Anda di halaman 1dari 53

ANALISIS KANDUNGAN RAKSA (Hg) PADA KERANG

HIJAU (Perna viridis L.) DI PERAIRAN MUARA KAMAL


TELUK JAKARTA

DRAFT PROPOSAL
Disusun sebagai salah satu syarat untuk mengikuti Seminar Kemajuan
Proposal Tugas Akhirpada Jurusan Kimia Commented [1]: “Seminar Kemajuan Tugas Akhir”
digunakan untuk mengajukan Kolokium. Ganti dengan
“Seminar Proposal Tugas Akhir” jika akan mengajukan
proposal TA. Ganti dengan “Munaqosah” jika akan
mengajukan sidang sarjana.

Oleh
RAMADHANTI IMANI RACHMI
NIM. 1157040046

Jurusan Kimia
Fakultas Sains dan Teknologi
Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati
Bandung
2018
HALAMAN PENGESAHAN Commented [22]: HALAMAN PENGESAHAN ini hanya
digunakan untuk mengajukan SEMINAR PROPOSAL TUGAS
AKHIR

ANALISIS KADAR RAKSA (Hg) PADA KERANG HIJAU (Perna viridis L.)
DI PERAIRAN MUARA KAMAL TELUK JAKARTA

PROPOSAL TUGAS AKHIR Commented [23]: DRAFT SKRIPSI digunakan untuk


mengajukan kolokium dan munaqosah. Ganti dengan
PROPOSAL jika akan mengajukan proposal TA. Ganti dengan
SKRIPSI jika telah selesai munaqosah
RAMADHANTI IMANI RACHMI
NIM. 1157040046

Telah disetujui oleh Tim Pembimbing pada 6 Desember 2018 Commented [24]: Tanggal ini akan otomatis mengikuti
tanggal terakhir file ini dibuka (kalau setting tanggal
komputernya up-to-date.

Menyetujui,

Pembimbing I Pembimbing II

VinaAmalia, M.Si. Agus Saifullah, S.Si., M.Si.


NIP. 198411282008012003 NIP. 198104192001121001 Commented [25]: Ganti dengan Nama dan NIP yang
pembimbingnya. Cara menulis gelar yang benar seperti yang
tertulis. Lihat cara menulis gelarnya, harus tepat

Mengetahui,
Ketua Jurusan Kimia,

Dr. TetySudiarti, M.Si.


NIP. 197010241994122003
PEDOMAN PENGGUNAAN SKRIPSI

Skripsi S1 yang tidak dipublikasikan ini terdaftar dan tersedia di


Perpustakaan Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung (UIN SGD
Bandung) dan terbuka untuk umum dengan ketentuan bahwa hak cipta ada pada
pengarang dengan mengikuti aturan HaKI yang berlaku di UIN SGD Bandung.
Referensi kepustakaan diperkenankan dicatat tetapi pengutipan atau peringkasan
hanya dapat dilakukan seijin pengarang dan harus disertai kebiasaan ilmiah untuk
menyebutkan sumbernya.
Memperbanyak atau menerbitkan sebagian atau seluruh skripsi haruslah
seizin Dekan Fakultas Sains dan Teknologi UIN SGD Bandung. Commented [26]: Bagian ini tidak boleh diubah. Bagian
ini tidak di-print, kecuali telah selesai sidang (munaqosah)
HALAMAN PERSETUJUAN

ANALISIS KADAR RAKSA (Hg) PADA KERANG HIJAU (Perna viridis L.)
DI PERAIRAN MUARA KAMAL TELUK JAKARTA

PROPOSAL

Oleh:
RAMADHANTI IMANI RACHMI
NIM. 1157040046

Menyetujui,

Pembimbing I Pembimbing II

VinaAmalia, M.Si. Agus Saifullah, S.Si., M.Si.


NIP. 197104192001121001 NIP. 198104192001121001 Commented [27]: Ganti dengan Nama dan NIP yang
pembimbingnya. Cara menulis gelar yang benar seperti yang
tertulis. Lihat cara menulis gelarnya, harus tepat

Mengetahui,

DekanFakultas Sains dan Ketua Jurusan Kimia,


Teknologi,

Commented [28]: Ganti dengan nama Dekan FST yang


sedang menjabat dengan penulisan gelar yang tepat, berikut
Dr. Jatnika Abdullah, S.Si., M.T. Dr. TetySudiarti, M.Si. NIP-nya.
NIP. 197803202011111001 NIP. 197203202011111001
Commented [29]: Ganti dengan nama Ketua Jurusan yang
sedang menjabat dengan penulisan gelar yang tepat, berikut
NIP-nya.
LEMBAR PENGESAHAN

Skripsi yang berjudul “Studi Pendahuluan Parameter Fisika dan Komposisi


Kimia Air Hujan di Kawasan Gunung Manglayang”dinyatakan sah dan telah
disidangkan dalam sidang/munaqasah Jurusan Kimia, Fakultas Sains dan
Teknologi, UIN Sunan Gunung Djati, Bandung, pada...., oleh Majelis Sidang yang Commented [210]: Tulis dengan ketentuan contoh
seperti ini: 7 September 2015
terdiri atas,

Ketua Majelis, Sekretaris,

Dr. Muhammad Abdullah Agus Saifullah, S.Si., M.Si.


NIP. 197104192001121001 NIP. 198104192001121001 Commented [211]: Ganti dengan Nama dan NIP yang
pembimbingnya. Cara menulis gelar yang benar seperti yang
tertulis.

Mengetahui,

Penguji I Penguji II

Dr. Jatnika Abdullah, S.Si., M.T. Dr. Siti Maryam, M.Si.


NIP. 197803202011111001 NIP. 197203202011111001 Commented [212]: Ganti dengan nama Ketua Jurusan
yang sedang menjabat dengan penulisan gelar yang tepat,
berikut NIP-nya.
Commented [213]: Ganti dengan nama Ketua Jurusan
yang sedang menjabat dengan penulisan gelar yang tepat,
berikut NIP-nya.
LEMBAR PERSEMBAHAN

Tulis kata-kata, kalimat-kalimat, dan lain-lainnya yang akan dijadikan


persembahan. Format tulisan (font, ukuran, dan panjangnya karakter) tidak
ditentukan, namun tidak melebihi satu halaman ini. Commented [214]: Dilarang menyampaikan kata-kata
persembahan kepada bukan muhrim.
ABSTRAK

TULIS JUDUL DI SINI (huruf kapital tebal tanpa diberi spasi antar barisnya,
kecuali diperlukan untuk kesesuaian frase)

Tulis di sini abstrak penelitian (HANYA 1 PARAGRAF, FORMAT TEMPLATE


INI TIDAK BOLEH DIUBAH!). Ditulis tidak lebih dari 300 kata. Gunakan
fasilitas word count (untuk MS Word 2013 ke atas, cari di menu review, caranya
blok dulu paragrafnya lalu klik Word Count) untuk menentukan jumlah kata
yang ditulis. Abstrak harus memuat latar belakang (1-2 kalimat), tujuan
penelitian, metode penelitian yang diringkas, hasil penelitian, dan kesimpulan.

Kata-kata kunci: adsorpsi; katalis heterogen; kompleks; ligan; besi. Commented [215]: tulis di sini hanya 5 kata kunci
yang paling mewakili untuk tujuan penelusuran pustaka
(jika suatu saat nanti hasil penelitian di-online-kan di
internet, agar mudah ditelusuri oleh mesin pencari),
pisahkan di antaranya dengan tanda semikolon (;).
Tidak memakai “dan”, kata terakhir diakhiri dengan
tanda titik. Untuk tujuan pengindeksan otomatis, timpa
langsung tiap kata kunci tersebut dengan kata kunci
yang sesuai dengan penelitian.

i
ABSTRACT

TULIS JUDUL DI SINI DALAM BAHASA INGGRIS (huruf kapital tebal


tanpa diberi spasi antar barisnya, kecuali diperlukan untuk kesesuaian frase)

Tulis di sini abstrak penelitian dalam bahasa Inggris. Ditulis tidak lebih dari 300
kata. Gunakan fasilitas word count untuk menentukan jumlah kata yang ditulis.
Abstrak harus memuat latar belakang (1-2 kalimat), tujuan penelitian, metode
penelitian yang diringkas, hasil penelitian, dan kesimpulan.

Keywords: tulis di sini 5 kata kunci dalam Bahasa Inggris, pisahkan di antaranya
dengan tanda semikolon (;). Tidak memakai “and”, kata terakhir
diakhiri dengan tanda titik.

ii
KATA PENGANTAR Commented [216]: Bagian Kata Pengantar ini hanya
disampaikan saat akan sampai skripsi jadi

Segala puji bagi Allah SWT pemilik segalanya, karena berkat rahmat dan
ridha-Nya proposal yang berjudul “Analisis kadar Raksa (Hg) pada Kerang Hijau
(Perna viridis L.) di Perairan Muara Kamal Teluk Jakarta” pada telah selesai pada
waktunya. Sholawat serta salam tidak lupa selalu tercurahkan kepada junjungan
besar kita, Nabi Muhammad SAW. Kepada keluarga, sahabat, dan seluruh
pengikutnya hingga akhir zaman.
Ucapan terimaksih juga tidak lupa kami sampaikan untuk semua pihak yang
telah ikut berkontribusi dalam menyelesaikan proposal ini, namun tidak dapat
disebutkan satu per satu. Dalam penyusunan proposal ini masih banyak terdapat
kekurangan, untuk itu kritik dan saran yang membangun diharapkan dapat
diperbaiki untuk masa yang akan datang. Besar harapan kami proposal ini dapat
bermanfaat bagi semua orang yang membacanya.

Bandung, 1 Muharam 1444 H / 6 Desember 2018 Commented [217]: (WAJIB) Ganti dengan tanggal hijriyah
terakhir sesuai dengan tanggal pada tahun masehi yang
tertulis di depannya.

