Anda di halaman 1dari 14

MAKALAH

PENDIDIKAN PANCASILA

PANCASILA SEBAGAI KEBUDAYAAN BANGSA

Disusun Oleh:
Yunita Mega Silvia (1714290070)

FAKULTAS EKONOMI JURUSAN MANAJEMEN


UNIVERSITAS PERSADA INDONESIA Y.A.I
2018
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan YME yang telah memberikan rahmatNya,
sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini dengan tepat waktu. Dalam makalah ini
penulis membahas “Pancasila Sebagai Kebudayaan Bangsa”.

Makalah ini dibuat dalam rangka untuk memperdalam pemahaman arti penting
Pancasila bagi masyarakat Indonesia. Pancasila juga perlu kita ketahui untuk menumbuhkan
rasa cinta tanah air. Pancasila lahir atas buah kemerdekaan berpikir, berpendapat dan bertindak,
dirumuskan dengan kejerinhan pikiran dan kesadaran dan semangat kebangsaan yang tinggi
oleh para pendiri bangsa ini. Soekarno presiden pertama dan salah satu bapak penemu bangsa
Indonesia menyatakan pentingnya pembangunan karakter bangsa sebagai modal untuk
menghadapi tantangan kedepan. Kedaulatan kebudayaan nasional berarti juga mewujudkan
kebudayaan yang bersumber dari dan sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.

Penulis menyadari banyaknya kekurangan dalam penyusunan makalah ini. Karena itu
penulis sangat mengharapkan kritikan dan saran dari para pembaca. Sekiranya penulis juga
mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu dalam membuat makalah
ini.

Jakarta, 25 Juni 2018

Penulis

2
DAFTAR ISI

JUDUL ........................................................................................................ 1
KATA PENGANTAR ................................................................................ 2
DAFTAR ISI ............................................................................................... 3
BAB I PENDAHULUAN ........................................................................... 4
1.1 Latar Belakang ............................................................................. 4
1.2 Rumusan Masalah ........................................................................ 4
1.3 Tujuan .......................................................................................... 4
BAB II PEMBAHASAN ............................................................................ 6
2.1 Pengertian Pancasila ................................................................... 5
2.2 Pengertian Kebudayaan .............................................................. 7
2.3 Peran Pancasila Sebagai Budaya Bangsa ................................... 10
2.4 Fungsi Pancasila Terhadap Identitas Nasional ........................... 11
BAB III PENUTUP .................................................................................... 13
3.1 Kesimpulan ................................................................................. 13
DAFTAR PUSTAKA ................................................................................. 14

3
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Sebagai bangsa Indonesia, kita tentu mengetahui dasar negara kita yang terkenalakan
kesakralannya, yang terkenal dengan semboyannya “Bhinneka Tunggal Ika”. Dimana
simbolnya merupakan lambang keagungan bangsa Indonesia yang terpancar dalam
bentuk Burung Garuda. Itulah lambang negara kita, pengamalan sekaligus ideologi kita,
Pancasila. Beragamnya suku bangsa dan bahasa di Indonesia menjadikan bangsa Indonesia
sulit untuk dapat mempertahankan identitasnya. Terlebih di era globalisasi saat ini. Globalisasi
dianggap sebagai ancaman untuk bangsa Indonesia. Karena globalisasi dapat menggeser
budaya-budaya Indonesia sendiri. Dalam kondisi seperti ini negara nasional akan dikuasai oleh
negara transnasional, yang lazimnya didasari oleh negara-negara dengan prinsip kapitalisme.

Oleh karena itu agar bangsa Indonesia tetap eksis dalam menghadapi globalisasi maka
harus tetap meletakkan jati diri dan identitas nasional yang merupakan kepribadian bangsa
Indonesia sebagai dasar pengembangan kreativitas budaya globalisasi. Demikian pula hal ini
juga sangat ditentukan oleh proses bagaimana bangsa tersebut terbentuk secara historis.
Berdasarkan hakikat pengertian Pancasila, maka Pancasila merupakan jati diri bangsa
Indonesia yang dapat mempersatu bangsa di dalam keragaman budayanya.

1.2 Rumusan Masalah

1. Apa yang dimaksud dengan Pancasila?


2. Apa yang dimaksud dengan Kebudayaan?
3. Bagaimana peran Pancasila sebagai budaya bangsa?
4. Bagaimana fungsi Pancasila terhadap identitas nasional?

