Anda di halaman 1dari 26

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PENDERITA DENGAN GANGGUAN

SISTEM PERNAFASAN: PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIS


(PPOK)

KEPERAWATAN MEDIKAL

oleh

Galuh Yulia Asmara Putri

NIM 162310101226

KEMENTRIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI

FAKULTAS KEPERAWATAN

UNIVERSITAS JEMBER

2018
KASUS PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIS (PPOK)

I. Identitas Klien
Nama : Tn. A No. RM :-
Umur : 62 tahun Pekerjaan : Petani
Jenis Kelamin : Laki-laki Status Perkawinan : Kawin
Agama :Islam Tanggal MRS : 24 April 2016
Pendidikan : SD Tanggal Pengkajian : 25 April 2016
Alamat : Tegal Sari

II. Riwayat Kesehatan


1. Diagnosa Medis
PPOK

2. Keluhan Utama

- Klien mengatakan sesak dan batuk berdahak sejak 5 hari yang lalu.
- Klien mengatakan sesaknya bertambah saat melakukan aktivitas.

3. Riwayat Penyakit Sekarang


Saat dilakukan pengkajian, klien mengeluh dadanya sesak. Sesak dirasakan
pada dada sebelah kanan, sesak dirasakan sejak 5 bulan terakhir. Sesak terasa
semakin berat sejak 5 hari yang lalu dengan disertai batuk berdahak. Klien
juga tidak nafsu makan sejak 3 hari sebelum masuk rumah sakit dan mengeluh
mual, muntah.

4. Riwayat Penyakit Terdahulu


a. Penyakit yang pernah dialami
Keluarga mengatakan bahwa pasien memang mengeluh sering merasa
sesak sejak 5 bulan terakhir.
b. Alergi (obat, makanan, plester, dll)
Kelurga dank lien mengatakan bahwa klien tidak memiliki alergi obat,
makanan, plester, dan lain-lain.
c. Imunisasi
Keluarga klien mengatakan tidak tahu tentang imunisasi apa saja yang
pernah diberikan pada klien.
d. Kebiasaan/pola hidup/life style
Klien dan keluarga mengatakan bahwa klien adalah perokok aktif. Klien
mengatakan bahwa dalam sehari dapat menghabiskan 1 pack atau lebih.
Namun saat ini, sejak 8 bulan yang lalu klien sudah tidak merokok lagi.
e. Obat-obat yang digunakan
Keluarga mengatakan bahwa klien pernah mengkonsusmsi obat yang di
beli di warung dan mengkonsumsi obat setelah periksa ke dokter.

5. Riwayat Penyakit Keluarga


Keluarga klien mengatakan bahwa di dalam keluarga tidak memiliki penyakit
menurun dan tidak memiliki penyakit menular.
Genogram :

Keterangan:

= Laki-laki = Perempuan

= Meninggal = Klien

- - - - - = Tinggal satu rumah

III. Pengkajian Keperawatan

1. Persepsi kesehatan dan pemeliharaan kesehatan


Baik
Interpretasi :
Keluarga mengatakan bahwa apabila sakit harus segera diatasi dengan cara
tradisional maupun cara modern. Klien dan keluarga menganggap bahwa
kesehatan itu penting, klien dan keluarga datang ke pelayanan kesehatan
untuk mengetahui tentang kondisi kesehatan dan penyakit yang dialami.

2. Pola nutrisi/metabolic (ABCD)


- Antropometri
BB sebelum sakit : 48 kg
BB saat sakit : 40 kg
TB : 165 cm
48
IMT = (165)2

= 17,6
Interpretasi : klien mengalami penurunan berat badan sejak sakit.
- Biomedical sign
Hb : 14,5 gr/dL
Leukosit : 8.500/mm
Trombosit : 187.000/mm
Kreatinin : 1,6 mg/dL
SGPT : 100 µ/L
SGOT : 156 µ/L
- Clinical sign
Mukosa mulut lembab dan warna sedikit pucat
- Diet pattern (intake makanan dan cairan)
Klien dapat makan biasa per oral.
Interpretasi : klien mengatakan makan 3 kali sehari habis 1⁄2 porsi dengan
menu rumah sakit (bubur) sekali makan.

