Anda di halaman 1dari 18

SATUAN ACARA PENYULUHAN(SAP)

DIET NGT, 6 LANGKAH MENCUCI TANGAN, BATUK EFEKTIF


DI RUANG 26 UNIT STROKE
RSUD. Dr. SAIFUL ANWAR MALANG

Universitas Jember
Universitas Brawijaya Malang
SIKES Maharani Malang
STIKES Hafshawaty Pesantren Zainul Hasan Probolinggo
SATUAN ACARA PENYULUHAN ( SAP )

Topik : 1. Diet NGT


2. Cuci Tangan & Batuk Efektif
Sub pokok bahasan : 1. Cara dan Proses Diet NGT
2. Cara Melakukan Cuci Tangan & Batuk Efektif
Hari / Tanggal : Rabu / 14 November 2018
Waktu : 30 Menit
Tempat : Ruang 26s (UNIT STROKE) RSSA MALANG
Sasaran : Keluarga Pasien yang dirawat di 26s (Unit Stroke) RSSA

A. ANALISA SITUASI
Kebanyakan pasien dan keluarga pasien kurang memahami dan melaksanakana
kesehatan khususnya mengenai kesehatan diri sendiri (personal hygiene), kebiasaan yang
ada di masyarakat dari mereka setelah aktivitas langsung saja menyantap makanan
sehingga dimungkinkan banyak bakteri yang menempel di makanan, yang akhirnya akan
dapat menimbulkan masalah kesehatan. Dan penyuluhan tentang NGT, karena keluarga
pasien kurang memahami tentang apa itu NGT, dan keluarga pasien kurang mengetahui
kenapa pasien dilakukan pemasangan NGT. Pasien dan keluarga pasien tidak mengetahui
jenis makanan apa saja yang di berikan kepada pasien melalui selang NGT untuk
memenuhi nutrisinya. Untuk itulah kami mahasiswa ruang 26s unit stroke akan
memberikan penyuluhan pada pasien dan keluarga pasien tentang cara melakukan cuci
tangan& batuk efektif, dan penyuluhan tentang NGT.

B. TUJUAN
1. Tujuan Instruksional Umum (TIU)
1) Cara dan Proses Diet NGT
2) Cara melakukan cuci tangan dan batuk efektif.
2. Tujuan Instruksional Khusus (TIK)
Setelah mengikuti pendidikan kesehatan selama 30 menit, keluarga pasiendapat :
a. Mengetahui tentang pengertian pemberian diet NGT.
b. Mengetahui tentang tujuan pemberian diet NGT.
c. Mengetahui tentang cara pemberian diet NGT.
d. Mengetahui tentang Proses pemasangan NGT.
e. Mengetahui tentang indikasi dan kontra indikasi pemasangan NGT.
f. Mengetahui pengertian cuci tangan dan batuk efektif.
g. Mengetahui tujuan cuci tangan dan batuk efektif.
h. Mengetahui persiapan cuci tangan dan batuk efektif.
i. Mengetahui cara pelaksanaa cuci tangan dan batuk efektif.

C. MANFAAT

1) Bagi Mahasiswa
a. Diharapkan dapat menambah wawasan dan memahami tentang cara dan
proses diet NGT.
b. Diharapkan dapat menambah wawasan dan menerapkan melakukan cuci
tangan dan batuk efektif.
2) Bagi Masyarakat/keluarga pasien
a. Diharapkan dapat menambah wawasan bagi masyarakat dan keluarga pasien
tentang cara dan proses diet NGT yang benar.
b. Diharapkan dapat menambah wawasan bagi masyarakat dan keluarga pasien
tentang cara melakukan cuci tangan dan batuk efektif..
c. Diharapkan dapat merubah perilaku bagi masyarakat dan keluarga pasien
tentang cara melakukan cuci tangan dan batuk efektif.

