Penelitian
Hortikultura (Balitro), tanaman mawar perlu dipupuk dengan NPK 5 gram/pohon pada saat
tanam atau 7-15 hari setelah tanam. pemupukan berikutnya secara continue tiap 3-4 bulan
sekali, bergantung keadaan pertumbuhan tanaman.
c. Pengairan dan Penyiraman
Berikut peraturan pada saat pengairan dan penyiraman.
1. Pada fase awal pertumbuhan (sekitar umur 1-2 bulan setelah tanam), dilakukan secara
kontinue setiap hari 1-2 kali. Pengairan berikutnya berangsur-angsur dikurangi atau
bergantung keadaan cuaca dan jenis tanah (media).
2. Waktu pemberian air yang baik pada pagi dan sore hari, saat suhu udara dan
penguapan air dari tanah tidak terlalu tinggi.
3. Cara pengairan adalah dengan disiram secara merata menggunakan alat bantu emrat
(gembor)
9. PANEN
a. Ciri dan Umur Tanaman Berbunga
Ciri-ciri bunga mawar siap dipetik (dipanen) untuk tujuan sebagai bunga potong adalah
kuntum bunganya belum mekar penuh dan berukuran normal. Untuk tujuan bunga tabur
pemetikan bunga pada stadium setelah mekar penuh.
Waktu panen yang ideal adalah pagi atau sore hari (saat suhu udara dan penguapan air
tidak terlalu tinggi). Di beberapa sentra produsen bunga potong melakukan pemetikan bunga
mawar pada malam hari.
b. Cara Pemetikan Bunga
Cara panen bunga mawar adalah dengan memotong tangkai bunga pada bagian dasar
(pangkal) atau disertakan dengan beberapa tangkai daun. Alat pemotong bunga mawar dapat
berupa pisau ataupun gunting pangkas yang tajam, bersih dan steril.
c. Periode Panen
Tanaman mawar yang bibitnya berasal dari stek ataupun okulasi dapat dipanen pada umur
4-5 bulan setelah tanam atau bergantung varietas dan kesuburan pertumbuhannya.
Pembungaan ini akan produktif bertahun-tahun berkisar 3-5 tahun.

10. PASCAPANEN
a. Pengumpulan
1) Pengumpulan pascapanen bunga potong mawar
 Kumpulkan bunga segera seusai panen dan masukan ke dalam wadah (ember) yang
berisi air bersih. Posisi tangkai bunga diatur berada di bawah terendam air.
 Angkut seluruh hasil panen ke tempat pengumpulan hasil untuk memudahkan
penanganan berikutnya.
2)Pengumpulan pascapanen bunga mawar tidur
Kumpulkan kuntum bunga mawar yang baru dipetik ke dalam satu wadah (keranjang
plastik, tampah, atau ember berisi air bersih).
b. Penyortiran dan Penggolongan
 Sortir bunga yang rusak, layu, dan busuk, pisahkan secara tersendiri.
 Klasifikasikan bunga berdasarkan jenis, ukuran bunga, panjang tangkai bunga warna
yang seragam. Pengklasifikasian berdasarkan panjang tangkai bunga dipisahkan ke
dalam dua grade. Grade A bunga dengan panjang tangkai lebih dari 60 cm dan grade B
panjang tangkai kurang dari 60 cm.
c. Penyimpanan
 Untuk bunga potong mawar, simpan bunga yang telah dikemas ke dalam ruang
penyimpanan bersuhu dingin (cold storage) dengan kelembapan relatif stabil 90%.
 Untuk bunga mawar tabur, simpan di tempat/ruang teduh, dingin, lembap, dan sirkulasi
udara baik.
d. Pengemasan dan Pengangkutan
 Ikat bunga yang telah diklasifikasikan dan disatukan menjadi sutau ikatan-ikatan. Tiap
ikatan berisi 20 tangkai bunga.
 Kemas ikatan-ikatan bunga tadi ke dalam keranjang/dus karton dan sirkulasi udara
baik.
 Angkut bunga mawar ke tempat sasaran pasar.
 Alasi tangkai bunga dengan kapas basah atau masukan ke dalam botol plastik berisi
air, terutama untuk tujuan pengiriman jarak jauh.
 Tambahkan remukan es di sekitar wadah (kontainer) bunga mawar agar kondisi
ruanganalat angkut cukup dingin dan lembap.

e. Pengemasan
Bunga mawar segar dikemas dengan kotak karton yang baru dan kukuh, bik, bersih dan
kering, serta berventilasi. Jumlah tangkai sebanya 15-20 tangkai diikat dan dibungkus,
kemudian dimasukan ke dalam kemasan karton. Kemasan lain dengan bobot dan jumlah
tangkai tertentu dapat digunakan atas dasar kesepakatan antara pihak penjual dan pihak
pembeli. Ujung tangkai bunga dimasukan ke dalam kantong plastik berisi kapas basah
mengandung bahan pengawet.

