Anda di halaman 1dari 2

Pentingnya Pemahaman Warga Negara

Terhadap Konstitusi dan Hak Asasi


Manusia
Berdasarkan sifatnya, manusia merupakan makhluk pribadi dan makhluk sosial. Sebagai
makhluk sosial manusia selalu berinteraksi dengan manusia yang lain. Interaksi ini juga terwujud
antara hubungan warga negara dengan pemerintah, dimana antar kedua elemen negara tersebut
memiliki keterkaitan dan memiliki tanggung jawab masing-masing. Sebagai warga negara,
manusia memiliki hak dan kewajiban yang harus dijalankan terhadap negara. Selain itu, manusia
juga memiliki hak dan kewajiban terhadap orang lain, seperti kewajiban menghargai hak hidup
orang lain, kewajiban menghargai hak orang lain, dan kewajiban untuk menghargai kebebasan
berpendapat orang lain. Tindakan ini merupakan salah satu bentuk implementasi dari
penghormatan dan pemenuhan hak asasi manusia.

Dalam kehidupan modern, manusia dapat berperan sebagai manusia dan juga sebagai anggota
masyarakat politik. Sebagai anggota masyarakat politik, manusia harus mampu menjalankan hak
dan kewajibannnya sebagai warga negara dan mampu menghayati serta menerapkan HAM
dalam kehidupan sehari-hari. “Masyarakat politik pada dasarnya merupakan perkembangan dari
masyarakat alamiah (natural society) dengan natural rights-nya (Cholisin, 2009: 53)”. Hal ini
mengandung arti bahwa manusia yang pada dasarnya merupakan masyarakat ilmiah berkembang
menuju masyarakat warga negara yang harus patuh pada setiap hukum didalamnya. Oleh
karenanya, merupakan salah satu kewajiban masyarakat politik untuk memenuhi dan menjamin
pelaksanaan HAM sebagai salah satu ciri negara hukum.

“Pemenuhan hak asasi manusia merupakan suatu keharusan agar warga negara dapat hidup
sesuai dengan kemanusiaannya. Hak asasi manusia melingkupi antara lain hak atas kebebasan
berpendapat, hak atas kecukupan pangan, hak atas rasa aman, hak atas penghidupan dan
pekerjaan, hak atas hidup yang sehat serta hak-hak lainnya sebagaimana tercantum dalam
Deklarasi Hak Asasi Manusia Tahun 1948 (Sunarso, dkk, 2006: 100-101)”

Pembangunan bangsa dan negara merupakan kewajiban pemerintah dan warga negara untuk
mewujudkan pemenuhan hak asasi manusia. Hak asasi ini tidak hanya terbatas pada kebebasan
yang bersifat umum, namun mencakup pula segala hal yang termasuk hak warga negara.
Terwujudnya tujuan ini perlu didukung dengan adanya kesadaran dan pemahaman warga negara
terhadap konstitusi dan implementasi HAM. Konstitusi sebagai hukum dasar suatu negara yang
didalamnya mengatur penjaminan dan pelaksanaan HAM, sudah selayaknya menjadi pedoman
bagi rakyat dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, diperlukan pula partisipasi seluruh lapisan
warga negara untuk menjamin pemenuhan hak asasi manusia melalui berbagai cara, antara lain :

1. Memahami, menghayati dan melaksanakan nilai-nilai HAM dalam kehidupan sehari-hari.

2. Mendukung upaya pemerintah dalam menegakkan HAM di Indonesia melalui pengadilan


HAM.
3. Memberikan masukan agar setiap kebijakan publik dari pemerintah selalu bernuansa
HAM.

4. Melakukan kontrol terhadap kinerja pemerintah dalam menangani kasus HAM.

5. Melaporkan setiap pelanggaran HAM kepada aparat berwenang.

6. Memberdayakan masyarakat lemah akan kesadaran HAM.

7. Mengkritisi kinerja KOMNAS HAM.

Dengan kesadaran, pemahaman dan tindakan partisipasi dalam upaya penegakan HAM di
Indonesia, diharapkan akan terbentuk karakter warga negara yang bertanggung jawab, memiliki
rasa toleransi dan penghargaan yang tinggi terhadap hak masing-masing individu. Sehingga
akan terwujud masyarakat kewarganegaraan yang demokratis dan aktif dalam penegakan hukum
serta ketertiban sebagai upaya penciptaan Indonesia yang damai dan sejahtera, sehingga akan
tercipta kehidupan yang harmonis, kepastian hukum, rasa aman, tenteram, kehidupan rukun dan
tercapainya tujuan dasar negara sebagaimana yang tercantum dalam Pancasila untuk
mewujudkan masyarakat politik yang religius, humanis, nasionalis, demokrasi dan berkeadilan
dan tentunya tidak akan banyak terjadi lagi pelanggaran-pelanggaran HAM yang akan
merendahkan harkat dan martabat manusia di Indonesia.