Ramadhanti Imani Rachmi

iii
DAFTAR ISI Commented [218]: Selalu update bagian ini setiap kali
dilakukan perubahan isi teks file ini! Caranya: klik
kanan, pilih “update field”, pilih “update entire Table”.
ABSTRAK .............................................................................................................. i
ABSTRACT ............................................................................................................ ii
KATA PENGANTAR .......................................................................................... iii
DAFTAR ISI ......................................................................................................... iv
DAFTAR GAMBAR .......................................................................................... viii
DAFTAR TABEL ................................................................................................ ix
DAFTAR SINGKATAN DAN LAMBANG ...................................................... xi
BAB I PENDAHULUAN ................................................................................... 1
1.1 Latar Belakang ....................................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah .................................................................................. 3
1.3 Batasan Masalah..................................................................................... 3
1.4 Tujuan Penelitian ................................................................................... 3
1.5 Manfaat Penelitian ................................................................................. 4
BAB II TINJAUAN PUSTAKA...................................................................... 5
2.1 Teluk Jakarta .......................................................................................... 5
2.2 Pencemaran Laut ................................................................................... 6
2.3 Raksa (Hg)............................................................................................... 7
2.3.1 Karakteristik.......................................................................................... 8
2.3.2 Sumber dan Bentuk............................................................................... 8
2.3.3 Penggunaan dan Manfaat ...................................................................... 8
2.3.4 Pencemaran Air..................................................................................... 9
2.3.5 Toksisitas .............................................................................................. 9
2.4 Kerang Hijau ........................................................................................ 10
2.4.1. Klasifikasi ........................................................................................... 11
2.4.2. Morfologi ............................................................................................ 11
2.4.3. Manfaat ............................................................................................... 12
2.4.4. Habitat................................................................................................. 12
2.4.5. Bioakumulasi Logam Berat pada Kerang Hijau ................................. 12
2.5 Vapor Generation Accesory-AAS (VGA-AAS)..................................... 13
2.5.1. Komponen VGA-AAS .......................................................................... 13
2.5.2. Prinsip Kerja VGA-AAS ...................................................................... 16
2.6 Validasi Metode .................................................................................... 16

iv
2.6.1. Linieritas ............................................................................................. 17
2.6.2. Batasan Deteksi dan Batasan Kuantisasi ............................................ 17
2.6.3. Akurasi ................................................................................................ 18
2.6.4. Presisi .................................................................................................. 18
BAB III METODE PENELITIAN ................................................................. 19
3.1 Waktu dan Tempat Penelitian ............................................................ 19
3.2 Bahan, Alat, dan Instrumentasi .......................................................... 19
3.3 Prosedur ................................................................................................ 19
3.3.1 Preparasi Sampel................................................................................. 20
3.3.2 Pembuatan Larutan Baku Logam Raksa 0,1 mg Hg/L ....................... 20
3.3.3 Pembuatan Larutan Deret Standar Logam Raksa ............................... 21
3.3.4 Pembuatan Larutan SnCl2 2% (m/v) .................................................. 21
3.3.5 Preparasi dan Pengukuran Kurva Kalibari.......................................... 21
3.3.6 Pengukuran Sampel ............................................................................ 21
3.4 Validasi Metode .................................................................................... 21
3.4.1. Penentuan Linieritas ........................................................................... 22
3.4.2. Penentuan Batas Deteksi dan Batas Kuantisasi .................................. 22
3.4.3. Penentuan Akurasi .............................................................................. 23
3.4.4. Penentuan Presisi ................................................................................ 23
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ............................... 24
4.1 Ppppppp Qqqqqqq Rrrrrr .................................................................. 25
4.2 Sssssss Tttttttt Uuuuuu ........................................................................ 25
4.3 Sssssss Tttttttt Uuuuuu ........................................................................ 26
4.4 Sssssss Tttttttt Uuuuuu ........................................................................ 26
4.5 Sssssss Tttttttt Uuuuuu ........................................................................ 26
4.6 Sssssss Tttttttt Uuuuuu ........................................................................ 26
4.7 Sssssss Tttttttt Uuuuuu ........................................................................ 27
4.8 Sssssss Tttttttt Uuuuuu ........................................................................ 27
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ......................................................... 28
5.1 Kesimpulan ........................................................................................... 28
5.2 Saran ...................................................................................................... 28
DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................... 29
SUBJEK INDEKS ............................................................................................... 31
LAMPIRAN A ..................................................................................................... 32

v
LAMPIRAN B ..................................................................................................... 33
NO ......................................................................................................................... 33
Uraian Bahan....................................................................................................... 33
Biaya/satuan (RP) ............................................................................................... 33
Jumlah Pakai ....................................................................................................... 33
Total (Rp) ............................................................................................................. 33
1. ............................................................................................................................ 33
Aqua DM............................................................................................................... 33
5.700/liter .............................................................................................................. 33
10 ........................................................................................................................... 33
57.000 .................................................................................................................... 33
2. ............................................................................................................................ 33
Larutan Induk raksa (Hg) ...................................................................................... 33
2.500/mL ............................................................................................................... 33
5 mL ...................................................................................................................... 33
12.500 .................................................................................................................... 33
3. ............................................................................................................................ 33
Asam Nitrat (HNO3) pekat 65% ........................................................................... 33
624.000/liter .......................................................................................................... 33
100 ......................................................................................................................... 33
62.400 .................................................................................................................... 33
4. ............................................................................................................................ 33
Larutan Timah (II) Klorida (SnCl2) ...................................................................... 33
14.000/gram .......................................................................................................... 33
6 ............................................................................................................................. 33
84.000 .................................................................................................................... 33
5. ............................................................................................................................ 33
Asam Klorida (HCl) pekat .................................................................................... 33
118.300/mL ........................................................................................................... 33
200 mL .................................................................................................................. 33
473.200 .................................................................................................................. 33
6. ............................................................................................................................ 33
Kertas Saring ......................................................................................................... 33
1.500/lembar.......................................................................................................... 33
6 ............................................................................................................................. 33
9.000 ...................................................................................................................... 33

vi
7. ............................................................................................................................ 33
Larutan buffer pH 7.00 .......................................................................................... 33
520.000/liter .......................................................................................................... 33
120 mL .................................................................................................................. 33
62.400 .................................................................................................................... 33
8. ............................................................................................................................ 33
Natrium Hidroksida (NaOH) ................................................................................ 33
1.300/gram ............................................................................................................ 33
20 ........................................................................................................................... 33
26.000 .................................................................................................................... 33
9. ............................................................................................................................ 33
Kerang Hijau ......................................................................................................... 33
60.000/Kg .............................................................................................................. 33
3 ............................................................................................................................. 33
180.000 .................................................................................................................. 33
10. .......................................................................................................................... 33
Indikator Universal................................................................................................ 33
9.000/lembar.......................................................................................................... 33
2 ............................................................................................................................. 33
18.000 .................................................................................................................... 33
11. .......................................................................................................................... 33
Lain-lain ................................................................................................................ 33
- ............................................................................................................................. 33
- ............................................................................................................................. 33
100.000 .................................................................................................................. 33
Total ...................................................................................................................... 33
1.084.500 ............................................................................................................... 33

vii
DAFTAR GAMBAR Commented [219]: Update-lah setiap kali ada
perubahan yang dilakukan pada Gambar. Caranya, klik
kanan mouse-nya, update field, update entire table.
Cek jenis dan ukuran hurufnya, jika bukan Times New
Gambar II-1 Raksa ................................................................................................ 7 Roman 12, ubahlah menjadi Times New Roman 12,
dengan membloknya kemudian ubah menjadi Times
Gambar II-2 Kerang Hijau .................................................................................. 11 New Roman 12.

Gambar II-3Instalasi VGA-AAS ........................................................................ 15


Gambar II-4 Skema Prinsip Kerja ....................................................................... 16
Gambar III.1Rancangan alur penelitian .............................................................. 20
Gambar III.2Alur Validasi Metode ..................................................................... 22

viii
DAFTAR TABEL Commented [220]: Update-lah setiap kali ada perubahan
yang dilakukan pada Tabel. Caranya, klik kanan mouse-nya,
update field, update entire table. Cek jenis dan ukuran
hurufnya, jika bukan Times New Roman 12, ubahlah
Tabel II.1 Data hasil pengukuran berat jenisdan penurunan titik beku pada air menjadi Times New Roman 12, dengan membloknya
kemudian ubah menjadi Times New Roman 12.
kelapa Error! Bookmark not defined.

ix
DAFTAR ISTILAH

Istilah Arti / Maksud

Adsorpsi Peristiwa menempelnya molekul, ion maupun atom


pada permukaan

Atomisasi Proses pemecahan cairan menjadi semburan halus;


pengatoman

Aqua DM Air Bebas Mineral

Baku Mutu Ukuran batas atau kadar makluk hidup, zat, energi,
atau komponen yang ada atau harus ada dan atau
unsur pencemar yang ditenggang keberadaannya

Blanko Larutan yang tidak mengandung analit tertentu

Larutan Pengencer Larutan HNO3 0,05 M

Validasi Suatu tindakan penilaian terhadap parameter tertentu,


berdasarkan percobaan laboratorium untuk
membuktikan bahwa parameter tersebut memenuhi
persyaratan untuk penggunaannya

Untuk menghilangkan baris yang tidak diperlukan,


cukup klik kanan mouse pada baris yang akan
dihilangkan, lalu pilih “Delete cells”, lalu pilih
“Delete entire row”. Penghapusan termasuk juga
tulisan keterangan dicetak merah ini, baris pada
DAFTAR GAMBAR, DAFTAR TABEL, dan
DAFTAR SINGKATAN DAN LAMBANG yang
tidak diperlukan. JANGAN HAPUS GARIS
PENANDA AKHIR ISI TABEL DI BAWAH INI

x
DAFTAR SINGKATAN DAN LAMBANG

Singkatan/
Keterangan
Lambang

CH3Hg Metil Raksa

H2SO4 Asam Sulfat

HCl Asam Klorida

Hg Hydrargyrum; raksa; merkuri

HNO3 Asam Nitrat

IPAL Instalasi Pengolahan Air Limbah

LoD Limit of Detection; batas deteksi

LoQ Limit of Quantitation; batas kuantisasi

SnCl2 Timah (II) Klorida

SNI Standar Nasional Indonesia

VGA-AAS Vapor Generation Accesory-Atomic Absorbtion


Spectrophotometer

Untuk menghilangkan baris yang tidak diperlukan, cukup klik


kanan mouse pada baris tersebut, pilih “Delete cells”, lalu pilih
“Delete entire row”

xi
BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Polusi atau pencemaran lingkungan merupakan masuknya atau