PELUANG USAHA BUDI DAYA TANAMAN MAWAR


1. PELUANG PASAR
Jenis tanaman hias bukan hanya mawar, bunga lainnya seperti Anthurium, aglaonema,
anggrek , dan soka dapat dibeli dalam bentuk bibit yang relatif murah. Usahawan harus rajin,
tekun, dan bersabar dalam merawat baik-baik bibit tanaman hias tersebut tumbuh sampai
besar dan berharga jual tinggi.

a. Memulai Bisnis
1. Tentukan lokasi usaha yang agak luas dan strategis. Anda dapat memanfaatkan
halaman rumah Anda atau menyewa lahan di pinggi jalan besar yang ramai.
2. Pikirkan jenis-jenis tanaman hias yang akan Anda koleksi untuk dijual. Selain itu,
perhitungkan secara matang biaya operasional dalam merawat bibit tanaman hias
tersebut, mulai dari pupuk, tanah, atau sekam, dan keperluan lainnya.
3. Terampil merawat tanaman hias dan memahami seluk-beluk tentang tanaman hias. Ada
salah satu cara merawat dan membudidayakan tanaman hias dengan baik, yaitu
mednggunakan media daun bambu dan sekam sebagai media tanam tanaman hias.
Daun bambunya pun bukan sembarang daun bambu, melainkan daun bambu yang
biasa dipakai untuk anyaman. Hal tersebut bermanfaaat agar tanaman tidak rontok.
4. Matangkan konsep berpromosi Anda, baikmelalui brosur ataupun kartu nama, ikut
pameran-pameran tanaman hias, maupun iklan-iklan di media cetak atau radio.
b. Hambatan Bisnis
Merintis usaha tanaman hias bukan tanpa resiko atau hambatan. Berikut hambatan yang
ada dalam bisnis tanaman hias.
1. Tanaman hias Anda mati karena perawatan yang salah atau terbengkalai kaena
kesibukan yang lain.
2. Pasaran pembeli yang sepi sehingga penjualan pun merosot.
3. Harga tanaman hias yang fluktuatif, disesuaikan dengan kondisi pasar, persaingan
usaha, dari jumlah bibit yang tersedia pada petani.
4. Cuaca yang tidak bersahabat, baik musim kering atau panas yang berkepanjangan
maupun musim hujan yang tidak bisa dikompromi.
5. Persaingan ketat antar sesama pengusaha tanaman hias. Hal ini dapat terjadi melaui
perang harga jual.
c. Strategi Bisnis
Beberapa strategi berikut dapat Anda gunakan untuk meningkatkan usaha tanaman hias
Anda.
1. Semakin baik perawatan yang dilakukan, semakin bagus pula penampilan tanaman hias
sehingga dapat mendongkrak harga penjualan.
2. Ingatlah bahwa lokasi atau lingkungan tempat Anda merawat tanaman hias harus
diperhatikan. Karena jika kualitas tanaman Anda terjaga, pembelipun akan puas dan
semakin tertarik untuk membeli tanaman hias yang Anda rawat.
3. Mengikuti perkembangan informasi mengenai tanaman hias dengan membaca majalah
khusus tentang tanaman hias dan seluk-beluknya, bahkan Anda juga dapat ikut dengan
komunitas atau perkumpulan tanaman hias yang disebut Perhimpunan Holtikultura
Indonesia.
4. Mampu menghimpun informasi mengenai pameran-pameran tanaman hias yang kini
banyak diselenggarakan. Hal ini dapat menjadi ajang promosi tanaman hias sekaligus
menambah wawasan Anda mengenai tanaman-tanaman hias baru atau yang sedang
tren.
5. Berikan layanan antar atau delivery bagi pembeli yang tidak memiliki alat transportasi.
6. Berikan bonus pupuk atau bahan lain kepada pembeli jika membeli suatu jenis
tanaman hias tertentu dengan kisaran harga yang wah