Anda di halaman 1dari 4

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG Commented [U1]: Susunannya harus berurutan mulai


fenomena, skala masalah atau prevalensi angka kejadian ,
WHO (World Health Organization) dan SEARO (South East Asia Regional Office) kemudian kronologi masalah berupa penyebab masalah dan
dampak dari masalah dan terkahir solusi berupa konsep pemecahan
memperkirakan pada tahun 2020 penyakit tidak menular (PTM) akan menyebabkan 73% yang sudah dan yang akan di gunakan

kematian dan 60% seluruh kesakitan di dunia, dan diperkirakan negara yang paling merasakan
dampak tersebut adalah negara berkembang termasuk Indonesia (Sherlock et al, 2014). Commented [U2]: INI TERMASUK PREVALENSI , PINDAH POSISI

Hipertensi atau tekanan darah tinggimerupakan sebuah kondisi medis dimana orang
yang tekanan darahnya meningkat diatas normal yaitu 140/90 mmHg dan dapat mengalami
resiko kesakitan (morbiditas) bahkan kematian (mortalitas). Penyakit ini sering dikatakan
sebagai the silent diseases. Faktor resiko hipertensi dibagi menjadi 2 golongan yaituhipertensi
yang tidak bisa diubah dan hipertensi yang dapat diubah. Hipertensi yang dapat diubah
meliputi merokok, obesitas, gaya hidup yang monoton dan stres. Hipertensi yang tidak dapat
dirubah meliputi usia, jenis kelamin, suku bangsa, faktor keturunan (Rusdi & Isnawati, 2009) Commented [U3]: SEBAIKNYA LANGSUNG FENOMENA
MASALAH YANG DI TUNJANG OLEH TEORI BUAKN PENGERTIAN
Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang terjadi di negara
maju maupun negara berkembang. Hipertensi merupakan penyebab kematian nomor 3 setelah
stroke (15,4 %) dan tuberkulosis (7,5 %), yakni mencapai 6,8 % dari populasi kematian pada
semua umur di Indonesia (Depkes, 2008).
Berdasarkan data Riskesdas tahun 2013, prevalensi hipertensi di Indonesia yang
didapat melalui pengukuran pada umur ≥18 tahun sebesar 25,8 %, tertinggi di Bangka
Belitung (30,9%), diikuti Kalimantan Selatan (30,8%), Kalimantan Timur (29,6%), Jawa
Barat (29,4%) dan Sulawesi Utara (27,1%). Prevalensi hipertensi di Indonesia yang didapat
melalui kuesioner terdiagnosis tenaga kesehatan sebesar 9,4 %, yang didiagnosis tenaga
kesehatan atau sedang minum obat sebesar 9,5 %. Jadi, ada 0,1 persen yang minum obat
sendiri. Responden yang mempunyai tekanan darah normal tetapi sedang minum obat
hipertensi sebesar 0.7 %. Jadi prevalensi hipertensi di Indonesia sebesar 26,5% (25,8% + 0,7
%). Prevalensi hipertensi di Sulawesi Utara yang diperoleh melalui kuesioner terdiagnosis
tenaga kesehatan adalah 15%, sedang minum obat 15,2% dan melalui pengukuran adalah
27,1% (Kemenkes RI, 2013). Commented [U4]: DATANYA HARUS UPDATE. 3 TAHUN ATAU
SATU TAHUN YANG LALU
Gejala hipertensi pada umumnya tidak nyata, banyak yang sudah terlambat dan
berkomplikasi barulah diketahui penyebabnya. Seseorang yang mempunyai penyakit darah
tinggi mempunyai resiko besar terhadap penyakit lainnya, tidak hanya penyakit jantung
koroner saja tapi penyakit gagal ginjal, kebutaan dan stroke bisa terjadi. Makin tinggi tekanan
darah seseorang maka semakin tinggi pula resikonya, maka dari itu seseorang harus
mengetahui tekanan darahnya karena hipertensi merupakan penyakit yang mempunyai
tingkatan agar mendapat perhatian dan perawatan sedini mungkin, karena dengan perawatan
yang tepat dan cepat dapat mencegah hal-hal yang mengerikan seperi stroke. Penatalaksanaan
hipertensi ini memerlukan waktu yang lama dan melibatkan berbagai profesi tenaga
kesehatan seperti dokter, perawat dan ahli gizi. Banyaknya kejadian harus mendapatkan
perhatian serius mengingat banyaknya resiko terjadinya komplikasi, maka peran tenaga
medis termasuk juga perawat adalah merawat pasien hipertensi dan berusaha untuk
memotvasi klien untuk berusaha berobat dan menerapkan pola hidup sehat dan berolahraga
secara teratur. Commented [U5]: GUNAKAN BAHASA BAKU DAN ILMIAH
CONTOH “BARULAH”....DI GANTI REDAKSI KALIMATNYA
Banyaknya angka kejadian hipertensi dimasyarakat harus mendaptkan perhatian yang
serius terutama dari pelayanan kesehatan.
Sesuaidenganmisidankeyakinanperawatyaitumembantuklienuntukmemenuhikebutuhannyasec
araholistik yang mencangkupaspek bio-psiko-sosial-spiritual,
makaperawatharusmemberikanpelayananasuhankeperawatan yang
komprehensifmelaluipendekatan proses keperawatan agar
kliendanlingkungannyadapatmemandangdirinyasebagaiindividuyagberhargadandapatmelakuk
anfungsi normal sebagiindividu yang memilikikonsepdiri yang
positifsehinggakebutuhannyaakanterpenuhisecara optimal. Commented [U6]: APAKAH INI SOLUSI PEMECAHAN MASALAH
? SEBAIKNYA SBAGIAN TERAKHIR SOLUSI BERUPA KONSEP
Dari uraian di ataspenulistertarikuntukmembuatkaryatulisIlmiah yang berjudul PEMECAHAN YANG SUDAH ADA DAN YANG AKAN ANDA LAKUKAN