dimasukannya makhluk hidup, zat energi dan komponen lainnya ke dalam
lingkungan atau berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau oleh
proses alam sehingga kualitas lingkungan menjadi kurang atau tidak dapat
berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya.
Di era kehidupan yang modern ini, industri merupakan salah satu faktor
yang dapat memenuhi kebutuhan pokok hidup manusia terutama dari segi
sandang, pangan dan papan. Kegiatan indutri di Indonesia terutama indutri kimia
tidak dapat dipisahkan dari penggunaan-penggunaan logam berat seperti raksa,
tembaga, krom, arsen dan cadmium yang menjadikan kehidupan ini sangat sulit
dipisahkan dari pemakaian logam berat. Salah satu logam berat yang sering
digunakan dalam kegiatan industri adalah logam merkuri[1].
Perairan pantai merupakan salah satu tempat berkumpulnya zat-zat
pencemar yang dibawa dari berbagai saluran air termasuk sungai. Sungai sebagai
badan air menjadi salah satu media atau tempat pembuangan limbah industri.
Tentu saja hal ini akan berdampak buruk bagi lingkungan air yang akan
mengakibatkan pencemaran.
Banyaknya pembuanga limbah industri ke sungai tanpa melalui pengolahan
limbah atau IPAL terlebih dahulu serta limbah domestik yang berasal dari rumah
tangga, rumah sakit, perhotelan dan industri yang limbahnya terbawa oleh air sisa
pencucian akan terbuang ke sebuah saluran darinase dan masuk ke dalam kanal
lalu mengalir ke pantai. Sebagian limbahnya larut dalam air dan sebagiannya akan
masuk ke dalam jaringan tubuh organisme laut termasuk juga seperti ikan, kerang,
udang, cumi-cumi, rumput laut, dan fitoplankton.
Kerang hijau (Verna piridis L.) merupakan salah satu komoditi perikanan
yang telah lama dibudidayakan sebagai salah satu usaha sampingan masyarakat
pesisir. Teknik budidayanya mudah untuk dikerjakan, tidak memerlukan modal
yang besar dan dapat dipanen setelah berumur sekitar 6-7 bulan. Hasil pertanian
kerang hijau per hektar per tahun dapat mencapai 200-300 ton kerang utuh atau

1
sekitar 60-100 ton daging kerang. Oleh karena kerang hijau bersifat filterfeeder
non selective dan sessile (menetap) maka kandungan logam berat relativ cukup
tinggi ditemukan ditubuhnya karena adanya akumulasi logam berat tersebut.
Kerang genus Perna ini sering disebut highly specialized filter feeder dan
digunakan sebagai bioindikator pencemaran perairan karena biota ini bersifat
menetap, penyebaran luas, masih mampu hidup pada daerah tercemar, dapat
mengakumulasi logam berat dengan faktor konsentrasi sebesar 105 (Hartanti,
1998). Akumulasi logam berat seperti merkuri (Hg) dan timbale (Pb) sering
terjadi pada kerang mentah dan menyebabkan keracunan bagi masayrakat yang
mengkonsumsinya karena toksisitasnyatinggi[2].
Besarnya akumulasi logam berat yang terakumulasi dalam jaringan tubuh
haewan air yang masih layak dikonsumsi oleh manusia ditentukan oleh suatu
standar. Berdasarkan Kep.Dirjen POM No. 03725/B/SK/VII/1989 dan FAO/WHO
(1976) kadar Hg maksimum pada biota laut yang boleh dikonsumsi sebesar 0,5
ppm dan kadar Pb sebesar 2 ppm. Menurut Inswiari dkk. (1997), rata-rata kadar
Hg dan Pbdiperairan Teluk Jakarta masing-masing adalah 0,004 ppm dan berkisar
antara 0,00-1,57 ppm. Kadar logam tersebut akan terakumulasi apabila limbah
buangan industri di sekitar perairan Teluk Jakarta meningkat terutama oleh pabrik
penghasil peralatan listrik, pabrik baterai dan industri penghasil tinta[3].
Menyadari kandungan raksa yang berlebihan di lingkungan perairan
mengakibatkan bahaya pencemaran. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis
kandungan raksa yang terkandung dalam biota perairan yaitu ikan di Muara
Angke, dimana raksa merupakan logam berat yang berbahaya dan dapat
berakumulasi pada lingkungan sekitar sehingga dampaknya dapat berpengaruh
pada kesehatan manusia.
Analisis kandungan raksa dalam ikan baronang di muara angke
menggunakan teknik yang bernama Vapor Generation Accessory – Atomic
AbsorbtionSpektrophotometer (VGA-AAS) yang memiliki prinsip penguapan
dingin, dimana tidak menggunakan nyala apitapi digantikan dengan reduktor kuat
untuk menguapkan kandungan logam yang berada dalam sampel. Karena logam
raksa yang bersifat mudah menguap maka digunakannya teknik VGA-AAS, jika
digunakan flame ditakutkan akan menghasilkan kandungan yang kurang akurat di

2
dalam sampel. Karena logam terkondensasi ke dalam saluran pembuangan
sebelum masuk kedalam detektor. Selain itu, dilakukan validasi metode analisis
raksa, validasi kerja instrument seperti penentuan linearitas, batas deteksi (LoD),
batas kuantisasi (LoQ), akurasi dan presisi pada instrument VGA-AAS.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas maka permasalahan yang perlu


dirumuskan adalah sebagai berikut:
1. Berapakah perbedaan kadar raksa di dalam sampel kerang hijau pada insang,
daging, dan organ dalamnya?
2. Bagaimana validasi kerja instrument VGA-AAS dalam menganalisis kandungan
raksa (Hg) dalam sampel kerang hijau?

1.3 Batasan Masalah

Berdasarkan permasalahan yang telah dirumuskan, penelitian ini akan


dibatasi pada beberapa masalah berikut:
1. Sampel kerang hijau yang digunakan berasal dari Perairan Muara Kamal di
Jakarta.
2. Sampel kerang hijau yang dilakukan analisis berupa insang, daging, dan organ
dalamnya.
3. Analisis yang akan dilakukan merupakan analisis kandungan raksa pada kerang
hiaju dengan VGA-AAS, dan
4. Validasi kerja instrument diantaranya ditentukan olehlinieritas, batas deteksi
(LoD), batas kuantitas (LoQ), akurasi dan presisi.

1.4 Tujuan Penelitian

Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah yang diajukan, tujuan


dilakukannya penelitian ini adalah sebagai berikut:

3
1. Mengidentifikasi perbedaan kadar raksa dalam sampel kerang hijau pada
insang, daging, dan organ dalamnya, dan
2. Menentukan validasi kerja instrument VGA-AAS dalam menganalisis
kandungan raksa (Hg) dalam sampel kerang hijau.

1.5 Manfaat Penelitian

Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat dan memberikan informasi


untuk pendidikan, masalah lingkungan, dan bidang lainnya yang memiliki kaitan
keperluan dengan kandungan raksa dalam biota yaitu ikan baronang yang berada
di perairan Muara Kamar dan mengetahui bahwa limbah logam berat yang salah
satunya raksa dapat menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan manusia dan
makhluk lainnya dikarenakan sifatnya yang berbahaya, beracun, dan
bioakumulatif.

4
BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Produksi Industri yang semakin meningkat untuk memenuhi kebutuhan


manusia maka tidak lepas akan penggunaan logam berat, semakin banyak logam
berat yang digunakan akan menghasilkan dampak pencemaran pada lingkungan
khususnya perairan. Pencemaran logam berat di perairan dapat menyebabkan
kerusakan rantai makanan dan gangguan kesehatan manusia dan makluk lainnya.
Pencemaran perairan juga dapat mengganggu kehidupan biota laut seperti mati
dan berkurangnya jenis biota air.
.

2.1 Teluk Jakarta

Teluk Jakarta secara geografis terletak pada koordinat 05°54’40”LS -


06°00’40”BT - 107°01’19”BT[4]. Sebelah barat pada teluk ini berbatasan dengan
Tanjung Pasir dan sebelah timurnya berbatasan dengan Tanjung Karawang, dan
teluk ini mempunyai luas kira-kira 490 km2 dan kurang lebih sekitar 40 km untuk
panjang rentang pantai. Garis yang menghubungkan 2 ujung teluk yang berjarak
18 km di bagian yang jauh dan menjorok. Berberapa sungai menjadikan teluk
Jakarta ini sebagai tempat bermuara, diantaranya seperti sungai Ciliwung, sungai
Angke, sungai Suter, sungai Bekasi dan cabang sungai ciliwung. Banyaknya
aktivitas manusia dan industri mempengaruhi pada daerah tangkapan hujan dari
sungai.
Sirkulasi massa air yang bebas terbatas berhubungan dengan laut lepas
(Laut Jawa) merupakan ciri dari golongan perairan semi tertutup (semi enclosed
bay) yang disebabkan karena penyebaran pulau-pulan di Kepulauan Seribu.
Perairan semi tertutup yaitu suatu peralihan daerah antara lautan dan daratan, yang
mempunyai tanda perubahan sifat ekologi. Parameter tingkat perubahan ekologi
pada perairan semi tertutup dipengaruhi oleh tingkat keterbukaan perairan dengan
laut[4].
Asal limbah yang masuk ke teluk Jakarta dari suatu kegiatan industri
pengolahan, agroindustry (industri pertanian), dan sumber domestic. Menurut
pantauan KPPL (1997) bahwa 97,82% atau 1.632.896,47 ribu m3/tahun limbah
yang berasal dari aktivitas pengolahan, 0,01% atau 232,25 ribu m3/tahun untuk

5
limbah yang berasal dari agroindustri dan 2,17% atau 36.229,90 ribu m3/tahun
untuk limbah domestik

2.2 Pencemaran Laut

Laut merupakan kumpulan dari air asin yang memisahkan antara benua
satu dengan benua lain dan pulau satu dengan pulau lainnya. Laut juga dapat
diartikan sebagai kumpulan air yang jumlahnya banyak dan luas yang
menggenangi dan membagi daratan antara pulan atau benua. Laut tidak jauh
dengan terjadinya pencemaran akibat ulah kegiatan manusia. Pendapat untuk
definisi pencemaran laut pasti berbeda-beda karena banyaknya acuan yang dapat
dijadikan sumber seperti kamus, artikel, maupun jurnal ilmiah. Pencemaran laut
merupakan suatu perubahan pada kondisi laut yang tidak menguntungkan karena
adanya benda-benda asing akibat perbuatan manusia[4].
Menurut undang-undang Nomor 23 tahun 1997 bahwa pencemaran
merupakan masuk atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi dan/atau
berubahnya tatanan lingkungan oleh suatu kegiatan manusia atau proses alam
sehingga kualitas lingkungan turun sampai ketingkat tertentu yang menyebabkan
lingkungan menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi sesuai dengan
peruntukkannya.
Bahan pencemaran di laut sebagian besar akibat kegiatan manusia di
daratan yang berasal dari suatu kegiatan rumah tangga, pertanian, dan industri.
Sumber pencemaran dapat dibagi menjadi 7 kelompok, yaitu industri, limbah cair
permukaan (sewage), limbah cair perkotaan (stormwater), pertambangan,
pelayaran (shipping), pertanian, dan perikanan budidaya. Jenis-jenis bahan
pencemar yang utama diantaranya dari sedimen, logam beracun, unsur hara,
pestisida, organisme pantogen, organisme eksotik, dan bahan-bahan yang
menyebabkan berukurangnya oksigen terlarut dalam air (oxygen depleting
substance)[5].