3. Pola eliminasi
BAK
- Frekuensi : 4-5 kali sehari
- Jumlah : 500 cc
- Warna : kuning jernih
- Bau : bau khas urin
- Karakter :-
- BJ :-
- Alat Bantu :-
- Kemandirian : mandiri
- Lain-lain :-
BAB
Klien mengatakan BAB lancar ± 2 kali sehari dengan konsistensi lembek,
berwarna kuning dan bau khas feses. Selama di rumah sakit klien mengatakan
belum pernah BAB.

4. Pola aktivitas dan latihan


Sebelum sakit : klien mampu beraktivitas secara mandiri
Saat sakit : klien mengatakan tidak bisa melakukan aktivitas seperti
biasanya karena merasa sesak dank lien hanya berbaring
di tempat tidur
Aktivitas harian (Activity Daily Living)

Kemampuan perawatan diri 0 1 2 3 4

Makan/minum √

Toileting √

Berpakaian √

Mobilitas di tempat tidur √

Berpindah √

Ambulasi/ ROM √
Ket: 0: tergantung total, 1: dibantu petugas dan alat, 2: dibantu petugas, 3: dibantu
alat, 4: mandiri

Status Oksigenasi :
Klien mengatakan sesak nafas, , RR = 30 x/menit dan menggunakan otot bantu
pernafasan

Fungsi kardiovaskuler :
TD = 130/80 mmHg, N= 90 x/menit
Terapi Oksigen :
Klien terpasang oksigen dengan nasal kanul 3 Lpm.
Interpretasi : klien tidak dapat bernafas secara spontan dan menggunakan bantuan
oksigen.

5. Pola tidur dan istirahat


Durasi : menurut keluarga dan klien durasi tidur klien sebelum MRS ± 8 jam
sehari. Namun saat MRS klien tidur hanya ± 4-5 jam perhari dan sering
terbangun.
Gangguan tidur : apabila siang hari klien tidak dapat tidur lama dan nyenyak
karena suasana diruangan bising
Keadaan bangun tidur : klien bangun dengan tenang dan hanya terdiam
setelah bangun tidur.
Interpretasi : klien mengatakan setelah sekitar 2 jam tertidur, klien akan
terbangun. Pada siang hari klien tidur ± pukul 08.00-10.00 dan pada malam
hari ± pukul 23.00-01.00.

6. Pola kognitif dan perceptual


- Fungsi kognitif dan memori
Sebelum dan saat MRS kognitif klien tetap baik dan masih bisa diajak
bicara dan memberikan timbale balik yang tepat dan ingatan klien baik saat
dilakukan pengkajian.
- Fungsi dan keadaan indrera :
Klien mengatakan tidak mengalami gangguan pada indra penglihatan,
pendengaran, penciuman, perabaan, dan pengecapan.

7. Pola persepsi diri


- Gambaran diri : klien dan keluarga klien mengatakan tidak ada masalah
terhadap bentuk tubuh klien
- Identitas diri : klien tidak memiliki gangguan identitas diri, klien masih
memiliki orientasi yang baik terhadap dirinya sendiri.
- Harga diri : klien mengatakn tidak merasa minder meskipun sakit. Klien
dan keluarga percaya bahwa akan segera diberikan kesembuhan
- Ideal diri : ideal diri klien tidak terganggu dan memiliki keyakinan untuk
sehat kembali
- Peran diri : klien merupakan kepala keluarga dengan satu istri dua anak,
beliau mencari nafkah dengan bekerja sebagai petani.
Interpretasi : pola persepsi diri klien terganggu sejak mengalami sakit.

8. Pola seksualitas dan reproduksi


- Keluarga klien mengatakan memiliki satu istri dan dua orang anak yang
masih hidup.
- Keluarga klien mengatakan bahwa klien sangat menyayangi istri dan kedua
anaknya. Oleh karena itu keluarga ingin cepat sembuh dan bisa berkumpul
kembali dengan keluarganya di rumah.

