Anda di halaman 1dari 12

No sayatan / No conto : STZ 1 Satuan : Batugamping

Lokasi : Maligano
Foto
v

Pl Pl

Di
Op Op Di

mPl mPl

Lensa Okuler : 10x Lensa Obyektif : 4x Perbesaran Total : 40x

Tipe Batuan : Batuan sedimen


Tipe Stuktur : Tidak Berlapis
Klasifikasi : Dunham, 1962
Mikroskopis :
Warna absorbsi kuning kecoklatan, warna interferensi abu-abu kehitaman. Bentuk mineral anhedral – subhedral.
Tekstur batuan afnitik dan aliran. Komposisi mineral terdiri dari mineral plagioklas, diopsid, mineral opak, dan
massadasar mikrokristalin.
Deskripsi Mineralogi
Jumlah
Komposisi Mineral Keterangan Optik Mineral
(%)
Warna adsorpsi hijau muda, pleokroisme tidak ada, belahan satu arah,
pecahan rata, bentuk subhedral – anhedral, relief tinggi, intensitas lemah,
Diopsid (Di) 20
ukuran 0,1 – 0,4 mm, warna interferensi kuning keunguan, sudut bias
rangkap 0.031, sudut gelapan 370

Warna adsorpsi tidak berwarna, pleokroisme tidak ada, belahan tidak jelas,
pecahan rata, bentuk subhedral - anhedral, relief rendah, intensitas tinggi,
Plagioklas (Pl) 25 ukuran 0,21-1,20 mm, warna interferensi abu-abu orde I, sudut bias rangkap
0.008, kembaran kalsbad, sudut gelapan 330. Jenis plagioklasnya adalah
Bitownit.

Warna hitam, bentuk prismatik, ukuran mineral 0,025 mm – 0,2 mm dan.


Mineral Opak (Op) 5 Diidentifikasi sebagai mineral magnetit.

Warna absorbsi tidak berwarna, bentuk anhedral, relief rendah, pleokroisme


tidak ada, warna interferensi abu-abu kehitaman, ukuran mineral 0,025 mm –
Mikrolit Plagioklas (mPl) 50
0,125 mm.

Nama Batuan : Basalt (IUGS, 1967)


No sayatan / No conto : STZ 3 Satuan : Batulempung
Lokasi : Ronta
Foto

Mud
Gr Mud Gr

Lensa Okuler : 10x Lensa Obyektif : 4x Perbesaran Total : 40x


Tipe Batuan : Batuan sedimen
Tipe Stuktur : Tidak Berlapis
Klasifikasi : (Dunham, 1962)
Mikroskopis :
Sayatan batuan sedimen karbonat ini memiliki warna absorbsi cokelat dan warna interferensi abu-abu kehitaman. Tekstur batuan
bioklastik, komposisi material terdiri dari grain (skeletal grain) berupa fosil foraminifera besar dan foraminifera kecil, dan mud
berupa mineral – mineral karbonat (kalsit).
Deskripsi Mineralogi
Jumlah
Komposisi Mineral Keterangan Optic mineral
(%)
Warna absorbsi warna cokelat hingga cokelat tua, warna interferensi abu-abu
kehitaman, sebagian sudah terkristalisasi, dengan komponen terdiri dari
Grain (Gr) 25 skeletal grain. Grain terdiri foraminifera besar. Ukuran grain 0,175 mm –
4,25 mm

Warna absorbsi transparan, warna interferensi pelangi, pleoroisme tidak ada,


relief rendah, intensitas sedang, bentuk mineral anhedral, belahan tidak ada,
Kalsit (mikrit) 10 pecahan tidak rata, ukuran <0,01 mm.

Warna absorbsi kuning kecokelatan, warna interferensi abu-abu kecokelatan,


dengan ukuran lebih kecil dari 0,01 mm berupa mineral kalsit
Mud (mud) 65

Nama Batuan : Wackestone (Dunham,1962)


No sayatan / No conto : STZ 5 Satuan : Batulempung
Lokasi : Ronta
Foto

Lensa Okuler : 10x Lensa Obyektif : 4x Perbesaran Total : 40x


Tipe Batuan : Batuan sedimen
Tipe Stuktur : Berlapis
Klasifikasi : (Dunham,1962)
Mikroskopis :
Warna absorbsi kuning kecoklatan, warna interferensi pelangi, tekstur klastik, bentuk Euhedral - Anhedral , komposisi material
terdiri dari mikrit dengan ukuran ≤ 0,003mm.

