Anda di halaman 1dari 11

Ekologi, Ekologi Manusia, dan Ekologi industri

Dr. BOEDI HENDRARTO, M.Sc

TUGAS
MATA KULIAH

EKOLOGI, EKOLOGI MANUSIA DAN


EKOLOGI INDUSTRI
Mapping an Urban E cosystem Service: Q uantifying Above-
Ground C arbon Storage at a City-Wide Scale

Dr. Boedi Hendrarto, M.Sc

Oleh

Pristiadi Utomo
30000212510012

PROGRAM DOKTOR ILMU LINGKUNGAN


PASCA SARJANA UNDIP
2013

Pristiadi Utomo (30000212510012) Page 0


Ekologi, Ekologi Manusia, dan Ekologi industri
Dr. BOEDI HENDRARTO, M.Sc

Mapping an Urban E cosystem Service: Q uantifying Above-


Ground C arbon Storage at a City-Wide Scale

RINGKASAN

Selama abad kedua puluh, populasi manusia global perkotaan tumbuh sepuluh kali lipat dan
sekarang, untuk pertama kalinya dalam sejarah, lebih dari setengah penduduk dunia hidup
di kota-kota. Namun, meskipun pentingnya urbanisasi sebagai penggerak utama perubahan
tata guna lahan di seluruh dunia, telah ada upaya untuk mengukur penyediaan jasa
ekosistem pada skala kota besar. Hal ini mungkin menjadi persepsi bahwa ekosistem
perkotaan telah membatasi nilai ekologi karena mereka banyak dimodifikasi oleh manusia
walau relatif kecil dalam ukuran. Namun, dengan tingkat urbanisasi akan terus berlanjut,
ekologi kota dan kota telah menjadi lebih erat dengan kehidupan masyarakat dan
menghadapi isu-isu lingkungan yang mereka hadapi. Urbanisasi menjadi penggerak utama
perubahan penggunaan lahan secara global, namun telah ada beberapa upaya untuk
mengukur dan memetakan penyediaan layanan ekosistem di kota dalam skala luas. Salah
satu layanan yang merupakan fitur yang semakin penting dari kebijakan mitigasi perubahan
iklim, dan dengan potensi manfaat lainnya, adalah penyimpanan karbon biologis. Jumlah
dan pola spasial dari karbon di atas tanah yang tersimpan di kota yang khas, Leicester,
Inggris dengan survei vegetasi di daerah perkotaan. Kepadatan karbon berbeda di kebun
domestik, menunjukkan peningkatan pengelolaan privat ruang hijau oleh rumah tangga, dan
lahan publik, mewakili kebijakan lanskap dari atas oleh otoritas lokal. Peta ekosistem
layanan nasional dibandingkan dengan jumlah estimasi dan distribusi karbon di atas tanah
dalam kota penelitian itu. Diperkirakan 231.521 ton karbon disimpan dalam vegetasi di atas
tanah di Leicester, sama dengan 3,16 kg C m-2 di daerah perkotaan, dengan 97,3 % dari
sentra karbon yang dikaitkan dengan pohon-pohon herba dan vegetasi berkayu. Kebun
domestik menyimpan hanya 0,76 kg C m-2, yang tidak berbeda dari hamparan lahan vegetasi
herba (0,14 kg C m-2). Kepadatan karbon di atas tanah terbesar adalah 28,86 kg C m-2, yang
berhubungan dengan daerah hamparan pohon di situs milik publik yang dikelola.
Pemerintah Inggris baru-baru ini menetapkan target pengurangan 80% emisi gas rumah
kaca, dari tahun 1990, hingga pada tahun 2050. Upaya pemerintah nasional setempat
sangat penting untuk untuk mengurangi emisi karbon, meskipun diperlukan pengurangan
dalam skala besar pada kota yang belum ditetapkan. Hal ini telah menyebabkan kebutuhan

Pristiadi Utomo (30000212510012) Page 1


Ekologi, Ekologi Manusia, dan Ekologi industri
Dr. BOEDI HENDRARTO, M.Sc

akan data yang dapat diandalkan untuk membantu dan mendukung target pengurangan
emisi karbon yang realistis, bersama dengan kebijakan yang dapat diterima dengan kuat
untuk memenuhi tujuan tersebut.