9. Pola peran dan hubungan


- Keluarga klien mengatakan bahwa hubungan antara klien dengan anggota
keluarga yang lain baik.
- Terlihat bahwa keluarga klien selalu menemani klien saat di rumah sakit

10. Pola manajemen koping stress


Keluarga klien mengatakan bahwa klien dan keluarga menganggap sakit itu
sebagai jalan yang harus di lewati dan dijalani sehingga bagaimanapun
keadannya harus di terima dan disyukuri

11. Sistem nilai dan keyakinan


Keluarga klien mengatakan saat sebelum sakit klien melakukan sholat 5
waktu dengan baik, saat ini hanya mampu terbaring di tempat tidur

IV. Pemeriksaan Fisik

Keadaan umum:

GCS=4-5-6, pasien terpasang infuse di tangan sebelah kiri

Tanda vital dan nyeri:

- Tekanan Darah : 130/80 mm/Hg


- Nadi : 90 x/mnt
- RR : 30 x/mnt
- Suhu : 38ºC

Nyeri :
- P : klien merasa nyeri setiap kali batuk
- Q : nyerinya tumpul seperti menjalar ke seluruh dada
- R : nyeri di uluhati
- S : skal nyeri 4
- T : nyeri muncul ketika dibuat bergerak dan saat batuk

Pengkajian Fisik (Inspeksi, Palpasi, Perkusi, Auskultasi)

1. Kepala
Kepala simetris, tidak ada jejas, distribusi rambut normal, rambut hitam, ada
sedikit rambut yang putih, tidak ada lesi, tidak ada massa, tidak ada nyeri
tekan.
2. Mata
Bentuk mata simetris kanan dan kiri, konjungtiva berwarna pink kemerahan,
sclera berwarna putih, pupil tidak terdapat kejulingan, penglihatan berfungsi
dengan baik, tidak terdapat nyeri tekan.
3. Telinga
Bentuk telinga simetris kanan dan kiri, tidak terdapat pendarahan, tidak
terdapat nyeri tekan dan odem.
4. Hidung
Tidak terdapat kelainan bentuk, tulang hidung simetris, lubang hidung normal,
tidak ada lesi maupun jejas, tidak ada massa, warna kulit hidung sama dengan
warna di sekitarnya.
5. Mulut
Mukosa bibir lembab, warna coklat, bibir simetris, tidak ada massa, tidak ada
luka.
6. Leher
Leher pasien terlihat simetris, tidak ada jejas maupun lesi, tidak ada
pembesaran kelenjar getah bening, warna kulit dileher sama dengan warna
kulit sekitarnya, tidak ada massa, tidak ada nyeri tekan.
7. Dada
I : dada pasien terlihat simetris, tidak ada jejas maupun lesi.
P : tidak terdapat benjolan, tidak ada nyeri tekan, vocal premitus getaran
terasa di dinding thorax dekstra dan sinistra.
P : pengembangan paru kanan kiri sama, tidak ada massa
A : ronchi
8. Abdomen
I : bentuk simetris kanan kiri, tidak ada jaringan parut, tidak terdapat
penonjolan di bagian perut, umbilicus letak simetris
A : Terdengar bising usus 10 x/menit
P : Bunyi sedikit timpani di setiap lapang perut
P : Tidak ada nyeri tekan, tidak ada benjolan
9. Urogenital
- Klien tidak terpasang selang kateter
- Klien BAK ± 500 cc/ hari, BAB ±2𝑥 sehari
10. Ekstremitas
- Ekstremitas atas: tangan kiri terpasang infuse, tidak terdapat gangguan
pada ekstremitas atas, dan tidak terdapat luka.
- Ekstremitas bawah : tidak terdapat gangguan pada ekstremitas bawah dan
tidak terdapat luka.
kemampuan otot
5 5

5 5

4 4
11. Kulit dan kuku
Kulit pasien terlihat lembab, turgor kulit cukup. Kuku pendek, warna kuku
ping kemerahan, CRT < 2 detik.
12. Keadaan lokal
Klien terlihat terbaring di tempat tidur dengan posisi semi fowler terpasang
infus ditangan sebelah kiri dan memakai O2 masker sederhana 3 lpm
V. Terapi (jenis terapi, dosis, rute, indikasi, KI, implikasi keperawatan)