Deskripsi Mineralogi
Jumlah
Komposisi Mineral Keterangan Optic mineral
(%)

Warna absorbsi transparan, warna interferensi pelangi, pleoroisme tidak ada,


o Mikrokristalin Kalsit (9D) 70 relief rendah, intensitas sedang, bentuk mineral anhedral, belahan tidak ada,
pecahan tidak rata, ukuran <0,01 mm.

o Semen Lempung (B4) Warna absorbsi kuning kecoklatan, warna interferensi coklat, pleoroisme
30
tidak ada, relief rendah, intensitas rendah, bentuk mineral anhedral, belahan
tidak ada, pecahan tidak rata, ukuran <0,01 mm.
Nama Batuan : Mudstone (Dunham,1962)
No sayatan / No conto : STZ 6 Satuan : Konglomerat (Fragmen)
Lokasi : Ronta
Foto

Lensa Okuler : 10x Lensa Obyektif : 4x Perbesaran Total : 40x


Tipe Batuan : Batuan sedimen
Tipe Stuktur : Tidak Berlapis
Klasifikasi : (Pettijohn,1987)
Mikroskopis :
Warna absorbsi kuning kecoklatan , warna interferensi abuabu, tekstur klastik, bentuk Euhedral - Anhedral, Komposisi material
terdiri dari Plagioklas, Ortoklas,Lithic dan mud yang berupa mikrit. Ukuran material <0,02 mm – 1 mm.

Deskripsi Mineralogi
Jumlah
Komposisi Mineral Keterangan Optik Mineral
(%)

o Plagioklas (J10) Warna absorbsi coklat, warna interverensi abu-abu, pleokrisme monokroik,
15 intensitas sedang,bentuk subhedral, belahan sempurna satu arah dan pecahan
rata. Relief sedang, sudut gelapan 40o, jenis gelapan miring,

o Ortoklas (E10) Warna absorbsi kuning, warna interferensi putih keabu-abuan. Memiliki
10 relief sedang, bentuk mineral subangular – subrounded, intensitas rendah,
belahan satu arah, tidak memiliki kembaran, pecahan tidak rata, ukuran 0,02
– 0,1 mm, sudut gelapan 460, jenis gelapan miring.
o Lithic (A4-H4) 10 Warna absorbsi kuning, Warna interferensi hitam, memiliki relief sedang,
ukuran mineral kurang lebih 0,24 cm

o Mikrokristalin Kalsit (I5) 65 Warna absorbsi transparan, warna interferensi pelangi, pleokroisme tidak ada,
relief rendah, intensitas sedang, bentuk mineral anhedral, belahan tidak ada,
pecahan tidak rata, ukuran 0,02 – 0,08 mm.

Nama Batuan : Greywacke (Pettijohn,1987)


No sayatan / No conto : STZ 8 Satuan : Batulempung
Lokasi : Ronta
Foto

Lensa Okuler : 10x Lensa Obyektif : 4x Perbesaran Total : 40x


Tipe Batuan : Batuan sedimen
Tipe Stuktur : Tidak berlapis
Klasifikasi : (Dunham,1962)
Mikroskopis :
Warna absorbsi coklat, warna interferensi coklat kehitaman, tekstur klastik, bentuk subangular, komposisi material terdiri dari
Kuarsa dan mud berupa mineral lempung. Ukuran material ≤ 0,003mm.

Deskripsi Mineralogi
Jumlah
Komposisi Mineral Keterangan Optik Mineral
(%)

Berwarna hitam pada nikol silang dan berwarna coklat pada nikol
o Mineral Lempung (C6) 85
sejajar, ukuran butir lempung.

o Kuarsa (E9) 15 Kuarsa memiliki warna absorbsi transparan, warna interferensi putih.
Memiliki relief rendah, bentuk mineral anhedral – subhedral, intensitas
tinggi, tidak memiliki belahan, tidak memiliki kembaran, pecahan tidak rata,
ukuran 0,02 – 0,08 mm, sudut gelapan 30, jenis gelapan bergelombang.
Nama Batuan : Mudstone (Dunham,1962)
No sayatan / No conto : STZ 11 Satuan : Batupasir
Lokasi : Ronta
Foto

Lensa Okuler : 10x Lensa Obyektif : 4x Perbesaran Total : 40x


Tipe Batuan : Batuan sedimen
Tipe Stuktur : Tidak berlapis
Klasifikasi : (Pettijohn,1987)
Mikroskopis :
Warna absorbsi kuning kecoklatan , warna interferensi keabu-abuan keabu-abuan , tekstur klastik, bentuk subangular,. Komposisi
material terdiri dari plagioklas, ortoklas, hornblende, kuarsa, dan mud yang berupa mikrit. Ukuran material <0,01 mm – 0,1 mm.