KESIMPULAN

1. Organisasi Ekologis
a. Populasi
Populasi adalah kumpulan individu sejenis yang hidup padasuatu daerah dan waktu
tertentu disebut populasi Misalnya, populasi manusia di kota Leicester, Inggris berjumlah
339.239 jiwa. Ukuran populasi berubah sepanjang waktu. Perubahan ukuran dalam
populasi ini disebut dinamika populasi. Perubahan ini dapat dihitung dengan menggunakan
rumus perubahan jumlah dibagi waktu. Hasilnya adalah kecepatan perubahan dalam
populasi. Misalnya, tahun 2000 populasi Pinus di Leicester ada 700 batang. Kemudian pada
tahun 2010 dihitung lagi ada 500 batang pohon Pinus. Dari fakta tersebut kita lihat bahwa
selama 10 tahun terjadi pengurangan pohon pinus sebanyak 200 batang pohon. Untuk
mengetahui kecepatan perubahan maka kita membagi jumlah batang pohon yang
berkurang dengan lamanya waktu perubahan terjadi : 700 - 500 = 200 batang, selama
tahun 2000-2010 (10 tahun) = 20 batang/tahun. Dari rumus hitungan didapatkan
kesimpulan bahwa rata-rata berkurangnya pohon tiap tahun adalah 20 batang. Akan
tetapi, penyebab kecepatan rata-rata dinamika populasi ada berbagai hal. Dari alam
mungkin disebabkan oleh bencana alam, kebakaran, serangan penyakit, sedangkan dari
manusia misalnya karena tebang pilih. Namun, pada dasarnya populasi mempunyai
karakteristik yang khas untuk kelompoknya yang tidak dimiliki oleh masing-masing individu
anggotanya. Karakteristik ini antara lain : kepadatan (densitas), laju kelahiran (natalitas),
laju kematian (mortalitas), potensi biotik, penyebaran umur, dan bentuk pertumbuhan.
Natalitas danmortalitas merupakan penentu utama pertumbuhan populasi. Dinamika
populasi dapat juga disebabkan imigrasi dan emigrasi. Hal ini khusus untuk organisme yang
dapat bergerak, misalnyahewan dan manusia. Imigrasi adalah perpindahan satu atau lebih
organisme ke daerah lain atau peristiwa didatanginya suatu daerah oleh satu atau lebih
organisme; di daerah yang didatangi sudah terdapat kelompok dari jenisnya. Imigrasi ini
akan meningkatkan populasi. Emigrasi adalah peristiwa ditinggalkannya suatu daerah oleh
satu atau lebih organisme, sehingga populasi akan menurun. Secara garis besar, imigrasi
dan natalitas akan meningkatkan jumlah populasi, sedangkan mortalitas dan emigrasi akan

Pristiadi Utomo (30000212510012) Page 2


Ekologi, Ekologi Manusia, dan Ekologi industri
Dr. BOEDI HENDRARTO, M.Sc

menurunkan jumlah populasi. Populasi hewan atau tumbuhan dapat berubah, namun
perubahan tidak selalu menyolok. Pertambahan atau penurunan populasi dapat menyolok
bila ada gangguan drastis dari lingkungannya, misalnya adanya penyakit, bencana alam,
dan wabah hama. Contoh populasi lain antara lain seperti vegetasi darat berupa tumbuh-
tumbuhan. Populasi semak belukar, semak tinggi. Vegetasi herba yaitu rumput dan
tanaman bukan pohon. Belukar yaitu semak kayu dan pohon dengan tinggi kurang dari 2
m. Belukar tinggi yaitu semak kayu dan pohon dengan tinggi 2-5 m. Pohon dengan tinggi
lebih dari 5 m.