No Jenis Terapi Dosis/hari Rute Indikasi Kontra indikasi Efek samping


1 Cefotaxime 2 x 1 gram IV 1. Infeksi saluran napas, Hipersensitivitas 1. Diare
termasuk hidung dan 2. Demam
tenggorokan 3. Mual
2. Infeksi pada telinga 4. Muntah
3. Infeksi kulit dan 5. Ruam
jaringan lunak 6.
4. Infeksi tulang dan sendi
2 Ranitidine 2 x 50 gram IV 1. Sakit maag 1. Riwayat alergi 1. Diare
2. Radang saluran ranitidine 2. Muntah-
pencernaan bagian atas 2. Ibu menyusui muntah
(kerongkongan) 3. Gagl ginjal 3. Sakit kepala
3. Luka lambung 4. Insomnia
5. Vertigo
6. Ruam
7. Konstipasi
8. Sakit perut
9. Sulit
menelan
10. Urin
tampak
keruh
3 Ambroxol 3 x 30 gram Oral Batuk berdahak pada 1. Hipersensitivit 1. Ruam
bronchitis kronis dan as kemerahan
akut, bronchitis 2. Ulkus 2. Sesak napas
asmatik, asma lambung atau 3. Mual
bronchial, emfisema, maag 4. Muntah
bronkiektasis dan 5. Sembelit
pneumoconiosis 6. Kehilangan
nafsu makan
7. Gemetar
8. kelelahan
VI. Pemeriksaan Penunjang & Laboratorium

No Jenis Nilai normal (rujukan) Hasil


pemeriksaan
(25 April 2016)

Nilai Satuan

1. Hematologi

Hemoglobin 13,5-17,5 Gr/dL 14,5

Leukosit 4,5-11,0 109 /L 8,5

Hematokrit 41-53 % 35

Trombosit 150-450 109 /L 187

2. Faal Hati

SGOT 10-35 U/L (30ºC) 15

SGPT 9-43 U/L (30ºC) 10

Albumin 3,4-4,8 Gr/dL 3,7

3. Gula Darah
Glukosa
<200 mg/dL 101
Sewaktu

4. Elektrolit

Natrium 135-55 mmol/L 141,5

Kalium 3,5-5,0 mmol/L 3, 85

Chlorida 90-110 mmol/L 104, 2

Calsium 2,15-1,57 mmol/L 2,38


5. Faal Ginjal

Kreatinin serum 0,6-13 mg/dL 1,2

BUN 6-20 mg/dL 18

Urea 26-43 gr/24 h 81

Asam Urat 3,4-7 Mg/dL 2,8

Jenis
No Nilai normal (rujukan) Hasil
pemeriksaan
(25 April 2016)
Nilai Satuan

Gula Darah
Glukosa
<200 mg/dL 277
Sewaktu

Jenis Hasil
No Nilai normal (rujukan)
pemeriksaan (25 April 2016)

Nilai Satuan

Gula Darah
Glukosa
<200 mg/dL 144
Sewaktu
I. INTERVENSI KEPERAWATAN

No Hari/Tanggal/Jam Data Penunjang Etiologi Masalah Paraf &


Nama
1 Senin, 25 April DS : Obstruksi/hambatan (Domain 11. Kelas 2.
2016/18.45 WIB - Klien mengatakan aliran udara Kode Diagnosis 00031)
sesak dan batuk
berdahak sejak 5 hari Produksi mucus Ketidakefektifan
yang lalu. meningkat bersihan jalan napas
Ns. G
DO: Bronkus meradang
- Suara napas ronkhi dan menebal
- RR: 30 x/menit
Merangsang refleks
batuk

Ketidakefektifan
bersihan jalan napas
2 Senin, 25 April DS : Rokok (Domain 4. Kelas 4.
2016/18.45 WIB - Klien mengeluh Kode Diagnosis 00032)
dadanya sesak PPOK
Ketidakefektifan pola
DO : Perubahan anatomis napas
- Klien terpasang nasal parenkim paru Ns. G
kanul 3 lpm
- RR = 30 x/menit Pembesaran alveoli

Penyempitan saluran
udara

Suplai O2 tidak
adekuat

Hipoksia

Sesak

Ketidakefektifan pola
napas

3. Senin, 25 April DS : Mual (Domain 2. Kelas 1.


2016/18.45 WIB - Klien mengatakan tidak Kode Diagnosis 00002)
nafsu makan sejak 3 hari Tidak nafsu makan
sebelum masuk rumah Ketidakseimbangan
sakit Intake/asupan nutrisi: kurang dari
- Klien mengeluh mual makanan berkurang kebutuhan tubuh Ns. G
dan muntah
Ketidakseimbangan
DO : nutrisi: kurang dari
BB menurun 8 kg kebutuhan tubuh

4 Senin, 25 April DS : Obstruksi/hambatan (Domain 12. Kelas 1.


2016/18.45 WIB - Klien merasa nyeri aliran udara
Kode Diagnosis 00132)
setiap kali batuk
- Klien mengatakan Peningkatan RR Ns. G
nyeri muncul ketika
Nyeri akut
dibuat bergerak dan Nyeri
saat batuk
- Klien mengatakan
nyeri di ulu hatinya

