Anda di halaman 1dari 6

Diana Wahyu A 1720034

Kris Mawati Mediar 1720038

Melania Kurniawati 1720046

ANALISIS DATA

NO. DATA(symptom)/ FAKTOR RESIKO PENYEBAB(etiologi) MASALAH

1. DS : Px mengeluh nafsu makan menurun Faktor psikologis Defisit nutrisi


(keengganan untuk
DO : -Berat badan menurun 10% dibawah makan)
ideal. (BB SMRS=59 KG, MRS=51 KG)
-Nafsu makan menurun 3x
-Perut sebah tidak nyaman(asites)

2. DS : Px mengeluh jika beraktivitas cepat Posisi tubuh yang Pola nafas tidak efektif
lelah sekali menghambat ekspansi
paru/asites
DO : -Pola nafas abnormal (takipnea :
29x/menit)
-PCH
-Sesak nafas
-Asites
1. Diagnosis Defisit Nutrisi
Defisit nutrisi ditandai dengan factor psiokologis keengganan untuk makan dibuktikan
dengan px mengeluh nafsu makan menurun 3x

2. Diagnosis Pola Nafas Tidak Efektif


Pola nafas tidak efektif ditandai dengan posisi tubuh yang menghambat ekspansi
paru/asites ydibuktikan dengan pola nafas abnormal

Prioritas masalah dari kedua kasus ini:


1. Prioritas masalah yang kami ambil ada pola nafas tidak efektif karena pasien mengeluh
cepat lelah jika beraktivitas yang berat
RENCANA KEPERAWATAN

NO. DIAGNOSIS TUJUAN DAN INTERVENSI RASIONAL


KEPERAWATAN KRITERIA HASIL
1. Pola nafas tidak Pola nafas teratasi setelah 2 1. Monitor efek 1. Dengan pasien
efektif berhubungan jam3 hari perubahan melakukan
dengan posisi tubuh posisi pola perubahan posisi
yang menghambat KH : oksigenasi(rent pada oksigenasi
ekspansi paru/asites 1. Nafas(RR) ang waktu) pasien lebih
ditandai dengan 29x/mnt21x/mnt 2. Posisikan kooperatif
pola nafas 2. RR 16-24x/mnt pasien untuk 2. Dengan pasien
abnormal, PCH, 3. Frekuensi pola mengurangi mengetahui cara
sesak nafas dan menurun dari dyspnea mengatur pola
asites 29x/mnt21x/mnt 3. Ajarkan teknik nafas, pola nafas
4. Penanganan pernafasan pasien lebih teratur
dilakukan 1 jam dengan tepat 3. Dengan pasien
5. Pasien mengetahui 4. Beri obat dan mengetahui teknik
cara untuk mengatasi oksigen serta pernafasan dengan
sesak nafas kolaborasi tepat, pasien lebih
pungsi asites kooperatif untuk
mencegah asma
4. Dengan pemberian
obat kepada pasien
jalan nafas atau
frekuensi nafas
pasien menjadi
normal dan teratur
2. Defisit Setelah diberikan asuhan 1. Kaji 1. Mengetahui
nutrisi keperawatan selama 1x24 pemenuhan kekurangan nutrisi
ditandai jam kebutuhan nutrisi kebutuhan pasien
dengan pasien teratasi nutrisi pasien 2. Mengidentifikasi
factor 2. Kaji ketidakseimbangan
psiokologis KH: penurunan kebutuhan nutrisi
keengganan 1. Mempertahankan nafsu makan 3. Dengan
untuk makan berat badan dalam pasien pengetahuan yang
dibuktikan batas normal 3. Jelaskan baik tentang nutrisi
dengan px 2. Pasien mampu pentingnya akan memotivasi
mengeluh menghabiskan ½ makanan bagi untuk meningkatkan
nafsu makan porsi makanan yang proses pemenuhan nutrisi
menurun 3x disediakan penyembuhan 4. Ahli gizi membantu
3. Pasien mengalami 4. Kolaborasi pasien dalam
peningkaan nafsu dengan ahli memilih makanan
makan gizi untuk yang sesuai dengan
membantu keadaan sakitnya,
memilih usia, tinggi, dan
makanan yang berat badannya
dapat
memenuhi
kebutuhan gizi
selama sakit
TINDAKAN DAN EVALUASI KEPERAWATAN

NO. WAKTU TINDAKAN TT WAKTU CATATAN TT


DX (tgl&jam) WAT (tgl&jam) PERKEMBANGAN WAT
1. 1 April 1. Memonitor 1 April No. Dx 1
2015 pola nafas dan 2015 S : Pasien mengatakan
07.00 status respirasi sesak nafas berkurang
pasien O : Pasien mampu dan
09.00 2. Membantu mengerti tentang mengatur
pasien dalam pola nafas
hal perubahan A : Masalah teratasi
posisi untuk sebagian
mengurangi P : Intervensi dihentikan
dyspnea (posisi
semi fowler)
11.00 3. Mengajarkan
teknik
pernafasan
yang tepat
kepada pasien
13.00 4. Memberikan
obat inhalasi
dan oksigen
2 April 1. Mengkaji No. Dx 2
2015
2 pemenuhan S : Pasien mengatakan
07.30 kebutuhan nafsu makan meningkat
nutrisi pasien O : Pasien terlihat lahap
09.30 2. Mengkaji dalam memakan
penurunan makanannya
nafsu makan A : Masalah teratasi
pasien sebagian
11.00 3. Menjelaskan P : Intervensi dilanjutkan
pentingnya di rumah
makanan bagi
proses
penyembuhan
12.30 4. Memberikan
makan sesuai
dengan anjuran
ahli gizi