1.3 Tujuan

Tujuan dari penulisan makalah ini adalah agar kita dapat memahami arti penting
Pancasila bagi masyarakat Indonesia. Karena ditengah era globalisasi sekarang, Pancasila
hampir tergeser dengan budaya luar yang masuk. Kita juga dapat belajar bagaimana arti penting
Pancasila dalam identitas nasional. Makalah ini juga bertujuan untuk memenuhi tugas
Pendidikan Pancasila.

4
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 PENGERTIAN PANCASILA

Pancasila adalah ideologi dasar bagi negara Indonesia. Nama ini terdiri dari dua kata
dari Sanskerta: pañca berarti lima dan śīla berarti prinsip atau asas. Pancasila merupakan
rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia.
Lima sendi utama penyusun Pancasila adalah:

1. Ketuhanan Yang Maha Esa


2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
3. Persatuan Indonesia
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan
dan perwakilan
5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Tercantum pada paragraf ke-4 Preambule (Pembukaan) Undang-undang Dasar 1945.


Meskipun terjadi perubahan kandungan dan urutan lima sila Pancasila yang berlangsung dalam
beberapa tahap selama masa perumusan Pancasila pada tahun 1945, tanggal 1 Juni diperingati
sebagai hari lahirnya Pancasila.

Butir-butir pengamalan Pancasila:

1. Ketuhanan Yang Maha Esa

 Percaya dan Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama dan
kepercayaan masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.
 Hormat menghormati dan bekerja sama antar pemeluk agama dan penganut-penganut
kepercayaan yang berbeda-beda sehingga terbina kerukunan hidup.
 Saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan
kepercayaannya.
 Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan kepada orang lain.

5
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab

 Mengakui persamaan derajat persamaan hak dan persamaan kewajiban antara sesama
manusia.
 Saling mencintai sesama manusia.
 Mengembangkan sikap tenggang rasa.
 Tidak semena-mena terhadap orang lain.
 Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.
 Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan.
 Berani membela kebenaran dan keadilan.

3. Persatuan Indonesia

 Menempatkan kesatuan, persatuan, kepentingan, dan keselamatan bangsa dan negara


di atas kepentingan pribadi atau golongan.
 Rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara.
 Cinta Tanah Air dan Bangsa.
 Bangga sebagai Bangsa Indonesia dan ber-Tanah Air Indonesia.
 Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa yang ber-Bhinneka
Tunggal Ika.

4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan dan


perwakilan

 Mengutamakan kepentingan negara dan masyarakat.


 Tidak memaksakan kehendak kepada orang lain.
 Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama.
 Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi semangat kekeluargaan.
 Dengan itikad baik dan rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan hasil
musyawarah.
 Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur.
 Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggung jawabkan secara moral kepada
Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia serta nilai-nilai
kebenaran dan keadilan.

6
5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

 Mengembangkan perbuatan-perbuatan yang luhur yang mencerminkan sikap dan


suasana kekeluargaan dan gotong-royong.
 Bersikap adil.
 Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.
 Menghormati hak-hak orang lain.
 Suka memberi pertolongan kepada orang lain.
 Menjauhi sikap pemerasan terhadap orang lain.
 Tidak bersifat boros.
 Tidak bergaya hidup mewah.
 Tidak melakukan perbuatan yang merugikan kepentingan umum.
 Suka bekerja keras.
 Menghargai hasil karya orang lain.
 Bersama-sama berusaha mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial.

2.2 PENGERTIAN KEBUDAYAAN

Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sanskerta yaitu buddhayah, yang
merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan
dengan budi, dan akal manusia. Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang
berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai
mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai "kultur" dalam
bahasa Indonesia.

Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang, dan dimiliki bersama oleh sebuah
kelompok orang, dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur
yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian,
bangunan, dan karya seni. Budaya Indonesia adalah seluruh kebudayaan nasional, kebudayaan
lokal, maupun kebudayaan asal asing yang telah ada di Indonesia sebelum Indonesia merdeka
pada tahun 1945.