6
2.3 Raksa (Hg)

Logam merupakan suatu elemen yang dalam larutan air dapat melepaskan
satu atau lebih electron dan menjadi kation.Salah satu bahan pencemar yang
berbahaya yaitu logam berat karena jika terdapat dalam jumlah yang besar dapat
bersifat toksik dan mempengaruhi pada aspek ekologis atau biologis. Logam berat
merupakan unsur yang memiliki densitas > 5 g/cm3. Salah satu logam berat
merupakan raksa (Hg).
Raksa merupakan logam yang terlemah dengan ikatan metalik diantara
semua logam dan satu-satunya logam yang mempunyai fase cair pada temperature
ruang dengan spesifik gravity dan memiliki daya hantar yang tinggi. Raksa dalam

Gambar II-1 Raksa


perairan dapat berasal dari limbah industri kelistrikan dan elektronik, pabrik
bahan peledak, baterai, fotografi, pelengkap pengukur, pelapisan cermin,
pestisida, industri bahan pengawet, industri kimia, petrokimia, pembangkit tenaga
listrik yang menggunakan bahan bakar fosil, dan kegiatan laboratorium.
Berbahaya jika merkuri berbentuk alkil merkuri seperti metil dan etil merkuri
yang banyak digunakan untuk mencegah timbulnya jamur alkil merkuri
terakumulasi dalam ginjal dan hati yang dikeluarkan melalui cairan empedu[6].
Raksa dapat diihasilkan dari suatu bijih sinabar (HgS) yang mengandung unsur
merkuri antara 0,1%-4%[7].

7
2.3.1 Karakteristik

Raksa dikenal dengan symbol Hg (Hydrargyrum) dalam system periodic


dan memiliki nomor atom 80 dengan massa atom sebesar 200,59 g/mol. Raksa
merupakan logam yang jika keadaan normal (25℃) berbentuk cairan berwarna
abu-abu tidak berbau dan memiliki titik beku -39℃. Pada suhu 396 ℃, raksa
masih berwujud cair namun terjadi pemuaian secara menyeluruh. Dibandingkan
dengan logam yang lain, raksa juga merupakan logam yang paling mudah
menguap. Raksa dapat larut dalam asam nitrit atau asam sulfat namun tahan
terhadap basa dan mempunyai volatilitas yang tinggi. Ketahanan listrik pada raksa
sangat rendah sehingga raksa merupakan konduktor yang baik dibandingkan
senyawa logam lain. Senyawa logam banyak yang dapat larut dalam raksa yang
akan membentuk komponen yang disebut amalgam. Merkuri dan komponen-
komponennya bersifat beracun terhadap semua makhluk hidup.

2.3.2 Sumber dan Bentuk

Logam berat yang masuk ke dalam perairan laut melalui run off air sungai,
angin, proses hidrotermal, difusi dari sedimen dan kegiatan antropogenik. Jalur-
jalur inilah yang akan berinteraksi dan membentuk suatu pola yang disebut
dengan siklus biogeokimia logam berat[8].Logam berat yang ditemukan di
perairan dapat berupa terlarut. Salah satu logamnya yaitu raksa. Sumber
masuknya raksa dalam tatanan lingkungan dibagi menjadi dua bagian, yaitu
secara alamiah, dimana merupakan akibat dari berbagai peristiwa yang terjadi di
lingkungan dan secara non-alamiah, dimana akibat dari kegiatan manusia.

Raksa merupakan salah satu jenis logam yang melimpah di alam dan
tersebar di dalam batu-batuan, bijih tambang, tanah, udara, dan air sebagai
senyawa anorganik dan organik[9].

2.3.3 Penggunaan dan Manfaat

Raksa dimanfaatkan dalam seluruh aspek kehidupan manusia dan


lingkungan. Raksa telah digunakan dalam bidang kedokteran, pertanian, dan
industri. Sejak abad ke-15 bidang kedokteran telah menggunakan raksa sebagai

8
pengobatan penyakit kelamin (sifilis) yaitu kalomel (HgCl) sebagai pembersih
luka dan saat diketahui bahan beracun tidak digunakan lagi. Komponen raksa
organik digunakan untuk obat diuretika dan juga bahan komestik. Dalam bidang
pertanian, raksa digunakan untuk membunuh jamur sehingga dijadikan pengawet
hasil pertanian. Dalam bidang industri digunakan pada industri listrik yang
digunakan untuk penerangan. Dalam bidang industri juga menggunakan raksa
sebagai elektroda cair untuk pembuatan kalium dan natrium hidroksida melalui
proses elektroanalisis garam.

2.3.4 Pencemaran Air

Raksa merupakan logam pencemar yang termasuk dalam komponen bahan


buangan anorganik yang sulit di dehidrasi oleh mikroorganisme. Limbah buangan
yang mengandung raksa biasanya berasal dari industri dan pertambangan. Jika
raksa masuk ke dalam perairan maka akan terjadinya peningkatan jumlah ion
raksa yang bersifat racun dalam air.
Pada umumnya limbah raksa yang masuk ke perairan dalam berbentuk ion
bebas raksa (Hg) dengan densitas yang tinggi. Raksa akan tenggelam dan
terakumulasi di sedimen pada kedalaman 5-15 cm di bawah permukaan sedimen.
Dalam perairan raksa akan diubah menjadi metil raksa oleh bakteri tertentu yang
bersifar racun dan daya ikat sangat kuat serta kelarutan yang tinggi bagi biota
akuatik.
Raksa merupakan salah satu penyebab pencemaran lingkungan karena
pembuangan sisa hasil pengolahan emas secara amalgamasi. Umumnya limbah
yang masih mengandung raksa dibuang langsung ke badan air karena raksa yang
sudah terpisah menjadi butiran halus dan sifatnya sulit untuk dipisahkan pada
proses penggilingan, sehingga ampas raksa akan terbawa masuk ke perairan.

2.3.5 Toksisitas

Toksisitas berfungsi sebagai identifikasi zat-zat kehidupan yang


berdampak berbahaya bagi sistem kehidupan[10]. Penggunaan raksa dalam

9
industri sering berdampak pencemaran lingkungan, baik melalui air limbah
maupun sistem ventilasi udara. Raksa yang terbuang ke sungai, pantai maupun
badan air di sekitar industri dapat mengkontaminasi ikan dan biota air lainnya.
Ikan dan biota air tersebut dikonsumsi manusia sehingga tubuh manusia terpapar
raksa. FDA (Food and Drug Administration) menentapkan untuk batas
maksimum kandungan raksa pada makananyaitu 0,005 ppm, sedangkan WHO
(World Health Organization) menetapkan Batasan maksium kandungan raksa
dalam air sebebsar 0,001 ppm.
Toksisitas dalam raksa dapat dibedakan menjadi dua yaitu senyawa raksa
organik dan senyawa raksa anorganik. Senyawa raksa organik merupakan bentuk
pada senyawa merkuri yang berbahaya. Raksa organik ini digunakan dalam
industri pertanian, industri pulp dan kertas, dan bidang kedokteran. Raksa organik
ini dapat terbentuk dari raksa anorganik dengan adanya bantuan dari
mikroorganisme. Jenis merkuri organik terdapat dalam 3 bentuk, yaitu aryl, rantai
pendek, dan rantai panjang.
Raksa anorganik merupakan logam murni yang mempunya bentuk cair
dalam suhu ruang, sehingga mudah menguap. Keracunan akut pada senyawa raksa
anorganik dapat menyebabkan nekrosis seluler dalam tubulus proksimal. Raksa
anorganik terdapat dalam 2 bentuk, yaitu mercuric(HgCl2) mercurous (Hg2Cl2).

2.4 Kerang Hijau

Kerang hijau (Perna viridis Linnaeus, 1758) atau Green Mussels


merupakan spesies spesifik Benua Asia. Spesies ini tersebara luas di sepanjang
wilayah Indo-Pasifik, meluas kebagian utara hingga Hongkong mulai dari
perairan di Provinsi Guang Dong dan Fujian, China Selatan, Jepang, Tahiland,
Filipina, Indonesia hingga perairan Papua Nugini [11].
Kerang hijau adalah organisme yang dominan pada ekosistem litoral
(wilayah pasang surut) dan sub litoral yang dangkal. Kerang hijau dapat hidup
dengan subur pada perairan teluk, estuaria, perairan sekitar area mangrove dan
muara, dengan kondisi lingkungan yang dasar perairannya berlumpur campur
campur pasir, dengan cahaya pergerakan air yang cukup, serta kadar garam yang

10
tidak terlalu tinggi. Kerang hijau merupakan kerang yang memilki ukuran tubuh
cukup panjang. Ukuran tubuhnya bisa mencapai 80-100 mm, bahkan terkadang
dapat berukuran panjang hingga 165 mm[12].

Gambar II-2 Kerang Hijau

2.4.1. Klasifikasi

Taksonomi dari kerang hijau ini dapat diklasifikasikan secara sistematika


menjadi :
Fillum: Mollusca
Infra Class: Bivalvae (Bivalvia)
Sub Class: Lamellibranchia (Pteriomorphia)
Ordo: Mytiloida (Anisomyria)
Sub Ordo: Filibranchia
Super family: Mytiloidea (Mytilacea)
Family: Mytilidae (Pernadae)
Genus: Perna
Spesies: Perna viridis Linnaeus[13].

2.4.2. Morfologi

Secara mofrfologi anggota Family Mytilidae mempunyai cangkang yang


tipis. Kedua cangkakng tersebut simetris dan umbonya melengkung kedepan.
Persendiannya halus dengan beberapa gigi yang sangat kecil. Genus Perna L.
Berbentuk pipih, cangkakng padat dan mempunyai umbo pada tepi vertikal[13].
Tipe alur cangkakng konsentrik, bersinar, berwarna hijau dan terkadang dibagian

11
tepi berwarna kebiruan. Kedua cangkang berukuran sama meskipun satu
cangkang sedikit lebih cembung daripada yang lainnya[13].