D. POKOK BAHASAN
1. Pengertian pemberian diet NGT.
2. Tujuan pemberian diet NGT.
3. Cara pemberian diet NGT.
4. Indikasi dan Kontra indikasi pemasangan NGT.
5. Pengertian cuci tangan.
6. Tujuan cuci tangan.
7. Persiapan cuci tangan.
8. Pelaksanaan cuci tangan.
9. Pengertian batuk efektif.
10. Mekanisme batuk efektif.
11. Tujuan batuk efektif.
12. Indikasi batuk efektif.
13. Alat untuk batuk efektif.
14. Prosedur pelakasanaan batuk efektif

E. SASARAN
Keluarga pasien yang dirawat di ruang 26s unit stroke.

F. MATERI
Terlampir

G. METODE
1) Ceramah
2) Tanya jawab

H. ALAT BANTU
1) Leaflet
2) LCD

I. STRUKTUR ORGANISASI
Moderator :
Penyuluh :
Peraga :
Observer :
Fasilitator :
J. SETTING RUANGAN/TEMPAT

LCD

M Py

FL OB

KP KP

KP KP

KP KP

KETERANGAN :
M : MODERATOR FL : FASILITATOR
PY : PENYULUH KP : KELUARGA PASIEN
OB : OBSERVER
K. KEGIATAN PENYULUHAN
No Tahap Waktu Kegiatan Penyuluhan Kegiatan Audien

1 Pembukaan 2 menit Salam, perkenalan Mejawab salam


Memperkenalkan diri Memperhatikan
Menjelaskan maksud dan tujuan Memperhatikan
Menjelaskan topik bahasan Memperhatikan
2 Isi 15 menit a. Menjelaskan tentang Pengertian Memperhatikan dan
pemberian diet NGT. mendengarkan
b. Menjelaskan tentang tujuan Memperhatikan dan
pemberian diet NGT. mendengarkan
c. Menjelaskan tentang Cara Memperhatikan dan
pemberian diet NGT. mendengarkan
d. Menjelaskan tentang Proses Memperhatikan dan
pemasangan NGT. mendengarkan
e. Menjelaskan tentang Indikasi dan Memperhatikan dan
Kontra indikasi pemasangan NGT mendengarkan

10 menit a. Menjelaskan pengertian cuci Memperhatikan dan


tangan. mendengarkan
b. Menjelaskan tujuan cuci tangan. Memperhatikan dan
c. Menjelaskan persiapan cuci mendengarkan
tangan. Memperhatikan dan
d. Menjelaskan pelaksanaan cuci mendengarkan
tangan. Memperhatikan dan
e. Menjelaskan pengertian batuk mendengarkan
efektif. Memperhatikan dan
f. Menjelaskan mekanisme batuk mendengarkan
efektif.
g. Menjelaskan tujuan batuk efektif.
h. Menjelaskan indikasi batuk
efektif.
i. Menjelaskan alat untuk batuk
efektif.
j. Menjelaskan prosedur
pelakasanaan batuk efektif
3 Penutup 3 menit Mereview kembali materi yang telah Bertanya dan
diberikan Menjawab
Memberikan kesimpulan Mendengarkan
Memberikan saran Mendengarkan
Ucapan terima kasih Memperhatikan
Memberikan salam Menjawab salam

L. EVALUASI
k. Apa tujuan pemberian diet NGT ?
l. Bagaimana cara pemberian NGT?
b. Apa tujuan dari cuci tangan dan batuk efektif?
c. Bagaimana cara melakukan cuci tangan dan batuk efektif?

M. LAMPIRAN
1. Materi
2. Leaflet
MATERI PENYULUHAN
DIET NGT

A. Pengertian:
Memberikan makan cair melalui selang lambung (enteral) adalah proses memberikan
makanan melalui saluran cerna dengan menggunakan selang NGT ke arah lambung.