7
Unsur-unsur kebudayaan:

Koentjaraningrat (1985) menyebutkan ada tujuh unsur-unsur kebudayaan. Ia menyebutnya


sebagai isi pokok kebudayaan. Ketujuh unsur kebudayaan universal tersebut adalah:

1. Sistem peralatan dan perlengkapan hidup,


2. Sistem mata pencaharian hidup
3. Sistem kemasyarakatan
4. Bahasa
5. Kesenian
6. Sistem Pengetahuan
7. Sistem Religi
Pada jaman modern seperti ini budaya asli negara kita memang sudah mulai memudar,
faktor dari budaya luar memang sangat mempengaruhi pertumbuhan kehidupan di negara kita
ini. Contohnya saja anak muda jaman sekarang, mereka sangat antusias dan up to date untuk
mengetahui juga mengikuti perkembangan kehidupan budaya luar negeri. Sebenarnya bukan
hanya orang-orang tua saja yang harus mengenalkan dan melestarikan kebudayaan asli negara
kita tetapi juga para anak muda harus senang dan mencintai kebudayaan asli negara sendiri.
Banyak faktor juga yang menjelaskan soal 7 unsur budaya universal yaitu:

1. Sistem Teknologi dan Peralatan

Teknologi semakin lama semakin luas. Karena makin banyaknya masyarakat yang
hidup modern. Teknologi sangat diperlukan akan tetapi tidak untuk melakukan perbuatan yang
melanggar norma-norma yang berlaku. Sekarang banyak yang menyalahgunakan
alat teknologi khususnya internet. Tidak sediki tmasyarakat yang tertipu atau
melakukan perbuatan asusila dengan internet. Hal tersebut harus kita perhatikan. Jangan
sampai kebudayaan kita menjadi minus dimata negara lain.

2. Sistem Mata Pencaharian Hidup

Mata pencaharian sangat diperlukan untuk setiap masyarakat karena bermanfaat untuk
memenuhi kehidupan manusia. Misalnya kaum pegawai/karyawan, kaum, petani, nelayan,
pedangan. buruh dan seterusnya. Haltersebut merupakan mata pencaharian yang harus
kita tekuni. Contohnya masyarakat yang hidup dipesisir pantai lebih banyak bermata
pencaharian sebagai nelayan atau masyarakat yang hidup di perkotaan lebih banyak bermata
pencaharian sebagai pegawai kantoran.

8
3. Sistem dan Organisasi Kemasyarakatan

Kebudayaan di Indonesia beragam sangat banyak. Terdapat masyarakat Jawa, Sunda,


Batak, Bugis dsb. Dari macam-macam kebudayaan tersebut, perlu ditanamkan nilai-nilai
kemanusiaan yaitu membiasakan bergaul dengan kebudayaan yang lain. Dan saling
berinteraksi dengan rukun. Di Indonesiabanyak terdapat kebudayaan yang harus di lestarikan
bersama. Jangan kita saling bersaing untuk kepentingan pribadi dengan kebudayaan
lain, karena itu sama saja kita memecahbelah kebudayaan yang sudah ditanam oleh leluhur
sebelumnya.

4. Bahasa

Kebudayaan yang beragam sangat berpengaruh pada bahasa yang dipakainya.


Contohnya bahasa Inggris, Jerman, Italia, Sunda, Jawa, dsb. Dari banyak bahasa tersebut kita
dapat mempelajarinya untuk pengetahuan yang lebih luas. Tidak hanya bahasa yang dipelajari
berasal dari bahas luar negri saja, tetapi bahasa dari negri Indonesia pun perlu kita pelajari
untuk melestarikan kebudayaan yangada di Indonesia.

5. Kesenian

Salah satu ciri khas dari kebudayaan adalah kesenian. Banyak hal yang bisa kita pelajari
mengenai kesenian. Misalnya seni sastra, lukis, musik, tari, drama, kriadan lain sebagainya.
Hal tersebut bagian dari khas yang dimiliki setiap daerah maupun setiap negara. Misalnya
untuk kesenian musik. Kita bisa mengetahui dan mencari musik yang khas dari setiap daerah
maupun negara. Contohnya lagu-lagu daerah ampar-ampar pisang yang berasal dari
Kalimantan Selatanyang menjadi ciri khas dari daerah tersebut.

6. Sistem Pengetahuan

Ada banyak sistem pengetahuan misalnya pertanian, perbintangan, perdagangan/bisnis,


hukum dan perundang-undangan, pemerintahaan/politik dsb. Hal tersebut juga bagian dari
kebudayaan. Kita wajib mempelajarinya karena dengan adanya sistem pengetahuan kita
menjadi tahu dunia luar dan sangat bermanfaat untuk kehidupan karena berpengaruh pada
pekerjaan seseorang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Tidak perlu semua kita pelajari
cukup beberapa saja kita kuasai, maka akan banyak informasi yang kita dapat.