DO :
Skala nyeri 4
II. Diagnosa Keperawatan
1. Ketidakefektifan bersihan jalan napas b.d peningkatan produksi mucus d.d klien
mengatakan merasa sesak dan batuk berdahak sejak 5 hari yang lalu, suara napas
ronchi, RR = 30x/menit.
2. Ketidakefektifan pola napas b.d penurunan ekspansi paru d.d klien mengeluh
dadanya sesak, klien terapasang nasal kanul 3 lpm, RR = 30x/menit.
3. Keidakseimbangan nutrisi: kurang dari kebutuhan tubuh b.d kurang asupan makan
d.d klien mengatakan tidak nafsu makan sejak 3 hari sebelum masuk rumah sakit,
klien mengeluh mual dan mutah, BB menurun 8 kg.
4. Nyeri akut b.d agen cedera fisik d.d klien merasa nyeri setiap kali batuk, klien
mengatakan nyeri muncul ketika dibuat bergerak dan saat batuk, klien mengatakan
nyeri di ulu hatinya, skala nyeri 4.
III. PERENCANAAN KEPERAWATAN

No Hari/Tanggal/ Diagnosa NOC NIC Paraf &


Jam Keperawatan Nama
1 Senin, 25 April (Domain 11. Kelas 2. Setelah dilakukan tindakan 1. Kaji kebersihan jalan
2016/18.45 Kode Diagnosis 00031) keperawatan selama 2×24 napas klien
WIB jam ketidakefektifan 2. Ajarkan dan berikan
Ketidakefektifan bersihan jalan napas teratasi dorongan penggunaan
bersihan jalan napas dengan kriteria : teknik pernapasan
1. Mampu mengeluarkan diafragmatik dan
sputum dan bernafas batuk efektif Ns. G
dengan mudah 3. Jelaskan pada klien
2. Frekuensi pernafasan dan keluarga tentang
dalam rentang normal pengguanaan
(16-20x/menit) dan peralatan O2, suction,
tidak terdapat suara inhalasi.
nafas abnormal. 4. Kolaborasi terkait
dengan pemberian
obat mukolitik
2 Senin, 25 April (Domain 4. Kelas 4. Setelah dilakukan tindakan 1. Observasi tanda-tanda
2016/18.45 Kode Diagnosis 00032) keperawatan selama 2×24 vital
WIB jam ketidakefektifan pola 2. Berikan dorongan
Ketidakefektifan pola napas teratasi dengan untuk menyelingi
napas kriteria : aktivitas dengan
1. Sesak berkurang periode istirahat Ns. G
2. TTV dalam batas 3. Kolaborasi dalam
normal pemberian terapi
TD = 110/80 mmHg oksigen
RR = 16 x/menit
S = 37ºC
3. Tidak ada suara
nafas tambahan
4. Tidak menggunakan
otot bantu
pernapasan

3 Senin, 25 April (Domain 2. Kelas 1. Setelah dilakukan tindakan 1. Monitor adanya mual
2016/18.45 Kode Diagnosis 00002) keperawatan selama 2×24 muntah dan status
WIB jam ketidakseimbangan nutrisi
Ketidakseimbangan nutrisi: kurang dari 2. Monitor berat badan
nutrisi: kurang dari kebutuhan tubuh teratasi 3. Anjurkan pasien Ns. G
kebutuhan tubuh dengan kriteria : makan sedikit demi
1. Intake nutrisi sedikit tapi sering
tercukupi
2. Penurunan frekuensi
terjadinya mual dan
muntah
3. Peningkatan BB
klien
4. Nafsu makan klien
meningkat

4 Senin, 25 April (Domain 12. Kelas 1. Setelah dilakukan tindakan 1. Observasi reaksi
2016/18.45 keperawatan selama 2×24 nonverbal dari
WIB Kode Diagnosis 00132) jam nyeri akut teratasi ketidaknyamanan Ns. G
dengan kriteria : 2. Ajarkan teknik
1. Mampu mengontrol nonfarmakologis
Nyeri akut nyeri (nafas dalam,
2. Rasa nyaman relaksasi)
setelah nyeri 3. Kolaborasi pemberian
berkurang analgesik
3. Skala nyeri 3
IV. IMPLEMENTASI