b. Komunitas
Komunitas ialah kumpulan dari berbagai populasi yang hidup pada suatu waktu
dan daerah tertentu yang saling berinteraksi dan mempengaruhi satu sama lain.
Komunitas memiliki derajat keterpaduan yang lebih kompleks bila dibandingkan
dengan individu dan populasi. Dalam komunitas, semua organisme merupakan
bagian dari komunitas dan antara komponennya saling berhubungan melalui
keragaman interaksinya. Contoh komunitas kolam ikan, komunitas road verges,
komunitas parks, komunitas gardens, komunitas riparian zones, komunitas golf courses,
komunitas industrial emclaves, komunitas sekolah, komunitas situs bronfield.

c. Ekosistem
Antara komunitas dan lingkungannya selalu terjadi interaksi hubungan timbal balik
antara makhluk hidup dan lingkungannya. Interaksi ini menciptakan kesatuan ekologi yang
disebut ekosistem. Komponen penyusun ekosistem adalah produsen (tumbuhan hijau),
konsumen (herbivora, karnivora, dan omnivora), dan dekomposer/pengurai
(mikroorganisme). Ekosistem terdiri dari individu, populasi dan komunitas. Contoh
ekosistem alami di darat adalah hutan. Ekosistem buatan yaitu yang sengaja dibuat
manusia. Ekosistem darat yang mencakup daerah luas adalah bioma. Contoh ekosistem
buatan yait Domestic Garden, private land parcels by householders, Publik Garden/
publicland.

d. Biosfer
Biosfer adalah bagian luar dari planet Bumi, mencakup udara, daratan, dan air, yang
memungkinkan kehidupan dan proses biotik berlangsung. Dalam pengertian luas menurut
geofisiologi, biosfer adalah sistem ekologis global yang menyatukan seluruh makhluk hidup

Pristiadi Utomo (30000212510012) Page 3


Ekologi, Ekologi Manusia, dan Ekologi industri
Dr. BOEDI HENDRARTO, M.Sc

dan hubungan antarmereka, termasuk interaksinya dengan unsur litosfer (batuan),


hidrosfer (air), dan atmosfer (udara) Bumi. Bumi hingga sekarang adalah satu-satunya
tempat yang diketahui yang mendukung kehidupan. Biosfer dianggap telah berlangsung
selama sekitar 3,5 miliar tahun dari 4,5 miliar tahun usia Bumi.

2. Faktor Abiotik dan Kapasitas Tampung


Faktor abiotik adalah faktor tak hidup yang meliputi faktor fisik dan kimia. Faktor fisik utama
yang mempengaruhi ekosistem adalah sebagai berikut.
a. Suhu

Suhu berpengaruh terhadap ekosistem karena suhu merupakan syarat yang diperlukan
organisme untuk hidup. Ada jenis-jenis organisme yang hanya dapat hidup pada kisaran
suhu tertentu.

b. Sinar (cahaya) Matahari

Sinar matahari mempengaruhi ekosistem secara global karena matahari menentukan suhu.
Sinar matahari juga merupakan unsur vital yang dibutuhkan oleh tumbuhan sebagai
produsen untuk berfotosintesis.

c. Air

Air berpengaruh terhadap ekosistem karena air dibutuhkan untuk kelangsungan hidup
organisme. Bagi tumbuhan, air diperlukan dalam pertumbuhan, perkecambahan, dan
penyebaran biji; bagi hewan dan manusia, air diperlukan sebagai air minum dan sarana
hidup lain, misalnya transportasi bagi manusia, dan tempat hidup bagi ikan. Bagi unsur
abiotik lain, misalnya tanah dan batuan, air diperlukan sebagai pelarut dan pelapuk.

d. Tanah

Tanah merupakan tempat hidup bagi organisme. Jenis tanah yang berbeda menyebabkan
organisme yang hidup didalamnya juga berbeda. Tanah juga menyediakan unsur-unsur
penting bagi pertumbuhan organisme, terutama tumbuhan.

e. Ketinggian

Ketinggian tempat menentukan jenis organisme yang hidup di tempat tersebut, karena
ketinggian yang berbeda akan menghasilkan kondisi fisik dan kimia yang berbeda.

f. Angin

Pristiadi Utomo (30000212510012) Page 4


Ekologi, Ekologi Manusia, dan Ekologi industri
Dr. BOEDI HENDRARTO, M.Sc

Angin selain berperan dalam menentukan kelembapan juga berperan dalam penyebaran biji
tumbuhan tertentu.

g. Garis Lintang

Garis lintang yang berbeda menunjukkan kondisi lingkungan yang berbeda pula.
Garis lintang secara tak langsung menyebabkan perbedaan distribusi organisme di
permukaan bumi. Ada organisme yang mampu hidup pada garis lintang tertentu
saja.