Deskripsi Mineralogi
Jumlah
Komposisi Mineral Keterangan Optik Mineral
(%)

 Plagioklas (7H) 15 Warna absorbsi coklat, warna interverensi abu-abu, pleokrisme monokroik,
intensitas sedang,bentuk subhedral, belahan sempurna satu arah dan pecahan
rata. Relief sedang, sudut gelapan 43o, jenis gelapan miring,
10
 Ortoklas (7E) Warna absorbsi kuning, warna interferensi putih keabu-abuan. Memiliki
relief sedang, bentuk mineral subangular – subrounded, intensitas rendah,
belahan satu arah, tidak memiliki kembaran, pecahan tidak rata, ukuran 0,02
– 0,1 mm, sudut gelapan 520, jenis gelapan miring.
5
 Hornblende (9E) Warna absorbsi coklat, warna interferensi orange kekuningan bentuk
euhedral-subhedral, relief tinggi, intensitas sedang, ukuran mineral 0,3 mm –
0,6 mm.
 Kuarsa (9G) 5

Kuarsa memiliki warna absorbsi transparan, warna interferensi putih.


Memiliki relief rendah, bentuk mineral anhedral – subhedral, intensitas
tinggi, tidak memiliki belahan, tidak memiliki kembaran, pecahan tidak rata,
ukuran 0,02 – 0,08 mm, sudut gelapan 2, jenis gelapan bergelombang.

Warna absorbsi transparan, warna interferensi pelangi, pleokroisme tidak ada,


 Mikrokristalin kalsit relief rendah, intensitas sedang, bentuk mineral anhedral, belahan tidak ada,
65
pecahan tidak rata, ukuran 0,02 – 0,08 mm.

Nama Batuan : Greywacke (Pettijohn,1987)


No sayatan / No conto : STZ 14 Satuan : Batupasir
Lokasi : Ronta
Foto

Lensa Okuler : 10x Lensa Obyektif : 4x Perbesaran Total : 40x


Tipe Batuan : Batuan sedimen
Tipe Stuktur : Tidak berlapis
Klasifikasi : (Pettijohn,1987)
Mikroskopis :
Warna absorbsi kuning kecoklatan , warna interferensi keabu-abuan keabu-abuan , tekstur klastik, bentuk subangular,. Komposisi
material terdiri dari plagioklas, ortoklas, hornblende, kuarsa, dan mud yang berupa mikrit. Ukuran material <0,01 mm – 0,1 mm

Deskripsi Mineralogi
Jumlah
Komposisi Mineral Keterangan Optik Mineral
(%)

o Ortoklas (3E) 15 Warna absorbsi kuning, warna interferensi putih keabu-abuan. Memiliki
relief sedang, bentuk mineral subangular – subrounded, intensitas rendah,
belahan satu arah, tidak memiliki kembaran, pecahan tidak rata, ukuran 0,02
– 0,1 mm, sudut gelapan 430, jenis gelapan miring.

o Plagioklas (G3) 17 Warna absorbsi coklat, warna interverensi abu-abu, pleokrisme monokroik,
intensitas sedang,bentuk subhedral, belahan sempurna satu arah dan pecahan
rata. Relief sedang, sudut gelapan 41o, jenis gelapan miring

o Hornblende (I7) 5 Warna absorbsi coklat, warna interferensi orange kekuningan bentuk
euhedral-subhedral, relief tinggi, intensitas sedang, ukuran mineral 0,3 mm –
0,6 mm.
3
o Kuarsa (A7) Kuarsa memiliki warna absorbsi transparan, warna interferensi putih.
Memiliki relief rendah, bentuk mineral anhedral – subhedral, intensitas
tinggi, tidak memiliki belahan, tidak memiliki kembaran, pecahan tidak rata,
ukuran 0,02 – 0,08 mm, sudut gelapan 3, jenis gelapan bergelombang.

o Mikrokristalin Kalsit (B7) 60 Warna absorbsi transparan, warna interferensi pelangi, pleokroisme tidak ada,
relief rendah, intensitas sedang, bentuk mineral anhedral, belahan tidak ada,
pecahan tidak rata, ukuran 0,02 – 0,08 mm.