9
7. Sistem Upacara Keagamaan

Setiap kebudayaan terdapat kepercayaan yang dianut. Kepercayaan yang dianut di


Indonesia ada 5, yaitu Islam, Kristen protestan, Katolik, Hindu dan Budha. Dari kelima agama
tersebut terdapat upacara keagamaan yang berbeda-beda. Akan tetapi untuk masyarakat
yang tinggal dikota upacara keagamaan sepertinya sudah tidak dilaksanakan lagi kecuali
dalam hal-hal tertentu saja. Sedangkan masyarakat yang tinggal didesa masih banyak yang
melaksanakan upacara keagamaan tersebut.

2.3 PERAN PANCASILA SEBAGAI BUDAYA BANGSA

Pancasila sebagai dasar filsafat dan ideologi bangsa dan negara Indonesia, bukan
terbentuk secara mendadak serta bukan hanya diciptakan oleh seseorang sebagaimana dengan
ideologi-ideologi lain di dunia, namun terbentuknya pancasila melalui proses yang cukup
panjang dalam sejarah bangsa indonesia. Dalam proses terbentuknya pancasila yang
dirumuskan oleh para pendiri negara Indonesia dengan menggali nilai-nilai yang dimiliki
bangsa Indonesia, dan disintesiskan dengan pemikiran-pemikiran besar dunia. Nilai-nilai yang
terdapat dalam masyarakat Indonesia sebelum mendirikan negara.

Selain sebagai dasar negara, kedudukan Pancasila adalah sebagai budaya bangsa.
Pancasila menjadi budaya bangsa karena sebelum disahkan menjadi dasar negara, nilai-
nilainya telah ada dalam kehidupan bangsa Indonesia.

Pancasila merupakan salah satu kebudayaan bangsa Indonesia yang sangat bernilai.
Sesuatu dikatakan bernilai apabila memiliki nilai guna (berguna), berharga (nilai kebenaran),
indah (nilai estetis), baik (nilai moral), dan nilai religius (nilai agama). Kehidupan manusia
dalam masyarakat baik sebagai pribadi maupun kelompok selalu berhubungan dengan nilai,
moral, dan norma. Nilai merupakan sesuatu yang berharga, yang berasal dari budi manusia.
Dalam menghadapi alam sekitarnya manusia membuat sesuatu dengan budi pekertinya.
Sesuatu yang diciptakan manusia disebut kebudayaan.

Nilai-nilai Pancasila sebagai budaya bangsa Indonesia adalah sebagai berikut:

1. Ketuhanan Yang Maha Esa.


Dalam sila Ketuhanan yang MaharEsa terdapat nilai rohani yang mepgatur hubungan negara
dan agama, hubungan manusia dengan Sang Pencipta, serta nilai hak asasi manusia.

10
2. Kemanusiaan Yang adil dan Beradab.
Dalam sila ini terkandung nilai cinta kasih, nilai kesopanan, membela kebenaran, sopan santun,
dan menghormati orang lain.

3. Persatuan Indonesia.
Dalam sila ini terkandung nilai yang menjunjung tinggi tradisi perjuangan dan kerelaan untuk
berkorban serta menjaga kehormatan bangsa dan negara.

4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan / perwakilan.


Dalam sila ini terkandung nilai agar manusia lndonesia menjunjung tinggi tanggung jawab
terhadap keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara. Selain itu juga tanggung jawab terhadap
Tuhan Yang Maha Esa dengan cara menegakkan kebenaran, keadilan, kehidupan yang bebas,
adil, dan sejahtera.

5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.


Keadilan sosial berarti keadilan yang berlaku dalam masyarakat di segala bidang kehidupan
baik jasmani maupun rohani. Nilai-nilai dalam sila ini meliputi keselarasan, keseimbangan
antara hak dan kewajiban, serta nilai kedermawanan terhadap sesama.

2.4 FUNGSI PANCASILA TERHADAP IDENTITAS NASIONAL

Pancasila secara etimologi berasal dari bahasa Sansekerta dari India (bahasa kasta
Brahmana), kata “Pancasila” terdiri dari dua kata panca berarti lima dan syila (dengan vocal i
pendek) yang berarti batu sendi, alas atau dasar (Kaelan, 2004). Maka secara harfiah Pancasila
dapat diartikan sebagai dasar yang memiliki limaunsur.

Pancasila dalam kedudukannya sebagai dasar Negara Republik Indonesia merupakan


suatu dasar nilai serta norma untuk mengatur pemerintahan negara. Konsekuensinya seluruh
pelaksanaan dan penyelenggaraan negara terutama segala perundang-undangan termasuk
proses reformasi dalam segala bidang, dijabarkan dan diderivasikan dari nilai-nilai pancasila.