“AsuhanKeperawatanPasiendenganHipertensidi Desa Bedali Kecamatan Lawang Kabupaten


Malang”
1.2Identifikasi Masalah
Berdasarkanlatarbelakang, dapatdiidentikasimasalahdarikaryatulisilmiahiniyaitu Commented [U7]: HILANGKAN..LANGSUNG SAJA..:
Bagaimana.......
“BagaimanaAsuhanKeperawatanPasiendenganHipertensi di Desa Bedali Kecamatan Lawang
Kabupaten Malang?”
1.3 Tujuan
1. TujuanUmum
MendapatkangambarantentangAsuhanKeperawatanPasiendenganHipertensi di Desa Commented [U8]: GANTI REDAKSI KALIMAT...

Bedali Kecamatan Lawang Kabupaten Malang.


2. TujuanKhusus
a. Mendapatkangambarantentangpengkajiankeperawatanpasiendenganhipertensi di
Desa Bedali Kecamatan Lawang Kabupaten Malang.
b. Mendapatkangambarantentangdiagnose keperawatanpasiendenganhipertensi di
Desa Bedali Kecamatan Lawang Kabupaten Malang.
c. Mendapatkangambarantentangperencaaankeperawatanpasiendenganhipertensi di
Desa Bedali Kecamatan Lawang Kabupaten Malang.
d. Mendapatkangambarantentangimplementasikeperawatanpasiendenganhipertensi
di Desa Bedali Kecamatan Lawang Kabupaten Malang.
e. Mendapatkangambarantentangevaluasikeperawatanpasiendenganhipertensi di
Desa Bedali Kecamatan Lawang Kabupaten Malang. Commented [U9]: LIHAT PEDOMAN
CONTOH : MELAKSANAKN, MELAKUKAN, MERUMUSKAN
DIAGNOSA DLL

1.4 Manfaat
Berdasarkantujuanumummaupuntujuankhusus,
karyatulisilmiahinidiharapkanbisamemberikanmanfaatbagipengembangan program
maupunilmupengetahuan, adapunmanfaat-
manfaatdarikaryatulisilmiahsecarateoritismaupunpraktis. Commented [U10]: HAPUS
LANGSUNG SAJA
1. SecaraTeoritis 1.TUJUAN TEORITIS
2.TUJUAN PRAKTIS
Denganpemberianasuhankeperawatansecaracepat, tepat,
danefisiendiharapkandapatmenurunkanangkakejadiandisabilitidanmortalitaspadapasi
endenganhipertensi.
2. SecaraPraktis
a. BagiSubjek Penelitian
Dapat digunakan untuk mempercepat proses pengembalian fungsi tubuh dan
pencegahan kekambuhan berkaitan dengan penyakitnya.
b. BagiInstitusiPendidikan
Sebagai literature dan hasil penelitian bisa digunakan untuk melakukan penelitian
lebih lanjut.
c. BagiPenulis
Sebagai alat dalam mengaplikasikan asuhan keperawatan pada pasien hipertensi,
menambah pengalaman dan keterampilan penulis dalam pembuatan asuhan
keperawatan.
Daftar Pustaka Commented [U11]: TIDAK SESUAI KAIDAH
LIHAT PEDOMAN PENULISAN DAFTAR PUSTAKA , SEBAIKNYA
MENGGUNAKAN MENDELEY
1.https://www.google.com/url?sa=t&source=web&rct=j&url=https://www.researchgate.net/p
ublication/307445667_Faktor_Yang_Mempengaruhi_Hipertensi_pada_Usia_Lanjut&ved=2a
hUKEwiV8uLWuNzdAhXFQ48KHaj4CmAQFjAAegQIABAB&usg=AOvVaw1FqMbm2L
5tcAJwrTM91wQA (diakses pada 25 september 2018)

2.https://www.google.com/url?sa=t&source=web&rct=j&url=https://ejournalhealth.com/inde
x.php/paradigma/article/download/25/25&ved=2ahUKEwitzJeCutzdAhVFpY8KHQ2XCK0
QFjAAegQIAxAB&usg=AOvVaw3Btdqi0GWqwcelEDag9Y0T (diakses pada 25 september
2018)

3.https://www.google.com/url?sa=t&source=web&rct=j&url=http://jurnal.htp.ac.id/index.php
/keskom/article/download/70/57/&ved=2ahUKEwj3loSoutzdAhWJL48KHRPDCy8QFjAAe
gQIARAB&usg=AOvVaw2eZHbW8Cu33y3DF9jNn7ye (diakses pada 20 september 2018)