Kapasitas Tampung
Kapasitas tampung adalah jumlah terbanyak individu yang dapat ditampung dalam suatu
ekosistem, dimana organisme tersebut masih dapat hidup.

3. Faktor Biotik
Faktor biotik adalah faktor hidup yang meliputi semua makhluk hidup di bumi, baik tumbuhan
maupun hewan. Dalam ekosistem, tumbuhan berperan sebagai produsen, hewan berperan
sebagai konsumen, dan mikroorganisme berperan sebagai dekomposer.

Faktor biotik juga meliputi tingkatan-tingkatan organisme yang meliputi individu, populasi,
komunitas, ekosistem, dan biosfer. Tingkatan-tingkatan organisme makhluk hidup tersebut
dalam ekosistem akan saling berinteraksi, saling mempengaruhi membentuk suatu sistem yang
menunjukkan kesatuan.

4. Rantai Makanan dan Jaring Makanan


Suatu organisme hidup akan selalu membutuhkan organisme lain dan lingkungan hidupnya.
Hubungan yang terjadi antara individu dengan lingkungannya sangat kompleks, bersifat saling
mempengaruhi atau timbal balik. Hubungan timbal balik antara unsur-unsur biotik dengan
abiotik membentuk sistem ekologi yang disebut ekosistem. Di dalam ekosistem terjadi rantai
makanan, aliran energi, dan siklus biogeokimia. Rantai makanan adalah pengalihan energi dari
sumbernya dalam tumbuhan melalui sederetan organisme yang makan dan yang dimakan.
Dengan kata lain rantai makanan itu proses makan dan dimakan yang diikuti perpindahan
energi dari satu organisme ke organisme lain dalam tingkatan tertentu. Contoh gambar berikut
adalah rantai makanan di ekosistem darat.

Pristiadi Utomo (30000212510012) Page 5


Ekologi, Ekologi Manusia, dan Ekologi industri
Dr. BOEDI HENDRARTO, M.Sc

Pada gilirannya, herbivora akan menyediakan makanan untuk karnivora. Belalang tadi dapat
dimakan oleh katak. Proses pemindahan energi dari makhluk ke makhluk dapat berlanjut. Katak
dapat dimakan oleh ular, yang pada gilirannya ular dimakan oleh burung elang. Proses makan
dan dimakan pada serangkaian organisme disebut sebagai disebut Rantai Makanan, atau “food
chains”. Semua rantai makanan berasal dari organisme autotrofik. Organisme yang langsung
memakan tumbuhan disebut herbivora (konsumen primer), yang memakan herbivora disebut
karnivora (konsumen sekunder), dan yang memakan konsumen sekunder disebut konsumen
tersier. Setiap tingkatan organisme dalam satu rantai makanan disebut tingkatan tropik. Dalam
ekosistem rantai makanan-rantai makanan itu saling bertalian. Kebanyakan sejenis hewan
memakan yang beragam, dan makhluk tersebut pada gilirannya juga menyediakan makanan
berbagai makhluk yang memakannya, maka terjadi yang dinamakan jaring-jaring
makanan (food web), dengan kata lain Proses rantai makanan yang saling menjalin dan
kompleks tersebut dinamakan jaring makanan. Gambar berikut ini menunjukkan contoh jaring
makanan.