B. Tujuan:
Memberikan makan cair melalui selang lambung (enteral) adalah proses memberikan
melalui saluran cerna dengan menggunakan selang NGT ke arah lambung.
1. Memenuhi kebutuhan nutrisi pasien
2. Mempertahankan integritas mucosa saluran cerna
3. Memberikan obat-obatan dan makanan langsung ke dalam saluran pencernaan
4. Mempertahankan fungsi-fungsi imunologik mukosa saluran cerna

C. Dilakukan pada :
1. Klien yang tidak dapat makan/menelan atau klien tidak sadar
2. Klien yang terus-menerus tidak mau makan sehingga membahayakan jiwanya, misalnya
klien dengan gangguan jiwa.
3. Klien yang muntah terus-menerus
4. Klien yang tidak dapat mempertahankan nutrisi oral adekuat

D. Cara pemberian Diet NGT


1. Lakukan verifikasi program terapi.prosedur pemberian makan melalui ngt

2. Persiapan Alat : Makanan cair sesuai kebutuhan, suhu makanan harus hangat. Obat sesuai
kebutuhan. Mortir Air matang. Irigator atau botol infus kosong dengan tube Spuit 50 cc
Stetoskop Bengkok Gaas atau tissue Pengalas/perlak Sarung tangan

3. Berikan salam, jelaskan tujuan dan prosedur tindakan pada pasien / keluarga

4. Pasang pengalas dibawah dagu pasien.

5. Tempatkan alat di dekat pasien.

6. Cuci tangan & pakai sarung tangan.

7. Atur posisi pasien dalam posisi semi fowler (jika tidak ada kontraindikasi).
8. Lakukan tes apakah NGT telah terpasang dengan baik / tidak. Aspirasi isi lambung
(gunakan spuit) melalui ujung NGT. Masukkan udara 10-20 cc ke dalam NGT sementara itu
dengarkan dengan menggunakan stetoskop pada daerah lambung.

9. Masukkan air matang sekurang-kurangnya 15 cc dengan spuit, setelah itu masukkan


makanan cair ke dalam botol. Untuk mencegah penyumbatan di dalam botol dan NGT, aduk
makanan cair sebelum dituangkan ke botol

10. Hubungkan IV tube dengan NGT

11. Alirkan makanan cair dengan membuka kran aliran infuse perlahan-lahan. Jika pasien
batuk-batuk atau gelisah maka pemberian cairan dihentikan dulu, jika pasien sianosis, NGT
harus dicabut.

12. Setelah makanan habis, NGT dibilas dengan air hangat.

13. Jika pasien minum obat, masukkan obat melalui blass spuit sesuai kebutuhan pasien.

14. Bilas NGT dengan air hangat 10-20 cc dan NGT di tutup.

15. Jelaskan bahwa prosedur telah selesai. Pertahankan posisi semi fowler selama 30 menit
untuk mencegah refluks.

16. Rapikan pasien dan bereskan alat-alat.

17. Lepas sarung tangan.

18. Cuci tangan.

19. Catat jenis & jumlah makanan/cairan/obat yang masuk, jumlah residu dan reaksi pasien
dalam catatan perkembangan dan balance cairan.

E. Indikasi:
1. Perdarahan GI (Gastrointestinal)
2. Trauma multiple, pada dada dan abdomen
3. Pemberian Obat-obatan, cairan makanan
4. Pencegahan aspirasi penderita dengan intubasi jangka panjang. Operasi abdomen
5. Obstruksi saluran cerna
6. Bilas lambung
7. Pemeriksaan analisis getah lambung
8. Dekompresi
F. Kontra Indikasi
1. Pada pasien yang memliki tumor di rongga hidung atau esophagus.
2. Pasien yang mengalami cidera serebrospinal.
MATERI PENYULUHAN
CARA MENCUCI TANGAN YANG BAIK

A. Pengertian
Mencuci tangan adalah menggosok air dengan sabun secara bersama-sama seluruh
kulit permukaan tangan dengan kuat dan ringkas kemudian dibilas dibawah aliran air (Niken,
2010). Cuci tangan merupakan salah satu tindakan yang mudah dan murah untuk mencegah
penyebaran penyakit.

B. Tujuan
1. Supaya tangan bersih
2. Membebaskan tangan dari kuman dan mikroorganisme
3. Menghindari masuknya kuman kedalam tubuh
(Niken, 2010).