Nama Batuan : Greywacke (Pettijohn,1987)


No sayatan / No conto : STZ 21 Satuan : Batupasir
Lokasi : Kotawo
Foto

Lensa Okuler : 10x Lensa Obyektif : 4x Perbesaran Total : 40x


Tipe Batuan : Batuan sedimen
Tipe Stuktur : Berlapis
Klasifikasi : (Pettijohn,1987)
Mikroskopis :
Warna absorbsi kuning kecoklatan , warna interferensi keabu-abuan keabu-abuan , tekstur klastik, bentuk subangular,. Komposisi
material terdiri dari kuarsa ,hornblende ,plagioklas ,dan mud yang berupa mikrit. Ukuran material <0,01 mm – 0,3 mm

Deskripsi Mineralogi
Jumlah
Komposisi Mineral Keterangan Optik Mineral
(%)

o Kuarsa 5 Warna absorbsi transparan warna interferensi abu-abu, pleokroisme tidak


ada, relief sedang, intensitas sedang, belahan tidak ada, pecahan tidak ada,
bentuk subhedral, ukuran 0,08 - 0,125 mm, sudut gelapan 3ᵒ, jenis gelapan
bergelombang.

Warna absorbsi coklat, warna interferensi orange kekuningan bentuk


10
o Hornblende euhedral-subhedral, relief tinggi, intensitas sedang, ukuran mineral 0,3 mm –
0,6 mm.

o Plagioklas 20 Warna absorbsi coklat, warna interverensi abu-abu, pleokrisme monokroik,


intensitas sedang,bentuk subhedral, belahan sempurna satu arah dan pecahan
rata. Relief sedang, sudut gelapan 49o, jenis gelapan miring
o Mikrokristalin Kalsit
65
Warna absorbsi transparan, warna interferensi pelangi, pleokroisme tidak ada,
relief rendah, intensitas sedang, bentuk mineral anhedral, belahan tidak ada,
pecahan tidak rata, ukuran 0,02 – 0,08 mm.

Nama Batuan : Greywacke (Pettijohn,1987)


No sayatan / No conto : STZ 23 Satuan : Batugamping
Lokasi : Maligano
Foto

Lensa Okuler : 10x Lensa Obyektif : 4x Perbesaran Total : 40x


Tipe Batuan : Batuan sedimen
Tipe Stuktur : Berlapis
Klasifikasi : Dunham, 1962
Mikroskopis :
Warna absorbsi kuning kecoklatan , warna interferensi pelangi, tekstur nonklastik, bentuk Euhedral - Anhedral,. Komposisi
material terdiri dari kalsit, dan mikrit,

Deskripsi Mineralogi
Jumlah
Komposisi Mineral Keterangan Optic mineral
(%)

Warna absorbsi transparan, warna interferensi pelangi, pleokroisme tidak ada,


o Kalsit (6E) 85 relief rendah, intensitas sedang, belahan tidak jelas, pecahan tidak rata,
bentuk anhedral ukuran 0,025 mm – 0,125 mm, sudut gelapan 25ᵒ, jenis
gelapan miring.

o Mikrokristalin Kalsit 15 Warna absorbsi transparan, warna interferensi pelangi, pleokroisme tidak ada,
relief rendah, intensitas sedang, bentuk mineral anhedral, belahan tidak ada,
pecahan tidak rata, ukuran 0,02 – 0,08 mm.

Nama Batuan : Crystalline (Dunham,1962)


No sayatan / No conto : STZ 41 Satuan : Konglomerat (Fragmen)
Lokasi : Latompa
Foto

Lensa Okuler : 10x Lensa Obyektif : 4x Perbesaran Total : 40x


Tipe Batuan : Batuan sedimen
Tipe Stuktur : Tidak Berlapis
Klasifikasi : (Pettijohn,1987)
Mikroskopis :
Warna absorbsi kuning kecoklatan , warna interferensi keabu-abuan keabu-abuan , tekstur klastik, bentuk subangular,. Komposisi
material terdiri dari Lithic ,ortoklas ,dan mud yang berupa mikrit. Ukuran material <0,01 mm – 0,3 mm

Deskripsi Mineralogi
Jumlah
Komposisi Mineral Keterangan Optik Mineral
(%)
Grain
Warna absorbsi kuning kecolatan, warna interferensi pelangi, relief sedang,
20
Lithic (F4) Ukuran 0,2 – 0,4 cm

Warna absorbsi kuning, warna interferensi putih keabu-abuan. Memiliki


15 relief sedang, bentuk mineral subangular – subrounded, intensitas rendah,
Ortoklas (H7)
belahan satu arah, tidak memiliki kembaran, pecahan tidak rata, ukuran 0,02
– 0,1 mm, sudut gelapan 460, jenis gelapan miring.