2.4.3. Manfaat

Manfaat dari kerang hijau ini salah satunya ialah dapat dibudidayakan.
Kerang hijau merupakan salah satu komoditi perikanan yang telah lama
dibudidayakan sebagai salah satu usaha sampingan masyarakat pesisir. Teknik
budidayanya mudah dikerjakan, tidak memerlukan modal yang besar dan dapat
dipaneh setelah berumur 6-7 bulan. Hasil panen kerang hijau perhektar per tahun
dapat mencapai 200-300 ton kerang utuh atau sekitar 10-60 ton daging kerang.

2.4.4. Habitat

Erang hijau umumnya hidup di Laut Tropis seperti di Indonesia terutama


di perairan pantai, perairan teluk, estuaria, magrove dan muara-muara sungai
dengan kondisi perairannya lumpur berpasir dengan cahaya pergerakan yang
cukup serta kadar garam yang tidak terlalu tinggi[12]. Mereka umumnya hidup
menempel secara bergerombol pada dasar atau substrat keras seperti, kayu,
bambu, batu, tanggul-tanggul pelabuhan, karang dan lumpur keras dengan
bantuan byssus atau serabut penempel[14].
Persyaratan yang baik menurut Direktorat Jenderal Perikanan untuk
kehidupan kerang hijau adalah perairan bersubstrat lumpur dengan metode bagan
rakit tancap, kedalaman 3-10 m, kecepatan arus 25 cm/detik, salinitas 25-35% dan
suhu 26-32℃.

2.4.5. Bioakumulasi Logam Berat pada Kerang Hijau

Logam berat dalam air kebanyakan biasanya berbentuk ion logam dan
logam tersebut diserap oleh kerang secara langsung melalui air yang melewati
membran insang atau membran makanan. Selain melalui insang, logam berat juga
masuk melalui kulit (kutikula) dan lapisan mukosa yang selanjutnya diangkut

12
darah dan tertimbun dalam jantung dan ginjal kerang[15]. Kemampuan biota laut
(ikan, udang dan moluska) dalam mengakumulasi logam berat di perairan
tergantung pada jenis logam berat, jenis biota, lama pemaparan serta kondisi
lingkungan seperti, pH, suhu dan salinitas[2]. Semakin besar ukuran biota air,
maka akumulasi logam berat semakin meningkat.
Toksisitas logam berat dalam kerang ditimbulkan akibat akumulasi dalam
jaringan tubuh mengakibatkan keracunan dan kematian bagi biota air yang
mengkonsumsinya. Sifat toksik logam Hg dalam bentuk senyawa HgCl2 dengan
konsentrasi 0,027 ppm mulai bersifat letal bagi biota perairan seperti crustaceae.

2.5 Vapor Generation Accesory-AAS (VGA-AAS)

Spektrometer serapan atom (SSA) merupakan salah satu instrument yang


digunakan untuk mengukur unsur-unsur logam dan metaloid berdasarkan
penyerapan (absorpsi) radiasi atom bebas atau untuk menganalisis kerena suhu
nyalanya yang rendah mendorong terbentuknya suatu atom netral dan dengan
nyala pembentukan oksida dari banyak unsur dapat diminimalkan.
Vapor Generation Accesory- Atomic Absorption Spectrophotometer (VGA-
AAS) merupakan sebuah aksesoris yang dipasangpada bagian luar instrument
AAS sebagai alat untuk mempercepat atomisasi. VGA-AAS merupakan atomisasi
dengan pembentukan senyawa hidrida yang dilakukan untuk unsur yang mudah
terurai apabila dipanaskan pada suhu yang lebih dari 800˚C. Atomisasi dengan
membentuk senyawa hidrida berbentuk gas atau yang terurai menjadi atom-
atomnya melalui reaksi reduksi oleh NaBH4 atau SnCl2. Salah satu logam yang
memakai VGA-AAS yaitu raksa. Senyawa hidrida merupakan senyawa yang
terbentuk antara atom H dengan unsur logam. Hidrida dipakai untuk menyatakan
bahwa bilangan oksidasi hydrogen yang bereaksi dengan unsur lain ialah H-.
VGA-AAS ini merupakan metode atomisasi yang memberikan sensitivitas yang
tinggi.

2.5.1. Komponen VGA-AAS

13
Komponen-komponen dalam AAS beserta dengan fungsinya, sebagai
berikut:

a. Sumber Radiasi
Suatu radiasi yang digunakan harus memancarkan spektrum atom dari
unsur yang ditentukan. Spektrum atom yang dipancarkan harus terdiri dari garis
tajam yang mempunyai setengah lebar yang sama dengan garis serapan yang
dibutuhkan oleh atom-atom. Sumber sinar yang lazim dipakai adalah lampu
katoda berongga yang memancarkan energi radiasisesuai dengan energi yang
diperlukan untuk transisi elektron atom. Ada dua jenis lampukatoda yang biasa
digunakan, yaitu Hollow Cathode Lampterdiri dari katoda cekung yang silindris
yang terbuat dari unsur yangsama dengan unsur yang akan dianalisis dan anoda
yang terbuat dari tungsten dan Electrodless Discharge Lampmempunyai output
radiasi lebih tinggi dan biasanya digunakan untuk analisis unsur-unsur arsen (As)
dan selenium (Se).

b. Sumber Atomisasi
Sumber atomisasi terbagi menjadi dua yaitu dengan nyala (flame) dimana
menggunakan nyala sebagai sel cuplikan dan keberhasilan proses pengatoman
bergantung pada suhu nyala yang digunakan, dan tanpa nyala atau bisa disebut
dengan penguapan (vapor generation) memberikan sensitivitas yang lebih tinggi.
Metode penguapan rasa dibagi menjadi empat metode, yaitu metode reduksi-
aerasi dimana raksa dalam larutan direduksi dan kemudian dikeluarkan dari
larutan dengan cara mengalirkan gelembung gas. Metode pemanasan, dimana
cuplikan dipirolisis atau dibakar. Metode amalgamasi elektronik, dimana raksa
dilapiskan pada katode Cu selama elektrolisis. Katoda kemudian dipanaskan
untuk membebaskan raksa. Sedangkan metode amalgamasi langsung, raksa
dikumpulkan pada kawat Ag atau Cu yang kemudian dibebaskan dengan
pemanasan.

c. Sistem Pengabut atau Sistem Pembakaran

14
Sistem Penggabut terdiri dari tiga komponen, yaitu pengabut (nebulizer)
yang berfungsi sebagai pengubah larutan menjadi butir-butir kabut, ruang semprot
(spray chamber) berfungsi sebagai pemisah antara partikel-partikel besar dan
kecil yang kemudian dikirim ke pembakar (burner), dan pembakar (burner)
berfungsi sebagai tempat pencampuran gas etilen dan Aqua DM agar tercampur
merata dan dapat terbakar pada pematik api secara merata. Lubang yang berada
pada pembakar merupakan lubang pematikapi dimana pada lubang ini awal dari
proses pengatomisasian nyala api.

d. Monokromator
Monokromator merupakan alat yang berfungsi untuk memisahkan radiasi
yang tidak diperlukan dari spektrum radiasi lain yang dihasilkan oleh Hollow
Cathode Lamp.

e. Detektor
Detektor berfungsi mengubah intensitas radiasi yang datang menjadi arus
listrik. Pada AAS yang umum dipakai sebagai detector adalah tabung
penggandaan foton.

f. Read Out
Read out merupakan sistem pencatat hasil. Hasil pembacaan dapat beruba
angka atau berupa kurva dari suatu rekorder yang menggambarkan absorbansi
atau intensitasi emisi.

Gambar II-3Instalasi VGA-AAS

15
2.5.2. Prinsip Kerja VGA-AAS

Larutan sampel dan reduktan dipompa dengan pompa peristaltic masuk ke


aliran untuk bercampur. Reduktan yang digunakan untuk mereduksi Hg2+ menjadi
Hg0 yaitu SnCl2 atau NaHB4 yang dilarutkan dalam HCl pekat. Kemudian gas
argon dialirkan ke dalam aliran tersebut untuk membawa uap (gas) raksa dan
campuran akan mengalir melalui koil reaksi. Campuran terdiri dari air dan sisa
reagen.
Hg2+ + Sn2+ → Hg0+ Sn4+
Uap (gas) raksa kemudian dipisahkan dari larutan campuran dalam
separator. Larutan akan dibuang melalui saluran limbah. Lalu gas argon kembali
dialirkan kedalam separator untuk memastikan tidak mengembunnya uap raksa
dalam separator dan membawa uap raksa tersebut ke dalam spektrofotometer
untuk dianalis.

Gambar II-4 Skema Prinsip Kerja

2.6 Validasi Metode

Kandungan raksa dalam sampel ikan baronangakan dianalisis di


Laboratorium Kimia Instrumen UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Peraturan
SNI-19.17025-2000 yang diadopsi oleh laboratorium pengujian data hasil ujinya
dikatakan abash apabila mempunyai presisi dan akurasi yang baik. Laboratorium
harus menghasilkan data hasil analisis atau uji yang abash (valid). Validasi
merupakan konfirmasi melalui pengujian dan pengadaan bukti yang objektif

16
bahwa persayaratan tertentu untuk maksud yang khusus terpenuhi. Validasi suatu
metode analitik yang dipakai secara scientific.Laboratorium harus memvalidasi
metode tidak baku, metode yang dikembangkan, metode baku yang digunakan di
luar lingkup yang dimaksudkan. Salah satu alat uji yang mendukung laboratorium
pengujian khususnya analisis raksa adalah Vapor Generation Accesory-Atomic
Absorbtion Spectrometer (VGA-AAS).

Validasi metode analisis merupakan suatu tindakan penilaian terhadap


parameter tertentu, berdasarkan percobaan laboratorium untuk membuktikan
bahwa parameter tersebut memenuhi persyaratan untuk penggunaannya. Beberapa
parameter analisis yang harus dipertimbangkan dalam validasi metoda analisis
adalah sebagai berikut:

2.6.1. Linieritas

Linieritas merupakan kemampuan metoda anaisis yang memberikan


respon secara langsung dengan bantuan transformasi matematik. Proporsional
terhadap konsentrasi analit dalam sampel. Linieritas biasanya dinyatakan dalam
istilah variasi sekitar arah garis regresi yang dihitung berdasarkan persamaan
matematik data yang diperoleh dari hasil uji analit dalam sampel pada berbagai
konsentrasi analit. Sebagai parameter adanya hubungan linier digunakan koefisien
kolerasi (R) pada analisis regresi linier y=a + bx. Hubungan linier yang ideal
dicapai jika b=0 dan r= +1 atau -1 bergantung pada arah garis, atau setidaknya R ≥
0,995.

