Anda di halaman 1dari 2

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Dari hasil penelitian yang dilakukan di RSUD Dr. dr. H. Abdul Moeloek

dengan hasil kultur pada bulan Oktober-Desember Tahun 2017 tentang pola resistensi

antibiotik pada bakteri ESBL disimpulkan bahwa:

1. Hasil pemeriksaan kultur yang dilakukan di Bagian Mikrobiologi Laboratorium

Parologi klinik di RSUD Dr. dr. H. Abdul Moeloek Bulan Oktober-Desember Tahun

2017 jenis sampel paling banyak yaitu sampel darah (39,5%).

2. Hasil pemeriksaan kultur selama bulan Oktober-Desember Tahun 2017 didapatkan

positivitas pertumbuhan bakteri lebih tinggi (52,4%).

3. Hasil pemeriksaan kultur selama bulan Oktober-Desember Tahun 2017 didapatkan

jenis bakteri terbanyak ditemukan yaitu Enterobacter sp (32,4%).

4. Distribusi jenis bakteri berdasarkan asal sampel pada bulan Oktober-Desember

Tahun 2017 dari beberapa jenis sampel didapatkan jenis bakteri terbanyak

ditemukan adalan Enterobacter sp.

5. Hasil pemeriksaan kultur selama bulan Oktober-Desember Tahun 2017 distribusi

bakteri kelompok ESBL tertinggi yaitu Enterobacter sp (38,2%).

6. Hasil uji resistensi pada bakteri suspek penghasil ESBL didapatkan resistensi

teinggi terhadap antibiotik Aztreonam, Ceftazidime, Ceftriaxone, dan Cefotaxime.

61
62

Masih sensitif terhadap antibiotik Meropenem, Amoksisilin, Chloramphenicol, dan

Sulbactam Cefpirom.

5.2 Saran

Berdasarkan hasil penelitian, saran yang dapat diajukan sebagai berikut:

1. Bagi Rumah Sakit

Dapat meningkatkan kesadaran pasien dengan cara memberikan arahan kepada

dokter untuk menggunakan antibiotik yang tepat sesuai aturan.

2. Bagi Peneliti Selanjutnya

a. Perlu dilakukan penelitian lebih mengenai faktor resiko infeksi yang pada bakteri

penghasil enzim ESBL

b. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai cara penularan angka infeksi

dan pengendalian infeksi oleh bakteri penghasil enzim ESBL.