Mud
Warna absorbsi transparan, warna interferensi pelangi, pleoroisme tidak ada,
 Mikrokristalin kalsit (4B) 65
relief rendah, intensitas sedang, bentuk mineral anhedral, belahan tidak ada,
pecahan tidak rata, ukuran <0,01 mm.

Nama Batuan : Greywacke (Pettijohn,1987)


No sayatan / No conto : STZ 42 Satuan : Konglomerat (Fragmen)
Lokasi : Latompa
Foto

Lensa Okuler : 10x Lensa Obyektif : 4x Perbesaran Total : 40x


Tipe Batuan : Batuan sedimen
Tipe Stuktur : Berlapis
Klasifikasi : Pettijohn, 1987
Mikroskopis :
Warna absorbsi kuning kecoklatan , warna interferensi keabu-abuan keabu-abuan , tekstur klastik, bentuk subangular,. Komposisi
material terdiri dari plagioklas, kuarsa, hornblende, dan mud yang berupa mikrit. Ukuran material <0,01 mm – 0,3 mm

Deskripsi Mineralogi
Jumlah
Komposisi Mineral Keterangan Optik Mineral
(%)
Grain
Warna absorbsi kuning transparan, warna interferensi abu-abu, pleokroisme
o Plagioklas 50 tidak ada, relief rendah, belahan tidak ada, pecahan tidak rata, bentuk
subhedral, kembaran kalsbad, ukuran 0,13 mm – 0,47 mm, sudut gelapan 29ᵒ,
jenis gelapan miring
o Kuarsa 20 Warna absorbsi transparan warna interferensi abu-abu, pleokroisme tidak
ada, relief rendah, intensitas sedang, belahan tidak ada, pecahan tidak ada,
bentuk anhedral, ukuran 0,05 - 0,25 mm, sudut gelapan 2ᵒ, jenis gelapan
bergelombang.

o Hornblende 10 Warna absorbsi hijau muda, warna interferensi biru, relief sedang, intensitas
sedang, belahan dua arah, pecahan rata, bentuk subhedral, ukuran 0,23 - 0,39
mm, sudut gelapan 27ᵒ, jenis gelapan miring.

Mud
Warna absorbsi kuning kecoklatan, warna interferensi pelangi, pleokroisme
 Mikrokristalin kalsit tidak ada, relief rendah, intensitas sedang, bentuk mineral anhedral, belahan
20
tidak ada, pecahan tidak rata, ukuran <0,01

Nama Batuan : Feldspar Greywacke (Pettijohn,1987)


No sayatan / No conto : STZ 48 Satuan : Batugamping
Lokasi : Latompa
Foto

Lensa Okuler : 10x Lensa Obyektif : 4x Perbesaran Total : 40x


Tipe Batuan : Batuan sedimen
Tipe Stuktur : Berlapis
Klasifikasi : Dunham, 1962
Mikroskopis :
Warna absorbsi kuning kecoklatan , warna interferensi pelangi, tekstur klastik, bentuk subangular. Komposisi material terdiri dari
kalsit, dan mud yang berupa mikrit. Ukuran material 0,01 mm – 0,4 mm.

Deskripsi Mineralogi
Jumlah
Komposisi Mineral Keterangan Optik Mineral
(%)
Grain
 Non-skeletal grain : Warna absorbsi transparan, warna interferensi pelangi, pleokroisme tidak ada,
relief tinggi, intensitas tinggi, belahan satu arah, pecahan tidak rata, bentuk
o Kalsit (9J) 30 subhedral-anhedral ukuran 0,05 mm – 0,3 mm, sudut gelapan 49ᵒ, jenis
gelapan miring.
Mud
Warna absorbsi transparan, warna interferensi pelangi, pleoroisme tidak ada,
 Mikrokristalin kalsit 70
relief rendah, intensitas sedang, bentuk mineral anhedral, belahan tidak ada,
pecahan tidak rata, ukuran <0,01 mm.

Nama Batuan : Wackestone (Dunham,1962)