2.6.2. Batasan Deteksi dan Batasan Kuantisasi

Batas deteksi merupakan jumlah terkecil analit dalam sampel yang dapat
dideteksi dan masih memberikan respon signifikan dibandingkan dengan blanko.
Batas deteksi merupakan parameter pada analisis renik dan diartikan sebagai
kuantitas terkecil analit dalam sampel yang masih dapat memenuhi kriteria[16].

Penentuan batas deteksi dan batas kuantisasi dilakukan dengan cara


mengukur beberapa kali serapan blanko dan dihitung konsentrasinya berdasarkan
kurva kalibrasi standar. Dengan menggunakan perhitungan statistic dihitung

17
standar deviasi dari pengukur blanko. Nilai batas deteksi adalah 3 kali standar
deviasi, sementara nilai batas kuantisi adalah 10 kali standar deviasi.

2.6.3. Akurasi

Akurasi merupakan ukuran yang menunjukkan hasil analisis dengan kadar


analit yang sebenarnya. Akurasi dinyatakan sebagai persen perolehan kembali
(recovery) analit yang ditambahkan. Akurasi hasil analisis sangat tergantung
kepada sebaran galat sistematik di dalam keseluruhan tahapan analisis[16].

2.6.4. Presisi

Presisi berhubungan dengan suatu hasil metoda bila pengukutrannya


diulang-ulang pada sampel homogen dengan kondisi terkontrol. Presisi suatu
instrument dapat diuji pengulangan analisis, apabila variasi hasilnya kecil maka
dapat dikatakan bahwa presisi pengukuran tersebut tinggi. Presisi merupakan
ukuran yang menunjukkan derajat kesesuaian antara hasil uji individual yang
diukur dari rata-rata dengan penerapan prosedur secara berulang pada sampel
yang sama. Presisi dapat diukur sebagai simpangan baku yang dinyatakan pada
keberulangan pengukuran. Keberulangan merupakan presisi suatu metode jika
analisis terhadap sampel-sampel identic dilakukan berulang kali oleh analis yang
sama pada kondisi yang sama dan dalam interval waktu yang pendek. Kriteria
seksama atau preisi diberikan jika hasil pengukuran memberikan simpangan baku
2% atau kurang, namun kriteria ini sangat fleksibel tergantung pada konsentrasi
analit yang diperiksa, jumlah sampel, dan kondisi laboratorium. Umumnya
digunakan koefisien Horwitz sebagai pembanding terhadap nilai simpangan baku
relative yang dihasilkan dari data pengukuran yang diperoleh[16].

18
BAB III METODE PENELITIAN

Penelitian tugas akhir ini bertujuan untuk mengetahui kadar raksa (Hg)
yang terkandung dalam sampel Kerang Hijau di Muara Kamal. Adapun prosedur
penelitian yang akan dilakukan dengan cara pengujian Spektrofotometri Serapan
Atom (SSA)- Uap Dingin atau Mercury Analyzer.

3.1 Waktu dan Tempat Penelitian

Penelitian ini direncanakan dilakukan pada November 2018– Januari2018 Commented [221]: Jika dilakukan pada rentang tahun
yang berbeda, dapat ditulis tahun sebelumnya pada Agustus
di Laboratorium Kimia Fakultas Sains dan Teknologi UIN Bandungdan tersebut.

Laboratorium Terpadu Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung dan


pengambilan sampel kerang hijau dilakukan di Muara Kamal, Jakarta.

3.2 Bahan, Alat, dan Instrumentasi


Bahan-bahan yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah biota air
yaitu ikan baronang,air bebas mineral (Aqua DM), larutan induk raksa (Hg) 1000
mg Hg/L, asam nitrat (HNO3) pekat 65%, Peroksida (H2O2), larutan timah (II)
klorida (SnCl2) 2% sebagai reduktor, dan asam klorida (HCl) yang digunakan
untuk melarutkan SnCl2.
Alat-alat dan instrument yang akan digunakan dalam penelitian ini
meliputi labu ukur 25 mL, labu ukur 50 mL, labu ukur100 mL, labu ukur 250 mL,
labu ukur 1000 mL, pipet volumetrik 1 mL, pipet volumetric 5 mL, pipet ukur 1
mL, pipet ukur 5 mL, labu erlemenyer 250 mL, gelas kimia 250 mL, corong gelas,
kaca arloji, botol semprot, dan microwave.Untuk kebutuhan analisis sampel di
laboratorim digunakan Vapor Generation Accesory-AAS.

3.3 Prosedur

Proedur umum yang akan dilakukan pada penelitian ini meliputi prosedur
analisis raksa (Hg) yang terkandung dalam sampel kerang Hijau. Prosedur yang
dilakukan seperti yang terlihat pada Gambar III.I

19
3.3.1 Preparasi Sampel

Sampel ditimbang sebanyak 0,5 gram dimasukkan kedalam vessel untuk


menggunakan microwave bom asam. Kemudian ditambahkan 7,0 mL asam nitrat
(HNO3) pekat 65% dan 1,0 mL peroksida (H2O2). kemudian wadah ditutup dan
dipancarkan radiasi gelombang mikro selama 30 menit dengan kekuatan 100 W.
kemudian dimasukkan kedalam labu ukur 25 mL dan ditanda bataskan
menggunakan air bebas mineral (Aqua DM).

Gambar III.1Rancangan alur penelitian Commented [222]: Gambar rancangan penelitian dapat
dibuat dengan kreativitas sendiri, menarik, tidak sulit
pembacaannya, ada perbedaan antara benda dan
pekerjaan. Semuanya ditujukan untuk mudah dibaca oleh
orang lain, bukan untuk dipahami dan menarik bagi diri
3.3.2 Pembuatan Larutan Baku Logam Raksa 0,1 mg Hg/L
sendiri.

Larutan induk raksa 1000 mg Hg/L dipipet sebanyak 1 mL dan


dimasukkan kedalam labu ukur 100 mL, kemudian ditambahkan hingga tanda
batas dengan larutan pengencer untuk mendapatkan larutan baku raksa 10 mg
Hg/L. selanjutnya larutan baku raksa 10 mg Hg/L sebanyak 2,5 mL dipipet ke
dalam labu ukur 250 mL dan ditambahkan hingga tanda batas dengan larutan
pengencer, maka diperoleh larutan baku logam raksa sebesar 0,1 mg Hg/L.

20
3.3.3 Pembuatan Larutan Deret Standar Logam Raksa

Pembuatan larutan deret standar raksa (Hg) dibuat dengan 1 blanko dan
standar yang mengandung 5, 10, 15, 20, dan 25μg Hg/L yang dibuat dari larutan
baku logam raksa 0,1 mg Hg/L dalam labu ukur 100 mL.

3.3.4 Pembuatan Larutan SnCl2 2% (m/v)

Padatan SnCl2 ditimbang sebanyak 2 gram dimasukkan kedalam gelas


kimia 250 mLdan dilarutkan dengan asam klorida (HCl) pekat sebanyak 5 mL.
Kemudian ditambahkan dengan air bebas mineral (Aqua DM) hingga 250 mL.Jika
larutan keruh maka dipanaskan dengan hot plate hingga larut dengan sempurna.

3.3.5 Preparasi dan Pengukuran Kurva Kalibari

Larutan deret standar, larutan pengencer, dan larutan SnCl 2% yang akan
digunakan pada pengukuran disiapkan pada botol reaktan yang disalurkan
langsung dengan perangkat VGA-AAS. VGA-AAStelah dioptimalkan sebelumnya
sesuai dengan penggunaan alat. Kemudian larutan standar raksa (Hg) diukur pada
panjang gelombang 253,73 nm. Hasil yang diperoleh dari pengukuran dibuatkan
kurva kalibrasi dan ditentukan persamaan garis lurusnya. Jika persamaan garis
lurus pada kurva kalibrasi (R2) lebih kecil dari 0,995 maka kondisi alat perlu
untuk diperiksa dan pengukurannya diulang hingga mendapatkan persamaan garis
(R2) ≥ 0,995.

3.3.6 Pengukuran Sampel

Larutan sampel sebanyak 25 mL dimasukkan kedalam labu erlemenyer


250 mL kemudian diukur pada panjang gelombang 253,73 nm.

3.4 Validasi Metode

Validasi metode analisis raksa (Hg) dalam ikan yang akan dilakukan dapat
dilihat dibawah ini:

21
Gambar III.2Alur Validasi Metode

3.4.1. Penentuan Linieritas

Penentuan Lineaeritas pada dasarnya sama dengan pengukuran kurva


kalibrasi dengan menggunakan larutan standar (Hg) yang konsentrasinya berbeda,
yaitu 1 blanko dan standar yang mengandung 5, 10, 20, 30, 40, dan 50 μg Hg/L.
Masing-masing larutan diukur dengan VGA-AAS sesuai dengan petunjuk
penggunaan instrumen, koefisien kolerasi (R2) yang memenuhi persyaratan yaitu
≥0,995.

3.4.2. Penentuan Batas Deteksi dan Batas Kuantisasi

Batas deteksi dan batas kuantisasi ditentukan dengan mengukur blanko.


