Anda di halaman 1dari 1

Ke Istiqomah an dan Konsistensi Gerakan Pelajar NU Harga Mati

'Kita seringkali terjebak dengan hal-hal yang bersifat ceremonial dan temporel dalam setiap program
ataupun gerakan Pelajar NU menyoal menggaet kader-kader baru'. Hal ini diungkapkan Chasan Habibie
selaku Pusat Teknologi dan Komunikasi (Pustekom) Kemendikbud RI saat mengisi Sarasehan dan Halal
Bihalal PW IPNU Jawa Tengah di Pondok Pesantren Al Fadhlu 2 Srogo Brangsong Kendal asuhan K.H.
Dimyati Rois dan H. Alamudin Dimyati Rois, Minggu (15/07).

Pegiat Penelitian dan Pengembangan PBNU yang pernah menjadi Ketua PW IPNU Jawa Tengah Masa
Khidmat 2004-2007 juga menyarankan agar PW IPNU Jateng beserta cabang-cabang IPNU se-Jateng agar
mulai menjadikan Masjid-Masjid besar disekitarnya sebagai basecamp kaderisasi dan kajian-kajian
aswaja, karena hal ini dianggap menjadi tempat yang lebih netral bagi kalangan generasi pelajar di
sekolah-sekolah negeri, yang mana masih enggan merapatkan diri ke pesantren. 'Kalau Rekan-rekan bisa
Istiqomah dan Konsisten, maka langkah-langkah strategis guna memblokade dan meminimalisir gerakan
Islam Radikal bisa tercapai dan terwujud, kalau tidak bisa, maka cita-cita menghijaukan lingkungan kalian
menjadi hal yang mustahil'. Imbuh pegiat NUtizen Nusantara ini.

'Ada 3 hal yang perlu menjadi catatan rekan-rekan semua menyoal pengabdian di IPNU, baik ranting
sampai pusat, utamanya terkait rentang waktu pengabdian kita ditiap jenjang pengurusan'. Tegas Pria
yang berasal dari Tugurejo Kota Semarang.

Pertama, tata niat masing-masing untuk semaksimal menjalankan amanah yang telah dipercayakan
kepada kita. Kedua, Berikan catatan sejarah terbaik saat kita memegang kepemimpinan IPNU, karena
apapun yang kita laksanakan dan kita upayakan, waktu akan mencatat dan sejarah akan menulis. Ketiga,
Fokus terhadap apa yang ada di depan dan jangan terjebak dengan keinginan yang sifatnya muluk-muluk
dan utopis, karena itu justru merusak fokus kita.

Kegiatan Halal Bi Halal PW IPNU Jawa Tengah ini juga dihadiri utusan PWNU Jateng, Zaenuri, S.Pd. Drs.
K.H Muzammil selaku Ketua Tanfidziyah Terpilih berhalangan hadir karena berbarengan dengan agenda
Halal bi Halal Ulama 'Ngumpulke Balung Pisah' di Universitas Wahid Hasyim Kota Semarang.