Pristiadi Utomo (30000212510012) Page 6


Ekologi, Ekologi Manusia, dan Ekologi industri
Dr. BOEDI HENDRARTO, M.Sc

5. Aliran Energi
Aliran energi adalah rangkaian urutan pemindahan bentuk energi satu ke bentuk energi yang
lain dimulai dari sinar matahari lalu ke produsen, konsumen primer, konsumen tingkat tinggi,
sampai ke saproba di dalam tanah. Siklus ini berlangsung dalam ekosistem. Dalam ekologi,
aliran energi, juga disebut aliran kalor, mengacu pada aliran energi melalui rantai makanan.

6. Suksesi
Suksesi primermerupakan suatu tahapan perubahan komunitas biotik ke komunitas biotik lain,
yang dimulai dengan kehadiran tumbuhan pioner disuatu tempat berbatu yang belum pernah
dijumpai adanya komunitas biotik tersebut sebe-lumnya, kemudian menjadi ekosistem hutan
klimaks (climax forest ecosystem).
Terjadinya gangguan menyebabkan komunitas alami tersebut rusak baik secara alami maupun
buatan, dimana gangguan tersebut tidak merusak total komunitas dan tempat hidup organisme
sehingga substrat lama (substrat tanah sudah terben-tuk sebelumnya), masih ada komunitas
awal yang tersisa. Maka pada substrat terse-but terjadi perkembangan komunitas yang
selanjutnya disebut suksesi sekunder

7. Siklus Materi
Siklus Materi mulai dari matahari ke produsen melalui proses kimia asimilasi ditransfer oleh
herbivora ke karnivora akhirnya mati menjadi sampah organik terjadi pembusukan dibantu oleh
microba diserap oleh tanah menjadi humus dan mineral hingga diserap lagi oleh tumbuhan
sebagai produsen.

Pristiadi Utomo (30000212510012) Page 7


Ekologi, Ekologi Manusia, dan Ekologi industri
Dr. BOEDI HENDRARTO, M.Sc

Materi tidak ada habis-habisnya, materi mengalir dari tubuh makhluk hidup yang satu ke tubuh
makhluk yang lain dan dari dunia hidup ke dunia tak hidup, serta kembali lagi ke dunia hidup.
Siklus atau daur materi di atas disebut daur biogeokimia, yaitu daur yang melibatkan proses
biologi, geologi, dan kimia. Mata rantai makhluk hidup dalam daur biogeokimia merupakan
jaring-jaring kehidupan

8. Gangguan Terhadap Ekosistem yang Ada


Ada berbagai gangguan terhadap ekosistem yaitu : Perusakan habitat, Spesies invasif, Polusi
(genetik, udara, air, tanah), Eksploitasi berlebihan, Pemanasan global atau perubahan iklim,
dan Over populasi manusia

a. Perusakan Habitat

Contoh deforestasi dan meningkatkan pembangunan jalan di Amazon Rainforest menjadi


keprihatinan yang signifikan karena perambahan manusia meningkat pada daerah liar,
peningkatan ekstraksi sumberdaya dan ancaman lebih lanjut untuk keanekaragaman hayati.
Kerusakan habitat telah memainkan peran penting dalam kepunahan, terutama terkait
dengan kerusakan hutan tropis.

b. Spesies Invasif

Contoh spesies Pria Lophura nycthemera (Silver Pheasant), yang berasal dari Asia Timur yang
telah diperkenalkan ke bagian Eropa karena alasan hias, menempati relung baru, secara
substansial mengurangi keanekaragaman. Tidak semua spesies yang dikenalkan adalah