C. Mengapa Harus Cuci Tangan Dan Kapan Harus Mencuci Tangan?


Bagi setiap orang, mencuci tangan adalah satu tindakan yang takkan lepas
kapanpun. Karena merupakan proteksi diri terhadap lingkungan luar .

D. Kapan Waktu Yang Tepat Untuk Melakukan Cuci Tangan


1. Sebelum dan sesudah makan
Untuk menghindari masuknya kuman kedalam tubuh saat kita makan
2. Setelah buang air besar
Besar kemungkinan tinja masih tert-empel di tangan, sehingga diharuskan untuk mencuci
tangan
3. Setelah bermain
Kebiasaan anak kecil adalah bermain ditempat yang kotor. Seperti tanah.
4. Sebelum dan sesudah melakukan tindakan
Bagi adik-adik mencuci tangan ini juga bisa dilakukan sebelum dan sesudah belajar,
sebelum dan sesudah bangun tidur dan sesudah melakukan kegiatan yang lain.
E. 5 MOMEN CUCI TANGAN

1. Sebelum bersentuhan dengan pasien

2. Sebelum melakukan prosedur bersih/steril

3. Setelah bersentuhan dengan cairan tubuh pasien risiko tinggi

4. Setelah bersentuhan dengan pasien

5. Setelah bersentuhan dengan lingkungan sekitar pasien

F. MACAM-MACAM CUCI TANGAN

1. Cuci tangan menggunakan air mengalir ( waktu 40 – 60 detik )


2. Cuci tangan dengan handrub ( waktu 20 – 30 detik ) \
G. Langkah-Langkah Dalam Mencuci Tangan Dengan Handrub Formula Dasar
1. Ambil handrub sampai menutupi seluruh telapak tangan
2. Gosok kedua telapak tangan
3. Telapak tangan dengan punggung tangan dan sela-sela jari
4. Antara telapak tangan dengan dan sela-sela jari
5. Kedua jari saling mengunci untuk menggosok punggung jari dengan telapak tangan
6. Putar ibu jari dengan tangan yang lain
7. Gosok telapak tangan dengan ujung jari dengan gerakan memutar
8. Tangan bersih dan aman
H. Langkah-Langkah Dalam Mencuci Tangan Dengan Air dan Sabun
1. Basahi tangan dengan air dan ambil sabun secukupnya
2. Gosok kedua telapak tangan
3. Telapak tangan dengan punggung tangan dan sela-sela jari
4. Antara telapak tangan dengan dan sela-sela jari
5. Kedua jari saling mengunci untuk menggosok punggung jari dengan telapak tangan
6. Putar ibu jari dengan tangan yang lain
7. Gosok telapak tangan dengan ujung jari dengan gerakan memutar
8. Bilas tanagn dengan air
9. Keringkan dengan tissue / handuk disposible
10. Gunakan tissue / handuk untuk menutup karan air
11. Tangan bersih dan aman.
MATERI PENYULUHAN

BATUK EFEKTIF

A. DEFINISI

Batuk merupakan upaya pertahanan paru terhadap berbagai rangsangan yang ada.
Batuk adalah refleks normal yang melindungi tubuh kita. Tentu saja bila batuk itu berlebihan,
ia akan menjadi amat mengganggu. Penelitian menunjukkan bahwa pada penderita batuk
kronik didapat 628 sampai 761 kali batuk/ hari. Penderita TB paru jumlah batuknya sekitar
327 kali/hari dan penderita influenza bahkan sampai 154.4 kali/hari.

Batuk adalah ciri utama infeksi pernafasan dan, pada tuberkulosis, sangat penting untuk
transmisi infeksi.

Batuk efektif merupakan suatu metode batuk dengan benar, dimana klien dapat
menghemat energi sehingga tidak mudah lelah dan dapat mengeluarkan dahak secara
maksimal.