Sedangkan pancasila dalam kedudukannya sebagai ideologi dan pandangan hidup


adalah nilai-nilai yang berupa adat-istiadat, kebudayaan dan nilai-nilai religius yang sejak
dahulu tertanam dalam diri masyarakat Indonesia sebelum membentuk negara. Dengan kata
lain, unsur-unsur yang merupakan materi dari Pancasila tidak lain berasal dari pandangan hidup
masyarakat Indonesia sendiri. Unsur-unsur pancasila tersebut kemudian diangkat dan

11
dirumuskan oleh para pendiri bangsa, sehingga pancasila berkedudukan sebagai dasar Negara
dan pandangan hidup serta ideologi bangsa. Dengan demikian pancasila berakar dari ideologi
dan pandangan hidup masyarakat Indonesia sendiri, dan bukannya mengangkat dan mengambil
ideologi bangsa lain.

Bangsa Indonesia sebagai salah satu bangsa dalam masyarakat Internasional, mamiliki
sejarah serta prinsip dalam hidupnya yang berbeda dengan bangsa lain di dunia. Tatkala
Indonesia berkembang dan berinteraksi dengan negara lain, prinsip-prinsip dasar filsafat
pancasila sebagai suatu asas dalam hidup bernegara harus diletakkan menjadi lokomotif yang
menentukan arah kebijakan pemerintah, sehingga tidak melenceng dari cita-cita dan pandangan
hidup bangsa.

Revitalisasi Pancasila sebagai Pemberdayaan Identitas Nasional:

1. Spiritual
Berkaitan dengan moral, etika, dan religius. Sikap seperti ini dapat menunjang pribadi
seseorang menjadi lebih baik. Andai kata seseorang tidak memiliki sikap etik dalam
dirinya dapat berdampak buruk pada dirinya.
2. Akademis
Untuk merubah kerangka sumber daya manusia (SDM) yang bukan sekedar instrument
melainkan sebagai subyek pembaharuan dan pencerahan. Hal ini menunujukkan bahwa
nilai akademis yang dilihat bukanlah ditinjau dari prestasi saja akan tetapi ditunjang
dengan adanya bentuk kontributif dan aplikatif.
3. Kebangsaan
Untuk menumbuhkan kesadaran nasionalisme. Kesadaran ini dapat diterapkan dalam
pergaulan antarbangsa. Potensi pribadi di luar sana dapat ditumbuhkembangkan, tetapi
pastinya tidak lupa dengan negeri sendiri. Alangkah baiknya apabila potensi yang sudah
diperoleh diterapkan di Indonesia demi terwujudnya nasionalisme diri terhadap bangsa.
4. Mondial
Untuk menyadarkan bahwa manusia harus siap menghadapi dialektika perkembangan
dalam masyarakat dunia yang “terbuka”. Sehubungan dengan dampak dan pengaruh
perkembangan iptek yang bukan sekedar prasarana, melainkankan menjadi sesuatu
yang substansif. Namun ini dapat dijadikan peluang dan tantangan untuk berkarya guna
untuk umat manusia.

12
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Pancasila adalah ideologi dasar bagi negara Indonesia. Nama ini terdiri dari dua kata
dari Sanskerta: pañca berarti lima dan śīla berarti prinsip atau asas. Pancasila merupakan
rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia.
Budaya Indonesia adalah seluruh kebudayaan nasional, kebudayaan lokal, maupun
kebudayaan asal asing yang telah ada di Indonesia sebelum Indonesia merdeka pada
tahun 1945.

Selain sebagai dasar negara, kedudukan Pancasila adalah sebagai budaya bangsa.
Pancasila menjadi budaya bangsa karena sebelum disahkan menjadi dasar negara, nilai-
nilainya telah ada dalam kehidupan bangsa Indonesia. Pancasila merupakan salah satu
kebudayaan bangsa Indonesia yang sangat bernilai. Sesuatu dikatakan bernilai apabila
memiliki nilai guna (berguna), berharga (nilai kebenaran), indah (nilai estetis), baik (nilai
moral), dan nilai religius (nilai agama).

13
DAFTAR PUSTAKA

http://hidupdaninformasi.blogspot.com/2017/04/pancasila-sebagai-budaya-bangsa.html
https://id.wikipedia.org/wiki/Budaya_Indonesia
https://id.wikipedia.org/wiki/Pancasila
https://farhadthlb.wordpress.com/2013/10/02/pengertian-kebudayaan-dan-unsur-unsur-
kebudayaan-indonesia/

14