No Hari/Tanggal/ Diagnosa Implementasi Evaluasi Paraf &


Jam Keperawatan Nama
1 Senin, 25 April (Domain 11. Kelas 2. 1. Mengajarkan 1. Klien menirukan
2016/18.45 Kode Diagnosis 00031) penggunaan teknik teknik pernafasan
WIB pernapasan dalam dan dalam dan melakukan
Ketidakefektifan batuk efektif batuk efektif
bersihan jalan napas 2. Mengatur posisi yang 2. Klien kooperatif
nyaman pada klien terhadap tindakan dan
3. Melakukan kolaborasi klien mau Ns. G
pemberian terapi oksigen menggunakan terapi
oksigen yang
diberikan

2 Senin, 25 April (Domain 4. Kelas 4. 1. Mengukur tanda-tanda 1. Klien kooperatif :


2016/18.45 Kode Diagnosis 00032) vital TD = 110/80 mmHg
WIB 2. Mengajari klien nafas RR = 29 x/menit
Ketidakefektifan pola dalam S = 37ºC Ns. G
napas 3. Memonitor aliran 2. Klien kooperatif
oksigen terhadap tindakan
yang dilakukan dan
pasien melakukan apa
yang telah diajarkan

3. Senin, 25 April (Domain 2. Kelas 1. 1. Mengukur tanda-tanda 1. Klien kooperatif :


2016/18.45 Kode Diagnosis 00002) vital TD = 110/80 mmHg
WIB 2. Mengobservasi adanya RR = 16 x/menit
Ketidakseimbangan tanda mual, muntah dan S = 37ºC
nutrisi: kurang dari status nutrisi 2. Pasien mengatakan
kebutuhan tubuh “saya sudah tidak Ns. G
merasa mual”.

4 Senin, 25 April (Domain 12. Kelas 1. 1. Observasi nonverbal dari 1. Klien kooperatif dan
2016/18.45 ketidaknyamanan klien mau menirukan
Kode Diagnosis 00132)
WIB 2. Mengajarkan teknik teknik relaksasi yang Ns. G
relaksasi diajarkan dengan baik
3. Memonitor kepuasan 2. Klien mengatakan
Nyeri akut
pasien terhadap nyerinya berkurang
manajemen nyeri
V. EVALUASI

No Hari/Tanggal/ Diagnosa Evaluasi (SOAP) Paraf &


Jam Keperawatan Nama
1 Senin, 25 April (Domain 11. Kelas 2. S:
2016/18.45 Kode Diagnosis 00031) Keluarga klien mengatakan bahwa klien masih
WIB mengeluh sesak napas dan batuk berdahak
Ketidakefektifan O:
bersihan jalan napas - Pasien tampak menggunakan O2 masker
sederhana 3 lpm
- RR: 29 x/menit Ns. G
- Suara napas ronkhi
A:
Masalah ketidakefektifan bersihan jalan napas
berhubungan dengan peningkatan produksi mukus
teratasi sebagian
P:
Lanjutkan intervensi no.2,3
2 Senin, 25 April (Domain 4. Kelas 4. S:
2016/18.45 Kode Diagnosis 00032) Klien mengatakan sudah tidak sesak
WIB O:
Ketidakefektifan pola RR =18 x/menit
napas A: Ns. G
Masalah keperawatan ketidakefektifan pola nafas
sudah teratasi
P:
Intervensi dihentikan
3 Senin, 25 April (Domain 2. Kelas 1. S:
2016/18.45 Kode Diagnosis 00002) Klien mengatakan sudah tidak merasa mual dan
WIB porsi makannya mulai bertambah Ns. G
Ketidakseimbangan O:
nutrisi: kurang dari BB= 43 kg
kebutuhan tubuh TD = 110/80 mmHg
A:
Masalah keperawatan ketidakseimbangan nutrisi:
kurang dari kebutuhan tubuh sudah teratasi
P:
Intervensi dihentikan
4 Senin, 25 April (Domain 12. Kelas 1. S :
2016/18.45 Klien mengatakan nyerinya sudah berkurang
Kode Diagnosis 00132)
WIB O: Ns. G
Skala nyeri 3
A:
Nyeri akut
Masalah keperawatan nyeri akut teratasi sebagian
P:
Lanjutkan intervensi no.2, 3