Anda di halaman 1dari 2

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Setiap sel berasal dari sel hidup lainnya. Siklus sel merupakan tahapan dimana terjadinya
proses pembelahan dan penduplikasian berbagai materi yang ada didalam sel, pembelahan dan
penduplikasian merupakan konsep terpenting yang dapat mendasari proses reproduksi pada
berbagai organisme. Pada setiap organisme multiseluler dibutuhkan pembelahan sel yang
panjang dan rumit untuk memproduksi organisme yang baru, berbeda dengan organisme
uniseluler dalam setiap pembelahan selnya menghasilkan organisme fungsional yang baru
(Nurfathurohmi dkk, 2014).
Untuk tumbuh dan berkembang makhluk hidup melakukan pembelahan sel. Mitosis
merupakan saah satu pembelahan sel yang dilakukan oleh makhluk hidup selama proses tumbuh
dan kembangnya. Pembelahan ini melibatkan proses pembelahan kromosom sebanyak 2n
(kromosom yang sama dengan sel induk) (Bima, 2009). Pembelahan mitosis ini hanya terjadi
pada jaringan meristem tanaman, dan jaringan meristem ini terdapat pada bagian-bagian tertentu
seperti ujung akar, ujung batang, dan kambium. Salah satu yang sering diamati adalah
pembelahan mitosis pada tudung akar bawang merah.

Pembelahan mitosis menghasilkan 2 sel anak yang identik. Pembelahan mitosis terjadi
secara bersama-sama dengan pembelahan sitoplasma dan bahan-bahan di luar inti sel
(sitokenesis). Mitosis terdiri dari 4 tahap yang berkelanjutan (tahap yang satu dengan tahap
berikutnya tidak terpisah). Pembagian tahap pembelahan mitosis ini bertujuan untuk
memudahkan penjelasan terhadap peristiwa-peristiwa yang terjadi. Tahap-tahap tersebut adalah
profase, metafase, anafase dan telofase (Bima, 2009).

Dalam penelitian ini, bahan utama yang digunakan adalah dengan memotong ujung akar dari
bawang lanang (Allium sativum L). Hal ini tidak lain untuk mengetahui fase pembelahan sel.
Menurut Crowder (1990), menyatakan bahwa pembelahan mitosis terjadi pada jaringan jaringan
yang aktif membelah seperti tunas dan ujung akar. Begitu juga pada bawang lanang (Allium
sativum L), sel-sel pada ujung akarnya melakukan pembelahan. Tanaman ini memiliki ukuran sel
yang relatif besar sehingga lebih mudah untuk mengamati fase-fase mitosisnya. Mitosis pada
tanaman terjadi selama 30 menit sampai beberapa jam.
Pada penelitian ini, juga dilihat pengaruh terhadap pemberian larutan kolkisin dengan
konsentrasi berbeda tiap jamnya, yaitu 0 ppm, 25 ppm, 50 ppm, dan 75 ppm terhadap
pembelahan sel yang tejadi pada ujung akar bawang lanang (Allium sativum L). Hal ini juga telah
dilakukan berberapa penelitian oleh para ahli, alasannya tidak lain karena perendaman larutan
kolkisin pada akar bawang lanang (Allium sativum L) mampu menghambat proses terbentuknya
benang-benang spindel. Dengan demikian pembelahan sel yang telah mengalami replikasi tidak
dapat berpindah menuju kutub yang berlawanan.