Anda di halaman 1dari 4

MODELLING THE EFFECT OF SHOURT-COURSE MULTIDRUG-RESISTANT TUBERCULOSIS TREATMENT IN

KARAKALPAKSTAN, UZBEKISTAN

ABSTRAK

Latar belakang:

Multi-drug resistant tuberculosis (MDRTB) merupakan ancaman besar dalam mengendalikan kasus
TB secara global. Regimen pengobatan MDR-TB mengharuskan pasien mengknsumsi obat daam
jumlah banyak sekaligus, sehingga dirasa sangat membebani, lama masa pengobatan mencapai 20
bulan atau lebih, dan hasil pengobatan yang tidak sesuai dengan yang diharapkan. Regimen
pengobatan selama 9-11 bulan dengan 7 jenis antibiotic menunjukkan hasil yang bagus pada
berbagai kondisi dan regimen ini telah dirokemendasikan oleh WHO.

Metode:

Hasil:

Berdasarkan hasil empiris yang didapatkan pada pasien MDR-TB dan dengan mengasumsikan tidak ada
peningkatan pada persentase keberhasilan pengobatan, regimen penobatan yang lebih singkat
menurunkan insiden MDR-TB dari 15,2 menajdi 9,7 kasus per 100.000 populasi pertahun dan mortalitas
MDR-TB menurun dari 3,0 menjadi 1,7 kasus kematian per 100.000 populasi pertahun, hasil ini lebih baik
dari alternative intervensi lainnya. Tidak ada peningkatan signifikan dalam

Kesimpulan:

Kami menemukan bahwa pengobatan MDR-TB dengan regimen yang lebih singkat juga memiliki
keuntungan dalam hal mengurangi transmisi strain yang resisten.

Keywords:
Tuberculosis, epidemiology, treatment, modelling, multidrug-resistant tuberculosis, extensively drug –
resistant tuberculosis, public health, uzzbekistan.
Latar belakang

Rifamfisin resistant tuberculosis dan multidrug-resistant tuberculosis (MDR-TB; resisten terhadap


sedikitnya rifampisin dan isoniazid) merupakan ancaman terbesar bagi pengendalian kasus TB di seluruh
dunia. Pada tahun 2014 dilaporkan sebnyak 480.000 kasus MDR-TB namun hanya 111.000 yang
mendapatkan terapi dengan regimen second-line pada saat itu. Secara global, hanya separo dari mereka
yang mendapatkan terapi dengan regimen second-line yang berhasil tuntas menjalani pengobatannya,
lainnya dilaporkan berhenti pengobatan, tidak mendapatkan hasil yang diinginkan, atau malah
mendapatkan efek samping negative dari pengobatan tersebut.

Kasus MDR-TB paling tinggi ditemukan pada Negara-negara di Bagian Timur Eroa dan bekas Uni Soviet,
baik kasus lama maupun kasus baru. Di uzbekistan salah satu Negara bekas Uni Soviet di Asia Tengah,
prevalensi TB diperirakan sebanyak 122 pasien per 100.000 populasi di tahun 2014, sekitar 7100 kasus
MDR-TB telah dilaporkan, membuat Uzbekistan termasuk dalam 30 negara dengan kasus MDR-TB
terbanyak versi WHO. Pada survey yang dilakukan di tahun 2011, ditemukan kasus MDR-TB pada 23%
pasien baru dan 62% pasien yang telah menjalani pengobatan sebelumnya. Hasil pada tiap daerah
berbeda-beda namun hasil tertinggi didapatkan pada kota Karakalpakstan di bagian barat Uzbekistan,
dengan populasi 1,7 juta penduduk,persentase penderita MDR-TB adala sebanyak 41% kasus baru dan
78% kasus berulang. Sejak tahun 2000, Medecins sans Frontieres (MSF) telah mendukung program
pengobatan Tb nasional di Karakalpakstan dalam hal surveilans TB, pencegahan dan pengobatan. System
pengobatan mereka mencakuppengobatan pada seluruh pasien baik rawat inap maupun rawat jalan
dengan focus untuk mengobati kasus TB sesegera mungkin saat pasien telah terdiagnosa.

Pengobatan dengan Short-course regimen untuk kasus MDR-TB yang setidaknya dikonsumsi selama 9
bulan (umumnya dengan floroquinolone, etambutol, pyrazinamide dan clofazimine, pada fase intensive
ditambahkan isoniazid dalam dosis tinggi, kanamycin dan prothionamide) telah beberapa kali dilakukan
di Africa dan Asia. Dilaporkan tingkat keberhasilannya dalam hal pasien bebas-relaps adalah sebanyak 84
– 90% dan regimen ini memerlukan biaya yang lebih sedikit dibadingkan dengan regimen pengobatan
MDR-TB lainya.

WHO merekomendasikan regimen pengobatan TB yang lebih singkat ini hanya jika pasien tersebut tidak
menderita Tb extrapulmonal, tidak sedang hamil dan jika seuruh jenis obat yang termasuk dalam
regimen ini telah terbukti efektif pada pasien tersebut (dilihat dari riwayat pengobatan pasien dan tes
kultur). Kemanjuran regimen ini sedang diteliti dengan percobaan acak terkontrol.
Pada tahun 2013, MSF berkolaborasi dengan kementerian kesehatan, meulai studi obbservasional untuk
mengukur keefektifan pengobatan MDR-TB dengan regimen yang lebih singkat (shorter MDR-TB
regimen) di Karakalpakstan. Kami menyajikan penghitungan secara matematis pada efek pengobatan
MDR-TB dengan regimen yang lebih singkat (9-11 bulan) terhadap tingkat penyakit dan kematiab, dan
membandingkannya dengan kondisi dimana pendekatan lternative digunkn untuk meningkatkan
program pengobatan TB.

METODE

Contoh struktur dapat dilihat pada gambar 1. Dan contoh pendekatan dideskripsikan secara terperinci
pada additional file 1, yang berisikan list singkatan-singkatan (file tambahan 1, tabel S1) dan nilai-nilai
parameter (file tambahan 1 tabe S2). Contoh ini merujuk pada penelitian kami sebelumnya dan
menggabungkan sejumlah aspek yang kami rasa penting dalam menentukan epidemiologi TB di daerah
yang endemis TB dan MDR-Tb nya tinggi, termasuk kemanjuran vaksinasi parsial, menurunkan resiko
infeksi, reinfeksi selama fase laten dan menurunkan resiko terjadinya resisten obat sejak masa awal
pengobatan.

STRAINS OF MODELLED TB

contoh dalam penelitian ini adalah pasien dengan MDR-Tb maupun MDR-TB