Larutan blanko sebanyak 100,0 mL yang merupakan larutan pengencer yaitu asam
nitrat (HNO3) 0,05 M diukur absorbansinya menggunakan VGA-AAS sesuai
dengan petunjuk pada instrument. Pengukuran dilakukan berulang sebanyak 7 kali
dan berdasarkan pada kurva kalibrasi yang telah diukur sebelumnya, data yang
akan didapatkan berupa konsentrasi blanko yang terbaca oleh instrument. Data
konsentrasi ini ditentukan standar deviasi dan rata-ratanya secara statistic dan

22
kemudian digunakan untuk menentukan batas deteksi dan batas kuantisasi
berdasarkan rumus:
LoD = rerata konsentrasi blanko + (3 x SD blanko)
LoQ = rerata konsentrasi blanko + (10 x SD blanko)

3.4.3. Penentuan Akurasi

Metode yang digunakan untuk penentuan akurasi yaitu metode temu balik
(recovery) menggunakan larutan sampel yang telah diketahui konsentrasi raksa
(Hg) sebanyak 20 mL dan ditambahkan larutan standar raksa (Hg) 10 μg Hg/L
sebanyak 20 mL kemudian diukur dengan VGA-AAS sesuai dengan petunjuk
penggunaan instrument. Perhitungan pada persen temu balik (% recovery, % R)
berdasarkan rumus:
A-B
%R= x 100%
C
Dengan
A: Konsentrasi sampel + larutan baku yang diperoleh dari pengukuran
B: Konsentrasi sampel sebenarnya
C: Konsentrasi larutan baku yang ditambahkan

3.4.4. Penentuan Presisi

Presisi pada instrument ditentukan dengan mengukur respon instrument


pada sampel yang telah diketahui konsentrasinya atau dapat menggunakan larutan
standar. Pada penelitian digunakan larutan standar 5 μg Hg/L yang diukur
absorbansinya dengan VGA-AAS sesuai dengan petunjuk penggunaan instrument.
Untuk menentukan konsentrasi yang terbaca berdasarkan pada kurva kalibrasi dari
deret standar dilakukannya sebanyak 7 kaali pengukuran. Secara statistic
konsentrasi yang diperoleh dihitung standar deviasinya dan digunakan untuk
menentukan presisi instrument yang berdasarkan pada rumus:
SD 5 ppb
% RSD = x 100%

% RSDHoewitz= 2 (1-0,5 log C) x 0,67
Dengan:

23
𝑥̅ = rata-rata konsentrasi yang terbaca oleh instrument
C = konsentrasi larutan uji yang digunakan dalam bentuk desimal (5 μg Hg/L =
5x10-9)
Nilai RSD (Relatilve Standard Deviation) merupakan tingkat presisi dari
hasil pengukuran sampel pada beberapa seri pengulangan dengan koefisien
Hoewitz. Semakin tinggi tingkat presisinya dari suatu instrument, maka akan
semakin rendah nilai RSD-nya, data akan dikatakan presisi jika % RSD ≤ %
RSDHorwitz.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Tulislah di sini paragraf pembuka, yang menghantarkan pembaca pada sub-


sub bab hasil penelitian dan pembahasan ini. Setelah itu, buatlah sub-sub bab yang

24
diperlukan untuk menyajikan hasil-hasil penelitian yang diperoleh. Hasil-hasil
penelitian harus banyak disampaikan dalam bentuk tabel (ringkasan), grafik,
gambar, dll., kemudian dibahas. Pembahasan dan argumen harus dikombinasikan
dengan teori-teori yang ada dan hasil-hasil penelitian sebelumnya yang terkait
dengan temuan-temuan pada penelitian ini. Dalam membahas, perlu disampaikan
pula reaksi-reaksi dan mekanisme (dalam bentuk gambar/ilustrasi/skema) untuk
memperjelas hal-hal yang sedang dibahas. Selalu gunakan referensi ketika
menulis pembahasan karena letak ilmiahnya suatu karya tulis adalah adanya acuan
ilmiah yang dipakai. Jika terdapat hasil-hasil penelitian yang sangat mendetail
namun kurang efisien ditempatkan di sini, maka tempatkan pada bagian
LAMPIRAN.

4.1 Ppppppp Qqqqqqq Rrrrrr

Jika memerlukan format penomoran gambar dan tabel pada bab ini, gunakan
saja format Gambar dan Tabel pada bab sebelumnya, lalu update nomor urut
angkanya.
Aaaaaaaaaaaaa aaaaaaaaaaa aaaaaaaaaaa aaaaaaaaaaaaaa aaaaaaa aaa
aaaaaaaa aaaaaa aaaaaaaaaaaa aaaaaaaaaaaaaaa aaaaaaaaaaaaaaa
aaaaaaaaaaaaaaaa aaaaaaaaaaaaaa aaaaaaaaaa aaaaaaaaaa.
Aaaaaaaaaaaaa aaaaaaaaaaa aaaaaaaaaaa aaaaaaaaaaaaaa aaaaaaa aaa
aaaaaaaa aaaaaa aaaaaaaaaaaa aaaaaaaaaaaaaaa aaaaaaaaaaaaaaa
aaaaaaaaaaaaaaaa aaaaaaaaaaaaaa aaaaaaaaaa aaaaaaaaaa.

4.2 Sssssss Tttttttt Uuuuuu

Aaaaaaaaaaaaa aaaaaaaaaaa aaaaaaaaaaa aaaaaaaaaaaaaa aaaaaaa aaa


aaaaaaaa aaaaaa aaaaaaaaaaaa aaaaaaaaaaaaaaa aaaaaaaaaaaaaaa
aaaaaaaaaaaaaaaa aaaaaaaaaaaaaa aaaaaaaaaa aaaaaaaaaa.
Aaaaaaaaaaaaa aaaaaaaaaaa aaaaaaaaaaa aaaaaaaaaaaaaa aaaaaaa aaa
aaaaaaaa aaaaaa aaaaaaaaaaaa aaaaaaaaaaaaaaa aaaaaaaaaaaaaaa
aaaaaaaaaaaaaaaa aaaaaaaaaaaaaa aaaaaaaaaa aaaaaaaaaa.

25
4.3 Sssssss Tttttttt Uuuuuu

Aaaaaaaaaaaaa aaaaaaaaaaa aaaaaaaaaaa aaaaaaaaaaaaaa aaaaaaa aaa


aaaaaaaa aaaaaa aaaaaaaaaaaa aaaaaaaaaaaaaaa aaaaaaaaaaaaaaa
aaaaaaaaaaaaaaaa aaaaaaaaaaaaaa aaaaaaaaaa aaaaaaaaaa.

Aaaaaaaaaaaaa aaaaaaaaaaa aaaaaaaaaaa aaaaaaaaaaaaaa aaaaaaa aaa


aaaaaaaa aaaaaa aaaaaaaaaaaa aaaaaaaaaaaaaaa aaaaaaaaaaaaaaa
aaaaaaaaaaaaaaaa aaaaaaaaaaaaaa aaaaaaaaaa aaaaaaaaaa.

4.4 Sssssss Tttttttt Uuuuuu

Aaaaaaaaaaaaa aaaaaaaaaaa aaaaaaaaaaa aaaaaaaaaaaaaa aaaaaaa aaa


aaaaaaaa aaaaaa aaaaaaaaaaaa aaaaaaaaaaaaaaa aaaaaaaaaaaaaaa
aaaaaaaaaaaaaaaa aaaaaaaaaaaaaa aaaaaaaaaa aaaaaaaaaa.
Aaaaaaaaaaaaa aaaaaaaaaaa aaaaaaaaaaa aaaaaaaaaaaaaa aaaaaaa aaa
aaaaaaaa aaaaaa aaaaaaaaaaaa aaaaaaaaaaaaaaa aaaaaaaaaaaaaaa
aaaaaaaaaaaaaaaa aaaaaaaaaaaaaa aaaaaaaaaa aaaaaaaaaa.

4.5 Sssssss Tttttttt Uuuuuu

Aaaaaaaaaaaaa aaaaaaaaaaa aaaaaaaaaaa aaaaaaaaaaaaaa aaaaaaa aaa


aaaaaaaa aaaaaa aaaaaaaaaaaa aaaaaaaaaaaaaaa aaaaaaaaaaaaaaa
aaaaaaaaaaaaaaaa aaaaaaaaaaaaaa aaaaaaaaaa aaaaaaaaaa.
Aaaaaaaaaaaaa aaaaaaaaaaa aaaaaaaaaaa aaaaaaaaaaaaaa aaaaaaa aaa
aaaaaaaa aaaaaa aaaaaaaaaaaa aaaaaaaaaaaaaaa aaaaaaaaaaaaaaa
aaaaaaaaaaaaaaaa aaaaaaaaaaaaaa aaaaaaaaaa aaaaaaaaaa.

4.6 Sssssss Tttttttt Uuuuuu

Aaaaaaaaaaaaa aaaaaaaaaaa aaaaaaaaaaa aaaaaaaaaaaaaa aaaaaaa aaa


aaaaaaaa aaaaaa aaaaaaaaaaaa aaaaaaaaaaaaaaa aaaaaaaaaaaaaaa
aaaaaaaaaaaaaaaa aaaaaaaaaaaaaa aaaaaaaaaa aaaaaaaaaa.
Aaaaaaaaaaaaa aaaaaaaaaaa aaaaaaaaaaa aaaaaaaaaaaaaa aaaaaaa aaa
aaaaaaaa aaaaaa aaaaaaaaaaaa aaaaaaaaaaaaaaa aaaaaaaaaaaaaaa
aaaaaaaaaaaaaaaa aaaaaaaaaaaaaa aaaaaaaaaa aaaaaaaaaa.

26
4.7 Sssssss Tttttttt Uuuuuu

Aaaaaaaaaaaaa aaaaaaaaaaa aaaaaaaaaaa aaaaaaaaaaaaaa aaaaaaa aaa


aaaaaaaa aaaaaa aaaaaaaaaaaa aaaaaaaaaaaaaaa aaaaaaaaaaaaaaa
aaaaaaaaaaaaaaaa aaaaaaaaaaaaaa aaaaaaaaaa aaaaaaaaaa.
Aaaaaaaaaaaaa aaaaaaaaaaa aaaaaaaaaaa aaaaaaaaaaaaaa aaaaaaa aaa
aaaaaaaa aaaaaa aaaaaaaaaaaa aaaaaaaaaaaaaaa aaaaaaaaaaaaaaa
aaaaaaaaaaaaaaaa aaaaaaaaaaaaaa aaaaaaaaaa aaaaaaaaaa.

4.8 Sssssss Tttttttt Uuuuuu

Aaaaaaaaaaaaa aaaaaaaaaaa aaaaaaaaaaa aaaaaaaaaaaaaa aaaaaaa aaa


aaaaaaaa aaaaaa aaaaaaaaaaaa aaaaaaaaaaaaaaa aaaaaaaaaaaaaaa
aaaaaaaaaaaaaaaa aaaaaaaaaaaaaa aaaaaaaaaa aaaaaaaaaa.
Aaaaaaaaaaaaa aaaaaaaaaaa aaaaaaaaaaa aaaaaaaaaaaaaa aaaaaaa aaa
aaaaaaaa aaaaaa aaaaaaaaaaaa aaaaaaaaaaaaaaa aaaaaaaaaaaaaaa
aaaaaaaaaaaaaaaa aaaaaaaaaaaaaa aaaaaaaaaa aaaaaaaaaa.