Pristiadi Utomo (30000212510012) Page 8


Ekologi, Ekologi Manusia, dan Ekologi industri
Dr. BOEDI HENDRARTO, M.Sc

invasif, dan tidak semua spesies invasif sengaja diperkenalkan. Dalam kasus seperti kerang
zebra, invasi AS saluran air itu tidak disengaja. Dalam kasus lain, seperti luwak di Hawaii,
pendahuluan disengaja tetapi tidak efektif (tikus malam tidak rentan terhadap luwak ).
Dalam kasus lain, seperti minyak sawit di Indonesia dan Malaysia, pendahuluan
menghasilkan manfaat ekonomi yang besar, tetapi imbalan tersebut disertai dengan
konsekuensi yang tidak diinginkan mahal yaitu rusaknya hutan tropis. Di Belgia, spinosa
Prunus dari Eropa Timur makan daun lebih cepat daripada rekan-rekannya di Eropa Barat,
mengganggu kebiasaan makan Tekla betulae kupu-kupu (yang makan pada daun).
Memperkenalkan spesies baru sering membuat spesies endemik lokal dan lainnya kalah
bersaing dengan spesies eksotis dan tidak mampu bertahan hidup. Organisme eksotis
mungkin predator, parasit, atau mungkin hanya spesies outcompete asli untuk nutrisi, air
dan cahaya. Saat ini, beberapa negara telah mengimpor begitu banyak spesies eksotik,
terutama pertanian dan tanaman hias, bahwa fauna/flora mereka sendiri ada yang mungkin
kalah jumlah.

c. Polusi Genetik
Spesies endemik dapat terancam punah melalui proses pencemaran genetik, yaitu
hibridisasi yang tidak terkontrol, introgresi dan genetik swamping. Polusi genetik
menyebabkan homogenisasi atau penggantian genom lokal sebagai akibat dari baik numerik
keuntungan dan / atau kesesuaian dari suatu spesies dikenali. Hibridisasi dan introgresi
adalah efek samping dari pengenalan dan invasi. Fenomena ini dapat sangat merugikan
spesies langka yang bersentuhan dengan yang lebih berlimpah. Spesies yang berlimpah
dapat kawin silang dengan spesies langka, membanjiri kolam gen. Masalah ini tidak selalu
jelas dari morfologi (penampilan luar) pengamatan saja. Beberapa tingkat aliran gen adalah
adaptasi normal, dan tidak semua konstelasi gen dan genotipe dapat dilestarikan. Namun,
hibridisasi dengan atau tanpa introgresi mungkin, namun, mengancam keberadaan spesies
langka. Erosi genetik ditambah dengan polusi genetik dapat menghancurkan genotipe unik,
sehingga menciptakan krisis tersembunyi yang bisa mengakibatkan ancaman berat terhadap
ketahanan pangan kita. Materi genetik yang beragam bisa tidak ada lagi yang akan
mempengaruhi kemampuan kami untuk lebih berhibridisasi tanaman pangan dan ternak
terhadap penyakit tahan lebih dan perubahan iklim.

d. Eksploitasi Berlebihan
Eksploitasi berlebihan terjadi ketika sumber daya yang dikonsumsi pada tingkat yang tidak
berkelanjutan. Hal ini terjadi di darat dalam bentuk overhunting, penebangan berlebihan,

Pristiadi Utomo (30000212510012) Page 9


Ekologi, Ekologi Manusia, dan Ekologi industri
Dr. BOEDI HENDRARTO, M.Sc

konservasi tanah yang buruk di bidang pertanian dan perdagangan satwa liar ilegal.
Perdagangan internasional satwa langka adalah yang kedua berbahaya setelah perdagangan
narkoba.

e. Perubahan Iklim

Beruang kutub di es laut dari Samudra Arktik, dekat Kutub Utara kini sengsara. Perubahan
iklim telah mulai mempengaruhi populasi beruang. Pemanasan global juga dianggap menjadi
ancaman besar bagi keanekaragaman hayati global. Misalnya terumbu karang
keanekaragaman hayati akan hilang dalam 20 sampai 40 tahun jika pemanasan global
berlanjut pada tren saat ini. Pada tahun 2004, sebuah studi kolaboratif internasional di
empat benua diperkirakan bahwa 10 persen spesies akan punah pada tahun 2050 karena
pemanasan global.

f. Manusia Overpopulasi
Dari 1950 hingga 2011, populasi dunia meningkat 2.500.000.000  7.000.000.000 dan
diperkirakan akan mencapai lebih dari 9 miliar selama abad 21. Jelas bahwa pertumbuhan
besar dalam populasi manusia melalui abad ke-21 telah memiliki dampak yang lebih pada
keanekaragaman hayati dari faktor apa pun lainnya.

Pristiadi Utomo (30000212510012) Page 10