B. MEKANISME BATUK

Refleks batuk terdiri dari 5 komponen utama; yaitu reseptor batuk, serabut saraf aferen,
pusat batuk, susunan saraf eferen dan efektor. Batuk bermula dari suatu rangsang pada
reseptor batuk. Reseptor ini berupa serabut saraf non mielin halus yang terletak baik di dalam
maupun di luar rongga toraks. Yang terletak di dalam rongga toraks antara lain terdapat di
laring, trakea, bronkus dan di pleura. Jumlah reseptor akan semakin berkurang pada cabang-
cabang bronkus yang kecil, dan sejumlah besar reseptor didapat di laring, trakea, karina dan
daerah percabangan bronkus. Reseptor bahkan juga ditemui di saluran telinga, lambung, hilus,
sinus paranasalis, perikardial dan diafragma.

Serabut aferen terpenting ada pada cabang nervus vagus, yang mengalirkan rangsang
dari laring, trakea, bronkus, pleura, lambung dan juga rangsang dari telinga melalui cabang
Arnold dari n. Vagus. Nervus trigeminus menyalurkan rangsang dari sinus paranasalis,
nervus glosofaringeus menyalurkan rangsang dari faring dan nervus frenikus menyalurkan
rangsang dari perikardium dan diafragma.
C.TUJUAN BATUK EFEKTIF

Batuk efektif dan nafas dalam merupakan teknik batuk efektif yang menekankan
inspirasi maksimal yang dimulai dari ekspirasi, yang bertujuan:

a) Merangsang terbukanya sistem kolateral


b) Meningkatkan distribusi ventilasi
c) Meningkatkan volume paru dan memfasilitasi pembersihan saluran nafas.
Batuk yang tidak efektif menyebabkan:

1. Kolaps saluran nafas

2. Ruptur dinding alveoli

3. Pneumothoraks

D. INDIKASI

Dilakukan pada pasien seperti: COPD/ PPOK, Emphysema, fibrosis, asma, chest
infeksion, pasien bet rest atau post operasi.

E. ALAT

Bengkok, perlak dan pengalas, dan tisu.

F. PROSEDUR PELAKSANAAN

Fase Orientasi

1. Mengucapkan salam

2. Memperkenalkan diri

3. Menjelaskan tujuan tindakan

4. Mencuci tangan

Fase Kerja

1. Menanyakan klien apakah sudah tahu cara melakukan batuk efektif


2. Menjelaskan prosedur batuk efektif dan membimbing klien:

a) Mengatur posisi duduk

b) Meminta klien meletakkan satu tangan di dada dan satu tangan di abdomen

c) Melayih klien melakukan nafas perut (menarik nafas dalam melalui hidung selama 3
hitungan, jga mulut tetap tertutup)

d) Meminta klien merasakan mengembangkan abdomen (cegah lengkung pada punggung)

e) Meminta klien menahan nafas hinga 3 hitungan

f) Meminta klien menghembuskan nafas perlahan dalam 3 hitungan (lewat mulut , bibir
seperti meniup)

g) Meminta klien merasakan mengempisnya abdomen dan kontraksi dari otot abdomen

h) Memasng perlak dan bengkok dipangkuan klien

i) Meminta klien melakukan nafas dalam 2 kali yang ketiga : inspirasi, tahan nafas dan
batukkan dengan kuat.

j) Menampung lendir dalam sputum pot

Tahap Terminasi

1. Melakukan evaluasi

2. Merapikan alat

3. Mencuci tangan
DAFTAR PUSTAKA

A.Poter, Patricia, Pery. 2002.Ketrampilan dan Prosedur Dasar. Mosby:Elsevier Science.

Niken. (2010). SAP Cara Mencuci Tangan. http://rentalhikari. wordpress.com/2009/11/06/


sap-cara-mencuci-tangan/. Diunduh 10 Maret 2012.

Turner & Bothamley. 2014. Cough and the Transmission of Tuberculosis. UK: The Journal
of Infectious Diseases.

Metheny, N A. & Titler, M. (2009) Assessing Placement of Feeding Tubes. American Journal
of Nursing 101(5).

Haroen, H. (2008). Konsep dan Aplikasi Kebutuhan Dasar Klien. Jakarta: Salemba Medika.

Hidayat, A. A. (2009). Pengantar Kebutuhan Dasar Manusia. Jakarta: Salemba madika.