27
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Dari hasil penelitian ini dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:

1. Aaaaaa gggggg jjjjjjjjjjm gggggg dddd gggg uuuuuuu,


2. Aaaaaa gggggg jjjjjjjjjjm gggggg dddd gggg uuuuuuu,
3. Aaaaaa gggggg jjjjjjjjjjm gggggg dddd gggg uuuuuuu, dan
4. Aaaaaa gggggg jjjjjjjjjjm gggggg dddd gggg uuuuuuu. Commented [223]: Ketika menyusun kesimpulan,
perhatikan:
1.apakah tujuan penelitian tercapai atau tidak?
5.2 Saran 2.apakah poin-poin kesimpulan sudah menjawab masalah
yang disebutkan dalam rumusan masalah (bab 1)?
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, penulis memberikan
saran / merekomendasikan sebagai berikut:
1. Aaaaaa gggggg jjjjjjjjjjm gggggg dddd gggg uuuuuuu,
2. Aaaaaa gggggg jjjjjjjjjjm gggggg dddd gggg uuuuuuu,
3. Aaaaaa gggggg jjjjjjjjjjm gggggg dddd gggg uuuuuuu, dan
4. Aaaaaa gggggg jjjjjjjjjjm gggggg dddd gggg uuuuuuu.
Bagian saran ini dapat disampaikan dalam poin-poin atau paragraf,
bergantung keperluannya. Harus diperhatikan bahwa saran yang disampaikan
adalah berkenaan dengan kekurangan dari penelitian ini, atau karena potensinya
dapat bermanfaat perlu ada tindak lanjut dari pihak-pihak terkait, khususnya
dalam hal riset ataupun hal-hal lain yang urgen.

28
DAFTAR PUSTAKA Commented [224]: Bagian ini harus selalu di-update
sebelum di-print. Caranya, tempatkan kursor di area yang
ditulis nama-nama pengarang, klik kanan, klik “Update
Field”. Ubah jenis huruf-nya menjadi Times New Roman 12
dan teks justify ketika akan di-print
[1] Mangampe, Anggriyanti, Daud, Anwar, Birawati dan Agus, Analisis Resiko Merkuri
(Hg) dalam Ikan Kembung dan Kerang Darah pada Masyarakat di Wilayah Pesisir
Kota Makasar, Makasar, 2014.

[2] Hutagalung, Partners dan Hamposan, “Logam Berat dalam Lingkungan Laut,”
Pewarta Oceana, 1984, pp. 12-19.

[3] Darmono, Lingkungan Hidup dan Pencemaran, Jakarta: UI Press, 2001.

[4] Kantor Pengkajian Perkotaan dan Lingkungan Hidup, “Laporan Tahunan Prokasih,”
PEMDA DKI JAKARTA, JAKARTA, 1997.

[5] A. D. Prasetyo, “Penentuan Kandungan Logam (Hg, Pb dan Cd) dengan Penambahan
Bahan Pengawet dan Waktu Perendaman yang Berbeda Pada Kerang Hijau (Perna
Viridis L.) di Perairan Muara Kamal, Teluk Jakarta [Skripsi],” Universitas Islam Negeri
Syarif Hidayatullah, Jakarta, 2009.

[6] D. Rokhmin, Keanekaragaman Hayati Laut: Aset Pembagunan Berkelanjutan


Indonesia, Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama, 2003.

[7] Suryadiputra, “Pengolahan Air Limbah dengan Metode Biologi,” Fakultas Perikanan
dan Ilmu Kelautan IPB, Bogor, 1995.

[8] H. Effendi, Telaah Kualitas Air, Yogyakarta: Kanisius, 2003.

[9] Romimohtarto, “Zat Pencemaran dalam Lingkungan Laut dalam Status Pencemaran
Laut di Indonesia dan Teknik Pemantauannya,” P3O-LIPI, Jakarta, 1991.

[10] B. Chandra, Pengantar Kesehatan Lingkungan, Jakarta: Buku Kedokteran EGC, 2005.

[11] V. J.M., The Biological and Culture of Mussel of The Genus Perna, Manila: ICLARM
Studies and Review No. 17, 1989.

[12] S. Isdrajad, “Sumberdaya Hayati Moluska Kerang mytilidae,” Laboratorium


Manajemen Sumberdaya Perikanan Program Studi Manajemen Sumberdaya
Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB, Bogor, 2000.

[13] Linnaeus, Asian Green Mussel (Perna viridis), Nasional Introduced Marine Pest
Information System (NIMPIS). Last Update 13 Maret 2002, 1758.

[14] K. W, “Beberapa Aspek Biologi Kerang Hijau (Perna viridis L.) dari Perairan Binaria,
Ancol Teluk Jakarta,” dalam Jurnal Penelitian Perikanan Laut, Jakarta, Balai
Penelitian Perikanan Laut. Balai Penelitian dan Perkembangan Pertanian.
Departemen Pertanian, 1988, p. No. 45.

29
[15] Noviana, “Pengaruh Konsentrasi Logam Berat Merkuri (Hg) terhadap beberapa
Aktivitas Biologi Kerang Darah (Anadara granosa Linn),” Fakultas Pertanian
Universitas Padjajaran Jatinangor, Bandung, 1994.

[16] H. Saanin, Taksonomi dan Kunci Identifikasi Ikan, Jilid 2, Bandung: Bina Cipta, 1984.

[17] “Laporan Tahunan Prokasih,” Kantor Pengkajian Perkotaan dan Lingkungan Hidup,
1997.

30
SUBJEK INDEKS Commented [225]: Bagian ini sangat terkait dengan
penandaan yang dilakukan pada kata-kata kunci yang
terdapat pada bagian abstrak. Untuk mengaktifkan bagian
adsorpsi, i kompleks, i ini sesuai dengan kebutuhan, blok satu per satu kata
kuncinya, pilih menu REFERENCES, klik Mark Entry, klik Mark
besi, i ligan, i, x All.. segera akan muncul tanda seperti ini
katalis heterogen, i
Jangan panik, untuk menghilangkan tanda ini carilah tanda
ini pada menu HOME, lalu klik tanda tersebut, maka akan
segera hilang. Bagian SUBJEK INDEKS ini sudah dapat
diupdate, dengan cara klik kanan, update field. Lakukan satu
persatu pada tiap kata kunci sampai 5 kata kunci sudah
dimasukkan pada database.

31
LAMPIRAN A

(RENCANA JADWAL PELAKSANAAN PENELITIAN)


NO KEGIATAN WAKTU PELAKSANAAN
NOVEMBER DESEMBER JANUARI 2018
2018 2018
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1 Pengambilan
Sampel
2 Preparasi
sampel
3 Pembuatan
Larutan
4 Perlakuan
sampel
5 Analisis dan
karaterisasi
raksa
6 Pengolahan
data
7 Penyusunan
Laporan

32
LAMPIRAN B

(RENCANA ANGGARAN BIAYA)


NO Uraian Bahan Biaya/satuan Jumlah Pakai Total (Rp)
(RP)

1. Aqua DM 5.700/liter 10 57.000

2. Larutan Induk raksa 2.500/mL 5 mL 12.500


(Hg)

3. Asam Nitrat (HNO3) 624.000/liter 100 62.400


pekat 65%

4. Larutan Timah (II) 14.000/gram 6 84.000


Klorida (SnCl2)

5. Asam Klorida (HCl) 118.300/mL 200 mL 473.200


pekat

6. Kertas Saring 1.500/lembar 6 9.000

7. Larutan buffer pH 520.000/liter 120 mL 62.400


7.00

8. Natrium Hidroksida 1.300/gram 20 26.000


(NaOH)

9. Kerang Hijau 60.000/Kg 3 180.000

10. Indikator Universal 9.000/lembar 2 18.000

11. Lain-lain - - 100.000

Total 1.084.500

NO Jenis Instrumen Biaya Satuan Jumlah Pakai Total


(Rp) (Rp)
1 VGA-AAS
Sampel 15.000/sampel 3 45.000
Standar 45.000/standar 1 45.000
Total 90.000

33
34
35
RIWAYAT HIDUP PENULIS Commented [226]: Halaman ini tidak boleh diperbanyak
dengan cara fotokopi karena ada foto yang harus berwarna

Penulis bernama ....., dilahirkan pada 28 Januari


1997, merupakan anak tunggal/pertama/kedua Commented [227]: Ganti dengan tanggal lahir penulis

dari lima bersaudara dari pasangan Bapak Drs. Commented [228]: Hapus yang tidak diperlukan!
Commented [229]: Ganti dengan jumlah anak dari orang
Muhammad Abdullah dan Ibu Dra. Siti
tua bapak-ibu kandung saja. Gunakan huruf, jangan angka!
Maryam. Commented [230]: Hapus jika Anda merupakan anak
tunggal
Penulis menyelesaikan pendidikan formalnya di Commented [231]: Ganti dengan nama bapak dan ibu
Anda, boleh memakai gelar ataupun tidak
MI/SD Negeri .... Kabupaten/Kota .... pada
Commented [232]: Hapus yang tidak perlu
1999, MTs/SMP Negeri .... Kabupaten/Kota ....
Commented [233]: Hapus jika dari SD swasta
pada 2002, dan MA/SMA Negeri .... Commented [234]: Hapus yang tidak perlu
Kabupaten/Kota .... pada 2005. Commented [235]: Ganti dengan tahun lulus. JANGAN
ADA TAMBAHAN KATA “TAHUN”
Pada 2005, penulis terdaftar sebagai mahasiswa Jurusan Kimia, Fakultas Sains Commented [236]: Ganti dengan angka tahun ketika
diterima di Jurusan Kimia UIN Bandung
dan Teknologi, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, melalui Seleksi SMPB-
PTAIN. Commented [237]: Ganti dengan jalur seleksi yang
sesuai!
Penulis menyelesaikan Program Strata 1 (S1) pada 2018 dengan predikat
Memuaskan/Sangat Memuaskan/Cumlaude, dengan skripsi berjudul Commented [238]: Hapus yang tidak diperlukan!

“....................” di bawah bimbingan Bapak ....... dan Ibu ......... Commented [239]: Tulis nama dan gelar pembimbing
secara lengkap
Aaaaaaaaaaaaaaaa aaaaaaaaaaaaaa aaaaaaaaa a aaaaaa as aaaaaaaaaa aaaaaaa aaaa
aaa aaa a aa a aaaaaa aa a a a a a a a a a.

Aaaaaaaaaaaaaaaa aaaaaaaaaaaaaa aaaaaaaaa a aaaaaa as aaaaaaaaaa aaaaaaa aaaa


aaa aaa a aa a aaaaaa aa a a a a a a a a a.

Aaaaaaaaaaaaaaaa aaaaaaaaaaaaaa aaaaaaaaa a aaaaaa as aaaaaaaaaa aaaaaaa aaaa


aaa aaa a aa a aaaaaa aa a a a a a a a a a. Commented [240]: Tambahkan yang lainnya jika ada
prestasi lain dan penghargaan yang masih dalam ruang
lingkup akademik, riset, atau pengabdian masyarakat